TH.Indonesia. Pati - Petani Pamelo Madu Desa Bageng Gembong yang terhimpun dalam kelompok tani menyelenggarakan kontes Pamelo Madu di lapangan desa Bageng Gembong pada hari Sabtu 27 April 2019.

Mr. Nurul Huda pemuda cakap & energik ini, pelopor sentra of java wisata edukasi (agro) menuju pentas wisata dunia.

Desa bageng merupakan sentra produksi jeruk pamelo yang ada di kabupaten Pati. Rasa buah yang manis dan segar serta ukuran yang super jumbo menjadikan komuditas ini sebagai buah andalan di Pati.

Sekian puluh tahun berjalan sebagai pusat produksi jeruk pamelo madu, terlaksanalah kontes pamelo madu tahun 2019 yang diikuti sekitar 200 peserta dari desa Bageng dan sekitarnya.

Menurut salah satu peserta sekaligus panitia penyelenggara Nurul Huda, SP yang merupakan produsen bibit dan buah Pamelu madu dalam kontes ini akan diambil juara dengan katagori buah terbesar dan termanis serta buah terkecil dan termanis.

Masih menurut Nurul Huda adapun penghargaan yang dapat diberikan kepada pemenang adalah berupa uang pembinaan, piagam dan tropi. 

Sedangkan tujuan diadakanya acara tersebut adalah dalam rangka penutupan musim panen dan untuk memberikan semangat pada petani agar lebih giat dalam proses produksi pamelo madu.

Untuk kedepannya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun dengan konsep dan kegiatan yang leboh dan menarik," ujar Nurul Huda.

Desa Bageng merupakan sentra of java jeruk pamelo selain itu dengan rangkaian berbagai kegiatan setiap tahunnya Desa Bageng bisa menjadi desa wisata khusus untuk produk hayati dan agribisinis dengan letak geografis yang ada dilereng gunung muria sangat menguntung disela sela wisata rohani di sunan Muria dapat juga menjadi bingkisan oleh oleh khas Pati yang cukup populer sekarang ini karena rasa jeruk pamelo yang khas," terang mas huda pelopor wisata agro dan bisnis marketplace online ini. (Andik)

Gebyar Kontes Jeruk Pamelo Desa Bageng Menuju Kontes Wisata Nasional

TH.Indonesia. Pati - Bertepatan dengan ditutupnya Alun - Alun dengan pagar galvalum, PKL yang berada di zona merah pun direlokasi ke TPK Perhutani dan mereka juga sudah mulai diperbolehkan untuk berjualan, Selasa tgl (23/04/19).

Relokasi baru menjadi wajah baru bagi para PKL.

Bersama dengan Wakil Bupati Pati, Sekda, Kepala Satpol PP Pati dan juga para kepala OPD, Bupati Pati Haryanto kemarin memberikan arahan kepada segenap pengunjung yang hadir di TPK Perhutani.

Tak hanya dari unsur PKL, namun yang hadir juga berasal dari berbagai lapisan masyarakat.

"Guna memberi pelayanan fasilitas publik, Alun - alun akan direvitalisasi.  

Bentuk perhatian dari Pemkab untuk PKL dilakukan relokasi di TPK Perhutani ini. 

Di sini, PKL beroperasi tidak terbatas oleh waktu, bisa buka mulai pagi, siang ataupun sore hingga pagi lagi", jelas Bupati.

Haryanto menegaskan, apabila ada isu ataupun desas - desus bahwa Pemkab tidak memperhatikan nasib PKL, itu tidaklah benar. 

Hal ini terbukti dengan adanya hiburan musik, campursari dan ketoprak, pada Senin malam, sebagai bentuk support atau dukungan kepada para PKL yang pindah ke tempat tersebut.

"Ke depan pun sama, akan kita jadwalkan rutin panggung - panggung hiburan guna mengisi dan menghiasi TPK Perhutani ini. Tujuannya agar dapat menarik para pengunjung untuk datang", ujarnya.

Selain itu, Haryanto kembali menegaskan bahwa apabila masih ada kekurangan, keluhan terkait fasilitas, semaunya akan dipenuhi.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan dilakulan relokasi ini, para PKL tidak perlu merasa khawatir, sebab relokasi memang butuh waktu dan proses.

"Untuk bapak ibu semua, tidak perlu khawatir apabila nanti tidak laku dan lain - lain, sebab rezeki yang mengatur itu Allah SWT. Kita doakan agar semuanya lancar", doanya.

Usai memberi wejangan, Haryanto bersama rombongan pun berkeliling ke lapak - lapak atau tenda para PKL yang sudah mulai beroperasi. 

Mulai dari makanan, permainan hingga lapak sepatu dan sandal. 

Sebagian besar merekapun memberi tanggapan yang positif atas relokasi ini.

Setelah cukup lama berkeliling dan belanja sandal di tempat PKL, Haryanto bersama rombongan pun hanya kebagian ceriping singkong, es tebu, dan bakso, sebab rata - rata PKL yang lain telah ludes dagangannya. ($.zaenuri)

Hari Pertama Relokasi, Bupati Haryanto Yakinkan Hal Ini Pada PKL

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto, menyerahkan bantuan bencana sosial dan bencana alam tahun 2019 untuk beberapa penerima bantuan di Balai Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Selasa tgl (23/04/19).

Bantuan sosial ini semoga membantu warga yang terdampak.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Subawi menjelaskan tentang rincian alokasi dana Bansos tahap pertama tahun 2019.

"Pertama, rumah rusak atau roboh akibat bencana alam sebanyak 7 rumah semipermanen, dengan rincian satu rumah rusak dan enam lainnya roboh. Total nilai bantuannya sejumlah Rp 49 juta," ungkap Subawi.

Kedua, lanjutnya, ialah rumah rusak atau hangus akibat kebakaran, pada kategori ini terdapat lima rumah semipermanen yang mendapat bantuan dengan total nilai sebesar Rp 37,5 juta.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menjelaskan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah ikut prihatin. 

Namun, ia mengatakan, bantuan tersebut hanya sebatas partisipasi pemerintah. 

Nominalnya mungkin belum cukup untuk mengembalikan keadaan rumah sebagaimana sebelum terkena bencana.

"Ada yang dapat Rp 7,5 juta dan
ada yang dapat Rp 4 juta. Disesuaikan dengan rumah yang dimiliki masing-masing penerima bantuan," ucapnya.

Haryanto berharap, bantuan tersebut dapat diterima dengan keikhlasan. Sekalipun nilainya relatif sedikit, bantuan tersebut menunjukkan bahwa korban bencana diperhatikan oleh Pemerintah.

Lagipula, lanjut Haryanto, korban bencana juga sudah mendapat bantuan dari masyarakat yang peduli untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

"Sudah jadi bagus lagi, kan? Karena dibantu secara gotong-royong oleh masyarakat yang peduli", ujar Haryanto.

Bupati menjelaskan, pemerintah sebelumnya juga sudah membantu melalui PMI, BPBD, dan Dinsos, tapi bukan berupa uang.

"Memang untuk bantuan uang dari pemerintah daerah prosesnya lebih panjang, tidak seperti dari Baznas yang prosesnya lebih singkat," jelasnya.

Terakhir, Haryanto berharap semoga bantuan yang diserahkan dalam bentuk saldo buku tabungan tersebut dapat membantu meringankan beban korban bencana.

"Berapa pun nilainya, kalau disyukuri akan berkah," tandasnya.

Pada acara penyerahan bantuan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Staf Dinas Sosial Kabupaten Pati, Danramil Margoyoso, Kapolsek Margoyoso, Camat Margoyoso, dan beberapa kepala desa yang warganya menerima bantuan. 

Para Kades tersebut antara lain Kades Tunjungrejo, Kades Banyutowo, Kades Dukuhseti, dan Kades Pagerharjo. ($.odiqin)

Bupati Haryanto Serahkan Bantuan Sosial dan Bencana Alam Dengan Total 49 Juta

TH.Indonesia. Pati - Dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, dengan agenda penjelasan Bupati Pati terhadap Raperda tentang Perseroan Terbatas BPR Bank Daerah Pati (Perseroda), Senin tgl (22/04/19).

PT. BPR menjadikan nasabah lebih relevan dalam memilih jasa keuangan.

Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa tentang Perseroda ini merupakan amanat undang - undang No. 23 Tahun 2014, yang mana telah diubah beberapa kali dan terakhir yaitu undang - undang No.9 tahun 2015 tentang pemerintahan daerah, sesuai yang diatur dalam bab 12 pasal 331.

"Ayat 1, daerah dapat menbentuk BUMD. Ayat 2, pendirian BUMD sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 ditetapkan oleh Perda", jelasnya.

Haryanto melanjutkan, ayat 3, BUMD sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1, berdiri atas perusahaan umum daerah dan Perusahaan Perseroan Daerah. 

Dengan adanya undang - undang tersebut, maka Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang berbentuk perusahaan daerah (PD) perlu diubah badan hukumnya menjadi Perseroan Terbatas.

"PD BPR Bank Daerah Pati yang dibentuk oleh Perda Kabupaten Pati nomer 17 tahun 2007, sebagaimana diubah dengan Perda Kabupaten Pati nomer 15 tahun 2014. 

Dengan perantara peraturan daerah ini maka berubah menjadi PT. BPR Bank Daerah Pati", ujarnya.

Bupati mengatakan, dengan berubahnya perusahaan daerah menjadi perusahaan terbatas, diharapkan selain memenuhi amanat undang - undang, PT. BPR Bank Daerah Pati dapat semakin meningkatkan kinerjanya sehingga dapat menjadi BPR yang tidak hanya menjadi andalan di Pati, bahkan sering mendapat penghargaan di tingkat nasional.

"Dan selalu memberikan kontribusi berupa dividen kepada pemerintah kabupaten Pati. Dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara signifikan", pungkasnya. ($.odiqin)

BPR Bank Daerah Pati Akan Berbentuk PT, Begini Alasannya

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Kartini ke-140 di Halaman Setda Kabupaten Pati, Senin tgl (22/04/19).

Bupati Haryanto : Kartini cermin emansipasi wanita saat ini.

Kegiatan ini diikuti oleh Forkopimda beserta ibu, Tim Penggerak PKK, GOW, Fatayat, Aisyiyah Kabupaten Pati.

Bupati selaku inspektur upacara dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan sudah dipastikan selalu hadir dan berkontribusi dalam menjalani perannya di tengah-tengah kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Perempuan secara individu maupun kolektif melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari pekerjaan flsik maupun yang melibatkan pemikiran. 

Tidak hanya itu, perempuan juga adalah penentu arah generasi selanjutnya, karena di tangan perempuanlah lahir anak-anak bangsa yang tumbuh dan berkembang dalam setiap zaman dengan penuh kasih sayang", terang Haryanto.

Pada Peringatan Hari Kartini ke-140 yang mengambil tema "Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Kualitas Keluarga Untuk Jawa Tengah Maju dan Berdikari" ini, Bupati mengakui pula, perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk memajukan Indonesia, sudah banyak dirasakan. 

"Terbukti sudah banyak tokoh-tokoh perempuan Indonesia di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Pati yang berprestasi dan dapat dibanggakan oleh perempuan sendiri maupun oleh masyarakat pada umumnya serta dapat membuktikan diri menjadi figur yang kuat dan tangguh", ujarnya.

Dalam perkembangannya, lanjut Bupati, kaum perempuan Indonesia juga telah menunjukkan peran dan tanggungjawabnya untuk turut andil dalam pengambilan keputusan publik.

"Perempuan telah terbukti ikut andil dalam pembangunan bangsa juga dalam memberikan sumbangsih yang cukup berarti dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan ketahanan keluarga.

Bahkan para perempuan Indonesia juga memiliki kemampuan untuk berperan ganda dalam kehidupan serta mampu sukses bekerja tanpa meninggalkan kodratnya sebagai ibu rumah tangga", imbuhnya.

Sebagai ibu, menurut Haryanto, perempuan bahkan menjadi kunci ketahanan keluarga. 

"Ibu juga sebagai madrasah hingga pendidikan pertama dan utama bagi anaknya untuk belajar tentang segala hal dalam kehidupan. 

Karena posisinya yang demikian strategis tersebut tentunya untuk menjadi ibu dituntut kesiapan bekal dan peningkatan kualitas diri yang nantinya akan sangat mempengaruhi pendidikan yang diberikan kepada putra-putrinya", jelas Bupati.

Haryanto berharap momentum peringatan Hari Kartini yang ke-14O ini, dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi perempuan agar tak kenal lelah dalam meningkatkan kualitas diri agar mampu berperan Iebih besar dalam pembangunan serta dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

"Mudah-mudahan para Kartini masa kini akan mampu mencetak generasi beriman bertaqwa, berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan, yang menjadi modal persaingan di era globalisasi", tuturnya.

Di akhir amanatnya, Bupati menyampaikan Selamat Hari Kartini. 

"Semoga dengan semangat peringatan hari Kartini ke-140 Tahun 2019 ini akan dapat membangkitkan motivasi perempuan Kabupaten Pati untuk lebih mewujudkan kualitas keluarga demi Jawa Tengah yang maju dan berdikari", pungkasnya. ($.zaenuri)

Bupati Pati : Wanita Adalah Kunci Ketahanan Keluarga

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang juga merupakan Ketua Umum Persipa Pati menantang head coach yang baru diperkenalkan, Gatot Barnowo, untuk membawa Persipa juara dan naik kasta ke level kompetisi yang lebih tinggi, Sabtu tgl (20/04/19).

Gatot Barnowo siap membawa Persipa menuju tangga juara Nasional.

Sebab hingga saat ini Persipa masih berlaga di Liga 3 Jawa Tengah.

Tantangan tersebut disampaikan Safin, panggilan akrab Saiful Arifin, di tengah acara perayaan hari ulang tahun ke-68 Persipa di lantai 11/rooftop The Safin Hotel, Jumat malam.

Dalam sambutanya safin mengatakan bahwa usia 68 tahun adalah usia yang cukup dewasa untuk sebuah klub sepak bola.

"Namun, pada usia ini Persipa belum punya prestasi," ungkap Safin.

Wabup berharap ulang tahun kali ini merupakan momentum bagi Persipa untuk berprestasi. Ia ingin Persipa bisa meraih juara di Liga 3 Jateng pada musim ini.

Safin melanjutkan, harapan dari publik sepakbola Kabupaten Pati mengenai pembenahan Persipa telah 80 persen dipenuhi oleh manajemen Persipa. 

Selanjutnya, ia mengajak Gatot untuk berdiskusi mengenai pembenahan selanjutnya.

"Kalau ada kekurangan pemain atau hal lainnya, monggo kita bicarakan dan penuhi sesuai dengan kekuatan (finansial) kita" , ucapnya.

Safin menegaskan, Gatot sebagai pelatih utama merupakan kepala di lapangan.

Wabup juga mengingatkan bahwa publik sepakbola di Kabupaten Pati memiliki ekspektasi tinggi terhadap Persipa. 

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh elemen yang terkait dengan Persipa bekerja bersama demi memenuhi ekspektasi tersebut.

"Sanggup, Mbah Gatot?", tantang Safin dengan menyebut panggilan akrab Gatot Barnowo.

Tantangan tersebut pun segera disanggupi oleh Gatot Barnowo.
Pelatih ini pun menambahkan bahwa ia akan menjawab tantangan manajemen Persipa dengan sungguh-sungguh.

"Insyaa Allah, mati di lapangan pun saya siap demi Persipa yang diamanahkan pada saya. Saya pertaruhkan nama baik saya di sini," ucap Gatot.

Ia pun meyakini, dengan pemain yang rela berdisiplin dan bekerja keras bersama, otomatis prestasi akan mengiringi langkah Persipa.

"Untuk supporter, saya juga berharap, kalau saya kurang bener, silakan jewer. Saya tidak antikritik. Ini semua demi Persipa naik kasta ke liga 2. In syaa Allah bisa tercapai," tandasnya. ($.odhiqin)

Gatot Barnowo Head Coach Persipa Siap Menuju Tangga Juara

TH.Indonesia. Pati - Kodim 0718 Pati siagakan anggotanya untuk mengantisipasi kegiatan pasca pemilu dan rangkaian kegiatan Paskah di wilayah Pati, Sabtu tgl (20/04/19).

Dandim Pati siagakan pasukannya dan jajaran anggotanya.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, mengapresiasi kinerja Danramil dan Babinsa dalam ikut mensukseskan tahapan Pemilu 2019 hingga hari pencoblosan.

Dandim juga memompa semangat jajarannya dalam rangka pengamanan pasca pemungutan suara.

Hal disampaikan dalam kegiatan apel siaga di Makodim 0718 Pati.

"Terima kasih kepada seluruh Danramil dan Babinsa sehingga Pemilu dan rangkaian kegiatan Hari Paskah bagi umat Nasrani di Kabupaten Pati berlangsung aman dan kondusif, " ujar Arief.

Menurutnya, apel pasukan digelar untuk mengecek kesiapan anggota dalam rangka pengamanan pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

Kegiatan yang dilakukan, di antaranya monitoring perkembangan situasi wilayah dengan melaksanakan patroli gabungan bersama Polri, Satpol PP, serta bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

"Pasca pencoblosan dan kegiatan Hari Paskah bagi umat Nasrani harus tetap dijaga keamanannya," tegas Dandim Pati.

Demikian harapan setelah pesta demokrasi kembali kepada fitrah semula, tidak ada kekuasaan yang mutlak karena kekuasaan yang hakiki adalah milik Allah semata dan kekuasaan yang abadi ada di tangan rakyat.

Berjalan sesuai koridor yang ada semoga NKRI menjadi taman Iman dan lautan kasih sayang dan kedamaian di seluruh Nusantara. (S.zaenuri)

Dandim 0718 Pati Siagakan Anggota Jajarannya Pasca Pemilu dan Peringatan Paskah

TH.Indonesia. Pati - Seorang pekerja serabutan, Rebo (55) warga Desa Gadudero Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati meninggal akibat tertimpa batu padas, Jum'at tgl (19/04/19).

Batu tebing yang runtuh di galian C yang menimpa para pekerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kejadian mengenaskan tersebut terjadi kemaren siang Kamis, (18/04/19) sekitar pkl 10.00 WIB.

Di lokasi penambangan galian batu gunung Kendeng turut Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo milik pengelola saudara Fatekur warga Desa Gadudero RT 02 RW 01 Sukolilo Pati.

Secara terpisah Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono membenarkan kejadian yang terjadi di wilayahnya. 

Kanit Intelkam dan Kanit sabhara serta piket SPK membawa tim medis dari Puskesmas Sukolilo dan mendatangi TKP.

"Korban meninggal di tempat kejadian karena terkena benda keras yaitu tanah padas yang runtuh dari ketinggian 3 meter dari permukaan tanah dan menimpa kepala korban hingga korban jatuh dan mengenai kakinya," terang Kapolsek.

Sementara saat tim NM minta keterangan kepada petugas di lapangan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Windarto sedang melakukan identifikasi jenasah dan membenarkan telah terjadi longsor bongkahan batu di lokasi penambangan milik Fatekur, satu orang meninggal dunia dan satu lainya mengalami patah tulang kaki,” ungkapnya.

“Iya benar dua orang tersebut  bekerja pada bos depo Fatekur   warga RT 02 RW 01 Desa Gadudero Sukolilo Korban satu meninggal    bernama Rebo berumur (55), sedangkan korban lainya patah tulang bernama joko umur (38)  dukuh Misik Sukolilo.

Korban yang masih hidup di bawa ke Puskesmas Sukolilo setelah mendapat perawatan korban di larikan ke rumah sakit Yakum Purwodadi untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Menurut keterangan yang dihimpun dari warga setempat mengatakan, “bahwa pada sekira pukul 08.00 WIB kedua korban mulai bekerja di lokasi penambangan batu padas di galian gunung kendeng, saat itu posisi batu dalam kondisi menggantung dan dilakukan penambangan. 

Kondisi batu yang menggantung    tersebut dengan kubikasi yang sangat besar tiba-tiba runtuh meluncur dengan cepat dan menimpa kepala korban yang mengakibatkan korban terjatuh dalam posisi terlentang," ungkapnya. 

Masih keterangan yang sama,   korban yang meninggal tertimpa  bongkahan batu dengan luka kepala bagian belakang serta tulang iga belakang patah dan luka di beberapa bagian kaki dan tangan.

Sementara Joko yang masih hidup tertimpa batu di bagian kaki kanan bagian bawah sehingga mengalami patah kaki.

Menurut saksi lainya dari warga setempat  menceritakan, “saat longsor terjdi kedua korban berada di selep penggilingan batu. Saat itu korban sedang mengumpulkan batu padas yang mau di giling.

Pada saat bongkahan batu meluncur dengan beban yang besar langsung menimpa  mengenai kaki kananya   dan seketika itu korban meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Setelah dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian, korban meninggal siang ini langsung di lakukan pemakaman umum desa Gadudero.

Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga korban telah menerimakan dan tidak akan menuntut kepada siapapun (pemilik tambang/galian) dan kejadian tersebut dianggap sebagai musibah. ($.diman)
  

Terjadi Longsor di Galian C, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Batu Padas

Targethukumonline. Pati - Usai menggunakan hak pilihnya bersama istri dan kedua putrinya di TPS 14 Desa Raci Kecamatan Batangan, Bupati Pati Haryanto memantau penyelenggaraan pemungutan suara di beberapa TPS di wilayah Pati bagian utara, Rabu tgl (17/04/19).

Bupati Haryanto lakukan pemantauan fi beberapa TPS.

Pemantauan Didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Desk Pemilu Kabupaten Pati, terdapat lima TPS di empat Kecamatan yang berbeda.

Lima TPS tersebut yakni TPS 10 Desa Tambaharjo Kecamatan Pati, TPS 2 Desa Ketanen Kecamatan Trangkil, TPS 24 Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso, TPS 6 Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti, dan TPS 12 Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti.

"Pagi sampai siang ini kami memonitor wilayah Pati utara. Hasil pantauan kami, di masing-masing TPS pemungutan suara terselenggara dengan baik. Ketika saya datangi rata-rata tingkat masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya di atas 50 persen. Bahkan ada yang 70 persen. 

Dan ketika saya berkunjung, waktu pemungutan suara belum habis," ucap Bupati.

Secara umum, Haryanto menilai penyelenggaraan Pemilu di Pati tidak ada problem.

"Mudah-mudahan sampai akhir nanti, penyelenggaraan Pemilu di Pati tidak ada persoalan. Kalau misal ada kekurangan surat suara, bisa diatasi KPU," harapnya.

Bila dibandingkan saat pemungutan suara riil dan simulasi, Haryanto mengungkapkan bahwa pemungutan suara riil pada hari H lebih lancar.

"Tidak kita bayangkan, ternyata pelaksanaan pada hari H lebih mudah dari simulasi. Pada waktu simulasi, saya butuh waktu 5 menit untuk menuntaskan pencoblosan. Tadi saya hitung hanya 3 menit sudah selesai," ujarnya semringah. (ROI/humas)

Pantau Pelaksanaan Pemilu, Bupati Haryanto Datangi Lima TPS Ini

Targethukumonline. Pati - Tepat pada pukul 19.00 WIB hingga menjelang tengah malam, Bupati Pati Haryanto beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Desk Pemilu Kabupaten Pati melakukan kunjungan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa tgl (16/04/19).

Bupati Haryanto lakukan beberapa kunjungan ke TPS.

Kunjungan itu juga diikuti oleh Ketua KPU Pati Imbang Setiawan, perwakilan Bawaslu, dan tim pemantau dari Direktorat  Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jateng.

Dalam kegiatan itu, terdapat empat TPS di empat kecamatan berbeda yang dikunjungi.

Empat TPS tersebut ialah TPS 5 Desa Gabus Kecamatan Gabus, TPS 4 Desa Karangmulyo Kecamatan Tambakromo, TPS 15 Desa Jatiroto Kecamatan Kayen, dan TPS 6 Desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo.

"Tujuan kunjungan ini ialah memantau kesiapan pelaksanaan Pemilu besok pagi," ujar Bupati Haryanto.

Bupati Haryanto juga mengatakan, dari empat TPS yang dikunjungi, secara umum TPS-TPS ini tergolong siap untuk menyelenggarakan pemungutan suara secara lancar.

Namun, lanjutnya, ada beberapa masukan perbaikan yang pihaknya berikan pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Seperti di TPS 15 Desa Jatiroto, misalnya. Ketua KPPS di TPS tersebut, Drahman, mendapat beberapa arahan terkait penataan bilik suara.

"Tadi ada arahan untuk melepas kertas nomor yang tertempel di bilik suara. Karena biliknya sebetulnya tidak perlu diberi penanda nomor. 

Kertas nomor itu sebetulnya bekas Pemilu yang lalu," ungkap Drahman.

Selain itu, lanjut Drahman, ia juga mendapat arahan dari Bupati Haryanto beserta Desk Pemilu Kabupaten Pati untuk memasang tirai di belakang bilik suara.

"Sesuai arahan, jarak antarbilik juga diperlebar. Sebab sebelumnya terlalu dekat," ujarnya.

Sebagaimana di TPS 15 Jatiroto, TPS 6 Cengkalsewu juga mendapat arahan terkait penataan tempat.

"Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap Kecamatan sebaiknya memastikan penataan tempat di masing-masing TPS. 

Ditata lebih baik agar masyarakat yang menggunakan hak pilih merasa nyaman," imbau Bupati Haryanto.

Meski ada sedikit usulan yang ia berikan di TPS yang ia kunjungi, Haryanto menilai, secara umum seluruh KPPS yang ada di Pati telah siap menyelenggarakan Pemilu.

"Sudah dipastikan, seluruh logistik Pemilu telah sampai ke masing-masing TPS. Yang terpenting, kita imbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing," tandasnya. ($.zaenuri)

Pastikan Kesiapan Pemilu, Bupati Pati Semalam Lakukan Ini

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), hari ini menghadiri rapat Evaluasi Pendapatan Asli  Daerah Triwulan I Tahun 2019 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Selasa tgl (16/04/19).

Online menjadi salah satu program pelayanan Pemkab Pati.

Dalam sambutan arahannya Safin menegaskan bahwa pendapatan daerah ini merupakan modal dasar bagi pelaksanaan pemerintahan sekaligus sebagai suatu kriteria penilaian bagi kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi.

"Karena itu, kami mengajak Saudara-Saudara sekalian untuk mencermati target dan realisasi pendapatan daerah pada triwulan pertama", ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi pada OPD dan kecamatan yang telah memenuhi target. 

"Dan bagi yang belum mencapai target, saya harapkan untuk dapat mengevaluasi kinerjanya. Karena kami senantiasa mengapresiasi setiap upaya untuk meningkatkan pelayanan khususnya yang terkait dengan pelaksanaan retribusi daerah secara online", jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus mendorong agar semua proses pengelolaan pendapatan daerah dapat terlaksana secara transparan, efektif, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Kita tentu masih ingat bahwasanya di Jawa Tengah, Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah yang menjadi percontohan dalam hal transaksi nontunai", lanjut Safin.

Wabup juga meyakini bahwa banyak manfaat yang diperoleh lewat penerapan transaksi non tunai, salah satunya dapat meningkatkan transparansi transaksi yang bertujuan mencegah kejahatan dan kebocoran anggaran.

"Saya berharap masyarakat Kabupaten Pati juga tak alergi dengan penggunaan teknologi informasi dalam pembayaran retribusi daerah. 

Apalagi jika nantinya kita udah memberlakukan transaksi online di semua lini", harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemkab juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi dan menyiapkan masyarakat agar siap dengan pemanfaatan teknologi tersebut.

"Jangan hanya meluncurkan program online tapi sosialisasinya diabaikan", imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, menurut Safin, tantangan terbesar Pemkab adalah merubah budaya masyarakat.

"Memang tak mudah mengalihkan kebiasaan mayarakat yang terbiasa melakukan pembayaran secara konvensional menjadi online, tapi kita harus tetap memulainya", tegas Wabup.

Ia juga yakin, target pendapatan daerah tahun 2019 Rp. 2.730.979.188.000,- yang telah terealisasi Rp. 607.823.563.979,-  atau mencapai 22,26% pada triwulan I ini bisa lebih ditingkatkan dengan melakukan sejumlah inovasi dan perbaikan dalam pelayanan.

"Demikian halnya dengan dengan capaian Pendapatan Asli Daerah yang pada triwulan I ini berada di angka 23,70%, tentunya akan dapat ditingkatkan dengan melakukan sejumlah terobosan", lanjutnya.

Berkenaan dengan hal itu, Wabup meminta kepada unit  kerja yang terkait dengan berbagai jenis penerimaan baik berasal dari pajak daerah maupun retribusi daerah untuk berupaya dan berinovasi agar penerimaanya dapat terealisasi sesuai dengan yang ditargetkan.

"Bagi yang targetnya belum mencapai 25 % hingga triwulan I ini, hal itu harus menjadi perhatian pimpinan dan tenaga teknis pengelola pendapatan daerah.

Kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam mengoptimalkan penerimaan harus dianalisis sebaik baik mungkin, sehingga kinerja kita bisa lebih baik pada triwulan berikutnya", pinta Safin.

Ke depan pihaknya berharap agar dalam menentukan target pendapatan daerah, senantiasa didasari data potensi  yang  akurat, terukur dan diperkirakan dapat direalisasikan.

"Untuk itu, saya berharap semua kepala OPD Kabupaten Pati dapat memberikan dukungan penuh dalam meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah. 

Dan yang lebih penting lagi, mari kita tingkatkan partisipasi  dan kesadaran seluruh komponen, pengusaha, wajib pajak maupun wajib retribusi. 

Ayo kita semangati lagi tentang  pentingnya pajak dan retribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat", pungkasnya. ($.zaenuri)

Safin Terus Dorong Penerimaan Pendapatan Daerah Secara Online

TH.Indonesia. Gombong - Sebanyak 359 Calon Prajurit Tamtama TNI AD secara resmi dilantik menjadi Prajurit Dua oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., pada Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II TA. 2018 yang berlangsung di lapangan Chandradimuka Secata Rindam IV Diponegoro, Gombong, Sabtu (13/04/19).

Khoirul Umam anak petani dari Demak lulus terbaik Secata Gombong.

Tampil sebagai lulusan terbaik Prada Khoirul Umam yang merupakan putra petani asal Demak. Sebagai lulusan terbaik, dirinya berhak atas piagam dan medali yang diberikan oleh Pangdam IV/Diponegoro. 

Sedangkan peringkat ke II diraih Febbyan Yogie P. anak pedagang dari Sukoharjo dan peringkat ke III diraih Muhammad Daffa I. dari Sleman yang orang tuanya berprofesi wiraswata.

Dari sini membuktikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama tanpa dibedakan status maupun suatu golongan. Mereka yang terpilih dan berlatih sungguh-sungguh akan mendapatkan posisi yang terhormat.

Pada kesempatan ini, Pangdam IV Diponegoro menyampaikan, bahwa dengan selesainya pendidikan ini bukan berarti perjuangan sudah selesai, tetapi justru perjalanan karier sebagai prajurit TNI baru dimulai.

Dijelaskan, para Prajurit Dua yang baru saja dilantik sudah diberikan pembekalan materi tentang dasar keprajuritan.  

Itulah bekal awal dalam pengabdian untuk menanamkan rasa bangga terhadap korps TNI AD, agar mampu melaksanakan tugas dengan baik di satuan masing-masing.

"Kalian harus menampilkan sikap dan perilaku yang mencerminkan pribadi seorang prajurit sejati, prajurit yang disiplin, loyal, militan, profesional, mencintai dan dicintai rakyat" tegas Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Tak hanya itu, para prajurit juga harus menanamkan jiwa pengabdian yang senantiasa dilandasi oleh Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI.
Menurut orang nomor satu di Kodam IV, berbagai ilmu dan pelatihan yang telah diajarkan selama pendidikan pertama ini merupakan tahap dasar, yang artinya kalian masih perlu menerima pembekalan yang bersifat lanjutan. 

Maka, setelah pendidikan ini kalian akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai dengan kecabangan masing-masing.

Sebelum mengikuti pendidikan kejuruan, para prajurit akan mendapatkan cuti pendidikan. 

Untuk itu jaga kehormatan,  keselamatan dan keamanan diri dengan baik. Hindari tindakan yang dapat merusak citra dan nama baik TNI AD selama cuti, ungkap Pangdam.  

Pangdam juga mengingatkan hal yang tidak kalah penting, yaitu  saat ini sedang berlangsung pesta demokrasi Pilleg dan Pilpres 2019. Untuk itu para prajurit yang baru saja dilantik harus menjaga netralitas selama cuti.

"Jangan coba-coba terlibat dalam kegiatan politik praktis sekecil apapun", tegas Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Selanjutnya untuk mempersiapkan pendidikan selanjutnya, Pangdam berpesan agar para prajurit jangan lengah, tetap mempersiapkan fisik dan mental serta kesehatan masing-masing.

"Kembangkan ilmu yang kalian peroleh agar kelak dapat menjadi prajurit yang profesional dan handal dalam menghadapi tuntutan tugas di masa mendatang", jelas Pangdam.

Upacara Penutupan Dikmata TNI AD Gelombang II TA. 2018 ini dihadiri Para pejabat jajaran Kodam IV Diponegoro, Bupati beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kebumen, dan Ketua beserta segenap Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IV Diponegoro. (ROI)

Prada Khoirul Umam Asal Demak Lulusan Terbaik Secata Gombong

TH.Indonesia. Pati - Polres Pati menggelar acara Tablig Akbar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, dalam rangka “ Mewujudkan Pemilu Tahun 2019 yang aman, damai, dan sejuk di wilayah Kabupaten Pati.

Gema Isro' Mi'raj berkumandang di Mapolres Pati wujud Pemilu Damai.

Pengajian dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Polres Pati tersebut menghadirkan pembicara Dosen UIN Ustadz Fachrur Rozi,M.Ag dari Semarang. Selasa (09/04/19).

Hadir pada acara tersebut antara lain, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariyanto, S.I.K., Wakapolres Pati, Ketua Cabang Bhayangkari Pati beserta pengurus, Pejabat utama Polres Pati, Kapolsek jajaran Polres Pati, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek jajaran, Para Kasi dan Perwira staf Polres Pati, Pengurus Cabang Bhayangkari Pati, anggota Polsek jajaran masing-masing 5 personel dan seluruh anggota Mapolres Pati, Forkompinda, pengadilan negeri dan agama, MUI Pati, serta tamu undangan lainya. 

Dalam sambutannya, Kapolres Pati mengatakan, “mengungkapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.” 

Peringatan isra’Mi’raj adalah  acara rutin yang digelar untuk memperingati hari isro’ mi’roj yang merupakan momen kita bersama untuk merefres akan ketaladan Nabi Muhammad SAW, mari kita sama sama mengambil hikmah dan keteladanan serta Kepemimpinan  beliau," katanya”.

“Dengan hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW kita tingkatkan ibadah dalam membentuk karakter kepribadian insan bhayangkara guna mewujudkan  Pemilu yang aman damai, dan sejuk yang kondusif tahun 2019”. 

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi mengambil tema,”dengan tertanamnya nilai-nilai ibadah shalat kita tingkatkan prestasi dan inovasi dalam pengabdian terbaik menuju Polri yang Promoter siap mengamankan Pemilu 2019 guna keberlangsungan Pembangunan Nasional.

"Melalui tabligh akbar ini, mari kita  napak tilas perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Dengan tausiyah melalui Ustadz Fachrur Rozi nantinya bisa mendorong pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah kabupaten Pati dan secara umum di Indonesia agar berlangsung aman-damai," ujar Kapolres Pati. 

Sehubungan jelang pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, kami dari jajaran kepolisian akan siap mengawal sehingga pemilu menjadi aman. Dan jangan sampai pemilu yang akan datang terjadi perpecahan diantara kita.

“Tabligh Akbar dan kegiatan peringatan Isra Mi’raj yang kami selenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan ibadah secara bersama-sama.

Disamping itu melalui kegiatan ini juga kami harapkan menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi kami sekeluarga besar Polres Pati dengan segenap komponen baik itu instansi Pemerintah, Lembaga masyarakat dan masyarakat di Kabupaten Pati,” imbuh Kapolres.

“Besar harapan kami bahwa giat Tabligh Akbar dan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi suatu kegiatan yang dapat kita laksanakan secara rutin sebagai siraman rohani. 

Bagi kita khususnya untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan berbagai perbedaan yang terkadang menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap hubungan antar sesama manusia.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya tabligh akbar ini mampu menyatukan kita untuk hidup bersama dalam suasana adem ayem, seperti kita ketahui dalam waktu dekat ini tepatnya besok hari Rabu tanggal 17 April 2019 kita akan melaksanakan pemilihan Presiden dan Legislatif secara serentak baik di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Kapolres  juga menegaskan bahwa Polri bersama TNI siap mengawal pesta demokrasi agar berjalan lancar. "Sehingga tidak ada yang bisa menghalangi untuk menggunakan haknya dalam menentukan pilihan pada Pemilu yang akan di gelar 17 April mendatang," tegasnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya Ustadz Fachrur Rozi menyampaikan,” bahwa perintah salat yang diterima Rasulullah dalam peristiwa isra Miraj memiliki pengaruh positif terhadap penyelenggaraan Pemilu dan kehidupan bernegara secara umum.

Ia menjelaskan, nilai yang terkandung dalam salat berjamaah dapat dijadikan pedoman dalam menyikapi Pemilu.
Menurutnya, dalam salat berjamaah, setiap orang dapat menghargai perbedaan yang ada dalam tata-cara salat. 

Sebagaimana dalam hidup, termasuk dalam Pemilu, kita harus menghargai perbedaan," jelas akademisi UIN Walisongo Semarang tersebut.

Dalam salat berjamaah, lanjutnya, meski ada beberapa perbedaan tersebut, masing-masing orang menempati posisi saf yang berbeda, seluruhnya bergerak beriringan untuk meraih ridha Allah.

"Sebagaimana salat berjamaah yang 'beda posisi tapi satu visi', kehidupan bernegara juga harus demikian.   

Menghargai perbedaan demi bersama-sama memajukan Indonesia," terangnya.
Ustadz Fachrur menambahkan, "boleh bersenggolan" yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu sebaiknya tidak menimbulkan pertengkaran.

Hal ini dapt diartikan "dalam salat berjamaah, kepala kesenggol, pantat atau kaki di depannya ketika ruku dan sujud mungkin saja terjadi.

Tapi hal ini tidak menjadi masalah, jamaah salat tetap baca tasbih dan tetap mengakhiri salat dengan salam. Umumnya disambung pula dengan saling berjabat tangan. Pemilu juga harus begitu.

Tetap damai meski ada senggolan, sebab niatnya ialah berjamaah untuk memajukan IndonesiaSiapa pun pemimpin yang terpilih dalam Pemilu nanti, Ustadz Fachrur mengimbau masyarakat agar menerimanya dengan penuh keridloan," jelasnya.

Dalam himbaunya, dalam menghadapi suatu masalah, memberi informasi, dan saran  harus menghargai perbedaan. Indahnya hidup bersama ibarat sholat berjamaah, sehingga bisa menghargai perbedaan.

Boleh beda posisi tapi harus saling menghormati dan saling memahami. Terkait pileg walaupun beda pandangan, diharapkan  hasilnya untuk kemajuan indonesia

Dalam tausiyahnya, KH Fachrur Rozi meminta agar semua pihak menjaga situasi yang aman dan kondusif menjelang Pilpres dan Pileg.

“Hindari mencaci maki dan fitnah di Medsos terhadap sesama dan mari kita saling menjaga silaturahmi yang baik dengan sesama.

Bersama Polri dan TNI kita kuat, kita semua berdoa semoga Pilpres dan Pileg yang akan datang dapat berjalan dengan sukses dan tidak ada gangguan dan hambatan,” pungkasnya. ($.zaenuri)

Gema Isro' Mi'raj Berkumandang di Mapolres Pati, Wujud dari Pemilu Damai

TH.Indonesia. - Selalu ada kharisma sendu diraut wajah cantiknya Eva Ayunda, bidadari mungil nan cantik ini terus berkibar namanya di blantika musik tanah air khususnya genre music dangdut koplo yang makin semerbak di Pantura Jawa Tengah yang sangat hingar bingar saat ini, Selasa tgl (09/04/19).

Eva Ayunda the rising star bintang pantura Jawa Timur.

Eva Ayunda menekuni dunia tarik suara sejak kelas Satu SMA lulusan dari SMA Jatirogo Tahun 2013 dan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi di IKIP Bojonegoro Jurusan Sastra Indonesia Lulusan Tahun 2017 yang pernah mengikuti lomba menyanyi dangdut di acara live Bojonegoro di desanya dan mendapatkan juara pertama," Kata Eva Ayunda anak nomer dua dari dua bersaudara dari pasangan suami istri Bapak Umar dan Ibu Tumami.

Ayu selain menjadi seorang diva dangdut juga menekuni bisnis online shope selain kesibukannya sebagai penyanyi yang sekarang menetap ikut group orkes Palapa Rock Ndut dari Mojokerto Jawa Timur yang sudah mempunyai single Album perdana dengan judul lagu Hati Yang Merindu Ciptaan Baskoro S Arrasemen musik dari Palapa Rock Ndut Produksi dari Palapa Production Intertaiment Music dari Mojokerto Jawa Timur Indonesia.

Gadis mungil nan jelita ini saat ditanya tentang kriteria pacar katanya belum memikirkan soal cowok mau fokus dulu sama karirnya yang mendambakan kriteria cowok tentunya yang baik, pengertian dan tanggung jawab," ujar cewek cantik yang suka makan bakso dan punya hobby shoping kelahiran Jatirogo Tuban 19 Mei 1995 yang sekarang bertempat tinggal di Desa sekaran Dusun Babagan RT 002 RW 004 No.12 Kecamatan Jatirogo Tuban Jawa Timur.

Tak berlebihan memang alunan suara yang mendayu-dayu dan cengkoknya menjadi ciri khas suara merdu Ayunda dalam setiap performanya, karir saat ini tentu tak mudah mudah untuk meraihnya jatuh bangun, jatuh lagi dan bangkit lagi menjadi ruh dan jiwa semangat untuk terus belajar dan berkarya tentu juga do'a dari orang tua yang selalu mendampingi sejak dari nol awal karir hingga sekarang ini.

Ayunda lover's yang menjadi salah satu fansnya yang setiap saat selalu hadir di mana pun berada, mudah mudahan apa yang menjadi harapan sekarang ini akan terwujud esok dikemudian hari menjadi bintang Pantura artis papan atas yang akan mengisi lembaran baru di blantika musik dangdut tanah air, amin. (EKO)

Eva Ayunda Bintang Dangdut Dari Kota Jatirogo Tuban Jawa Timur

TH.Indonesia. Pati - Jelang pemilu 2019, Kapolres Pati melaksanakan serah terima jabatan Kapolsek dan Corps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian Tmt 1 April 2019 Polres Pati di halaman Mapolres Pati, Kamis  4 April 2019 pukul 07.00 Wib kemarin.

Kapolres Pati pimpin sertSert pejabat baru di lingkungan Mapolres Pati.

Hadir dalam giat tersebut Ketua Bhayangkari Cab. Pati beserta pengurus, Wakapolres Pati Kompol Danu Totok Pamungkas, S.H., S.I.K, Para Kabag Polres Pati, Para Kasat Fungsi Polres Pati, Para Kapolsek jajaran Polres Pati, Danramil Winong dan Margorejo dan Kodim 0718 Pati.

Pasukan upacara terdiri dari,   Perwira Polres Pati, Satpolair, Dalmas Satsabhara, Sat Lantas, Gabungan Polwan, gabungan Staf Polres Pati, Bhabinkamtibmas Polsek jajaran, Gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Res Narkoba Polres Pati, PNS Polri, dan Bhayangkari.

Insepktur Upacara Kapolres Pati AKBP JON WESLY ARIANTO S.I.K. dan sebagai Komandan Upacara IPTU LILIK SUPARDI, S.H. Kapolsek Batangan Polres Pati.

Sertijab tersebut dilakukan dua pekan menjelang pemilu 17 April. Selain itu dua personel telah diberikan kenaikan pangkat.

Pada kesempatan tersebut Irup Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menyampaikan amanat yang pada intinya,” Pergantian pejabat atau alih tugas dilingkungan Polri merupakan suatu hal biasa. 

Hal ini didasari oleh kepentingan dinamika organisasi maupun pengembangan karier yang bersangkutan serta dalam rangka penyegaran organisasi dilingkungan Polri.

Begitupun juga kepada anggota lain yang diberikan tugas di tempat baru dan anggota yang mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian untuk bekerja lebih baik lagi.

Terlebih kini menjelang pemilu, segera menyesuaikan diri dan kenali lingkungan supaya bisa langsung beradaptasi.

Adapun pejabat yang melaksanakan Sertijab adalah, “Kapolsek Winong Polres Pati dari Pejabat lama AKP Purwito diserahkan kepada Pejabat Baru IPTU Agung Suharyono, S.H, Kapolsek Margorejo Polres Pati dari Pejabat lama AKP Endah Setianingsih, S.H. M.M. diserahkan kepada Pejabat Baru AKP PURWITO.

Sedangkan Pers yang Corps Raport adalah, Dari AKP ke KOMPOL A.n. KOMPOL SUTOPO, S.H. NRP 61060733 Kapolsek Kayen Polres Pati. Dari AIPTU ke IPDA A.n. IPDA PURYANTO NRP 61060155 Kanit 3 SPKT polres Pati.

Kepada Ibu Endah selamat dan terimaksih atas pengabdian yang ibu laksanakan selama ini dan loyalitas yang ibu berikan selama ini semoga sukses ditempat baru.

Selain sertijab, pihaknya juga memberikan dua kenaikan pangkat kepada Kapolsek Kayen dari AKP Sutopo menjadi Kompol Sutopo. Selain itu Kanit III SPKT Polres Pati dari AIPTU Puryanto menjadi IPDA Puryanto.

Acara serah terima jabatan ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan kepada pejabat baru oleh Irup dan penandatanganan naskah serah terima jabatan oleh pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan. ($.zaenuri)

Pimpin Sertijab, Kapolres Pati Ganti Kapolsek dan Corps Rapot Kenaikan Pangkat

TH.Indonesia. Pati - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol M.Tito Karnavian menghadiri Apel Gabungan TNI - Polri dan memeriksa langsung kesiapan personel maupun materiil Yang digelar untuk Pengamanan Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019, Bertempat di Lanud Adi Soemarmo Solo Jawa Tengah, Jumat tgl (05/04/19).

Panglima TNI cek kesiapan prajurit menjelang pesta demokrasi.

Panglima TNI dan Kapolri tersebut tiba di lokasi pukul 09.20 WIB dan disambut langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen (TNI) Mochamad Effendi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono serta seluruh pimpinan TNI - Polri di wilayah Jawa Tengah.

Dalam Apel Gabungan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri melakukan pengecekan pasukan dan berdialog langsung dengan Pasukan yang telah siaga di lapangan apel.

"Pahami, Pedomani dan tegaskan Netralitas TNI, laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mengamankan dan mensukseskan Pesta Demokrasi 2019," Tegas Panglima TNI dihadapan 3.300 Personel TNI-Polri yang merupakan perwakilan dari berbagai satuan di wilayah Jateng dan DIY.

Adapun dari Kodam IV/Diponegoro telah menyiapkan 14.150 orang personel TNI untuk melaksanakan tugas perbantuan kepada Polri dalam mengamankan dan mensukseskan Pemilu 2019.

Seluruh Pasukan yang di perbantukan ke Polda seluruhnya berada di bawah kendali dari Polda, Pasukan yang tidak di BKO kan Standby On Call dan di bawah kendali Pangdam IV/Diponegoro.

Sebelum digelarnya Apel Gabungan ini telah dilaksanakan pula berbagai kegiatan pembekalan dan pelatihan, diantaranya Latihan parsial di tiap-tiap satuan, Latihan simulasi Pam Pemilu gabungan TNI-Polri, Latihan Tri Patra, dan Latihan TFG Pam Pemilu 2019.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan kesiapsiagaan dan kepercayaan diri para unsur pengamanan dalam mengamankan serta mensukseskan Pesta Demokrasi yang akan datang.

Disamping itu dalam apel gelar pasukan kali ini, selain mengecek kesiapan pasukan, Panglima TNI juga ingin memastikan bahwa para prajuritnya benar-benar memahami aturan perlibatan pasukan TNI dalam pengamanan Pemilu, termasuk pemahaman atas Netralitas TNI.

Dengan memahami aturan pelibatan pasukan TNI diharapkan tidak akan terjadi kesalahan prosedur dan dilapangan tidak terjadi kesalahpahaman.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI juga melakukan pengecekan kepada para Babinsa untuk memastikan kalau dukungan operasional Babinsa sudah diterima oleh para Babinsa sebagai ujung tombak TNI. 

Sebagaimana ketetapan Pemerintah, dukungan operasional Babinsa sudah ditingkatkan agar kedepanya para Babinsa dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal, pungkasnya.

Selesai melaksanakan Apel Gabungan TNI-Polri, Panglima TNI dan Kapolri melaksanakan analisa dan evaluasi Pengamanan tahapan Pilpres/Pilleg wilayah Solo Tahun 2019.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Asops Panglima TNI, Kadiv Humas Polri, Waaster Panglima TNI serta segenap pejabat jajaran TNI dan Polri Jateng dan DIY. ($.zaenuri)

Panglima TNI Cek Kesiapan dan Netralitas Prajurit TNI di Jawa Tengah Menjelang Pesta Demokrasi

TH.Indonesia. Pati - Untuk yang keduabelas  kalinya, secara berturut-turut TNI AD menjadi juara umum lomba menembak antar negara _Australian Army Skill-At-Arms Meeting_ (AASAM) 2019.

AASAM 2019 TNI keluar sebagai juara umum.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (02/04/19).

"Yang dicapai Kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia ini bukan hanya prestasi untuk TNI AD atau TNI semata, namun juga prestasi untuk rakyat dan bangsa Indonesia," ungkap Brigjen TNI Candra Wijaya.

Dijelaskan Kadispenad, perhelatan AASAM tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret - 2 April 2019.

"Capaian ini telah sesuai dengan harapan Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa, ketika melepas kontingen pada tanggal 14 Maret 2019, lalu. Kali ini kita kembali menjadi juara umum dengan menorehkan 21 emas, 14 perak, dan 10 perunggu. Ini menyisihkan 20 negara peserta lainnya," ujar Candra Wijaya.

"Termasuk beberapa negara maju dan memiliki teknologi Alutsista modern, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Korea, Kanada, Jepang, dàn tuan rumah Australia.

Demikian juga Thailand, Vietnam dan Malaysia yang secara tradisi memiliki para petembak bagus, seperti yang ditunjukkan saat AARM 2018 tahun lalu," imbuhnya.

Untuk diketahui, tahun ini perolehan medali  kontingen TNI AD mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yang merebut 38 medali emas, 18 perak dan 13 perunggu.

"Capaian kali ini bukanlah penurunan (prestasi), tapi menunjukkan bahwa ajang ini sangat kompetitif atau kontingen telah menunjukkan _performance_ yang terbaiknya," tegas Candra Wijaya.

Lebih lanjut Candra Wijaya mengungkapkan, dari 20 orang petembak terbaik yang mengikuti _Match Championship_ 104,  lima (5) orang diantaranya adalah petembak  TNI AD.

" Ini sangat membanggakan, ketiga petembak kita, Sertu Woli, Sertu Misran dan Kopda Arifin merebut semua kategori juara 1, 2 dan 3 pada _Match Championship_ 104," tegas Candra.

Selain dari kemampuan para petembak, Candra Wijaya juga menyampaikan bahwa torehan prestasi ini sekaligus  menunjukkan senjata produksi dalam negeri, dalam hal Ini PT Pindad Persero yang sangat luar biasa dan andal.

"Sekali lagi, prestasi para petembak TNI AD di AASAM 2019, dipersembahkan sebagai kehormatan serta kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia," pungkas Candra.

Adapun peraih sepuluh besar klasemen lomba AASAM 2019 setelah Indonesia yaitu Australia, Malaysia, Selandia Baru, Korea, Amerika Serikat, Perancis, Canada, Jepang dan Vietnam, sedangkan negara peserta yang tidak hadir yaitu Irak, Filipina dan Singapura. (S.tikno)

TNI AD Juara Lomba Tembak AASAM 2019 12 Kali Berturut Turut

TH.Indonesia. Pati - Istri Polisi yang tergabung dalam Bhayangkari Ranting Sukolilo mengadakan pertemuan rutin dengan penanaman bibit pohon di wilayah
SUKOLILO.

Bhayangkari Polsek Sukolilo tanam seribu pohon.

Demi menjaga kelastarian Alam dilingkungan Polsek Sukolilo, Istri Polisi yang tergabung dalam Bhayangkari Ranting Sukolilo mengadakan pertemuan rutin dengan melakukan penanaman bibit pohon dengan jenis pohon buah, Sabtu (30/03/19).

Dari pantauan media, kali ini tidak seperti biasanya pertemuan yang dikemas dalam “arisan rutin” diagendakan untuk menanam bibit pohon buah. 

Hal ini dilakukan setelah diamati ada sebuah tempat yang paling cocok untuk penanaman pohon tepat berada dihalaman dan belakang Polsek Sukolilo yang masih kosong.

Sementara itu sebelum kegiatan tanam pohon di lakukan, Ketua Ranting Bhayangkari Sukolilo Rumiasih Supriyono mengatakan,” bahwa pertemuan ini merupakan kegiatan rutin bulanan yang diisi dengan arisan untuk menumbuhkan solidaritas dan jiwa kebersamaan. 

Selain  itu juga melakukan kegiatan sosial lainnya seperti  dengan kegiatan menanam pohon tujuanya untuk menambah kesan asri dan rindang dilingkungan Polsek Sukolilo ini,” ujarnya.

Di sela-sela sibuk penanaman pohon, ketua Ranting juga sempat memberikan keterangan kepada NM saat mengikuti kegiatan tanam pohon di belakang Polsek Sukolilo,“ Bhayangkari merupakan pendamping atau istri Anggota Polri, oleh karena itu peran dan dukungannya sangat dibutuhkan oleh sang suami untuk menunjang keberhasilan tugasnya dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara,”imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut tambah Rumiasih istri Kapolsek Supriono, diikuti oleh semua Istri Anggota Bhayangkari dan kali ini ditambah dengan kegiatan penanaman bibit pohon di belakang Mapolsek. 

Sedikitnya ada tiga jenis pohon buah yang ditanam yaitu jenis bibit tanaman  Matoa, Klengkeng dan Jeruk. 

Hal ini merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari Ranting Sukolilo dalam melestarikan lingkungan yang hijau dan dapat dirasakan manfaatnya jika berbuah nantinya. 

Harapanya, mari kita gelorakan penanaman pohon di samping untuk menjaga kelastarian alam dilingkungan tempat tinggal, penanaman ini pohon juga sebagai warisan terhadap anak cucu kita kelak,” pungkasnya. ($.diman)

Gerakan Tanam Pohon Bhayangkari Polsek Sukolilo, Tanam Seribu Pohon