TH.Indonesia. Pati - Nasib naas yang dialami oleh seorang anak yang hendak mandi  di sungai dibawah grojogan air dam” kedung bendo jenggot” membuat satu anak tewas tenggelam didasar air.  

Korban ditemukan tewas di dasar sungai.

Korban diduga kehabisan nafas atau oksigen saat mandi di sungai (Bendo Jenggot) bersama dua temannya.

Korban di ketahui bernama Pasha Agustian (10) bin Sukayat, pelajar kelas 4 SD, Dukuh Krajan Rt 03 RW 01, Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati. Jumat tgl (22/02/19).

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, S.Ik , melalui Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono S.H  saat di mintai keterangan mengatakan,” Jajaran Polsek Sukolilo (SPK, Reskrim, Intel dan Bhabinkamtibmas) dengan dipimpin oleh Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono  yang mendapatkan laporan langsung segera melakukan tindakan dengan mendatangi dan mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Selanjutnya melakukan pencarian korban bersama warga setempat yang diduga meninggal dunia karena tenggelam di kedung "Bendo Jenggot" desa Kedungwinong Kec. Sukolilo Kab. Pati tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Supriyono menambahkan,” Setelah melakukan pencarian lebih kurang selama satu jam, akhirnya korban di temukan pukul 14.00 WIB sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya korban di bawa kerumah keluarganya, dan meminta keterangan para saksi, serta menghubungi petugas Puskesmas Sukolilo 2, serta mendampingi petugas dari Puskesmas saat melakukan pemeriksaan terhadap korban, ” bebernya.

Kejadian bermula ketika korban sedang  mandi di kedung bendo jenggot tak jauh dari rumah korban bersama dua orang temannya.

Selanjutnya korban berenang sendirian agak menjauh dari kedua temannya dengan mendekati grojogan air dam.

Saat berenang, korban tiba-tiba tidak kelihatan dan hilang saat mendekati grojogan air dam, lalu korban tidak muncul kepermukaan beberapa saat.

Setelah di ketahui bahwa korban tidak kelihatan , akhirnya kedua temannya ” AD ” dan ” SK ” meminta tolong kepada Riyanto (45 tahun) untuk ikut mencari keberadaan temannya yang tak kunjung terlihat kepermukaan.

Setelah dilakukan pencarian bersama warga, lebih kurang selama 1 jam, akhirnya korban dapat ditemukan di dasar air atau di bawah pondasi DAM.

Selanjutnya korban di angkat oleh warga tetapi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian korban dibawa pulang dan serahkan kepada pihak keluarga korban.

Selanjutnya, di lakukan pemeriksaan oleh para medis, Dr. Abdul Wakhid dan Perawat Kiswanto dari Puskesmas Sukolilo 2, lalu menyimpulkan bahwa korban sudah meninggal dan tidak ada akan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Saat dimintai keterangan, Dr.Abdul Wakhid mengatakan,” dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak di temukan tanda-tanda kekerasan, korban di duga gagal nafas atau kehabisan oksigen karena terlalu lama berada di air ” tuturnya Kepada awak media.

Atas kematian korban tersebut pihak keluarganya menerimakan bahwa diakibatkan karena kecelakaan (tenggelam) dan bukan disebabkan oleh perbuatan orang lain.

Selanjutnya membuat surat pernyataan yang diketahui Pemdes Kedungwinong,” pungkasnya. ($.odhiqin)

Mandi Di Sungai Kedung Bendo Jenggot, Satu Pelajar Kelas 4 SD Tewas Tenggelam di Dasar Sungai

TH.Indonesia. Pati - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI kembali menggelar kegiatan sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Sosialisasi kampung kb di desa Sitirejo.

Sosialisasi digelar di lapangan olah raga Desa Sitirejo Kecamatan Tambakromo, Jawa Tengah, Rabu tgl (20/02) pukul 13.00 WIB.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Sekcam Tambakromo, dan diikuti oleh 250 masyarakat Desa Sitirejo dan perwakilan dari 18 desa lainya Se- Kecamatan Tambakromo.

Untuk membuka kegiatan sosialisasi oleh Camat Tambakromo Sudarto dan memberikan pesan bahwa,” kegiatan sosialisasi advokasi dan KIE yang dilakukan saat ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kegiatan kampung KB.

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keluarga berencana serta mendorong masyarakat untuk mengikuti program KB.

Adapun jumlah peserta di lokasi ini sebanyak 250 orang.

Diharapkan peserta yang hadir bisa  mendengarkan pemaparan dari para narasumber yang memberikan materi soal pentingnya mengatur jarak kehamilan, mengatur jumlah kehamilan serta upaya untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang terbaik.

Sejumlah program Kampung KB di Desa Sitirejo itu cukup beragam, mulai dari program Bina Keluarga  Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR) serta Bina Keluarga  Balita (BKB). Menurutnya, semua  program KB disini cukup aktif, “ ujar camat.

Kepala Dinas P3AKB Propinsi Jawa Tengah dalam kesempatan itu mengajak masyarakat untuk secara aktif berpartisipasi dalam KB, terlebih ada banyak pilihan yang bisa diambil oleh masyarakat.

Untuk pria, ada dua jenis metode KB yang bisa dipilih yaitu menggunakan kondom dan MOP atau Metode Operasi Pria.
Sementara untuk perempuan, mereka bisa memilih lima jenis KB, mulai dari metode pil, suntik, implan, IUD atau spiral serta MOW (Metode Operasi Wanita).

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, dalam sambutannya,” juga menekankan terkait pentingnya program KB bagi keluarga, karena dengan begitu, akan melahirkan generasi yang berkualitas. 

Karena saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan.

Dengan perencanaan kehamilan maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih sehingga melahirkan generasi yang diharapkan.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN berpesan agar masyarakat tidak menikah di usia dini.

“Harus diupayakan agar jangan sampai anak yang menikah di usia 18 tahun ke bawah, karena masih berstatus anak anak. 

Menikahlah minimal di usia 21 tahun. Kita jadikan nol menikah muda di desa ini.  

Masa ideal pernikahan yang sudah diatur yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, sehingga pernikahan dini harus dicegah.

“Sudah diatur, kalau usia pernikahan untuk perempuan itu 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” terangnya.

Masih Kepala BKKBN, “selain merencanakan kehamilan, para orang tua juga harus mengatur jarak kelahiran minimal tiga tahun.

Hal ini disebut sangat penting, agar anak bisa mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) secara lengkap yaitu selama dua tahun.

“Kalau jarak melahirkan tiga tahun, maka bisa memberikan ASI kepada anak dengan cukup,” jelasnya.

Selain itu, ia mengajak pasangan suami istri agar merencanakan kehamilan. Karena kehamilan yang terencana akan jauh lebih baik untuk keluarga. Mulai dari pemberian ASI yang optimal, hingga kesehatan ibu dan bayi yang terjaga.

Diterangkannya, dampak buruk dari pernikahan dini sangat banyak, salah satunya kesehatan reproduksi. Selain itu, bisa meningkatkan angka perceraian.

Berdasarkan data yang dimiliki, dalam waktu satu menit terjadi perceraian di Indonesia. Tidak itu saja, anak yang menikah usia dini tidak bisa melaksanakan delapan fungsi keluarga dengan baik.

Adapun fungsi keluarga tersebut beberapa diantaranya fungsi ekonomi, sosial budaya, perlindungan, agama dan lingkungan hidup.

”Kalau menikah dini, maka akan memberikan kontribusi bagi setiap menit ada perceraian di Indonesia,” tandasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI M. Ali Gufron dalam arahannya mengatakan, “luas pulau yang menjadi tempat tinggal tidak pernah bertambah, sementara jumlah penduduk terus bertambah.

Karena itulah BKKBN mengatur jumlah pertumbuhan penduduk ini.“ Kita perlu Kampung KB.

Kampung KB ini bertugas memberikan penjelasan dan edukasi tentang pengaturan kelahiran dan lain sebagainya,” katanya.

Gufron juga mengajak para remaja untuk tidak menikah di usia dini. Karena dampak buruknya banyak dirasakan oleh masyarakat.

Misalnya anak remaja cenderung belum bisa mendidik anak. Dari segi kesehatan juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.

Kenapa saya datang bersama BKKBN? karena ini tugas konstitusi saya. Saya tidak mau masyarakat tidak tahu bagaimana pengaturan pertumbuhan penduduk. Kita ingin kampung ini menjadi Kampung KB teladan,” harapnya.

Sementara itu, peserta yang mengikuti sosialisasi Advokasi dan KIE di Desa Sitirejo Tambakromo ini untuk mengendalikan jumlah penduduk.

Pengendalian jumlah penduduk ini sangat penting karena bisa menimbulkan persoalan baru misalnya angka pengangguran, pernikahan dini dan juga kemiskinan.

Pengendalian jumlah penduduk ini bisa dilakukan dengan mengatur jarak melahirkan dan mengikuti program KB.
 
Gufron, juga menekankan hal yang sama yaitu pernikahan dini harus dicegah. Orang tua memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengawasi anak-anaknya. Sehingga tidak ada anak-anak yang putus sekolah karena menikah usia dini.

Para peserta diharapkan bisa menyampaikan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini kepada orang lain, agar pernikahan ini bisa dicegah dengan bersama-sama.

Kita harus sampaikan kepada keluarga, tentangga dan teman-teman tentang pernikahan dini dan pengendalian penduduk,” pungkasnya.

Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah kepada para peserta. Adapun hadiah yang disiapkaan seperti oven, kaos, rice cooker, sepeda gunung dan beberapa hadiah menarik lainnya.

Sementara untuk kampung KB di Desa Sitirejo mendapatkan satu unit TV LCD.
Dalam kesempatan tersebut Gufron menyerahkan beberapa hadiah  untuk kelompok kerja kampung KB.

Di akhir acara, masyarakat dimanjakan dengan aneka doorprize barang-barang elektronik. Bagi peserta yang beruntung, mereka mendapatkan undian barang elektronik seperti magic jar, kipas angin, kompor gas, oven, rice cooker dan lainnya. (Ah.Mahbub)

Sosialisasi Advokasi dan KIE Dorong Kampung KB Beri Edukasi di Desa Sitirejo

TH.Indonesia. Jejak Sejarah - Satu di antara misi tempur Tatang yang menghasilkan kill hingga 49 korban adalah ketika Tatang bertempur untuk menghadang serangan pasukan Fretilin di kawasan Remexio (1977).

Almarhum Tatang Koeswara dalam sebuah misi yang diembannya.

Medan tempur Remexio yang bergunung dan terletak di belakang kota Dili memang dikenal sebagai kuburan bagi pasukan TNI mengingat begitu banyaknya ribuan prajurit yang telah gugur dimedan laga.

Sebelum berangkat ke medan perang di pegunungan Remexio, yang terletak sekitar 30 Km dari kota Dili, Tatang membekali diri dengan senapan Winchester M-70 berperedam suara lengkap dengan 50 butir peluru kaliber 7,62 mm berwarna putih.

Sesuai doktrin pelatihan sniper Green Beret, setiap sniper yang bertugas perang diperintahkan membawa 50 peluru. 

Sebanyak 49 peluru untuk musuh, sedangkan satu peluru yang tersisa untuk sniper-nya.

Melalui doktrin latihan sniper, Tatang ditekankan lebih baik seorang sniper mati bunuh diri daripada tertangkap oleh musuh.

Prinsip menyediakan satu peluru untuk menembak dirinya sendiri, itu sebenarnya tidak asing di kalangan pasukan khusus.

Pasukan Legiun Asing Perancis misalnya, juga memerintahkan untuk menyisakan satu peluru untuk dirinya sendiri daripada menyerah lalu ditangkap musuh dan disiksa habis-habisan.

Pasukan Jepang pada PD II juga punya prinsip sisakan satu peluru untuk dirinya sendiri atau lebih ngeri lagi sisakan satu granat untuk dirinya sendiri dan mati berkeping-keping bersama dengan pasukan musuh yang mengelilingi.

Dengan missi tempur one way ticket itu, Tatang sudah paham apa yang harus dihadapi. 

Oleh karena itu ia sering membawa foto keluarga dengan alasan kalau harus gugur di medan tempur, ia merasa mati di tengah-tengah keluarganya sendiri.

Perangkat tempur lain yang dibawa Tatang adalah teropong siang dan malam, radio komunikasi, senapan serbu AK-47 untuk kepentingan bela diri, obat-obatan sekedarnya, makanan tahan lama untuk dua hari berupa geplak (tepung padat) dan pakaian kamuflase.

Tapi dalam missi di daerah paling rawan ini, Kolonel Edi Sudrajat menyertakan seorang pengawal dari Kopassus, Letnan Ginting yang membekali diri dengan senapan serbu AK-47 dan teleskop.

Mendapat pengawalan dari seorang prajurit yang masih muda dan hanya mengenakan pakaian tempur warna hijau loreng itu, Tatang justru merasa terganggu karena bukan merasa sedang mengawal tapi justru harus melindungi pengawalnya.

Dalam misi tempur seorang sniper berdasar didikan dari Green Beret, sniper memang perlu ditemani seorang spotter. 

Peran spotter atau observer bertugas sebagai patner yang juga berkemampauan sniper dan dilengkapi senapan penembak jitu.

Antara sniper dan spotter juga harus sering latihan bersama sehingga kerja sama di medan tempur lebih mudah, termasuk ketika harus berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Seorang spotter yang dibekali senapan serbu juga harus siap melaksanakan raid dalam kondisi terdesak sehingga dukungan tembakan yang dilancarkan spotter bisa memberikan kemungkinan partnernya selamat.

Dalam kondisi paling mendesak, spotter bahkan harus bersedia mengumpankan dirinya sebagai sasaran tembak sehingga rekannya bisa menjalankan tugasnya secara maksimal.

Secara psikologis Tatang juga terganggu karena pengawalnya berpangkat lebih tinggi (Perwira) sedangkan dirinya berpangkat Sertu (Bintara).

Tapi dalam misi tempur yang harus bertaruh nyawa itu, Tatang terpaksa memerintah dan mengatur strategi tempur karena pengalaman tempur Letnan Ginting yang masih minim, khususnya dalam taktik tempur seorang sniper.

Menurut Tatang, jika penembak jitu sudah mulai memakan korbannya, rekan-rekan korban yang panik biasanya akan mencari lokasi sembunyi Sniper di tempat paling tinggi lalu menghujaninya dengan tembak mortir atau senapan mesin secara sporadis.

Jika kedua senjata berat itu tidak ada mereka juga akan memuntahkan peluru senapan serbunya secara membabi-buta.

Dalam jarak tembak radius 300 meter senapan serbu yang ditembakkan secara serempak bisa membabat semua sasaran secara telak dan mematikan. 

Sulit menghindari siraman peluru senapan serbu yang ditembakkan serentak secara merata oleh puluhan bahkan ratudan prajurit fretelin sekaligus.

Untuk menghindari akibat vatal itu, Tatang lalu mengajak Ginting bersembunyi di pinggir tebing curam yang dari sisi lokasi sangat tersembunyi dan tidak mungkin didatangi pasukan oleh musuh.

Lokasi itu harus dicapai meskipun dengan susah payah karena banyaknya semak berduri dan kemungkinan ada ularnya.

Untuk bertemu ular, Tatang memang tidak masalah karena dirinya memiliki ilmu kebal semua bisa ular, artinya ia bisa menyingkirkan ular itu dengan mudah tanpa harus membuat Ginting terganggu dengan banyaknya ular yang bersembunyi di antara semak semak.

Setelah menemukan tempat yang dicari, Tatang pun menyiapkan senapan M-70-nya didampingi Ginting yang dari sisi teknik kamuflase kurang maksimal. 

Tatang hanya bisa berharap rekannya yang masih hijau itu tidak berbuat ceroboh, seperti menembak tanpa perintah, karena berbuat kecerobohan bisa berarti nyawa keduanya melayang di tangan musuh.

Dalam situasi kritis itu Tatang memang terpaksa bertindak sebagai pengendali meskipun pangkat Ginting jauh lebih tinggi.

Penilaian Tatang ternyata tepat esok harinya posisi ketinggian yang disarankan Ginting untuk mengendap ternyata diperiksa patroli musuh yang jumlahnya puluhan hingga ratusan prajurit fretilin.

Tak berapa lama kemudian ratusan pasukan Fretilin berkumpul di lokasi ketinggian itu dan tampaknya mereka sedang menyiapkan rencana untuk menyerbu atau melakukan serangan dadakan terhadap pasukan TNI. 

Jarak mereka hanya sekitar 50 meter dan jika ditembak para gerilayawan itu akibatnya sangat riskan, posisi Tatang dan Ginting pasti mudah diketahui oleh musuh.

Tatang terkejut menghadapi musuh yang jumlahya ratusan itu tapi tugas untuk menghambat musuh atau bahkan memukul mundur harus tetap dilakukan.

Untuk memecah perhatian lawan Tatang lalu mengontak Kolonel Edi Sudrajat dengan radio agar pasukan TNI yang sedang berpatroli menyerang pasukan Fretilin itu dari sisi timur.

Tak berapa lama tembakan gencar pun meletus dari arah timur dan kelompak pasukan Fretilin di depan Tatang mulai pecah perhatiannya dan terbagi beberapa kelompok.

Tatang lalu melakukan penilaian apakah tembakan senyap yang dilancarkannya aman bagi diri dan sekaligus pengawalnya.

Untuk menghindari malapetaka Tatang yang sudah memasang peredam memerintahkan Ginting agar tidak melepaskan tembakan kecuali dalam kondisi sangat terdesak karena suara tembakan akan memberi tahu kedudukan posisi mereka.

Setelah melakukan perhitungan cermat bahwa musuh sudah berada dibawah dengan jarak tembak 300 meter jaraknya, Tatang pun mulai membidik dan satu demi satu menjatuhkan musuh potensial khususnya yang memegang senjata otomatis.

Tembakan jitu Tatang yang semuanya menghantam kepala musuh langsung menimbulkan suasana kacau musuh yang berada pada jarak tembak 300 hingga 600 meter itu. 

Musuh berusaha melepaskan tembakan balasan secara membabi-buta dan serentak tapi tidak pernah menyasar ke tempat Tatang dan pengawalnya bersembunyi di ketinggian.

Apalagi jarak antara Tatang dan Ginting dengan para gerilyawan di atas 300 meter sehingga akurasi lesatan arah peluru senapan serbu sudah tidak maksimal lagi.

Letnan Ginting akhirnya baru sadar akan kemampuan Tatang ketika dalam jarak antara 300 hingga 900 meter, Tatang dapat berhasil menumbangkan musuh sasaran terpilih dengan tembakan jitu di kepalanya.

Diam-diam Letnan Ginting meneropong sekaligus menghitung sasaran yang berhasil dijatuhkan Tatang dalam missi tempur di Remexio dan sedikitnya 49 musuh berhasil dirobohkan.

Ia juga menyaksikan bagaimana komandan musuh yang sedang naik kuda dan sibuk memerintah tiba-tiba terjatuh dan terjungkal akibat tembakan jitu Tatang yang tepat menghantam tembus bagian kepala.

Kekacauan komando pasukan musuh langsung terlihat akibat tewasnya sang komandan, beberapa gerilyawan Fretilin menembakkan senjata secara sporadis dan membabi buta ke berbagai arah.

Seorang personel pembawa radio yang sedang berusaha melakukan komunikasi terpaksa ditembak Tatang di bagian dada karena jarak tembaknya sudah mencapai titik sekitar 900 meter.

Pelurunya menembus dada sekaligus merusakkan alat komunikasi yang dibawanya. 

Letnan Ginting hanya bisa geleng-geleng kagum kepala melihat aksi tempur Tatang dengan mata kepalanya sendiri saat itu.

Hasilnya, hari itu misi tempur sukses karena musuh melarikan diri, dari 50 butir peluru yang dibawa Tatang tinggal satu butir peluru yang tetap dibawanya kembali menuju ke markas. ($.$1)

Pertempuran Remexio, Menjadi Ajang Kehebatan Tatang Koeswara

TH Indonesia. Semarang - Keluarga besar alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang, yakni dikomandoi oleh sang Ketum H. Harsoyo juga menjabat sebagai PR III Unversitas 17 Agustus Semarang mengadakan Musker/Rakor atau konsolidasi organisasi dengan tema "Menggalang Soliditas Menjaga NKRI" sebagai konsolidasi lintas Yudha saat ini, Kamis tgl (21/02/19).

Soliditas menjaga NKRI, Alumni 907 Untag Semarang.

Adapun acara tersebut akan dilangsungkan di Villa Vanaprastha Gedong Songo Bandungan pada tanggal 23 - 24 Maret, dengan Dansatgas Seno Susanto ST beserta semua divisi yang sudah masuk dalam kepanitiaan.

Mengenang kebesaran Batalyon 907 yang sudah berdiri awal tahun 1963 yang sudah berkiprah sejak lama, bahkan jejak rekam YON 907 saat sebagai Satgas Timor Timor maupun sebagai Satgas Pasukan Pengamanan PBB menjadi track record bahwa Resimen Mahasiswa cukup mumpuni dalam pendidikan yang termaktub dalam UU Bela Negara sebagai CadNas sesuai dengan UUD'45 pasal 30.

Kolaborasi sesama anggota alumni inilah yang membuat dasar diadakannya "Reuni Lintas Yudha" yang tergabung dalam Satgas Soliditas Menjaga NKRI.

Pasukan khusus berani mati ini tidak pernah kendor dalam semangat membela Negara dalam sendi sendi bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara mencakup dalam semua aspek bidang pendidikan, hukum, ekonomi maupun kelola tata pemerintahan.

Adapun semangat itu masih terngiang dalam sebuah lagu mars kebesaran 907 ;

Tinggalkan Ayah Ibu, tinggalkan ayah tinggalkan ibu, ijinkan kami pergi berjuang, di bawah kibaran sang merah putih, majulah ayo maju menyerbu...SERBU...tidak kembali pulang...

Sebelum kita yang menang..PASTI MENANG, walau mayat terdampar di medan perang, untuk bangsa kami kan berjuang, maju ayo maju ayo terus maju, singkirkanlah dia..dia..dia.

Kikis habislah mereka musuh negara
Wahai kawanku resimen mahasiswa
Dimana engkau berada, teruskan perjuangan para pahlawan, demi bangsa kami kan berjuang.

Semangat Menwa di dalam pertempuran tidak pernah masuk koran, Mati dalam perang suatu kebanggaan, Komando baret ungu pasukan berani mati, Majulah ayo terus maju, Sampai titik darah penghabisan.

Suatu kebanggaan tersendiri bahwasanya seluruh anggota keluarga besar KAMENWA 907 UNTAG Semarang bisa hadir mewarnai reuni lintas Yudha ini, berharap berkumpul maupun mengenang kembali masa yang sudah lampau terlewati itu.

Gedong Songo tanggal 23 - 24 Mart 2019.

Kehadiran seluruh para Alumni 907 akan menjadi sebuah momentum dari sebuah sejarah besar yang akan dicatat oleh sejarawan bahwa eksistensi dan keberadaan "KAMENWA" 907 memberikan sumbangsih yang cukup besar kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia. (Catur Yoga)

Mubes Alumni "KAMENWA" 907 UNTAG Semarang Soliditas Menjaga NKRI

TH.Indonesia. Pati - Kehidupan masyarakat desa Regaloh kecamatan Tlogowungu kabupaten Pati dalam menjalani kehidupan bercocok tanam ketela dan jagung di petak 131, 170, 129 pangkuan RPH Regaloh BKBH KPH Pati mendekati panen raya, Kamis tgl (21/02/19).

Petak yang di duga di rusak oleh oknum hutan RPH Pasucen.

Kronologi pada saat itu petak 170 dan 131 akan dikerjasamakan dengan PG Rendeng Kudus namun saat itu dari PG Rendeng mendatangkan alat berat untuk pengolahan tanah dihadang masa sehingga urung atau gagal, masyarakat bersikeras lahan tetap dikelola oleh masyarakat Desa Regaloh.

Akhirnya dari PG Rendeng Kudus memutuskan kerjasama pengelolaan lahan tersebut karena takut akan berhadapan dengan masyarakat setempat, lahan akhirnya dibagi atau dikelola kembali oleh masyarakat Desa Regaloh ditanami ketela dan jagung.

Inilah bentuk kerukunan dan kekompakan masyarakat mempertahankan lahan pertanian yang sudah digarap atau dikelola selama ini.

Beberapa bulan lagi masyarakat Regaloh akan mengadakan panen raya baik lahan jagung maupun ketela di petak 13, 170 dan 129.

Tidak hanya lahan petak itu aja namun dipetak 129 yang dulunya kerjasama dengan Garuda Food sekarang diambil alih dan dikuasai oleh masyarakat Regaloh dengan ditanami baik tanaman ketela maupun jagung.

Kehidupan masyarakat dipetak 131, 170 dan 129 merasa bangga mendekati panen raya ketela dan jagung.

Masyarakat Petani disekitar hutan menuntut haknya.

Apa beda dengan yang dikeluhkan masyarakat Desa Tlogosari dan Desa Sumbermulyo kecamatan Tlogowungu diperlakukan tidak adil oleh Perhutani dalam hal ini petugas BKPH Regaloh sangat arogansi dengan melakukan tindakan yang semena-mena terhadap penggarap yang dialami oleh petani Tlogosari dan Sumbermulyo.

Berawal dari petani menanam ketela dipetak 159 pangkuan LMDH desa Tlogosari dirusak oleh mandor hutan RPH Pasucen berinisial (KRS) dan (PR).

Inilah yang akhirnya membuat masyarakat tidak puas atas perlakuan yang semena-mena terhadap petani penggarap, akan ketidakadilan yang merata.

Masyarakat petani resah terhadap petugas Perhutani di BKBH Regaloh karena seringnya di intimidasi dengan merusak tanaman banggal ketela yang baru ditanam.

Intimidasi inilah yang nantinya membuat masyarakat menuntut rasa keadilan yang merata tanpa ada tebang pilih terhadap para petani disekitar hutan.

Sedangkan Perhutani membuat kerjasama dengan masyarakat akan mengikuti, kenapa harus dikerjasamakan oleh investor atau perusahaan. Itu berarti akan mengurangi perkembangan perekonomian masyarakat atau kesejahteraan petani penggarap di sekitar hutan.

Padahal saat Bupati Pati Haryanto hadir dalam tasyakuran di desa Sukobubuk pada tanggal (06/09/19) atas terbitnya Surat Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial SK IPHPS selama 35 tahun dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan luas lahan 1.330 hektar demi meningkatkan perekonomian dan kemakmuran masyarakat, namun harus tetap menjaga kelestarian hutan tersebut. (Ah.Mahbub)

Masyarakat Petani Hutan Resah, Diperlakukan Petugas Perhutani Dengan Sangat Arogansi dan Semena Mena

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), Selasa malam (19/02), menghadiri Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Hok Tik Bio Pati.

Vap Go Meh menjadi refleksi di tahun 2570 Cina.

"Inilah merupakan salah satu wujud sebenar - benarnya NKRI", cetus Wabup.

Ia pun mengungkapkan bahwa perayaan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada budaya Tionghoa yang patut untuk dijaga. "Serta seperti inilah kita bangsa Indonesia, negeri yang kita cintai", imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan kondusifitas Kabupaten Pati yang sampai saat ini sudah cukup baik, Safin mengajak warga Tionghoa yang telah merantau ke daerah lain, untuk berinventasi di Pati. "Mari kita bangun Kabupaten Pati", harapnya.

Wabup juga menerangkan bahwa kegiatan perayaan cap go meh seperti ini telah membudaya di seluruh Indonesia.

Oleh sebab itu Safin menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang hadir maupun yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut agar dapat mempertahankan budaya tersebut. 

"Karena ini adalah salah satu bentuk keragaman yang patut dilestarikan", imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Klenteng Eddy Siswanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap masyarakat yang dari awal Tahun Baru Imlek 2570 hingga perayaan Cap Go Meh, senantiasa hadir dan menikmati berbagai hiburan dan suguhan yang tersedia di Klenteng Hok Tik Bio Pati.

"Cap Go artinya 15 sedangkan Me artinya adalah hari. Secara keseluruhan perayaan - perayaan jelang Imlek hingga 15 hari semua acara berakhir di Cap Go Meh ini", ujar Eddy Siswanto.

Ia pun mengajak segenap tamu undangan serta masyarakat yang hadir agar selalu berbuat kebaikan serta ikut berperan dalam membantu kerja pemerintah demi memajukan Kabupaten Pati. 

"Lebih-lebih dalam menjaga budaya dan kerukunan antar umat beragama", lanjutnya.

Ia juga berharap tahun baru Imlek mendatang dapat lebih baik serta semakin menjadi bukti bahwa perayaan seperti ini merupakan bagian dari budaya di Kabupaten Pati. ($.Zaenuri)

Hadiri Perayaan Cap Go Meh, Safin Harapkan Tionghoa Perantauan Tanamkan Investasinya di Pati

TH.Indonesia. Pati - Kabupaten Pati hari ini mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), untuk laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) tahun 2018 di Four Points Hotel, Makassar.
Bupati Pati Haryanto mengaku bersyukur atas predikat B yang berhasil diraih.

Bupati Pati ; Alhamdulillah Pati meraih predikat nilai B.

“Alhamdulillah Pati dapat nilai B, mudah-mudahan ini memacu kita untuk bisa terus meningkatkan kinerja kita," ujar Bupati.

Ia pun mengucapkan terima kasih pada semua jajaran pimpinan dan staf Organisasi Perangkat Daerah, dan para pemangku kepentingan yang telah turut serta mendukung Pemkab hingga mampu meraih predikat B.

Menteri PAN-RB, Syafruddin, dalam kesempatan itu, selain memberikan Rapor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), juga memberikan apresiasi terhadap Pemda yang berhasil menerapkan SAKIP dengan baik.  

LHE AKIP yang diberikan oleh Kementerian PAN-RB juga berisikan rekomendasi yang harus dilakukan pada tahun ini guna memperbaiki tata kelola pemerintahan di setiap Instansi Pemerintah. 

Evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian PAN-RB juga bukanlah evaluasi terhadap dokumen laporan kinerja, melainkan evaluasi tehadap seluruh sistem yang berjalan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan. 

Syafruddin menambahkan apabila seluruh daerah telah mencapai SAKIP dengan nilai AA, maka pada 2024 Indonesia dapat menghemat anggaran sebesar Rp 900 triliun.

Menteri juga menekankan, kinerja aparat pemerintahan harus semakin inovatif dan kreatif dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga akan cepat dan akurat menyentuh harapan masyarakat.

Melalui penerapan SAKIP, terbukti mampu mencegah potensi pemborosan anggaran.

Sebut Syafruddin pula, SAKIP bukan hanya pemberian nilai, namun juga menggambarkan kemampuan instansi pemerintah dalam melakukan pengelolaan penggunaan anggaran dan dapat dipertanggungjawabkan demi memberikan pelayanan dan kemanfaatan bagi masyarakat. 

Sementara itu, Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan PengawasanKementerian PANRB M. Yusuf Ateh mengungkapkan, predikat “AA” diberikan kepada Pemerintah Daerah yang meraih nilai 90 – 100, sedangkan A dengan nilai 80 – 90, “BB” dengan nilai 70 – 80, “B” untuk yang nilainya 60 – 70, “CC” dengan nilai 50 – 60, sementara “C’ untuk yang nilainya 30 – 50, sedangkan yang nilainya kurang dari 30 predikatnya D.

Dikatakan, dalam evaluasi SAKIP Pemda secara keseluruhan tahun 2018 ada 13 pemda yang meraih predikat :”A”, terdiri dari 4 pemerintah provinsi dan 9 kabupaten/kota. Sedangkan yang meraih predikat “BB” ada 46, terdiri dari 6 pemerintah provinsi dan 40 kabupeten/kota. 

Adapun yang meraih predikat B sebanyak 203 pemda, terdiri dari 18 pemprov dan 185 kabupaten/kota. 

Untuk pemerintah provinsi, masih ada 5 yang predikatnya “CC”, sedangkan kabupaten/kota ada 162. Adapun yang predikatnya C masih ada 97, dan yang predikatnya D masih ada 5 kabupaten/kota. (Ah.Mahbub)

Kabupaten Pati Raih Penghargaan SAKIP Award 2018 dari Kemenpan RB

TH.Indonesia. Pati - Pembukaan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk para calon kepala desa terpilih yang lolos dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2018, digelar di Pendopo Kabupaten Pati Senin (18/02).

Pembekalan selama delapan hari wajib hukumnya bagi Kades terpilih.

Kepala desa terpilih yang berjumlah 61 orang, memiliki latar belakang yang berbeda. Tidak semua memahami tentang pemerintahan, dimana dulunya ada sebagai masyarakat biasa dan kini menjadi kepala desa. 

Dengan itu, keberadaan bimtek ini berguna untuk memberi pemahaman tentang segala aturan dan kepemimpinan serta kewenangan dalam menjalankan pemerintahan desa. 

Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto saat memberikan sambutan pada pembukaan bimtek hari ini.

Bupati menuturkan, seorang kepala desa dituntut agar dapat mengetahui dan memahami segala hal. Sebab lingkupnya adalah dari pemerintahan pusat bermuara ke desa - desa. 

Bagi kades yang pernah menjabat, tentunya tidak ada masalah karena sudah mendapat bekal di pengalaman sebelumnya. 

Namun bagi yang baru dan belum pernah menjabat, Bupati yakin mereka perlu mendapat bimbingan.

"Anda - anda semua nanti akan mendapat pembekalan mulai dari pemerintahan, keuangan, hukum, kepemimpinan, baris - berbaris dan masih banyak lagi, yang akan dilaksanakan selama 8 hari dan dimulai pada Senin 18 - 26 Februari, di Hotel Pati dan harus menginap," tegasnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pembekalan serta penggemblengan harus dan memang diperlukan, agar nantinya 61 kepala desa sudah siap dan mampu ketika terbentur permasalahan secara hukum. 

Ia menjelaskan, pembekalan selama 8 hari hukumnya wajib, dengan pembekalan tersebut nantinya para calon kepala desa ini akan mendapatkan sertifikat dan pada 16 Maret akan dilantik.

"Hukumnya wajib, sebab pembekalan guna antisipasi agar para kades tak terkena dampak hukum di kemudian hari. 

Pokoknya ringan, tinggal berangkat saja ikuti, soal fasilitas menginap tak usah dipikir, gratis dibiayai oleh Pemkab," imbuh Haryanto.

Pada pembukaan bimtek ini, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Pati selaku Ketua Pelaksana Bimtek, Teguh Widyatmoko  menambahkan, kegiatan ini tak lain untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi calon kades terpilih, guna melaksanakan sistem pemerintahan dalam desa. 

"Dan juga bertujuan untuk meningkatkan serta menambah pengetahuan tentang tata pemerintahan desa yang sesuai dengan peraturan perundang undangan," pungkasnya.

Dalam acara pembukaan Bimtek hari ini, turut hadir Forkompimda Kabupaten Pati serta OPD terkait. (Ah.Mahbub)

61 Kades Terpilih Wajib Ikuti Bintek Selama Delapan Hari

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini memberangkatkan 46 anggota Kontingen Pramuka Perkemahan Regu Penggalang Ma'arif Nahdlatul Ulama Nasional (Pergamanas) tahun 2019 di Pendopo Kabupaten Pati.

46 anggota pergamanas diberangkatkan ke Cibubur.

Bupati Haryanto berpesan agar kontingen Pati dapat menyesuaikan diri saat mengikuti jambore yang akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta pada tanggal 19 - 23 Februari 2019.

Kontingen yang terdiri atas 46 orang peserta itu rencananya akan didampingi oleh enam orang pendamping, dua orang pembimbing kontingen cabang, dan pembina pendukung yang berjumlah tujuh orang.

Untuk Provinsi Jawa Tengah kabupaten yang mengikuti adalah Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Semarang dan Grobogan.
Bupati Haryanto berpesan agar pada acara Pergamanas 2019 kali ini para kontingen bisa menorehkan prestasi.

"Oleh karena itu tentunya kami selaku kepala daerah berharap jambore ini nanti dapat membuahkan prestasi", ujar Haryanto.

Bupati juga berharap para peserta tidak larut dengan euforia senang saja, yang terpenting adalah tujuan kegiatan ini untuk mencetak generasi penerus yang handal.

"Dengan keahlian dan ketrampilan yang dimiliki kami berharap kontingen pulang bisa membawa prestasi tetapi kalau memang sudah maksimal tidak membawa prestasi tentunya menjadi koreksi bagi kita", imbuh Bupati.

Para kontingen juga diharapkan berhati-hati karena curah hujan dengan intensitas tinggi masih mengguyur. 

"Sehingga para peserta kami harapkan juga tetap mempertimbangkan resiko yang akan diterima ketika akan melakukan kegiatan", pungkasnya. (Ah.Mahbub)

Bupati Haryanto Berangkatkan Kontingen Pergamanas ke Cibubur Dalam Rangka Jambore Nasional

Hari PERS Nasional FWP Gelar Tasyakuran Bersama Bupati Haryanto

TH.Indonesia. DIY -  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus mengeluarkan informasi terkait Gunung Merapi yang sering memuntahkan lava pijar. Meski aktivitasnya cukup tinggi, status Merapi masih pada level II atau Waspada. 

Awan merapi kembali mengeliat, terlihat mengumpal ke angkasa.

Pengamatan dilakukan petugas BPPTKG pada Selasa (12/02/19) dini hari pukul 00.00 - 06.00 WIB.

"Berdasarkan data seismik, jumlah guguran 17 kali dengan durasi 10-60 detik. Teramati 2 kali guguran lava ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 200 meter," tulis awak media   dilansir dari petugas BPPTKG melalui via watshap , Selasa 12 Februari 2019.

Menurut petugas BPPTKG menjelaskan, Senin 11 Februari pukul 18.00-24.00 WIB, mencatat berdasarkan data seismik, jumlah guguran 13 kali dengan durasi 15-86 detik. 

Guguran lava pijar teramati 6 kali, jarak luncur 200-700 meter ke arah tenggara Kali Gendol. Lalu, pada paginya juga terjadi guguran awan panas di Gunung Merapi pada pukul 08.58 WIB dengan durasi 35 detik dengan jarak luncur 400 meter ke arah ke Kali Gendol.

Saat dihubungi via tlp, terkait intensitas erupsi Gunung Merapi yang tinggi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengimbau,”masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terutama warga masyarakat yang beraktivitas di Kali gendol dan berdekatan dengan radius 3 kilometer.

"Saat ini, intensitas guguran cukup tinggi," ungkapnya.

Makwan berharap dengan kewaspadaan, “bila terjadi perubahan situasi yang menuju situasi kritis terjadi guguran awan panas yang lebih besar, proses penyelamatan akan lebih cepat menuju titik aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penanganan Pengungsi dan Logistik Bencana BPBD Sleman, Dwi Harjanto menambahkan,” untuk jumlah total pengungsi ketika letusan efusif mencapai 11.259 jiwa.

"Untuk barak pengungsi yang standar ada 12 buah yang dikelola BPBD dengan daya tampung 300 orang per barak, sedangkan untuk tempat pengungsian lainnya ada 24 buah yang dikelola desa dengan daya tampung 200 sampai 400 jiwa," ujarnya.

Untuk logistik dan barak yang dikelola BPBD, Dwi menyatakan sudah siap karena merupakan kebutuhan dasar.

Sedangkan, untuk jalur evakuasi, saat ini sudah dikondisikan dengan SKPD yang terkait seperti Polres, Kodim, Dishub, Satpol PP, dan BPBD.

Untuk pos pantau siaga saat ini, Dwi mengatakan ada 7 titik pantau yang tersebar mulai dari Turgo di barat sampai Glagaharjo di timur.

Nantinya, petugas bersama-sama dengan relawan dan warga setempat akan melakukan pantauan Merapi, terutama pada malam hari. ($.rohmad)

Gunung Merapi Kembali Batuk Mengeluarkan Lava Pijar

TH.Indonesia. Pati - Pada Hari Minggu, 10 Februari 2019, Pukul 16.00 Wita di Lapangan Mapolres Aceh Utara. Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK., menggelar Dzikir Akbar bersama para CALEG dan Masyarakat Aceh Utara.

Evaluasi kinerja Kapolres Aceh Utara sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Acara yang dihadiri sekitar 6500 Masyarakat ini sangat khitmad dan ramai, terlihat antusias yang luar biasa dari masyarakat Kabupaten Aceh Utara. 

Terlebih acara yang digagas oleh Kapolres Aceh Utara ternyata diisi Evaluasi Kinerja Polres Aceh Utara Secara Terbuka Bersama Masyarakat Terbanyak dan meraih Penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID) dengan Rekor Bersejarah Evaluasi Kinerja Polres Aceh Utara Bersama Masyarakat Terbanyak, sebanyak 6500 Masyarakat.

Menurut Direktur LEPRID, Paulus Pangka, SH., diwakili Senior Manager LEPRID, Zandre Badak dalam sambutannya mengatakan ini adalah bukan saja Rekor di Indonesia melainkan menjadi Rekor Dunia. 

"Evaluasi Kinerja Polres Aceh Utara dengan Peserta 6500 Masyarakat dalam Catatan Rekor LEPRID belum pernah dilaksanakan di dunia sekalipun, bahkan tadi yang di tahanan Polres ikut kidmat Dizkir Bersama dan Evaluasi", tandas Zandre Badak.

Kapolres Aceh Utara mengatakan tujuan dibuatkan acara ini adalah sebagai bahan evaluasi Polres Aceh Utara yang berani membuka diri untuk menerima kritik, saran, dan masukan demi memperbaiki kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sehingga kedepannya diharapkan kinerja Polres Aceh Utara bisa lebih baik lagi dan bekerja berorientasi berdasarkan kepentingan masyarakat umum.

Berikut Penerima Rekor LEPRID antara lain adalah :

AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK., Kapolres Aceh Utara sebagai Pemrakarsa.

Ust. H. Muhammad Thaib, Bupati Aceh Utara (Pemrakarsa).

Masyarakat Kabupaten Aceh Utara diwakili Ketua MPU Aceh Utara, Tgk. H. Abdul Manan (Pemrakarsa).

Kepolisian Resort Aceh Utara diiwakili Wakapolres Aceh Utara, Kompol  Edwin Aldro, SH. (Inisiator).

AKP Iswahyudi, SH. Kabag Ops Polres Aceh Utara (Inisiator).

IPTU Hendra Gunawan Tanjung, SH Kasat Sabhara Polres Aceh Utara (Inisiator). ($.amin)

Kapolres Aceh Utara Kumpulkan 6000 Masyarakat Untuk Evaluasi Kinerja

Dalam Rangka Hari PERS IWO Bekasi Sambangi Dhio Penderita Tumor Lidah

TH.Indonesia. Pati - Sungguh unik dan meriah, ratusan hektar sawah di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati yang setiap tahun menjadi langganan banjir berubah menjadi arena wisata.

Lomba berlangsung sangat meriah yang diikuti oleh warga setempat.

Warga desa setempat sengaja menggelar kegiatan festival saat banjir dengan balap perahu.  

Ide kreatif ini muncul dari Kepala Desa bahwa sawah yang tergenang banjir menjadi arena Festival Lomba Perahu Rakyat.

Festival berlangsung Selasa tgl (5/2), waktu pagi hingga tengah hari.

Antusias warga menyambut dengan gembira dan mengikuti festival lomba perahu rakyat ini sangat meriah.  

Tujuanya untuk menghilangkan kegelisahan saat bencana banjir yang melanda di wilayah desa Pasuruhan. 

Acara balap perahu di arena banjir diikuti kurang lebih 100 warga setempat memadati tempat lomba  silih berganti. 

Banyak pengunjung yang menyaksikan festival berasal dari luar desa, menjadikan area persawahan yang tadinya sepi menjadi ramai.

Di sela-sela kesibukanya, Kepala Desa Pasuruan Warsito kepada media mengatakan,”dampak bencana banjir hampir tiap tahun melanda Desa Pasuruan di Kecamatan Kayen, memang desa Pasuruhan ini merupakan dataran  rendah ,” banjir saat ini lumayan besar. 

Sekitar 300 hektar lahan terendam termasuk sawah-sawah yang ditanami padi. Selain itu juga ada lahan yang digunakan warga sebagai tambak.

Hal itu tentu sangat merugikan masyarakat,” ungkap Warsito sambil menunjukan area banjir.

Menurut Kades, musibah banjir yang menggenangi lahan pertanian memang tidak harus diratapi berkepanjangan. 

Sehingga dibuat ide kreatif untuk mengubah bencana itu menjadi berkah.

Seperti yang dilakukan warga Desa Pasuruan ini tak mau tenggelam dalam duka saat banjir,” ujarnya.

Masih Warsito, penggagas lomba unik lokasi diarea sawah yang tergenang banjir di desa itu disulap jadi lahan lomba perahu yang menggembirakan dan menghasilkan uang bagi banyak warga itu sendiri.

Bahkan dalam lomba balap perahu tersebut sementara  ini diikuti oleh warga desa setempat.

Lomba balap perahu ini menempuh jarak sekitar 500 meter, para peserta cukup tertantang untuk memacu kecepatan perahu yang ditumpangi, apalagi tiupan angin terkadang membuat perahu berbelok arah sendiri.

Gelak tawa para pengunjung saat melihat beberapa peserta balap perahu yang sampai terbalik, kedalaman sawah yang terendam banjir ini sekitar 50 centimeter lebih.

Bersama dengan masyarakat didampingi Babinsa Koramil 04 Kayen, di bawah pimpinan langsung Danramil 04 Kayen, Kapten Cba M Zuhri Antoro, secara spontanitas mengadakan festival lomba perahu rakyat di area sawah yang kini masyarakat desa menyebutnya rawa indah, berjalan dengan lancar hingga selesai.

“Lomba ini dilaksanakan spntanitas karena area persawahan ini belum produktif,” kata Warsito seperti dirilis awak media.

Selain untuk hiburan kegiatan ini juga untuk menghilangkan keresahan dan kepenatan sejenak tentang kondisi banjir di bulan ini,” imbuhnya.

Dalam festival lomba perahu rakyat tersebut, dimeriahkan tim olah raga air Mapala dari Kudus, dan musik remaja desa Pasuruhan serta disediakan kuliner khas Desa Pasuruhan oleh ibu-ibu BUMDes,  sebagai hadiah bagi juara Festival Lomba Perahu Rakyat tersebut.

“Geliat ekonomi kecil tumbuh dari suasana bencana yang disikapi secara bijak ini merupakan kreativitas positif dalam menyikapi keadaan, sehingga kita tidak larut dalam kesedihan,” ungkap Danramil 04 Kayen, Kapten Cba M Zuhri Antoro.

Selain balap perahu, pengunjung yang datang juga bisa memanfaatkan jasa keliling area banjir dengan menaiki perahu tradisional. Kepala Desa Pasuruhan, Warsito menyebut hal itu sebagai ide kreatif warga desanya, meskipun sedang tertimpa musibah banjir. ($.amin)

Banjir Melanda, Warga Pasuruhan Kayen Gelar Festival Lomba Perahu

TH.Indonesia. Pati - Kedai Perko menjadi salah satu kedai kopi yang lagi hits saat ini, selain tempat nongkrong berbagai komunitas anak muda seperti komunitas fotografi, komunitas mobil, komunitas sepeda motor dan berbagai komunitas perupa lainnya, selain tempat nongkrong juga menjadi tempat spot foto yang bagus, Selasa tgl (05/02/19).

Modeling Perko with Rusian model".

Juga live musik setiap hari Jum'at malam yang selalu di isi oleh band Staccato dengan personil mas Adi salah satu personil music band di Pati yang sering tampil di kafe dan Resto.

Perko indentik dengan kawula muda berbagai kalangan, sejarah Kedai Perko sendiri berdiri pada tahun 2013 saat itu masih di emperan Pecinan dengan CEO Andry Sudianto Prasetyo.

Dan sekarang pindah ke jalan Pemuda no. 333 belakang dealer Daihatsu hingga sekarang ini dengan tempat parkir yang luas sehingga menambah kenyamanan para pengunjung.

Kedai Perko telah menjadi icon baru para pemburu dan pencinta kopi Nusantara dengan berbagai kopi khas seluruh Nusantara dengan aromanya yang selalu fresh, selain menyediakan berbagai minuman fresh drink dari campuran buah buahan yang segar.

Dengan tempat bangunan yang nyaman menyerupai kafe clasik menjadi sangat disukai oleh para penghobi fotografer yang hampir tiap minggunya selalu ada whorshop tentang fotografer, yang baru saja selesai yaitu dengan tema "Karakter Cahaya dari Sudut Pandang Pelukis".

Hal inilah yang sangat menarik para pemerhati seniman Pati dalam berbagai aliran baik musik, pelukis, perupa dan komunitas seni yang lainnya dalam diskusi yang menarik untuk disimak dalam perjalanan dan perkembangan seni saat ini.

Tempat yang nyaman menjadi pilihan tersendiri bagi berbagai kalangan baik dari komunitas anak muda maupun dari komunitas lainnya menambah keakraban untuk lebih intens dengan suasana klasik menambah suasana lebih syahdu.

Bang Andry sebagai owner Kedai Perko sangat mengapresiasi semua kegiatan yang ada selama ini, yang penting bisa menambah tali persaudaraan antar teman teman komunitas lainnya.

Ulang tahun with Kedai Perko".

Harapannya agar Kedai Perko bisa lebih maju dan mendapatkan tempat tersendiri diberbagai kalangan, dan sebagai wadah tongkrongan anak muda yang positif dengan memperkenalkan tempat wisata maupun seni dan budaya yang khususnya di kota Pati sendiri," terang mas Andry. (Roi)

Kedai Perko Tempat Nongkrong Lintas Komunitas Pati

TH.Indonesia. Pati - Bertempat dipendapa kabupaten, Bupati Pati ajak berdialog bersama dengan wartawan Pati yang bertajuk “ngobrol bareng dengan wartawan”untuk mensikapi berita hoax  dan kemajuan pembangunan di wilayah Kabupaten Pati.

Dialog bersama untuk kemajuan kabupaten Pati tercinta.


Dalam dialog  dipandu oleh Kabag Humas Setda Pati, Ahmadi   S.Pd, MM sekaligus perkenalan sebagai Kabag Humas baru,  kepada awak media yang dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono dan wartawan yang tergabung dalam media FWP dan FORJIP Pati.

Kegiatan yang dikemas dalam FGD (Focus Group Discussion) tersebut menjadi bagian program Humas Setda Pati sebagai wujud dalam memberikan wadah para jurnalis   memberikan andil untuk menyuarakan topik yang berkembang dalam pembangunan Kabupaten Pati.

FGD yang dilaksanakan setiap bulan ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Pati menampung kegiatan positif dan membangun bagi para jurnalis dalam pemberitaan.

Saat berdialog dengan wartawan baik yang tergabung dalam Forum Wartawan Pati (FWP) dan Forum Jurnalistik Independen Pati (Forjip) di pendapa Jumat (01/02/19) malam, dalam kesempatan itu, Bupati Haryanto mengingatkan, kepada wartawan agar tidak terjebak dalam berita hoak. 

Dengan informasi yang ditulis untuk disajikan kepada pembaca/pemirsa harus benar-benar dicek kebenarannya.

Bupati Haryanto mengajak warga Kabupaten Pati untuk tidak gagal paham. Sehingga bisa memahami hal-hal yang seharusnya dipahami secara benar.  

Haryanto juga  menekankan,” agar jajaran pimpinan OPD jangan takut terhadap kritik, sebab, dengan kritik adalah sama saja diingatkan.

Kritik boleh asal di berikan solusinya. Karena diingatkan, berarti ada yang kurang sehingga perlu ada yang harus dibenahi dan ditingkatkan.

''Jika tidak ada kritik, merasa semua sudah benar dan semua sudah baik, sehingga bisa menjadi lupa  tidak terkontrol,” tandasnya.

Apalagi, bagi awak media sosial dengan kecanggihan teknologi ITE yang tak bisa dibendung lagi, maka sebagai penyaji berita juga dituntut tanggung jawab, termasuk dalam menyampaikan kritik juga harus selektif.

Sebab, pihaknya juga tidak alergi terhadap kritik asal kritik yang disampaikan itu benar-benar konstruktif,” ujarnya.

Menurut buapti, selama ini juga merasa sangat terbantu dengan berita-berita yang disajikan para wartawan dalam upaya untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan  Pati ke depan lebih maju.

Sebab, dengan pemberiataan yang selalu tersaji dengan cepat semua peristiwa yang terjadi hari ini bisa langsung diketahui dengan cepat pula.

Lebih - lebih dengan berita yang tersaji secara ''online'' begitu cepat beredar sehingga melalui kecanggihan teknologi informasi ini.

Hariyanto mengakui saat membaca berita yang tersaji, selalu mencatat semua pernyataan yang disampaikan pembuatnya.

Akan tetapi yang berkait dengan berita, jika dirasakan belum jelas apa permasalahannya, agar tidak gagal paham lebih baik ditanyakan kepada pimpinan OPD yang berkompeten, agar menjadi berita yang berimbang.

Kendati demikian, upaya wartawan yang ahli menyusun kalimat memang harus bisa mengejar dan menyajikan berita yang viral.

Akan tetapi ada juga berita yang viral dan berdampak tidak bagus di antaranya   berita di mana semua media menulis  seorang pengemis yang mempunyai aset mencapai Rp 1,4 miliar.

''Akan tetapi, di satu sisi berita tersebut sangat tidak cocok jika sampai diikuti dan ditiru oleh yang lain, sehingga berita-berita seperti itu terlebih dahulu harus difilter sebelum disiarkan atau ditayangkan, " tegas bupati.

Wabup Pati Saeful Arifin menambahkan,” hasil karya seorang jurnalis sangat berperan dalam pembangunan di Pati. 

Pemberitaan menarik yang di sajikan sangat berdampak menuju perkembangan Pati yang lebih signifikan.

Rasa nasionalisme dan kebanggaan Kabupaten Pati perlu ditonjolkan dengan tulisan para media,”ujar wabup singkat.

Sekda Pati Suharyono juga mengajak media untuk mendukung kemajuan pembangunan di segala sektor Kabupaten Pati, terutama sektor wisata yang perlu promosi dari media.

Tidak lepas dari UMKM juga perlu dikembangkan dalam mendukung sektor perekonomian. 

Sekda minta supaya para jurnalis mendukung supaya Pati lebih maju dan banyak investor yang masuk.

Diakhir acara Kabag Humas merangkum dialog yang bisa membawa perubahan untuk kemajuan Pati dalam kecanggihan teknologi ITE dan berita yang tersaji secara ''online'' agar tidak gagal paham dan kritik yang konstrutif.

Harapannya, semoga hubungan baik yang sudah terjalin dipertahankan baik dalam informasi publik dan pemberitaan yang positif membangun,” tutupnya kabag humas. (A.$ucipto)

Bupati Haryanto Ajak Ngobrol Bareng Bersama FWP dan Forjip Agar Tidak Gagal Paham