TH.Indonesia. Pati - Selain mendukung pembangunan sarana-prasarana lembaga pendidikan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, Bupati Pati Haryanto menegaskan, dirinya juga berkomitmen untuk selalu memperhatikan kesejahteraan para tenaga pengajarnya.

Bupati Haryanto selalu perhatikan kesejahteraan tenaga pengajar.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri acara peletakan batu pertama Asrama Siswa MTsN 1 Pati, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Sabtu (27/07/19).

Komitmen tersebut ia wujudkan dengan memberi insentif pada ribuan guru madrasah diniyah dan TPQ, rutin setiap tahun. Nominal insentif tersebut selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Karena saya merasa dibantu dalam peningkatan SDM. Kalau tidak ada madin dan TPQ, bisa berabe. Maka, sekalipun nilainya tidak seberapa, sudah puluhan miliar kami salurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru agama," paparnya.

Haryanto menjelaskan, niat yang melatarbelakangi kebijakan tersebut, tidak lain ialah demi menjalin silaturahim dengan para pendidik sekaligus memberi tambahan kesejahteraan.

Haryanto menegaskan, ia memang memberi prioritas khusus pada pelayanan dasar, termasuk di dalamnya dunia pendidikan keagamaan.

"Untuk pelayan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, memang kami support betul. 

Tidak hanya 20 persen dari APBD yang kami anggarkan untuk ini, lebih dari itu, mungkin mendekati 30 persen," pungkasnya. ($.ucipto)

Puluhan Milyar Telah Digelontorkan Pemkab Pati Untuk Bantu Kesejahteraan Guru Madin dan TPQ

TH.Indonesia. Pati - Selain mendukung pembangunan sarana-prasarana lembaga pendidikan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, Bupati Pati Haryanto menegaskan, dirinya juga berkomitmen untuk selalu memperhatikan kesejahteraan para tenaga pengajarnya.

Bupati Haryanto selalu perhatikan kesejahteraan tenaga pengajar.

Hal itu disampaikannya ketika menghadiri acara peletakan batu pertama Asrama Siswa MTsN 1 Pati, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Sabtu (27/07/19).

Komitmen tersebut ia wujudkan dengan memberi insentif pada ribuan guru madrasah diniyah dan TPQ, rutin setiap tahun. Nominal insentif tersebut selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Karena saya merasa dibantu dalam peningkatan SDM. Kalau tidak ada madin dan TPQ, bisa berabe. Maka, sekalipun nilainya tidak seberapa, sudah puluhan miliar kami salurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru agama," paparnya.

Haryanto menjelaskan, niat yang melatarbelakangi kebijakan tersebut, tidak lain ialah demi menjalin silaturahim dengan para pendidik sekaligus memberi tambahan kesejahteraan.

Haryanto menegaskan, ia memang memberi prioritas khusus pada pelayanan dasar, termasuk di dalamnya dunia pendidikan keagamaan.

"Untuk pelayan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, memang kami support betul. 

Tidak hanya 20 persen dari APBD yang kami anggarkan untuk ini, lebih dari itu, mungkin mendekati 30 persen," pungkasnya. ($.ucipto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar