TH.Indonesia. Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan duka atas jatuhnya korban jiwa dalam kejadian di Wamena baru-baru ini. Presiden meminta masyarakat, khususnya yang berada di Wamena, untuk dapat saling menahan diri pascakejadian yang menyebabkan 33 orang meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo turut berduka atas meninggalnya korban di Wamena.

"Saya ingin mengucapkan duka yang mendalam, belasungkawa yang mendalam, atas meninggalnya korban yang ada di Wamena," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 30 September 2019.

Atas kejadian tersebut, Kepala Negara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi terhadap isu-isu tertentu yang sengaja disebarluaskan di media sosial.

"Seluruh masyarakat tetap tenang, menahan diri, dan menghindarkan dari semua provokasi-provokasi dan fitnah-fitnah yang kita lihat di media sosial begitu sangat banyaknya isu-isu yang dikembangkan," tuturnya.

Presiden menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah disebabkan oleh karena adanya gesekan antaretnis. Menurut laporan yang ia terima, kejadian tersebut memang sengaja dibuat oleh kelompok kriminal bersenjata yang melakukan tindakan yang meresahkan di tengah masyarakat.

"Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas, dari gunung, turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga," ucapnya.

"Tapi yang ingin perlu saya sampaikan bahwa aparat keamanan telah bekerja keras untuk melindungi semua warga. Jadi jangan ada yang menggeser-geser ini menjadi kayak sebuah konflik etnis. Bukan!" kata Presiden.

Presiden sendiri telah memerintahkan Menkopolhukam beserta TNI dan Polri untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku dari kelompok kriminal bersenjata tersebut. Saat ini, kepolisian telah berhasil mengamankan beberapa tersangka.

"Kepala Suku Lembah Baliem di Wamena juga telah mengajak, mengimbau, untuk seluruh warga untuk tidak mengungsi keluar Wamena. 

Ini saya kira sebuah imbauan baik dan juga polisi telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembunuhan dan pembakaran yang ada di Wamena," ujar Presiden. (ROI)

Presiden Joko Widodo Sampaikan Dukacita Yang Mendalam Untuk Wamena, Imbau Warga Tak Terpancing Provokasi

Bupati Haryanto : Keris Selain Sebagai Pusaka Juga Jatidiri Suatu Bangsa

TH.Indonesia. Pati - Perusahaan PT Delta Gro Mulia Sejati Indonesia yang memproduksi obat - obatan tanaman untuk pertanian sering mengajak agen-agennya untuk berwisata sebagai wujud antara perusahaan dan agen adanya kerjasama yang baik dalam memasarkan produk-produk Delta Gro dan sebagai bonusnya maka seluruh agen-agen Delta Gro di ajak berwisata dan kali ini sudah yang ketiga kalinya Delta Gro mengajak semua agennya untuk berwisata bersama Biro Perjalanan Wisata Nirwana Tours, (30/09/19).

PT. Delta GRO bersama para agen menjalin rasa kekeluargaan dan kekompakan.

Dan wisata kali ini dengan tujuan bonbin Mangkang dan Pantai Cahaya Kendal rombongan terdiri dari 17 Bis dengan jumlah peserta 850 orang yang di tangani oleh Biro Perjalanan Nirwana Tours dari Winong Pati.

Setelah acara doa bersama tujuh belas bis berangkat menuju tujuan yang pertama yaitu menuju bonbin Mangkang perjalanan lumayan lancar meskipun di daerah Kaligawe sempat terjebak macet karena memang pada saat itu pas hari kerja dan waktunya berangkat bagi anak anak sekolah para pekerja.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam bis mulai memasuki kawasan wisata bonbin Mangkang setelah tiba di lokasi bonbin Mangkang maka para peserta wisata jalan - jalan menikmati pemandangan satwa-satwa yang ada di bonbin mangkang lumayan lengkap.

Juga koleksinya ada aneka jenis kera, harimau, singa, beruang, aneka jenis burung seperti merak, kasuari, jalak, aneka unggas dan juga gajah yang bisa di tunggangi, aneka permainan anak-anak juga ada seperti becak air, istana badut, kereta mini, mandi bola dan sebagainya.

Sedangkan untuk sarana outbond juga lumayan lengkap arena outbondnya terbilang murah disana kita bisa main jungkat - jungkit, ayunan, meniti Jembatan tali, berayun di monkey bar dan flying fox untuk flying fox sendiri ada dua macam khusus untuk anak-anak di area outbond dan khusus dewasa.

Dan yang mau menyeberangi danau wah lumayan menegangkan juga setelah puas di bonbin mangkang perjalanan di lanjutkan menuju pantai cahaya di kendal lokasi pertama yang dituju adalah mereka ingin segera nyebur ke kolam renang sebagian bahkan sudah benar-benar tidak sabar mereka nyemplung ke laut dan bermain pasir di bibir pantai tak peduli pakaian menjadi basah dan belepotan pasir namanya juga anak - anak saya saja senang bermain pasir di pantai untuk merintang waktu di lakukan foto-foto bersama.

Di arena kolam renang ada fasilitas kolam anak-anak, kolam dewasa dan kolam apung setelah menemani  anak-anak sebentar di kolam anak kami menuju ke kolam apung ingin tahu rasanya bisa mengapung dengan sendirinya beberapa teman kesulitan untuk mengapungkan badan mereka takut tenggelam karena tidak bisa berenang padahal itu tidak menjadi masalah yang di butuhkan agar tubuh bisa mengapung adalah perasaan rilek, lepas maka kita akan mengapung dengan sendirinya ingat mengapungnya tidak boleh lama-lama cukup sepuluh menit lalu kita di anjurkan untuk bilas kalau tidak bilas bagi yang berkulit sensitive bisa menyebabkan gatal karena air dalam kolam apung ini luar biasa asin.

Puas di kolam apung selanjutnya para peserta wisata berkeliling di kebun binatang mini ada aneka jenis kalkun, ikan, linsang ular, kukang dan beruang tapi sepertinya beruang kelaparan dia hendak meminta makanan anak-anak yang ada di dekatnya.

Usai dari kebun binatang mini para peserta wisata di giring ke panggung hiburan untuk menonton hiburan musik dangdut untuk menghibur para peserta wisata yang capek keliling-keliling menikmati semua wahana yang ada di lokasi wisata pantai cahaya suasana semakin seru dan ramai sebab para peserta wisata ada yang ikut bernyanyi untuk  ikut meramaikan acara hiburan tersebut dan untuk lebih seru lagi ada pembagian hadiah undian doorprise untuk semua peserta wisata setelah semua puas di hibur dan semua doorprise habis di bagikan maka semua peserta wisata waktunya untuk pulang dan Alhamdulilah semua rombongan peserta wisata Delta Gro selamat sampai rumah masing-masing," pungkas Sukwanto ketua rombongan wisata Delta Gro.

Pilar kebersamaan inilah yang mendasari semangat kekeluargaan antara para petani yang selalu konsisten memakai produk dari PT. Delta GRO, kompak dalam memanjakan para konsumen menjadikan Delta GRO dalam menjaga kwalitas produk selama ini. (EKO)

PT. Delta GRO Membangun Negeri, Satu Untuk Semua Bersama Tour Nirwana

TH.Indonesia. Pati - Hadir dalam acara Festival Kopi 2019 yang bertempat di Plaza Pragolo Pati, Minggu siang Bupati Pati Haryanto menyebut bahwa event semacam ini digelar semata - mata untuk mengenalkan produk daerah.

Kopi rakyat menjadi produk unggulan UMKM Pati.

"Kita mempromosikan produk lokal serta wisata yang mana sudah kita buat Peraturan Bupatinya maupun regulasi yang mendukung. 

Agar produk - produk asli warga Pati ini dikenal masyarakat lebih luas", ujarnya saat memberi sambutan.

Haryanto mengatakan, yang namanya merintis usaha memang bertahap. Tak selamanya Pemkab terus - menerus menuntun para pelaku usaha maupun pedagang. Sebab, kewajiban Pemkab ialah memfasilitasi, (29/09/19).

"Tujuan merintis usaha di Pati ini ialah, agar para pelaku UKM maupun pengusaha terfasilitasi,  dan dapat semakin mengembangkan usaha dengan baik. 

Kita sediakan media, kita buatkan regulasi, kita adakan pertemuan. Itu tujuannya adalah agar masyarakat semakin mengenal.

"Branding kopi di Pati sudah ada 200 an. Kalau saya boleh jujur dibanding kopi produk internasional seperti di mall, itu lebih enak kopi dari kita. 

Namun, memang produk kita kalah branding dengan produk bermerek lainnya. Sebab yang namanya branding memang butuh waktu. Semua harus dapat melihat pangsa pasar. 

Zaman dulu, kopi identik dinikmati oleh orang tua. Namun sekarang, mulai dari anak - anak, remaja dan dewasa pun minum kopi", paparnya.

Bupati kembali menyebutkan bahwa memasarkan kopi di zaman sekarang, lebih mudah sebab pangsa pasarnya semakin meluas. Berbeda dengan zaman dahulu yang pasarnya tak seluas sekarang.

"Potensi kopi di Pati ini luar biasa. Jadi nanti saya berharap bahwa semua pelaku usaha kopi serta komunitas, dapat menyatu guna mengangkat kopi Pati. Jangan ada prasangka hal tersebut sebagai sebuah persaingan", pungkasnya.

Usai sambutan, Bupati Pati ditemani Wakil Bupati Pati, Sekda, Forkopimda dan jajaran OPD mengelilingi stand kopi dari sejumlah wilayah di Pati yang berpartisipasi dalam event Festival Kopi 2019. ($.ucipto)

Festival Kopi Angkat Potensi UKM Lewat Berbagai Cita Rasa

TH.Indonesia. Jepara - Bangun Semangat Gotong Royong Guna Memajukan Desa Lebih Independen. Tema ini diambil dalam acara sarasehan santai dengan FORMADES  Desa Ngabul, Sabtu tgl (28/09/19).

Formades Jepara berdikari, mandiri, bersatu, bersama membangun negeri.

FORMADES Desa Ngabul menggelar acara sarasehan santai ditempat wisata Kampung Bali, acara dimulai pada pukul 20.00 s/d 24.00 Wib, dihadiri oleh Ketua Umum H. Heni Purwadi, SH, beserta jajarannya, anggota Formades, Pengusaha, dan Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Pemuda Desa ngabul.

Dalam kesempatan acara tersebut Ketua Umum H. Heni Purwadi, SH
mengungkapkan bahwa  Formades lahir agar terwujudnya Masyarakat yang kuat, damai sehingga Desa menjadi sejahtera.
Kompleksitas permasalahan yang ăϑα̲ di Desa sekarang ini membuat
Formades harus fokus pada penguatan karakteristik Desa yang tepat dan berusaha menginventarisasi semua masalah dan kebutuhan pokok di masing - masing Desa secara  sungguh - sungguh, terukur, terarah dan terus berkesinambungan serta berusaha memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di Desa. 

Semangat gotong royong dan tolong menolong, akan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki, sehingga menjadukan Desa yang potensial, Insya Alloh Masyarakat yang kuat, damai dan sejahtera akan segera dapat diwujudkan.

Gunawan, sebagai Ketua Formades Desa Ngabul dalam sambutannya  berharap agar desa ngabul bisa menjadi poros utama atau satelit dari Kabupaten Jepara, sebab maju dan berkembangnya suatu Negara berawal dari wilayah yang terkecil yaitu Desa, Masyarakat Desa yang cerdas, mandiri dan bersatu, akan memudahkan pengembangan wilayah pedesaan, agar hidup masyarakat kita mampu meraih kesejahteraan dan kebahagiaan.

Setelah mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Ketua, tiba giliran tanya jawab seputar permasalahan hukum, visi dan misi Formades, dilanjutkan doa bersama, dengan harapan Formades bisa maju, bermanfaat dan berkembang. ($.aries)

Formades Jepara Ciptakan Semangat Gotong Royong Untuk Masyarakat Desa Maju Dan Berkembang

Presiden Joko Widodo Instruksikan Penanganan Segera Korban Gempa Ambon

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima masukan-masukan yang berkaitan dengan persoalan revisi Undang-Undang mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pertemuan dengan para cendikiawan di Istana Negara.

Masukan tersebut disampaikan kepada Presiden saat bertemu dengan puluhan cendekiawan dan budayawan di Istana Merdeka, pada Kamis, 26 September 2019.

Salah satu masukan yang banyak disuarakan dalam pertemuan tersebut ialah mengenai urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terhadap revisi UU KPK.

"Banyak sekali masukan-masukan yang diberikan, utamanya memang masukan itu berupa penerbitan Perppu," ujar Presiden dalam pernyataan pers setelah pertemuan.

Kepala Negara mengatakan bahwa dirinya akan menampung dan mempertimbangkan usulan tersebut sambil melihat opsi-opsi lain yang dapat ditempuh.

"Tentu saja ini akan kita segera hitung, kita kalkulasi, dan nanti setelah kita putuskan akan juga kami sampaikan kepada para senior dan guru-guru saya yang hadir pada sore hari ini," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Mahfud MD, yang turut serta dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengambil inisiatif untuk menyatakan sikap menunda pengesahan beberapa rancangan undang-undang.

Menurutnya, sejumlah rancangan undang-undang tersebut dirasakan sangat penting bagi kemaslahatan ke depan.

Terkait dengan revisi UU KPK, Mahfud menyampaikan bahwa Presiden bersama dengan cendekiawan dan budayawan yang hadir sempat membicarakan sejumlah opsi yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Di antaranya ialah legislative review dan judicial review.

"Lalu ada opsi lain yang tadi cukup kuat disuarakan yaitu lebih bagus mengeluarkan Perppu agar itu ditunda dulu sampai ada suasana yang baik untuk membicarakan isinya, substansinya.

Karena ini kewenangan Presiden, kami semua hampir sepakat menyampaikan usul itu," imbuhnya.

Untuk diketahui, selain membahas soal revisi UU KPK, Presiden Joko Widodo juga membicarakan soal dinamika yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kedua pihak saling bertukar pikiran mengenai persoalan kebakaran hutan dan lahan beserta penanganannya, RUU KUHP, hingga demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Goenawan Mohamad, Quraish Shihab, Butet Kartaradjasa, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra, Franz Magnis Suseno, Bivitri Susanti, Feri Amsari, Erry Riana Hadjapamekas, dan Emil Salim. (ROI)

Presiden Joko Widodo Pertimbangkan Semua Opsi Penyelesaian Terkait UU KPK

TH.Indonesia. Pati - Penyelenggaraan kerja sama daerah kini didorong untuk mendongkrak potensi lokal, Rabu tgl (25/09/19).

Pontensi lokal sebagai bentuk kerjasama daerah.

Hal itu dikemukakan oleh Asisten Pemerintahan Sekda Pati, Sudiyono saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Kerjasama Daerah,hari ini, di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.

"Acara yang dilaksanakan ini memang kami anggap penting, untuk kita ketahui dan kita pahami bersama - sama terkait dengan kerja sama daerah. 

Harapannya dengan pelaksanaan kerja sama daerah ini, daerah dapat lebih berkembang, tumbuh dan meningkat kesejahteraannya", ujarnya.

Tentu dengan kesempatan dan kewenangan ini, lanjut Sudiyono, daerah bisa meng-explore segala potensinya untuk bisa dikembangkan. Dan salah satu upaya yang bisa dikerjakan daerah ialah melakukan kerjasama.

"Yang paling penting dalam kerjasama ini ialah, bagaimana dapat mengangkat potensi daerah ini, menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah hingga mampu meningkatkan pendapatan daerah", tegasnya.

Sosialisasi pelaksanaan kerjasama daerah ini, lanjut Sudiyono, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap peraturan, mekanisme maupun tata cara, penyusunan dokumen kerja sama, potensi serta hal - hal yang berkaitan dengan kerjasama daerah.

"Sedangkan untuk tujuannya ialah memberikan panduan kepada OPD, terkait pelaksanaan dan potensi kerjasama daerah", imbuhnya.

Sudiyono berharap, usai pelaksanaan sosialisasi ini, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik - baiknya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan OPD, camat, serta perwakilan dari bagian-bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, dengan total 90 peserta.

Sedangkan narasumber kegiatan ini  berasal dari Biro Kerjasama Pemprov Jateng dan LPPM Unissula Semarang. ($.amin)

Kerja Sama Daerah Didorong Untuk Dongkrak Potensi Lokal

TH.Indonesia. Pati - Meski baru dilantik dan diambil sumpahnya hari ini, menurut Bupati Pati Haryanto, para pimpinan DPRD Pati bukanlah wajah-wajah baru.

Wajah wajah baru anggota dewan kabupaten Pati.

Namun demikian, ia mengajak pimpinan dewan untuk me-refresh pemahaman terkait tugas dan fungsinya agar sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Pati dan pimpinan dewan beserta seluruh anggotanya semakin meningkat.

Hal itu dikemukakan Bupati dalam pidatonya saat menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Pati Masa Jabatan 2019/2024, Rabu (25/9), di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pati.

"Sinergitas ini diperlukan dalam mengawal lahirnya peraturan daerah, produk-produk hukum lain, maupun dalam proses pengesahan APBD. Demikian juga dalam fungsi pengawasan yang ada pada dewan. 

Hendaknya juga dapat dipergunakan secara arif dan bijaksana agar tercipta keharmonisan hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD", jelas Bupati.

Bila eksekutif dan legislatif hubungannya baik, lanjut Haryanto, yang akan merasakan juga masyarakat secara umum.

Menurut Haryanto, bagaimanapun juga DPRD memiliki tanggung jawab yang sama dengan kepala daerah, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.

Haryanto menyebut, sumpah dan janji yang terucap oleh pimpinan DPRD diharapkan menjadi komitmen yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas-tugas kedewanan.

"Hal ini penting, mengingat bahwa masyarakat menunggu realisasi janji-janji politik pada waktu kampanye", lanjut Bupati.

Di ruang rapat paripurna DPRD Pati, Ketua Pengadilan Negeri Pati Suwarno mengambil sumpah  empat anggota dewan yang hari ini dikukuhkan sebagai ketua dan wakil ketua DPRD Pati.

Mereka ialah Ali Badrudin (Ketua), Joni Kurnianto (Wakil Ketua 1), Hardi (Wakil Ketua 2), dan Muhammadun (Wakil Ketua 3).

Bupati Pati Haryanto atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Pati pun menyampaikan ucapan selamat kepada ketua maupun para wakil ketua yang telah dikukuhkan.

"Sempat kita dipimpin oleh pimpinan sementara dalam kurun waktu satu bulan. 

Namun, alhamdulillah pada pagi sampai siang ini, pimpinan DPRD periode 2019-2024 telah disumpah dan dilantik oleh ketua pengadilan negeri Pati. 

Semoga pimpinan dewan yang baru amanah dan membawa berkah untuk kita semua," ucap Haryanto.

Haryanto berharap, setelah pelantikan ini, pimpinan dewan beserta alat kelengkapan dewan dapat langsung menyelesaikan tugas-tugasnya.

Menurutnya, banyak tugas-tugas yang menanti. Di antaranya adalah pembahasan APBD tahun 2020, evaluasi SOTK, dan pembahasan Raperda tentang revisi RTRW.

"Selain itu juga pembahasan Raperda-Raperda lain yang sudah terprogram pada tahun 2019. 

Kami juga berharap agar semua program kerja pimpinan DPRD maupun anggota DPRD pada periode 2019-2024 nantinya juga selaras dengan rencana kerja pemerintah daerah yang telah tersusun dengan baik," tuturnya.

Ia berharap pelantikan ini jangan hanya dimaknai sebagai bentuk seremonial belaka melainkan merupakan janji yang tulus dan jujur atas tantangan ke depan dalam melaksanakan tugas-tugas pimpinan dewan dan seluruh anggotanya. ($.ucipto)

Ali Badrudin Kembali Dilantik Sebagai Ketua DPRD Pati

TH.Indonesia. Semarang - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang, (25/09/19).

Aksi damai ribuan mahasiswa BEM semarang, menolak revisi undang undang KPK.

Aksi demo dilakukan untuk menolak Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Revisi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan sejumlah persoalan lainnya. 

Aksi demo yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu awalnya berlangsung damai, namun situasi mulai memanas saat mahasiswa meminta Gubernur Jawa Tengah turun menemui massa.

Sejumlah pimpinam DPRD Jateng awalnya turun dan ingin berdialog dengan massa, namun kedatangan mereka ditolak oleh mahasiswa.

Mahasiswa pun mencoba merangsek dan memaksa masuk, hingga menyebabkan pintu gerbang gedung DPRD Jateng roboh.

Ratusan personil kepolisian yang mengamankan aksi itu telah bersiap menghalau massa, namun situasi tetap kondusif setelah semua pihak menahan diri.

Massa terus berteriak dan mendesak untuk bertemu dengan Gubernur. Demi mengamankan situasi, Ganjar pun akhirnya datang untuk menemui para mahasiswa.

Kedatangan Ganjar disambut tepuk tangan para peserta demo. Ia pun tidak segan untuk merangsek ke kerumunan mahasiswa dan menuju mobil orasi milik mahasiswa.

Dengan tenang, Ganjar meminta agar mahasiswa tetap menjaga kondisifitas dan tidak merusak fasilitas.

"Sejak beberapa hari ini saya mengikuti aksi ini, beberapa teman aktivis juga meminta izin untuk menggelar aksi.

Saya persilahkan, bahkan sebenarnya saya sudah menyiapkan tempat sejak kemarin untuk menerima kawan-kawan yang akan menyampaikan tuntutan," ucap Ganjar berbicara di atas podium orasi mahasiswa.

Seharusnya lanjut dia, para mahasiswa dapat menggelar aksi demo dengan tertib dan menyampaikan tuntutan dengan dialog yang baik.

Tidak perlu lanjut dia, mahasiswa melakukan aksi yang merugikan, bahkan sampai merusak pagar dan taman.

"Pagar dan taman ini adalah uang dari kalian juga, seharusnya tidak perlu dirusak karena saya harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaikinya.

Bagaimana kalau besok, saya undang kawan-kawan semua untuk bersih-bersih dan memperbaiki taman yang dirusak itu, setuju tidak," tanya Ganjar dan dijawab dengan kompak oleh mahasiswa 'setuju'.

Ganjar pun menegaskan akan menampung semua aspirasi serta tuntutan dari para mahasiswa. Ia akan menyampaikan aspirasi itu sampai ke tingkat pusat.

"Cukup banyak pesan yang disampaikan, nanti akan kami sampaikan ke pusat, tadi mereka minta disampaikan ke DPR dan Presiden, tentu akan saya lakukan," ucapnya.

Ganjar pun mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu. Meski sedikit memanas dan membuat pagar roboh, namun bagi dirinya hal itu masih merupakan hal yang wajar.

"Ya itu resiko, kalau massa banyak memang sulit mengontrol dan kerap menimbulkan situasi memanas.

Ya tidak apa-apa, nanti kami perbaiki, saya dulu juga pernah jadi mahasiswa yang sering demo seperti mereka," tutupnya.

Sementara itu, para peserta aksi meminta Ganjar menandatangani beberapa tuntutan yang mereka bacakan. 

Tuntutan itu seperti membatalkan RKUHP, menolak revisi UU KPK, mendesak DPR segera mengesahkan RUU kekerasan seksual dan sejumlah tuntutan lainnya.

Ganjar pun membubuhkan tandatangan di atas kertas tuntutan mahasiswa itu. Setelah itu, ia turun dari podium dan meminta mahasiswa untuk melanjutkan aksi demonstrasi dengan tertib. ($.ucipto)

Aksi Damai BEM Se- Jawa Tengah Menolak Revisi Undang Undang KPK

TH.Indonesia. Pati - Evaluasi Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Pati menjadi dilema tersendiri jelang pembentukan kabinet baru, (25/09/19).

Rapat STOK diruang pragola pati.

Hal ini disampaikan Bupati Pati Haryanto saat kemarin memberikan pengarahan dalam rapat Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di ruang Pragolo Setda Pati.

Evaluasi SOTK, lanjut Haryanto memang perlu, namun, hal tersebut menjadi sebuah dilema manakala akan ada pelantikan kepala negara.

Sebab, pada periode kedua, Bupati memprediksi menteri tidak mesti sama, bisa ganti. Dan setelah itu harus menyesuaikan kembali.

"Itu pasti. Dan kebijakan - kebijakan yang nantinya diterapkan, seringkali akan berdampak di bawah, kalau saya itu, apalah sebuah nama nomenklatur.

Kalau saya yang penting kinerjanya bagus, jabatannya tidak hilang, kesejahteraan tetap ada", ujarnya.

Pandangan Bupati tersebut mengemuka ketika membahas tentang sejumlah instansi yang rencananya akan berubah type, yaitu yang tadinya type B, dengan adanya Permendagri menjadi type A.

Seperti misalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Dinas Sosial dan KB serta Kesbangpol.

Namun, Bupati menegaskan, apabila evaluasi SOTK tidak dilakukan, akan terbentur oleh regulasi, padahal menurut Haryanto, regulasi dibiayai oleh APBD.

Apabila terjadi kesalahan, lanjutnya, maka akan timbul permasalahan.

"Seperti Dinas Sosial dan KB, yaitu mengampu tupoksi KB serta Perlindungan Perempuan dan Anak. Dan Kesbangpol, itu bentuknya harus Badan. Sedangkan Badan itu harus esselon II", jelasnya.

Terkait adanya penambahan beban kerja, usai dilakukan peningkatan type, Bupati meyakini bahwa nantinya pasti ada penambahan bidang. Sebab, terdapat bidang yang sebelumnya bergabung, sekarang berdiri sendiri.

"Kalau di Dinas sosial, itu dulu sudah mengampu, namun tidak ada nomenklaturnya. Sehingga dengan regulasi yang ada saat ini, diberi kesempatan lagi untuk mengampu", imbuhnya.

Untuk Kesbangpol, Bupati menegaskan justru akan menjadi lebih maksimal. Sebab, akan ada kepala dinas, ada sekretaris serta kepala bidang. 

"Yang sekarang hanya kepala kantor dan kasubag TU serta kepala seksi (Kasi)", pungkasnya. ($.ucipto)

Dilema Evaluasi SOTK Jelang Pembentukan Kabinet Baru

TH.Indonesia. Pati - Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, Selasa tgl (24/09/19).

Loji desa Langse yang beralih fungsi dan berpindah tangan diperjual belikan.

Untuk melestarikan cagar budaya, negara bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya.

Bahwa cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya.

Dengan adanya perubahan paradigma pelestarian cagar budaya, diperlukan keseimbangan aspek ideologis, akademis, ekologis, dan ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih.

Mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan dan memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa.

Benda Cagar Budaya dapat berupa benda alam dan atau benda buatan manusia yang dimanfaatkan oleh manusia, serta sisa-sisa biota yang dapat dihubungkan dengan kegiatan manusia dan atau dapat dihubungkan dengan sejarah.

Setiap orang yang tanpa izin Menteri, gubernur atau bupati/wali kota, memisahkan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (2) dipidana, dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).

Hal inilah yang mendasari Undang Undang no 11 tentang Cagar Budaya yang disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010 lalu.

Adapun loji yang keberadaannya ada di desa Langse kecamatan Margorejo kabupaten Pati sudah beralih fungsi dan sudah berpindah tangan kepada orang lain dan sudah diperjualbelikan.

Sedangkan Loji yang dekat dengan Gapura Desa kini direhap total menghabiskan dana ratusan juta rupiah hampir setiap tahunnya, yang akan dijadikan resto dan kolam renang.

Loji desa Langse yang akan beralih fungsi menjadi resto dan kolam renang.

Polemik ini yang akan mengaburkan arti sejarah itu sendiri, bahwa Loji yang pada zaman dahulu menjadi sentral kegiatan para administrator baik pejabat di lingkungan karesidenan Pati sebagai pusat pemerintahan pada saat itu.

Bahkan keberadaan pabrik gula pertama di Loji Langse sebelum pindah ke PG Rendeng kudus sudah tidak ketahui keberadaannya tinggal puing dan sisa sisa sekarang yang seharusnya dirawat dan dilestarikan sesuai dengan kaidah UU no 11 THN 2010 (Undang Undang Cagar Budaya).

Ada apakah gerangan para pejabat teras Desa Langse sebagai pelaksana administrasi desa yang telah mengaburkan jejak sejarah Loji yang ada di desa Langse tersebut. (bersambung)

Polemik Loji Desa Langse Beralih Fungsi Dalam Pengaburan Sejarah

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati dan Komandan Kodim (Dandim) 0718 Pati beserta Kapolres Pati melaksanakan kegiatan sosial yakni operasi katarak gratis, bekerjasama dengan Keluarga Sehat Hospital (KSH), (23/09/19).

102 pasien gratis lakukan operasi mata katarak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa operasi katarak gratis tersebut merupakan salah satu bakti sosial yang luar biasa.

"Mata apabila terkena debu saja sudah tidak nyaman, apalagi bila terkena penyakit katarak. Pasti sangat mengganggu. 

Dan kegiatan seperti ini tidak hanya kali ini saja, namun di tahun sebelumnya pun juga digelar", ujarnya.

Menurut Haryanto, bagi masyarakat yang terkena penyakit katarak dan ekonominya kurang, akan merasa sangat terbantu.

Namun, imbuh Bupati, yang mendapat fasilitas operasi katarak gratis ini memang yang telah lulus hasil skrining. 

Sebab, menurut Haryanto, apabila dilakukan skrining masih berupa gejala, belum bisa untuk dilakukan operasi.

"Misalkan di tahun sebelumnya telah mendaftar, setelah dilakukan skrining ternyata hasilnya belum bisa untuk dilakukan operasi", jelasnya.

Sebagai Kepala Daerah, Bupati berterima kasih atas kerjasama sejumlah pihak khususnya pada Kodim 0718 Pati sebagai promotor dalam menggelar aksi operasi katarak gratis.

"Terima kasih untuk para dokter yang telah melakukan tugas di bidangnya. Semoga usai pelaksanaan operasi ini, tidak ada persoalan di kemudian hari", lanjutnya.

Sementara itu, Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan menyampaikan salam dari Pangdam dan Korem atas terselenggaranya kegiatan operasi katarak gratis ini.

"Awalnya saya pesimis sebab di tahun kemarin, para penderita katarak yang sudah kita kirim banyak, ternyata yang dapat di operasi berdasarkan skrining hasilnya sedikit. 

Sedangkan kesempatan kali ini, saya pesimis terkait penderita yang banyak di operasi, sebab di tahun kemarin, sebagian besar sudah di operasi", ungkapnya.

Ternyata setelah di survey, lanjut Dandim, masih banyak penderita katarak yang harus di operasi.

Kemudian setelah berkoordinasi dengan KSH, pihaknya mengirim sebanyak 226 penderita katarak untuk dilakukan skrining. Hasilnya ialah hanya 102 penderita yang benar - benar dinyatakan harus operasi.

"Kami berharap pelaksanaan operasi katarak ini berjalan dengan lancar dan baik. Mudah - mudah di jelang HUT ke 74 TNI, profesionalisme TNI kebanggaan rakyat dapat benar - benar kita wujudkan. 

Berani berbuat baik, tulus dan ikhlas untuk masyarakat semuanya", pungkasnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Bhaksos Operasi Katarak Gratis di Keluarga Sehat Hospital

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto meresmikan Masjid Baiturrohim Desa Payang, Kecamatan Pati pada Kamis malam.

Masjid Baiturrohim resmi diresmikan oleh Bupati Pati.

Peresmian ini dihadiri oleh, Camat Pati, Kapolsek, Danramil dan masyarakat desa Payang. Pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti oleh Bupati di halaman masjid, menjadi penanda masjid telah diresmikan, (20/09/19).

Dalam sambutannya Bupati mengajak masyarakat untuk tidak sekadar membangun masjid menjadi lebih baik saja, melainkan juga memakmurkan masjid dengan salat berjamaah dan kegiatan sosial-keagamaan rutin.

"Kalau hanya sekadar membangun itu mudah karena pada masa sekarang masyarakat cenderung lebih gampang diketuk hatinya untuk kepentingan sosial, kalau mengajak meramaikan masjid biasanya agak susah," ucap Haryanto.

Menurut Haryanto, masjid bisa dimakmurkan dengan mengadakan kegiatan rutin. Lebih-lebih kalau jamaah waktu subuh banyak. Ia mengungkapkan masjid yang makmur biasanya ditandai jamaah sholat subuhnya banyak. Selain itu akan semakin memakmurkan masjid.

"Terkait hal ini takmir mungkin bisa studi di masjid Juwana. Di sana banyak kegiatan sosial. Jamaah subuh juga ramai. Ada sarapan gratis setelah subuh. Sekarang malah Zuhur juga ada," ungkapnya.

Terkait perolehan sedekah, lanjutnya, Masjid Juwana juga dapat dijadikan percontohan. Menurutnya makin hari makin banyak yang bersodaqoh di sana. 

"Mungkin masjid se-Kabupaten, infaq sholat Jum'at terbanyak ada di Masjid Juwana. Bisa 10-15 juta. Kalau hari besar bisa 30-50 juta. Hal-hal yang baik di sana bisa ditiru," ungkapnya.

Haryanto meyakini, Masyarakat Desa Payang juga memiliki jiwa sosial tinggi. Terbukti, tanpa dikejar-kejar, masyarakat bersukarela berpartisipasi dalam pembangunan masjid. 

Menurut Haryanto, hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat untuk senantiasa beramal jariyah.


"Karena kita tidak tahu sampai kapan usia kita, sebisa mungkin kita memang harus beramal jariyah. Rugi kalau sampai meninggal belum pernah beramal jariyah. 

Dengan amal jariyah, suatu ketika kalau kita dipanggil Yang Kuasa, kita sudah punya bekal," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama ketua Takmir Masjid Baiturrohim Imam Zarkasi mengatakan bahwa masjid ini pertama kali diresmikan pada 1984 oleh Saoedji, Bupati yang menjabat ketika itu.

"Seiring berjalannya waktu, selain sudah tidak cukup menampung jamaah jumat, masjid ini bangunannya makin tua dan ketinggalan zaman. 

Sehingga, Kepala desa ketika itu, Hajar Ruswanto membentuk panitia pembangunan masjid Baiturrohim," ujarnya.

Ia mengungkapkan, semula anggaran pembangunan masjid adalah Rp 1 miliar, tetapi kemudian, setelah berkembang, bisa mencapai Rp 2 miliar lebih.

"Ini berkat Bapak-Ibu yang senang bersedekah," ucap Imam Zarkasi.

Pada proses finishing, Pemkab Pati melalui Bupati Haryanto membantu Rp 20 juta yang  peruntukannya ialah untuk pembuatan papan nama, pengecatan, dan pembuatan septic tank. ($.ucipto)

Masjid Baiturrahman Desa Payang Diresmikan Oleh Bupati Haryanto

TH.Indonesia. Pati - Pada silaturahmi antar pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Pati Senin malam, bertempat di Rumah Dinas Sekda Pati, Bupati Pati Haryanto menyinggung tentang Persetujuan APBD Perubahan, (17/09/19).

Silahturahmi antar pejabat di rumah Dinas Sekda Pati.

Dihadapan Sekda, Kepala OPD, camat, Kabag di Setda serta Direktur Bank Jateng, Bupati mengingatkan agar OPD yang mendapatkan program-program kurang 3 bulan ini bisa terserap seluruhnya.

"Tujuan kita adalah untuk memaksimalkan program yang kemarin tidak terakomodir, sebentar lagi kita bahas APBD 2020, LKPJ, Pilkades dan banyak lagi," tutur Bupati.

Pada acara rutin untuk keakraban para pejabat Pemkab Pati ini, Bupati mengungkapkan, tanpa terasa masa tugasnya tinggal tiga tahun lagi.

Ia pun mengajak seluruh jajarannya untuk menjaga kekompakan untuk kemajuan Kabupaten Pati.

"Mudah-mudahan kekompakan ini harus dijaga karena kabupaten Pati tergolong di daerah tetangga termasuk kita tetep kondusif satu dengan yang lain saling mengingatkan," ujar Haryanto.

Di kesempatan ini juga dipakai Bupati untuk mengingatkan jajarannya mengenai PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

"Disitu diatur dalam 5 tahun (pejabat.red) harus ada asesmen atau penilaian, kita nanti ada asesmen itu wajib, sedangkan hasil-hasil asesmen nanti itu untuk pertimbangan penerbitan surat keputusan lagi.

Sehingga tidak ilegal karena untuk memenuhi mekanisme kepegawaian agar tidak salah menerima tunjangan maupun TPP atau hak-hak lain," tegas Bupati.

Sementara itu Sekda Pati Suharyono mengungkapkan bahwa seluruh ASN di Kabupaten Pati mulai bulan November harus memakai pakaian adat Pati.

Dimana untuk staf diberi waktu satu bulan untuk menyiapkan pakaian adat Pati.
"Kenapa dibedakan karena semua pejabat struktural sudah punya semua sedangkan yang staf belum memiliki.

Ini harus dilaksanakan karena melaksanakan instruksi Gubernur harus memakai pakaian adat Jawa Tengah," tegas Suharyono.

Untuk itu sampai pembuatan Perpub, Sekda meminta masukan dari Kepala OPD, terkait pemakaian adat untuk ASN di lapangan seperti tenaga medis dan pengawas lapangan.

"Masa mengawasi proyek pakai baju adat Pati, jadi saya mohon masukan dari teman-teman supaya untuk pembuatan Perpub ini bisa sempurna dan untuk THL sifatnya himbauan begitu juga pegawai Bank Jateng juga bisa menyesuaikan," pinta Suharyono.

Rencananya pemakaian pakaian adat Pati setiap satu bulan sekali pada hari Jumat minggu pertama. ($.ucipto)

Silahturahmi Antar Pejabat, Bupati Haryanto Singgung Persetujuan APBD Perubahan Hingga Asesmen Pejabat

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo bertemu dengan jajaran Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Produsen Serat Sintesis dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 16 September 2019.

Presiden bertemu dengan para pelaku usaha tekstil Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara membahas peluang industri tekstil Indonesia di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu.

"Kita tahu gejolak ekonomi dunia seperti perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat bisa menjadi tantangan tapi sekaligus bisa menjadi peluang kita untuk meningkatkan ekspor, termasuk produk tekstil, serat sintesis, dan benang filamen," kata Presiden dalam pengantarnya.

Industri tekstil dan pakaian jadi sendiri menurut Presiden Jokowi merupakan industri dengan pertumbuhan tertinggi di triwulan kedua tahun 2019, yaitu sebesar 20,71 persen.

"Ini adalah pertumbuhan yang sangat tinggi dan masuk 5 besar sebagai industri dengan kontribusi tertinggi terhadap PDB (produk domestik bruto) di triwulan kedua 2019 yaitu 1,30 persen," lanjutnya.

Sayangnya, pertumbuhan pangsa pasar tekstil dan produk tekstil Indonesia di pasar global cenderung jalan di tempat, yaitu sekitar 1,56 persen.

Angka tersebut menurut Kepala Negara tertinggal jauh jika dibandingkan dengan China yang menguasai 31,8 persen pangsa pasar tekstil dunia.

"Dua pesaing utama kita, Vietnam 4,59 persen, dan Bangladesh 4,72 persen di tahun 2018," imbuhnya.

Dari sisi ekspor, komoditas tekstil dan produk tekstil Indonesia di triwulan kedua 2019 juga turun 0,60 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini, kata Presiden, disebabkan oleh tingginya biaya produksi lokal, fasilitas dan kebijakan dagang yang berpihak pada impor, serta kurangnya perencanaan jangka panjang yang berdampak pada minimnya investasi.

Oleh karena itu, pada pertemuan tersebut Presiden Jokowi meminta saran dan masukan dari kedua asosiasi mengenai solusi atas permasalahan tersebut.

Presiden Jokowi ingin mengetahui dan mendengar langsung apa yang diinginkan dan diperlukan oleh para pelaku usaha tekstil.

"Saya ingin tahu betul apa yang diinginkan oleh pelaku usaha agar jangan banyak-banyak, tiga pokok saja, tapi kita rumuskan, kita putuskan, kemudian pemerintah akan lakukan kebijakannya sehingga betul-betul bermanfaat bagi bapak ibu semuanya," jelasnya.

Kepala Negara kemudian menyinggung kabar yang disampaikan Bank Dunia mengenai potensi adanya resesi ekonomi dunia pada satu atau satu setengah tahun ke depan.

Presiden berharap, hal tersebut justru bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk membenahi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

"Kita juga tahu beberapa negara sekarang ini betul-betul sudah pada kondisi resesi karena pertumbuhannya minus.

Sehingga kesempatan inilah yang kita harus gunakan agar terjadi sebuah titik balik bagi industrialisasi yang ada di negara kita," tandasnya. ($.amin)

Bertemu API dan APSyFI, Presiden Joko Widodo Bahas Peluang Tekstil Indonesia di Pasar Global

TH.Indonesia. Pati - Kabupaten Pati kembali meraih Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).


Kabupaten Pati kembali raih penghargaan Wahana Tata Nugraha.

Kabar gembira ini diungkapkan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) usai menghadiri pemberian penghargaan WTN di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9).

Menurut Safin, penghargaan ini diberikan bagi pemerintah ‎provinsi, kabupaten, dan operator transportasi yang mampu menata transportasi dan fasilitas publik dengan baik.

Penilaian dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepolisan dan juga para pakar.

Setelah dilakukan input data untuk menganalisis terhadap indikator penilaian, dan survei, terpilihlah sejumlah Kabupaten/Kota yang berhak mendapatkan penghargaan WTN.

Safin berharap, penghargaan ini‎ akan semakin mendorong Pemkab untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi.

"Semoga Pemkab dan Polres Pati kian terpacu untuk meningkatkan kualitas layanan, terutama menyangkut masalah lalu lintas dan sarana prasarana pendukung  keselamatan dan kenyamanan berlulintas," ujar Safin yang hadir bersama Kapolres Pati, Kepala Dishub Pati, dan Kabid Angkutan dan Teknik Sarana ( ATS ) Dishub Pati.

Menurut Wabup, capaian ini tak lepas dari dukungan semua pihak mulai dari Forkompimda, para pemangku kepentingan bidang perhubungan di Kabupaten Pati, jajaran Pemkab, dan juga segenap masyarakat pengguna layanan.

"Ini keberhasilan kita bersama karenanya saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Pemkab hingga dapat kembali meraih penghargaan ini", ujarnya.

Saat diwawancarai melalui telepon genggamnya, Kepala Dishub Kabupaten Pati Sudarlan mengungkapkan bahwa sejak awal keikutsertaannya, Kabupaten Pati telah mendapatkan WTN sebanyak empat kali.

Beberapa tahun terakhir memang dari pihak penyelenggara penilaian WTN vakum hingga sempat muncul wacana akan digelar dua tahun sekali.

Sementara itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir pada acara penyerahan penghargaan tersebut menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo dan meminta segenap jajaran pemerintah daerah untuk lebih bersemangat mengelola transportasi.

"Jangan lupa Pemda juga diminta kolaborasi dengan operator dan pemerintah pusat", ujar Menteri Perhubungan. ($.ucipto)

Kabupaten Pati Kembali Raih Wahana Tata Nugraha

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto menghadiri Haul Sunan Ngerang di Desa Pekuwon, Kecamatan Juwana Minggu (15/9). Kegiatan ini turut dihadiri Camat Juwana, Kapolsek, Danramil dan Anggota DPRD Pati.

Haul sunan Ngerang refleksi diri kaum muda dalam uri uri keluhuran para leluhur.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya mengatakan, momentum Haul Sunan Ngerang Ke-17 tahun ini diharapkan masyarakat dan generasi muda dapat meneladani ajaran Sunan  Ngerang dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita berharap yang hadir di sini, untuk dapat menjaga kebersamaan di dalam membangun dan mengamalkan keteladanan yang telah diberikan oleh Sunan Ngerang. 

Dari kegiatan Haul Sunan Ngerang dapat memberikan energi batin, betapa besar tantangan dan pengorbanan dalam rangka berjuang menegakkan kebenaran," ungkap Bupati.

Apalagi pada masa beliau, lanjut Bupati, hampir semuanya terbatas, namun semuanya itu dapat para leluhur atasi untuk mendapatkan ridho Allah. 

Ia berharap semangat ini hendaknya dapat diwariskan sekaligus sebagai energi batin oleh masyarakat dan jamaah.

Bupati mengaku haul merupakan sebagai peringatan untuk mengenang jasa-jasa Sunan Ngerang yang telah meninggal dan membacakan doa untuknya. 

Dirinya berharap generasi muda sebagai penerusnya agar dapat mengamalkan ajarannya untuk mendekatkan kepada Allah SWT.

Disebutkannya, melalui peringatan Haul Sunan Ngerang Ke-17 ini, merupakan sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan.

"Kegiatan Haul Sunan Ngerang ini perlu dipertahankan sebagai upaya untuk meneladani dalam praktik kehidupan dengan selalu berdzikir kepadanya dan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan dan sandaran dalam melakukan segala bentuk aktifitas kehidupan, agar dapat dicontoh dan ditiru oleh generasi muda kita," imbau Bupati.

Secara khusus Bupati mendoakan warga Desa Pekuwon, kecamatan Juwana dan Kabupaten Pati diberikan keberkahan, kesehatan, keselamatan, kemuliaan dan kesejahteraan baik lahir maupun batin oleh Allah SWT. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Harapkan Generasi Muda Jadikan Sunan Ngerang Sebagai Suri Tauladan

TH.Indonesia. Pati - Ratusan massa dari  berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam GJL (Gerakan Jalan Lurus), Kamis pagi mendatangi kantor BPKAD Kabupaten Pati.

GJL siap menjadi garda depan dalam membela kepentingan rakyat kecil.

Kedatangan mereka guna menyoroti tingginya tarif pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) yang harus disetor kepada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati.


Koordinator aksi GJL Riyanta SH dalam kesempatan audiensi dengan pejabat BPKAD yang ditemui Kepala BPKAD Pati  Turi Atmoko, Dodo Subagyo, Moh Yasin serta pejabat lainnya, menjelaskan berkaitan BPHTB sesuai UU No 28 Tahun 2009 Pasal 87, pengenaan berdasar nilai transaksi.

Tetapi oleh BPKAD bukan pada nilai transaksi, dengan kewenangan subyektivitasnya untuk menentukan harga yang tidak sesuai transaksi.

Jual beli kesepakatan harga para pihak. Jual beli ya nilai transaksi yang di sepakati penjual dan pembeli. Pasal 87 ayat 1,2,3 harus ditegakkan. Contoh praktek transaksi senilai 160 Juta oleh warga Margomulyo Kecamatan Tayu bernama Wildan.

Transaksi pada awal oleh PPAT Sugiharti SH alamat sebelah utara kantor CPM Pati. Upload oleh PPAT Sugiharti sesuai sistem 190 Juta, tetapi di BPKAD muncul nilai 2 Milyar," jelasnya.

Kedatangannya dan rombongan hanya minta klarifikasi apa yang mendasari nilai transaksi mencapai 2 Milyar.

Sementara untuk pengurusan menggunakan sistem online, yang seharusnya cepat, biaya murah, tapi kenyataannya ? Kejadian semacam ini masih banyak di temukan di lapangan dengan besaran nilai yang sangat cukup fantastis dan proses yang lama," ungkapnya.

Lebih lanjut Riyanta SH menyampaikan agar di dalam  menentukan pajak BPHTB disesuaikan dengan aturan hukum yang ada.

Pajak BPHTB 2,5 persen yang sudah ada, diturunkan menjadi 1 persen kali nilai transaksi dari warga dengan kekayaan tertentu (warga miskin).

Sedangkan untuk waris dan hibah warga miskin digratiskan/tidak kena pajak, agar warga miskin tidak menjadi objek pajak," paparnya.

Disinyalir hal seperti itu sering terjadi di seluruh kabupaten/kota, peluang sangat besar karena berkepentingan dengan kewenangan.

Kasi pajak tidak menentukan nilai sebenarnya transaksi, tapi dengan tafsir yang seenaknya sendiri," tegasnya Riyanta SH.

Kejadian semacam ini tidak hanya di Pati saja, di kota lain juga ada seperti DIY. Di UU 87 ada sangsi pidana, pembeli dan penjual yang tidak jujur dapat sangsi pidana, tegakkan sangsi pidana," pungkasnya Riyanta SH.

Sementara Kepala BPKAD Turi Atmoko menegaskan, tarif pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan ( BPHTB ) sudah sesuai aturan dan terhitung murah.

Di Kabupaten Pati Peraturan Daerah itu tertuang di Perda Nomor 8 Tahun 2017 perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang BPHTB, dalam aturan pajak maksimal 5 persen. Namun untuk di Perda sudah di turunkan menjadi 2,5  persen sejak 2017 lalu.

Penurunan tarif pajak BPHTB menjadi 2,5 persen itu sudah sangat meringankan," ungkapnya.

Turi berharap tidak perlu saling menyalahkan, karena lama bukan dari BPKAD tapi dari notaris dan pemohon, kelengkapan berkas menjadi ukuran. 

Apabila kelengkapan berkas semua telah terpenuhi, upload penetapan nilai sekian telah di penuhi maka akan segera di cetak.

Akan tetapi lama itu terjadi apabila upload penetapan sekian nilainya tidak segera di bayarkan karena tidak sesuai yang di harapkan, itu yang menjadi lama," imbuhnya.

Kami optimalkan mediasi 50 pemohon tiap hari. Klarifikasi penilaian BPKAD dengan pemohon harus ditemukan.

Terkait permintaan penurunan menjadi 1 persen silahkan diusulkan ketingkat pusat, karena kewenangan ada dipusat," ungkap Turi Atmoko.

Jelas hal ini sangat merugikan rakyat kecil dengan kehidupan yang pas pasan jika ada kewenangan yang sewenang wenang yang dilakukan oleh pejabat BPKAD. ($.ucipto)

Ratusan Massa GJL Geruduk Kantor BPKAD Pati

TH.Indonesia. Pati - Pendopo Kabupaten Pati menjadi lokasi Pembukaan MTQ Pelajar XXXV dan MTQ Umum XXVIII tingkat Kabupaten Pati tahun 2019.

Bupati Haryanto buka lomba MTQ tingkat pelajar & umum.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutan pembukaan acara tersebut, mengatakan bahwa  kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pemahaman bahwa Al Qur'an merupakan pedoman hidup, dan tidak semua orang bisa seni membaca Al Qur'an.

"Selain itu, dengan ajang seperti ini, juga sebagai antisipasi terhadap budaya - budaya negatif yang selama ini masuk, Rabu tgl (11/09/19).

Apabila anak - anak terbiasa memiliki kebiasaan yang positif, sudah tentu hal tersebut tidak akan berpengaruh", pesannya.

Oleh karena itu, lanjut Haryanto, maraknya TPQ, Madrasah Diniyah (Madin) serta lembaga - lembaga pendidikan baca tulis Qur'an, tidak lain ialah bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan, akhlaq, dan budi pekerti, sehingga tercipta sumber daya manusia yang berkualitas.

"Kepada dewan juri, ini bukan tentang anak - anak kita yang di lombakan, melainkan bagaimana kemampuan anak ini nantinya dapat dibawa ke ajang tingkat provinsi bahkan ke tingkat nasional", imbaunya.

Bupati juga mengingatkan, agar jangan sampai berhenti di ajang ini saja. Namun bagaimana agar dapat terus belajar. Sehingga kemampuan yang dimiliki dapat bermanfaat bagi kehidupan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Pati, Heri Supriyono dalam laporannya mengatakan bahwa ajang ini diikuti oleh 21 kafilah dari 21 kecamatan se-Kabupaten Pati.

Adapun rincian masing - masing kecamatan ialah, MTQ pelajar sebanyak 16 orang, MTQ umum 12 orang dan official 3 orang, sehingga jumlah seluruh peserta sebanyak 588 peserta dan 63 official.

"Acara ini bertujuan untuk memasyarakatkan, membudayakan membaca Al Qur' an sejak dini sehingga membaca Al Qur'an menjadi kebiasaan dan tradisi bagi masyarakat di Kabupaten Pati", ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, tujuannya adalah untuk meningkatkan semangat dalam memahami Al Qur'an, sehingga terbentuk karakter Islami sejak dini. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Buka MTQ Umum dan Pelajar Tingkat Kabupaten Pati

TH.Indonesia. Pati - Proyek revitalisasi alun - alun Pati saat ini hampir memasuki bulan September 2019. Pengerjaannya pun makin dikebut demi bisa menyelesaikan salah satu ikon Kabupaten Pati ini.

Pekerjaan revitalisasi alun alun makin dikebut dan akan diresmikan.

Untuk memastikan hal itu, Selasa siang (10/9), Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Suharyono, dan Kepala DPUTR Pati Faisal, melakukan survey ke lokasi alun - alun yang tengah dalam pengerjaan.

"Tujuan kita survey dan mengecek ini kan disesuaikan dengan spesifikasi yang ada. Dan memang masih perlu adanya pembenahan - pembenahan karena memang belum tuntas", ujar Bupati saat ditemui usai keliling melakukan cek lokasi.

Sehingga jelang finishing nanti, lanjut Bupati, pihaknya dapat memonitor secara langsung agar semua bisa disesuaikan dengan spesifikasi yang ada. Hingga pada akhirnya nanti, dapat selesai 100% sesuai dengan harapan.

"Yang masih perlu pembenahan yaitu, taman, lapangan rumput, ornamen - ornamen serta tulisan alun - alun yang akan kita benahi lagi. Terlebih ada sejumlah space foto yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat", ungkapnya.

Tak hanya itu, ada hal menarik lain dalam revitalisasi Alun - alun ini. Yaitu, adanya tanaman kelapa kopyor di sejumlah titik. 

Ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa kelapa kopyor merupakan salah satu ikon Kabupaten Pati. Juga agar tidak diambil maupun di klaim daerah lain.

"Harapannya apabila revitalisasi Alun - alun ini sudah jadi ialah, agar dapat memberikan layanan dan fasilitas kepada masyarakat. Mulai dari lokasi untuk berolahraga, bersantai serta berekreasi", imbuhnya.

Untuk perkiraan waktu, Bupati menegaskan bahwa proyek ini dijadwalkan akan selesai pada bulan Oktober 2019.
Ia juga merencanakan akan selalu mengecek lokasi alun - alun agar finishingnya sesuai dengan harapan. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Pantau Penyelesaian Proyek Revitalisasi Alun Alun

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), hari ini, berkesempatan menghadiri acara Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke-7, TPQ se-Kabupaten Pati.

FASI meningkatkan mutu akhlak anak Bangsa.

Kali ini yang berkesempatan menjadi tuan rumah dia acara itu ialah Ponpes Yanbu'ul Qur'an Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

Wabup Saiful Arifin mengatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan ini sebagai pengingat, khususnya bagi anak-anak, tentang Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dan sumber ilmu pengetahuan umat Islam.

"Dalam festival ini, tidak hanya mengejar kejuaraannya saja, namun anak-anak diharapkan menjadi lebih gemar membaca, sehingga mudah mendapatkan pengetahuan. Dan pada akhirnya menjadi pribadi yang lebih islami", ujarnya saat memberikan arahan.

Selain itu, lanjut Saiful Arifin, dengan adanya festival ini, anak - anak diharapkan menjadi lebih bergairah dalam berkompetisi, berlomba serta meningkatkan ketaatan dari ilmu yang dipelajarinya.

"FASI juga sebagai sarana sosialisasi kepada anak - anak dalam membiasakan diri untuk berkompetisi secara fair dan sportif", pesan Safin.

Hal ini, imbuh Wabup, tentu saja dapat merangsang mereka untuk berdaya saing di setiap kesempatan.

"Dan yang terpenting bahwa FASI ini juga sebagai ajang mengekspresikan kepribadian anak sebagai anak Indonesia yang solih dan sholihah. Anak Indonesia yang menjadi dambaan orang tua, bangsa dan negara", tegasnya.

Ia pun berpesan pada semua peserta yang hadir agar jangan hanya mengejar kemenangan saja. Melainkan, menjadikan acara ini untuk memperkokoh jaringan silaturahmi dan ukhuwah islamiyah semua komponen anak bangsa.

"Saya berharap dengan digelarnya acara ini, Kabupaten Pati memiliki basis generasi muda yang berkualitas baik dari segi ilmu pengetahuan serta dari segi iman dan taqwa. Memang sudah seyogyanya anak - anak ini, dilandasi dengan dasar keilmuan dan akhlaq yang baik", tutur Safin.

Sementara itu, Ketua Panitia FASI, Slamet menyampaikan, FASI yang ke-7 ini, diawali dengan kompetisi tingkat kecamatan oleh Badan Koordinasi (Badko) TPQ tingkat kecamatan.

"Hasilnya ialah berkumpulnya para peserta FASI sebanyak 786 anak yang akan berkompetisi memperebutkan juara tingkat Kabupaten yang kemudian juara satunya mengikuti lomba tingkat provinsi", jelas Slamet.

"Ada sebanyak 17 cabang lomba, yang diikuti dari tingkat Taman Kanak-Kanak Qur'an (TKQ), Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA).

Kami mengucapkan terima kasih pada segenap Ustad dan ustadzah yang telah berpartisipasi aktif mengikuti FASI tingkat Kabupaten Pati", ucapnya.

Ia juga bersyukur bahwa FASI ke-7 ini, diikuti oleh 21 kecamatan se-Kabupaten Pati. ($.ucipto)

Festival Anak Soleh Indonesia Menjadi Refleksi Jadi Diri Bangsa

TH.Indonesia. Pati - Digelar Program Pembinaan Klub Sepakbola, persatuan sepakbola Pati (Persipa) tahun 2019 yang bertempat di Ruang Joyokusumo Kabupaten Pati. turut hadir Wakil Bupati, Perwakilan Dinporapar, Persipa, dan Askab.

Turnamen antar club, liga kabupaten Pati segera dibuka.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan kunci memajukan sepak bola di Kabupaten Pati ini, yang paling utama adalah tidak instan masuk untuk bisa menang.

Tuntutan pertandingan memang mengharapkan menang namun juga dibutuhkan pembinaan yang dimulai dengan pembibitan.

"Untuk itu kita kemarin sudah komitmen ke liga 3 berikutnya kita melakukan liga Pati untuk memberikan satu pembinaan kepada insan sepak bola," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan menyelenggarakan liga U-16 untuk usia 15-16 tahun dapat menjadi wadah pencarian bibit-bibit muda. Potensi muda inilah yang akan dipakai untuk tahun 2020 di Piala Suratin.

Sedangkan liga U-22 untuk usia 17-22 tahun akan ditambah liga senior sehingga bisa mengikuti ke kompetisi nantinya.

"Liga ini kita persiapkan dengan baik yang penting euforia bola ini kita tumbuhkan.

Coba yang hobi bola jangan hanya komen aja, mari kita sama-sama memajukan sepak bola di kabupaten Pati supaya hidup," ajaknya.

Ia mengajak para pengurus untuk fokus dalam tim. Safin meminta agar seluruh tim manajemen tidak saling menyalahkan dan bersatu untuk memajukan sepakbola di Kabupaten Pati.

"Saya berharap ke depan kita bisa menyumbang pemain-pemain nasional dari Kabupaten Pati dan program-program kita bisa menggugah gairah sepakbola Kabupaten Pati bisa tumbuh dengan baik ini tentunya untuk kawan-kawan semua," harap Safin.

Sementara itu Kabid Keolahragaan Dinporapar Pati Kardi mengatakan tujuan kegiatan sebagai sarana pembinaan kompetisi usia muda dan pemanduan bakat pemain lokal sebagai persiapan tim dalam Piala Suratin, di Kabupaten Pati dan memupuk fair play dalam setiap pertandingan sepakbola.

Rencana pelaksanaan kegiatan adalah sistem pertandingan Home and Away dan rencana pelaksanaan pertandingan Minggu Ke II Bulan Oktober-Desember 2019.

Hak dan kewajiban klub adalah patuh kepada regulasi yang ditetapkan dan menyediakan lapangan pertandingan menyediakan Panpel Pertandingan (Home) Panpel selain mempersiapkan pertandingan (home) juga melaporkan kepada operator liga.

"Tiap tim yang bertanding diberikan stimulan Rp.1.200.000,- dengan ketentuan tim tuan rumah membiayai wasit, medis, keamanan dan operasional pertandingan sedangkan tim tamu sebesar Rp.1.000.000,- untuk biaya transportasi dan operasional lainnya," pungkas Kardi. ($.ucipto)

Cari Bibit Muda Persipa Lewat Turnamen Antar Klub dan SSB

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo pada pagi ini, Kamis, 5 September 2019, bertolak menuju Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan kunjungan kerja. Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 09.00 WIB.

Presiden lakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Presiden Jokowi disambut oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono.

Dari bandara, Presiden Jokowi akan menuju Kota Pontianak untuk menjalani sejumlah agenda kepresidenan. Di Kota Pontianak, Presiden direncanakan untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Hutan dan sertifikat hak atas tanah.
Selain itu, pada sore hari, Presiden Jokowi akan menuju Mako Lantamal XII Pontianak dan diagendakan meninjau sejumlah proyek di sepanjang Sungai Kapuas.

Selepas peninjauan, Presiden Jokowi akan menuju tempatnya bermalam selama berada di Pontianak untuk beristirahat dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Turut menyertai Presiden Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Kalimantan Barat antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Adita Irawati, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Plh. Sekretaris Militer Presiden Brigjen TNI Basuki Nugroho. (Mas'bhub)

Presiden Joko Widodo Akan Serahkan SK TORA dan Sertifikat Tanah di Pontianak

TH.Indonesia. Pati - Team kuasa hukum dari saudara Leles terduga pelaku pencurian kayu jati dan pohon nangka turut warga Desa Srikaton Kecamatan Jaken, akhirnya pada hari Jumat sekitar pukul 14.00 WIB telah menggelar Pres Rilis dan menyanggah atas berita yang beredar tentang adanya pernyataan perdamaian dari pihak Leles dengan pelapor yang juga merupakan Kepala Desa Srikaton.

Bowo Setiyadi SH & Moh. Agus Pradetyo SH.

Hal itu di sampaikan langsung oleh Advokat Bowo Setiyadi, S.H dan Advokat Moh Agus Prasetyo, S.H yang didampingi oleh Sudarko selaku mewakili dari pihak keluarga Leles di ruang rapat rumah makan Bu Anda Jl. Penjawi Pati, Jum'at tgl (06/09/19).

Kepada awak media, Bowo Setyadi , S.H menyampaikan bahwa, pihaknya tidak pernah mewakilkan kepada siapapun untuk melakukan upaya perdamaian kepada pihak pelapor.

"Kami sebagai kuasa hukum Leles tidak pernah melakukan perdamaian lagi dengan pihak Kepala Desa selaku pihak pelapor atas permasalahan ini, bahkan perdamaian yang dulu secara lisan dihadapan Majelis Hakim dibatalkan sendiri oleh Leles saat sidang ke 5 di Pengadilan Negeri Pati , " ujarnya.

Pada kesempatan tersebut , Advokat Bowo Setiyadi, S.H juga mengatakan bahwa saat ini kasus Leles sudah mendekati masa akhir dan hanya menunggu detik-detik putusan dari Majelis Hakim yang akan di ketuk pada tanggal 10 September 2019.

"Kasus Leles ini akan berakhir tinggal menunggu putusan Majelis Hakim,apapun hasilnya nanti kita akan terima, Tetapi akan memasuki babak baru, karena Leles dan keluarga sudah memberikan kuasa untuk menuntut perdata kepemilikan tanah yang dikuasai oleh Kepala Desa, " imbuhnya.

Senada dengan Bowo Setyadi, S.H , Moh Agus Prasetyo, S.H juga mengatakan bahwa, " Leles siap menerima resiko, karena Leles merasa memotong pohon diatas tanah tinggalan imbuhnya.

Kami mungkin bisa melakukan perdamaian dengan syarat, tanah milik Leles dikembalikan dan Kepala Desa membayar ganti rugi Leles selama menjalani kurungan. Sampai saat ini hukum tetap berjalan, " jelasnya.

Sementara itu, Sudarko yang merupakan mantan Kepala Desa Srikaton dan mewakili dari keluarga Leles juga menjelaskan bahwa dirinya memang dihubungi oleh Camat Jaken untuk membuat surat perdamaian, namun pihaknya belum pernah membuat surat pernyataan itu.

"Saya memang dihubungi oleh pak Camat Supat untuk membuat surat perdamaian yang nantinya akan ditanda tangani oleh Kuasa Hukum Leles, tetapi saya tidak membuatnya karena hukuman sudah berjalan tinggal menunggu putusan Majelis Hakim ," paparnya saat mengikuti jumpa pers.

Miris jika hukum di negeri ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah, tidak rubahnya seperti serigala yang memakan domba kesewenangan para pejabat di negeri yang tega dan sewenang-wenang kepada rakyatnya. (Red / ROI)

Bowo Setiyadi SH : Tidak Ada Perdamaian Kasus Leles, Demi Tegaknya Hukum di Negeri Ini