TH.Indonesia. Pati - Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Prajurit Kodim 0718 Pati, bersama dengan Persit KCK  XXXIX Kodim 0718 Pati memperingati Nuzulul Qur’an 1440 H / 2019 M yang berlangsung di Aula Suluh Bhakti Makodim 0718 Pati Jln. Panglima Sudirman, Kabupaten Pati.(29/05/19).

Nuzulul Quran menjadi refleksi bagi kaum muslim dibulan Ramadhan.

Acara yang dihadiri oleh Komandan Kodim 0718 Pat Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, Kasdim 0718 Pati Mayor Inf Much. Sholihin, S.Ag, M.Si, Perwira Staf, jajaran Danramil, anggota ASN dan pengurus Persit KCK XXXIX serta perwakilan Persit dari jajaran Ranting.

Rangkaian acara kegiatan ini diawali dengan buka puasa bersama dilanjutkan dengan sholat berjamaah.

Adapun kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an dilaksanakan setelah sholat tarawih.

Mengusung tema “Dengan hikmah ramadhan kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan serta profesionalisnme dalam melaksanakan tugas” diharapkan seluruh prajurit dan ASN Kodim 0718 Pati semakin profesional dalam keimanan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Kasdim Mayor Inf Much. Sholihin S.Ag, M.Si dalam tausiahnya menyampaikan Ayat suci Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Zibril.

Ayat pertama diturunkan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, dijelaskan bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

"Bahwa sangat besar hikmah dari bulan suci Ramadhan ini, salah satunya yaitu turunnya ayat suci Alqur’an sebagai petunjuk untuk kehidupan semua manusia dan itu semua  telah di jelaskan dalam Al Qur’an,” Ucap Sholihin.

Banyak hikmah yang dapat diberikan dalam memperingati Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan serta bulan dimana Allah turunkan Al Qur’an yang merupakan pegangan hidup bagi umat muslim sebagai pedoman dan dihayati serta di amalkan guna meraih kedamaian dalam kehidupan sehari-hari dan kesejahteraan hidup
Kegiatan yang berlangsung dengan sederhana namun penuh dengan khidmad ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara dalam bingkai NKRI untuk masyarakat yang adil dan makmur.

Dan semoga kegiatan ini menjadi manfaat dan renungan kita bersama untuk selalu mawas diri dalam kehidupan sehari-hari, dalam sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. (ROI)

Peringati Nuzulul Qur'an, Ini Pesan Kasdim 0718 Pati

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto menyerahkan bantuan tali asih bagi penjaga SD kategori honorer non K2, bertempat di Pendopo Kabupaten Pati. 

Bantuan tali asih yang diberikan kepada penjaga sekolah dasar.

Bantuan ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Pati dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati, Rabu tgl (29/05/19).

Ketua Baznas Pati Imam Zarkasi mengatakan, program penyerahan tali asih bagi penjaga SD non-K2 terlaksana berkat petunjuk dan arahan dari Bupati Pati Haryanto. 

Ia mengungkapkan pemberian tali asih bagi penjaga SD memasuki tahun kedua.

"Tahun kemarin Baznas memberikan tali asih bagi 380-an penjaga SD. Kali ini naik menjadi 400 orang. 

Hari ini, masing-masing akan menerima utuh Rp 400 ribu rupiah tanpa potongan," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati menjelaskan, penyerahan tali asih tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Pati kepada para penjaga SD. 

Menurutnya penjaga SD juga memiliki peran penting sebagaimana profesi lain.

"Penjaga sekolah punya peran penting, kalau sekolah tidak dijaga, aset sekolah seperti komputer bisa dibobol pencuri," ujarnya.

Haryanto mengatakan, sekalipun nilainya tidak seberapa dan mungkin belum sesuai harapan, namun bantuan tersebut diberikan dengan maksud agar para penjaga sekolah dapat lebih merasakan kebahagiaan di Hari Idul Fitri.

"Uangnya bisa untuk beli makanan ringan hidangan lebaran. Mau beli sirup atau kacang atom, monggo terserah panjenengan," imbuh Haryanto.

Haryanto menegaskan menjelang lebaran Pemkab Pati senantiasa memerhatikan pihak-pihak yang membutuhkan dengan cara memberikan bantuan berupa uang maupun bingkisan.

"Alhamdulillaah Hari ini kami juga menyerahkan bantuan pada 292 tukang sapu. 

Nominalnya Rp 300 ribu per orang. Sebelumnya juga telah diserahkan bantuan pada anak yatim, tukang parkir, para difabel, dan lain-lain. 

Hal ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Pati," pungkas Bupati. ($.ucipto)

Jelang Idul Fitri, 400 Penjaga Sekolah Non K - 2 Mendapatkan Tali Asih

TH.Indonesia. Pati - Tim penilai Lomba Desa Mandiri Energi Jawa Tengah di Desa Langse Kecamatan Margorejo, memberikan perhatian pada pengembangan biogas di desa tersebut. 

Pengembangan biogas menjadi energi alternatif yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal itu terungkap saat tim penilai yang diwakili Hermawan dari Universitas Diponegoro Semarang memberikan pengarahan kepada pihak desa hari ini (28/05/19).

"Kita kesini dalam rangka penilaian lomba Desa Mandiri Energi. Juri yang hadir adalah Prof. Kusniati dari Universitas Dianuswantoro, Iriyanto Sekda Prov Jateng, Margono dari Lembaga Konsumen. 

Tahun lalu Desa Langse juga sudah ikut lomba, teknologi dan inovasinya bagus. Mungkin kekurangannya adalah dalam hal pemanfaatannya yang belum bisa mencakup masyarakat lebih banyak," ungkap Hermawan.

Lebih lanjut ia mengatakan, tim penilai akan melihat seberapa jauh perbaikannya dibandingkan tahun lalu. 

Ia berharap dari biogas ini bisa bermanfaat kepada masyarakat luas.

Hermawan mengungkapkan, ada beberapa unsur penilaian pada lomba desa mandiri yang menjadi standar tim penilai. 

Diantaranya adalah unsur pendanaan, dimana ketika sumber dana adalah swadaya masyarakat setempat poinnya akan bagus. 

"Sebab masyarakat setempat sadar akan pemanfaatan teknologi terbaharukan karena mendatangkan manfaat yang besar. 

Tetapi kalau mengharap dana dari pemerintah, tentunya poin yang didapat kurang maksimal," tegasnya.

Hermawan mencontohkan, di Boyolali, masyarakat secara swadaya membangun degester biogas sendiri dan hal itu dilakukan secara bertahap. 

"Sehingga meski dananya swadaya, semakin bertambahnya waktu degester biogas semakin bertambah banyak," imbuhnya.

Poin penilaian yang kedua adalah pengelolaan, dimana biogas di daerah Desa Langse harus memiliki pengelola, serta ada pertemuan rutin berkaitan dengan pembinaan anggota. 

Juga, apakah dari Pemerintah Daerah mendukung dalam hal sosialisasinya dan lainnya.

"Poin ketiga adalah, pemanfaatan dan prosentase penggunaannya. kita melihat kondisi saat ini, apakah sudah berkembang dari tahun lalu atau tidak," pungkas Hermawan. (ROI)

Inilah Tiga Poin Penilaian Lomba Desa Mandiri Energi Yang Harus Dipenuhi Desa Langse

TH.Indonesia - Babinsa Desa Puri Kecamatan Pati Koramil 01 Pati Serka Noor Ahmad memantau dan mendampingi program jambanisasi untuk masyarakat kurang mampu di wilayah teritorial Koramil 01 yang ada di desa Puri kecamatan Pati, Selasa tgl (28/05/19).

Serka Noor Ahmad Babinsa Koramil Pati Kota aktif bantu warga kurang mampu.

Program jambanisasi yang dicanangkan pemerintah terus dilaksanakan oleh anggota Koramil 01 Pati Kodim 0718 Pati.

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu yang belum mempunyai jamban yang layak sesuai standar kesehatan.

Salah satu kegiatan jambanisasi yang dilaksanakan di rumah Bapak Yoso RT 01 RW 02 Desa Puri Kecamatan Pati Kabupaten Pati.

Ditempat Bapak Yoso pembuatan septik tank dilakukan dengan cor beton ukuran 80 cm kedalaman  1,5 m.

Program jambanisasi ini atas bantuan dari Puskesma lewat desa  dengan berupa barang atau material antara lain 1buah closed jongkok, 2 buah cor beton ukuran lebar 80 cm tinggi 50 cm, 1 buah tutup cor beton, Paralon secukupnya, batu bata, semen dan pasir serta material lain.

Untuk warga  RT 01 RW 02 Desa Puri mendapat program jambanisasi dari Puskesmas yang bekerjasama dengan Koramil 01 sebanyak 6 rumah/KK.

Bapak Yoso salah satu penerima bantuan jambanisasi ini mengungkapkan sangat gembira atas bantuan ini.

"Sebelum adanya bantuan ini setiap kali BAB saya harus ke sungai di dekat rumah, dengan adanya bantuan ini nantinya akan kami pergunakan bersama keluarga, terimakasih bapak Babinsa dan bapak dari Puskesmas," Ungkap Yoso.

Serka Noor Ahmad selaku Babinsa Desa Puri dan juga berdomisili di Desa Puri sangat menyambut baik bantuan jambanisasi untuk warga.

"Semoga bantuan dari Puskesmas ini dapat dipergunakan masyarakat yang dengan baik sehingga sanitasi warga tidak lagi ke sungai," harapnya.

Program jambanisasi ini memang sedang digiatkan di Kabupaten Pati untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. 

Selain itu sebagai percontohan untuk warga lainnya agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungannya karena kebersihan adalah sebagian dari iman, hidup sehat dan bersih menjadi prioritas utama bagi masyarakat saat ini. (ROI)

Serka Noor Ahmad Babinsa Pati Kota Aktif Bantu Warga Bangun Jambanisasi

TH.Indonesia. Jakarta - Dalam lima tahun terakhir ini, pemerintah telah berusaha membangun infrastruktur secara merata di seluruh penjuru Tanah Air. 

Diharapkan para pengusaha muda untuk menggerakkan perekonomian secara makro.

Pembangunan tersebut utamanya dimaksudkan agar semakin banyak daerah atau wilayah di Indonesia yang menjadi terhubung antara satu dengan lainnya.

Dalam acara Silaturahmi Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan buka puasa bersama anak yatim yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu, 26 Mei 2019, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa para pengusaha harus mampu memanfaatkan pembangunan tersebut dengan menghadirkan sentra-sentra ekonomi baru yang membuat perekonomian semakin bergerak.

"Ini tugasnya pengusaha melanjutkan apa yang telah dikerjakan pemerintah ini dengan membangun sentra-sentra ekonomi, pusat-pusat ekonomi, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya.

Presiden menjelaskan, selama berkeliling Indonesia dari Sabang hingga Merauke, hampir semua wilayah yang ada memiliki masalah yang sama, yakni konektivitas. 

Maka itu, sejumlah pembangunan fasilitas umum seperti jalan, jalan tol, bandara, dan pelabuhan dilakukan secara besar-besaran.

"Inilah pekerjaan besar kita sehingga dalam lima tahun ini konsentrasi kita pada membangun infrastruktur. 

Yaitu agar konektivitas antarkota, antarkabupaten, dan antarprovinsi itu betul-betul bisa tersambung," ucap Presiden.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengupayakan reformasi birokrasi secara bertahap dengan tujuan utama untuk membuat proses perizinan menjadi semakin mudah. 

Menurut Presiden, penyederhanaan lembaga mutlak diperlukan agar dapat bekerja dengan lebih efisien dan cepat sehingga meminimalisir adanya tumpang tindih kewenangan.

"Dalam lima tahun ini telah kita bubarkan 23 lembaga yang kita lihat sudah tidak relevan dengan waktu dan zaman yang ada. 

Ke depan saya kira masih banyak lagi nantinya lembaga-lembaga yang memang tidak kita perlukan yang akan kita hapus dan tiadakan," tuturnya.

Setelah tahapan awal pembangunan nasional melalui pemerataan infrastruktur, kini pemerintah mulai membidik sektor sumber daya manusianya (SDM). 

Kepala Negara menyadari bahwa pembangunan SDM ini memang tak dapat dilihat hasilnya dengan cepat. 

Namun, hal ini tetap harus dilakukan agar Indonesia mampu melompat menjadi sebuah negara maju.

"Ini adalah sebuah syarat bagi fondasi fundamental ekonomi kita. Apabila ini tidak kita kerjakan, kita akan masuk kepada _middle income trap_. 

Banyak sekali negara-negara yang terjebak di situ dan tidak bisa keluar sehingga tidak bisa melompat masuk pada negara-negara maju," kata Presiden.

Maka itu, Presiden berharap kepada anggota HIPMI dan asosiasi lainnya untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah guna meningkatkan kualitas SDM Indonesia sekaligus menyerapnya ke dalam dunia industri. 

Terkait hal itu, pemerintah telah menyiapkan pelatihan dan beasiswa besar-besaran untuk peningkatan kapabilitas SDM nasional.

Link and match_ antara dunia industri dengan pendidikan ini sangat-sangat dibutuhkan. 

Saya berharap nanti dari Hipmi ada kerja sama dengan kementerian-kementerian yang ada, dengan daerah, provinsi, kabupaten, dan kota dalam rangka pembangunan sumber daya manusia sehingga lima tahun ke depan ini _upgrade_ dari SDM kita betul-betul kelihatan," tandasnya. ($.ucipto)

Presiden Joko Widodo Tegaskan Pengusaha Harus Mampu Hadirkan Sentra Ekonomi Baru

TH.Indonesia. Pati - Bertempatkan di Pendopo Kabupaten Pati, hari ini Bupati Pati Haryanto dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati menyerahkan bantuan untuk para penyandang disabilitas yang ada di lingkungan Kabupaten Pati, Senin tgl (27/05/19).

Baznas serahkan bantuan untuk para penyandang disabilitas.

Haryanto berharap dana bantuan tersebut agar dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya semisal untuk persiapan menjelang lebaran
dan jangan sampai digunakan untuk hal - hal yang tidak perlu.

"Hari ini kita serahkan bantuan atau bisa disebut tali asih dalam rangka membantu bapak ibu yang sedang kekurangan", jelasnya.

Ia meminta agar jangan sampai ada suara atau informasi yang keluar bahwa Pemkab kurang perhatian.

"Padahal kita selalu perhatian, dan jumlahnya pun tidak sedikit. Ini semua wujud perhatian kita. Pesan saya, jangan dilihat dari nilainya, namun lihatlah dari bentuk perhatian. 

Meskipun ada yang memang tidak ingin diberi bantuan, tapi banyak juga yang memang butuh uluran tangan", tegasnya.

Jelang Idul Fitri, ia pun berharap bantuan itu dapat meringankan beban para penerima bantuan.

"Apabila ada yang berbicara negatif ya masih saya maklumi, sebab dari nilai bantuan yang diberikan, pasti ada yang belum bisa mencukupi kebutuhannya. 

Saya mendoakan agar para penerima selalu mendapat kekuatan dalam melaksanakan rutinitas sehari - hari", imbuhnya.

Sementara itu Kepala Baznas Pati Ahmad Zarkasi menyampaikan, dari beberapa komunitas yang telah disepakati, hari ini ada sebanyak 166 disabilitas yang mendapatkan bantuan.

"Ada 166 orang, masing - masing penerima mendapat bantuan sebesar Rp 700 ribu. Dana tersebut merupakan hasil pengumpulan  infak maupun zakat para PNS", ujarnya.

Kepala Baznas menjelaskan, bahwa yang diberi santunan ataupun berkah ramadhan tahun ini, bukan yang diberikan pada kesempatan kemarin.

Namun programnya ganti nama, ganti orang. Semua ini menurutnya dilakukan agar terjadi pemerataan. Sedangkan total bantuan untuk 166 orang ini sebesar Rp 116.200.000, -.

"Nanti penanggungjawab dari masing - masing komunitas, agar dapat mendampingi penerima bantuan. 

Jangan sampai bantuan tersebut terjadi pemotongan, harus utuh dan diterima teman - teman komunitas", tutupnya. ($.pranata)

Bupati Haryanto Serahkan Bantuan Untuk Penyandang Disabilitas

TH.Indonesia. Pati - Keamanan lingkungan sudah barang tentu menjadi tanggung jawab dari aparat baik TNI dan Polri serta warga masyarakat, Senin tgl (27/05/19).

Koramil Puncakwangi ciptakan keamanan dengan patroli bersama di bulan Ramadhan.

Untuk itulah Koramil 17 Puncakwangi Kodim 0718 Pati bersama Polsek Pucakwangi melaksanakan Patroli Gabungan, patroli ini dilaksanakan untuk menjaga kamtibmas terutama di wilayah Kecamatan Pucakwangi.

Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan terutama setelah selesainya rangkaian kegiatan Pileg dan Pilpres 2019 dan juga untuk memberikan rasa aman warga pada bulan Ramadhan untuk melaksanakan ibadah dan menjelang lebaran hari raya idul Fitri.

Selain itu kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiap siagaan serta kewaspadaan personil dari Koramil 17 Puncakwangi maupun Polsek Pucakwangi di wilayah teritorial tersebut.

Danramil 17 Puncakwangi Kapten Inf. Suyani memberikan keterangan bahwa wilayah Kecamatan Pucakwangi selama ini aman dan kondusif.

"Walaupun selama ini wilayah aman akan tetapi tidak menyurutkan kesiap siagaan anggota Koramil dan Polsek untuk tetap selalu waspada mengantisipasi keamanan di wilayah Pucakwangi," Kata Danramil.

Patroli gabungan Koramil dan Polsek akan terus dilaksanakan agar memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ada di wilayah Pucakwangi, terutama pada tengah malam yang merupakan jam jam rawan terjadinya tindak pidana serta hal-hal yang tidak diinginkan.

“Patroli bersama koramil terus dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan sinergitas TNI dan Polri serta sudah menjadi kewajiban dan tugas rutin dari aparat bersama masyarakat untuk bersama sama  dalam menjaga keamanan wilayah.

Bersama rakyat TNI kuat tidak berlebihan memang sejak berdirinya NKRI, TNI selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Indonesia. (ROI)

Polsek dan Koramil Puncakwangi Sinergitas Laksanakan Patroli Bersama di Bulan Ramadhan

Presiden Joko Widodo Lantik Hinsa Siburian Jadi Kepala BSSN

Presiden Joko Widodo Akan Resmikan Bendungan Rotiklot di Provinsi Nusa Tenggara Timur

TH.Indonesia. Lombok - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Nur Syahada, yang berada di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Jumat siang, 17 Mei 2019.

Presiden Jokowi di suguhi tarian peresean, tari perang yang ada di suku sasak.

Masjid Nur Syahada terbilang unik, karena atap dari masjid tersebut terbuat dari alang-alang dan bangunannya pun didominasi oleh bahan yang terbuat dari kayu. 

Masjid tersebut juga dikelilingi rumah-rumah adat yang terbuat dari kayu dan atap rumah yang terbuat dari tumpukan alang-alang.

Di desa ini tinggal ratusan warga asli Suku Sasak. Selain bentuk rumah yang unik, unsur budaya juga masih turut dijaga. 

Salah satunya adalah pintu masuk rumah yang dibuat rendah, sehingga setiap orang yang akan berkunjung akan selalu menunduk. 

Hal tersebut memiliki makna bahwa setiap orang yang akan berkunjung ke rumah orang lain harus selalu menunjukkan rasa hormat dan menjunjung tinggi sopan santun.

Keunikan lain yang ditemukan di desa ini adalah cara membersihkan lantai rumah mereka yang tentu saja tidak terbuat dari keramik. 

Warga di desa ini membersihkan lantai rumah mereka dengan kotoran kerbau untuk menghilangkan debu dan membuat lantai menjadi kuat. Kotoran kerbau yang digunakan adalah yang sudah kering.

Melihat sejumlah keunikan tersebut, maka tidak heran jika Presiden Joko Widodo tidak langsung meninggalkan desa tersebut usai melaksanakan ibadah salat Jumat, melainkan lebih memilih untuk “berwisata” terlebih dahulu.

Saat menelusuri jalan di antara rumah-rumah kayu, banyak warga yang berjualan hasil karya kerajinan mereka. 

Presiden pun sempat singgah beberapa kali ke sejumlah rumah untuk membeli kerajinan hasil karya para ibu yang ada di desa tersebut.

Di sini, memang hampir semua wanita bisa menenun sehingga beragam kain tenun atau songket dengan warna yang beragam pun tampak ditampilkan di hadapan Kepala Negara. 

Bahkan, tampak pula beberapa wanita yang sedang menenun dengan menggunakan alat tenun tradisional dari kayu.

Sebelum meninggalkan Dusun Sade, Presiden disuguhi tarian peresean, tarian yang menggambarkan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kali ini adalah Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah. ($.pranata)

Berwisata Mendadak Usai Shalat Jum'at, Presiden Jokowi Kagumi Keunikan Dusun Sade Lombok

TH.Indonesia. Semarang - Berbagi itu indah, semangat itulah yang menjadi DNA para alumni KAMENWA 907 UNTAG Semarang di panti jompo Pucanggading yang saat ini dipimpin oleh ibu Istiyana SH. MM Alumni Fakultas Hukum angkatan thn 80 untuk selalu berbuat amal kebajikan dibulan yang penuh berkah ini, Jum'at tgl (17/05/19).

Dok/KAMENWA 907 UNTAG Semarang.

Dalam program Jum'at Berkah yang menjadi tajuk lentera hati para Alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang ini mempunyai misi kemanusiaan yang luar biasa mengingat di dalam panti sosial ini, penghuni yang rata rata sudah uzur usia 60thn - 90thn ini masih mempunyai setitik harapan dan semangat hidup dalam menjalani kehidupan yang sangat berat ini.

Ibu Istiyana selaku pimpinan panti sosial ini sangat terharu dan bangga kepada para alumni 907 UNTAG Semarang yang begitu peduli terhadap sesama terutama orang tua jompo yang ada di panti sosial sekaligus mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PR III  Drs. Harsoyo selaku Ketum KAMENWA 907 UNTAG Semarang.

Rasa kebahagiaan yang tersirat dalam wajah wajah tua (sepuh), senyum tulus yang dibalut wajah sumringah yang diusia renta (senja) seharusnya berkumpul bersama keluarga anak maupun cucu harus tinggal kenangan tanpa saudara dan tanpa kasih sayang, kebahagiaan yang tulus inilah yang membuat rasa haru yang berkepanjangan, buah kasih sayang dari adik adik MENWA 907 maupun para alumni.

Drs. Harsoyo selaku Ketum KAMENWA 907 UNTAG Semarang menyampaikan rasa terima kasih atas segala wujud rasa syukur kehadirat Allah SWT atas perjalanan ini, semuanya adalah demi rasa kebersamaan dan kemanusiaan sejati mengingatkan akan bakti anak kepada orang tua.

Sebuah perjalanan panjang dedikasi yang tinggi MENWA 907 maupun KAMENWA 907 UNTAG Semarang dalam mewarnai kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara patut mendapatkan acungan jempol dan angkat topi, bahwa masih ada rasa kemanusiaan dan keadilan dihati para Resimen 907 UNTAG Semarang ini walau sekedar takjil untuk berbuka puasa.

Dok/KAMENWA 907 UNTAG Semarang.

Buah karya nyata dan bhakti kepada Ibu Pertiwi dengan sedikit berbagi amal kebajikan, berkat sumbangsih para alumni mampu memberikan manfaat bagi sesama terutama orang tua yang ada di panti sosial ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih layak," tutup WAKA Seno Susanto ST. (Caturyoga)

Jum'at Berkah Alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang Sambangi Panti Sosial

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo, pagi ini, Jumat, 17 Mei 2019, bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 08.00 WIB.

Sesaat Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Lombok.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB pada pukul 10.40 WITA, Presiden bersama rombongan langsung menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Di sini, Presiden akan meninjau sejumlah fasilitas yang berada di Pantai Kuta Mandalika. 

Selain itu, Kepala Negara juga akan melihat langsung ruang terbuka hijau, penataan pedestrian, dan kawasan UMKM yang berada di kawasan Mandalika.

Setelah peninjauan, Presiden dan rombongan akan melaksanakan ibadah salat Jumat di salah satu masjid yang ada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Dari Provinsi NTB, Presiden kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Bali dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Di Bali, Kepala Negara akan meninjau pelaksanaan Program Dana Desa, di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Rencananya, Presiden dan rombongan akan bermalam di Bali, untuk melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi NTB, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. ($.pranata)

Presiden Joko Widodo Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus, Mandalika di Lombok

TH.Indonesia. Grobogan - Satu perpaduan yang menarik dengan cita rasa musik yang mengalun syahdu penuh aroma kental music melayu, Jum'at tgl (17/05/19).

OM. New Brajamusti Nusantara Management siap meramaikan panggung hiburan tanah air.

Setelah sukses mengadakan show di beberapa kota di Indonesia kali ini group Orkes New Brajamusti Nusantara ingin menampilkan show yang berbeda dan spektakuler yaitu dengan kolaborasi bersama Orkes Palapa Rock Dut Nusantara dari Mojokerto Jawa Timur dengan perpaduan musisi-musisi Top Jateng dan Jatim.

Yang berkolaborasi dan akan menampilkan artis-artis bintang muda dari Jateng dan Jatim di antaranya ada Ilham Gemilang, Murty Kharisma, Anindya Pratiwi, Bela Denisa, Eva Ayunda, Cita Amelia dan Engelina Arsa dan acara Show spektakuler ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2019 siang mulai pukul 11.00 - 14.00 WIB - hingga selesai yang akan live show di Dusun Banyuurip Desa Banjarsari Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Mr. Sumanto Manager Orkes New Brajamusti Nusantara mengatakan ia ingin popularitas musik dangdut semakin luas bahkan hingga ke seluruh penjuru nusantara sebab musik dangdut tetap bisa berkembang seiring perubahan zaman, musik dangdut is my country merupakan genre musik asli Indonesia yang sudah diakui oleh mancanegara sebagai musik pemersatu Bangsa.

Beberapa waktu berkolaborasi dengan group musik dangdut Palapa Rock Dut Nusantara pimpinan Cak Bas" supaya bisa meningkatkan lagi level musik dangdut dari daerah menuju ke tingkat Nasional, dengan ciri khas lagu lagu klasik dangdut selama ini.

Mr. Sumanto juga menambahkan bahwa para musisi dan penyanyi dangdut saat ini harus siap menghadapi perubahan zaman agar generasi muda saat ini bisa menerima musik dangdut artinya musik dangdut enggak boleh stuck enggak boleh statis harus selalu mengikuti perkembangan zaman harus selalu memiliki nilai universal yang bisa membawa aspirasi orang banyak," tegas Mr. Sumanto S.Pd MSi Manager Group Orkes New Brajamusti Nusantara saat di temui di Base Campnya di Jl. Dangglundung Desa Kalisari Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Maka tak ayal lagi gebrakan dua musisi handal dari Jateng - Jatim ini akan memberikan warna musik tersendiri yang selalu ditunggu-tunggu oleh para fans dan pengemar  saat ini, perubahan akan membawa masa keemasan yang selalu melekat dalam sanubari para pecinta musik dangdut tanah air. (EKO)

OM. News Brajamusti Nusantara Siap Merajai Panggung Hiburan Tanah Air

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo menyerahkan sekaligus mempercayakan sepenuhnya hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kepada penyelenggara yang dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Presiden Jokowi percayakan sepenuhnya hasil pemilu kepada KPU.

Berdasarkan Undang-Undang, KPU merupakan satu-satunya lembaga yang diberi amanat dan kewenangan untuk melakukan rekapitulasi dan mengumumkan hasil Pemilu.

"Itu kita serahkan semua ke KPU karena yang punya kewenangan adalah KPU," ujarnya saat diminta pendapat soal ada penolakan hasil Pemilu. 

Pernyataan ini disampaikan Presiden kepada jurnalis selepas berbuka puasa bersama dengan Ketua DPD RI di Kuningan, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

Selaku peserta Pemilihan Presiden 2019, dirinya tunduk dan mengikuti keseluruhan mekanisme serta aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh konstitusi.

"Semua diatur konstitusi kita, semua diatur undang-undang, kita diatur oleh peraturan KPU. Ada semua, mekanismenya ada. 

Jadi mestinya semua melalui mekanisme yang sudah diatur konstitusi," ucapnya.

Namun, apabila nantinya terdapat keberatan-keberatan dengan hasil yang diumumkan oleh KPU pada 22 Mei 2019 mendatang, konstitusi juga telah menyediakan jalur dan proses penyelesaian yang bisa ditempuh melalui Mahkamah Konstitusi (MK). 

Berdasarkan Undang-Undang, MK merupakan lembaga yang berwenang untuk memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

"Negara kita ini aturan mainnya jelas, konstitusinya jelas, undang-undangnya jelas, aturannya jelas. Ya diikuti," tandasnya. (Zaenuri)

Presiden Jokowi Percayakan Hasil Pemilu Kepada KPU

TH.Indonesia. Jakarta - Hari kesembilan di bulan Ramadan 1440 H diisi oleh Presiden Joko Widodo dengan bersilaturahmi sekaligus berbuka puasa bersama. 

Para jurnalis sesaat berfoto bersama Presiden Jokowi.

Kali ini, giliran para wartawan yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan yang mendapat kesempatan berbuka puasa bersama Kepala Negara.

Pada acara yang digelar di restoran D'Cost VIP di bilangan Abdul Muis, Jakarta, pada Selasa, 14 Mei 2019 tersebut, Presiden Jokowi hadir sekira pukul 17.10 WIB.

Kehadirannya itu telah dinanti ratusan awak media yang biasa meliput kegiatannya.

"Assalamualaikum," sapa Presiden begitu memasuki restoran. Kepala Negara kemudian berjalan menghampiri para jurnalis dan menyalami beberapa di antaranya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang antara para jurnalis dengan Kepala Negara. 

Dipandu Farhan sebagai pembawa acara, sesi dialog itu pun berlangsung dengan hangat dan penuh tawa.

Di hadapan Kepala Negara, para jurnalis pun berbagi cerita. Mulai dari suka duka saat meliput kegiatan Presiden, hingga curhat mengenai hal-hal lainnya seperti hubungan asmara yang terjalin di antara para awak media.

Sesaat sebelum azan Magrib berkumandang, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh M. Umar Fadloli, jurnalis Koran Jakarta. 

Setelahnya, azan Magrib dikumandangkan oleh Ahmad Faiz Ibnu Sani, jurnalis Tempo.

Presiden pun berbuka puasa dengan menyantap takjil. Setelah itu, Kepala Negara menunaikan salat Magrib berjemaah yang dipimpin oleh imam Faizal Solehuddin, jurnalis Jak TV.

Acara kemudian dilanjutkan dengan santap malam bersama dengan diiringi alunan lagu dan musik dari Frisca Clarissa, jurnalis Kompas TV, dan teman-temannya. 

Adapun menu yang disantap Presiden kali ini antara lain ikan gurami bumbu rujak, ayam goreng, tumis-tumisan, hingga sup buntut.

"Sore hari ini saya merasa sangat senang, merasa sangat gembira. 

Selain tadi buka puasa bersama juga bisa berada pada suasana yang tertawa terus. 

Kadang-kadang kita kalau di Istana itu terlalu mengurusi hal-hal yang sangat serius," ujar Presiden seusai santap malam.

Pada kesempatan ini, Presiden pun mengucapkan terima kasih atas kerja keras para jurnalis dalam meliput dan memberitakan kegiatan kepresidenan maupun agenda penting lainnya.

"Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu semuanya atas dukungannya selama ini, baik berita yang baik-baik, baik berita yang kritis konstruktif. 

Ya apapun berita mengenai istana, mengenai menteri-menteri, mengenai saya karena dengan berita-berita itulah masyarakat bisa tahu kita ada di mana, apa yang kita kerjakan, kebijakan kita apa. Dan ya memang mengikuti saya itu capek, saya tahu," ungkapnya.

Usai santap malam, para jurnalis pun berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Presiden. 

Saat acara selesai, tak ubahnya seperti warga yang hadir dalam acara Presiden atau pengunjung mal, wartawan pun minta berswafoto. Sambil berjalan menuju mobilnya, Presiden pun melayani permintaan swafoto para pewarta ini.

Turut mendampingi Presiden dalam buka puasa bersama ini yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi. ($.pranata)

Presiden Jokowi Buka Puasa Bersama Wartawan

Bertolak ke Jawa Timur, Presiden Joko Widodo Resmikan Jalan Tol Pandaan Malang

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo resmi melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 10 Mei 2019.

Presiden Jokowi resmi lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.

Gubernur dan wakil gubernur yang dilantik sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2019 tanggal 11 April 2019 masing-masing ialah Abdul Gani Kasuba dan M. Al Yasin Ali.

Petikan surat keputusan tersebut diserahkan Presiden Joko Widodo kepada keduanya di Istana Merdeka sebelum kemudian menjalani prosesi kirab menuju Istana Negara. 

Selama prosesi, mereka diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres dengan turut didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Pengambilan sumpah dan pelantikan kemudian digelar di Istana Negara. 

Setelah dilantik, keduanya akan langsung mengemban amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara untuk masa jabatan tahun 2019 sampai dengan 2024 mendatang.

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," demikian Presiden memimpin pengucapan sumpah jabatan.

Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir. ($.odiqin)

Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara

TH.Indonesia. Jakarta - Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan telah bertransformasi menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Namun tidaklah mudah mewujudkan hal tersebut karena memerlukan kesiapan sejak dini.

Indonesia berpeluang menjadi negara ekonomi terkuat di dunia.

"Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia di 2045. 

Tetapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah, banyak tantangan yang harus kita selesaikan dan hadapi," ujar Presiden Joko Widodo dalam acara peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, pada Kamis, 9 Mei 2019.

Menurutnya, negara manapun yang ingin maju dan berkekuatan ekonomi besar haruslah mampu menyelesaikan persoalan besar yang ada di negara tersebut. 

Bagi Presiden, ada tiga hal pokok yang harus diselesaikan bangsa Indonesia yaitu pembangunan infrastruktur yang merata, reformasi struktural untuk peningkatan daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia.

"Banyak negara yang terjebak kepada _middle income trap_ karena tidak bisa menyelesaikan persoalan besar yang ada di negaranya. 

Oleh sebab itu, kita harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dan yang akan kita hadapi menuju 2045, 100 tahun Indonesia merdeka," ucapnya.

Penyelesaian ketiga persoalan besar tersebut merupakan prioritas utama bagi bangsa Indonesia kini. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak pada rutinitas dan menumbuhkan semangat perubahan.

“Problemnya itu sudah kelihatan, persoalan sudah kelihatan, tantangan yang kita hadapi juga kelihatan, tinggal kita mau atau tidak menyelesaikan itu. 

Kalau kita mau, niat kita betul-betul untuk 2045 ke empat atau lima besar ekonomi dunia ya jadi. 

Tapi kalau kita terjebak pada rutinitas, tidak berani berubah, jangan bermimpi kita masuk ke lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah (P2D) kepada 9 orang perwakilan penerima. 

Untuk tingkat provinsi diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, dan Gubernur Sumatera Selatan.

Untuk tingkat kota diserahkan kepada Wali Kota Denpasar, Wali Kota Makassar, Wali Kota Semarang. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten diserahkan kepada Bupati Tabanan, Bupati Tanah Datar, dan Bupati Temanggung. ($.zaenuri)

Presiden Joko Widodo : 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

TH.Indonesia. Palangkaraya - Hari kedua di Pulau Kalimantan, Rabu 8 Mei 2019, Presiden Joko Widodo kembali meninjau lokasi yang menjadi alternatif Ibu Kota Negara Republik Indonesia. 

Presiden kembali tinjau lokasi Ibukota baru di Palangkaraya.

Kali ini, lokasi yang ditinjau berada di Provinsi Kalimantan Tengah, dan menjadi lokasi kedua yang disambangi Presiden setelah sehari sebelumnya meninjau lokasi yang berada di Provinsi Kalimantan Timur.

Presiden dan rombongan bertolak menuju Kabupaten Gunung Mas yang menjadi salah satu alternatif ibu kota Negara RI tersebut dengan Helikopter Super Puma TNI AU pada pukul 09.55 WIB melalui Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya dan tiba di helipad yang berada di Kabupaten Gunung Mas pada pukul 10.40 WIB.

Sebelum tiba di bandara, Presiden sempat menyambangi Tugu Soekarno yang merupakan tiang sebagai batu pertama pembangunan Kota Palangka Raya pada 17 Juli 1957. Batu tersebut diletakkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno.

Ketika berbicara kepada wartawan usai salat tarawih tadi malam (Selasa, 7/5), Presiden menjelaskan bahwa berbagai aspek akan menjadi pertimbangan dalam pemilihan ibu kota tersebut.

“Semua aspek memang harus dilihat, sosiologi, masalah lingkungan, masalah kebencanaan, masalah yang berkaitan dengan sosial politik, kebutuhan air bisa tersedia atau tidak, gambut dalam atau tidak, masalah konstruksi seperti apa. Semuanya akan dicek dilihat dikalkulasi oleh tim. 

Saya hanya melihat lapangannya, kemudian biar ada _feeling_ begitu. Nah nanti dalam memutuskan biar tidak salah,” kata Presiden.

Pemerintah, lanjut Presiden, apabila sudah memiliki data-data dari berbagai aspek tersebut yang berasal dari beberapa lokasi yang menjadi alternatif calon ibu kota, tentunya akan segera memutuskan pilihannya dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan DPR.

“Kalau bahan-bahan yang tadi saya sampaikan sudah komplet yang dipaparkan pada saya mengenai aspek sosial politik, sosiologi kemasyarakatan, masalah lingkungan, masalah kebencanaan, masalah kependudukan, masalah topografi, masalah bahan baku air,banjir, gempa bumi, dan lain-lain sudah komplet, ya segera akan kami putuskan. Namun kan tentu saja ini harus konsultasi dengan DPR,” ucap Presiden. ($.ucipto)

Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Alternatif Ibu Kota Negara di Kalimantan Tengah

TH.Indonesia. Pati - Dalam rangka menyemarakkan syiar Islam di bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pati melaksanakan safari ramadhan dengan agenda melakukan kunjungan dan silaturahim ke masjid-masjid yang ada di berbagai desa.

Bupati Haryanto dan rombongan lakukan safari terawih ke desa desa.

Pada Selasa malam (7/5) mushola Nurul Hikmah yang ada dukuh Sanggrahan desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo, menjadi kunjungan perdana bagi rombongan safari ramadhan. 

Pada kunjungan kali ini, dihadiri oleh Bupati Pati, Wakil Bupati, Sekda, jajaran Kemenag, Kepala OPD, para asisten, Para Kabag Setda Pati, camat Sukolilo, Kapolsek dan Danramil Sukolilo.

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa safari ramadhan merupakan agenda rutin tahunan, yang berlangsung setiap bulan suci Ramadhan.  

Program pemerintah ini bertujuan untuk menyemarakkan dan mengagungkan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, rahmat dan magfirah di berbagai penjuru Kabupaten Pati.

"Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan magfirah harus diisi dengan ibadah dan kegiatan bermanfaat," ucap Bupati.

Ia menambahkan bahwa tujuan safari Ramadhan untuk melihat, memantau pelaksanaan Ramadhan di daerah-daerah agar meningkatkan ketaqwaan umat Islam kepada Allah SWT. Selain itu melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menyambung tali silaturrahmi antara pejabat dengan masyarakat.

Bupati berpesan agar seluruh masyarakat bisa menyengkuyung terhadap kebersamaan pembangunan yang ada di Pemerintah desa dan Pemkab. 

"Karena asal usul agar bisa terjalin pemerintahan yang kuat yaitu guyub rukun. Tanpa ada sengkuyung oleh warga masyarakat kita tidak bisa apa-apa," jelas Haryanto.

Lebih lanjut Bupari menjelaskan, Saat ini desa memiliki program-program pembangunan yang dibiayai oleh Dana Desa maupun ADD. Sedangkan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memperhatikan terhadap pembangunan-pembangunan tempat ibadah. 

"Jadi bantuan mushola itu nanti lewatnya kepala desa dan nanti bisa dipertanggungjawabkan oleh panitia pembangunan. Untuk besaran bantuan tiap mushola itu maksimal 20 juta dan Masjid maksimal 50 juta," pungkas Bupati. ($.odhiqin)

Safari Ramadhan Perdana, Bupati Haryanto Ajak Masyarakat Menyengkuyung Pembangunan

TH.Indonesia. Pati - Kebakaran rumah milik Parsini 45 th di Desa Pohgading Rt 01 RW 01kecamatan Winong yang terjadi kemaren hanya menyisakan abu dan arang akan tetapi juga menimbulkan kepedihan dan duka nestapa yang mendalam bagi ibu Parsini, Selasa tgl (07/05/19).

Puing sisa rumah yang terbakar di bersihkan oleh warga dan Babinsa.

Untuk meringankan beban keluarga Parsini, warga sekitar bahu membahu bersama Babinsa mengadakan kerja bakti pembersihan pasca terjadi kebakaran yang menghanguskan rumah ibu Parsini tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembersihan dan pembongkaran sisa sisa material yang masih tersisa bisa disingkirkan dan mungkin bisa dipergunakan kembali.

Serda Joni Iskandar selaku Babinsa desa Pohgading mengatakan kejadian kebakaran yang menimpa rumah Parsini yang terjadi tadi malam murni kecelakaan. 

Hal tersebut dikatakan setelah mendengar penuturan Parsini dan saksi saksi yang melihat.

Kecelakaan saat korban menuangkan bensin ke dalam botol kaca untuk dijual eceran, sedangkan saat menuangkan dekat dengan lilin yang menyala yang dipergunakan sebagai penerangan.

“Kalau ditilik dari kronologi memang kejadian ini terjadi akibat kecerobohan korban, akan tetapi tidak ada manusia yang mau menerima keadaan seperti ini, untuk itu hari ini bersama warga sekitar kita melaksanakan kerja bakti sekedar untuk meringankan beban beliau ibu Parsini,’ ungkap  Serda Joni.

Ketua RT 01 RW 01 Bapak Kowo yang ikut melaksanakan kerja bakti bersama warga pasca kebakaran tersebut mengatakan gembira dengan kedatangan bapak Babinsa Serda Joni Iskandar beserta rekan – rekannya dari Koramil Winong bersama warga untuk membantu pembersihan ini.

Hal tersebut diungkapkan karena tadi malam waktu terjadi kebakaran Babinsa Serda Joni Iskandar juga berada di tempat untuk membantu memadamkan api.

“Kami sudah tidak canggung lagi pada pak Joni, karena kami sudah terbiasa bertemu dan sering ngopi bareng untuk bertukar pengalaman dengan pak Babinsa ini,” ungkap Kowo selaku RT setempat.

Komunikasi sosial sangat penting karena dengan interaksi komunikasi ini dapat memberikan pengetahuan yang luas dan makin mengakrabkan antara aparat dengan masyarakatnya untuk mengetahui keluh kesah dan kejadian yang sedang muncul di tengah tengah warga.

Semoga kejadian ini bagi ibu Parsini diberikan kesabaran dan keikhlasan maupun ketabahan, tidak ada yang menginginkan musibah apapun apalagi kebakaran yang terjadi pada malam kemarin dibulan puasa Ramadhan yang penuh berkah ini, sebaiknya kita selalu berhati hati dalam bekerja dengan menghindari kecerobohan seminimal mungkin. ($.OL)

Pasca Kebakaran Rumah Ibu Parsini Digeruduk Oleh Warga

TH.Indonesia. Kutai Kertanegara - Presiden Joko Widodo pada Selasa, mengunjungi Provinsi Kalimantan Timur dimana salah satu wilayahnya menjadi calon bagi ibu kota baru Republik Indonesia. Pemerintah menyeriusi wacana pemindahan ibu kota yang telah dirintis sejak era presiden pertama, Selasa tgl (07/05/19).

Presiden Joko Widodo tinjau langsung lokasi pemindahan Ibukota.

"Kita ingin melihat visi ke depan kita seperti apa. Indonesia sebagai negara besar juga ingin memiliki pusat pemerintahan yang terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan jasa. Ini kita ingin menapak ke depan sebagai sebuah negara maju," kata Presiden.

Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi pertama yang dikunjungi Presiden dalam melakukan peninjauan awal terkait kelayakan calon ibu kota. 

Dalam kunjungan ini, Kepala Negara sedikit menjelajah kawasan Bukit Soeharto yang berlokasi di Kawasan Taman Hutan Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selama peninjauan berlangsung, Kepala Negara mendapatkan paparan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kaltim Zairin Zain.

"Memang ada beberapa lokasi yang sudah kira-kira 1,5 tahun ini dikaji yang salah satunya adalah di Kalimantan Timur yang kurang dan lebih kita datangi siang hari ini," ujar Presiden mengawali penjelasannya kepada para jurnalis.

Kepala Negara menyebut bahwa wilayah yang dikunjunginya itu memiliki sejumlah keunggulan. 

Di antaranya ialah kelengkapan infrastruktur pendukung yang telah tersedia di sekitar kawasan. 

Keberadaan sarana pendukung tersebut disebutnya dapat menghemat biaya pembangunan apabila di kemudian hari ditetapkan sebagai ibu kota baru Republik Indonesia.

"Di sini saya melihat semuanya sangat mendukung. Kebetulan ini berada di tengah-tengah jalan tol Samarinda-Balikpapan. 

Kemudian kalau kita lihat di Balikpapan ada airportnya, Samarinda juga ada airportnya. 

Sudah enggak buat airport lagi, sudah ada dua. Pelabuhan juga sudah ada," tuturnya.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemindahan dan penyiapan ibu kota baru tidak hanya berkutat pada kesiapan infrastruktur saja. 

Banyak aspek lain yang masih harus dikaji oleh pemerintah dan dikonsultasikan dengan sejumlah pihak terkait sebelum mengambil keputusan.

"Kajian itu tidak hanya urusan infrastruktur, ada kajian sosial-politiknya seperti apa. Ini yang perlu dipertajam. 

Kemudian urusan lingkungan dan kebutuhan air seperti apa. Apakah jauh dari sisi kebencanaan entah banjir atau gempa bumi," ucapnya.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo juga akan meninjau kelayakan calon ibu kota lainnya yang salah satu di antaranya ialah berada di Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungannya ke Kalimantan Timur ini, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit. ($.ucipto)

Tinjau Kalimantan Timur, Presiden Cek Kelayakan Calon Ibu Kota Negara

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa perkembangan teknologi kini susah dihindari, Selasa tgl (07/05/19).

TNDE menjadi terobosan baru bagi Pemkab Pati.

"Kita harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada tahap demi tahap, tidak bisa berdiam saja. 

Apa bila tidak mengikuti dan berdiam saja, maka sudah barang tentu kita akan tertinggal dengan teknologi yang berjalan saat ini, bahkan tertinggal dari daerah yang lain", jelas Bupati, di Ruang Penjawi Setda Pati saat menghadiri Sosialisasi Pengelolaan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) di lingkungan pemerintah daerah kabupaten pati yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kabupaten Pati.

Selain Bupati, hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), Sekda Suharyono dan Kepala Diskominfo Kabupaten Pati Indriyanto.

Oleh itu, lanjut Haryanto, semua harus belajar dan mengikuti perkembangan zaman. "Tanpa ada  mengikuti teknologi yang ada, kita  akan stagnan. 

Karena itulah, kita harus berkomitmen dalam menyiapkan SDM. Jika SDM yang ada belum menguasai, harus belajar dan berlatih mulai dari saat ini", tegas Bupati.

Ia pun mengingatkan bagi yang belum menguasai agar tak malu dalam belajar. 

"Jangan malu juga untuk study banding dalam rangka meningkatkan kualitas, namun, jangan ditiru sama persis, melainkan kita kombinasi dengan kreatifitas kita sehingga bisa tampil beda. Jadi jangan jadi plagiat saja", terang Bupati.

Haryanto pun mengungkapkan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Pati sedikit demi sedikit telah mengikuti perkembangan, diantaranya mengikuti program 100 smart city kabupaten / kota seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala Diskominfo dalam laporannya menuturkan bahwa sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh Perpres UU No.5 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, dan Perbup No 1 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengelolaan Tata Naskah Dinas Elektronik di Lingkungan Pemerintah Daerah.

TNDE, lanjut Indriyanto akan diimplementasikan di seluruh OPD di Kabupaten Pati mulai Oktober 2019.

Menurut Kepala Diskominfo, salah satu terobosan untuk mewujudkan pemerintahan yang baik adalah dengan menerapkan dan mengembangkan pemerintahan elektronik atau e - government.

"TNDE ini dimaksudkan sebagai acuan pengelolaan dan petunjuk pelaksanaan tata naskah dinas di lingkungan Pemkab Pati untuk menciptakan kelancaran komunikasi secara tertulis dan efektif maupun efisien dalam penyelenggaraan tupoksi", terangnya.

Usai sosialisasi, menurut Indriyanto, akan dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan aplikasi e-Layang. 

"TNDE akan diujicobakan pada empat OPD pilot project, yakni Setda, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP), serta Diskominfo Kabupaten Pati", pungkasnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Ikuti Perkembangan Teknologi Agar Tak Tertinggal dari Daerah Lain

TH.Indonesia. Semarang - Insan Pers Jawa Tengah atau disebut  (IPJT), menggelar Musyawarah Daerah yang pertama bertempat di Dafam Hotel, Jl. Imam bonjol no. 188, sekayu, Semarang pada hari Minggu tgl (05/05/19).

IPJT sukses gelar Musda pertama kali.

Musyawarah Daerah ini diselenggarakan untuk menentukan arah kedepan dan juga sebagaimana telah disepakati bersama, IPJT dibentuk dan didirikan guna menjadi wadah bagi insan pers, agar bisa bersatu guyub dan rukun, menciptakan kemajuan dan kesejahteraan bersama, dan untuk menjadi badan yang mampu menaungi dan melindungi aktifitas jurnalistik dilapangan dari kekerasan,dan perlakuan yang tidak menyenangkan.

Sekber IPJT saat ini sudah menerima badan hukum legal dari Kemenkumham, dengan nomor AHU-0004489-AH. 01. 07. TAHUN 2019.

Acara yang dihadiri dari perwakilan Sekber IPJT dari berbagai Kabupaten / Kota di Provinsi Jawa Tengah, diataranya adalah dari Semarang kota, Jepara, Kudus, Pati, Demak, Solo, Kendal, Pekalongan, Tegal, Pemalang dan lainnya.

Undangan juga dihadiri dari Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Drs. Akhmad Rofai, M.Si, yang diwakilkan kepada Ibu Budi Prabowoning Dyah, SH, MH, Ketua Kadin Provinsi Jawa Tengah, Kurkit Suryo Wicaksono, LBH PERS Advokasi Anjas Rifky, SH dan rekan dan Advokat Agung Wiyono, SH dan rekan, Ketua Umum AWPI  Ir. Nahdiyanto.

Bahasan yang cukup panjang lebar di sampaikan oleh Ibu Budi prabowoning Dyah, SH, MH, mengenai penindakan tegas suatu perusahan baik itu CV ataupun PT yang tidak mentaati aturan. 

Yang dicontohkan pada saat bahasan ini adalah gaji suatu perusahaan yang menggaji karyawannya dibawah UMK (upah Minimum Kabupaten kota) akan kenakan tindak pidana ringan, atau denda Rp. 400.000 dan dikenakan wajib wajib lapor.

Dengan demikian diharapkan bisa memberikan efek jera kepada perusahaan  yang melanggar, agar bisa mentaati aturan. 

Dihapusnya sistem outsourching yang diberlakukan perusahaan diluar ketentuan wilayah yang dibolehkan.
Jenis pekerjaan yang bisa dikelola outsourching adalah 5 jenis pekerjaan, yaitu   :

1. Pekerjaan untuk cleaning sevice,
2. Cuttering atau makanan,
3. Sekurity keamanan ( satpam ).
4. Pekerjaan jenis transportasi.
5. Pekerjaan dipertambangan.

Sesi ini mendapat interaksi dari beberapa peserta yang hadir sehingga semakin menarik dikupas namun sayang waktu terbatas sehingga diakhiri, terakhir ibu budi menyampaikan kami akan bekerja sama dengan pers saat sidak, dan jika ada̲ temuan perusahaan yang melanggar segera laporkan kekami akan kami tindak lanjuti.

Sesi yang ditunggu sebenarnya adalah Pemaparan Pembahasan Pelatihan Pra UKW untuk semua anggota Sekber Pers IPJT oleh DPD AWPI Provinsi Jateng oleh Ir. Nahdiyanto.

Beliu mengatakan disesi terakir ,Kita akan diklat bersama sama dengan AWPI di Jawa Tengah sehingga kita tidak dianggap remeh, kita kuasai Jawa tengah  imbuhnya dengan nada semangat.

Selanjutnya pelantikan ketua dan penyerahan SK kepengurusan IPJT di  setiap daerah Kabupaten atau kota se jawa tengah.

Dok/THI

diberikan secara simbolis oleh kedua pimpinan ketua umum IPJT dan AWPI, yaitu R.M. Suwondo, dan Ir. Nahdiyanto. Untuk kabupaten jepara sendiri yang ditunjuk sebagai pengurus sebagai berikut:

Ketua : Moh. Abrori. S.H
Sekretaris :  Budi Setyono, S.H
Bendahara :  Aries Sriyanto, A.md
dan SK diterima langsung oleh ketua cabangnya masing masing.

Sebagai penutup kita tingkatkan SDM dan profesionalisme kita sebagai Pers Indonesia dan terus berkarya demi NKRI. ($.aries)

Semangat Insan Pers Jawa Tengah Membangun NKRI

TH.Indonesia. Pati - Masyarakat Kudus berbondong-bondong menyaksikan gelaran visualisasi Dandangan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. 

Dandhangan menjadi tradisi menarik bagi masyarakat Kudus.

Ribuan orang berkerumun di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus untuk menyaksikan pentas kolosal visualisasi puncak tradisi Dandangan.
 
Visualisasi dibuka dengan pertunjukan teater yang menggambarkan tradisi zaman dulu dihelat. 

Acara berlangsung sangat meriah sejak sore hingga petang hari ini. (06/05/19).

“Pertunjukan teater yang menggambarkan tradisi zaman dulu dihelat. Sedangkan sebelumnya Tari Gusjigang dan penampilan artis Arie Koesmiran terlebih dahulu ditampilkan. 

Sejak siang, warga terlihat bersuka-cita berdatangan ke pusat Kota Kretek itu, para pedagang dari berbagai daerah pun memanfaatkan momen tradisi dandangan dengan menggelar lapak di kawasan itu lebih dari sepekan ini.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kudus Rahma Hariyanti mengungkapkan, tujuan dari acara ini adalah untuk  untuk melestarikan budaya, dan mengangkat budaya.

"Acara ini adalah wujud jatidiri, yakni visualisasi dandangan adalah cara masyarakat Kudus menyambut Ramadan," katanya.

"Selain budaya, juga memberi hiburan segar yang edukatif. Kegiatan kesenian dan budaya ini merupakan tradisi Dandangan," kata Rahma dalam sambutannya, Minggu (5/5) sore hari.

Rahma menyebut acara ini sebagai wujud jati diri masyarakat Kudus.  "Dandangan jadi cara masyarakat menyambut Ramadan," ujarnya. 
Dalam sambutannya Bupati Kudus Tamzil menyampaikan.

"Mengawali masuknya Ramadan, memang di Kudus digelar Dandangan, hampir dua minggu di acara ada jualan, hari ini Visualisasi Dandangan," kata Tamzil.

Dia berharap dengan digelarnya visualisasi Dandangan, masyarakat akan teringat atau tahu masa lalu di mana tradisi ini mulai. 

"Saya berharap akan mengingatkan kita pada masa lalu. Di mana beduk yang ditabuh, menjadi tanda awal Ramadan," ujarnya. 

Tamzil menambahkan, “tradisi dandangan telah mengakar kuat bagi masyarakat Kudus sejak ratusan tahun lalu, tradisi dandangan ini merupakan warisan Sunan Kudus atau Syeh Jafar Shodiq untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

"Toleransi antar umat beragama terlihat jelas di Kudus. Semua berkumpul jadi satu di sini, menyambut bulan Ramadhan," tutur Tamzil yang menandai awal Ramadhan dengan pemukulan bedug sore itu. 

Bupati berharap dengan digelarnya visualisasi dandangan, masyarakat akan teringat atau tahu masa lalu di mana tradisi ini mulai.

"Acara ini akan mengingatkan kita semua pada masa lalu, yakni beduk yang ditabuh menjadi tanda awal Ramadan," tambahnya. 

Visualisasi pentas kolosal tradisi dandangan mengejawantahkan pesan toleransi antar umat beragama. Di antaranya melalui teater maupun sendra tari yang melibatkan berbagai macam etnis termasuk Tionghoa.

Tema yang diusung yakni 'Menggali Tradisi, Meneguhkan Kudus Religius'. Menggambarkan kondisi masyarakat Kudus di masa lalu hingga peran Sunan Kudus mengajak masyarakat bersuka-cita menyambut Ramadhan. 

"Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan penuh suka cita, selamat berpuasa bagi umat muslim," pungkas bupati Kudus setelah menabuh beduk sebagai tanda awal Ramadhan. ($.diman)

Sambut Ramadhan Pemkab Kudus Gelar Visualisasi Tradisi Dandhangan

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto kemarin menghadiri Peringatan Waisak 2563 BE (Buddhis Era) yang diselenggarakan oleh Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Kabupaten Pati di Vihara Bodhi Kaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak.

Bupati Haryanto hadiri peringatan Waisak di wihara Bodhi Kalola.

Di hadapan ribuan umat Buddha asal Pati, Kudus, dan Jepara, Haryanto mengucapkan selamat kepada warga Buddha yang memperingati Trisuci Waisak, Sabtu tgl (04/05/19).

Haryanto juga secara khusus mengapresiasi tema yang diusung KBI dalam perayaan Waisak tahun ini, yakni "Mencintai Tanah Air Indonesia".

Membahas tema tersebut, Bupati Haryanto mengaitkannya dengan pelaksanaan pesta demokrasi dan upaya menjaga kebersamaan sebagai wujud cinta tanah air.

"Sebagaimana tema yang diusung, dengan kondisi di mana kita seringkali dipertemukan dengan pesta demokrasi, mulai Pilkades, Pilkada, Pileg, hingga Pilpres, seringkali kita seakan-akan dipisahkan antara satu dengan yang lain. 

Namun, dengan kedewasaan Bapak-Ibu sekalian, kita patut bersyukur, yang ramai hanya di media sosial. Di kehidupan nyata kita lebih dewasa. 

Sebab, setiap kali memperingati hari besar keagamaan, kita tidak pernah mengajarkan untuk berseteru," ucapnya.

Haryanto berharap, peringatan Waisak dapat memberi semangat dan inspirasi agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah belah, lebih-lebih karena perbedaan keyakinan.

"Kita harus bersatu agar saling mengasihi, tidak bercerai berai. Semangat cinta tanah air harus dimulai dari kita yang ada di bawah," tandasnya.

Menurut Haryanto, peringatan hari besar keagamaan antara lain dilakukan untuk meneladani nilai kebersamaan dan semangat guyub rukun yang dicontohkan para pendahulu dan para pemuka agama.

"Semua agama tidak ada yang memberi ajaran yang tidak baik, misalnya memusuhi negara dan mencerai-berai masyarakat. 

Kalau ada yang seperti itu, dia hanya oknum yang ingin membuat suasana tidak damai. 

Oleh karena itu, jangan ada anggapan bahwa yang mayoritas menang-menangan dan yang minoritas merasa tertekan. Kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk hidup damai di negara ini," tegasnya.

Haryanto mengungkapkan, kehadirannya dalam peringatan Waisak di Vihara Bodhi Kaloka, secara tidak langsung merupakan upayanya dalam membina kerukunan umat beragama yang ada di Pati.

"Mudah-mudahan peringatan Waisak bisa meningkatkan kepercayaan kita kepada Yang Maha Kuasa", imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Amin Untario yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal 1 DPP MBI menyampaikan, Waisyak merupakan momentum yang sangat ditunggu umat Buddha di seluruh dunia untuk diperingati dan dirayakan mengingat betapa besarnya makna kehadiran Buddha bagi dunia.

"Waisyak diperingati bukan sekadar untuk mengingat tiga peristiwa penting, yaitu lahirnya Pangeran Siddharta, Pertapa Gautama mencapai pencerahan sempurna, dan wafatnya Sang Buddha melainkan juga bagaimana kita menyadari bahwa kehadiran manusia agung yang kita sebut Buddha, dengan penuh kasih sayang telah menerangi dunia. Sehingga kita dapat meneladani dengan mempraktikkan apa yang diajarkan Sang Buddha," tuturnya.

Mencintai Tanah Air Indonesia, lanjutnya, adalah tema Waisak yang diusung Keluarga Buddhayana Indonesia tahun ini. 


Tema ini bertujuan untuk mengingatkan umat Buddha agar bersama-sama mengembangkan sikap mawas diri, toleransi terhadap agama maupun kebahagiaan orang lain, membagi kebahagiaan, dan menunjukkan cinta kasih kepada semua makhluk.

"Dalai Lama mengatakan, seorang praktisi agama sejati tidak akan melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap warga yang berbeda agama dan keyakinannya. 

Oleh karenanya, mari kita bertekad dan berlaku baik, menghargai sesama, menumbuhkan cinta kasih, toleransi terhadap sesama umat Buddha dan umat beragama lain, dan hidup dalam keadaan harmonis," imbaunya.

Tema peringatan Waisak tahun ini, lanjutnya, sesuai dengan nilai-nilai yang diusung KBI, yakni nonsektarian, inklusivisme, pluralisme, universalisme, dan keyakinan kepada Dharmakaya Sanghyang Adi Buddha. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Soal Kebersamaan, Masyarakat di Dunia Nyata Lebih Dewasa Ketimbang Warganet