TH.Indonesia. Pati - Pati selatan memang terkenal akan keindahan tempat wisatanya  mulai  dari nuansa alam pegunungan maupun wisata religi, tempat dan peninggalan situs sejarah yang wajib untuk di lestaterikan sebagai bentuk cagar budaya, selain memiliki potensi sebagai  obyek wisata juga memilki wisata kuliner yang tentunya sudah terkenal akan cita rasa menu masakannya sehingga mampu menjadi daya tarik dan nilai khas untuk Pati selatan yaitu nasi tewel dari Kecamatan Tambakromo dan semur kutuk dari Kecamatan Kayen, Minggu tgl (19/08/18). 

Manager CSR Otto Ahadijat cek salah satu obyek wisata di Pati Selatan. 

Dalam serangkaian kegiatan kunjungan kerja oleh Otto Ahadijat manager  CSR ( Corporate Sosial Responsibility ) di dampingi oleh Handono dan Lancar Murti pada hari Jum'at tgl (16/08/18) yang bertempat di kediaman kepala desa Mojomulyo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, di antaranya adalah membahas bahwa CSR siap untuk berpartisipasi ikut membantu mengembangkan potensi  wisata alama wisata religi, membuka akses dan  mempercantik tempat cagar budaya sebagai warisan leluhur yang harus di jaga dan di lestarikan, usaha kecil menengah ,  serta pelatihan keterampilan melaui desa binaan indocement untuk kerjasama dalam meningkatkan sumber daya manusia di wilayah Pati Selatan.

Kepada awak media www.targethukumindoesia.com , Otto Hadijat sebagai manager Corporate Sosial Responsibility ( CSR ) beliau menyampaikan ;

"Kegiatan ini kita mulai dari sejak pertama  kita masuk ke wilayah Pati selatan dan kita selalu ikut membantu warga desa sekitar atau daerah tapak ini dalam  mengembangkan tempat - tempat obyek wisata , baik yang sudah ada maupun yang baru di ketemuan, itu semua kami ada dialaminya, dan kami melakukan hal tersebut supaya situs sejarah dan tempat wisata yang ada di Pati selatan dapat terawat dan terjaga serta mampu memiliki daya tarik pengunjung sehingga  dapat memberikan kontribusi pemasukan bagi desa setempat, serta mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat disana, " tuturnya. 

Masih  lanjut Otto Ahadijat," dari sekian tempat dan obyek wisata yang ada di Pati selatan beberapa besar kami juga sudah  ikut berpartisipasi dan pro aktif dalam  mendukung proses pembangunan dalam pengembangan desa wisata, khususnya di wilayah desa tapak dan sekitarnya, serta kami selalu pro aktif kepada seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang ada di sana, " pungkasnya sambil mengakhiri wawancara dengan beberapa awak media. ( THI / tugi )

Prioritaskan Situs Sejarah Dan Wisata Menjadi Sasaran Utama CSR Dalam Meningkatkan Potensi Wilayah Obyek Wisata di Pati Selatan

Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Kodim 0718 Pati Melaksanakan Panen Raya Bersama Warga Desa Tlutup

TH.Indonesia. Pati - Dalam menyambut datangnya hari Raya Idul Adha 1439 H, serangkain kegiatan dari CSR (Corporate Sosial Responsibility) PT SMS, salah satunya adalah memberikan batuan  hewan qurban yang rencananya akan di bagikan kepada ke sebelas desa yang berada di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jum'at tgl (16/08/18).

Pemberian kambing oleh PT SMS yang disampaikan oleh Manager Otto Ahadijad. 

Penyerahan secara simbolis dari beliau  Otto Ahadijat sebagai Manager CSR , yang di dampingi oleh Handono dan Lencar Murti kepada perwakilan desa penerima dan masyarakat setempat pada hari jumat sore sekitar pukul 15 .00 WIB di desa Mojomulyo Kec. Tambakromo Kab. Pati dan mendapatkan sambutan gembira dari masyarakat yang turut hadir dalam acara tersebut.

Kepada awak media www.targethukumindonesia.com, Otto Ahadijat Manager CSR dalam wawancaranya usai pemberian hewan qurban tersebut beliau mengatakan ;

"Pemberian hewan qurban ini adalah bagian dari  kegiatan rutin tahunan  yang di lakukan oleh CSR dalam menyambut hari raya idul adha yaitu dengan memberikan bantuan hewan qurban kepada desa dan masyarakat yang dekat dengan rencana lokasi proyek (desa tapak pabrik) nanti , semoga saja hal ini dapat bermanfaat bagi desa yang menerimanya, " tuturnya.

Masih lanjut Otto Ahadijat, " untuk tahun ini ada  33 ekor kambing yang  rencananya akan  di  bagikan ke sebelas  desa yang berada di dua kecamatan  yaitu Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen, " pungkasnya.  (THI/red )

Sambut Hari Raya Idul Adha 1439 H Manager CSR Berikan Bantuan 33 Ekor Kambing Qurban

Warga Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru (KB) Gelar Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia tahun 2018
Ada yang unik saat peringatan hari kemerdekaan RI, kaum anak Bangsa yang terpinggirkan berasal dari Lorong Indah (LI) dan Kampung Baru (KB) mengadakan peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jum'at tgl (17/08/18).

Kyai H. Heppy membacakan do'a dalam peringatan HUT RI ke 73.  

Puncak dari kegiatan tersebut adalah diadakanya upacara kemerdekaan yang dilaksanakan di halaman pasar hewan Margorejo yang dihadiri ratusan warga LI dan KB.

Selain kegiatan upacara juga diadakan lomba-lomba rakyat seperti makan kerupuk, balap kelerang dan lain sebagainya yang pada hari sebelumnya juga sudah dilaksanakan lomba memasak nasi goreng.

Bertindak selaku Inspektur Upacara  (Irup) Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos dalam amanatnya menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada seluruh peserta upacara karena masih ada jiwa cinta tanah air Indonesia yang harus selalu kita pupuk dan jaga demi tegaknya NKRI.

Sebagai anak Bangsa kita berkewajiban mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan mengedepankan jiwa toleransi antara sesama imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan upacara tersebut dari komunitas Gusdurian Pati sebagai inisiator terlaksanakannya peringatan kemerdekaan RI yang dilaksanakan setiap tahunnya bersama anak Bangsa yang terpinggirkan yaitu warga LI dan Kampung Baru dengan dukungan penuh dari pimpinan Forum Gusdurian Pati yaitu Eddy Siswato dan Kiai Heppy.

Selain itu kegiatan ini mendapat dukungan dari Muspika Kecamatan Margorejo, Danramil Margorejo Kapten Inf Sriyanto serta adik-adik anggota pramuka dari Sako Forum Wartawan Pati yang pada kesempatan ini diwakili dari Pramuka pangkalan SMK Farming Pati dan MA Mazroatul Ulum Suwaduk.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang yang di serahkan oleh Kabiro THI Mr. Sutikno. 

Kegiatan yang positif yang patut mendapat perhatian dan apresiasi dari semua pihak terutama orang orang peduli dengan kaum imarjinal yang selama ini terpinggirkan, menjadi bukti bahwa tidak menutupi rasa nasionalisme ini menjadi milik anak - anak Bangsa, cinta terhadap tanah air selalu menjunjung tinggi nilai - nilai luhur sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. ($.tikno)

Warga Lorong Indah Dan Kampung Baru Gelar Peringatan HUT RI ke- 73 tahun 2018

TH.Indonesia. Pati - Banyak cara yang dilakukan dalam mengisi kemerdekaan RI yang tujuannya adalah memperkokoh kedaulatan NKRI yang pada saat ini menginjak usia yang ke 73. 

NKRI harga mati semangat SMK Farming dalam mengisi kemerdekaan melalui dunia pendidikan. 

Pembangunan manusia seutuhnya adalah sesuatu yang sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, Kamis tgl (16/08/18).

Melalui kiprahnya selaku bagian pembangunan pendidikan dari NKRI, SMK Farming Pati mengambil peranan penting dalam pembangunan tersebut. 

Negara agraris adalah julukan sekaligus beban yang harus dipikul anak bangsa untuk dapat berdikari dalam hal pangan.

Ketersediaan sumberdaya alam, iklim yang mendukung serta ketersediaan lahan yang mulai berkurang perlu adanya gagasan-gagasan dan teknologi tepat guna untuk tetap menjaga kedaulatan pangan kita.

Melimpahnya daya dukung dalam hal agrobisnis tidak serta merta menarik minat kaum muda untuk menekuninya.

Tak hayal banyak anak-anak muda yang risih dan mulai meninggalkan dunia pertanian, karena mereka beranggapan petani itu kotor dan miskin. Permasalahan inilah yang terus dipecahkan oleh SMK Farming Pati.

Melalui sistem pembelajaran yang menarik serta mengedepankan praktek lapangan sehingga SMK Farming Pati berhasil menjadikan alumninya sebagai pelaku sekaligus pengusaha sukses di bidang Pertanian dan Peternakan.

Disela-sela proses pembelajaran di SMK Farming Pati tim jurnalis Suara Patinews mendapat kesempatan wawancara dengan salah satu siswi sekolah tersebut. 

Tita Melwati Oktaviana siswa kelas XII Program Keahlian Agribisnis Uanggas putri dari pasangan Bapak Suswanto dan Ibu Maria Melmam Bessy ini tertarik untuk sekolah di SMK Farming karena bercita-cita menjadi seorang wirausahawan sukses dalam bidang peternakan sehingga dapat membanggakan orang tua dan dapat membuktikan kepada teman sebayanya bahwa petani itu juga berhak sukses.

Selain bergelut dalam pelajaran pertanian dan peternakan menurut siswi tersebut pada peringatan kemerdekaan NKRI ke 73 ini dia mendapat kesempatan menjadi anggota paskibra tingkat Kecamatan setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dengan teman sekolahnya dan rival-rivalnya dari sekolah lain.

Kegiatan berlatih paskibra dengan tim pelatih dari polsek dan koramil Tlogowungu menjadikannya stabilitas dalam gerakan maupun kekompakan, lebih mantab menatap masa depan sehingga berkomitmen kuat mengisi kemerdekaan dengan cara menjadi pejuang dalam menjaga kedaulatan pangan di NKRI tercinta berhasil dengan baik. (Andik Aristiawan)

SMK Farming Mencetak Tunas Muda Patriot NKRI Dalam Semangat Mengisi Kemerdekaan

TH.Indonesia. Pati - Tidak bisa di pungkiri bahwa LI atau yang lebih dikenal dengan lorong indah mampu memberikan sebuah cerita panas anak muda-mudi tentang sorga kenikmatan sesaat, Rabu tgl (15/08/18).

Gairah muda para gadis gadis cantik di Li banyak yang bertatto. 

Hidup memang pilihan untuk menjadi putih, hitam ataupun abu - abu namun pilihan menjadi seorang wanita penghibur adalah pilihan yang terdorong dari perekonomian yang lemah, kemiskinan yang masih saja menyebar di seantero negeri, walau kata pakar ekonomi kita sudah menuju pertumbuhan ekonomi negara maju dengan pertubuhan 5,2% namun hanya segelintir beberapa orang atau kelompok yang menikmatinya.

Ya rakyat jelata pun hanya bisa pasrah dengan keadaannya hidup segan matipun tak mau, himpitan ekonomi kadang menjadi alasan utama bagi penghuni LI lorong indah yang mayoritas dihuni oleh gadis-gadis belia sebut saja Dellima, Bunga dan Melati.

Kehidupan bebas sebagai wanita penghibur mampu memberikan kontribusi besar bagi keluarganya, kadang bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Dengan modal kecantikan khas daerah jawa timur maupun jawa barat bahkan dari luar pulau dan luar kota tak ayal LI menjadi magnet daya tarik tersendiri bagi pecinta dunia malam.

Sebut saja Dellima gadis muda dari pasundan yang terkenal dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, kulit kuning langsat bak halus seperti sutera wajah ayu alami khas sunda menjadi pilihan para lelaki yang mencari hiburan disana.
Wajah ayu yang lembut dan mengairahkan dengan aneka tato baik dilengan bahkan dibelahan dada menjadi pemandangan yang indah dan liar, gadis belia nan muda ini sebut saja Melati.

Menjadi bukti LI telah menjadi bagian dari bisnis esek-esek dan tempat para lelaki yang mencari kenikmatan sorga dunia.
Namun inilah yang terjadi gadis mungil sebut saja Bunga dengan transaksi yang sudah di sepakati bersama antara penjual dan pembeli sebut saja demikian, dengan gaya yang khas dan gairah anak muda mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Tak ayal LI menjadi sorga tersembunyi di balik batas kota bagi para pelancong, pelaut atau perantauan yang ingin merasakan sensasi dari para penghuni lorong indah saat ini. Gairah muda yang panas dan liar bak gunung merapi yang meletus bahkan binal seperti kuda liar yang ingin ditunggangi terus menerus dari gadis - gadis belia ini sungguh sangat ampuh hingga terbawa melayang hingga ke awang-awang.

Dellima, Melati atau Bunga dan bahkan lainnya hanyalah mencari dan mengais rejeki dari segala himpitan ekonomi keluarga yang ingin mencapai kehidupan yang lebih baik, apa salah dan dosa entahlah hanya Tuhan yang maha tahu, namun kehidupan harus tetap terus berjalan sesuai koridor yang telah ada. (bersambung)

Gadis - Gadis Belia Lorong Indah Banyak Yang Bertatto

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di alun-alun simpang lima Pati, Dandim  0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos melihat latihan dan kesiapan pasukan pengibar Bendera pusaka Indonesia dan sekaligus  memantau pada pagi ini yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at tgl (17/08/18).

Dandim Pati cek kesiapan pasukan menjelang pengibaran sang Saka Merah Putih. 

Komandan Kodim juga mengatakan kepada para anggota baik itu dari TNI dan Polri serta para siswa dan siswi terpilih agar saat nanti sebagai pasukan Inti, cadangan, dan pengawal harus konsentrasi penuh, jangan sampai ada sedikit kesalahan dalam perjalanan dari titik start sampai pengibaran Bendera pusaka Indonesia lupa dan tidak konsen mari kita pegang kepercayaan dari masing - masing satuan dan sekolahan.

Karena ini acara tahunan dan disaksikan oleh orang banyak dan dishoting dari media elektronik dan cetak maka tampilkan yang terbaik bagi para pelatih agar selalu mengingatkan kepada para pasukan Paskibraka.

Mari kita tunjukan kepada warga Pati dan pemerintah daerah kabupaten Pati bahwa dari dulu sampai kapanpun TNI dan Polri betul-betul mampu bersinergi dengan rakyat dan kompak guna menjaga keutuhan serta Kedaulatan NKRI dengan inilah kita bisa bekerja sama termasuk para pemuda dan pemudi terpilih saat pengibaran Bendera pusaka Indonesia yaitu Merah putih.

Janganlah kamu melupakan sejarah bangsamu, bahwa penderitaan rakyat Indonesia yang berjuang hampir 350 tahun atau 3,5 abad lamanya penuh pertumpahan darah dan air mata bahkan harta benda yang tidak sedikit, namun dengan tekat yang bulat walaupun bersenjata keris, tombak bahkan bambu runcing mampu mengobarkan semangat perjuangan hingga titik darah penghabisan hingga mencapai kemerdekaan yang hakiki diatas bumi persada tanah air kita ini yang kita peringati setiap tahunnya.

Kepahlawanan para nenek moyang kita, para leluhur kita para buyut kita yang tentunya tidak tercatat dalam kelamnya sejarah karena gugur di medan laga masih menyisakan sebuah perjalanan Bangsa untuk mencapai cita-cita yang luhur yaitu menghapuskan penjajahan diatas muka bumi ini sesuai dengan amandemen UUD' 45. JAS MERAH dan jangan sekali kali melupakan sejarah karena Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa-jasa para Pahlawannya. ($.tugi)

Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos Pantau Kesiapan Pasukan Paskibraka

TH.Indonesia. Pati - Ratusan masyarakat pecinta burung kicau mania jenis murai batu melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati.

Ratusan pencinta mania demo di depan gedung DPRD Kabupaten Pati. 

Ratusan masyarakat dari paguyuban pecinta burung itu mendesak kepada pemerintah pusat untuk menghapus tentang Peraturan Mentri (Permen) LHK nomor 20 tahun 2018  tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Aksi damai yang dilakukan oleh para pendemo ini, menganggap bahwa kebijakan soal penerbitan permen LHK nomor 20 tahun 2018 yang diterbitkan melalui dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDA) dianggap mematikan dan mengebiri ekonomi kerakyatan yang sudah dibangun oleh para pecinta burung kicau di wilayah Pati.

"Kami menolak permen 20 tahun 2018, karena sudah mematikan kerakyatan yang telah dibangun oleh produsen," tegas, Zaenal Arifin, salah satu massa aksi, saat melakukan hearing di gedung rapat gabungan DPRD Kabupaten Pati, Selasa tgl (14/08/18).

Menurutnya, Penerbitan Permen Nomor 20 tahun 2018 akan berimbas pada perputaran ekonomi, banyak burung kicau yang dipelihara, dan itu bisa mengangkat perekonomian rakyat di wilayah pati.

"Kami nilai pemerintah tidak bisa mendukung perekonomian masyarakat, apabila permen nomor 20 tahun 2018 yang diterbitkan tidak di hapus, maka program itu akan berbenturan dengan masyarakat kecil," cecarnya.

Sementara Ketua Paguyuban Kicau Mania kabupaten Pati Sofyan mengatakan sepakat dengan pencanangan program pemerintah tersebut, hanya saja soal peraturan yang mengikat masyarakat dalam memelihara burung kicau jenis murai batu, cucak ijo dan lain-lain dianggap tidak sesuai," Pada titik berapa kalau burung kicau itu dianggap hampir punah, agar itu bisa menjadi acuan, kami setuju dengan program pemerintah, namun kami tolak aturannya," terang Sofyan.

Aksi penolakan permen 20 tahun 2018 yang dilakukan secara serentak di Indonesia, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan para pecinta burung kicau secara keseluruhan.

"Secara tidak langsung kami ikut serta dalam mensukseskan program pemerintah, meskipin itu ada sisi bisnis, burung yang dipeliharan ini tidak dikonsumsi, namun menjadi peliharan," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Resort KSDA Kabupaten Pati Arif Susiyoko menjelaskan, Penerbitan permen 20 tahun 2018 hingga saat ini belum ada arahan di lapangan untuk melakukan penertiban.

Adanya dinamika yang terjadi, dari Dirjen sudah menerbitkan surat edaran nomor 9 tahun 2018, pada 10 agustus 2018 lalu, yang menyebutkan bahwa selaku PT yang ada di daerah akan siap melayani pendaftaran, pendataan, dan mendampingi jenis satwa yang sebelumnya tidak dilindungi, dan sekarang sudah dilindungi bagi satwa jenis burung yang dijual belikan maupun dipelihara.

"Untuk langkah selanjutnya kita masih menunggu, dan kita hanya menindak lanjuti arahan dari dirjen, dinamika dan informasi yang ada akan kami tindak lanjuti dan disampaikan ke pusat," pangkasnya. ($.tikno)

Ratusan Masyarakat Pecinta Burung Mania Demo di Depan Gedung DPRD Kab. Pati

TH.Indonesia. Pati - Kekosongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Pati nampaknya menjadi penyesalan tersendiri bagi masyarakat.
Pasalnya, 50 anggota DPRD yang seharusnya bisa mendengar dan menindak lanjuti aspirasi dan keluhan masyarakat ternyata tidak bisa diharapkan.

Hearing di ruang rapat tanpa adanya satupun perwakilan dari anggota DPRD Kab. Pati. 

Hal itu menyusul dengan adanya aksi demo yang dilakukan oleh ratusan dari paguyuban pecinta burung berkicau di wilayah Pati yang menolak dengan diterbitkannya permen LHK nomor 20 tahun 2018, tapi tidak ada satupun anggota DPRD yang hadir dan mendengar aspirasi rakyat.

"Kami menyesal kepada 50 anggota DPRD Pati, kami demo hingga ada hearing di ruang rapat gabungan kantor DPRD, namun tidak ada satupun anggota DPRD yang berada di kantor atau ikut hearing," ungkap Sigit, salah satu masyarakat yang ikut aksi di halaman kantor DPRD Pati, Selasa tgl (14/08/18).

Menurutnya, sikap para wakil rakyat ini menunjukkan tidak serius dalam menyaring aspirasi rakyat, karena ketika masyarakat ingin mengadu soal keresahan yang dirasakan oleh masyarakat, para wakil rakyat ini justru mengosongkan kantornya dan menghindar dari pengaduan rakyat.

Para wakil rakyat yang ada saat ini tidak patut lagi menduduki jabatannya, dan kami berharap pada pemilihan legeslatif pada 2019 nanti, ada wajah-wajah baru wakil rakyat yang betul-betul serius mendengar penderitaan rakyat, tidak seperti sekarang yang terkesan hanya makan gaji buta," sindir Sigit.

Dari data yang dihimpun media ini, Para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Pati jarang sekali datang ke kantor.

Mereka (anggota DPRD, red), hanya datang ke kantor ketika ada kegiatan paripurna atau rapat bersama dengan Pemda maupun rapat internal DPRD," kalau anggota DPRD jarang ke kantor, mereka datang dan rajin berkantor biasanya ketika ada rapat atau pas paripurna, selebihnya itu mereka malas berkantor," kata salah satu staf di DPRD Pati.

Terpisah, Kepala Bagian Humas (Humas) DPRD Pati Tuti Herawati ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapp nampaknya tidak mau menanggapi, tuti juga terkesan diam dan menutupi kinerja 50 anggota DPRD Pati tersebut tanpa mau membalas apa yang disampaikan oleh awak media. ($.tikno)

Kinerja 50 Anggota DPRD Kabupaten Pati Disorot

TH.Indonesia. Pati - Selasa tgl (14/08/18) bertempat di alun-alun simpang lima Pati sore tadi Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos dengan didampingi oleh Danramil Gabus Kapten Chb Wasis dan Sabhara AKP Sugiono melihat latihan dan kesiapan pasukan pengibar Bendera pusaka Indonesia akan dilaksanakan pada hari jum'at tgl (17/08/18). 

Dandim 0718 Pati Cek kesiapan pasukan Paskibraka di alun - alun PATI. 

Komandan Kodim juga mengatakan kepada para anggota baik itu dari TNI dan Polri serta Para siswa dan siswi terpilih agar saat nanti sebagai pasukan inti, cadangan, dan pengawal harus konsentrasi penuh, jangan sampai ada sedikit kesalahan dalam perjalanan dari titik start sampai pengibaran bendera pusaka Indonesia lupa dan tidak konsen mari kita pegang kepercayaan dari masing - masing satuan dan sekolahan.

Karena ini acara tahunan dan disaksikan oleh orang banyak dan dishoting dari media elektronik dan cetak maka tampilkan yang terbaik, bagi para pelatih agar selalu mengingatkan kepada para paskibraka.

Mari kita tunjukan kepada warga Pati dan pemerintah daerah kabupaten Pati bahwa dari dulu sampai kapanpun TNI dan Polri betul-betul mampu bersinergi dengan rakyat.

Dan mampu menjaga kekompakan guna menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI dengan inilah kita bisa bekerja sama termasuk para pemuda dan pemudi terpilih saat pengibaran bendera pusaka Indonesia yaitu sang saka merah putih.

Adalah pusaka dan lambang persatuan bahwa perjuangan para pahlawan dalam mengibarkan bendera pusaka merah putih tepatnya saat pembacaan proklamasi adalah puncak dari sebuah kemerdekaan yang hakiki walaupun harus penuh dengan pengorbanan baik harta dan nyawa, bakti kepada Pahlawan yang telah gugur di medan laga. ($.davit)

Dandim 0718 Pati Mengecek Kesiapan Pasukan Paskibraka di Alun - Alun Pati

Menyambut Hari Pramuka MTs Sultan Agung Sukolilo Mengadakan Kemah Bakti Ke IV

TH.Indonesia. Pati - Ada yang beda pada suasana sore di pasar pragolo sejak dibukanya pasar UMKM yang menampilkan berbagai kerajinan juga menu kulinernya yang ada di di dalam aula pasar pragolo, Senin tgl (13/08/18).

Mas jatmoko pecinta kuliner khas masakan jawa spesial Sego Tewel, memang Well & Maknyuz. 

Bau yang harum khas masakan Jawa cukup menyengat hidung apalagi perut yang belum terisi sejak siang tadi, menu Sego Tewel cukup membikin lidah bergoyang saat perut keroncongan adalah Sego Tewel Bu Siti yang cukup masyur di daerah kecamatan Tambakromo Pati. 

Dengan dibukanya cabang Sego Tewel di pasar pragolo Pati bisa mengobati rasa lapar dan dahaga para pengemar Sego Tewel Bu Siti asal desa Ngerang Kecamatan Tambakromo sehingga para pecinta kuliner tidak usah pergi jauh-jauh cukup pergi ke pasar pragolo yang ada di samping Polsek Margorejo atau dijalan lintas Pati - Kudus.

Menu spesial Sego Tewel ini cukup menjanjikan rasa kenikmatan dengan bumbu-bumbu khas resep rempah-rempah khas masakan Jawa juga ada rasa pedas yang menggelitik lidah, sungguh luar biasa maknyus nikmatnya walaupun dengan harga cukup murah hanya 5000 rupiah per/porsi dengan lauk aneka gorengan dengan harga 500 rupiah.

Sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu juga pas hari jadi Pati ke 695 menjadi menu favorit di pesta kuliner yang ada di alun-alun kota Pati kemarin tgl (04/08/18) yang dihibur dengan mendatangkan artis Jihan Audy dan Didi Kempot.

Dengan dibantu asisten atau karyawati tiga orang yang selalu siap menyajikan para pelanggan yaitu mba Kusuma Dewi Anggraeni, Ella dan mba Endang dan buka setiap hari.

Salah satu pelanggan mas jatmoko mengatakan Sego Tewel Bu Siti rasanya memang Well huenak dan maknyus nikmatnya sampai ke ubun-ubun, mantap. ($.jatmoko)

Kuliner Sego Tewel Bu Siti di Pasar Pragolo Memang Well Dan Makyuz

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di Aula MA Al Istianah desa Plangitan RT006 RW002 Kec. Pati Kab. Pati telah dilaksanakan pengarahan oleh Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos kepada siswa siswi MA Al Istianah dan MTs Al Istianah dengan materi wawasan kebangsaan yang diikuti oleh kurang lebih 300 orang siswa dan staf pengajar.

Semangat wawasan kebangsaan menjadi modal penting bagi generasi muda yang akan datang. 

Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos. mengatakan dalam penyampaian. Wasbang antara lain bahwa ;

Pengalaman sejarah di Indonesia pada abad ke 7 adalah kehancuran kerajaan Sriwijaya, penyebab kehancuran Sriwijaya bukan serangan dari luar tetapi hancur karena sibuk mengurusi bangsanya sendiri, hal itu juga di alami oleh kerajaan Majapahit agar supaya bangsa kita tidak terulang kembali pengalaman sejarah tersebut maka perlunya meningkatkan wawasan kebangsaan untuk membangun NKRI.

Bangsa dan Negara di dunia senantiasa berusaha untuk mewujudkan cita" dan kepentingan nasional demikian juga halnya dengan Bangsa dan Negara Indonesia di antaranya adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan salah satunya dengan kekuatan militer sebagai daya tangkal artinya militer yang kuat bukan untuk perang tapi  untuk mencegah perang.

Bersatunya militer, kepolisian dengan rakyat itulah sebagian kekuatan yang maha dasyat yang sangat ditakuti oleh negara lain baik secara global maupun horizontal.

Setiap warga Negara berkewajiban untuk membela Negara guna menumbuhkan rasa nasionalisme perlu wasbang kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, kerelaan berkorban untuk Bangsa dan Negara yang terpenting adalah menjaga keutuhan NKRI.

Dengan pendidikan wawasan kebangsaan diharapkan siswa siswi bisa memiliki unsur dan nilai-nilai kebangsaan yaitu cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia yakin akan Pancasila rela berkorban untuk Bangsa dan Negara memiliki kamampuan awal bela Negara sebagai dasar utama yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika. ($.davit)

Dandim Pati : Wawasan Kebangsaan Sangat Bagi Generasi Muda Penerus Bangsa

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di halaman Gedung juang 45 jl. Sudirman desa ngarus telah dilaksanakan seremoni Penutupan Apresiasi seni Pameran Benda Pusaka "TOSAN AJI" dalam rangka memperingati hari jadi kota Pati ke 695 dan menyambut HUT RI ke 73 yang dihadiri kurang lebih 100 peserta, Minggu tgl (12/08/18).

Pagelaran Tosan Aji merupakan salah satu seni dan budaya warisan leluhur yang perlu dilestarikan. 

Ketua Panitia Parno menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan pameran ini rencananya diselenggarakan dengan sederhana akan tetapi atas bantuan dari Kodim 0718 Pati pelaksanaanya berlangsung sangat sukses dan menggembirakan dengan disediakan tempat pameran di Gedung Juang 45.

Sementara itu Pameran Tosan Aji pertama baru dilaksanakan di Pati apabila ada kekurangan kami mohon maaf sebesar besarnya, kedepannya semoga pameran seperti ini dapat dilaksanakan tingkat Nasional karena budaya leluhur ini sudah diakui dunia yaitu UNESCO. 

Dandim 0718 Pati mengatakan dengan kegiatan - kegiatan seperti ini dari Kodim 0718 Pati sangat mendukung apabila kedepannya ada even yang lebih besar, dan ucapan terima kasih serta permohonan maaf apabila dalam kerjasama yang terselenggara ada tutur kata yang tidak berkenan dan menyakiti.

Dan untuk semua itu kegiatan ini, semata mata untuk suksesnya acara ini mudah mudahan silaturahmi ini dapat berlanjut tidak berhenti pada kegiatan pameran ini saja, tetapi berjalan selamanya dalam melestarikan seni dan kebudayaan yang selama ini menjadi warisan dari para leluhur sebagai bagian dari cagar budaya. ($.tugi)

Dandim 0718 Pati Tutup Pameran Pusaka Pagelaran Tosan Aji

TH.Indonesia. Pati - Perayaan HUT Kabupaten Pati ke-695 dirayakan dengan berbagai kegiatan, diantaranya grak jalan yang diikuti puluhan elemen masyarakat, baik dari OPD, TNI, Polri, Sekolah dan konunitas juga dari perangkat desa.

Sesepuh wartawan senior Mbah Alman tidak pernah gentar dan kalah dengan semangat anak - anak muda, berjuang dan terus berjuang dengan karya yang nyata. 

Grak jalan diberangkatkan oleh Bupati Pati Haryanto, yang mengambil start dari halaman Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu tgl (11/08/18) siang.

Dalam sambutanya Bupati Pati Haryanto mengemukakan, gerak jalan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang HUT Pati dan HUT Kemerdekaan RI.

“Kegiatan gerak jalan ini adalah rangkaian kegiatan yang sudah diagendakan, oleh Pemkab Pati melalui Dinporapar,”ungkapnya.

Selain gerak jalan, seni budaya wayang kulit juga akan ditampilkan di Alun-alun Pati pada hari Minggu, 12 Agustus 2018 malam.

“Besok Hari minggu juga ada wayang kulit di Alun-alun, untuk masyarakat Pati yang akan menyaksikan pertunjukan wayang, silahkan untuk menyaksikan,” lanjutnya.

Dalam pidatonya Bupati juga berharap semoga Kabupaten Pati kedepan lebih maju dan lebih sejahtera.

“Kami berharap mudah-mudahan Kabupaten Pati dimasa yang akan datang lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” pungkasnya.

Bahkan ada yang unik dari pemandangan pada siang hari itu yakni komunitas forum Wartawan Pati menampilkan dengan busana yang berbeda yaitu seperti kostum wayang orang Sriwedari yang identik dengan lakon busana ketoprak dengan menciptakan sebuah cerita pewayangan.

Berani tampil beda adalah sebuah seni yang nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kobarkan semangat 45".

Adapun hal unik ini mampu menghipnotis para penonton atau warga kota Pati sepanjang route yang dilewati, teriakan kegembiraan campur baur menyemangati group gerak jalan Forum Wartawan Pati yang di ketuai oleh sesepuh Mbah Alman yang berani tampil beda. ($.tikno)

Unik Grup Gerak Jalan Forum Wartawan Pati Mewarnai Hari Jadi Kota Pati

TH.Indonesia. Pati - Dalam menyambut hari pramuka yang akan jatuh pada tanggal 14 Agustus 2018 kwaran Wedarijaksa mengadakan lomba tingkat kwaran yang diikuti oleh anggota pramuka penggalang dari aeluruh wilayah kwaran Wedarijaksa. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sepak bola Wedarijaksa mulai tanggal 12 Agustus sampai 14 agustus 2018.

Semangat kepanduan menjadi perekat NKRI dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Menurut Sutrisno, S.Pd, MM selaku pembina korwil bidang pendidikan kecamatan Wedarijaksa, kegiatan rutinan ini akan dilaksanakan 2 tahun sekali dengan melibatkan anggota pramuka penggalang dari SD, MI, SMP dan MTs. Jumlah peserta diharapkan tiap-tiap pangkalan minimal dapat mengirimkan 1 regu putra dan 1 regu putri.

Sedangkan sumber dana sambungnya berasal dari dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yaitu melalui dana bos pusat dan dana bos daerah. Untuk itu diharapkan kepada semua anggota pramuka khususnya di kwaran Wedarijaksa untuk tambah semangat karena sudah ada dukungan besar dari pemerintah.

Adapun tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter dari anggota pramuka penggalang, hidup mandiri dan berlatih hidup di alam terbuka, baik kemampuan survival maupun kemampuan secara perorangan yang mampu bertahan dengan persediaan yang seadanya guna meningkatkan fisik secara periodik dan melatih mental seperti baja.

Hal yang perlu ditekankan dalam kegiatan ini adalah pembentukan watak dan mental yang bersih dikarenakan kelak adik-adik penggalang ini akan menjadi pemimpin yang diharapkan menjadi seorang pemimpin penerus bangsa dan negara yang bersih dan jujur.

Bapak Pramuka Dunia Baden Powell sangat mengapresiasi anak-anak murid dalam kegiatan kepanduan yang saat ini diikuti oleh Negara di seluruh penjuru dunia, bahkan dalam bukunya yang berjudul Scouting For Boys yang diterbitkan pada tahun 1908 mengajarkan banyak hal tentang kepramukaan atau kepanduan yang kini dasar dasarnya banyak diterapkan di seluruh dunia. (Andik Aristiawan)

Dalam Rangka Hari Pramuka Kwaran Wedarijaksa Mengadakan Lomba Tingkat Pramuka

TH.Indonesia. Pati - Bertempat pukul 8.30 WIB di halaman parkir Stadion Joyo Kusumo Pati tlah dilaksanakan apel pembukaan lomba Marcing Band  dalam rangka Komsos Kreatif 2018 Kodim 0718 Pati, Kamis tgl (09/08/18).

Marching Band yang di ikuti oleh peserta sekolah dikabupaten Pati. 

Hadir dalam kegiatan tersebut yang dihadiri langsung oleh Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Moch Solikhin, Pa Staf Kodim 0718 Pt seluruh Danramil Kodim 0718 Pati Dewan Juri Lomba Marcing Band pendamping Babinsa peserta Club Marcing Band. 

Perwira Apel Kapten Arh Maryono, Komandan Apel Kapten Inf Kistono, Pembina Apel Mayor Inf Moch Solikhin Sag. Msi.

Sambutan Dari Dandim 0718 Pati yang diwakilkan oleh Kasdim Mayor Inf. Moch Sholikin S.ag MSi mengatakan ;

Selamat datang saya ucapkan kepada para peserta lomba Marcing Band. Kegiatan ini dalam rangka memupuk kreatifitas kususnya Marcing Band bagi para pelajar.

Harapan kami kegiatan ini bisa berjalan lancar dan tidak ada halangan apapun sampai selesai dan bagi pemenang lomba nantinya akan menjadi wakil Kodim Pati di tingkat Korem yaitu di Salatiga, dengan ucapan selamat berlomba kegiatan ini saya buka dengan ucapan Basmalah.

Peserta Lomba Marcing Band sebagai berikut yang diikuti oleh SMP Kanisius Juwana, SMP 02 Wedarijaksa, MTS Salafiyah Lahar Tlogowungu, MTS Wali Songo Kayen MTS Salafiyah Kajen Margoyoso, MTS Misbahul Ulum Trangkil, SMP Negeri Jaken, MTs Raodatul Falah Gembong, MTS Tayu, MTs Tarbiatul Islamiyah Batangan dan MTs Dukuseti.
Juri dari PDBI Persatuan Drum Band Indonesia  yaitu Joko Sejati, Ahmad Ulum, Masudi dan Hasim.

Hasil pengumuman pemenang drumband diraih dengan masing-masing Nilai 266,8 dari MTs Salafiyah Kajen Margoyoso, Nilai 231,3 dari SMPN 02 Wedarijaksa, Nilai 215,8 dari SMPN 02 Jaken, menjadi bukti bahwa siswa-siswi ini memiliki bakat yang baik untuk ditampilkan ke jenjang Nasional melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ada di masing-masing sekolah. ($.wawan)

Drum Band Dan Lomba Lukis Umum Menjadi Ajang Kompetisi Komsos TNI Dan Rakyat

TH.Indonesia. Pati - Pendopo Kabupaten Pati yang merupakan peninggalan sejarah sejak 200 tahun lalu, diresmikan oleh Bupati Kabupaten Pati Haryanto setelah selesai dilakukan renovasi pembangunan pendopo. 

Bupati Haryanto : Pendopo Kabupaten Pati merupakan cagar budaya yang perlu dilestarikan. 

Peresmian sendiri dilakukan usai pelaksanaan rapat paripurna Hari Jadi Pati ke 695 tahun 2018, yang disaksikan pimpinan Forkopimda, sejumlah anggota DPRD, dan Para pimpinan SKPD di lingkup Pemda Kabupaten Pati.

Haryanto kepada awak media disela-sela peresmian pendopo menyampaikan bahwa renovasi pembangunan pendopo Kabupaten Pati dilakukan secara 2 tahap, pada anggaran APBD tahun 2017 dan 2018. 

"Pembangunan Pendopo ini kita lakukan secara 2 tahap, tahap pertama kita bangun bagian Peringgitan belakang dan tahap ke 2 kita bangun renovasi bagian tengah dan depan," katanya Senin tgl (06/08/18) malam kemarin.

Untuk merenovasi pembangunan pendopo, Bupati Haryanto mengatakan nilainya tidak bisa di hitung, pendopo yang masih ada sampai sekarang merupakan peninggalan sejarah sejak 200 tahun yang lalu, yang harus dijaga dan diselematkan karena hal ini merupakan cagar budaya," ini hanya direnovasi, tidak ada yang dirubah, karena ini adalah peninggalan sejarah, maka harus diselamatkan, dalam pendopo itu juga tidak ada yang baru, hanya aksesoris dan baja saja yang baru agar terlihat lebih wah dan ngetrend," terangnya.

Disinggung soal berapa besar anggaran renovasi pendopo, Haryanto sendiri mengaku tidak tahu, karena anggarannya melekat di Dinas Pekerjaan Umum (DPU)," untuk urusan biaya saya tidak hafal, karena yang menangani itu urusan DPU, saya hanya penerima manfaat," cetusnya.

Dalam acara peresmian renovasi pendopo itu bertepatan dengan acara selamatan Hari Jadi Pati ke 695 tahun 2018 dengan cara memotong nasi tumpeng.

Peresmian juga dilakukan pemotongan bunga melati oleh Bupati yang didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan para pimpinan forkopimda. ($.tikno)

Megahnya Pendopo Baru Kabupaten Pati Diresmikan Oleh Bupati Haryanto Tepat Hari Jadi Kota Pati Ke 695

TH.Indonesia. Pati - Kemajuan sebuah desa menjadi harapan bagi warga dan masyarakatnya, karena maju danberkembangnya sebuah wilayah berawal dari senuah ide maju dan berkembang sebuah desa, hal itujuga sudah menjadi komitmen Bupati Pati Haryanto SH. MM MSi dengan semboyan "NOTO PROJO MBANGUN DESO".

Percepatan Pembangunan di Desa Kudur Winong Pati. 

Sebut saja desa Kudur Kecamatan Winong Pati, di bawah kepimpinan kades Wardoyo desa tersebut tumbuh dan berkembang semakin maju, baik dari pertumbuhan ekonomi maupun pertumbuhan Infrastruktur.

Keterbukaan kepala desa dan seluruh jajaran perangkatnya dalam merencanakan pembangunan desa adalah kunci utama dalam menjalankan roda pemerintahan desa, hal itu disampaikan kepala desa tersebut kepada awak media pada hari selasa siang kemarin, (07/08/18) beliaujuga mengatakan," kami akan selalu berusaha jujur dan transparan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Setiap ada Musrenbangdes (Musyawarahdan Perencanaan PembangunanDesa) kami dan seluruh jajaran perangkat desa yang ada akan selalu melibatkan lembaga yang ada di desa, baik dari jajaran RT, RW, BPD, LPMD dan tokoh masyarakat setempat demi terciptanya pembangunan desa yang adil dan merata tanpa tebang pilih, apa lagi dengan adanya Dana Desa kami cukup leluasa dalam merencanakan pembangunan di desa Kudur ini, bahkan di setiap tahunnya banyak titik progam pembangunan yang harus kami kerjakan.

Sebagai pemangku pemerintahan desa kamiakan selalu terbuka dan tidak akan main-main dengan anggaran yang ada, karena jabatankepala desa adalah amanah warga yang harus benar-benar kita jaga, sebab tanpa adanya dukungandan Doa semua warga masyarakat Kudur kami tidak bisa apa-apa," ungkapnya.

Di tempat terpisah salah satu warga yang berinisial "L" kepada awak media mengatakan,"sebagai warga desa Kudur kami sangat berterima kasih kepada kepala desa dan jajarannya.

Juga segenap perangkat desa yang bekerja penuh dedikasi dan saat ini di bawah kepimpinan beliau, desa Kudur semakin baik dan maju, jalan disudut-sudut desa yang dulunya rusak dan tidak layak, sekarang ini jalan tersebut sudah muluslayaknya jalan poros kabupaten, saluran air yang dulunya tanpa pondasi saat ini salurantersebut berpondasi di sisi kanan kirinya, sehingga saluran air untuk pertanian menjadi lebih lancar setiap kali musim hujan telah tiba.

Dan jalan poros desa Hampir 70% juga sudah dibetonisasi semua, kami sebagai wargamasyarakat atau warga desa kudur sangat puas dengan kinerja kepala desa dan jajaranya, ditangan beliau
desa Kudur semakin maju dan berkembang sehingga bisa sejajar dengan desa-desa yang laindi Kecamatan Winong Pati," pungkasnya.(Tim/Red )

Kades Desa Kudur Wardoyo Komitmen Untuk Memajukan Pembangunan Desa

Gereja Santa Yusuf Bersama Babinsa Koramil Puncakwangi Menyalurkan Bantuan Air Bersih di Desa Tanjungsekar

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di Alun - Alun  simpang lima Pati, telah dilaksanakan kegiatan Hari Jadi Kota Pati dengan tema " UPACARA MEMPERINGATI HARI JADI KOTA PATI KE - 695 TAHUN 2018  " Kita Kerja Noto Projo Mbagun Deso Menuju Pati Maju Menuju Mewujudkan Prestasi Bangsa, Selasa tgl (07/08/18).

Harapan menuju kota Pati yang lebih baik lagi di HUT ke- 695.

Dalam kegiatan upacara HUT Kota Pati dihadiri oleh Forkompinda Pati (Sarimbit) Kepala Bandan Kordinasi Lintas Kabupaten / Kota ( Sarimbit), Pimpinan dan anggota DPRD Pati, OPD Se-kab. Pati (Sarimbit), Kepala Unit / Instansi lain Se-Kabupaten Pati (Sarimbit), asisten/Kepala Bagian Sekda Pati (Sarimbit), Muspika Sekab Pati (Sarimbit), Pejabat Eselon III dilingkungan Pemkab Pati, Pejabat Eselon IV dilingkungan Setda Pemkab. Pati, Kepala SMA, SMK dan SMP se-kecamatan Pati Tokoh Masyarakat, agama, ulama dan pengusaha Tim Panitia Hari Jadi Kota Pati.

Pasukan upacara terdiri dari peleton Gabungan Muspika, Korsik, TNI Kodim 0718 Pati Gabungan Satdisjan Lanal, Brimob Polres Pati, Dalmas Polres Pati, Satpol PP Kab. Pati, Polhut, Limas Pati, PNS /Kopri, Kades Sekab. Pati, Gabungan Satpam Pati, FKPPI Pati, Gabungan Banser, Ormas Pati, Gabungan Mahasiswa,  Osis SMK. N 1, 2 dan 3 Pati, Pramuka SMA N 1, 2 dan 3 Pati. 

Selaku pejabat Upacara Inpektur Upcara : Bupati Pati H. Hariyanto, SH. MM. MSi, Komandan Upacara : Ratri Wijayanto, S. Spt. MSi Kasi Kayandu Perizinan, Perwira Upacara Suhud, S.Sos. MM Sekwan Pati.

Sebagai kata sambutan atau amanat Bupati Pati menyampaikan ;

Mari kita sama-sama memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmatnya sehingga pada saat ini kita bisa melaksanakan upacara peringatan hari jadi kabupaten Pati ke 695, saya selaku Bupati mengucapkan selamat hari jadi Kab. Pati yang ke 695, ucapan selamat datang forkopimda beserta istri di acara upacara hari jadi Pati ke-695 ini, dan kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir di cara ini dalam keadaan sehat.

Saya selaku pribadi maupun selaku Bupati mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran instasi, anggota legeslatif serta jajaran aparatur Negara di wilayah Kabupaten Pati yg telah bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pati. 

Kinerja penyelenggara pemerintahan sudah banyak mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, antara lain Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha Thn 2017, Penghargaan Satya Lencana Wira Karya bidang kelautan dari Presiden RI Th 2017, Penghargaan Kota Layak Anak Th 2018, Penghargaan Opino Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke 3 Thn 2018 dari BPK RI.

Beban masyarakat Pati adalah tanggung jawab kita bersama dengan semangat kebersamaan dan gotong royong di seluruh aparatur negara dan masyarakat kab. Pati  niscaya akan tercapai sehingga masyarakat Kabupaten Pati bisa sejahtera.

Berdirinya Kabupaten Pati merupakan kerja para pendahulu kita, tugas kita sekarang meneruskanya dengan meningkatkan kinerja kita, memberikan pelayanan publik yang baik dan meningkatkan kinerja aparatur Negara dengan baik.

Mari kita selalu menciptakan masyarakat yang makmur sejahtera bahwa giat hari jadi kota Pati ini diadakan bukan hanya untuk pemerintahan tapi buat semua masyarakat Pati.

Mantapkan langkah demi pembangunan Kab. Pati dan saling mendukung sehingga tercipta kemajuan kab. Pati yang lebih berkembang sosial masyarakat dan kinerja pemerintahan juga sudah semakin ditingkatkan pelaksanaannya kab. Pati juga sudah banyak mendapatkan penghargaan diberbagai bidang aspek baik dari pemerintahan, kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan dan lain-lain.

Noto Projo Mbangun Deso untuk meningkatkan pembangunan daerah yang lebih baik terutama layanan publik Thn 2019 mari kita bersatu demi pembangunan kota Pati lebih maju.

Kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kerjasamanya, kepada masyarakat Pati dalam menuju Kemajuan Pembangunan serta Kemakmuran masyarakat Pati.

Setelah giat upacara selesai pukul 09.00 WIB dilanjutkan giat gerakan pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebanyak 100 orang dari Pondok Pesantren AL Aqrom Banyu Urip kecamatan Margorejo Kab. Pati oleh Forkompinda. 

Pemberian santunan berakhir diteruskan dengan ziarah ke tempat makam Adipati Tombronegoro seorang pembesar Adipati yang prakarsai lahirnya Kadipaten Pesantenan ke Kaborongan di Jl P. Sudirman belakang kantor BNI Lama Pati sekarang ini.

Pada pukul 10.00 WIB acara rombongan ziarah menuju kemakam adipati Tombronegoro sebagai tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan karunia selama memimpin kabupaten Pati selama periode ini. ($.wawan)

Baju Adat Jawa Menjadi Icon Tahunan Hari Jadi Kota Pati Ke- 695

Dandim 0718 Pati Meninjau Kesiapan Penutupan TMMD di Desa Karangsari Dengan Pakaian Adat Jawa

TH.Indonesia. Pati - Kemajuan sebuah Desa menjadi harapan bagi warga dan masyarakatnya, karena maju dan berkembangnya sebuah wilayah berawal dari maju dan berkembangnya sebuah desa, hal itu juga sudah menjadi komitmen Bupati Pati Haryanto SH. MM MSi dengan semboyan "NOTO PROJO MBANGUN DESO".

Kades Suyono : Noto Projo Mbangun DESO. 

Sebut saja desa Kropak Kecamatan Winong Pati, di bawah Kepimpinan Kades Suyono desa tersebut tumbuh dan berkembang semakin maju, baik dari pertumbuhan ekonomi maupun pertumbuhan infrastruktur.

Keterbukaan Kepala Desa dan seluruh jajaran perangkatnya dalam merencanakan pembanguna desa adalah kunci utama dalam menjalankan roda Pemerintahan Desa, hal itu disampaikan kepala Desa tersebut Kepada awak media pada hari senin siang (6/8/2018).

Beliau juga mengatakan," kami akan selalu berusaha jujur dan transparan Dalam Menjalankan Roda pemerintahan Desa, setiap ada Musrenbangdes (Musyawarah dan perencanaan pembangunan Desa) kami dan seluruh jajaran perangkat desa yang ada akan selalu melibatkan Lembaga yang ada di Desa, baik dari jajaran RT, RW, BPD, LPMD dan tokoh masyarakat setempat demi terciptanya pembangunan desa yang adil dan merata tanpa tebang pilih.

Apa lagi denganadanya Dana Desa kami cukup leluasa dalam merencanakan pembangunan di Desa Kropak ini, bahkan di setiap tahunya banyak titik progam pembangunan yang harus kami kerjakan, kamiakan selalu terbuka dan tidak akan main-main dengan anggaran yang ada, karena jabatanKepala Desa adalah amanah warga yang harus benar-benar kita jaga, karena tanpa dukungandan doa semua warga masyarakat Kropak kami tidak bisa apa-apa, " ungkapnya.

Di tempat terpisah salah satu warga yang berinisial"M" kepada awak media mengatakan,"sebagai warga Kropak kami sangat berterima kasih kepada kepala Desa dan jajaranperangkatnya saat ini, di bawah kepimpinan beliau desa Kropak semakin baik dan maju.

Jalan poros desa bahkan disudut sudut gang desa yang dulunya rusak dan tidak layak, saat ini jalan tersebut sudah mulusdan beraspal layaknya jalan poros kabupaten, saluran air yang dulunya tanpa pondasi saat inisaluran tersebut berpondasi disisi kanan kirinya sehingga Saluran air digunakan untuk irigasi pertanian sebagai drainase pengairan.

Harapan kami sebagai warga biasa,  kepimpinan kades SUYONO bisa terpilih kembali danmelanjutakan periode berikutnya, karena kami sebagai warga masyarakat Kropak sangat puas dengan kinerja Kepala Desa dan jajaranya, di tangan beliau desa Kropak semakin maju dan berkembang sehingga bisa sejajar dengan desa-desa yang lain di Kecamatan Winong, " pungkasnya.

Selain petani sebagian warga desa Kropak adalah anak rantau, baik perantau taiwan maupunperantau ke Korea Selatan, yang mana sebagian penduduk mudanya menjadi tenaga Kerja Indonesia di Negara Taiwan maupun negeri gingseng Korea.

Percepatan Pembangunan di Desa Kropak Semakin Maju. 

Bahkan di Desa tersebut juga ada tempat kursus pelatihan bahasa Korea Yang cukup terkenal yaitu"LPK SARANGHEYO" yang setiap tahunnya selalu mampu mengirim Tenaga Kerja indonesia kekorea, baik dari Desa Kropak sendiri maupun dari desa sekitarnya, banyaknya perantau di luar negeri juga membuat roda perekonomian desa tersebut bisa terangkat, sehingga nilai jual tanah dan sawah semakin mahal sehingga perputaran ekonomi semakin maju dan berkembang. ( Tim/Red )

Dibawah Kepimpinan Kades Suyono Desa Kropak Semakin Maju Dan Berkembang

TH.Indonesia. Pati - Para nelayan di Kabupaten Pati mendapatkan santunan kleim asuransi bagi nelayan yang diserahkan oleh Bupati Pati Haryanto bertempat di pendopo Kabupaten Pati, Senin tgl (06/08/18).

Bupati Haryanto : Premi asuransi buat nelayan sudah bisa di cairkan.

Penyerahan kleim asuransi yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan disaksikan langsung sejumlah anggota DPRD Pati, dan para pimpinan SKPD dilingkup Pemda Kabupaten Pati usai menggelar rapat paripurna penetapan Hari Jadi Pati yang ke 695.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pati Soleh menjelaskan, Kleim asuransi nelayan yang diberikan dari PT Jasindo untuk para nelayan Pati yang mengikuti program bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Bantuan asuransi ini diberikan kepada para nelayan kecil dari tahun 2016, 2017 dan 2018, dan kemarin (red) ada nelayan dari Pati yang terjadi kecelakaan dan meninggal, dan sekarang untuk kleimnya sudah cair dan sudah bisa di ambil," ungkap Soleh.

Menurutnya, bantuan kleim asuransi ini dicanangkan dari tahun 2016, dan diploting dari anggaran APBN.

Dan sesuai data untuk jumlah nelayan di Pati dari tahun 2016 sebanyak 1200, 2017 sebanyak 4500, dan 2018 sebanyak 3500," anggaran ini tergantung dari kuota di KKP, karena kita hanya menerima," paparnya.

Sesuai petunjuk tekhnis (juknis), lanjut Soleh, untuk penerima asuransi ini hanya diberikan 1 kali per/tahun, dan untuk tahun berikutnya tidak bisa mendapatkan lagi, karena nelayan harus membayar premi secara mandiri.

Ditambahkan, pemberian asuransi sesuai kriteria berbeda-beda, tergantung dari penerima, misalnya nelayan yang meninggal dilaut akibat kecelakaan maka akan mendapatkan asuransi sebesar Rp 200 juta.

Dan kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan nyawa  atau meninggal juga akan disesuaikan dengan umur, misalnya umur 17 sampai 35 tahun, akan mendapatkan claim asuransi sebesar Rp 165 juta, umur 35 sampai 45 tahun akan mendapatkan Rp 40 juta, dan umur 45 sampai umur 65 tahun akan mendapatkan asuransi sebesar Rp 20 juta," kita sesuaikan dengan kriteria umur, serta tanggungan untuk pembagian klaim asuransi ini, " imbuhnya. ($.tikno)

Bupati Pati Haryanto Menyerahkan Santunan Asuransi jiwa Kepada Nelayan Dari PT Jasindo

TH.Indonesia. Pati - Pembangunan pasar desa yang berada di desa Tambakromo kecamatan Tambakromo kabupaten Pati pada tahun 2015, kini telah menuai konflik dan kontroversi di masyarakat, pasalnya dari pihak rekanan atau dari pihak pemenang lelang sesuai dengan isi Surat Perjanjian Pemborong ( kontrak ) yang di sepakati oleh kedua belah pihak (antara Pemborong dan Pemdes Tambakromo) dengan nomor surat 140 / 20 / IX / 2015 pada tanggal 17 September 2015.

Proyek ruko yang diduga tidak sesuai dengan RAB. (dok/THI) 

Namun dalam pelaksanaan pembangunan tersebut di anggap oleh masyarakat tidak sesuai dengan isi surat perjanjian dan ada beberapa item bangunan yang tidak dikerjakan atau dilaksanakan oleh pihak pemborong sampai saat ini padahal proyek tersebut selesai pengerjaan (masa kerja) sekitar kurang lebih satu tahun yang lalu (05/07/18).

Pembangunan pasar desa sesuai dengan surat perintah mulai kerja ( SPMK ) nomor 140 / 21 / IX / 2015 dengan nilai kontrak Rp 6 . 522 . 655 . 000 . 00 ; (Enam Milyar Lima Ratus Lima Puluh Dua Juta Enam Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan masa hari kerja 210 hari (mulai tanggal 19 september 2015 sampai dengan tanggal 11 april 2016 ) namun di duga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sebagaimana seharusnya adalah sesuai dengan kesepakatan kontrak kerja (Pemdes dan Rekanan).

Dari pihak rekananan atau dari pihak pemborong tersebut di anggap telah mengingkari isi surat kesepakatan (antara Pemdes dan Pemborong) dan dianggap tidak sesuai dengan gambar di dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang ada, karena dalam pelaksanaannya ada beberapa item bangunan yang di duga fiktif dan tidak di kerjakan hingga selesai masa kerja dan masa perawatan sesuai dengan aturan pemerintah  dan Undang -  Undang.

Dari hasil klarifikasi awak media www.targethukumindonesia.com dengan sekertaris Badan Perwakilan Desa ( BPD ) di kediamannya, beliau sambil menunjukan bukti bukti dan arsip dari gambar RAB  yang disimpannya, Warjo  S.pd  mengatakan ;

"Saya selaku mewakili dari unsur masyarakat dan dari lembaga desa merasa kecewa dan merasa di bodohi dengan pelaksanaan pembangunan pasar tersebut, karena sekitar kurang lebih satu tahun terakhir ini tidak ada penyelesaian dari pihak kontraktor selaku pemenang lelang kepada pemerintah desa, " ungkapnya.

"Sesuai dengan arsip Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang kami miliki ada beberapa item bangunan fasilitas umum yang tidak di kerjakan oleh pemborong  hingga sekarang, dan nilainya juga cukup fantastis yaitu ratusan juta rupiah, hal tersebut tentu kami anggap telah mengingkari isi surat kesepakatan kontrak kerja yang kami tanda tangani (Pemdes dan pemborong), untuk itu saya bersama masyarakat akan mengadukan hal ini ke jalur hukum agar kami (masyarakat ) mendapatkan keadilan dan sampai saat ini belum ada penyerahan bangunanan tersebut kepada pihak pemerintah desa, " pungkasnya.

Salah seorang warga masyarakat setempat yang bernama Aris, kepada awak media  beliau juga mengatakan ;

"Dari pembangunan pasar kami selaku masyarakat dan pedagang pasar yang secara sah memiliki sertifikat kepemilikan tempat usaha di dalam lokasi pasar tersebut merasa di rugikan, pasalnya setelah di adakan rehab pembangunan justru malah banyak di tempati oleh pedagang baru, yang pedagang lama dan masyarakat setempat justru banyak yang tidak mendapatkan los pasar yang baru, " tuturnya.

"Dari beberapa item bangunan memang sampai saat ini belum ada yaitu untuk fasilitas umum, dan lokasi yang seharusnya menjadi bangunan fasilitas umum justru malah di bikin tempat ruko - ruko semua, " imbuhnya. (THI/tugi)

Usai Dibangun, Pasar Desa Tambakromo Menuai Konflik Dan Kontroversi di Masyarakat

TH.Indonesia. Pati - Kemajuan Desa Mojoagung Kecamatan Pucakwangi patut diapresiasikan, hal itu ketika kami dari tim media target hukum indonesia mengujungi desa tersebut, Senin tgl (06/08/18).

Kades Subawi giat membangun desa sebagai sarana wisata yang datang. (dok/THI/wawan) 

Perubahan juga sangat mencolok, yang mana desa tersebut dulunya adalah kurang begitu dikenal dan sangat tertinggal dari desa-desa lain di wilayah kecamatan Pucakwangi, dibawah kepimpinan Kepala Desa Kades Subawi tersebut sekarang giat membangun demi kemajuan desa.

Pemerintahan Desa (Pemdes) yang bersih dan transparan menjadi modal penting dalam menggerakkan roda pemerintahan desa, setia pada perencanaan pembangunan dan semua elemen masyarakat baik ditingkat RT maupun lembaga selalu dilibatkan.

Kepada awak media ketika kepala desa Mojoagung saat ditemui dirumahnya, beliau mengatakan," sebagai kepala desa saya berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan roda pemerintahan desa, akan selalu taat, jujur dan transparan dalam mengemban amanah.

Adalah kunci kami untuk membangun Desa Mojoagung yang lebih baik, saya dan perangkat yang lainnya akan selalu saling berkoordinasi dalam setiap kegiatan baik dengan RT RW, maupun BPD, " ucapnya.

Untuk anggaran thn 2018 ini kami fokuskan pada pembangunan infrastructur jalan, rabat beton, aspal, serta saluran air (drainase) dan tugu identitas Desa yang berada di pertigaan depan balai desa Mojoagung.

Dan sebagian kami alokasikan untuk pembangunan pengembangan wisata alam "yaitu Wisata Kali Klating" yang berada di dukuh Mojo, karena potensi wisata alam tersebut sangat bagus, dan harapan kami kedepanya bisa menjadi wisata alam yang sangat diminati warga sekitar sebagai sarana pengembangan perekonomian wisata desa, maka dari itu pengembangan wisata alam tersebut menjadi prioritas kami di tahun-tahun yang akan datang. 

Sayang banget kalau kita punya wisata yang sudah mulai dikenal warga sekitar akan tetapi kok tidak kita manfaatkan sebaik mungkin, apalagi disetiap liburan sekolah banyak muda mudi yang mengujungi wisata tersebut, baik dari sekitar kecamatan Pucakwangi itu sendiri maupun dari wisatawan domestik dari kabupaten Blora, " pungkasnya. 

Sehingga kedepannya mampu mendongkrak perekonomian warga dan masyarakat setempat melalui Pokdarwis yang akan menjadi tumpuan program wisata desa. ($.wawan)

Pemdes Mojoagung Kecamatan Pucakwangi Giat Membangun Demi Kemajuan Desa

TH.Indonesia - Pati - Bertempat di balai Desa Danyang Mulyo Kec.Winong Kab. Pati yang di hadiri oleh seluruh jajaran perangkat desa dan pejabat sementara yang di jabat oleh Sunar sebagi  pengganti  kepala desa yang definitif Selasa siang kemarin sekitar pukul 11.12 WIB memberikan hak jawab kepada publik terkait beredarnya berita yang sempat viral beberapa waktu lalu tentang unggahan foto yang menampilkan kekosongan Balai Desa Danyang Mulyo pada hari Jum'at tanggal 20 Juli 2018 kemaren tgl (30/07).

Ini Jawaban Pemdes Danyang Mulyo Kec.Winong Kab. Pati. (dok/THI/tugi). 

Dalam kesempatan tersebut turut di hadiri dari  pengursus  yayasan WPK ( Wong Pati Kidul ) yaitu beliaunya Mr. Tugiyono dan Mr. Darmanto selaku pengelola yayasan atau grup medsos berjenis facebook , serta di hadiri bebepa tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya di dalam forum klarifikasi tersebut pejabat sementara ( PJS ) ) kepala desa Danyang Mulyo Kec. Winong Sunar menjelaskan ;

"Pada saat di unggahnya foto tersebut saya selaku pengganti kepala desa sementara sedang mengikuti rapat sosialisasi dari kejaksaan tentang pelaksanaan dan petunjuk untuk penggunaan dana desa di gedung DPRD kabupaten Pati, Jum'at tgl (20/07), "  jelasnya.

Masih lanjut Sunar " sementara perangkat desa yang lain juga sedang melaksanakan tugas yaitu sebagian mengurus persiapan acara sedekah bumi dan sebagian lagi ke kantor kecamatan Winong Pati untuk menyelesaikan kekurangan kelengkapan administrasi dari desa kami, jadi kosongnya balai desa itu bukan karena mangkirnya perangkat atau lepasnya tanggung jawab dari perangkat kami, namun di karenakan oleh ada tugas di luar balai desa namun tetap pada konteks di lingkup kinerja pemerintahan desa, " imbuhnya.

Kepada awak media salah seorang perangkat desa dari kaur kesra juga mengatakan ;

"Saat itu yang piket ada saya juga , tapi saya sedang ada kegiatan di luar balai desa yaitu mendampingi dari Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) untuk cek lokasi peternakan ayam terkait aduan dari masyarakat tentang bau yang di timbulkan dari peternakan tersebut, " tuturnya.

Dalam sambutannya Mr. Tugiyono selaku  pengursus yayasan WPK (Wong Pati Kidul) dan selaku Admin grup medsos berjenis facebook tersebut mengatakan ;

"Saya selaku mewakili dari pengurus yayasan yang bertindak sebagai admin grup Medsos berjenis facebook tersebut berharap agar masyarakat berfikir dua kali sebelum mengunggah postingan di dalam grup kami (grup wpk) hal itu untuk menghindari fitnah dan pencemaran nama baik (perorangan) atau instansi maupun institusi lainnya, karena saya tidak mau unggahan tersebut berdampak negatif baik dari yang membuat unggahan status tersebut maupun dari foto atau kata yang di unggah di grup kami, " tuturnya.

"Karena semua sudah jelas di atur dalam Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik ( UU ITE ) barang siapa mengambil, menyebar luaskan berita / foto yang belum jelas kebenarannya dan selanjutnya di teruskan kepada publik melalui jejaring sosial dan menimbulkan kerugian moril atau materiil maka hal tersebut di anggap memenuhi unsur dan dapat dipidanakan oleh pihak yang merasa di rugikan, " imbuhnya. (THI/Tugi)

Sempat Viral di Grup Medsos Beberapa Waktu Lalu, Inilah Jawaban Pemdes Danyang Mulyo