Akibat Banjir Kerugian Petani Mencapai Rp 300 Miliar, Pemkab Pati Upayakan Asuransi hingga Bantuan ke Kementan

Dok/Kerugian petani gagal panen mencapai hampir 300 milyar.

THI. Pati - Data terbaru dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati menunjukkan sekitar 7.355 hektare sawah di 15 kecamatan mengalami kerusakan akibat bencana banjir. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dispertan Pati Ratri Wijayanto, disela-sela kegiatan 10 ton bisa di kecamatan Gabus, kamis 22 Januari 2026.

Ke-15 kecamatan terus antara lain Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa, Pati, Juwana, Margorejo, Jakenan, Gabus, Kayen, Sukolilo, Gunungwungkal, Winong dan Tlogowungu.

Pihaknya juga telah sepakat untuk mengajukan permohonan bantuan puso atau gagal panen akibat bencana ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB guna membantu meringankan kerugian petani.

Disamping itu, pihaknya juga akan mempercepat pencairan asuransi pertanian untuk memulihkan semangat dari para petani untuk kembali menanam.

"Ada sekitar 7355 hektare di 15 kecamatan dan saat ini berproses untuk pengajuan asuransi maupun bantuan Puso," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ratri, Dispertan juga akan mengajukan bantuan benih ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk percepatan musim tanam, jika banjir telah surut. Sehingga program ketahanan pangan diharapkan bisa terus berjalan sembari menunggu banjir berlalu.

"Kita juga ajukan bantuan benih ke kementerian. Kerugian sekitar Rp301 miliar," tambah dia.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah ini, Ratri berharap capaian satu hektare 10 ton bisa dicapai bersama-sama dengan sinergi yang baik lintas stakeholder. (RED)

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال