TH.Indonesia. Merauke - Berbagai berkah di bulan suci ramadhan 1441 H, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/PDW Kostrad membagikan sembako kepada warga masyarakat binaan tepatnya di Kampung Sipias, Distrik Eligobel.


Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Kamis tgl (30/04/20).

Dansatgas mengungkapkan, Kampung Sipias adalah salah satu kampung di Distrik Eligobel, kabupaten Merauke, Papua.

Dimana masyarakatnya mayoritas merupakan warga pendatang dari Pulau Jawa yang transmigrasi pada tahun 1990-an, dengan rata-rata berkerja sebagai petani atau buruh.

Lanjutnya, diadakannya kegiatan pemberian sembako kepada masyarakat kurang mampu dipimpin oleh Danton Waltis Satgas Letda Inf Moch. Setyo Dwi P, S.T.Han. yang mana merupakan bagian dari kepedulian Satgas terhadap warga binaan di sekitar pos.

“Satu paket sembako berisi beras, mie instan, minyak sayur dan kebutuhan lainnya. Harapannya bantuan sembako yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekitar ditengah pandemi virus corona saat ini," terangnya.

“Ini semata-mata karena kita turut meringankan kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di kampung tersebut sekaligus berkah di bulan suci Ramadhan 1441 H ini," tambahnya.

Sambungnya, pemberian Sembako, ini juga salah satu wujud kita untuk mempererat tali persaudaraan antara TNI dengan warga masyarakat sekitar.

Ia berharap apa keberadaan Satgas Pamtas Yonif MR 411/PDW Kostrad, dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat diperbatasan khususnya di sektor selatan kabupaten Merauke.

“Semoga sembako yang kita bagikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kampung Sipias,” ujarnya.

Sementara itu, Sukijan (48 thn) salah satu warga kampung Sipias yang menerima sembako mengucapkan banyak terimakasihnya kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu meringankan beban masyarakat di kampungnya.

“Kami tidak dapat membalas kebaikan bapak-bapak, biarlah Allah SWT selalu menyertai bapak-bapak TNI dimanapun bertugas,” tutur Sukijan. (Amin)

Berkah Ramadhan, Satgas Yonif MR 411 KOSTRAD Bagikan Sembako di Perbatasan

Usai Sentil Posko Desa, Bupati Haryanto Kembali Gencarkan Instruksikan Jogo Tonggo

TH.Indonesia. Bondowoso - Sebanyak 18 Prajurit Yonif Raider 514 Divif 2 Kostrad yang memiliki riwayat bertugas diluar kota melakukan Rapid Test Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Danyonif Raider 514 Kostrad di Klinik Pratama Brigif Raider 9/DY/2 Kostrad, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis tgl (30/04/20).


Adapun tujuan digelarnya Rapid Test Covid-19 bagi prajurit yang memiliki riwayat bertugas diluar kota adalah untuk memastikan bahwa sekembalinya prajurit ke satuan dalam keadaan sehat dan tidak terpapar covid-19, agar nantinya bisa mengikuti kegiatan dan bergabung dengan prajurit yang lainnya.

Tim kesehatan Yonkes 2 Kostrad dengan Sie Kes Denma Brigif Raider 9/DY/2 Kostrad menggunakan APD lengkap kemudian untuk peserta yang mengikuti pemeriksaan menggunakan masker dan sarung tangan, ini dilakukan untuk mencegah kontak langsung guna menghindari penyebaran Covid-19.

Danyonif Raider 514 Kostrad Mayor Inf Danang Biantoro, S.I.P, M.Si menyampaikan, sebagai prajurit yang memiliki mobilitas tinggi harus siap kapanpun dan dimanapun ditugaskan, maka dari itu sekembalinya dari bertugas harus di cek kesehatan agar yakin ketika berangkat dan kembali dalam keadaan aman baik personel maupun materiil serta kesehatannya.

“Kita tidak menghendaki adanya suatu penyakit, namun lebih baik kita pastikan dan cegah dengan cara menggelar rapid test covid-19 agar nanti mengetahui ada dan tidaknya yang terpapar covid-19 setelah pulang dari melaksanakan tugas di luar kota untuk mencegah meluasnya penyebaran covid-19,” terangnya.

“Harapan saya setelah dilaksanakan Rapid Test Covid-19 ini, tidak ada satupun prajurit yang terpapar covid-19 dan bisa bergabung kembali dengan rekan-rekan maupun dengan keluarga,” imbuhnya.

“Terima kasih kepada Danbrigif Raider 9/DY/2 Kostrad, Kolonel Inf Andreas Nanang S.I.P, atas terselenggaranya kegiatan Rapid Test Covid-19 ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan dijauhkan dari covid-19,” tandas Danyonif. ($.ucipto)

18 Prajurit Yonif Raider 514 Kostrad Melakukan Rapid Test Covid-19

TH.Indonesia. Pati - Bupati menegaskan, kebutuhan APD bagi tenaga medis telah disediakan oleh Pemkab melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati.


Hal itu disampaikan oleh Bupati dalam video conference rakor evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Pati, Rabu tgl (29/04).

Bupati mengatakan sudah tersedia alat rapid test sejumlah 1500 pcs, juga APD untuk penanganan Covid-19 ada 4.670 pcs yang dibagikan ke seluruh puskesmas juga rumah sakit di kabupaten Pati.

"Muspika kami kasih, camat juga saya anjurkan setiap kali ke lapangan agar selalu memakai APD. Semua puskesmas sudah dikasih, tenaga medisnya wajib pakai saat berikan pelayanan," tambah Bupati.

Bupati mengatakan, TNI Polri menjadi garda terdepan keamanan masyarakat, maka untuk menghadapi wabah Covid-19, tenaga medis menjadi garda terdepan bidang kesehatan.

Bupati menegaskan tidak mau mendengar lagi ada keluhan dari puskesmas dengan alasan tidak ada APD.

"Kalau kurang disampaikan saja akan kami drop, nanti dengan Dinas Kesehatan akan kita evaluasi," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menepis anggapan dana yang terkumpul tidak sampai  sampai ke masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa dana yang terkumpul semua dipertanggung jawabkan sesuai penggunaannya.

"Tidak ada niatan untuk mencari keuntungan di sini, semuanya akan diaudit sesuai aturan dan mekanisme yang ada," tandas Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Saiful Arifin menyampaikan dalam kondisi seperti ini tenaga medis harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Bagaimana komitmen sebagai tenaga kesehatan saat ini puskemas menjadi yang utama, baik sebagai tempat pengaduan atau menjadi rujukan masyarakat.

Puskesmas  secara tenaga maupun secara fasilitasnya harus selalu siap," ujarnya.

Wabup mengungkapkan, saat monitoring kesiapan di beberapa Puskesmas, ada puskesmas yang memang sudah cukup baik secara tenaga dan fasilitas seperti kelengkapan APD dan sudah dilaksanakan sesuai protokol kesehatan covid-19 dalam pelayanan.

"Semua puskesmas wajib memberikan pelayanan sesuai jam kerjanya. Jangan sampai saat jam kerja tim medisnya malah tidak ada," imbuhnya.

Menurut Safin, perlu ditegaskan bersama, bahwa pilihan menjadi tenaga medis adalah bagian dari pengabdian. Ia berharap mereka siap dengan resiko. Ia memahami menjadi tenaga medis di tengah wabah sangat beresiko.

"Saat ini tenaga medis adalah tenaga khusus yang tidak bisa digantikan oleh tenaga ahli lain,  kita lakukan ini jangan dengan ketakutan walaupun memang perlu kehati-hatian dengan alat pelindung yang wajib disediakan oleh pemerintah," jelasnya.

Safin menekankan, penanganan Covid-19 merupakan perang bersama. Ia berharap tenaga kesehatan di kecamatan, juga bidan desa saling berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas.

"Tanpa komunikasi koordinasi tidak akan ada artinya, apa yang menjadi kekurangan akan kita support tentunya," pungkas Safin. (Effendi)

Bupati Haryanto Tegaskan Puskesmas Wajib Berikan Pelayanan di Tengah Pendemi

TH.Indonesia. Pontianak - Kodam XII Tanjungpura menerima bantuan berupa Alat Materiil Kesehatan (Almatkes) dari Pusat Kesehatan TNI untuk penanganan Covid-19 di wilayah Kodam XII/Tpr, Rabu tgl (29/04/20).


Bantuan tersebut diserahkan oleh Aslog Kasdam XII/Tpr, Kolonel Kav Josafath M.R Duka, S.I.P., kepada Wakakesdam XII/Tpr, Letkol Ckm dr. Sumanta Sembiring, Sp.B., di Posko Covid-19 Kesdam XII/Tpr, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya.

Demikian disampaikan Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., melalui rilisnya pada hari ini di Kantor Pendam XII/Tpr, Jalan Arteri Alianyang, Kubu Raya.

Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., menguraikan adapun bantuan tersebut sebanyak 5 koli yang terdiri dari Rapid test 1500 Kit, Thermo Gun 30 buah, APD Coveral 50 buah, Masker Bedah 500 pcs, Hand Scoon 10 box, Face Shield 10 buah.

Sebelum diserahterimakan oleh Aslog Kasdam XII/Tpr kepada Wakakesdam XII/Tpr, bantuan sebelumnya tiba di Bandara Supadio menggunakan pesawat kargo.

"Bantuan ini nantinya akan dipergunakan dalam penanganan Covid-19 di empat rumah sakit tentara (RST) yang ada di wilayah Kodam XII/Tpr," ujarnya.

Adapun empat rumah sakit yang dimaksud adalah Rumah Sakit TK. II Kartika Husada, RS TK IV 12.07.01 Singkawang, RS TK IV 12.07.02 Sintang dan RST Denkesyah 06.04.03 Palangka Raya.

"Dengan adanya bantuan ini akan menambah kesiapan Kodam XII/Tpr dalam upaya membantu pemerintah di Kalbar dan Kalteng melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19," terangnya. ($.darto)

Kodam Tanjungpura Terima Bantuan Almatkes dari Puskes TNI

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto kembali memberikan update penanganan covid-19 di Kabupaten Pati, pada Video conference evalusasi penanganan wabah covid-19, di ruang Pati Command Center, yang diikuti Wakil Bupati, Sekda, para Kepala Opd dan camat, Rabu tgl (29/04/20).


Bupati mengungkapkan data kasus positif covid-19 di kabupaten Pati saat ini naik turun, dimana beberapa hari yang lalu ada kabar baik dua warga sembuh.

Namun dengan rentang waktu yang tidak begitu jauh ternyata ada 2 warga yang dinyatakan positif juga.

"Sehingga jumlahnya semula 6 orang, sembuh 2 kini kembali menjadi 6 lagi," ungkap Bupati.

Ia memaparkan, untuk pasien positif saat ini dirawat di RSUD KRMT Wongso negoro 1 orang, RS Mitra Bangsa 2 orang, RSUD RAA Soewondo 2 orang, RS Mardi Rahayu Kudus 1 orang.

Sedangkan PDP yang masih menunggu hasil laboratorium, Bupati menjelaskan ada 1 orang di RSUD KRMT Wongsonegoro, RSUD Soetrasno Rembang 1 orang, isolasi karantina 6 orang, RS Fastabiq 2, RSUD DR Moewardi Solo 1, RS KSH 1, dan menjalani isolasi mandiri 1 orang.

"Tren data yang naik turun ini menjadi keprihatinan kita semua. Dengan kejadian kejadian tersebut menjadikan kita khawatir, semoga saja tren kita tidak semakin meningkat," harapnya.

Bupati mengimbau pada masyarakat agar tidak saling menjatuhkan atau mencari kesalahan yang lain. Baik dari perangkat pemerintah daerah, anggota dewan, tokoh masyarakat, aparat desa.

"Yang kita butuhkan adalah bersama sama gotong royong, apa yang menjadi kekurangan kita benahi bersama, karena yang menjadi musuh kita tidak kelihatan," ujarnya.

Bupati juga mengajak masyarakat mengkomunikasikan persoalan kepada Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Pati.

"Kunci keberhasilan memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini adalah kita harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan, harus kita patuhi," tegasnya.

Untuk itu ia menginstruksikan kepada camat, Kepala puskesmas dan jajarannya agar selalu memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita patuhi langkah langkah sering cuci tangan, menghindari kerumunan itu adalah sangat penting," ajak Haryanto.

Terkait pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan, Bupati mengatakan Forkompimda, MUI, dan FKUB telah membuat surat edaran yang harus dipatuhi.

Yaitu, boleh melaksanakan sholat Jumat dan tarawih namun dalam pelaksanaanya harus mengacu protokol kesehatan.

Untuk menjaga penyebaran covid-19 tidak meluas, ia mengimbau pada kades, untuk mendata pemudik, warga binaan atau yang pulang dari luar negeri.

Ia menegaskan faktor kunci adalah isolasi mandiri. Mau tidak mau, menurut Bupati para warga yang datang harus diisolasi.

"Terkait apa yang sudah kita lakukan, pendataan pemudik maupun warga binaan yang jumlahnya 105 ditambah susulan warga binaan yang ikut program asimilasi," ujar Bupati.

Bupati menekankan kepala desa dan camat tidak hanya melaporkan pemudik saja. 

Tetapi harus memantau warga tersebut agar benar- benar menaati isolasi mandiri.

"Apabila tidak ada tempat bisa dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan untuk kita fasilitasi di tempat tempat isolasi mandiri yang disediakan," tandasnya. (Ah.bub)

Tren Data Pasien Covid-19 Naik Turun, Bupati Haryanto Tekankan Kades Wajib Pantau Pemudik

TH.Indonesia. Samarinda - Danrem 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) Kolonel Inf Cahyo Suryo Putro S.I.P, M.Si didampingi Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendy serta para Kasi Video Conference  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kaltim Tahun 2020 di Ruang Yudha Makorem 091/ASN, jalan Gajah Mada No 11 Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Selasa 28 April 2020.


Kegiatan ini, Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor secara khusus memimpin sekaligus membuka Musrenbang.

Musrenbang virtual dalam rangka rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Provinsi Kaltim Tahun 2021 bertema Menumbuhkan Industri Hilir yang Mendukung Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Kawasan.

Berkenaan dengan proses finalisasi RKPD Kalimantan Timur Tahun 2021, Gubernur meminta agar dilakukan antisipasi pelemahan ekonomi global, nasional dan lokal akibat Pandemi Covid 19 yang dialami saat ini.

"Program dan kegiatan diarahkan pada pemulihan ekonomi dan sosial agar mendapatkan perhatian khusus, dengan mengedepankan sinergitas pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota," kata Isran Noor.

Gubernur mengharapkan agar pokok-pokok pikiran yang telah disampaikan DPRD Kaltim dapat disinkronkan dengan usulan program pembangunan kabupaten/kota yang telah dihimpun berdasarkan Musrenbang Desa, Musrenbang kecamatan dan Musrenbang kabupaten/kota.

"Saya meminta agar koordinasi dan sinergitas semakin ditingkatkan, baik dengan pemerintah pusat, antar perangkat daerah di provinsi maupun kabupaten kota.

Kemajuan teknologi dan informasi harus kita gunakan untuk mempercepat koordinasi dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di Kaltim," harap Isran Noor.

Musrenbang via vicon menghadirkan narasumber Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas diikuti Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK beserta anggota, anggota DPRRI Dapil Kaltim Dr Awang Faroek Ishak, jajaran Forkopimda, bupati/walikota se Kaltim, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, swasta. ($.gatot)

Danrem 091/ASN Vidio Conference Musrenbang Virtual Dengan Gubernur Kaltim

TH.Indonesia. Keerom Papua - Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Pos Km 76 dipimpin Serda Ali Imran melaksanakan pemeriksaan kendaraan roda dua dan empat di Jalan Poros Trans Papua Km 76 Distrik Mannem.


Hal tersebut yang di sampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Letkol Inf Ary Sutrisno S.I.P dalam release tertulisnya di kabupaten Keerom, Papua, Selasa tgl (28/04/20).

Kegiatan pemeriksaan kendaraan roda dua dan empat ini dilaksanakan selain mencegah beredarnya barang haram dan barang illegal lainnya juga untuk mengurangi dan meminimalisir penyakit sosial masyarakat kampung khususnya para pemuda secara turun temurun dilakukan dengan seringnya mengkonsumsi miras dan barang haram lainnya seperti ganja dan obat terlarang.

Mengkonsumsi miras dan obat terlarang yang dilakukan para pemuda adalah hal buruk dan membuang-buang waktu karena dengan pengaruh alkohol yang tinggi bisa terjadi tindak kriminal kepada masyarakat yang melintas seperti pemalakan dan pemalangan jalan yang sering terjadi serta perkelahian antara masyarakat kampung itu sendiri.

Pemeriksaan kendaraan
roda dua dan empat yang dilakukan secara intensif selain mencegah peredaran miras dapat juga mencegah peredaran barang illegal lainnya seperti BBM tanpa surat yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Hal tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari suasana menjadi tenang dan aman.

Ucapan terima kasih Bapak Ondo Afi Fransiskus Musuy (51) yang mewakili masyarakat sekitar Pos kepada Satgas Raider 300 Pos Km 76 yang selalu siap dan antusias dalam menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekitar. ($.ulis)

Cegah Barang Barang Terlarang Satgas Raider 300 Laksanakan Pemeriksaan Kendaraan

TH.Indonesia. Penajam -Pembangunan perumahan asrama Kodim 0913/Penajam Paser Utara (PPU) hampir rampung dan sudah mencapai 90 % dan siap untuk di tempati, Dandim K 0913/PPU Letkol Inf Mahmud meninjau lokasi pembangunan perumahan Kodim 0913/PPU yang bertempat di Km 09 kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam kabupaten Penjam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, Selasa tgl (28/04/20).


Pembangunan perumahan asrama tersebut berjumlah 7 buah rumah yang terdiri dari 1 buah rumah dengan tipe 120 untuk Pejabat Dandim,1 buah rumah dengan tipe 90 untuk pejabat Kasdim dan 5 unit rumah dengan tipe 70 di peruntukan bagi pejabat Pasi.

Di sela-sela peninjauan ke lokasi bangunan kepada awak media Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud menjelaskan,” Alhamdulillah pembangunan perumaham asrama Kodim sudah mencapai 90 % dan tinggal beberapa minggu lagi kelar dan siap untuk di tempati oleh Pejabat Dandim, Kasdim dan pejabat  Pasi,” ujarnya.

Lanjutnya ,“Sebelumnya untuk pejabat Dandim tinggal di perumahan yang statusnya kontrak dan di harapkan ke depannya setelah pembangunan ini akan berlanjut untuk pembangunan berikutnya bagi anggota terutama yang belum memiliki rumah sendiri atau masih kost," tutup Dandim.

Sementara itu Rosyid selaku pelaksana pembangunan dari CV Aura Jaya Pratama perpanjangan tangan atau Sub Kontrak dari Zidam VI/Mulawarman (Mlw) saat mendampingi Komandan Kodim 0913/PPU menambahkan,” Pembangunan ini di mulai dari tanggal 26 Januari 2020 dan ini sudah berjalan 3 bulan, di perkirakan akan selesai dalam beberapa minggu ini, walaupun yang tertera di RAP selama 300 hari, akan kami usahakan agar lebih cepat 100 hari bisa selesai,” ujarnya.

Di ketahui Kodim 0913/PPU yang resmi berdiri pada tanggal 31 Maret 2015 hingga sekarang belum mempunyai fasilitas Rumah Jabatan Dandim atau asrama Kodim, dan berkat kerja sama yang baik antara TNI dan Pemerintah Kabupaten PPU biasa terwujud dan Kodim 0913/PPU mendapat hibah tanah dari pemkab PPU seluas 5 Ha. (Effendi)

Dandim Penajam Letkol Inf Mahmud : Pembangunan Perumahan Asrama Kodim 0913 Penajam Panser Utara Capai 90% Siap Ditempati

TH.Indonesia. Jayapura - Korem 172/PWY memberikan bantuan kepada warga masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona (Covid-19) melalui posko bantuan The Spirit of Papua bertempat di depan kantor Otonom Kotaraja, kota Jayapura, Senin siang kemarin.


Posko The Spirit of Papua merupakan tempat yang di gagas oleh anak-anak muda Papua untuk mengumpulkan berbagai bantuan sembako dari pihak yang ingin berbagi kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemic virus corona, (28/04/20).

Pada kesempatan tersebut, Danrem menyampaikan apresiasinya kepada anak-anak muda, mahasiswa, aktivis yang tergabung menjadi relawan dalam group Spirit of Papua, yang dengan sukarela mengabdikan diri untuk membantu sesama, melalui komunitas ini yang menjadi tempat penyaluran bantuan kepada seluruh elemen masyarakat yang terdampak pendemi covid-19 di Papua yang benar-benar membutuhkan.

"Saya sangat bangga dengan anak-anak muda Papua yang sudah berbuat selama ini, Kalau kemarin Korem 172/PWY peduli covid-19 sudah melaksanakan baksos dibeberapa tempat, artinya tidak seluruh wilayah dapat kami salurkan bantuan. 

Nah dengan adanya posko Spirit of Papua inilah kita percayakan bantuan itu sampai ke seluruh wilayah di Papua", kata Danrem.

Komunitas ini juga, lanjut Danrem, dapat menjadi contoh dan wadah bagi seluruh pihak dan instansi-instansi lain dalam menyalurkan bantuan mereka.

"Saya turut mengajak kepada semua pihak baik yang ada di luar Papua maupun di Papua untuk dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak covid-19. Salah satunya melalui komunitas ini", kata Danrem.

Lanjutnya, “Kita juga  harus bekerjasama semua pihak dan bahu-membahu dalam memerangi pandemic covid-19 ini, kita dukung pemerintah pusat maupun daerah dalam memerangi virus corona ini, saya himbau kepada masyarakat untuk tetap dirumah, pakai masker dan rajin cuci tangan,” tegasnya.

Dalam hal ini Korem 172/PWY menyerahkan bantuan berupa 1 ton beras dan 20 karton mie instan dan diterima  langsung oleh Koordinator Michael Yarisetouw dan relawan-relawan lainnya di posko The Spirit of Papua.

Koordinator kegiatan komunitas The Spirit of Papua Michael Yarisetouw mengucapkan terimakasih kepada Danrem 172/PWY atas bantuan yang di berikan, dan akan menyalurkan bantuan bantuan tersebut bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tentunya saat ini yang terdampak oleh pandemic covid-19 karena social distancing dan harus tetap di rumah sesuai himbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini.

"Terimakasih kepada Bapak Danrem yang sudah berkenan mampir ke posko kami, sudah ada beberapa kampung yang kami sambangi untuk diberikan bantuan. Hingga saat ini sudah sebanyak 1200 paket sembako yang kami salurkan kepada masyarakat", terangnya.

"Posko TSoP (The Spirit of Papua) ini akan terus beroperasi selama masa Pandemi Corona guna membantu masyarakat yang terdampak", tambahnya. (Ah.bub)

Melalui The Spirit Of Papua, KOREM 172/PWY Beri Bantuan Bagi Warga Terdampak Covid-19

TH.Indonesia. Jepara - Covid-19 kembali menelan korban, dua anggota TNI dari Koramil 12 Donorojo Kodim 0719 Jepara, Sertu Ahmadi dan Serda Teguh bersama tim BPBD Jepara melaksanakan pemakaman almarhumah RK (38).


Seorang warga desa Tulakan, dengan SOP pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Desa Tulakan, kecamatan Donorojo, kabupaten Jepara, Senin (27/04/20).

Menurut keterangan dari Danramil setempat Kapten Inf Alex Effendi, almarhumah meninggal dunia pada Minggu malam pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya, almarhumah datang dari Jakarta pada hari Jumat tanggal 24 April kemarin, dan tiba di rumah orang tuanya di desa Tulakan.

Keesokan harinya, almarhumah pulang ke rumahnya di desa Golang Pongge, kecamatan Gunung Wungkal, kabupaten Pati.

Pada hari minggu pukul 14.00 WIB, tepatnya tanggal 26 April kemarin, almarhumah mengalami sesak nafas.

Oleh suami dan keluarganya dibawa ke RS Rehatta Kelet Jepara untuk mendapatkan penanganan.

“Oleh pihak RS Rehatta, almarhumah disarankan untuk dirujuk ke RS Suwondo Pati, tetapi keluarga almarhumah RK menolaknya.

Dan dibawa pulang ke rumah orangtuanya di desa Tulakan, dan pada malam harinya almarhumah meninggal dunia,” terang Danramil.

Lebih lanjut Danramil Welahan ini menambahkan, menurut informasi dari tim medis yang menangani, ada kemungkinan bahwa almarhumah meninggal akibat Covid-19.

Dan saat ini masih menunggu hasil dari Rumah Sakit untuk kepastiannya, apakah almarhumah benar-benar positif Covid-19 atau tidak.

Penanganan dan pemulasaran jenazah baik yang sudah positif karena Covid-19, maupun diindikasi atau dicurigai meninggal karena Covid-19, di Indonesia sudah diatur sesuai dengan protokol yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI dan WHO, agar jenazah tersebut tidak menularkan Covid-19.

“Sambil menunggu hasilnya, kita tetap laksanakan prosedur pemakaman dan pemulasaran jenazah dengan SOP pemakaman jenazah Covid-19.

Apalagi almarhumah mempunyai riwayat perjalanan dari kota berzona merah,” imbuhnya. (Amin)

Warga Pati Meninggal di Duga Covid-19, Dimakamkan di Tulakan Jepara

TH.Indonesia. Surakarta - Bulan Ramadhan 1441 H sudah memasuki 4 hari ini namun masih ada salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islam Gumuk Mangkubumen Banjarsari kota Surakarta masih melaksanakan sholat jum'at, sholat taraweh, Pengajian dan lain - lain yang tidak melaksanakan himbauan, maklumat pemerintah kota Surakarta, Senin tgl (27/04/20).


Maka Babinsa kelurahan Mangkubumen Koramil 02 Banjarsari kodim 0735 Surakarta Serma Sujianto  bersama Kanit Intel Polsek Banjarsari AKP Edi Purwanto dan Kasi Lingkungan Hidup kel. Mangkubumen melaksanakan komsos atau silaturahmi di Ponpes Al-Islam Gumuk yang beralamat di RT 02 RW 14 Mangkubumen Banjarsari Surakarta.

Kedatangan mereka dalam rangka menghimbau dan Sosialisasi yang diberikan kepada pimpinan Ponpes Uztadz Mudzakir agar lingkungan ponpes tepatnya di masjid Al-Abror agar sementara waktu jangan mengadakan sholat jumat, tarawih dan pengajian umum karena ponpes tersebut masih  melaksanakan sholat taraweh, sholat jum'at dan pengajian umum setiap hari mulai pukul 05.30 - 08.00 WIB.

Sedangkan himbahuan ini menurut Serma Sujiyanto bertujuan sebagai usaha  untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran penularan wabah  virus corona (Covid-19) diwilayah Surakarta, jangan sampai menyebar ke lingkungan Ponpes ini khususnya.

Ustadz yang hadir dalam silaturahmi atau komsos tersebut antara lain Ustadz Mudzakir, Ustadz kholil, Ustadz irfan dan stadz jawar serta pengurus Ponpes lainnya. (Asmuni)

Ada Apa Babinsa Mangkubumen Datangi Ponpes Al-Islam Gumuk

TH.Indonesia. Keerom Papua - Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Pos Yabanda yang dipimpin Letda Inf Asep Nana, melaksanakan Kegiatan Sosialisasi tentang Penyakit Malaria ditengah mewabahnya Virus Corona (Covid-19), di kampung Yabanda, Distrik Yaffi, kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Sabtu tgl (25/04/20).


Hal tersebut yang di sampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Letkol Inf Ary Sutrisno S.I.P dalam release tertulisnya di kabupaten Keerom, Minggu tgl (26/04/20).

Di katakan Dansatgas, pentingnya sosialisasi ini di lakukan mengingat masih banyaknya warga indonesia, khususnya wilayah papua daerah endemik malaria, dengan tujuan sebagai upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu.

Danpos Yabanda dan Anggota Kesehatan Pos Yabanda, berkeliling di pemukiman masyarakat kampung Yabanda, untuk memberikan sosialisasi tentang penyakit malaria ditengah mewabahnya Virus Corona (Covid-19).

Seperti yang telah diketahui bahwa, setiap tgl 25 April, setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. 

Malaria merupakan salah satu penyakit, yang di akibatkan oleh gigitan nyamuk anopheles.

Kegiatan sosialisasi ini diterima dengan baik oleh masyarakat yang ada di kampung Yabanda diperbatasan RI-PNG.

Adapun tujuan dilaksanakan sosialisasi jesehatan ini adalah, agar masyarakat lebih meningkatkan kesadaran tentang cara penularan sekaligus memberikan pemahaman tentang penyakit malaria.

Selain masyarakat mengerti tentang penyakit malaria, himbauan yang disampaikan oleh Danpos Yabanda kepada masyarakat kampung Yabanda, yaitu masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing, menjaga pola hidup dan makan.

Makanan yang bergizi adalah upaya untuk menghindari penyakit malaria.

Bapak Petrus Warner (52) Kepala Kampung Yabanda, mengucapkan terima kasih kepada Pos Yabanda Satgas Raider 300, atas kegiatan sosialisasi tentang penyakit malaria kepada masyarakat kampung Yabanda sekitarnya, sehingga masyarakat bertambah mengerti akan bahaya penularan penyakit malaria ini.

Sebab masyarakat yang tinggal di Kampung Yabanda, sebagian besar sudah pernah terserang penyakit malaria, baik anak-anak sampai orang dewasa, Bahkan akhir-akhir ini terdapat kasus kematian masyarakat di Kampung Yabanda, yang disebabkan oleh penyakit malaria.

Harapan yang di sampaikan oleh Kepala Kampung Yabanda, Apabila masyarakat kampung Yabanda sehat, maka Aktifitas sehari-hari masyarakat akan lancar dan kebutuhan perekonomian masyarakat akan terpenuhi. (Effendi)

Sosialisasi Kesehatan Dalam Rangka Peringatan Hari Malaria Sedunia

TH.Indonesia. Pontianak - Tak hanya menjadi Garda Terdepan dalam penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya, Komando Distrik Militer (Kodim) 1207/Berdiri Sendiri, melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 1207-04/Pontianak Timur, pada hari Sabtu (25/04) melakukan pengawalan terhadap distribusi beras bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk warga terdampak Covid-19 di wilayah kecamatan Pontianak Timur, kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu tgl (26/04/20).


Hal ini juga dilakukan Koramil 1207-04/Pontianak Timur bersama-sama dengan Polsek Pontianak Timur sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Pontianak Timur.

Untuk upaya pencegahan penyebaran virus, pembagian beras bantuan dilakukan secara door to door kepada masyarakat dengan mendapat pengawalan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Danramil 1207-04/Pontianak Timur, Mayor Inf Teguh yang turut langsung dalam kegiatan pengawalan mengatakan, dalam rangka menghadapi Covid-19 yang belum tahu sampai kapan pandemi ini berakhir.

Sehingga dari Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan bantuan berupa beras kepada masyarakat.

Untuk wilayah Kecamatan Pontianak Timur ini ada 29.550 Kg beras yang dibagikan kepada masyarakat.

"Di dalam pembagian atau pendistribusiannya ini, kami bersama - sama dengan Polsek Pontianak Timur dan didampingi para Lurah, kami juga koordinasi dengan Camat sehingga dalam pendistribusian ini berjalan lancar tidak terjadi permasalahan. Karena ini menyangkut masalah makanan," katanya.

Lanjutnya mengatakan, agar dalam ditribusi beras bantuan tidak menyalahi prosedur tetap pencegahan virus corona, sehingga ada cara - cara yang sudah disepakati bersama.

Bahwa dalam pembagian beras tidak dilakukan dengan mengumpulkan massa.
"Sesuai dengan Instruksi Presiden bahwa kita harus melaksanakan physical distancing.

Sehingga kami yang door to door datang ke masyarakat, untuk mengantarkan beras tersebut.

Sesuai dengan data dari Kelurahan, yang dihimpun dari RT siapa - siapa saja yang berhak menerima," ujarnya.

Danramil 1207-04/Pontianak Timur, Mayor Inf Teguh mengungkapkan, bahwa selain melaksanakan pengawalan beras bantuan, dalam pencegahan Covid-19 serta mengatasi dampaknya di masyarakat, Koramil Pontianak Timur telah melakukan berbagai langkah upaya. Diantaranya telah melakukan melakukan penyemprotan disinfektan.

Serta membagikan nasi kotak dari Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII Tanjungpura kepada masyarakat.

"Kami juga telah melakukan pemeriksaan suhu badan anggota Koramil serta warga di wilayah Kecamatan Pontianak Timur," pungkasnya. (Ah.bub)

Door To Door, Personel Kodim 1207/BS Kawal Distribusi Beras Bantuan di Pontianak Timur

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Covid-19 kembali memberikan update penanganan Covid-19 di kabupaten Pati, Sabtu (25/04) pukul 07.00, sesuai data yang dirangkum Dinas Kesehatan kabupaten Pati.


Bupati menyampaikan bahwa terdapat penambahan PDP di kabupaten Pati, yaitu 3 tiga pasien. Mereka dirawat di RS Fastabiq Sehat Pati ada 2 pasien dan 1 pasien dirawat di RSUD Dr. Moewardi Solo.

"Saat ini masih menunggu hasil tes swab, semoga saja hasilnya negatif," harap Bupati.
Sementara untuk jumlah pasien positif, Bupati mengatakan masih ada 5 pasien positif Covid-19.

"Kita doakan bersama, agar mereka bisa sembuh seperti Dokter Widi, dan kembali ke rumah berkumpul lagi dengan keluarga," ujarnya Bupati.

Untuk data ODP, Bupati menyebutkan ada 82 ODP yang masih dalam masa pemantauan. "Total ODP ada 725 orang. Sedangkan 643 orang sudah melewati masa pemantauan," jelas Bupati.

Menyikapi para pemudik yang berdatangan dari zona PSBB, Bupati mengimbau agar mereka melapor pada RT / RW untuk didata oleh Kades maupun Lurah.

"Yang sudah datang ke kampung halaman, keluarganya bisa melapor ke RT dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Jangan dulu pergi- pergi keluar rumah, cukup beribadah di rumah demi kebaikan bersama," tegas Bupati.

Haryanto juga berharap agar masyarakat tetap waspada dengan keadaan saat ini. Ia meminta masyarakat tetap menjalani anjuran pencegahan penyebaran Covid-19 dengan selalu menerapkan physical distancing, memakai masker, menjaga kebersihan diri juga berusaha membatasi kegiatan di luar rumah.

"Ikuti imbauan MUI untuk beribadah di rumah, demikian juga kegiatan yang mengumpulkan massa, masyarakat tidak perlu mengadakan kegiatan buka bersama sebagai upaya mencegah penularan virus corona," tandasnya. (Effendi)

Update Perkembangan Covid-19, Tiga PDP Baru Tunggu Hasil Swab

TH.Indonesia. Pati - Selain menjelaskan status kesepuluh warga yang ikut tabligh akbar, Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati hari ini pun menyampaikan bahwa Lapas telah mengeluarkan 32 warga binaan lagi.


Hal ini disampaikan Bupati dalam konfrensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, hari ini (22/04/20).

"Hal ini menjadi beban kita juga karena kita harus mengawal dan mengawasi baik yang ada di desa maupun di kecamatan", ujarnya.

Sebelumnya, imbuh Haryanto, sudah ada 63 warga binaan yang dikeluarkan. "Dan sudah saya perintahkan para camat dan kepala desa untuk memantau dan meminta supaya mereka isolasi mandiri", jelasnya.

Meski demikian, menurut Bupati, 63 warga binaan ini belum di-rapid tes karena alat rapid tesnya yang terbatas atau belum datang.

"Insyalah Jumat nanti kalau sudah datang  akan kita rapid tes", tegasnya.

Haryanto juga mengatakan bahwa 63 warga binaan tersebut, terpantau dari 18 kecamatan.

"Sedangkan untuk 32 warga binaan yang dikeluarkan hari ini masih belum terpantau dari berapa kecamatan", lanjutnya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa data yang pihaknya sampaikan adalah akurat.

"Kami sampaikan apa adanya, kalau tidak akurat kami tidak akan berani.  

Kami tidak akan menyampaikan nama maupun alamat karena nanti menjadi stigma, jadi saya sampaikan kecamatannya saja", imbuhnya.

Ia pun kembali berpesan kepada warga Pati agar turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Jangan pergi jauh-jauh. Kenapa Pak Presiden juga sekarang melarang, itu karena ada potensi-potensi tempat yang dilewati dan disinggahi adalah tempat pandemi. 

Hal ini tentu akan menjadi persoalan karena riwayat yang terpapar ini semuanya ada riwayat dari luar daerah", jelasnya.

Ia pun mewajibkan masyarakat agar saat keluar rumah memakai masker.

"Jangan beranggapan bahwa masker ini tidak ada manfaatnya karena masker adalah pelindung.

Selalu cuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan kegiatan,  melakukan sosial distancing, dan menghindari kerumunan", tegas Bupati.

Hal itu, menurut Haryanto perlu dilakukan demi kesehatan bersama.

"Kalau ingin pandemi ini tidak semakin bertambah ya harus mentaati anjuran-anjuran dari pemerintah yang saat ini telah memberikan protokol kesehatan dan juga rambu-rambu dalam berkegiatan", pungkasnya. (Amin)

Bupati Haryanto Sampaikan Himbauan Khusus Setelah Lapas Keluarkan 32 Warga Binaan Lagi

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekretaris Daerah kabupaten Pati Suharyono, mengundang para pelaku usaha di kabupaten Pati, Rabu tgl (22/04/20).


Mereka diundang terkait upaya Pemkab dalam menggalang bantuan dari para pelaku usaha  untuk disalurkan kepada warga yang terdampak Covid-19 di kabupaten Pati.

Acara ini dilaksanakan di ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati ini juga dihadiri oleh Kapolres, Dandim serta perwakilan pelaku usaha di kabupaten Pati.

Bupati Pati saat memberikan sejumlah arahan terkait Covid-19 kepada para pengusaha.

"Kalau kita mengikuti arahan pemerintah saya yakin mata rantai persebaran virus ini bisa terputus. Tetapi kalau kita ndableg  perkembangan Covid-19 ini bisa semakin meningkat", tegas Haryanto.

Hal itu, lanjut Haryanto, terbukti saat yang terkena Corona ini rata-rata adalah orang yang bepergian dari luar Kabupaten Pati.

"Kemudian terkait rapat terbatas hari ini, saya mengundang perwakilan pengusaha di kabupaten Pati untuk saya ajak berperanserta dengan penuh kerelaan dan keikhlasan guna membantu warga yang terdampak Covid-19 di kabupaten Pati", imbuhnya.

Meski demikian, Bupati pun memahami jika saat ini para pengusaha waktu juga sedang kesusahan karena karyawan tidak bekerja sehingga penghasilan otomatis berkurang.

"Namun ini memang skala nasional seperti ini. Ya mungkin, barangkali para pengusaha punya kelebihan yang bulan-bulan sebelumnya, jadi bisa saling membantu.

Dan saya yakin badai pasti berlalu, puasa pasti ada lebaran, ada awal ada akhir, dan demikian juga wabah pasti ada akhirnya", harap Haryanto.

Bupati pun mmeperkirakan, Jumat pekan ini, masyarakat kabupaten Pati sudah mulai puasa.

"Semoga wabah ini segera berakhir dan ekonomi segera pulih kembali", lanjutnya.
Senada dengan Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) pun membenarkan jika memang kondisi usaha sekarang ini sedang tidak bagus.

"Tetapi dengan ada kondisi ini kami yakin sektor pertanian masih cukup baik dan berpeluang memberikan sumbangsih untuk negara ini. Pati ini sebenarnya masih kondusif juga untuk usaha. Jadi mari kita sama-sama membangun kabupaten Pati ini", lanjutnya.

Wabup pun menitipkan pesan agar para pengusaha yang masih menjalankan proses produksinya, untuk tetap menjalankan SOP kesehatan secara maksimal.

Sementara itu, Sekda Pati saat membuka acara tersebut menekankan bahwa penanganan Covid-19 tidak hanya jadi urusan pemerintah daerah saja tetapi peran seluruh masyarakat kabupaten Pati termasuk pengusaha ini juga sangat dibutuhkan.

"Supaya nanti para pengusaha juga bisa mensosialisasikan kepada karyawannya untuk mematuhi protokol kesehatan, diantaranya wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak", tegas Sekda.

Dalam rangka memenuhi protokol pencegahan Covid-19 pula, lanjut Suharyono, pertemuan dengan kalangan pengusaha kali ini pun tak banyak undangan yang disebar.

"Kami sengaja tidak mengundang semua, supaya bisa menjaga jarak. Dan yang lainnya nanti akan kita undang secara bertahap", imbuhnya.

Akhirnya setelah diadakan diskusi dan tanya jawab, di akhir pertemuan tersebut disepakati bahwa nanti pemberian bantuan boleh dalam bentuk apapun.

"Misalkan dalam bentuk uang tunai juga bisa ditransfer ke rekening khusus pengusaha ini agar tidak tumpang tindih dengan rekening bantuan lain. 

Kemudian dalam bentuk barang atau sembako juga diperboleh tetapi dengan catatan barang yang tidak mudah basi", lanjut Sekda.

Terakhir Bupati menyampaikan banyak terimakasih kasih atas kerjasama, bantuan dan keikhlasan para pengusaha yang ikut hadir di acara tersebut.

"Semoga pandemi ini segera berakhir dan saya mendoakan semoga pengusaha serta semua karyawannya sehat dan usahamya dapat kembali normal", pungkas Bupati. (Effendi)

Pemkab Pati Gandeng Pengusaha Galang Bantuan Covid-19

TH.Indonesia. Jepara - Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Arm Suharyanto menghadiri penyerahan bantuan Corporate Social Responsibity (CSR) dari PLTU Tanjung Jati B kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Jepara, Selasa tgl (21/04/20).


Penyerahan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibity (CSR) ini diserahkan oleh General Manager PT CJP, Junichi Tanimoto kepada Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Penyerahan tersebut disaksikan oleh jajaran Forkopimda Kabu paten Jepara.

“Kami dari PLTU Tanjung jati B sebagai investor dari 3 Perusahaan JO. Sumitomo Corp-Wasamitra Eng (JOSW), PT. Central Java Power (CJP), dan PT. Bumi Jati Power (BJP) siap berkontribusi untuk warga Jepara,” ungkap Tanimoto.

Pihaknya memutuskan untuk memberikan sumbangan secara bertahap yaitu tahap pertama memberikan bantuan 12,5 ton beras setiap perusahaan dengan jumlah total 37,5 ton beras senilai 450 juta rupiah.

“Tahap kedua rencananya bantuan akan kami serahlan awal bulan depan dalam bentuk pakaian APD atau alat kesehatan,” imbuhnya.

Bantuan yang diberikan oleh PLTU Tanjung Jati B ini dalam rangka meringankan beban warga masyarakat Jepara dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sehingga harapannya, warga kurang mampu yang terkena dampak pandemi Covid-19 dapat terbantu. Dan juga tenaga medis yang kekurangan APD juga dapat terpenuhi. (J-Team)

Dandim Hadiri Penyerahan Bantuan 37,5 Ton Beras dari PLTU Tanjung Jati B Kepada GTPP Covid-19 Kab. Jepara

TH.Indonesia. Jepara - Dandim 0719 Jepara Letkol Arm Suharyanto bersama jajaran Forkopimda kabupaten Jepara menghadiri Apel Bakti Sosial Polri Peduli Covid-19 di Mapolres Jepara, Selasa tgl (21/04/20).


Kapolres Jepara AKBP Nugroho Tri Nuryanto selaku pengambil apel menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polres se-Indonesia.

Bakti sosial ini bertujuan untuk membantu dan meringankan beban hidup masyarakat yang  kurang mampu di tengah pandemi wabah corona.

Pandemi wabah virus corona sendiri menyebabkan banyak pemberhentian kerja karyawan.

Banyak pabrik atau perusahaan gulung tikar dan merumahkan atau memberhentikan kerja para karyawan, sehingga menyebabkan banyak warga yang menganggur.

“Oleh karenanya kita akan melaksanakan pemberian sembako kepada 3 sasaran, yakni pemudik yang dari berbagai wilayah dan pulang ke Jepara, dikarenakan pabrik tutup.

Kedua yaitu warga masyarakat Jepara yang diberhentikan kerjanya atau dirumahkan.

Ketiga orang yang tidak bisa dipakai jasanya, contohnya seperti tukang becak, tukang ojek, semoga ini dapat membantu mereka,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada donatur yang membantu dalam bakti sosial. 

Ia mengharapkan kepada warga yang mempunyai kelebihan untuk membantu saudara, tetangganya yang kekurangan.

“Apabila saudara-saudara kita tidak ada yang memperhatikan, nanti dipastikan banyak kejahatan dan kriminalitas yang terjadi di wilayah kabupaten Jepara.

Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban hidup untuk masyarakat,” tandasnya. (J-Team)

Dandim Hadiri Apel Bhakti Sosial Polri Peduli Covid-19 Polres Jepara

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto mengklarifikasi  penambahan kasus Covid-19 berdasarkan data Pemkab dan data di Provinsi Jawa Tengah yang tidak sinkron, Selasa tgl (21/04/20).


Bupati Pati menjelaskan bahwa data di Kabupaten Pati berbeda dengan di Provinsi, dikarenakan data yang ada di Provinsi Jawa Tengah itu menampung data dari semua rumah sakit di Jawa Tengah.

“Semisal data di kabupaten Pati dan di Provinsi itu berbeda, bisa saja dikarenakan data itu dari rumah sakit lain yang ada di Jawa Tengah," ujar Bupati.

Haryanto pun menyebutkan, ada dua pasien di Rumah Sakit RAA Soewondo yang pulang hari ini dan dinyatakan negatif, sehingga data yang tercatat tinggal satu pasien di RSUD RAA Soewondo.

Dari data yang tercatat di covid19.patikab.go.id tanggal 21 April 2020 pukul 10.00 WIB jumlah positif Covid-19 di kabupaten Pati ada 6 orang, sedangkan PDP yang menunggu hasil laboratorium ada 4 pasien.

Haryanto menegaskan bahwa data yang disampaikan itu akurat dan ada bukti data dukung.

“Jadi kita tidak ada menyampaikan data tanpa ada data dukung yang akurat, kalau di luar itu hanya yang katanya isu-isu.

Kalau hanya mendengar suara atau hanya mendengar info dari yang lain itu tidak benar, dan kita hanya menyampaikan data akurat dan saya tidak berani menyampaikan data yang tidak akurat dan tidak ada untungnya,” tegas Bupati.

Sejauh ini, Bupati Haryanto dan Wakil Bupati Saiful Arifin, juga sudah membuka keterbukaan mengenai data yang ada.

Haryanto juga menepis isu jika selama ini data pasien disembunyikan oleh Pemerintah.

“Kalau misalnya Saya dan Pak wakil menyembunyikan data untuk apa saya sembunyikan," ungkap Bupati.

Terkait isu yang berkembang seputar 9 jamaah asal Pati yang mengikuti tabligh akbar di Gowa Sulawesi Selatan, Bupati mengatakan hari ini mereka mengikuti rapid test.

"Nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada semua masyarakat dan sudah saya suruh untuk mengisolasi," imbuhnya.

Haryanto meminta kepada masyarakat agar tidak hanya membuat komentar tanpa punya alasan dan bukti yang akurat.

“Insya Allah data dari saya sesuai dengan hasil data dari rumah sakit, karena Rumah Sakit Swasta se- kabupaten Pati ini sudah saya buatkan Surat Keputusan sebagai rumah sakit rujukan covid-19," ujar Haryanto.

Sesuai SK Bupati, 8 rumah sakit rujukan di kabupaten Pati akan melaporkan pada Pemkab apabila ada pasien yang diduga terpapar Covid-19.

"Contohnya Rumah sakit Keluarga Sehat, melaporkan 2 pasien yang hasil swab-nya negatif dan kemarin sore dipulangkan oleh pihak rumah sakit," terang Bupati. 

Haryanto juga membenarkan  ada beberapa pasien Covid- 19 yang ada di beberapa Rumah Sakit luar kabupaten Pati.

“Pasien yang lain juga ada di RS luar Pati, ada di rumah sakit Rembang, ada di Solo, Ketileng Wongsonegoro, dan yang kemarin di Salatiga dinyatakan negatif dan sekarang sudah pulang,” pungkasnya. ($.ucipto)

Update Perkembangan Covid-19, Bupati Haryanto Tepis Anggapan Pemkab Sembunyikan Data

TH.Indonesia. Pati - Penyaluran bantuan sembako tahap kedua oleh Kodim 0718 Pati kembali dilakukan, kali ini sebanyak 275 paket sembako diberikan kepada masyarakat melalui 11 koramil dijajarannya yakni Koramil Pati, Margorejo, Wedarijaksa, trangkil, Margoyoso, Juwana, Batangan, Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Winong.


Bantuan paket sembako yang disalurkan oleh Kodim Pati ini berasal dari donasi anggota Kodim Pati dan masyarakat Pati sebanyak 175 paket dan 100 paket berasal dari Masjid Djauharotul Imamah dukuh Kaborongan desa Pati Lor kecamatan Pati, tiap paket terdiri dari beras 5 kg, kerupuk, telor, minyak goreng dan mie instan yang nantinya akan  disalurkan kepada warga yang terdampak covid 19 melalui Koramil tersebut.

Sebelumnya Kodim Pati juga telah menyalurkan bantuan sebanyak 250 paket sembako kepada 10 Koramil yang telah dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dan ini merupakan bantuan tahap kedua sehingga sudah total 525 paket sembako yang disalurkan melalui 21 Koramil dijajarannya.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0718 Pati Letkol CZI Adi Ilham Zamani, SE didampingi Danramil 07 Wedarijaksa, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perangkat desa Wedarijaksa menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada empat warga di desa Wedarijaksa kecamatan wedarijaksa kabupaten Pati, Selasa tgl (21/04/20).

Kepada media, Dandim Pati Letkol Czi adi Ilham Zamani,SE mengatakan, “Selama kejadian merebaknya covid-19, Kodim Pati telah melaksanakan kegiatan antara lain pendampingan pembuatan Posko di balai desa sebagai garda terdepan dalam pendataan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

“Selain itu Kodim bersama Polres dan seluruh komponen masyarakat juga melakukan sosialisasi pencegahan terhadap merebaknya covid-19, dan kegiatan pagi hari tadi dari Kodim memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak secara ekonomi karena merebaknya covid-19 ini,” terang Dandim.

Letkol Adi juga menyampaikan bahwa hari ini juga dari Persit Kodim Pati dalam rangka memperingati hari Kartini juga memberikan bantuan berupa masker kepada posko yang ada di 5 desa yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat. (Ah.bub)

Soliditas TNI, Kodim Pati Kembali Salurkan Bantuan Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

TH.Indonesia. Pati - Dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2020, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIX Kodim Pati bersama dengan (WCC) Woman Crisis Centre kabupaten Pati dan PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) kabupaten Pati mengadakan kegiatan sosial berupa pembagian masker dari bahan kain dan nasi kotak kepada lima desa di kecamatan Pati dan Wedarijaksa, Selasa tgl (21/04/20).
  

Kegiatan sosial yang dilaksanakan hari selasa 21 April 2020 ini dipimpin langsung oleh ketua Persit KCK Cabang XXXIX Kodim Pati dengan mengenakan Kebaya pakaian adat Jawa Tengah karena bertepatan dengan momen peringatan hari Kartini.

Tuting Anggraeni, S.Psi,M.M dengan sapaan akrab sehari-hari Ny.Iing Adi Ilham Zamani bersama rombongan memberikan bantuan dengan mendatangi Posko penanggulangan Covid-19 di desa Kutoharjo kecamatan Pati, desa Trangkil, desa kajar kecamatan Trangkil, desa Wedarijaksa dan desa Panggung Royom kecamatan Wedarijaksa kabupaten Pati.

Sebanyak 2570 masker diberikan kepada lima posko didesa tersebut yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat untuk mendukung pencegahan Covid-19 diwilayah kabupaten Pati.

Bukan itu saja, sebanyak 80 nasi kotak juga dibagikan kepada petugas yang berada di posko tersebut sebagai wujud perhatian kepada para petugas yang sedang melaksanakan piket di Pos Covid-19.

Bahkan sepanjang perjalanan menuju kesasaran, rombongan Persit bersama WCC dan PPDI Pati juga membagikan nasi kotak serta masker kepada tukang becak dan penjual jamu yang biasa mangkal disepanjang jalan Pati-Wedarijaksa siang tadi.

Dalam himbauan yang disampaikan oleh Ny.Iing Adi ilham Zamani pada saat membagikan bantuan masker, Iing mengajak kepada khususnya kepala desa dan seluruh jajarannya untuk tidak bosan bosan agar mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu memakai masker dalam setiap aktivitas.

“Dengan kerjasama serta kesungguhan hati dari semua pihak, saya yakin Covid-19 ini akan dapat teratasi.

Mari kita bersama-sama selalu mentaati seluruh himbauan dari pemerintah dengan menerapkan social distancing dan pysical distancing dan dengan kesadaran sendiri untuk melaksanakan karantina mandiri bagi mereka yang baru datang dari luar wilayah,” ucap Iing.

Sementara itu Bambang Priyanto kepala desa Wedarijaksa ditemui di kantor desa setempat menyampaikan apresiasi kepada Persit bersama WCC dan PTDI yang peduli dengan kondisi masyarakat desanya.

“Pembagiian masker ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga kami yang membutuhkan, dan terima kasih atas dukungan logistik berupa makan siang untuk kami yang berada di pos Covid-19 desa Wedarijaksa,” ungkapnya.

Semoga dengan semangat kebersamaan ini akan dapat mengatasi penanganan covid-19 khususnya diwilayah Kabupaten Pati ini,” ungkapnya. (Amin )

Srikandi Kodim Pati Bagikan Masker dan Nasi Kotak di Hari Kartini

TH.Indonesia. Medan - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak Corona Virus Disease (Covid 19) di lingkungan kantor dan beberapa titik lainnya, Senin tgl (20/04/20).


Penyerahan secara simbolis di lingkungan kantor Kejati Sumut langsung diserahkan Kajati Dr. Amir Yanto, SH, MM, MH didampingi Wakajati Sumardi, SH, MH, Asbin Akmal Abbas, Aspidsus Sahat Tua Lumban Gaol, Asintel Andi Murdji, Asdatun, Aspidum Edyward Kaban, Ketua IAD Wilayah Sumut Ny. Lestari Amir Yanto.

Bantuan yang diberikan berupa bingkisan berupa beras, gula, mie instan, minyak goreng, bubuk teh dan susu.

Pembagian sembako dibagi beberapa titik seperti di lingkungan kantor, Jalan Setia Budi, Jalan Jamin Ginting, Johor, Simpang Pemda dan lingkungan Kejari Medan.

Acara pemberian bantuan di masing-masing titik diserahkan langsung oleh ibu-ibu IAD wilayah Sumut kepada abang becak dan masyarakat kurang mampu.

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Amir Yanto menyampaikan pemberian bantuan ini kiranya dapat membantu masyarakat yang terdampak Covid 19.

"Bantuan ini juga sekaligus sebagai perhatian kita terhadap masyarakat yang akan menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H," kata Kajati Sumut. (Ah.bub)

Kejatisu dan IAD Salurkan Sembako Kepada Masyarakat Terkena Dampak Covid-19

TH.Indonesia. Madiun - Saat ini Korem 081/DSJ tengah melakukan penangkaran rusa sebanyak 4 ekor di kawasan Cagar Budaya Osvia Boscbou yang terletak di Jl. Diponegoro No. 39 Kota Madiun, Jawa Timur.


Keberadaan rusa-rusa itu, siang ini tampak ditinjau dan dipantau oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Madiun drh. Setyorini yang turut didampingi langsung oleh Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Masduki, S.E., M.Si., Senin tgl (20/04/20).

Setyorini mengungkapkan tujuannya hari ini mengecek keberadaan rusa-rusa tersebut.

Kedatangan kami ini untuk mengecek dan memastikan kesehatan rusa-rusa yang ada di sini dalam keadaan baik," terangnya.

"Meskipun kita lihat kondisinya cukup baik, namun kita tadi juga berikan suntikan untuk menjaga kesehatannya," imbuhnya.

Sementara itu, diikonfirmasi kepada Danrem, ia menyampaikan bahwa keberadaan penangkaran rusa itu adalah untuk melengkapi Cagar Budaya Osvia Boschbou yang ingin dijadikannya sebagai tempat wisata dan edukasi.

"Sejak awal dari proses renovasi Cagar Budaya ini, kita berupaya ingin menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata dan edukasi, khususnya bagi anak-anak sekolah," urainya.

"Di samping itu, besar harapan kami juga, tempat ini nantinya mampu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Madiun," ungkapnya.

Selain rusa, di dalam kawasan Cagar Budaya Osvia Boschbou juga terdapat puluhan ekor sapi dan kambing yang turut dipelihara. (Effendi)

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun Tinjau Penangkaran Rusa Milik KOREM 081/DSJ

TH.Indonesia. Jakarta - Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa terus mengawal RSPAD Gatot Soebroto dan 69 Rumah Sakit (RS) TNI AD di seluruh Indonesia yang dijadikan rujukan dalam penanganan Covid-19, Senin tgl (20/04/20)
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Pengawalan melalui webinar sebagai sarana pertukaran informasi dari RS TNI AD yang tersebar di Indonesia dengan RSPAD Gatot Soebroto.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dalam webinar Kamis (16/04/20), Kasad mengarahkan untuk meningkatkan metode webminar dengan menggunakan telepon seluler, sehingga mobilitas dapat tercipta dan saat teleconference dapat menghadirkan pasien untuk berkomunikasi langsung dengan dokter spesialis di RSPAD.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Lakukan metode baru karena teknologi juga mendukung dan semakin berkembang. RS di daerah belum tentu ada dokter spesialis paru-paru, jadi mereka akan terbantu jika pasien bisa berkomunikasi langsung dengan dokter spesialis di RSPAD,” tegas Kasad.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jenderal TNI Andika Perkasa menilai arahan yang diberikan agar RS TNI AD di daerah mendapatkan informasi yang lebih spesifik dalam menangani Covid-19.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Sementara itu, Waka RSPAD Gatot Soebroto, Brigjen TNI dr. A. Budi Sulistiya memberikan arahan agar melakukan tracking contact untuk mencegah bertambahnya kasus Covid-19. Salah satunya hal yang berkiatan dengan migrasi prajurit.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Tracking contact ini penting sekali. Untuk itu disarankan kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19,” pungkas dr. Budi Sulistiya. (Nandang Hermawan)

KASAD Ikuti Webinar RSPAD Gatot Soebroto Dengan Rumah Sakit TNI AD

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, hari ini Pemkab Pati kembali menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari  Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Karesidenan Pati, sejumlah 70 pcs untuk tenaga medis yang bertugas menangani Covid-19.


Kedatangan rombongan HDCI wilayah Pati ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Senin tgl (20/04/20).

Ia pun mengucapkan terima kasih atas sumbangsih yang diberikan oleh HDCI.

"Ini adalah bukti bahwa club motor tidak hanya untuk bersenang-senang saja tetapi sebagai anak negeri, anggota HDCI juga masih mau berbakti dengan menyumbangkan APD kepada teman-teman tenaga medis yang bertugas", ujar Wabup.

Diakui oleh Safin saat ini APD  memang sangat dibutuhkan oleh tim medis di Pati.

"Karena itu, bantuan ini memang sangat berarti dan akan segera kami teruskan untuk dimanfaatkan oleh tim medis yang ada di beberapa rumah sakit dan Puskesmas", imbuhnya.

Sementara itu ketua HDCI wilayah Pati yang diwakili oleh Didik Lima menyampaikan maksud dan tujuan pemberian bantuan tersebut.

"Dari club HDCI sedikit berbagi, walaupun nilainya tak seberapa tapi dengan niatan yang tulus kami peduli dengan penanganan Covid-19 ini", lanjutnya.

Bantuan tersebut, menurut Didik, sengaja diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati agar dapat diteruskan pada yang benar benar memerlukan.

"Semoga ini bisa meringankan dan membantu melindungi para petugas medis yang saat ini bertugas", lanjutnya.

Didik pun mengungkapkan bahwa dalam rangka pengadaan APD tersebut, pihaknya memesan langsung dari Tiongkok, lantaran saat ini, pihaknya sulit mendapatkannya di Indonesia. ($.ucipto)

Pemkab Pati Terima Bantuan APD dari HDCI Karesidenan Pati

TH.Indonesia. Pati - Data sebaran PDP dan pasien positif virus corona atau Covid-19 di covid19.patikab.go.id seringkali berbeda dengan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dapat diakses di laman corona.jatengprov.go.id.


Pada minggu pagi pukul 07.00 WIB dilaporkan oleh corona.jatengprov.go.id bahwa jumlah PDP dalam peta sebaran domisili asal kabupaten Pati ada sebanyak 14 orang, sedangkan di covid19.patikab.go.id hanya ada 5 orang, (19/04/20).

Demikian halnya dengan pasien yang positif Covid-19, di corona.jatengprov.go.id tercatat ada 5 orang, sedangkan di covid19.patikab.go.id terdata hanya ada empat orang terkonfirmasi positif Corona.

PDP sembuh di corona.jatengprov.go.id pun tampak jauh lebih banyak yakni mencapai 15 orang, sedangkan di covid19.patikab.go.id hanya ada 8 orang.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang juga merupakan Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati menegaskan bahwa data yang disajikan dalam laman covid19.patikab.go.id sudah terverifikasi.

Perbedaan data itu, lanjut dia, disebabkan karena data Pemprov tidak diambil dari dari Pemkab Pati secara langsung.

"Mekanisme di corona.jatengprov.go.id kan yang input itu dari rumah sakit tempat pasien dirawat. Jadi kalau KTP atau domisilinya Pati, ya tanpa crosscheck ke Pemkab Pati, pasti datanya langsung diupload. 

Karena memang ternyata banyak PDP yang dirawat di Rumah Sakit luar kabupaten, tapi KTP-nya masih kabupaten Pati," jelas Wabup.

Selain itu, imbuh Safin, saat ini masing-masing Rumah Sakit di Jawa Tengah memang sudah diberi kewenangan untuk input data PDP yang dikelola rumah sakit yang bersangkutan, di situs corona.jatengprov.go.id, tanpa harus melapor dulu ke kabupaten asal KTP pasien.

Dan karena sejumlah rumah sakit rujukan kini sibuk dengan pertambahan jumlah pasien, lanjutnya, maka Pemkab yang sering kali harus proaktif melacak ke rumah sakit yang sudah menginput data PDP asal Pati.

"Hasilnya kadang memang beda dengan pelacakan Dinkes Pati. Seperti misalnya beberapa waktu yang lalu sempat ada yang menginput double. Satu Pasien diinput sampai dua kali, yaitu di Margorejo dan Gembong.

Kemudian yang terbaru terkait ada yang positif Covid-19 di Prawoto, Sukolilo, itu malah hasil penelusuran ke RSUP Dokter Kariadi, asalnya Gempolsari Pati.

Padahal di desa Prawoto tak ada dukuh Gempolsari," terang Wabup.

Hal itu, menurut Safin, terjadi karena yang menginput ada di luar Pati. "Jadi bisa saja mereka bingung harus meletakkan titik domisili pasien di sebelah mana dalam peta sebaran corona.jatengprov.go.id", lanjutnya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan bahwa hampir semua kabupaten/kotamadya di Jateng mengalami adanya perbedaan data, dan penyebabnya juga sama dengan kabupaten Pati.

"Seperti misalnya Kabupaten Sukoharjo dan Kota Semarang, bahkan Kota Semarang saja yang ada di ibukota provinsi pun datanya nggak sinkron dengan corona.jatengprov.go.id. Silahkan googling saja, itu sudah masuk pemberitaan media mainstream juga," imbuh Wabup.

Meski demikian, lanjutnya, Pemkab tak tinggal diam. Tiap kali ada data yang tidak sesuai, Wabup selalu langsung meminta Dinas Kesehatan untuk langsung mengusulkan revisi ke Rumah Sakit yang pertama kali menginput.

"Dan yang diinput RSUP Dokter Kariadi kemarin sudah kami minta untuk merevisi karena setelah dicek oleh Kepala Puskesmas II Sukolilo, tidak ditemukan Gempolsari di wilayah Prawoto Sukolilo," jelasnya.

Dan Pemkab juga tengah mengupayakan untuk mengakses data corona.jatengprov.go.id.

"Sehingga Dinkes Pati  bisa segera mengkonfirmasi ke Dinkes Provinsi jika ada yang tidak sinkron seperti pada pasien yang mengaku asal Gempolsari", jelasnya

Dampak dari kurang sinkronnya data selama ini, lanjut Safin, seringkali membuat masyarakat beranggapan bahwa Pemkab kurang transparan.

"Jelas kalau mekanismenya rumah sakit penginput data boleh nggak lapor ke Pemkab Pati, tentu aja data kami jadi terkesan lambat bahkan dianggap kurang transparan.

Serba salah juga ya, kalau kita asal ikut dari yang corona.jatengprov.go.id, juga belum tentu sesuai dengan yang di lapangan.

Jadi kami pun wajib cek dulu di lapangan. Ini yang bikin data Pemkab terkesan lambat," imbuhnya.

Terlebih, menurut Wabup, di masa pendemi Covid-19 ini, untuk bisa melakukan klarifikasi data dan mengecek hasil swab test di rumah sakit luar kabupaten, rupanya tidak semudah seperti saat di luar pendemi.

"Kadang PDP sudah lama dirawat, bahkan mungkin ada sebagian yang sudah lama meninggal, eh hasil lab-nya baru di informasikan ke Dinkes Pati berminggu-minggu setelahnya", ungkap Safin.

Namun demikian, Wabup menyadari bahwa untuk hasil lab memang kebanyakan harus menunggu dari Jakarta. 

"Dan karena yang dites banyak jadi ya hasilnya lama.

Kami pun dapat hasilnya kadang jadi lebih lambat dari yang diharapkan," jelasnya.

Fakta lain yang kadang belum dipahami, imbuh Safin, adalah terkait model sajian data yang ditampilkan covid19.patikab.go.id.

"Kalau corona.jatengprov.go.id yang ditampilkan adalah data akumulatifnya dari sejak awal pendemi, jadi misalnya PDP sembuh, ODP yang sudah lewat masa inkubasi, Covid-19 meninggal, kemudian Covid-19 sembuh, semua dimunculkan dalam peta sebaran Pemprov. 

Beda dengan di covid19.patikab.go.id, yang kita tampilkan justru sisa PDP, ODP, dan Covid-19 yang masih dirawat/dipantau.

Yang sudah berlalu, baik karena sembuh, meninggal, hasil lab negatif, maupun yang sudah di luar masa inkubasi, memang tak kami tampilkan di infografis paling atas web covid19.patikab.go.id", jelasnya.

"Intinya ngggak ada yang mau nutupin data dan kita juga maunya transparan," tegas Safin. (Effendi)

Soal Sebaran Covid-19, Wabup Safin Ungkap Alasan Beda Data Pemkab - Pemprov

TH.Indonesia. Samarinda - Penyerahan Bantuan Baksos peduli Covid -19 dari Komunitas Keluarga Tionghoa Samarinda Ketua Klenteng Thien Le Kong Untung Brawijaya Kepada Korem 091/ASN secara simbolis diterima langsung oleh Danrem 091/ASN Brigjen TNI Brigjen TNI Widi Prasetijono didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 091 PD VI/Mulawarman Ny. Novita Widi Prasetijono dan dihadiri Kasrem serta para Kasi, di Makorem 091/ASN, Jl. Gajah Mada No. 11 kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Jum’at (17/04/20).


Penyerahan paket Sembako peduli Covid -19 ada 1000 paket untuk warga Samarinda dan sekitarnya, untuk hari ini di Kampung Baqa RT. 03, Jl. Bung tomo Kel. Baqa Kec. Samarinda seberang dan Kampung tenun Jl. Pangeran Bendahara Gg. Karya Muharram kel. Tenun kec. Samarinda Seberang.

Dalam sambutannya Danrem 091/ASN mengucapkan selamat datang kepada Komunitas Keluarga Tionghoa Samarinda yakni Ketua Klenteng Thien Le Kong bapak Untung beserta rombongan yang telah datang ke Makorem 091/ASN dengan tujuan yang sangat mulia dengan menyerahkan sembako ke pihak Korem 091/Asn yang nantinya akan kami salurkan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan ini sifatnya aksi sosial guna meringankan beban warga kita akibat dari Covid-19 yang memang kita lihat dan rasakan sangat berdampak dari segi ekonomi.

Saya mewakili korem 091/ASN mengucapkan terimakasih yang sebesarnya kepada komunitas masyarakat Tionghoa atas partisipasi dan bantuannya dalam meringankan beban masyarakat kita.

Untuk menghindari penumpukan penerima bantuan di Makorem, petugas dari para Babinsa akan menyerahkan langsung ke rumah rumah sesuai daftar nama yang ada.

Sementara itu, Samsul dan ibu Inda Ida salah satu penerima sembako mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Bapak dan istrinya merupakan tuna netra. (Amin)

Danrem 091/ASN dan Komunitas Keluarga Tiongha Samarinda Serahkan Bantuan Dampak Covid-19 ke Masyarakat

TH.Indonesia. Pati - Merasa tergugah terhadap kondisi saat ini, TNI-Polri bersama masyarakat Pati bersinergi dan bersatu melawan penyebaran Covid-19 di wilayah kabupaten Pati.


Kegiatan sosial yang sudah dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat baik dari pemerintah, Komunitas, relawan dan pihak swasta dengan menggelar bhakti sosial berupa penyemprotan disinfektan, pembagian nasi, pembagian masker dan pembagian paket sembako kepada masyarakat yang terdampak oleh penyebaran wabah Covid-19.

Seperti yang dilakukan oleh Kodim 0718 Pati hari ini telah mengirimkan bantuan sebanyak 250 paket sembako yang terdiri dari Beras 5 kg, kecap, telor, minyak goreng dan mie instan yang dikirimkan melalui 10 Koramil yakni Koramil Tayu, Dukuhseti, Cluwak, Gunungwungkal, Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Gabus, Tlogowungu dan  Gembong, Jumat tgl (17/04/20).

Masing-masing Wilayah Koramil tersebut mendapatkan 25 paket sembako yang sudah dikemas oleh anggota TNI Kodim 0718 Pati bersama anggota Polres Pati di Aula Suluh Bhakti Kodim Pati yang selanjutnya akan disalurkan melalui 10 Koramil yang ditunjuk dan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat oleh Koramil dan Polsek yang ditujuk.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE menyampaikan bahwa penyaluran bantuan yang berasal dari donasi anggota TNI Kodim 0718 Pati ini dilaksanakan hari ini dengan mengirimkan sebanyak 250 paket sembako yang diserahkan kepada 10 Koramil yang ditunjuk.

“Hari ini kita kirimkan bantuan paket sembako sebanyak 250 paket kepada 10 Koramil yang nantinya untuk teknis pembagian kepada masyarakat yang membutuhkan kita serahkan kepada Koramil dan polsek setempat,” kata Letkol Adi.

Dalam kesempatan tersebut Dandim Pati mengucapkan banyak terimakasih kepada para anggota Kodim 0718 Pati yang telah peduli kepada masyarakat khususnya yang terdampak dengan adanya wabah covid-19 sehingga tidak sedikit yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dandim juga menambahkan, “Apabila nanti ada yang bersedia berdonasi lagi, dari Kodim Pati bersedia untuk menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya. (Ah.bub)

Sinergitas TNI - Polri, Kodim Pati Bagikan 250 Paket Sembako ke Warga Yang Kurang Mampu

TH.Indonesia. Gowa - Pagi ini Kasat Lantas Polres Gowa AKP Mustari SH Mengumumkan Personil Pemenang Lomba Video Operasi keselamatan Lipu 2020 dan empati kepada masyarakat pengguna jalan, Kamis tgl (16/04/20).


kasat Lantas Polres Gowa AKP Mustari SH mengungkapkan lomba pembuatan vidio tersebut di ikuti oleh puluhan personil Sat Lantas Polres Gowa, dari 15 Video yang mengikuti lomba maka keluar 3 video yang berhasil sebagai juara.

Beberapa kriteria penilaian dalam lomba ini antara lain originalitas, Ide cerita, pengambilan gambar, kesesuaian tema dan pesan himbauan yang disampaikan.

AKP Mustari SH mengucapkan Selamat Kepada Personil yang tulus ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan dan empati antara lain sebagai berikut ;

Juara 1 di raih oleh Aipda Usman, juara 2 di raih oleh Aipda Ramli di susul oleh Bripka Nirsan selain itu tak lupa pula AKP Mustari SH memberikan hadiah berupa uang tunai kepada personil yang juara.

Di lain tempat Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola S.IK mengapresiasi kepada jajaran Sat Lantas dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat pengguna jalan, serta menghimbau kepada personil sat lantas dalam melayani masyarakat wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) guna mencegah penyebaran Virus Covid 19," tutup Kapolres Gowa. (Asmuni)

Selamat, Kasat Lantas Polres Gowa Beri Hadiah Kepada Personil Pemenang Lomba Pembuatan Video

TH.Indonesia. Pati - Malam ini, Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati, kembali menyampaikan update perkembangan penanganan Covid-19 di kabupaten Pati, (16/04/20).


Dalam pernyataan yang disampaikan secara tertulis, Bupati mengumumkan bahwa dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di KSH Pati, kini telah diizinkan pulang.

"Mereka diperbolehkan pulang karena hasil lab-nya negatif", terang Bupati.
Dengan demikian, lanjut Haryanto, kini PDP di Kabupaten Pati tinggal lima orang.
Kelimanya menurut Bupati, masih dalam perawatan dan menunggu hasil laboratoriumnya keluar.

"Dan PDP tersebut rata-rata adalah yang ada riwayat bepergian dari luar Kabupaten Pati," tandasnya.

Sementara itu, untuk PDP yang dinyatakan sembuh kini totalnya ada 8 orang.

Sedangkan yang positif Covid-19, menurut Haryanto, masih belum ada perubahan. 

Hingga saat ini jumlahnya ada empat dan mereka masih dirawat di RS Moewardi Solo, RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, RSUD RAA Soewondo Pati, dan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang," terangnya.

Kemudian untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada penambahan satu, sehingga kini menjadi 75 orang. (Effendi)

Dinyatakan Negatif Covid-19, Dua PDP di KSH Diizinkan Pulang