TH.Indonesia. Pati - Bertempat di Hotel Safin, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) hari ini menghadiri acara penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan Cabang Pati dengan DPK Apindo Pati, Rabu tgl (31/07/19).

BPJS kesehatan sangatlah penting bagi semua karyawan perusahaan.

Kegiatan ini juga diikuti dengan pembinaan pada berbagai badan usaha terkait  kewajiban pemberian jaminan perlindungan kesehatan bagi pegawai.

Safin mengatakan bahwa kerjasama antara pengusaha dengan BPJS ini memang diperlukan. 

"Ini sebagai langkah antisipatif manakala terjadi kejadian - kejadian yang tak diinginkan, BPJS dapat membantu. Dan hal tersebut merupakan safety bagi perusahaan", tutur Wabup.

Menurut Safin ini juga merupakan bentuk tanggung jawab dari perusahaan. "Dan dengan adanya jaminan kesehatan, karyawan pasti akan merasa dihargai. 

Dan tentunya, karyawan akan merasa lebih nyaman dalam bekerja", ujarnya.

Ia menyebut, apabila daerah tidak banyak memiliki perusahaan, maka otomatis daerah tersebut tidak akan cepat maju.

"Tidak harus usaha - usaha dalam skala besar, namun usaha - usaha kecil pun mampu untuk menampung tenaga kerja", terang Safin.

Apabila pengusaha bisnisnya maju namun karyawannya belum sejahtera, menurut Wabup itu indikasi yang kurang baik.

Oleh karena itu, antara pengusaha dan pekerja ia harapkan dapat saling mendorong dan mengisi guna menciptakan kemanfaatan bersama.

Mewakili APINDO Pati, Agung Harsanto menambahkan bahwa Apindo akan selalu berusaha mendukung program pemerintah.

Terlebih, lanjut Agung, dalam Undang – Undang disebutkan bahwa setiap warga negara wajib menjadi peserta BPJS.

"Hanya saja terkait keanggotaan maupun hal lainnya, memang harus secara bertahap. 

Ada kurang lebih 95 perusahaan yang masuk atau tergabung di APINDO ini, dan kedepan akan kita dorong agar lebih banyak lagi yang dapat tergabung dalam keanggotaan BPJS," ujarnya.

Agung menyebut kepesertaan di BPJS, memang mempunyai banyak keuntungan. 

Diantaranya adalah perusahaan dapat mengalihkan terjadinya resiko, yaitu apabila terjadi peristiwa, atau kecelakaan kerja maupun kesehatan, dapat tercover oleh BPJS.

"Selain kami yang nantinya akan mendorong Apindo, pengusaha beserta para pekerjanya untuk ikut kepesertaan di BPJS, BPJS juga mempunyai kewajiban untuk terus meningkatkan kinerjanya", tutupnya. ($.ucipto)

Safin : Jaminan Kesehatan Karyawan Jadi Tanggung Jawab Perusahaan

TH.Indonesia. Pati - Adakah seorang sosok di Bumi Nusantara ini yang mewakili seorang karakter “Satria Piningit” tentu tidaklah asing dan begitu familiar di kalangan masyarakat Pulau Jawa atau jika saya tidak berlebihan bisa dikatakan fenomenal, karena ia tidak lekang dan tidak lapuk oleh perkembangan zaman sebagai sebuah istilah yang merujuk kepada sosok pemimpin yang ideal dan diidam-idamkan yang akan membawa Nusantara menjadi mercu suar peradaban dunia, Selasa tgl (30/07/19).

Adakah sosok Satrio Piningit yang dirindukan oleh semua kinasih sekarang ini.

Tidak sedikit pula dari masyarakat Pulau Jawa yg mengkaitkan istilah “Satrio Piningit” ini dengan ramalan Prabu Jayabhaya, padahal di dalam kitab yg berjudul “Pralembang Joyobhoyo” atau “Serat Musarar Joyobhoyo” yang ditulis oleh Prabu Sri Jayabhaya justru tidak ditemukan satu pun bait yang menyebutkan kata “Satrio Piningit” secara lugas dan tersurat.

Di dalam kitab yg berjudul “Pralembang Joyobhoyo” atau “Serat Musarar Joyobhoyo” itu justru hanya ditemukan diksi kata “Ratu Amisan”.

Dan tidak sedikit pula dari masyarakat Pulau Jawa yang mengkaitkan istilah “Satrio Piningit” atau “Satria Piningit” ini dengan Ramalan Ronggowarsito, padahal Raden Mas Ngabehi Ronggowarsito di dalam kitabnya yg berjudul “Serat Kalathida” juga tidak menyebutkan kata “Satrio Piningit” atau “Satria Piningit” secara lugas dan tersurat.

Di dalam kitab yang berjudul “Serat Kalathida” itu justru hanya ditemukan diksi kata “Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, “Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, “Satrio Jinumput Sumelo Atur, “Satrio Lelono Topo Ngrame, “Satrio Hamong Tuwuh, “Satrio Boyong Pambukaning Gapuro” dan “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu”.

Dan bahkan tidak sedikit pula dari masyarakat pulau jawa (khususnya Jawa Barat) yang mengkaitkan istilah “Satrio Piningit” ini dengan Uga Wangsit Siliwangi, padahal di dalam naskah Uga Wangsit Siliwangi sendiri juga tidak ditemukan satu pun bait yg menyebutkan kata “Satrio Piningit” secara lugas dan tersurat.

Di dalam naskah Uga Wangsit Siliwangi itu justru hanya ditemukan diksi kata “Bocah Angon” dan “Bocah Janggotan”.

Lalu pertanyaaannya yang cukup menggelitik adalah dari manakah gerangan asal mula munculnya istilah “Satrio Paningit” hingga istilah ini menjadi begitu familiar di telinga masyarakat Nusantara...?

Usut punya usut, dan juga cek n ricek, ditambah dengan upaya pencarian dan penelusuran yang panjang, akhirnya istilah menemukan yakni salah satunya dalam buku yang berjudul “Menggugat Mitos, Meluruskan Filosofi dan Pemikiran Menuju Islam Kaffah” yang ditulis oleh Roni Djamaloeddin bahwa ternyata istilah “Satrio Piningit” itu justru muncul pada zaman para “Wali Songo” (wali sembilan) ketika menjalankan misinya mensyiarkan ajaran Islam di tanah jawa.

Dan istilah “Satrio Piningit” inipun ternyata aslinya bukan tertulis satrio piningit melainkan tertulis sebagai “SADRIYA PININGIT” yang ditulis dalam bahasa jawa kuno yang berasal dari kata “SAD” yg berarti “enam”, “DRIYA” yg bermakna “indriya/indera tubuh” dan “PININGIT” yang berarti “memingit, menyembunyikan, menutup” sehingga istilah “SADRIYA PININGIT” bermakna “memingit atau menutup enam indera dalam tubuh manusia”. ($.ucipto~bersambung)

Siapakah Sebenarnya Sosok Satrio Piningit Ini.. .?

TH.Indonesia. Pati - Dalam pelaksannaan program proyek agar menjadikan kwalitas dan kwantitas hasil pelaksanaan pembangunan proyek sesuai speaifikasi yang di berikan oleh pihak perencana mestinya sudah ada ketentuan bahan apa yang harus di pakai dalam pelaksanaan kegiatan proyek tersebut, Senin tgl (29/07/19).

Gilingan padas atau pasir tras Sluke yang digunakan oleh CV. Gilang Perkasa.

Namum sering kami awak media tim target hukum indonesia khususnya acap kali menjumpai bahan material pasir tras gilingan padas sluke yang ada di pingir pantai tepi jalan pantura kiri jalan kerap kali sering digunakan sebagai bahan campuran.

Digunakan sebagai bahan material untuk memasang batu dalam pelaksanaan talud jalan mulai dari desa kedung mulyo sampai sendang mulyo, terkesan pengawas PU membiarkan ataukah ada kesepakatan bersama atau sudah sesuai dengan RAB yang ada.

Setelah klarifikasi hal tersebut sudah konfirmasikan kepada Pak Hasto PU yang membidangi program pembangunan tersebut, katanya sudah memberi tahu informasi tersebut bahwa pasir tras gilingan padas Sluke dijadikan bahan pemasangan batu talud kepada puhak pelaksana CV. Galang Perkasa mengenai spesifikasi yang ada.

Seperti gambar pasir di atas menunjukkan pasir gilingan padas atau lebih di kenal tras sluke gambar ini di ambil setelah selang lima hari ke datangan awak media menemui Pak Hasto guna mengklarifikasi kebenaran pengunaan pasir tras tersebut.

Lebih lengkapnya setelah awak media klarifikasi tanya jawab Pak Hasto apakah pasir tras itu kadar tanahnya banyak.....?
Saya jawab iya pasti Pak karena dari gilingan padas, terus Pak Hasto bilang lagi kalau mau tahu kandungan tanah pasir tras itu ya harus di laboratoriumkan di bawa ke Undip atau pihak lain yang memiliki LAB untuk di uji," tuturnya dengan nada condong membela CV. Galang Perkasa.

Apapun dalam prasarana pembangunan yang ada sangatlah baik karena untuk meningkatkan sarana bagi masyarakat, namun alangkah baiknya jika pembangunan tersebut sesuai dengan RAB yang ada dan tidak terkesan asal asalan. Agar pembangunan yang ada selama ini bisa dinikmati oleh warga atau masyarakat setempat. (Red)

Terkesan Asal Asalan, Pasir Tras Sluke Digunakan Untuk Pasang Talud Oleh CV Galang Perkasa

Safin Tutup Kejuaraan Tenis Bupati Cup Pati

Bupati Haryanto Hadiri Senam Waton Obah Dalam Rangka Sedekah Bumi Desa Jontro

TH.Indonesia. Pati - Selain mendukung pembangunan sarana-prasarana lembaga pendidikan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, Bupati Pati Haryanto menegaskan, dirinya juga berkomitmen untuk selalu memperhatikan kesejahteraan para tenaga pengajarnya.

Bupati Haryanto selalu perhatikan kesejahteraan tenaga pengajar.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri acara peletakan batu pertama Asrama Siswa MTsN 1 Pati, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Sabtu (27/07/19).

Komitmen tersebut ia wujudkan dengan memberi insentif pada ribuan guru madrasah diniyah dan TPQ, rutin setiap tahun. Nominal insentif tersebut selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Karena saya merasa dibantu dalam peningkatan SDM. Kalau tidak ada madin dan TPQ, bisa berabe. Maka, sekalipun nilainya tidak seberapa, sudah puluhan miliar kami salurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru agama," paparnya.

Haryanto menjelaskan, niat yang melatarbelakangi kebijakan tersebut, tidak lain ialah demi menjalin silaturahim dengan para pendidik sekaligus memberi tambahan kesejahteraan.

Haryanto menegaskan, ia memang memberi prioritas khusus pada pelayanan dasar, termasuk di dalamnya dunia pendidikan keagamaan.

"Untuk pelayan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, memang kami support betul. 

Tidak hanya 20 persen dari APBD yang kami anggarkan untuk ini, lebih dari itu, mungkin mendekati 30 persen," pungkasnya. ($.ucipto)

Puluhan Milyar Telah Digelontorkan Pemkab Pati Untuk Bantu Kesejahteraan Guru Madin dan TPQ

TH.Indonesia. Jepara - Iklim hangat perpolitikan di Indonesia terus mengalir, setelah Pilpres dan Pileg, suasana hangat hembusan angin persaingan kembali menerpa masyarakat, dengan mendekati Pillihan Kepala Desa (Petinggi), Jum'at tgl (26/07/19).

H. Busro sesaat dikunjungi oleh Kyai Sepuh Mbah Yatun & tokoh masyarakat H. Karsono.

Suasana hangat kian panas juga dirasa di sebagian wilayah Jepara, sebagian desa di Kabupaten Jepara telah siap - siap untuk melaksanakan  pesta demokrasi lagi yaitu pemilihan Kepala Desa (Petinggi sebutan Kepala Desa di wilayah Jepara) secara langsung.

Seperti didesa lain, di Desa Singorojo, kecamatan Mayong, Jepara begitu juga suasananya.

Setelah Tahap pendaftaran balon Petinggi ( kepala Desa ) yang ditutup pada pukul 00.00 WIB tanggal 24 Juli 2019, terdaftar ada 4 balon yang sudah mengajukan dirinya maju ke pemilihan petinggi periode 2019 - 2025, yaitu :

1. KUSRIYANTO
2. BUSRO
3. SUBACHIR
4. EDI WINARNO.

Ada hal yang menarik dari salah satu balon Petinggi Singorojo, yaitu BUSRO, Pria tinggi besar kelahiran 1969 yang merupakan anggota TNI AD (PM) dengan pangkat Serma ini, ketika ditanya alasan beliau maju calon Petinggi, " saya dosanya banyak, ini lah waktu yang tepat untuk saya membalas budi pada bumi kelahiran saya sebagai bentuk untuk menebus dosa-dosa saya, mumpung saya masih kuat, masih segar," begitu jawabnya.

Dan tekadnya maju mendapat dukungan dari Pimpinannya terbukti dengan di terbitkannya ijin mencalonkan diri jadi petinggi.

Memang dari 4 calon visi dan misi serta program kerja beliaulah yang sangat luar biasa, sebagai putra terbaik Desa Singorojo beliau masih peduli dengan tanah lahirnya, beliau bertekad membangun desanya  dengan menggali semua potensi yang ada di desanya.

"Didesa Singorojo ini punya potensi yang luar biasa, ada destinasi wisata religi yaitu Makam Mbah Datuk Singorojo, yang tiap khaulnya dihadiri ribuan peziarah, olah raga khususnya bola volly, pemudanya yang kreatif, dan banyak lagi yang bisa dikembangkan untuk memajukan Desa Singorojo menjadi desa mandiri, lanjutnya.

Dari masyarakat Singorojo sendiri ketika kami mencoba bertanya tentang dukungannya kepada siapa, hasilnya luar biasa minimal 90% mereka mendukung Busro untuk menjadi Petinggi, mereka berharap banyak kepada beliau untuk bisa memajukan desanya.

Tekad yang begitu besar dan tulus dari Pak Busro, tidak hanya isapan jempol atau janji saja tetapi ketika masyarakat meminta beliau mewakafkan bengkoknya untuk sosial keagamaan, beliau menyanggupi dan bersedia tanda tangan hitam diatas putih, sebagai bentuk keseriusanya."

Kalau masyarakatnya makmur pasti petingginya ikut makmur, tapi kalau petingginya makmur belum tentu rakyatnya makmur, itu prinsip beliau.

Luar biasa, mungkin kalau semua petingi berprinsip seperti beliau, Kabupaten Jepara menjadi kabupaten yang makmur juga.

Mari kita mendoakan semoga tekad Pak Busro membangun desa tanah lahirnya dikabulkan Tuhan YME, terpilih menjadi Petinggi Singorojo, dan dapat menjadi contoh calon- calon petinggi lainnya, aamiin. ($.budi)

Busro Calon Petinggi Singorojo, Mayong Jepara Yang Luar Biasa

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri pembukaan Kejuaraan Tenis Bupati Cup XVII Tahun 2019  di Lapangan Tenis Eks Karesidenan Pati, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda, Dandim 0718, Wakapolres, Ketua Pelti dan OPD terkait, jum'at tgl (26/07/19).

Piala Bupati Cup dengan total hadiah 27,4 juta.

Kompetensi ini dijadwalkan akan berlangsung pada 26-28 Juli 2019.
Bupati mengatakan, Kejuaraan Tenis ini sengaja memberi peluang atlet-atlet dari luar Kabupaten Pati untuk ikut serta, dengan harapan dapat menambah pengalaman bertanding bagi atlet Kabupaten Pati pada khususnya serta memberikan wadah kompetisi bagi atlet yunior pada umumnya.

"Kemarin juga piala gubernur Kkontingen dari Kabupaten Pati mendapatkan juara 3. Sekalipun berada di urutan ketiga, tapi itu tak mudah diraih karena atlet-atlet di tingkat Jateng kuat-kuat dan jam tebangnya tinggi", terang Haryanto.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, event ini diharapkan menjadi salah satu motivasi dan bekal para atlet untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi Jateng pada tahun 2022, yang rencananya juga akan ditempatkan di Pati Raya yaitu antara Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan.

"Mudah-mudahan bisa memacu dan memotivasi olahraga kita sekaligus memotivasi kami untuk terus  berusaha membenahi fasilitas-fasilitas olahraga yang ada di Pati", harapnya.

Tahun 2020, imbuh Bupati, pihaknya membenahi fasilitas olah raga kita dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Provinsi Jateng. 

"Mudah-mudahan kita dipercaya dan didukung oleh Kepala daerah se-Pati Raya", ungkapnya.

Sementara itu, Tristiadi ketua panitia penyelenggara kejuaraan tenis Bupati Cup XVII tahun 2019 dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan kompetisi ini adalah untuk memberikan wadah kompetisi bagi para atlet yunior pada khususnya yaitu kelompok umur 10, 12, 14 dan 16 tahun guna meningkatkan prestasinya", terangnya.

Kejuaraan ini, imbuh Tristiadi, diikuti oleh 130 Peserta Kelompok Umur terdiri dari :

KU-10 Tahun Putra : 26 peserta
KU-10 Tahun Putri : 6 peserta
KU-12 Tahun Putra : 25 peserta
KU-12 Tahun Putri : 25 peserta
KU-14 Tahun Putra :13 peserta
KU-14 Tahun Putri : 13 peserta
KU-16 Tahun Putra : 12 peserta
KU-16 Tahun Putri : 7 peserta

Sedangkan Pesertรก Kelompok Umum diikuti 106 pasang, yang terdiri atas : 

Ganda Putra Prestasi :14 pasang
Ganda Putra Kelompok 90 Tahun : 25 pasang.

Ganda Putra Kelompok 100 Tahun : 20 pasang.

Ganda Putra Kelompok 110 Tahun :15 pasang.

Ganda Putra Kelompok 120 Tahun :15 pasang.

Ganda Putri : 9 pasang.

Ganda Campuran : 8 pasang.

Kejuaraan Tenis Bupati Cup tahun 2019 ini, lanjutnya, diikuti pula oleh atlet-atlet yunior dari luar Kabupaten Pati yaitu Yogyakarta, Semarang, Gresik, Pekalongan, Solo, Sragen,Temanggung, Banjarnegara, Karanganyar, Blora, dan Kudus.

Juara I, II dan III dalam turnamen ini akan mendapatkan hadiah berupa Piala, Piagam dan Uang pembinaan dengan Total Hadiah sebesar Rp 27,4 juta.

Kejuaraan Tenis Bupati Cup ke-XVII Tahun 2019 ini terselenggara atas dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pati, PELTI Kabupaten Pati serta para pihak sponsor dan donatur. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Ungkap Alasan Panitia Ikutsertakan Atlet Luar Daerah di Turnamen Tenis Piala Bupati Cup

Bupati Haryanto Ungkap Alasan Panitia Ikutsertakan Atlet Luar Daerah di Turnamen Tenis Piala Bupati Cup

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto mengucapkan terima kasihnya atas bantuan dalam bentuk peralatan demi menunjang kebutuhan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Pati oleh Kementrian Tenaga Kerja RI.

BLK Pati akan dilengkapi laboratorium bahasa sebagai penunjang privat kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Haryanto saat menghadiri pembukaan Job Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pati, Kamis tgl (25/07/19).

“Ke depan, kita ini juga membutuhkan laboratorium bahasa. Sebab, permasalahan para pencari kerja apabila ingin kerja di luar negeri ialah terkait bahasa”, ujarnya.

Selain itu, lanjut Bupati, apabila tenaga kerja asing masuk ke sini tidak ada persyaratan seperti itu. 

Namun, jika para pencari kerja ingin ke luar negeri, ada persyaratan mampu berbicara dengan bahasa asing.

“Oleh karena itu, selain adanya bantuan - bantuan penunjang guna membina para pencari kerja, apabila ada kelebihan program - program dari pusat, kami harap dapat dialihkan ke kami”, harapnya.

Bupati juga mengatakan bahwa jika masyarakat hanya mengandalkan ingin menjadi PNS saja, itu sulit, sebab semuanya diatur dalam aturan maupun mekanisme yang ada.

“Kita harus dapat berwirausaha. Kita harus dapat bekerja minimal di perusahaan, itu tidak masalah. Lha nanti apabila di dalam perjalanan sudah mempunyai modal dan keinginan membuka usaha, ya silahkan membuka usaha”, tegasnya.

Haryanto mengatakan, banyak dari para TKI / TKW yang kerja, kemudian pulang ke Pati sudah mampu membuka usaha sendiri, mempunyai peternakan dan lain - lain.

“Sudah kita sampaikan ke desa - desa, masyarakat apabila butuh pelatihan dapat kita fasilitasi. 

Hal ini dalam rangka mengentaskan pengangguran, sebab kalau punya kemampuan ditambah pelatihan dan mendapat sertifikat, itu pasti bisa masuk perusaahan," tutupnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Ingin Pati Miliki Laboratorium Bahasa

TH.Indonesia. Pati - Pati dinilai memiliki potensi pariwisata yang besar, salah satunya adalah Wisata Agro Jollong yg akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Jollong siap menuju wisata Nasional.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono usai pelaksanaan Upacara Pembukaan Jambore Satpol PP Ke-IX Tingkat Provinsi Jawa Tengah di lapangan Komplek Wisata Agro Jollong, Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kamis (25/07/19).

"Potensi wisata Jollong bagus, di sini ada tanaman komoditas khas yaitu Kopi Jollong. 

Kemudian ada Jeruk Pamelo dan Buah Naga, bahkan Jeruk Keprok juga dikembangkan," ujarnya.

Saya berharap PTPN IX sebagai pengelola Wisata Agro Jollong senantiasa mengelola potensi wisata yang ada untuk memajukan masyarakat.

"Wisata Jollong ini dikelola BUMN, tetapi wilayahnya masuk Kabupaten Pati. 

Oleh karena itu saya minta pengelola tidak hanya mengutamakan keuntungan perusahaan saja", himbau Puryono.

Sekarang ini, lanjut Sekda Jateng, sektor pariwisata jadi primadona untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Bahkan demi mengembangkan Wisata Agro Jollong, Pemprov Jateng berkomitmen memberikan bantuan keuangan kepada Pemkab Pati untuk pengembangan infrastruktur pariwisata Jollong.

"Terutama kami mendukung ide Bupati yang akan membuatkan jalan melingkar satu arah. Jalan menuju ke sini agak sempit, sulit jika ada kendaraan berpapasan. 

Kalau dibuat lebar delapan meter jelas tidak mungkin, karena langsung bersinggungan dengan jurang yang terjal maka bupati berinisiatif untuk membuat jalur keluar-masuk khusus", jelas Puryono.

Jalur yang proses pengerjaannya kini tinggal tiga kilometer itu, menurut Sekda Jateng, akan menjadi perhatian khusus Pemprov.

"Insyaa Allah jadi perhatian kami, mudah - mudahan kami bisa membantu secepatnya," lanjutnya.

Di kesempatan yang sama Bupati Pati Haryanto membenarkan bahwa pihaknya memang tengah membuat jalur satu arah khusus untuk keluar-masuk area Wisata Agro Jollong.

"Dianggarkan dari APBD 2019 perubahan dan APBD 2020. Insyaa Allah segera selesai,"ucapnya.

Haryanto menjelaskan, embrio jalan yang dimaksud sudah ada. Jadi pihaknya tidak perlu membuat jalan baru.

"Jalur masuknya lewat Ketanggan. Jalur keluar lewat Pohgading. Jadi, setelah jalur ini aktif, kendaraan menuju dan dari Jollong tidak akan saling berpapasan di tengah jalan," jelas Bupati.

Lebih lanjut Haryanto mengatakan, pihaknya senantiasa memfasilitasi masyarakat dan wisatawan di Jollong. 

Tujuannya, menurut Bupati adalah demi peningkatan perekonomian masyarakat.

"Kalau dinilai dari bagi hasil pengelola dengan Pemda nilainya tidak seberapa. 

Tetapi tujuan utama kami adalah masyarakat Pati tidak perlu jauh-jauh cari tempat wisata di luar daerah. 

Bahkan kami upayakan wisatawan dari luar daerah yang datang ke sini," pungkas Bupati. ($.ucipto)

Gagasan Bupati Pati Dapatkan Dukungan Dana dari Pemprov

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tahun 2019. Acara pembukaan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 24 Juli 2019.

Rakornas BMKG dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan tiga arahan terkait kerawanan bencana di Indonesia. Pertama, Presiden ingin agar semua pihak sensitif dan antisipatif terhadap bencana, terutama mengingat Indonesia negara yang paling rawan bencana karena berada dalam kawasan cincin api atau ring of fire.

"Dalam rangka mengurangi risiko-risiko yang ada, kebijakan nasional dan daerah ini harus bersambungan, harus sensitif semuanya, harus antisipatif semuanya, terhadap kerawanan bencana yang kita miliki.

Kita tahu semuanya kita berada di ring of fire, dalam kawasan cincin api. Kita tahu semuanya kita memiliki gunung-gunung api yang aktif. Banjir dan longsor juga selalu setiap tahun ada," ujar Presiden.

Presiden pun mengapresiasi peran BMKG dalam memberikan pemahaman potensi bencana kepada masyarakat untuk mengurangi risiko-risiko bencana.

Secara khusus, Presiden memberikan contoh berupa peringatan dini tsunami setiap kali terjadi gempa bumi.

"Saya melihat sekarang kalau ada gempa misalnya 5,5 skala richter atau di atasnya langsung di TV keluar ada tidaknya potensi tsunami, yang dulu-dulunya enggak pernah. 

Ini saya kira sebuah lompatan kemajuan yang sangat baik dari BMKG," jelasnya.

Kedua, Presiden mengingatkan hubungan pemerintah pusat dan daerah harus terjalin dengan baik. 

Hal ini mengacu pada pembangunan infrastruktur di kawasan-kawasan yang rawan bencana. Presiden ingin BMKG bersikap tegas kepada pemerintah daerah terkait zonasi daerah rawan bencana.

"Tolong beritahukan apa adanya supaya setiap pembangunan juga mengacu, kalau daerah-daerah yang rawan bencana ya beritahukan, sampaikan kepada daerah ini rawan gempa.

Lokasi ini rawan banjir, jangan dibangun bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan, tegas-tegas harus disampaikan.

Jangan sampai kita mengulang-ulang sebuah kesalahan yang di situ jelas garisnya lempengan tektonik kok dibangun perumahan besar-besaran," tegasnya.

Ketiga, Kepala Negara ingin agar pendidikan kebencanaan disampaikan secara masif kepada masyarakat.

Secara khusus, Kepala Negara menginginkan pendidikan kebencanaan disampaikan secara intensif di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

"Sampaikan juga apa adanya, seperti kemarin agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya, memang ada potensi kok.

Bukan meresahkan, tapi sampaikan kemudian tindakan apa yang harus kita lakukan. Step-step-nya seperti apa. Itu mengedukasi, memberikan pelajaran kepada masyarakat," tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden ingin agar ke depannya peralatan-peralatan BMKG diperbarui. Namun, ia juga mengingatkan agar BMKG bisa merawat peralatan-peralatan tersebut sehingga bisa terus digunakan untuk memantau kerawanan bencana.

"Dititipkan saja lah kepada aparat keamanan setempat bahwa ini adalah barang yang sangat penting sekali untuk memantau kerawanan bencana baik itu longsor, tsunami, gempa bumi sehingga semuanya ikut menjaga, rakyat ikut menjaga, masyarakat ikut menjaga, aparat kita juga ikut menjaganya.

Karena banyak juga yang enggak tahu barang apa itu enggak ngerti. Tulisi yang gede-gede saja, sangat penting untuk dijaga bareng-bareng," tandasnya.

Dalam acara tersebut, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (ROI)

Buka Rakornas BMKG, Presiden Berikan Tiga Arahan Terkait Kerawanan Bencana di Tanah Air

TH.Indonesia. Pati - Dua orang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Pati tertunda keberangkatannya ke tanah suci karena alasan kesehatan. Hal itu terungkap saat Bupati Pati Haryanto, pagi ini memberangkatkan kloter terakhir asal Pati yang hendak menuju Asrama Haji Donohudan.

Jama'ah haji kAbupaten Pati sesaat berpamitan dengan Bupati Pati.

Sesuai dengan laporan, menurut Bupati, mestinya ada 44 JCH yang berangkat di kloter tersebut, akan tetapi ada dua orang yang tertunda diberangkatkan, Rabu tgl (24/07/19).

"Dua JCH yang tertunda sudah barang tentu pasti terganggu kesehatannya, oleh karena itu yang paling penting bagi Bapak Ibu sekalian adalah menjaga kesehatan karena kita lihat banyak jamaah yang berusia lanjut.

Jangan sampai merasa mampu tetapi ternyata nggak mampu yang nanti justru merugikan keselamatan diri. Tidak usah kuatir akan tetapi jangan dipaksakan, misal mampunya kasih roda ya pakailah kursi roda", jelasnya.

Berbeda dengan kloter lain yang d I lepas di Halaman Kantor Setda, upacara pelepasan 42 JCH kloter 61 ini diadakan di Pendopo Kabupaten.

"Bukan untuk mengistimewakan, tapi memang karena jumlahnya yang sedikit dan mampu ditampung di Pendopo. Nah kalau kloter lainnya kan jumlahnya banyak, jelas tidak cukup dan kurang efisien bila ditempatkan di Pendopo" jelasnya.

Mengingat jumlahnya yang hanya 42 orang, nantinya kloter 61 ini akan bergabung dengan JCH lain asal Kabupaten Jepara.
Meski demikian, para pejabat yang turut melepas keberangkatan rupanya tak jauh berbeda dengan kloter lainnya.

"Seluruh Forkompimda maupun yang mewakili tetap komplit ikut melepas", terang Haryanto.

Bagi keluarga yang ditinggal Haryanto pun berpesan, agar tidak usah khawatir. "Insya Allah akan dijaga oleh Allah SWT sebab salah satu kemuliaan adalah ketika menjadi tamunya Allah, jadi tidak usah khawatir, kita serahkan semua kepada Allah SWT", tutur Bupati. ($.ucipto/humas)

Dua JCH Pati Tertunda Keberangkatannya ke Tanah Suci

TH.Indonesia. Pati - Keberadaan Alun-Alun Pati yang masih direnovasi, membuat panitia kegiatan Hari Jadi Pati dan HUT Kemerdekaan RI mengalihkan lokasi upacara bendera tanggal 17 Agustus ke Kompi Senapan C Alugoro.

Upacara HUT RI ke 74 akan dialihkan di lapangan Alugoro.

Keputusan itu diambil pada Rakor Hari Jadi Pati dan HUT RI yang digelar hari ini di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Selasa tgl (23/07/19).

"Pilihan awalnya memang antara Brimob dan Kompi Senapan C Alugoro. Kalau dekatnya memang Brimob. 

Namun secara strategis tidaknya, kemudian lokasi yang luas, lahan parkir, itu ada di lapangan Kompi Senapan C Alugoro. Saya juga sudah berkali - kali melihat disana", jelas Bupati

Senada dengan Bupati, Dandim 0718/Pati Letkol Arm. Arief Darmawan yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan bahwa ia beserta jajarannya, telah menyurvei lokasi yang akan digunakan untuk upacara HUT RI.

"Awalnya memang ada dua pilihan tempat tersebut, tapi berdasarkan keputusan bersama, upacara 17 Agustus nanti akan bertempat di Kompi Senapan C Alugoro. Dan ini juga disetujui oleh Pak Bupati", jelasnya.

Selain tentang lokasi, rapat kali ini juga membahas tentang upaya sosialisasi dan publikasi kirab boyongan yang diselenggarakan tiap lima tahun sekali tersebut.

Asisten Pemerintahan Sekda Pati, Sudiyono yang turut memimpin rapat, dalam kesempatan itu juga memaparkan bahwa tema hari jadi kali ini adalah "Nyawiji Mbangun Pati Kang Mukti", yang berarti Bersatu Membangun Pati yang Makmur / Jaya / Sejahtera.

"Untuk detail Logo dan Tema Hari Jadi Kabupaten Pati maupun HUT RI dapat di download di website humas.patikab.go.id", imbuhnya.

Selain itu, panitia juga akan menyusun surat edaran kepada seluruh OPD, Instansi Vertikal di Kabupaten Pati, Instansi Non Pemerintah/ Swasta, Perusahaan, BUMN, BUMD dan Pemerintah Desa untuk mendukung dan menyemarakkan pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-696 dan HUT Kemerdekaan RI ke-74 agar berlangsung secara meriah, dan tidak terpusat di kota saja, tetapi kemeriahan juga dilaksanakan sampai ke pelosok desa.

Untuk rangkaian kegiatan, menurut Sudiyono, terdiri atas 34 kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-696 dan HUT Kemerdekaan RI.

"Yang paling istimewa tentunya adalah Kegiatan Akbar 5 tahunan, yaitu Prosesi dan Kirab Hari Jadi yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Agustus 2019 mulai pukul 12.00 WIB", jelasnya.

Prosesi dimulai dengan pengambilan pusaka dari Pendopo Kemiri, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan dengan rute Pendopo Kemiri menuju Pendopo Kabupaten.

"Adapun yang diarak ialah Forkopimda, Kepala OPD beserta Camat", lanjutnya.

Sementara itu, ziarah ke Makam Tombronegoro yang biasanya dilaksanakan setelah Upacara Hari Jadi, karena tidak ada upacara maka Ziarah akan dilaksanakan pada malam hari tanggal 6 Agustus 2017 sebelum Sidang Paripurna di DPRD Kabupaten Pati.

Selain dihadiri Bupati, Rakor juga dihadiri Sekda Pati Suharyono, Waka Polres Pati, Dandim 0718 Pati, Perwakilan Kajari Pati, Perwakilan Depag, Perwakilan Pengadilan Negeri Pati, dan seluruh OPD di Kabupaten Pati. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Upacara HUT RI Akan Dilaksanakan di Lapangan Kompi Senapan C Alugoro

TH.Indonesia. Jepara - Bertempat di Alun Alun jepara, SCTV hadirkan "Karnaval SCTV" lansung ditengah tengah masyarakat kota jepara dan sekitarnya. Dalam program yang dikemas secara on-air maupun off air yang Mengusung konsep bertabur bintang, SCTV hadirkan sederet artis kenamaan tanah air.

Dok/Targethum.Jepara

Aktifitas acara dimulai hari sabtu, 20/7/19 sampai dengan minggu 21/7/19. Karnaval SCTV disiarkan pada sabtu pukul 14.30 WIB yang dimeriahkan oleh Caffeine, Fitri Carlina dan Republik.

Keesokan harinya pada hari minggu pagi  pukul 07.00 WIB  akan dihibur oleh aksi dari salah satu magician terbaik Indonesi, Limbad bersama dengan bintang lainnya diantaranya Radja, Duo Anggrek dan Gamma 1.

Sementara Lyla, Saykoji dan Uut Permatasari akan menghibur pada sorenya pada pukul 14.30 WIB.

Sedangkan host karnaval SCTV dijepara adalah Raffi Ahmad, Yuki Kato dan Andhika.  

Tidak hanya menghadirkan para musisi ternama, karnaval SCTV di Jepara kali ini terasa lebih istimewa, dengan hadirnya pemain pemain sinetron unggulan SCTV.

diantara artis sinetron SCTV yang hadir adalah Aisyah Aqilah, Dinda Mahira, Athala, Rizky Billar, Zoe Jakaon, Esta Pramita, Dylan Carr, Dinda Kanyadewi, Mischa Chandrawinata serta Sheila Riven.

Selain kemeriahan diatas panggung, karnaval SCTV juga hadirkan serangkaian kegiatan offair sejak hari sabtu pagi. Lokasi masih sama dialun alun jepara.

Acara offair dimulai pukul 07.00 WIB dengan sejumlah kegiatan lomba lomba menarik seperti lomba senam aerobik, lomba mewarnai serta aneka lomba lainnya, acara lomba semakin menarik karena juga bertabur hadiah.

Sementara sore harinya setelah acara panggung sore selesai dilanjutkan dengan pawai keliling kota jepara bersama artis. 
Tidak berhenti sampai disitu, kemeriahan masih akan dihadirkan SCTV hingga malam harinya.

Warga Jepara dapat kembali menonton film box office Indonesia  "YOWIS BEN"  yang akan diputar oleh SCTV. 

Seluruh rangkaian kegiatan Karnaval SCTV baik offair maupun on-air tidak dipungut biaya apaun, warga dapat hadir lansung secara gratis dan berkesempatan membawa pulang hadiah menarik.

Karnaval SCTV akan hadir juga di kota kota lainnya dengan menyuguhkan rangkaian acara panggung hiburan dan bertabur bintang. 

Dengan bertabur bintang bintang mulai dari musisi hingga para bintang sinetron unggulan SCTV.

Mr. Aries Sriyanto & Insan Pers Jawa Tengah hadir tengah tengah Karnaval SCTV.

Program ini bermaksud untuk berbagi kemeriahan dengan seluruh masyarakat jepara, sekaligus ajang bagi para artus SCTV untuk dapat menyapa langsung para penggemarnya dijepara.

Karnaval SCTV ini juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk melewatkan waktu berakhir pekan bersama keluarga, kata David Suwanto selaku Deputy Director Programing SCTV. (Abrori/$.aries)

Gebyar Karnaval SCTV di Jepara Bertaburkan Bintang

TH.Indonesia. Bandarlampung - Rycko Menoza SZP mengapresiasi  produksi Kopi Krakatau Lampung untuk menjadi salah satu produk unggulan karena kopi sudah menjadi komoditas terbesar di Provinsi Lampung.

Kopi krakatau lampung siap bersaing secara Nasional.

Ia mengatakan, Lampung sudah terkenal sebagai surganya pecinta kopi didukung kualitas biji kopi hingga harus mampu bersaing dengan memproduksi kopi dengan cita rasa terbaik.

“Kita akan bantu, salah satunya berkomunikasi dengan pemerintah Lampung untuk membantu promosi hingga tingkat nasional,” kata Rycko saat berbincang santai sambil menikmati kopi du rumah produksi kopi Krakatau Lampung dirumah Kebun Gang Karya No 11 Jalan Pramuka, Rajabasa, Kota Bandarlampung, Jumat, (19/07/19).

Selain itu, kata Rycko, dirinya juga memiliki gagasan untuk berbincang-bincang santai bersama anak-anak muda dari komunitas pecinta kopi di Bandarlampung.

“Hal ini tentunya juga sebagai ajang promosi produk kopi sambil berbincang - bincang bersama mereka,” ujar dia.

Sementara itu, inisiator produksi Kopi Krakatau Lampung, Zulhaidir mengatakan akan berkomitmen untuk terus mengembangkan produk lokal Lampung ini.

“Kita fokus untuk dapat bersaing di tingkat nasional melihat hasil potensi produksi di Lampung melimpah,” ujarnya yang diamini Sior Agung Saputra dan Agus Toni.

Sementara itu direktur utama kopi Krakatau Lampung selain itu, pihaknya sedang mempersiapkan varian produk berbahan baku biji kopi ini selain untuk minuman dan parfum mobil.

“Kita yakinlah untuk parfum Kopi Krakatau Lampung akan go nasional, untuk minggu minggu ini saja kita perkirakan akan 10.000 pcs parfum kopi yang akan dikrim keluar lampung,” ujarnya singkat.

Kopi Krakatau Lampung ini cukup terjangkau karena hanya dengan Rp 15 ribu per pcs dan Rp 10 ribu untuk grosir minimal pembelian 5 pcs sudah bisa kalian dapatkan, untuk toko offline beralamat di Jalan Pulau Damar No. 63 Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung serta online di Instagram @bang_iyuz dan Facebook Grosir Bang Iyuz. (ROI)

Rycko Menoza Cicipi Cita Rasa Kopi Krakatau Lampung

TH.Indonesia. Jakarta - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Provinsi Riau hari ini kembali di gelar di MK. Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan jawaban Termohon (KPU Riau), Keterangan dari Bawaslu Riau dan Pihak Terkait.

Sidang sengketa pemilu provinsi Riau mulai disidangkan di MK.

Sidang dimulai  pukul 08.00 WIB di ruang sidang panel 1 Gedung Mahkamah Konstitusi RI Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat (19/07/19).

Sebelumnya Bawaslu Riau sudah menghadiri sidang perdana pada pekan lalu namun dalam sidang permulaan tersebut MKRI masih  pengecekan dan pengesahan alat bukti dari pemohon.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan, menjelaskan, pihaknya kali ini menghadiri sidang gugatan PHPU di MKRI didampingi 7 Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota se Riau.

"Sebelumnya, Bawaslu Riau sudah mengkonsolidasikan bahan bahan untuk disampaikan Bawaslu Riau di MK, Konsolidasi digelar untuk mendapatkan keterangan terkait hasil pengawasan selama Pileg dan Pilpres ini".

Konsolidasi dengan Bawaslu Kabupaten/Kota ini menurutnya perlu dilakukan untuk merumuskan keterangan tertulis yang akan disampaikan dalam sidang kedua kali ini.

Saat mendengarkan Keterangan dari Bawaslu Riau terkait dalil Pemohon dari Partai Nasdem dan PDI Perjuangan di Dapil 5 Kecamatan Batin Solapan Kabupaten Bengkalis, Rusidi Rusdan Ketua Bawaslu Riau sempat meminta Ketua MK Anwar Usman agar diizinkan menghadirkan salah satu anggota Bawaslu Bengkalis yang untuk didengarkan keterangannya secara langsung dalam sidang.

Bawaslu Bengkalis diwakili oleh Anggota nya Harry Rubianto kemudian menyampaikan perihal hasil pengawasan rekapitulasi perolehan suara di Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis yang menjadi salah satu dalil pemohon.

Sebelumnya para pemohon dari Partai Nasdem dan PDI Perjuangan mempermasalahkan Hasil Rekapitulasi di Batin solapan karna KPU tidak menjalankan rekomendasi Panwaslu Kecamatan dan Bawaslu Bengklais rekapitulasi tungkat kecamatan dan kabupaten.

Selain Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Bawaslu Riau juga menghadirkan 6 Bawaslu lain yang disebutkan dalam Pokok permohonan Pemohon, yaitu Rokan Hulu, Kampar, Indragiri Hulu, Pekanbaru, Siak dan Rokan Hilir.

Sidang panel 1 Majelis MKRI dipimpin oleh Ketua MK Anwar Usman didampingi Hakim Konstitusi Arief Hidayat dan Enny Nurbaningsih.

Sidang MK ini dapat disaksikan secara langsung oleh yang hadir dan disiarkan juga melalui chanel Youtube MKRI.

Sedangkan dari Bawaslu, Ketua Bawaslu RI Abhan hadir langsung dalam ruang sidang.

Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan bertindak sebagai juru bicara memberi keterangan di dampingi anggota Gema Wahyu Adinata dan Amiruddin Sijaya.

Selama tiga jam, Bawaslu Riau dicecar pertanyaan oleh Ketua Majelis Arief Hidayat, begitu juga pihak pemohon yang juga dihadiri oleh dua komisioner KPU Riau Firdaus dan Abdurrahman yang hadir mencoba menjelaskan duduk persoalan yang digugat oleh pemohon.

Sidang ketiga diagendakan pada hari senin (22/07) untuk mendengarkan hasil rapat permusyawaratan majelis hakim apakah gugatan yang disampaikan oleh para pemohon dapat diterima atau ditolak. (A.rosal)

Rusidi Minta Izin Hadirkan Bawaslu Bengkalis di Sidang MK

Presiden Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Bagi Tim Teknis Kasus Novel Baswedan

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo akan mengawal langsung pelaksanaan implementasi rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Kepala Negara berharap agar eksplorasi di Blok Masela tersebut dapat dilakukan pada tahun 2027 mendatang.

Blok Masela menjadi prioritas utama saat ini.

"Terus akan kita kawal dan kita harapkan konstruksi segera dimulai sehingga sesuai dengan jadwal nanti tahun 2027 itu sudah bisa beroperasi," ucapnya di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 19 Juli 2019.

Pengembangan Blok Masela ini akan menjadi salah satu hal yang akan menjadi perhatian khusus Presiden. 

Investasi yang dilakukan Inpex Corporation di Indonesia bagian timur tersebut diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan yang besar bagi masyarakat di sekitar rencana pengembangan tersebut.

"Nanti secara khusus saya akan berbicara mengenai Masela karena ini sebuah investasi yang sejak kita merdeka itu paling besar. 

Dari sisi dampak nantinya itu bisa ratusan ribu yang bekerja di sana apabila ini bisa dikembangkan kepada derivatif di bawahnya: petrochemical," tutur Presiden.

Kepala Negara, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa dirinya telah meminta Inpex Corporation untuk memaksimalkan konten lokal dalam mengelola Blok Masela. 

Tak hanya itu, ia juga berharap tenaga kerja lokal dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Saya sudah sampaikan kemarin kepada Inpex bahwa saya minta konten lokal harus setinggi-tingginya. 

Penggunaan tenaga kerja, karyawan dari daerah lokal dan Indonesia, juga sebanyak-banyaknya," ungkap mantan Wali Kota Solo ini. (ROI)

Presiden Jokowi Akan Kawal Implementasi Rencana Pengembangan Blok Masela

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) hari ini membuka Rapat Normalisasi Sungai Juwana di Ruang Joyokusumo Setda Kabupaten Pati, Kamis tgl (18/07/19).

Pentingnya program normalisasi sungai Juwana sebagai aset yang berharga kedepannya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekda, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan, PPP Bajomulyo, Muspika Juwana, TNI AL, Polair, Syahbandar, serta Kepala Desa Bajomulyo, Bendar, Trimulyo, dan Pajeksan.

Wakil Bupati meminta BBWS untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat terkait pentingnya program normalisasi Sungai Juwana. 

"Ini merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat Pati, saya berharap program normalisasi Sungai Juwana ini bukan hanya kali ini saja. 

Saya justru tidak mau kalau kali ini dinormalisasi misalnya tahun depan tidak banjir program ini dianggap selesai oleh pemerintah pusat", tegasnya.

Ia pun berharap program yang akan membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 1,5 trilun ini bisa direalisasikan secara tuntas karena program ini sebenarnya untuk mengatasi masalah banjir dan kekeringan 20 - 30 tahun mendatang.

"Untuk tahap ini normalisasi dari jembatan lama sampai ke muara targetnya tahun ini selesai, dan untuk tahun depannya normalisasi anak sungai (hilir) wajib hukumnya. 

Karena memang permasalahan yang ditimbulkan sebenarnya bukan hanya banjir saja melainkan juga kekeringan yang diakibatkan sendimentasi anak sungai", terang Safin.

Di kesempatan yang sama, Sekda Pati Suharyono menyampaikan bahwa anggaran Rp 32 Milyar dari Pemerintah Pusat akan digunakan untuk normalisasi Sungai Juwana mulai dari jembatan lama sampai ke muara.

"Dan apabila masih ada sisa volume pekerjaan (anggaran-red) baru digunakan untuk yang lain", jelas Sekda yang juga merupakan mantan Kepala DPU ini.

Ia pun menegaskan perlunya dukungan dari semua pihak terutama para pemilik kapal.

"Tanpa ada kerja sama dan dukungan dari semua pihak, tentu akan mempersulit pengerjaan proyek normalisasi Sungai Juwana", pungkasnya. ($.ucipto)

Safin : Normalisasi Sungai Bisa Atasi Banjir dan Kekeringan 20 - 30 Tahun Mendatang

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan. Pertemuan tersebut digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juli 2019.

Presiden Jokowi terima kunjungan Menlu Singapura Vivian Balakhrisnan.

Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Kerja Presiden tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Sementara delegasi Singapura yang turut hadir antara lain Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, Direktur Jenderal Asia Tenggara I Kementerian Luar Negeri Singapura Ian Mak, dan Asisten Direktur untuk Indonesia Nicholas Koh.

Seusai pertemuan, Menlu Retno menyampaikan bahwa Presiden dan Menlu Singapura membahas mengenai persiapan Leader's Retreat yang akan dilakukan pada tahun ini.

Pihak Indonesia dan Singapura, kata Menlu, sedang membahas mengenai tanggal pelaksanaannya.

"Kalau kita melihat perjalanan satu tahun, kita biasanya sangat konkret dalam melihat di antara pertemuan leaders ini apa yang terjadi, maka misalnya kita melihat apa kemajuan yang ada di Kendal Industrial Park, sangat kelihatan sekali misalnya politeknik untuk furniture sudah berdiri pada bulan Januari kemarin," kata Retno.

Urusan peningkatan sumber daya manusia juga turut menjadi perhatian, misalnya pelatihan-pelatihan untuk guru SMK dan politeknik.

Tak hanya itu, kerja sama yang terkait dengan perawatan, pemeriksaan, dan perbaikan pesawat juga dibahas.

"Ini tidak di kawasan Kendal, tetapi di kawasan BBK (Bintan, Batam, Karimun) untuk men support Changi. Belum lagi kita bicara di Batam untuk Nongsa Digital Park," tuturnya.

Secara khusus, pihak Singapura melalui Menlu Vivian juga menyampaikan itikadnya untuk melakukan kerja sama yang lebih kuat dengan Indonesia.

Menurut Retno, kondisi Indonesia yang stabil dan aman sangat diapresiasi sehingga kerja sama antara Singapura dengan Indonesia tidak terhambat.

"Teman-teman tahu bahwa Singapura adalah negara investor asing nomor satu dan banyak sekali kerja sama yang telah kita lakukan," ujarnya.

Sebelum berbicara mengenai masalah Leader's Retreat, Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden atas hasil pemilu dan proses pemilu yang sudah berjalan dan sudah ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi.

"Menlu Vivian menyampaikan, saya quote, 'Indonesia should be congratulated'. Mereka juga sangat menghargai leadership Indonesia," ujar Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga berdiskusi mengenai visi yang disampaikan Presiden pada tanggal 14 Juli 2019 kemarin. 

Retno menuturkan, dari lima visi itu setidaknya tiga visi langsung dapat dikerjasamakan.

"Pertama mengenai infrastruktur, yang kedua mengenai masalah investasi, dan yang ketiga mengenai pengembangan sumber daya manusia," tandasnya. ($.pranata)

Terima Kunjungan Menlu Singapura, Presiden Jokowi Bahas Persiapan Leader's Retreat

TH.Indonesia. Merangin - Dengan persiapan panjang, DPD IWO Kabupaten Merangin mengelar Sosialisasi UU ITE dan Bahaya Berita Hoax yang dihelat di ruang pola Kantor Bupati Merangin. 

IWO Merangin gelar sosialisasi UU ITE.

Wakil Bupati Merangin, Mashuri membuka langsung agenda kerja Ikatan Wartawan Online (IWO), Rabu tgl (17/07/19).

Dalam sambutannya, Ketua DPD IWO Merangin, Kholil King mengucapkan terima kasihnya atas dukungan pihak terkait untuk sosialisasi yang mengandeng Polres dan Diskominfo Merangin.

"Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para pelajar dan mahasiswa. Ini merupakan program kami dan semangat untuk perang melawan hoaks," kata Kholil.

Sebelumnya Ketua panitia sosialiasi, Rhomadan Cerbistaka mengucapkan apresiasi atas dukungan pada sosialisasi yang dihadiri para pelajar SMPN 2, SMPN 4, SMKN 1, PMII dan Korpri PMII Cabang Merangin serta HMI dan Kohati Cabang Bangko.

Dalam sambutannya, Wabup Mashuri mengurai bagaimana generasi milenial ini berada dalam jaman teknologi. Bilang Wabup, teknologi kalau tidak diikuti, kita terlindas kemajuan jaman.

"Kita tidak mengetahui perkembangan luar," kata Wabup.

Ketika anak sekarang mengunakan android bisa memanfaatkan untuk hal positif. Android menyediakan Alquran dan buku populer, lewat android juga dapat mengetahui perkembangan dunia.

Program pemerintah kabupaten Merangin Mantap untuk pertanian membutuhkan aktivitas dan media online.

Hal senada juga untuk wisata, dimana dukungan pemberitaan media online sangat dibutuhkan untuk destinasi wisata di Merangin.

"Kita punya taman Geopark. Kita punya kaldera, bekas kawah gunung berapi," kata Wabup.

Kekayaan alam Bumi Tali Undang Tambang Teliti sangat besar, misalkan pada batu kerang yang berusia ribuan tahun, dimana, kata Wabup, hanya ada di Merangin dan Tiongkok di dunia ini.

Dengan pemberitaan dan penyebaran berita ini, memberikan dampak ekonomi dan pembangunan.

Selain sosialisasi yang di isi materi oleh IPDA Rezi Darwis, juga di isi dialog dalam kegiatan. (ROI)

Dibuka Wabup Mashuri, IWO Merangin Gelar Sosialisasi UU ITE dan Bahaya Berita Hoax

TH.Indonesia. Pati - Memasuki tahun ajaran baru 2019 - 2020 dilingkungan pendidikan belakangan ini sedang gencar gencarnya dilaksanakan tradisi untuk menyambut siswa siswi baru yakni kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang dulunya akrab dengan istilah MOS (masa Orientasi Sekolah).

Masa pengenalan lingkungan sekolah menjadi pembekalan yang sangat penting bagi siswa baru SMAN 01 Batangan.

Sedangkan kegiatan ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter serta membekali anak tentang kedisiplinan serta materi yang bersifat teori di ruangan sehingga peserta didik lebih mengenal lingkungan sekolah, para guru serta rekan sesama siwa maupun siswi.

Seperti yang terlihat pada hari ini rabu, sejumlah anggota TNI dari Koramil 15 Batangan Kodim Pati yang dipimpin langsung oleh Danramil Batangan memberikan materi kepada 253 siswa dan siswi baru SMAN 1 Batangan, (17/07/19).

Materi yang disuguhkan kepada peserta MPLS hari ini lebih bervariasi karena bukan hanya pelajaran bersifat teori wawasan kebangsaan saja namun juga diberikan materi lapangan PBB (Peraturan Baris Berbaris) guna membentuk fisik serta kedisiplinan peserta.

Selain itu juga panitia juga menyiapkan permainan materi out bond diantaranya permainan bolduzer, jembatan hidup dan safety boom dengan tujuan untuk melatih kerjasama serta kekompakan tiap tim sehingga dapat melatih anak untuk bekerjasama dan berinteraksi dengan sesama siswa.

Dihubungi melalui telepon, Kapten Chb Wasis danramil 15 Batangan selaku tertua mengatakan, “untuk kegiatan MPLS di SMAN 1 Batangan ini memang sengaja kami selingi dengan kegiatan lapangan yaitu PBB dan out bond dengan tujuan agar para siswa tidak merasa jenuh setelah menerima materi wasbang,” terang Wasis.

“Karena materi lapangan diantaranya PBB serta out bond ini juga sangat penting untuk membentuk karakter serta menenamkan kedisiplinan dan melatih kerjasama antar rekan untuk mengatasi kesulitan secara bersama-sama tim,” tegas Danramil. (ROI)

Koramil Batangan Berikan Materi Wasbang Serta Out Bond dan PBB Pada Siswa Baru SMAN 01 Batangan

TH.Indonesia. Pati - Acara Sedekah Bumi atau Merti Dusun dan Haul Mbah Surgi Kamandowo, memang sudah menjadi tradisi di terutama di desa Sundoluhur Kayen Pati, beragam siswa siswi yang ada di sekolah menuju ke punden untuk memperingati acara sedekah bumi dan tahlil bersama sejak dari pagi pukul 07.00 WIB, Selasa tgl (16/07/19).

Kemeriahan merti dusun dan haul mbah Surgi Kamandowo.

Start dari lapangan Desa Sundoluhur dukuh ndagangan mengelilingi desa dan kembali ke Punden Desa Sundoluhur acara ini di ikuti empat dukuh baik Kepala Desa, perangkatnya, masyarakat dan warga desa begitu antusias mengikuti acara Merti Dusun atau sedekah bumi dan Haul Mbah Surgi Kamandowo yang selalu ramai dikunjungi oleh warga setempat dan sekitarnya.

Berbagai hiburan maupun karnaval yang diikuti berbagai peserta dari sekolahan SMK An'najah, TIM KKN Undip Semarang hadir dan di iringi seni tradisional (Pencak Silat) untuk mengiring acara karnaval yang di bawa ke punden/pesarehan samping lapangan Desa'.

Desa Sundoluhur merupakan desa yang terletak di kecamatan Kayen kab Pati, desa Sundoluhur merupakan desa yang rata rata masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan perantau.

Dalam mensyukuri nikmat kepada Allah SWT selain mengadakan bancakan syukuran, juga mengadakan tontonan karnaval, pengajian dan acara lainnya untuk memeriahkan sedekah bumi di desa Sundoluhur juga di ikuti drum band dari SMK An'najah Kayen, tongtek dari Pakis Tayu Pati, Pagar Nusa dari Kayen, Nasida ria Asyifa dari Mojolawaran, Komandan dan yang lainnya.

Kepala desa Sundoluhur setelah acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan sedekah bumi atau merti desa ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rejeki selama ini dan juga merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan sampai ke anak cucu.

Kepala Desa Jamian juga menyampaikan diadakannya acara sedekah bumi ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan kebanggaan terhadap desa yang dimiliki dan kepala Desa berharap dengan di adakan acara sedekah bumi ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT kedepannya supaya di berikan kehidupan yang lebih baik lagi, tambah maju khususnya warga desa Sundoluhur di berikan kesehatan keselamatan tidak ada halangan suatu apa pun dimanapun berada baik yang ada di perantauan.

Kepala Desa Sundoluhur juga mengatakan banyak terima kasih kepada seluruh warga desa, panitia atas partisipasi dan terselenggaranya semua pihak dalam mengikuti acara sedekah bumi ini.

Mr. Darmanto salah satu ketua panitia mengatakan bahwa mari kita satukan tekad untuk tetap guyup rukun menjaga tali silaturahmi yang telah ada, tetap semangat dan bersatu untuk Sundoluhur tercinta dan Indonesia maju, setelah kita melewati pesta demokrasi hilangkan perpecahan di antara kita tidak ada 01 atau 02, demi Indonesia Maju.

Kegiatan tersebut berlangsung kondusif yang dikawal dari satuan pengamanan dari Polsek Kayen yang dipimpin langsung oleh AKP Tejo Pramono beserta jajarannya. (drmto)

Merti Dusun dan Haul Mbah Surgi Kamandowo Desa Sundoluhur Kayen Pati

Safin : Jangan Coba Coba Dekati Narkoba

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya untuk mengantisipasi dan melakukan langkah-langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan di musim kemarau tahun 2019 ini.

Presiden Jokowi meminta jajarannya agar antisipasi kekeringan atau kemarau panjang.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengantar dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 15 Juli 2019.

"Saya dapat laporan dari BMKG bahwa musim kemarau di 2019 ini akan lebih kering dan mencapai puncaknya di bulan Agustus sampai nanti September," kata Presiden.

Beberapa daerah di Indonesia, menurut Presiden, sudah mengalami keadaan tanpa hujan dengan rentang waktu yang bervariasi.

Mulai dari 21 hari tanpa hujan atau berstatus waspada, 31 hari tanpa hujan atau berstatus siaga, hingga 61 hari tanpa hujan atau berstatus awas.

"Terjadi di beberapa provinsi, di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, di Bali, di NTB, di NTT," lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta para menteri, kepala lembaga, dan gubernur untuk turun melihat langsung ke lapangan dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi serta mitigasi terhadap dampak kekeringan ini.

"Saya juga minta dicek suplai air, baik suplai air bersih maupun suplai air untuk pertanian agar pasokan air terjaga dan risiko terjadinya gagal panen bisa kita hindari. 

Kalau perlu kita lakukan modifikasi cuaca, pembangunan sumur bor," ujarnya.

Secara khusus, Presiden meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memantau dan mengendalikan potensi titik-titik panas (hot spot) yang ada.

"Kita harapkan kebakaran hutan, kebakaran lahan gambut bisa kita antisipasi dan kita hindari," tandasnya. ($.ucipto)

Musim Kemarau Tiba, Presiden Joko Widodo Minta Jajarannya Antisipasi Dampak Kekeringan

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang dapat mengantisipasi dinamika ekonomi global.

RAPBN 2020 harus dapat mengurangi belanja pegawai yang kurang produktif.

Meski gejolak ekonomi global ke depan masih harus diwaspadai, ia berharap agar RAPBN tersebut dapat tetap memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas membahas soal pagu indikatif anggaran tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 15 Juli 2019.

"RAPBN 2020 harus dirancang agar mampu beradaptasi dengan suasana global yang dinamis tersebut dan kita jaga agar tetap sehat tetapi juga responsif dan memperkuat daya saing serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya dalam sesi pengantar rapat terbatas tersebut.

Setidaknya terdapat sejumlah hal yang diingatkan sekaligus menjadi arahan Presiden dalam kesempatan itu. 

Pertama ialah mengenai prioritas pemanfaatan anggaran dalam RAPBN 2020 yang dimintanya untuk lebih menyasar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyerapannya pada dunia usaha yang juga mampu memberikan stimulus bagi peningkatan ekspor dan investasi.

"RAPBN 2020 terutama kita prioritaskan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia baik melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan industri. 

Juga memberikan stimulus rangsangan meningkatkan ekspor dan investasi. Ini penting sekali," ucapnya.

Kedua, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar lima persen di bidang kesehatan yang diharapkan Presiden dapat benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air. 

Apalagi, program peningkatan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) sebagaimana yang disinggung dalam hal pertama memerlukan kondisi fisik SDM yang prima.

"Yang paling penting pemberantasan stunting, kurang gizi, keselamatan ibu hamil saat melahirkan, dan program imunisasi ini betul-betul harus menjadi fokus kita dalam pembangunan sumber daya manusia," tuturnya.

Sementara yang berkaitan dengan program pembangunan infrastruktur yang lebih kurang telah berjalan selama lima tahun belakangan akan difokuskan dan dihubungkan pada sentra-sentra yang bakal memiliki produktivitas tinggi. Hal itu sekaligus menjadi arahan Presiden yang ketiga.

"Yang berkaitan dengan infrastruktur saya minta lebih difokuskan kemudian disambungkan dengan kegiatan dan sentra-sentra produksi baik itu kawasan ekonomi khusus, kawasan-kawasan pariwisata, kawasan industri kecil, kawasan-kawasan produksi persawahan, kawasan produksi pertanian, perkebunan, dan juga perikanan serta sentra-sentra usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," kata Presiden.

Lebih jauh, Kepala Negara mengingatkan agar RAPBN 2020 juga harus dirancang untuk dapat mengurangi ketimpangan dengan menjadikan program-program jaminan atau bantuan sosial lebih terarah dan menyasar pada kalangan yang benar-benar membutuhkan.

"RAPBN 2020 harus mampu mengurangi kemiskinan dan saya melihat yang namanya PKH, dana desa, dan nantinya kartu sembako ini betul-betul bisa menyasar pada yang membutuhkan, termasuk juga bantuan modal untuk pengusaha-pengusaha mikro," ujarnya.

Terakhir, terkait dengan penggunaan anggaran di pemerintahan, Presiden menegaskan bahwa segala yang berkaitan dengan hal tersebut harus dapat dijalankan seefisien mungkin serta mendukung upaya reformasi birokrasi baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Untuk belanja pegawai, sekali lagi, semuanya harus dikaitkan dengan reformasi birokrasi baik di pusat dan di daerah. 

Gunakan anggaran seefisien mungkin, kurangi belanja-belanja yang kurang produktif, dan pastikan semuanya tepat sasaran," tandasnya. ($.pranata)

Presiden Joko Widodo Beri Arahan Penyusunan Pagu Indikatif RAPBN 2020