TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin membuka secara resmi kejuaraan sepak bola BUPATI CUP KU 11 Tahun 2019, yang diselenggarakan di Stadion Joyo Kusumo Pati, Sabtu (29/06).

Turnamen Bupati CUP KU 11 resmi digelar.

Sebelum membuka secara resmi, Wabup yang akrab disapa Safin itu berkesempatan memberikan sambutan dihadapan para pemain yang akan bertanding. 

Ia mengungkapkan, sepak bola selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. 

Seperti di Kabupaten Pati, olahraga ini memiliki peminat dan penggemar hampir diseluruh lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang pekerjaan, usia dan pendidikan. 

"Karena itulah, Pemkab juga terdorong untuk turut memberikan perhatian dengan senantiasa mendukung penyelenggaraan kompetisi-kompetisi sepakbola di Kabupaten Pati," ujarnya.

Menurut Wabup, di tahun 2019 ini sudah ada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019, tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional yang mengamanatkan para pimpinan daerah untuk lebih meningkatkan pembinaan
persepakbolaan melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi termasuk di kelompok usia dini. 

"Para pemain sepak bola usia muda ini merupakan cikal bakal pemain masa depan untuk 'Persipa' dan juga tim nasional senior kita" ujarnya.

Tak hanya itu menurut Wabup Saiful Arifin, dimana negara-negara yang kuat kultur sepak bolanya sangat fokus pada pembinaan pemain usia muda. Salah satunya dengan memperbanyak penyelenggaraan kompetisi. 

Karena itulah, turnamen pemain usia muda harus lebih sering diadakan.

"Permainan sepak bola pada turnamen ini bukan semata- mata tentang bagaimana meraih juara, tetapi juga tentang bagaimana sejak dini anak-anak dikenalkan tentang sepak bola yang riang gembira dan menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam berolahraga", imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Wabup menegaskan Pemkab terus berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan kompetisi sepakbola junior. 

Hal itu, sekaligus sebagai bentuk andil Pemkab dalam mendukung
percepatan pembangunan sepak nasional melalui pembinaan pesepakbola usia muda.

"Semoga ke depan akan bermunculan para pesepakbola handal di tingkat nasional bahkan internasional, yang berasal dari Kabupaten Pati", tandasnya. ($.ucipto)

Cari Bibit Pesepakbola Unggulan, Pemkab Pati Gelar Turnamen BUPATI CUP KU 11

Silahturahmi Antar Pemuka Agama, Kukuhkan Toleransi Beragama di Kabupaten Pati

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) selaku Ketua Umum Persipa Pati kemarin menggelar rapat bersama dengan sejumlah stakeholder Persipa di Ruang Rapat Joyokusumo Setda Pati, Selasa tgl (25/06/19).

Persipa Pati siap masuki putaran liga 3 Jawa Tengah.

Rapat dilaksanakan dalam rangka persiapan menjelang laga perdana Liga 3 Jawa Tengah 2019 yang akan dijalani Persipa Pati.

Pertemuan ini tidak hanya membahas pencapaian target, namun juga membahas segala aturan-aturan baru dalam pertandingan termasuk aturan mengenai supporter.

Pada laga awal Persipa Pati dijadwalkan akan menghadapi Persip Pekalongan pada 14 Juli 2019 mendatang.

"Secara umum saya rasa kita sudah sangat siap. Semua yang diterapkan baik tim pelatih maupun manajemen sudah maksimal, kalaupun ada satu dua kekurangan itu hal yang wajar", jelas Safin.

Tetapi ia yakin Persipa sudah sangat siap untuk menghadapi Liga 3 Jateng.

Dalam kesempatan itu, Safin juga menuturkan bahwa dirinya selaku Ketua Persipa telah menunjuk Manajer U-17 Persipa dalam hal ini, Jumani yang merupakan Kepala BKPP Kabupaten Pati, untuk menjadi manajer tim U-17 Persipa.

"Karena  sifatnya pembinaan Pak Jumani yang sangat menggemari sepak bola saya yakini bisa menguasai. 

Ini menjadi tantangan beliau untuk membuat tim junior kita menjadi lebih baik", ujar Wabup optimis.

Sementara itu, Jumani yang ikut hadir dalam rapat tersebut mengaku selama ini ia hanya sebagai pengemar sepak bola saja.

"Untuk mengurus sepak bola tentunya hal yang sulit karena memang butuh pengalaman. 

Tetapi ini adalah amanah dan tugas kewajiban yang harus kita mulai, kalau tidak sekarang, kapan lagi?", terang Jumani.

Turut hadir dalam Rapat tersebut, perwakilan Bidang Keolahragaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Pati, unsur manajemen Persipa, dan perwakilan Patifosi yang merupakan kelompok pendukung Persipa.

Saat ditanya kesiapan Stadion Joyokusumo untuk menggelar laga, Safin menilai segala keperluan sudah dipersiapkan Tim Panpel dan manajemen Persipa. ($.ucipto)

Pimpin Rapat Persipa, Safin Kenalkan Manager Baru U-17

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto melepas keberangkatan para atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Seni Ma’arif (Persema) XI tingkat Provinsi Jateng yang akan diselenggarakan di Kabupaten Temanggung tanggal 24-27 Juni 2019.

Kontingen kab. Pati siap bersaing ditingkat nasional.

Ajang ini dimaksudkan sebagai wahana penyalur bakat, minat, pengetahuan dan keterampilan dalam rangkaian kegiatan yang menyenangkan, mandiri, silaturahmi, sportif dan bermanfaat serta meningkatkan pengetahuan.

Bupati Pati Haryanto dalam arahannya mengatakan bahwa belum lama ini, momen yang sama juga telah terlaksana dalam membawa nama baik Kabupaten Pati, yaitu Kejurprov oleh para atlet disabilitas atau NPC di Solo, dan Popda tingkat SD di Kota Semarang.

“Kalau yang NPC, atlet angkat beratnya berhasil meraih medali perak, sedangkan untuk Popda, Kabupaten Pati berhasil mendapat juara umum III. Kalau lomba bidang olahraga dan seni, Kabupaten Pati ini gudangnya”, ujarnya.

Selain itu, lanjut Haryanto, untuk lomba maupun ajang dalam bidang keagamaan, Kabupaten Pati tidak mau kalah. 

Oleh karena itu, Haryanto berpesan kepada para pendamping, pelatih maupun official, agar momentum yang baik ini jangan sampai disia – siakan.

“Semoga anak – anak kita dapat berprestasi tidak hanya di bidang akademik dan baca tulis Al Qur’an, namun juga dalam bidang olahraga dan seni”, tegasnya.

Adapun rekapitulasi kontingen Porsema 2019 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pati, yaitu total atlet jenjang MA berjumlah 85, jenjang Mts sebanyak 84 dan jenjang MI sebanyak 34. Sedangkan untuk panitia sebanyak 13, jadi total keseluruhan adalah 216 personel.

Haryanto menyebut, prestasi dapat diraih yaitu dengan adanya kompetisi. Lembaga pendidikan dapat terkenal, disebabkan seringnya mengikuti kompetisi - kompetisi maupun perlombaan yang diselenggarakan.

“Anda – anda ini adalah generasi penerus, baik yang dari MA, Mts maupun MI. Rawatlah apa yang sudah Anda miliki, sebab hal tersebut dapat menjadi bekal – bekal Anda semua kedepan untuk menjadi lebih baik”, imbuhnya.

Dalam pekan olahraga seni semacam ini, semuanya tergantung pada kesiapan diri sendiri. Terlebih, harus pandai dalam memanfaatkan maupun mengelola waktu ketika mengikuti perlombaan.

“Selamat berjuang dan sukses. Semoga pulang kembali ke Pati membawa prestasi”, tandasnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Optimis Pati Bisa Berprestasi di Pekan Olahraga Seni Ma'arif Provinsi Jawa Tengah

TH.Indonesia. Pekanbaru - Warga RW 09  Perumahan Griya Nusantara Sidomulyo, Kelurahan  Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, bergotong royong membersihkan lingkungan.

Serma Sarnata Babinsa kelurahan Maharatu bantu warga bersihkan lingkungan.

Gotong royong tersebut dihadiri, Babinsa Perhentian Marpoyan Sersan Mayor (Serma) Sarnata, Babinsa Kelurahan Maharatu Serda Warto dan Ketua LPM Perhentian Marpoyan Indra Kusuma.

Warga dan Babinsa bersama – sama membersihkan badan jalan dan saluran air yang berada ditengah pemukiman warga ini. Sampah dan rumput yang selama ini mengotori tempat itu dibersihkan seluruhnya.

"Gotong royong ini rutin kita lakukan setiap tiga bulan sekali. Untuk mengatasi persoalan banjir yang terjadi di tempat kita ini, "kata Ketua RW 09, Rahmad SE, kepada wartawan, disela - sela melakukan kegiatab Gotong royong, Ahad 23 Juni 2019.

Rahmad menuturkan, salah satu penyebab banjir karena parit tertutup. Untuk membersihkan parit tersumbat tersebut, perlu campur tangan pemerintah. Selain itu, kondisi jalan  berlubang di perumahan ini.

"Kita tidak mampu untuk melakukab ini secara bergotong royong. Kita berharap ada bantuan pemerintah. 

Jangan berlobang sudah kita atasi dengan cara di timpun menggunakan pasir timex, "ujar Rahmad.

Babinsa Perhentian Marpoyan Serma Sarnata mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih agar tidak menimbulkan bibit penyakit serta mengantisipasi terjadinya genangan air jika musim hujan tiba.

"Lebih baik Gotong Royong ini dilakukan dua kali sebulan. Supaya hidup sehat, nyaman dan terhindar dari segala penyakir, " ucap Sarnata.

Sarnata mengkau, siap membantu masyarakat untuk bergotong royong bersama - sama apabila di butuhkan.

"Saya siap membantu masyarakat apabila dibitihkan, "jelas Sarnata.

Ketua LPM Perhentian Marpoyan, Indra Kusuma berharap, adanya perhatian pemerintah daerah pada RW 09 Perumahan Griya Nusantara Sidomulyo ini.

"Jika hujan, perumahan ini banjir luar biasa. Karena, terjadinya pendangkalan sungai. Cukup luar biasa masyarakat bergotong royong, "jelas Indra. (A.Rosall)

Masyarakat dan Babinsa Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), malam tadi, menghadiri tasyakuran khotmil Qur'an dan pelepasan peserta Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) nasional ke- XXV di Hotel Safin
dalam sambutannya, Saiful Arifin menyampaikan pentingnya peran orang tua untuk mendekatkan keluarga dengan Alquran.

Doa dan pelepasan peserta STQ Nasional ke XXV.

"Allah akan memberikan banyak kemuliaan kepada mereka yang hafal Alquran. Salah satunya adalah bagi seorang anak, kelak di akhirat mereka akan mempersembahkan mahkota cahaya kepada orangtuanya", terang Safin, (24/06/19).

Oleh karenanya, para orang tua diharapkan dapat mendoakan dan berikhtiar secara sungguh-sungguh agar anak-anak cinta Alquran, membaca, menghafalkan, dan mengamalkan sebagaimana Rasul Muhammad teladankan.

Saiful Arifin juga berpesan kepada para peserta untuk mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pelatih agar bisa menampilkan yang terbaik dan kembali membawa prestasi. 

"Kita semua beharap semoga peserta dapat berlomba secara optimal dan meraih prestasi terbaik demi mengharumkan nama kabupaten Pati", imbuhnya.

Safin juga ingin agar kiprah kafilah (kontingen-red) ini, dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk bisa lebih meningkatkan prestasinya, terlebih dalam bidang keagamaan.

Sementara itu, Ahmad Syaiku yang mewakili Kepala Kemenag Pati mengatakan bahwa malam hari ini, pihaknya mengadakan syukuran dan pelepasan kafilah ini dikandung maksud, pertama adalah untuk mendoakan para peserta yang akan maju ke tingkat nasional pada 27 Juni 2019.

"Selain untuk memberikan apresiasi kepada adik-adik yang tahun kemarin sudah menjadi juara, khataman ini juga untuk memohon pada Allah agar kafilah Pati diberikan kemudahan dan berkah", terangnya.

Ia pun memohon doa dari para hadirin dan seluruh masyarakat  agar kafilah yang berasal dari Kabupaten Pati nanti bisa mendapat juara. ($.ucipto)

Safin Dorong Orang Tua Dekatkan Keluarga Pada Al-Qur'an

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati kemarin mengikuti halal bihalal yang diselenggarakan oleh petugas Program Keluarga Harapan (PKH) se - Kabupaten Pati, (24/06/19).

Halalbihallal antar petugas PKH di pendopo kab. Pati.

Bupati Pati Haryanto yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan arahan bulan syawal ini merupakan momentum istimewa untuk dapat bersilaturahmi maupun untuk berinstrospeksi diri.

"Memang istimewa, bapak ibu ini yang mengurusi program keluarga sejahtera, padahal dirinya sendiri ada yang belum sejahtera", ujar Bupati.

Lebih lanjut Haryanto menjelaskan bahwa dalam realisasinya penerima PKH memang mendapat masa perpanjangan setiap 5 tahun sekali. "Tahu atau tidaknya penerima tersebut sejahtera adalah dari iktikad diri mereka sendiri", imbuhnya.

Haryanto pun mengaku pemerintah selalu dihadapkan pada permasalahan sosial yang tidak ada habisnya ketika di lapangan.
"Kalau diurusi menggerutu tidak diurusi pasti mengomel atau protes. 

Sekarang itu kan antara desa mampu, desa tidak mampu, dan desa berkembang, ketika mendapat alokasi bantuan dana desa, jadi tidak jauh berbeda", tutur Bupati.

Haryanto pun mengucapkan terima kasih atas upaya para petugas yang selama ini telah mendata maupun memverifikasi masyarakat penerima PKH sekalipun para petugas belum sejahtera.

"Sebab dalam mendata secara valid, bukan merupakan hal yang mudah. Dalam menjalankan tugasnya, para petugas PKH memang sering dipersulit dengan data para penerima. Sebab banyak para penerima yang seharusnya sudah sejahtera dan tidak mendapat bantuan lagi namun justru masih mendapat bantuan", lanjutnya.

Bupati pun mengacungi jempol bagi masyarakat yang dengan kerelaannya mau melepaskan haknya sebagai penerima program keluarga harapan dengan ikhlas.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Subawi merespon baik koordinator wilayah, koordinator kabupaten, koordinator kecamatan serta seluruh pendamping PKH yang telah menyelenggarakan halal bihalal ini.

"Saya selaku pihak yang memimpin para PKH yang berjumlah kurang lebih 200 orang, bila dalam pekerjaan dan rutinitas sehari - hari terdapat kesalahan, maka saya memohon maaf sebesar -besarnya", ujarnya.

Ia menyebut bahwa tujuan PKH ini adalah untuk membentuk generasi selanjutnya yang lebih berkualitas.

"Generasi yang berkualitas itu mulai dari saat ibu hamil, bayi, balita, sekolah SD, SMP, SMA yang semuanya tercakup dalam kegiatan PKH", terang Subawi.

Oleh karena itu, Kepala Dinsos berharap para pendamping maupun petugas PKH, agar dapat bekerja sungguh - sungguh saat di lapangan. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan kualitas generasi masa depan. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Acungi Jempol Yang Rela Lepas Haknya Sebagai Penerima PKH

TH.Indonesia. Bangkok - Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada hari ini, Minggu, 23 Juni 2019 menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 ASEAN. 

Pembukaan KTT ASEAN 34 di Bangkok Thailand.

Puncak acara dari KTT tersebut dihelat di Valaya Alongkorn Drawing Room, Hotel Athenee, Bangkok, Thailand.

Penampilan Suan Plu Chorus dan C-ASEAN Consonant yang membawakan lagu tema "The ASEAN Way" membuka acara tersebut. 

Setelah itu, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha selaku tuan rumah memberikan sambutannya.

"Saya menyambut Anda sekalian di Kerajaan Thailand, tempat lahirnya ASEAN," kata PM Thailand mengawali sambutannya.

Para pemimpin negara ASEAN dan hadirin kemudian disuguhi dengan penampilan budaya berjudul "Vivid ASEAN". 

Setelah itu para pemimpin negara ASEAN kemudian diundang ke atas panggung untuk peluncuran ASEAN Satellite Warehouse in Chainat Province under The Disaster Emergency Logistics System for ASEAN.

Secara simbolis para pemimpin negara ASEAN mengarahkan laser ke sebuah bola kristal secara bersama-sama.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama para pemimpin negara-negara ASEAN. Kesepuluh pemimpin negara ASEAN tampak berjejer, menyilangkan kedua tangan, dan bergandengan tangan dalam sesi foto tersebut.

Setelah menghadiri upacara pembukaan, berturut-turut Presiden Jokowi menghadiri ASEAN Leaders’ Retreat, memimpin KTT ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Summit, dan menghadiri pertemuan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Summit yang ke-13.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bersama rombongan direncanakan kembali ke tanah air pada petang hari nanti dan diperkirakan tiba pada malam hari di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta. (ROI)

Presiden Joko Widodo Hadiri Pembukaan KTT ke 34 ASEAN di Bangkok

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini, Sabtu, 22 Juni 2019, bertolak menuju Bangkok, Thailand, dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-34 ASEAN.

Presiden Joko Widodo hadiri KTT ASEAN ke 34 di Thailand.

Dalam KTT yang berlangsung selama dua hari tersebut, Presiden Jokowi akan mendorong ASEAN untuk tetap bersatu dan kokoh dalam mensikapi situasi dunia serta perkembangan global yang sangat dinamis saat ini yang tentunya akan membawa pengaruh bagi kawasan Asia Tenggara.

Salah satu upaya mensikapi situasi yang sangat dinamis ini, Presiden Jokowi akan mendorong agar negara-negara anggota ASEAN menyepakati Pandangan Bersama tentang konsep Indo-Pasifik ASEAN karena konsep ini sangat penting untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara yang telah berlangsung dengan baik di tengah dinamika geopolitik yang berkembang cepat.

Presiden Jokowi juga dalam KTT ASEAN ini akan mengingatkan komitmen terhadap penyelesaian negosiasi Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) yang penting ditingkatkan dalam merespons perkembangan ekonomi dunia.

Isu lainnya yang akan diangkat oleh Presiden Jokowi adalah isu Rakhine State.
Selain menghadiri KTT ASEAN, Presiden Jokowi juga akan memimpin KTT ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Summit dan menghadiri pertemuan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Summit yang ke-13.

Presiden Jokowi juga direncanakan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pimpinan negara ASEAN.
Usai menghadiri KTT, Presiden Jokowi dan rombongan akan langsung kembali ke Tanah Air. Rencananya, Presiden, Ibu Iriana, dan rombongan akan tiba di Jakarta pada Minggu (23/6) malam.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Bangkok, Thailand, adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsdya TNI Trisno Hendradi, Kepala Protokol Negara Andri Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah terlebih dahulu berada di Bangkok, Thailand untuk menghadiri pertemuan tingkat menteri dan mempersiapkan kedatangan Presiden. (ROI)

Presiden Joko Widodo Bertolak ke Thailand Hadiri KTT ASEAN

TH.Indonesia. Pati - Klinik Pratama Bumdes Sehat yang diprakarsai Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) ternyata adalah korporasi berbasis desa pertama di Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan.

Peresmian klinik Pratama BUMdes menjadi solusi tepat guna saat ini.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas pada Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Ditjen PKP) Kemendes PDTT Eko Sri Haryanto.

Ia mengaku bangga saat Kamis (20/06/19), menghadiri peresmian Klinik Pratama Bumdes Sehat di Jalan Panunggulan Kecamatan Pati tersebut.

"Kami bangga, setahu saya ini adalah bentuk korporasi berbasis desa dalam bidang kesehatan yang pertama ada di Indonesia. 

Jika korporasi desa dalam bidang pertanian yang pertama adalah di Sukabumi, untuk bidang kesehatan yang pertama kali ada adalah di Pati," ungkapnya.

Klinik berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini, modalnya dikumpulkan dari gabungan pemerintah desa.

"Ini merupakan satu bentuk implementasi nawacita, yakni dalam hal membangun Indonesia dari desa, yakni tentang bagaimana kita mulai memberdayakan dan mempercayakan program pembangunan pada desa dalam bentuk Dana Desa", jelasnya.

Menurutnya, dalam menunjang pembangunan negara, desa memiliki kekuatan dalam prinsip gotong-royong dan mufakat.

"Pendirian Klinik Bumdes Sehat menjadi bagian penting di dalam pemenuhan dua di antara kebutuhan dasar manusia, yakni kesehatan dan pendidikan", ungkap Eko.

Jika sehat, lanjutnya, masyarakat akan menjadi cerdas serta Sumber Daya Manusia (SDM) - nya akan menjadi lebih baik.

"Jika SDM membaik harapannya adalah sumber daya alam dan sumber daya lain yang kita miliki dapat dikelola dengan baik dan ditingkatkan nilainya," ujarnya.

Untuk itu, harap Eko, BUMDes di Pati ini juga merambah unit usaha di bidang pendidikan. "Setelah terkumpulnya kapital yang semakin besar tentunya", lanjutnya.

Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Safin mengungkapkan bahwa BUMDes Bersama Mandiri Sejahtera juga berencana mendirikan Co-Working Space sebagai bagian unit usaha yang akan dijalankan.

"Co-Working Space secara singkatnya adalah ruang kerja bersama bagi orang-orang dari organisasi yang Berbeda-beda", terang Safin.

Co-Working Space yang rencananya akan dibangun di Jalan Penjawi tersebut juga digadang-gadang akan menjadi Co-Working Space berbasis BUMDes pertama di Indonesia. ($.ucipto)

Pertama di Indonesia, Peresmian Korporasi Berbasis Desa Ini Dihadiri Pejabat Kementerian

TH.Indonesia. Gresik - Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat yang berada di Kabupaten Gresik dengan keseluruhan mencapai 3.200 sertifikat. 

Percepatan sertifikat dengan program PTSL masyarakat gresik sangat terbantu.

Penyerahan berlangsung di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Kamis, 20 Juni 2019.

Kepala Negara kembali menjelaskan dalam sambutannya, di seluruh Indonesia terdapat kurang lebih 126 juta bidang tanah yang harusnya bersertifikat. 

Namun, hingga 2015 kemarin baru sebanyak 46 juta bidang tanah yang memiliki bukti hak kepemilikan.

"Bayangkan, 80 juta (bidang tanah) yang belum. Berarti bapak dan ibu sekalian yang pegang sertifikat hari ini sangat beruntung. Alhamdulillah," ujarnya di hadapan ribuan penerima sertifikat.

Di Gresik sendiri, diperkirakan terdapat kurang lebih 775.514 bidang tanah. Dari jumlah tersebut sebanyak 341.606 sudah terdaftar dan memiliki sertifikat. 

Untuk ratusan ribu bidang tanah yang belum bersertifikat di Gresik, pemerintah menargetkan pada tahun 2024 kelak seluruh bidang tanah tersebut telah memiliki sertifikat.

"Tadi sudah dijanjikan Pak Menteri BPN, Gresik 2024 semuanya selesai. Pak Menteri yang janji, saya dan bapak, ibu tinggal menagih janjinya. Sekarang, menteri kalau kerja itu pakai target," kata Presiden.

Demikian halnya bagi bidang tanah di seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dirinya memiliki target untuk menjadikan seluruh rakyat Indonesia memiliki tanda bukti hukum dan kepemilikan atas tanah atau lahan masing-masing.

"Target kita 2025 seluruh Indonesia yang namanya sertifikat ini insyaallah rampung," ucapnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya, mengatakan bahwa di Provinsi Jawa Timur, bidang tanah yang telah bersertifikat 54,45 persen dari keseluruhan bidang tanah di provinsi tersebut yang diperkirakan mencapai 19.498.377 bidang.

Ia berharap agar program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dijalankan pemerintah guna mempercepat penerbitan sertifikat untuk rakyat dapat menyejahterakan rakyat Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur.

"Oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih karena ketika mereka pegang sertifikat tanah maka akan ada harapan kemungkinan bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi keluarga," tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, dan Staf Khusus Presiden Ahmad Erani. (ROI)

Presiden Joko Widodo : Seluruh Bidang Tanah di Gresik Bersertifikat Pada 2024

Kunjungan Kerja ke Jawa Timur, Presiden Joko Widodo Akan Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah di Gresik

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri acara halal bihalal sekaligus peresmian Pati Medical Center Klinik Utimate (PMCKU), Rabu tgl (19/06/19).

Bupati Haryanto resmikan medical center (PMCKU) PATI.

Hadir pula dalam kegiatan itu, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim serta Direktur Utama beserta jajaran keluarga besar KSH.

PMCKu (Pati Medical Center Klinik Ultimate) ini adalah salah satu upaya untuk memberikan pelayanan yang ultimate beyond expectation atau layanan bermutu tinggi dengan teknologi kekinian di atas harapan pasien-pasien golongan mampu, sehingga mencegah larinya devisa ke luar Pati dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal.

"Alhamdulillah kami bisa hadir dalam acara dengan dua agenda, yang pertama halal bihalal keluarga sehat dan kedua adalah Grand Opening Pati Medical Center Clinic (PMCKU)", terang Haryanto.

Halal bihalal, lanjut Bupati, tujuannya adalah untuk semakin mempererat tali silaturahmi.

"Yang sudah erat akan semakin erat, yang tadinya ada perselisihan sebelumnya, bisa saling memaafkan. Budaya yang baik ini harus terus kita pupuk", imbuhnya.

Pihaknya juga menyambut baik dibukanya PMCKU. "Karena segala fasilitas ini yang akan  memanfaatkan adalah masyarakat Pati sendiri. Diperuntukkan masyarakat menengah ke atas.

Ya bukannya diskriminatif, akan tetapi klinik ini dibangun untuk memberikan pelayanan terbaik agar pendapatan tidak lari ke daerah lain karena apabila warga Pati yang akan periksa atau check up, cukup dilakukan di sini sebab segala fasilitas sudah ada atau cukup di sini", terang Haryanto.

Ia pun berpesan agar dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan, jangan lantas dianggap sebagai ancaman bagi pelaku usaha sejenis. 

"Akan tetapi harus menjadi suatu tantangan untuk berlomba-lomba memanfaatkan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat", ujarnya.

Di era perdagangan bebas, menurut Bupati, semua tak boleh tinggal diam. "Karena kita bukan hanya bersaing dalam bidang industri saja atau dalam fasilitas kesehatan saja akan tetapi kita juga bersaing dalam hal kualitas sumber daya manusia khususnya dalam bidang kesehatan", lanjutnya.

Bila sumber daya di dalam negeri kurang dalam pelayanan kesehatan, lanjut Bupati, bisa saja Indonesia dimasuki tenaga-tenaga kesehatan dari luar dan itu diperbolehkan sepanjang memang tenaga kesehatan yang dibutuhkan tidak ada di Indonesia.

"Hal ini menjadi tantangan kita, oleh karena itu sepanjang ada warga masyarakat yang ingin membuka rumah sakit atau klinik kesehatan yang tujuannya tentu untuk pelayanan masyarakat, kami selaku kepala daerah dan masyarakat selalu menyambut baik, sudah barang tentu kita harus memberdayakan SDM yang ada di daerah sendiri.

Saya hanya menghimbau kepada rumah sakit atau klinik kesehatan baik yang kita kelola maupun swasta untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat", harapnya.

Dengan adanya rumah sakit atau klinik kesehatan juga akan menumbuhkan perkonomian sekitarnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Pelayanan Kesehatan Berbenah, Pendapatan Bidang Kesehatan Takkan Lari ke Luar Daerah

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini juga menghadiri acara halal bihalal di Kantor Kemenag Pati, Selasa tgl (18/06/19).

Bupati Haryanto hadiri halalbihalal di Kemenag Pati.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Pati, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Dharma Wanita dan jajarannya.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi halal bihalal merupakan tradisi yang istimewa.

"Jadi halal bihalal ini dilaksanakan oleh berbagai kalangan, mulai dari unsur yang paling tinggi sampai dengan unsur terkecil yakni di desa - desa, selain itu antara muslim dan non muslim ini bersatu adalah suatu rahmat", imbuhnya.

Orang nomer 1 di Pati ini juga menyatakan keprihatinannya atas munculnya banyak perselisihan dan perdebatan lantaran beda pilihan politik.

"Parahnya di media sosial, isu - isu agama juga sering dimanfaatkan", lanjut Haryanto.
Bupati bersyukur, warganya lebih memilih hidup guyub, rukun, aman, damai di Kabupaten Pati. 

"Dan salah satu bentuknya adalah, kita saat bulan ramadhan kemarin menyelenggarakan safari ramadhan. Tidak membeda - bedakan mushola yang kecil maupun besar", terangnya.

Pihaknya berharap, tradisi positif semacam ini dapat terus dilaksanakan dan dilestarikan.

Sementara itu, Kepala Kemenag Pati Imron mengatakan pihaknya selalu berupaya melaksanakan kegiatan Halal Bihalal sebagai salah satu upaya untuk  mengembalikan makna kesucian yang juga bisa berdampak pada aktualisasi nilai - nilai kinerja pegawai.

"Diharapkan pasca bulan syawal, akan selalu komitmen dan selalu konsisten untuk meningkatkan kualitas kinerja ASN di lingkup Kemenag", imbuhnya.

Tema yang diusung dalam acara halal bihalal ini, menurut Imron, adalah Moderasi Berbangsa Menuju Kedamaian.

"Sadar atau tidak sadar, paham atau tidak paham bahwa Kabupaten Pati ini menjadi bagian dari NKRI. 

Yang tentu masyarakatnya, budayanya, tradisinya, agamanya, kebiasannya  beragam. 

Diharapkan dengan moderasi ini, masyarakat dapat saling menghormati, saling menghargai dan saling menghormati", terangnya.

Usai pelaksanaan halal bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang didirikan guna meningkatkan efektifitas pelayanan. ($.ucipto)

Hadiri Halal Bihalal, Bupati Haryanto Sampaikan Keprihatinan Soal Ini

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, pertemuan berlangsung pada Senin, 17 Juni 2019, di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden Joko Widodo komitmen dalam pemberantasan korupsi.

Pansel yang beranggotakan sembilan orang tersebut sebelumnya telah dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/P Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Masa Jabatan Tahun 2019-2023. Keppres tersebut ditandatangani pada 17 Mei 2019.

Yenti Garnasih yang ditetapkan sebagai ketua pansel selepas pertemuan mengatakan dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen atas pemberantasan sekaligus pencegahan upaya korupsi di Indonesia yang diharapkan akan semakin baik.

"Presiden menyampaikan komitmen atas pencegahan dan pemberantasan korupsi terutama mulai sekarang dan empat tahun ke depan setelah nanti komisioner terbentuk," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden juga menyampaikan amanahnya bagi pansel calon pimpinan KPK agar melakukan tugasnya dengan baik dan memunculkan para pimpinan KPK yang berkualitas, berintegritas, dan mampu mengemban tugasnya dalam mengatasi permasalahan korupsi di Indonesia dengan lebih baik.

"Presiden meminta kepada kami mengemban amanah dengan baik untuk menghasilkan komisioner yang baik. Karena bagaimanapun juga peran dari pimpinan KPK itu sangat penting," ucapnya.

Lebih jauh, Presiden dan pansel pimpinan KPK juga membicarakan soal dinamika dan permasalahan pemberantasan dan pencegahan korupsi di Indonesia.

"Kami membahas berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di dalam dinamika pemberantasan dan pencegahan korupsi selama empat tahun ini. Itu juga presiden sangat mendalami, sangat memahami, sangat mengikuti dinamika yang ada," tuturnya.

*Pansel Calon Pimpinan KPK Libatkan BNPT dan BNN*

Dalam konferensi pers selepas pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, pansel calon pimpinan KPK mengungkapkan bahwa dalam melakukan seleksi calon pimpinan KPK kali ini pihaknya turut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Keterlibatan dua badan tersebut melengkapi badan dan lembaga lainnya yang sebelumnya turut terlibat.

"Kali ini kami menambahkan tracking, yang standar adalah (dari) polisi, jaksa, KPK, BIN, dan PPATK, sekarang BNPT dan BNN," ungkap Yenti.

Penambahan pihak-pihak yang akan turut melacak rekam jejak calon pimpinan KPK tersebut merupakan upaya dari pansel untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan yang mendesak sekaligus menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia saat ini. 

Yenti mengatakan bahwa keterlibatan BNPT dimaksudkan untuk memeriksa rekam jejak para calon pimpinan KPK apakah yang bersangkutan memiliki keterlibatan dengan radikalisme maupun lainnya.

"Kita lihat keadaan Indonesia, berbagai hal dinamika yang terjadi adalah kaitannya dengan radikalisme sehingga pansel tidak mau kecolongan ada yang kecenderungannya ke sana," ucapnya.

"Tapi tentu saja penilaiannya nanti menggunakan penilaian-penilaian yang bisa dilakukan secara psikologis, klinis, dan data-data dari BNPT itu sendiri," imbuhnya.

Sementara keterlibatan BNN dibutuhkan untuk melacak rekam jejak dan adanya kemungkinan seorang calon merupakan pengguna narkoba atau bahkan memiliki keterlibatan dengan sindikat-sindikat narkoba.

"Ini juga penting. Karena di beberapa negara itu hal yang sangat mungkin dalam pemilihan apapun orang yang terpilih itu ternyata yang membackingnya adalah kartel-kartel narkoba," ungkap Yenti.

Adapun pansel calon pimpinan KPK 2019-2023 yang hadir adalah ketua pansel Yenti Garnasih, wakil ketua pansel Indriyanto Senoadji, dan para anggotanya, yaitu Harkristuti Harkrisnowo, Hamdi Moeloek, Marcus Priyo, Hendardi, Al Araf, Diani Sadia, dan Mualimin Abdi. (ROI)

Presiden Joko Widodo Terima Sembilan Pansel Calon Pimpinan KPK Di Istana

TH.Indonesia. Pekanbaru - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menggelar Sidang Pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jum'at 14 Juni 2019 kemaren.

10 aduan yang dilaporkan ke DKPP oleh Drs. Suhardiman.

Sidang Pemerikasaan yang dipimpin Dr. H. Alfitra Salam, APU anggota DKPP RI didampingi oleh 3 orang anggota majelis, Firdaus dari unsur KPU Provinsi Riau, Sri Rukmini dari unsur Tokoh Masyarakat, dan Gema Wahyu Adinata dari unsur Bawaslu Provinsi Riau.

Sidang Pemeriksaan digelar di Aula Bawaslu Riau, jalan Adi Sucipto No.284 Komplek Transito, Pekanbaru. Sidang di mulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Terlihat hadir Pelapor Drs. H. Suhardiman Amby, MM Caleg DPRD Provinsi Dapil 8 (delapan) dengan nomor urut 1 (satu) dari partai Hanura.

Suhardiman melaporkan Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ke DKPP dengan jumlah aduan sebanyak 10 aduan.

Suhardiman membacakan sendiri aduannya,  Pertama, KPU Kabupaten Kuansing menurutnya telah melakukan perubahan DPTHP 3 secara sepihak dalam rapat pleno tertutup tanpa dihadiri oleh Partai Politik Peserta pemilu dan Bawaslu Kuansing. 

Aduan Kedua, menurut Pelapor, KPU Kabupaten Kuansing tidak cermat dalam menetapkan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) karena ditemukan perbedaan angka pemilih dalam kategori DPTb. 

Ketiga, KPU Kabupaten Kuansing melakukan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat Kecamatan. 

Keempat, KPU Kuansing tidak cermat dalam melakukan pengesetan terhadap logistik pemilu yang berakibat banyaknya TPS yang kekurangan surat suara.

Kelima, KPU Kuansing melakukan pembiaran dan tidak memerintahkan PPK ditingkat Kecamatan untuk menyerahkan Formulir model DAA1 kepada saksi dan Bawaslu Kabupaten Kuansing. 

Keenam, KPU Kuansing tidak memberikan waktu dan ruang kepada saksi dalam menyampaikan keberatannya pada rapat pleno tingkat Kabupaten. 

Ketujuh, Salah satu anggota KPU tertidur saat pleno kabupaten berlangsung. 

Kedelapan, KPU Kuansing tidak memberikan hak bicara kepada saksi partai politik peserta pemilu, bahkan Saksi yang telah di beri mandat dipinta menunjukkan KTP, diusir keluar hanya karena terlambat hadir. 

Kesembilan, Salah satu anggota KPU Kuansing memiliki hubungan kekerabatan kakak adik dengan pengurus partai politik.

Dan pengaduan yang terakhir (kesepuluh), KPU Kabupaten Kuansing tidak bersedia mengakomodir permintaan saksi untuk membuka kotak suara padahal terdapat perbedaan/selisih penghitungan suara dalam formulir C1, DAA1, dan DA1.

Sementara itu Pihak Teradu yaitu Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Kuansing hadir dan menyampaikan jawaban dengan membawa bukti-bukti versi mereka. 

Selain Teradu, Majelis Pemeriksa juga menghadirkan Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Kuansing sebagai Pihak Terkait
Sidang sempat di skors dari pukul 11.30 WIB untuk melaksanakan sholat Jum'at dan dilanjutkan kembali pukul 13.30 WIB. 

Usai Jumatan agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pihak pengadu.

Rencananya 8 orang saksi yang akan dihadirkan Suhardiman, namun sampai dengan sidang dimulai saksi yang dapat dihadirkan Suhardiman sebanyak 4 Orang.
 
Ketika ditanya kapan Keputusan DKPP Dr Alfitra Salamm mengatakan Paling lambat tanggal.28 Juni 2019. " Kita akan sampaikan fakta - fakta yang didapatkan dalam persidangan hari ke Rapat Pleno DKPP RI di Jakarta," jelasnya.

"Kita akan bawa ke rapat pleno di jakarta dulu, DKPP akan putuskan bersamaan untuk pileg dan pilpres tanggal 28 Juni, kita pararel lah dengan putusan MK." terang Alfitra kepada awak media yang datang dan mengabadikan sidang tersebut.

Sidang pemeriksaan yang dikawal oleh aparat kepolisian dari Polda Riau ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kejadian yang menggangu. (A. Rosal)

Nasib 5 Komisioner KPU Kuansing Menunggu Pleno DKPP RI

TH.Indonesia. Bali - Mengakhiri kunjungan kerja di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 yang dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandi, Lapangan Puputan Niti Mandala, Renon, Kota Denpasar, Sabtu sore, 15 Juni 2019.

Pawai pesta kesenian Bali menjadi kunjungan seni & budaya di kota Bali.

Tiba pukul 14.30 WITA, Presiden Joko Widodo yang mengenakan baju adat Bali berwarna coklat yang dipadukan dengan udeng, saput dan kamen berwarna ungu serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang mengenakan kebaya khas Bali berwarna oranye, langsung menuju panggung utama.

Dalam acara tersebut, Presiden tidak hanya melepas peserta pawai, tapi juga turut serta menjadi peserta pawai. Sementara itu, tema dari PKB ke-41 adalah Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin).

“Dengan memohon Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, siang ini saya membuka dan melepas Pawai Pesta Kesenian Bali ke 41 tahun 2019," ucap Presiden.

Setelah itu Presiden memukul kulkul tanda dimulainya PKB ke-41 dan menyaksikan Tari Siswa Nataraja diiringi Gamelan Ketug Bumi yang dipersembahkan oleh ISI Denpasar.

Kemudian berturut-turut, peserta pawai memulai rangkaiannya, beragam kesenian dari daerah Bali ditampilkan, mulai dari Kabupaten Bangli, Kabupaten Badung, Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Gianyar.

Selain peserta dari kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bali, pawai juga diikuti oleh peserta dari luar daerah dan luar negeri. Tampak ikut berpawai penampilan kesenian tari Ga Guang dari Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Republik Rakyat Tiongkok; Isosolo dari ISBI Tanah Papua dan Musik Tong-Tong dari Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

Setelah penampilan kesenian dari Kabupaten Gianyar, pada pukul 16.30 WITA, Presiden dan Ibu Iriana bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Ibu Ni Putu Putri Suastini menaiki mobil hias untuk mengikuti pawai. 

Dari mobil hias tersebut, Presiden dan Ibu Iriana menyapa masyarakat yang memenuhi rute pawai.

Pukul 16.45 WITA, Presiden dan Ibu Iriana selesai mengikuti pawai dan melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali untuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara pawai Pesta Kesenian Bali ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Ibu-ibu anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), serta Gubernur Bali I Wayan Koster. (ROI)

Tak Hanya Membuka Acara, Presiden Joko Widodo Ikut Menjadi Peserta Pawai Pesta Kesenian Bali 2019

TH.Indonesia. Semarang - Masih dalam suasana lebaran, keluarga besar KAMENWA 907 UNTAG Semarang kembali mengadakan acara Halalbihalal 1440 H bertempat di gedung merah putih kampus Fisip Universitas 17 Agustus 1945 yang berada di Bendan Ngisor, Sabtu tgl (15/06/19).

Dok/KAMENWA 907 UNTAG Semarang.

Saat ini sudah terbentuk struktur panitia atau Satgas Halalbihalal yang diketuai oleh Vegantara SH dengan bendahara Defi yang akan dihadiri seluruh anggota Alumni Resimen Mahasiswa 907 dari seluruh penjuru tanah air dari Sabang hingga Merauke.

Selaku Ketum KAMENWA Drs. Harsoyo menyampaikan bahwa kegiatan rutinitas ini sudah berlangsung lama sudah sejak tahun 2010 awal terbentuknya KAMENWA yang saat ini masih di sekretariat kampus AKABA dijalan Seteran Dalam no. 5 sebagai home bass tempat berkumpulnya para alumni MENWA 907 UNTAG Semarang.

Dari kegiatan ini diharapkan para Alumni dapat berjumpa kembali, berkumpul dengan teman-teman satu Yudha maupun dengan saudara-saudara yang telah terpisah puluhan tahun agar rasa jiwa' Korsa yang tertanam kembali muncul dengan segala kenangan dan nostalgia kala itu.

Merajut kenangan saat masih dalam tempaan di kawah candradimuka di Mako Yon 007 kala itu menjadi dasar bahwa tempaan itu menjadi kuat sebagai dasar dalam menjalani kampus kehidupan yang sebenarnya.

Tidak berlebihan memang kenangan itu begitu melekat dalam hati sanubari setiap insan manusia juga ada dalam pikiran setiap anggota dan alumni, dedikasi ini dipersembahkan buat para Alumni yang telah gugur bunga yang telah mendahului kita semua agar selalu ditempatkan di tempat yang paling indah di sisiNya.

Indahnya kebersamaan dalam acara halalbihalal yang akan datang tepatnya pada tanggal 29 Juni 2019 menjadi momentum yang indah untuk saling memaafkan, saling berbagi dalam merajut kembali suka duka sesaat masih dalam pendidikan di kampus merah putih tercinta.

Dan besar harapan kami Panitia dan seluruh anggota yang terlibat dalam kegiatan Halalbihalal ini, mengharapkan agar acara berjalan dengan sukses dan lancar sesuai dengan arahan Ketum Drs. Harsoyo juga para sesepuh yang ada," pungkas Vegantara SH.

Masih dalam koridor yang ada KAMENWA 907 UNTAG Semarang memiliki andil besar dalam merajut sejarah dan eksistensi selama ini, besar harapan kami rasa syukur kehadirat Allah SWT agar saudara saudara kami selalu sehat dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Jiwa Korsa tertanam dalam setiap jiwa dan ruh para anggota & alumni 907.

Bagaimana menatap generasi emas milineal ini untuk mencetak generasi muda penerus Bangsa yang ber'ideologi Pancasila dan UUD'45 melalui pendidikan formal di Universitas 17 Agustus 1945.

Rahayu Memayu Hayuning Bawono sebagai tradisi halalbihalal KAMENWA 907 Untag Semarang yang perlu dilestarikan. (ROI)

Drs Harsoyo : Tradisi Halalbihalal KAMENWA 907 Sebagai Momen Lebaran Yang Perlu Dilestarikan

TH.Indonesia. Bali - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk memercayakan penyelesaian kasus kerusuhan yang terjadi saat aksi massa 21-22 Mei 2019 lalu kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri). 

Hingga saat ini Polri masih lakukan penyelidikan dari kasus tersebut.

Saat ini kepolisian berupaya keras untuk secara bersamaan mengungkap dua fokus utama dalam kasus itu.

Hal itu disampaikan Presiden di Kota Denpasar, Bali, pada Jumat, 14 Juni 2019, menanggapi perkembangan terkini mengenai pengungkapan kasus tersebut.

"Berikan waktu terlebih dahulu kepada polisi untuk menyelesaikan yang kasus (rencana) pembunuhannya," ujarnya.

Pernyataan Presiden tersebut merujuk pada pengungkapan rencana pembunuhan sejumlah tokoh nasional dan seorang direktur eksekutif lembaga survei. 

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengembangkan kasus tersebut.

Tak hanya itu, menurutnya, kepolisian saat ini juga berupaya melakukan pengungkapan terkait dengan jatuhnya korban jiwa dalam aksi massa tersebut. 

Upaya pengungkapan kedua kasus tersebut menurut Presiden dijalankan kepolisian secara bersamaan.

"Kemudian ini juga berjalan paralel nanti kasus yang berkaitan dengan (korban) meninggal yang ada di lokasi-lokasi kerusuhan. Saya kira dua-duanya berjalan paralel," ucapnya.

Kepala Negara berpandangan bahwa apabila dibutuhkan, nantinya, kepolisian juga dapat bekerja sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam pengungkapan kasus-kasus tersebut.

"Tidak hanya kepolisian, nanti bisa mengajak Komnas HAM dan lainnya," tandasnya. (ROI)

Presiden Joko Widodo : Percayakan Pengungkapan Kasus 21 - 22 Mei Kepada Polri

TH.Indonesia. Bali - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Bali pada hari ini, Jumat, 14 Juni 2019 dengan meninjau Waduk Muara Nusa Dua, Kota Denpasar, penataan dan rehabilitasi waduk tersebut kini sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Kedepannya kawasan waduk bisa dimanfaatkan untuk wisatawan.

"Waduk Muara ini luasnya 35 hektare, ini menjadi sumber air baku untuk kawasan Kuta, Benoa, Nusa Dua, sama sekitar airport. Jadi ini sangat penting sekali, tapi ini belum selesai, baru 80 persen, akan diselesaikan nanti akhir tahun ini Desember. 

Saya melihat dari sisi pengerjaan kelihatan rapi," ujar Presiden kepada awak media seusai peninjauan.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Waduk Muara Nusa Dua selesai dibangun pada tahun 1996 dan merupakan muara dari Tukad Badung dengan panjang alur sungai mencapai 19,6 kilometer dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 40,95 kilometer persegi. 

Dengan luas genangan 35 hektare, waduk ini memiliki volume tampungan total sebesar 770.000 meter kubik dan tampungan efektif 595.000 meter kubik.

Pemanfaatan Waduk Muara Nusa Dua ini utamanya adalah sebagai sumber air baku kawasan Bali Selatan dengan volume air mencapai 500 liter per detik. 

Untuk ke depannya, Presiden berharap Waduk Muara Nusa Dua ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi kawasan wisata.

"Saya kira penataan kanan kirinya bagus. Jadi tidak hanya fungsi air baku, tapi juga untuk resto dan tempat wisata, akhir tahun lah kita lihat ke sini lagi," ungkapnya.

Penataan dan rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua sendiri dimulai pada tahun 2017 lalu seiring dengan peningkatan kegiatan pariwisata di Kuta, Tanjung Benoa, dan Nusa Dua. Waduk Muara Nusa Dua merupakan waduk muara pertama di Indonesia. 

Setelahnya, dibangun beberapa waduk muara lainnya, seperti Waduk Duriangkang, Waduk Muka Kuning, Waduk Sei Ladi, dan Waduk Sei Gong, yang semuanya berada di Batam.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam peninjauan Waduk Muara Nusa Dua yaitu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Johan Budi, serta Gubernur Bali I Wayan Koster. (ROI)

Presiden Joko Widodo Tinjau Waduk Muara Nusa Dua di Bali

TH.Indonesia. Bali - Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung sebanyak 3.000 sertifikat hak atas tanah bagi masyarakat dari sejumlah wilayah di Provinsi Bali. 

Presiden Joko Widodo serahkan 3000 serifikat program PTSL.

Penyerahan tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden dan berlokasi di lapangan umum Kilobar, Kabupaten Bangli, pada Jumat, 14 Juni 2019.

Presiden mengatakan, Provinsi Bali merupakan provinsi pertama di Indonesia yang mana seluruh bidang tanahnya akan bersertifikat. 

Sertifikat bagi seluruh bidang tanah itu diperkirakan akan dapat terbit seluruhnya pada tahun 2019 ini.

"Patut bersyukur, khusus untuk Provinsi Bali nanti yang pertama semua sertifikat selesai tahun ini. 

Tadi Pak Menteri Agraria menyampaikan, Bali adalah provinsi pertama yang semuanya sudah pegang sertifikat," ujarnya saat memberikan sambutan penyerahan sertifikat.

Meski demikian, perlu diakui bahwa di seluruh wilayah Indonesia masih terdapat puluhan juta bidang tanah yang masih belum bersertifikat. 

Padahal sertifikat tersebut merupakan bukti hukum atas kepemilikan tanah atau lahan.

"Di seluruh Indonesia ini masyarakat yang pegang sertifikat harusnya 126 juta. Tetapi sampai 2014 kemarin yang pegang baru 46 juta. Berarti masih kurang 80 juta," ucap Presiden.

Untuk mempercepat penerbitan sertifikat tersebut, pemerintah sejak tahun 2015 telah meluncurkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang mempermudah rakyat untuk mendapatkan sertifikat atas tanah yang mereka miliki. 

Dengan program tersebut, penerbitan sertifikat dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya dapat terealisasi.

Dalam tahun-tahun sebelumnya, pemerintah hanya dapat melakukan penerbitan sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat hanya sebanyak kurang lebih 500 ribu sertifikat tiap tahunnya secara nasional.

"Di 2015 saya sampaikan kepada Pak Menteri Agraria, enggak bisa begini terus. 

Saya minta tahun depan itu 5 juta, tahun depannya lagi 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta. Sehingga kita hitung-hitung, kita perkirakan, tahun 2025 itu seluruh sertifikat sudah bisa diberikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Banyaknya masyarakat yang belum memiliki sertifikat itu salah satunya disebabkan karena sulit dan lamanya melakukan pengurusan sertifikat ini. Presiden Joko Widodo bahkan merasakan sendiri hal itu.

"Saya mengalami mengurus sertifikat bukan hitungan bulan, tapi tahun. Saya harus bicara apa adanya," tuturnya.

Program PTSL yang dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun belakangan berupaya untuk mengurangi kendala tersebut dengan memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat. 

Cepatnya pelayanan dan penerbitan sertifikat tersebut diakui oleh seorang warga di Bali yang hadir dalam acara penyerahan sertifikat hari ini.

"Urus sertifikat enggak sampai satu bulan. Pendaftaran, sudah itu diukur, setelah diukur itu pemberkasan, selanjutnya ada sidang. Setelah sidang sudah selesai," kata Adi Jaya, warga yang datang dari Kabupaten Tabanan.

Untuk diketahui, sertifikat yang diserahkan oleh Presiden Jokowi hari ini mencakup bidang tanah yang berasal tujuh kota dan kabupaten yang ada di Bali. 

Ketujuhnya ialah Kota Denpasar dengan 25 bidang tanah, Kabupaten Badung dengan 100 bidang tanah, Kabupaten Gianyar dengan 300 bidang tanah, Kabupaten Klungkung dengan 500 bidang tanah, Kabupaten Bangli dengan 1.000 bidang tanah, Kabupaten Karangasem dengan 750 bidang tanah, dan Kabupaten Tabanan dengan 325 bidang tanah.

Setelah menyerahkan sertifikat tanah tersebut, Presiden Jokowi melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Al-A’la, Kecamatan Gianyar,
Kabupaten Gianyar. (ROI)

Presiden Joko Widodo : Bali Provinsi Pertama Yang Seluruh Tanahnya Bersertifikat Tahun Ini

TH.Indonesia. Pati - Pengajian akbar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati dengan Dharma Wanita Kabupaten Pati dan jemaah "Nurul Nisa" dalam rangka halal bihalal 1440 hijriyah, dilaksanakan di Sekretariat Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, (14/06/19).

Peran wanita menjadi sangat penting dalam berorganisasi saat ini.
Bupati Pati turut hadir bersama Ketua TP PKK, beserta seluruh pengurus kabupaten dan kecamatan, ketua Dharma Wanita beserta pengurus dan Jamaah Nurunnisa.

Dalam sambutannya Bupati Pati Haryanto mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir dalam halal bihalal ini, kendati suhu cukup tinggi. 

Ia juga bersyukur bahwa dalam organisasi PKK bisa menjadi satu, saling menjalin kebersamaan tidak membedakan meski memiliki kewenangan masing-masing.

"Terima kasih dan apresiasi, meski para ibu PKK harus meluangkan waktu untuk ikut menjalankan organisasi PKK. Bahkan ada ibu yang suaminya sudah purna tugas namun masih ikut aktif dalam organisasi. 

Itu karena masih peduli terhadap perkembangan organisasi PKK di Kabupaten Pati," ujarnya.

Bupati mengungkapkan, meski PKK hanya membantu tugas pemerintah dan suami, tetapi peran seorang wanita, juga sangat membantu keberhasilan organisasi maupun suami.

Menurutnya seorang wanita seringkali berperan ganda, karena selain mengurus rumah tangga, anak, suami dan lain-lain masih bisa mengurusi organisasi.

"Kita harus mengakui, bahwa keberhasilan karir seorang suami di dalamnya juga ada peran seorang wanita. 

Kami sering menyampaikan kepada suami para ibu-ibu Tim Penggerak PKK di berbagai kesempatan, agar menghormati seorang wanita," imbuhnya.

Dengan momentum seperti ini, Bupati berharap bisa membuahkan hasil yang baik yaitu kebersamaan.

"Kami sendiri, Pak Wakil, Pak Sekda, serta Kepala dinas dan lainnya tidak bisa berjuang sendiri. Karena kami masih memerlukan bantuan agar bisa berperan lebih maksimal," terangnya.

Tak lupa Bupati menyampaikan harapannya, agar para ibu-ibu saling asah, asih dan asuh serta beretika yang terbaik dan membantu karir suaminya, sehingga bisa menjadi tauladan, minimal dilingkup rumah tangga.

Pada pengajian akbar ini, diisi dengan mauidhoh hasanah oleh Ibu Hj Maesaroh.

Juga dilakukan pemberian santunan kepada 42 anak yatim dari perwakilan kecamatan se Kabupaten Pati, pemberian bantuan kepada Panti Asuhan Putri Kalidoro Pati, Panti Asuhan Al-Hikmah Rendole, dan Pondok Pesantren Tadrizul Qur'an Joyokusumo Puri. (ROI)

Sebut Wanita Miliki Peran Ganda, Bupati Haryanto Ajak Para Suami Hormati Istri

TH.Indonesia. Pekanbaru - Dr. H. AlFatira Salam, APU Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia akan melakukan sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik di Kantor Bawaslu Riau besok Jum'at 14 Juni 2019.

Sidang pertama DKPP atas pelanggaran kode etik.

Sidang pemeriksaan akan di selenggarakan di Aula Bawaslu Provinsi Riau, Jalan Adi Sucipto No.284 Komplek Transito, Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB.

Sidang pemeriksaan akan membahas masalah dugaan pelanggaran kode etik dengan nomor register laporan 107-PKE-DKPP/V/2019 dengan teradu ketua dan anggota KPU Kabupaten Kuantan singingi.

Dalam sidang besok, Alfitra selaku pimpinan majelis sidang akan di dampingi oleh 2 anggota Majelis yaitu Gema Wahyu Adinata, SH dari unsur Bawaslu Riau, dan AKBP Firdaus dari unsur Kepolisian.

Sedikitnya ada 9 pokok aduan yang dilaporkan ke DKPP yang dibahas besok pagi. 

Permasalahan yang dibahas mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga tidak cermatnya Rekapitulasi hasil pemungutan suara di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada pemilu tahun 2019.

Malam ini Kamis (13/06/19) Alfitra Salam bersama dengan Bawaslu, KPU, Polda dan Tokoh Masyarakat di Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Teknis yang di selenggarakan di Hotel Swiss Berlin Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Rusidi Rusdan Ketua Bawaslu Provinsi Riau bersama Gema Wahyu Adinata, Neil Antariksa, Amiruddin Sijaya, dan Anderson turut hadir dalam rapat malam ini.

Selain pihak Bawaslu, terlihat Abdul Hamid mantan komisioner KPU Riau bersama Sri Rukmini ikut duduk bersama dalam rapat tersebut.

Dalam sambutannya, Alfitra Salam sangat mengapresiasi kerja Penyelenggara Pemilu baik itu dari pihak Bawaslu maupun KPU dam mensukseskan pilpres dan pileg 2019.

Dalam sambutannya, Alfitra sangat menyanyangkan adanya korban dalam pelaksanaan pemilu, sedikitnya kurang lebih 700 orang penyelengara yang meninggal dunia.

"Sekitar 700  orang sahabat kita, dari pihak penyelenggara yang telah gugur pada pemilu ini." tutur Alfitra dengan nada sedih.

Diakui Alfitra, tekanan kepada pihak penyelenggara sangatlah tinggi, ditambah dengan jam kerja yang melebihi batas dan konsumsi yang tidak ada bagi penyelenggara menjadi sumber masalah kesehatan bagi penyelenggara.

lanjutnya, Alfitra Salam akan mencanangkan untuk dilakukan pemisahan Pileg Pusat dengan Daerah, Pemilihan eksekutif dengan legislatif pada tahun-taun kedepan.

"Kita akan pisahkan untuk pemilu selanjutnya antara pileg pusat dan daerah, Eksekutif dan legislatif agar tidak terulang kembali masalah pemilu seperti tahun ini." tambahnya.

Alfitra berharap agar dalam pemilu-pemilu selanjutnya sistem pemilu, serta rekrutment perlu diperbaiki.

Alfitra Salam mengatakan bahwa hingga saat ini sebanyak 273 Laporan yang diterima oleh Bawaslu RI, 9 diantaranya berasal dari Provinsi Riau.

Rencananya, pihak pelapor akan menghadirkan 8 orang saksi dalam sidang perdana esok hari. (A.rosal)

Besok, DKPP RI Sidang Kode Etik KPU Kuansing di Bawaslu Riau

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto, menghadiri Acara Halal Bihalal di RSU Soewondo Pati, kegiatan ini diikuti pula oleh para dokter dan pegawai, Kamis tgl (13/06/19).

Pelayanan kesehatan jangan dibedakan, baik mandiri maupun BPJS.

Dalam sambutanya Bupati menyampaikan rasa syukur karena hampir semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergantian menyelenggarakan halal bihalal.

"Kemarin di DKK, DPU TR, tadi di PKK dan di sini ibu-ibu hadir.

Budaya dan kebiasaan silaturahmi paling kental di Jawa, mungkin untuk di luar Jawa ada tetapi tidak sekental di Jawa. Halal bihalal merupakan satu momentum yang baik  karena bisa satukan berbagai kalangan", terang Haryanto.

Kalau dimaknai, lanjut Bupati, halal bihalal mengajak untuk rukun, guyub dalam kebersamaan.

"Setiap tahun saya pastikan luangkan waktu untuk bisa hadir pada halal bihalal ini, sebab kita punya kepentingan di rumah sakit. 

Pelayanan di rumah sakit tidak sama dengan pelayanan di tempat lainnya, karena pelayanan di rumah sakit sifatnya  tidak bisa ditunda", tuturnya.

Bila pelayanan umum lainnya seperti pengurusan KTP bisa ditunda hingga satu bulan dan digantikan dengan surat keterangan, tapi menurutnya kalau pelayanan kesehatan tidak bisa ditunda.

"Contohnya seperti orang mau melahirkan kan tidak bisa ditunda. Jadi bila ada yang belum mendapat cuti janganlah mengeluh, kalau semua cuti, bagaimana nanti pelayanan rumah sakit?", imbuhnya.

Niatan halal bihalal, lanjut Bupati, adalah untuk menyatukan kebersamaan agar semua bisa lebur.

"Terlebih pada pelayanan kesehatan, karena pelayanan kesehatan menjadi sasaran seluruh lapisan masyarakat mulai dari yang miskin dan kaya.

Karena itu, semua harus mendapat pelayanan yang sama tanpa membedakan, sekalipun ada layanan BPJS gratis", pungkasnya. (ROI)

Bupati Pati : Sekalipun BPJS Gratis, Janganlah Bedakan Layanan

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Kamis, kembali mengadakan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha, Kamis tgl (13/06/19).

Presiden Joko Widodo kembali adakan pertemuan dengan sejumlah pengusaha.

Setelah sehari sebelumnya menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), pagi ini Presiden menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Kepala Negara kembali ingin mendengar masukan-masukan dari kedua organisasi yang memayungi sejumlah pelaku usaha Indonesia tersebut sebagai bahan pertimbangan Presiden dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian.

"Hari ini saya ingin mendapatkan masukan dari Apindo dan Hippindo. Saya ingin masukan-masukan yang lebih konkret, nyata, dan cepat bisa dilaksanakan sehingga bisa memberikan efek ekonomi yang baik pada negara kita," ujarnya di awal pembicaraan.

Kepala Negara menekankan bahwa ke depannya pemerintah ingin mengeluarkan terobosan-terobosan perekonomian yang akan memacu perekonomian nasional lebih jauh lagi. 

Untuk itu, Presiden berharap agar para pelaku usaha yang hadir dapat memberikan pandangan kritis bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ekonomi yang dapat segera dirasakan manfaatnya.

"Dari sisi regulasi, mungkin bisa revisi undang-undang, mungkin, kalau diperlukan, mengeluarkan Perppu misalnya. Kalau itu memang diperlukan sekali dan posisinya sangat penting ya akan kita keluarkan," tuturnya.

Lebih jauh, Presiden mengatakan bahwa salah satu program prioritas pemerintah pada periode kedua nanti ialah membenahi perekonomian dan kondisi dunia usaha.

Upaya tersebut utamanya dimaksudkan untuk menggenjot ekspor produk-produk Indonesia ke mancanegara dan meningkatkan investasi untuk dapat mengatasi defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.

"Jangan sampailah kita ini investasi dan ekspor kalah (lagi) dengan Singapura. Sudah lama kita kalah dengan Malaysia. Kalah dengan Thailand, Filipina, terakhir kita kalah lagi dengan Vietnam," kata Presiden.

Menurutnya, permasalahan defisit yang dialami Indonesia selama puluhan tahun sebenarnya dapat diatasi dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha.

Selain itu, Indonesia juga memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sebenarnya tak kalah dengan negara lain.

"Saya kira ini sebetulnya sesuatu yang kalau kita bisa bekerja sama dengan baik antara pemerintah dan dunia usaha ini juga bukan barang yang sulit sebetulnya.

Tetapi memang ada regulasi dan beberapa undang-undang yang harus kita revisi," tandasnya.

Tampak hadir dalam pertemuan ini di antaranya ialah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani, dan Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah. (ROI)

Presiden Minta Apindo dan Hippindo Sampaikan Masukan Terkait Terobosan Ekonomi