TH.Indonesia. Pati - Selain menjelaskan status kesepuluh warga yang ikut tabligh akbar, Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati hari ini pun menyampaikan bahwa Lapas telah mengeluarkan 32 warga binaan lagi.


Hal ini disampaikan Bupati dalam konfrensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, hari ini (22/04/20).

"Hal ini menjadi beban kita juga karena kita harus mengawal dan mengawasi baik yang ada di desa maupun di kecamatan", ujarnya.

Sebelumnya, imbuh Haryanto, sudah ada 63 warga binaan yang dikeluarkan. "Dan sudah saya perintahkan para camat dan kepala desa untuk memantau dan meminta supaya mereka isolasi mandiri", jelasnya.

Meski demikian, menurut Bupati, 63 warga binaan ini belum di-rapid tes karena alat rapid tesnya yang terbatas atau belum datang.

"Insyalah Jumat nanti kalau sudah datang  akan kita rapid tes", tegasnya.

Haryanto juga mengatakan bahwa 63 warga binaan tersebut, terpantau dari 18 kecamatan.

"Sedangkan untuk 32 warga binaan yang dikeluarkan hari ini masih belum terpantau dari berapa kecamatan", lanjutnya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa data yang pihaknya sampaikan adalah akurat.

"Kami sampaikan apa adanya, kalau tidak akurat kami tidak akan berani.  

Kami tidak akan menyampaikan nama maupun alamat karena nanti menjadi stigma, jadi saya sampaikan kecamatannya saja", imbuhnya.

Ia pun kembali berpesan kepada warga Pati agar turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Jangan pergi jauh-jauh. Kenapa Pak Presiden juga sekarang melarang, itu karena ada potensi-potensi tempat yang dilewati dan disinggahi adalah tempat pandemi. 

Hal ini tentu akan menjadi persoalan karena riwayat yang terpapar ini semuanya ada riwayat dari luar daerah", jelasnya.

Ia pun mewajibkan masyarakat agar saat keluar rumah memakai masker.

"Jangan beranggapan bahwa masker ini tidak ada manfaatnya karena masker adalah pelindung.

Selalu cuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan kegiatan,  melakukan sosial distancing, dan menghindari kerumunan", tegas Bupati.

Hal itu, menurut Haryanto perlu dilakukan demi kesehatan bersama.

"Kalau ingin pandemi ini tidak semakin bertambah ya harus mentaati anjuran-anjuran dari pemerintah yang saat ini telah memberikan protokol kesehatan dan juga rambu-rambu dalam berkegiatan", pungkasnya. (Amin)

Bupati Haryanto Sampaikan Himbauan Khusus Setelah Lapas Keluarkan 32 Warga Binaan Lagi

TH.Indonesia. Pati - Selain menjelaskan status kesepuluh warga yang ikut tabligh akbar, Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati hari ini pun menyampaikan bahwa Lapas telah mengeluarkan 32 warga binaan lagi.


Hal ini disampaikan Bupati dalam konfrensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, hari ini (22/04/20).

"Hal ini menjadi beban kita juga karena kita harus mengawal dan mengawasi baik yang ada di desa maupun di kecamatan", ujarnya.

Sebelumnya, imbuh Haryanto, sudah ada 63 warga binaan yang dikeluarkan. "Dan sudah saya perintahkan para camat dan kepala desa untuk memantau dan meminta supaya mereka isolasi mandiri", jelasnya.

Meski demikian, menurut Bupati, 63 warga binaan ini belum di-rapid tes karena alat rapid tesnya yang terbatas atau belum datang.

"Insyalah Jumat nanti kalau sudah datang  akan kita rapid tes", tegasnya.

Haryanto juga mengatakan bahwa 63 warga binaan tersebut, terpantau dari 18 kecamatan.

"Sedangkan untuk 32 warga binaan yang dikeluarkan hari ini masih belum terpantau dari berapa kecamatan", lanjutnya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa data yang pihaknya sampaikan adalah akurat.

"Kami sampaikan apa adanya, kalau tidak akurat kami tidak akan berani.  

Kami tidak akan menyampaikan nama maupun alamat karena nanti menjadi stigma, jadi saya sampaikan kecamatannya saja", imbuhnya.

Ia pun kembali berpesan kepada warga Pati agar turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Jangan pergi jauh-jauh. Kenapa Pak Presiden juga sekarang melarang, itu karena ada potensi-potensi tempat yang dilewati dan disinggahi adalah tempat pandemi. 

Hal ini tentu akan menjadi persoalan karena riwayat yang terpapar ini semuanya ada riwayat dari luar daerah", jelasnya.

Ia pun mewajibkan masyarakat agar saat keluar rumah memakai masker.

"Jangan beranggapan bahwa masker ini tidak ada manfaatnya karena masker adalah pelindung.

Selalu cuci tangan pakai sabun setiap selesai melakukan kegiatan,  melakukan sosial distancing, dan menghindari kerumunan", tegas Bupati.

Hal itu, menurut Haryanto perlu dilakukan demi kesehatan bersama.

"Kalau ingin pandemi ini tidak semakin bertambah ya harus mentaati anjuran-anjuran dari pemerintah yang saat ini telah memberikan protokol kesehatan dan juga rambu-rambu dalam berkegiatan", pungkasnya. (Amin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar