TH.Indonesia. Pati - Tim penilai Lomba Desa Mandiri Energi Jawa Tengah di Desa Langse Kecamatan Margorejo, memberikan perhatian pada pengembangan biogas di desa tersebut. 

Pengembangan biogas menjadi energi alternatif yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal itu terungkap saat tim penilai yang diwakili Hermawan dari Universitas Diponegoro Semarang memberikan pengarahan kepada pihak desa hari ini (28/05/19).

"Kita kesini dalam rangka penilaian lomba Desa Mandiri Energi. Juri yang hadir adalah Prof. Kusniati dari Universitas Dianuswantoro, Iriyanto Sekda Prov Jateng, Margono dari Lembaga Konsumen. 

Tahun lalu Desa Langse juga sudah ikut lomba, teknologi dan inovasinya bagus. Mungkin kekurangannya adalah dalam hal pemanfaatannya yang belum bisa mencakup masyarakat lebih banyak," ungkap Hermawan.

Lebih lanjut ia mengatakan, tim penilai akan melihat seberapa jauh perbaikannya dibandingkan tahun lalu. 

Ia berharap dari biogas ini bisa bermanfaat kepada masyarakat luas.

Hermawan mengungkapkan, ada beberapa unsur penilaian pada lomba desa mandiri yang menjadi standar tim penilai. 

Diantaranya adalah unsur pendanaan, dimana ketika sumber dana adalah swadaya masyarakat setempat poinnya akan bagus. 

"Sebab masyarakat setempat sadar akan pemanfaatan teknologi terbaharukan karena mendatangkan manfaat yang besar. 

Tetapi kalau mengharap dana dari pemerintah, tentunya poin yang didapat kurang maksimal," tegasnya.

Hermawan mencontohkan, di Boyolali, masyarakat secara swadaya membangun degester biogas sendiri dan hal itu dilakukan secara bertahap. 

"Sehingga meski dananya swadaya, semakin bertambahnya waktu degester biogas semakin bertambah banyak," imbuhnya.

Poin penilaian yang kedua adalah pengelolaan, dimana biogas di daerah Desa Langse harus memiliki pengelola, serta ada pertemuan rutin berkaitan dengan pembinaan anggota. 

Juga, apakah dari Pemerintah Daerah mendukung dalam hal sosialisasinya dan lainnya.

"Poin ketiga adalah, pemanfaatan dan prosentase penggunaannya. kita melihat kondisi saat ini, apakah sudah berkembang dari tahun lalu atau tidak," pungkas Hermawan. (ROI)

Inilah Tiga Poin Penilaian Lomba Desa Mandiri Energi Yang Harus Dipenuhi Desa Langse

TH.Indonesia. Pati - Tim penilai Lomba Desa Mandiri Energi Jawa Tengah di Desa Langse Kecamatan Margorejo, memberikan perhatian pada pengembangan biogas di desa tersebut. 

Pengembangan biogas menjadi energi alternatif yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal itu terungkap saat tim penilai yang diwakili Hermawan dari Universitas Diponegoro Semarang memberikan pengarahan kepada pihak desa hari ini (28/05/19).

"Kita kesini dalam rangka penilaian lomba Desa Mandiri Energi. Juri yang hadir adalah Prof. Kusniati dari Universitas Dianuswantoro, Iriyanto Sekda Prov Jateng, Margono dari Lembaga Konsumen. 

Tahun lalu Desa Langse juga sudah ikut lomba, teknologi dan inovasinya bagus. Mungkin kekurangannya adalah dalam hal pemanfaatannya yang belum bisa mencakup masyarakat lebih banyak," ungkap Hermawan.

Lebih lanjut ia mengatakan, tim penilai akan melihat seberapa jauh perbaikannya dibandingkan tahun lalu. 

Ia berharap dari biogas ini bisa bermanfaat kepada masyarakat luas.

Hermawan mengungkapkan, ada beberapa unsur penilaian pada lomba desa mandiri yang menjadi standar tim penilai. 

Diantaranya adalah unsur pendanaan, dimana ketika sumber dana adalah swadaya masyarakat setempat poinnya akan bagus. 

"Sebab masyarakat setempat sadar akan pemanfaatan teknologi terbaharukan karena mendatangkan manfaat yang besar. 

Tetapi kalau mengharap dana dari pemerintah, tentunya poin yang didapat kurang maksimal," tegasnya.

Hermawan mencontohkan, di Boyolali, masyarakat secara swadaya membangun degester biogas sendiri dan hal itu dilakukan secara bertahap. 

"Sehingga meski dananya swadaya, semakin bertambahnya waktu degester biogas semakin bertambah banyak," imbuhnya.

Poin penilaian yang kedua adalah pengelolaan, dimana biogas di daerah Desa Langse harus memiliki pengelola, serta ada pertemuan rutin berkaitan dengan pembinaan anggota. 

Juga, apakah dari Pemerintah Daerah mendukung dalam hal sosialisasinya dan lainnya.

"Poin ketiga adalah, pemanfaatan dan prosentase penggunaannya. kita melihat kondisi saat ini, apakah sudah berkembang dari tahun lalu atau tidak," pungkas Hermawan. (ROI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar