TH.Indonesia. Manokwari - Empat orang abituren Akademi Militer (Akmil) 1997 yang saat ini bertugas di Kodam XVIII Kasuari menggelar kegiatan pembagian puluhan paket Sembako kepada warga Kota Kabupaten Manokwari yang terkena dampak sosial akibat pandemi Covid-19.


"Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan 'Pandu Sakti' Akmil 1997 dan digelar di seluruh Indonesia, Senin tgl (18/05/20).

Untuk pembagian Sembako di Kota Manokwari, Papua Barat ini dilakukan oleh abituren Akmil 1997 yang bertugas atau dinas di lingkungan Kodam XVIII Kasuari," ujar Kapendam XVIII Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P., yang sekaligus merupakan salah satu dari empat orang abituren Akmil 1997 tersebut, disela-sela kegiatan pembagian sembako kepada warga terdampak Covid-19, di kampung Arfai 2, Manokwari, Papua Barat.

Lebih lanjut dikatakan Andi Gus, kegiatan tersebut didorong oleh beberapa alasan.
Pertama adalah rasa empati dan peduli dari Yayasan Pandu Sakti terhadap masyarakat terdampak Covid-19, yang merasakan penderitaan luar biasa dengan adanya wabah virus corona ini.

"Selain itu, selama bulan ramadhan ini tentunya kita patut berbagi kepada sesama, sehingga akan melipatgandakan pahala kita,” katanya.

Dijelaskan Andi Gus, aksi sosial dari warga abituren Akmil1997 yang tergabung dalam Yayasan Pandu Sakti ini digelar di seluruh wilayah Indonesia, dengan sasaran dan jenis bantuan yang beragam.

Adapun di Manokwari, bentuk kegiatannya adalah pembagian paket sembako, yang berisi beras, mie instan, gula, kopi, dan minyak goreng.

“Kami rasa bantuan ini sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat yang saat ini terkena dampak wabah Covid-19," ucapnya.

"Harapan kami, semoga paket Sembako yang kami berikan ini, walaupun tidak seberapa nilainya namun dapat membantu warga masyarakat.

Sekaligus, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi instansi atau pun orang lain untuk lebih peduli dan berempati terhadap saudara-saudara kita yang terkena dampak pandemi Covid-19,” kata Andi Gus.

Ditempat yang sama, Lurah Anday, Yohanes Mansim S.Sos. (42) menyampaikan rasa terimakasihnya kepada abituren Akmil 1997 (Pandu Sakti 97) Kodam XVIII Kasuari, yang telah memberikan bantuan kepada warganya yang kurang mampu.

“Terima kasih bapak-bapak tentara dong semua, khususnya untuk alumni Pandu Sakti 97 Kodam XVIII Kasuari, yang sudah mau membantu kitorang.

Ditengah-tengah pandemi Covid 19 yang sudah lama ini, terus terang kitong sangat membutuhkan bantuan seperti ini.

Berkat bantuan dari bapak-bapak tentara dong maka kebutuhan jadi bisa sedikit tertangani dan terpenuhi,” ungkap Yohanes.

“Semoga kebaikan dan niat tulus para alumni Akmil 1997 Kodam XVIII/Kasuari dan di seluruh Indonesia, mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa, serta diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam karir,” sambungnya.

Selain Kapendam XVIII Kasuari, tiga orang abituren Akmil 1997 lainnya yang turut dalam kegiatan pembagian paket Sembako tersebut, yaitu Dandenmadam Kolonel Inf Andy Parulian, S.I.P., Kapaldam Kolonel Cpl Heri Purwanto, S.I.P., dan Irutben Itdam XVIII Kasuari Kolonel Arh Wahyu. (Ah.bub)

Abituren Akmil 1997 di Kodam XVII Kasuari Bagi Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

TH.Indonesia. Merauke - Virus Corona atau Covid-19 telah menjadi pandemi diseluruh penjuru dunia, khususnya di Indonesia. Tak terkecuali juga diwilayah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini.


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Yonif MR 411/PDW Kostrad secara rutin setiap harinya melaksanakan patroli keamanan di perbatasan negara.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Senin tgl (18/05/20).

Dansatgas mengungkapkan, personel Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad yang bertugas di Bumi Animha kabupaten Merauke tepatnya di Perbatasan RI-PNG sektor selatan terus memastikan keamanan diwilayah batas negara melalui patroli keamanan rutin di jalur-jalur tikus yang menghubungkan kedua negara tersebut.

Lanjutnya, kegiatan patroli keamanan yang rutin dilaksanakan ini merupakan implementasi dari penekanan yang telah disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto agar seluruh satuan jajaran TNI terus mendukung Pemerintah dalam penanganan Covid-19 dalam hal ini menjaga pintu masuk diperbatasan negara.

"Kita (Satgas) secara rutin setiap harinya selalu melaksanakan patroli keamanan di jalur-jalur tikus yang menghubungkan kedua negara, sebagai contoh yang dilaksanakan oleh Pos Bupul 13 yang dipimpin Wadanpos Sertu Alif Agus Sofan di Kampung Kirely, Distrik Ulilin, senin pagi," terangnya.

Selain melaksanakan patroli keamanan, berbagi kebahagiaan seperti sembako berupa beras dan kebutuhan lainnya dalam rangka meringankan beban masyarakat diperbatasan akibat dampak Covid-19 juga secara ritun dilaksanakan oleh pos-pos jajaran Satgas Pamtas diwilayah binaan.

Tak hanya berbagi sembako, sambung Dansatgas, pelayanan pengobatan keliling door to door juga menjadi konsentrasi dari Tim Kesehatan Satgas untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.

"Satgas terus mencermati perkembangan lingkungan strategis serta menyiapkan antisipasinya, di antaranya mewaspadai aksi-aksi pelintas batas ilegal maupun penyelundupan antar negara memanfaatkan situasi saat ini," ujarnya.

Ditempat terpisah, Wadansatgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang mengatakan, menjelang akhir purna tugas dengan adanya pandemi Covid-19 ini, seluruh jajaran Pos Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad terus menggiatkan patroli keamanan di jalur-jalur tikus yang menghubungkan kedua negara.

"Sampai dengan saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran pelintas batas maupun penyelundupan barang-barang ilegal melalui jalur-jalur tikus, namun kami (Satgas) akan terus mengiatkan keamanan di sepanjang perbatasan RI-PNG sektor selatan guna mencegah hal-hal yang merugikan negara ditengah pandemi covid-19 ini," tuturnya. (Amin)

Jaga Perbatasan Ditengah Covid-19, Satgas Yonif 411 Kostrad Giatkan Patroli di Batas Negara

TH.Indonesia. Pati - Pemerintah Kabupaten Pati menyalurkan ribuan bingkisan Hari Raya Idul Fitri pada anak yatim piatu, tenaga kebersihan, juru parkir, dan tukang becak.


Paket lebaran yang diberikan berupa bahan kebutuhan pokok.

Bingkisan lebaran secara simbolis diserahkan oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono dan perwakilan Komisi D DPRD kabupaten Pati pada sejumlah perwakilan penerima di Pendopo kabupaten Pati, Senin siang (18/05/20).

Sementara itu Bupati Pati Haryanto menuturkan, belum lama ini para tukang becak, juru parkir, dan tenaga kebersihan sudah pernah mendapat bantuan sembako, kaitannya dengan dampak pandemi Covid-19.

"Adapun penyaluran bingkisan lebaran ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Dulu sempat diberikan dalam bentuk bingkisan dan uang saku.

Namun, kali ini kita serahkan dalam bentuk bahan pokok, karena aturannya tidak boleh dalam bentuk uang, " terangnya.

Dalam penyaluran hari ini, baru beberapa perwakilan yang diundang, nantinya, penerima lainnya akan mendapat bingkisan di instansi yang menaungi masing-masing.

Seperti tukang parkir dan tukang becak di Dinas Perhubungan, penyapu jalan di Dinas Pekerjaann Umum, dan seterusnya.

"Berapapun nilai bantuan yang diberikan, itu merupakan bentuk kepedulian dari Pemkab Pati," ujar Bupati.

Haryanto pun menegaskan, selama ini pihaknya senantiasa berupaya sebaik mungkin agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan tepat manfaat.

Beberapa waktu belakangan ini pun, dirinya telah meminta bantuan Gerakan Pramuka Peduli Kwarcab Pati untuk menyisir laporan-laporan yang beredar di media sosial berkaitan dengan bantuan yang tidak tepat sasaran.

"Jadi, seandainya ada informasi mengenai warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial, relawan pramuka segera mengunjungi warga dimaksud untuk melakukan verifikasi.

Jika didapati memang layak, tentu bantuan akan diberikan," tutur Bupati.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) kabupaten Pati Subawi, dalam laporannya menyampaikan rincian bantuan masing-masing kategori penerima.

Dalam kategori anak yatim/piatu/yatim-piatu, terdapat 3.775 paket yang disalurkan. Paket tersebut berisi gula pasir, sirup, dan kue kering.

"Bantuan bagi tenaga kebersihan ada 425 paket, terdiri atas beras non organik medium, minyak goreng dua liter, dan gula pasir, " terangnya.

Subawi menambahkan, dalam kategori tukang parkir dan tukang becak, secara berurutan jumlahnya 500 dan 300 paket.

Kedua kategori penerima ini mendapat bantuan berupa beras non organik medium, minyak goreng dua liter, gula pasir, dan teh celup.

"Total anggaran dalam penyaluran bantuan ini ialah Rp 951,2 juta," tutupnya. (Effendi)

Bupati Haryanto : Pembagian Bantuan Harus Tepat Sasaran, Tepat Manfaat

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati, kembali menerima bantuan untuk penanganan pandemi virus corona, Senin tgl (18/05/20).


Bertempat di Pendopo kabupaten Pati, Haryanto menerima sejumlah perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dari Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Eks PNPM Mandiri Perdesaan.

"Mewakili Gugus Tugas, saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya. Bantuan berupa APD yang meliputi baju hazmat, masker, dan sarung tangan medis ini akan kami salurkan ke dinas kesehatan maupun rumah sakit yang selama ini langsung menangani pasien," ujar Haryanto.

Ia menuturkan, bantuan berupa APD memang dibutuhkan oleh tenaga medis. Pihaknya pun selama ini selalu bersegera menyalurkan bantuan APD yang terhimpun pada para tenaga kesehatan.

"Pak Wakil Bupati juga beberapa waktu lalu keliling ke puskesmas-puskesmas, menyerahkan masker dan perlengkapan APD", tutur Bupati.

Haryanto berharap, pandemi corona di Indonesia, khususnya di Pati, bisa segera tuntas, sehingga, masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.

Selain itu Bupati juga mengingatkan, sekalipun saat ini status Pati ialah nol kasus positif corona, ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama karena pemudik terus berdatangan.

"Kita mesti tetap waspada karena kita sulit mengendalikan masyarakat yang mudik.
Kemarin yang Tambakromo dan Sukolilo (pemudik dari Sumatra) ada empat bus, jumlahnya (penumpangnya) 61, semua sudah kami rapid test, hasilnya negatif.

Tapi harus diberi pemahaman tidak boleh ke mana-mana. Mesti isolasi mandiri di rumah" tandasnya.

Sementara itu, Mohammad Su’udi, perwakilan Asosiasi UPK DAPM mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan sumbangsih dari 17 kecamatan yang mengelola UPK.

"Meski kecil, semoga bantuan ini bermanfaat," tutupnya. ($.ucipto)

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Terima Bantuan dari Asosiasi UPK DAPM Eks PNPM Mandiri Perdesaan

TH.Indonesia. Pati - Setelah menjalani karantina, hasil swab yang kedua dari para tenaga medis di RSUD Kayen, diumumkan hari ini, Senin tgl (11/05/20).


"Dua kali swab 10 tenaga medis, semuanya menunjukkan hasil negatif. Sementara satu orang lagi masih menunggu hasil swabnya keluar", terang Bupati Pati Haryanto, hari ini, di Pendopo kabupaten Pati saat menghadiri penyerahan simbolis sembako yang akan dipergunakan untuk pasar murah di kecamatan Winong.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa sebelumnya mereka telah menjalani karantina di berbagai tempat.

"Ya karena statusnya Orang Tanpa Gejala (OTG), jadi sejak awal mereka sehat tapi wajib karantina.

Maka kemudian ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah, ada pula yang dikarantina di Hotel Safin", terang Haryanto.

Karantina tersebut diwajibkan setelah mereka mengikuti rapid test di RSUD Kayen dengan hasil rapid test positif.

"Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati memang telah menetapkan standar aturan yang mewajibkan para tenaga medis di berbagai rumah sakit di Pati untuk rutin mengikuti rapid test", terang Haryanto.

Hal ini, lanjutnya, dalam rangka menjaga diri dan menjaga pasien dari penyebaran Covid-19.

Karena itu, Bupati, berharap keluarga, saudara maupun tetangga para tenaga medis ini untuk memahami prosedur itu sehingga terus memberikan dukungan kepada mereka.

"Jangan malah ditolak ketika mereka hendak melakukan isolasi mandiri di rumahnya sendiri", tegas Bupati.

Menurut Haryanto, berhati-hati itu wajib di tengah pandemi namun jangan sampai berlebihan.

"Kita harus terus mengedukasi diri dengan meningkatkan literasi. Jangan sampai mudah terprovokasi. 

Galilah informasi sebanyak-banyaknya terkait cara penularan Corona, jangan asal katanya atau ikut-ikutan tetangga", pungkasnya. (Amin)

Setelah Jalani Karantina, Hasil Swab Tenaga Medis RSUD Kayen Diumumkan Hari Ini

TH.Indonesia. Pati - Pramuka Peduli mendistribusikan bantuan yang telah dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 kabupaten Pati kepada warga disabilitas dan warga terdampak yang dirumahkan atau di PHK, Senin tgl (11/05/20).


Bantuan didistribusikan sejak Jumat 8 Mei 2020, ke seluruh warga disabilitas dan terdampak PHK atau dirumahkan yang terdata di Dinas Sosial kabupaten Pati.

Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus tugas mengapresiasi keikutsertaan Pramuka Peduli yang mendistribusikan hingga ke pelosok desa.

"Ini merupakan kerjasama yang baik, dari Pramuka Peduli untuk ikut membantu penanganan Covid- 19 di kabupaten Pati," ujar Bupati.

Bupati menjelaskan bahwa penerima bantuan ini bukan yang masuk ke dalam bantuan PKH, BNPT, BLT dan seterusnya.
Hal ini dilakukan agar bantuan yang diterima tidak tumpang tindih.

Pihaknya menyebut telah menurunkan data ke pemerintah desa yang selanjutnya untuk dapat diverifikasi.

"Untuk bantuan dari pusat hingga desa, kita tinggal nunggu data yang fix, langsung kita salurkan sesuai mekanisme ketentuan yang ada," terang Bupati.

Menurut Ketua Kwarcab Pati Sugiyono sampai hari ini (11/05) Pramuka Peduli telah selesai mendistribusikan bantuan bagi warga yang terkena PHK dan difabel.

Sementara itu, untuk warga yang tidak termasuk dalam Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDT), Pramuka telah menelusuri dan langsung mendistribusikan ke 13 wilayah yang ada di desa Purwosari kecamatan Tlogowungu.

Selain itu menanggapi keluhan masyarakat yang tidak mendapat bantuan pemerintah dalam program BPNT, BLT, PKH dan lainnya, Sugiyono mengatakan tim Pramuka Peduli juga mengirimkan bantuan pada warga seperti yang ada di Bulumanis Margoyoso, desa Tendas Tayu tayu, juga di desa Gajahmati Pati.

"Sudah ada 420 paket bantuan yang Pramuka Peduli kirimkan, pendistribusian ini akan terus dilakukan sesuai arahan dari ketua Gugus Tugas," ujar Sugiyono. (Ah.bub)

Pramuka Peduli Distribusikan Bantuan Untuk Warga Disabilitas dan Terdampak PHK

TH.Indonesia. Barito Selatan - Dalam rangka mencegah dan memutuskan mata rantai Covid 19, Babinsa Koramil 1012- 09 Jenamas, Kodim 1012 Buntok, Sertu Rakhmadani dan Pratu Yoga Eka pada hari Sabtu kemarin dampingi petugas Kesehatan dari Puskesmas Jenamas melakukan pemeriksaan serta rapid test terhadap warga desa Tampulang, kecamatan Jenamas, kabupaten Barito Selatan. 


Rapid test dilakukan kepada warga desa Tampulang yang kembali dari perantauan.
Pemeriksaan rapid test dilakukan oleh Petugas Puskesmas Jenamas didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dishub dan Kepala desa Tampulang.

Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai protokol kesehatan, Minggu tgl (10/05/20).

Sertu Rakhmadani mengatakan, rapid test yang dilaksanakan ini untuk meyakinkan bahwa warga binaanya tersebut benar-benar negatif dari virus Corona.

"Alhamdulilah dari pemeriksaan Rapid test tidak terdapat indikasi terinfeksi dari Virus Corona," paparnya.

Pjs. Danramil 1012-09/Jenamas, Pelda Mardiono mengatakan, hasil laporan dari Babinsa desa Tampulang Sertu Rakhmadani bahwa satu orang warga desa Tampulang direkomendasikan pihak Puskesmas Jenamas untuk menjalani isolasi mandiri dirumahnya. 

Karena warga tersebut memiliki riwayat melakukan perjalanan dari perantauan.

Pelda Mardiono mengimbau kepada seluruh warga desa Tampulang agar dengan sesegera mungkin melaporkan jika ada warga yang baru kembali dari perantauan. 

"Sehingga sedini mungkin dapat dilakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatannya. 

Hal ini adalah merupakan langkah dan antisipasi kita terhadap penyebaran virus corona diwilayah kita," imbaunya.

Sedangkan Dandim 1012/Buntok Letkol Inf Tuwadi, S.E.M.I.Pol., menanggapi positif dengan kegiatan yang dilakukan personelnya, menurutnya kegiatan ini sangat membantu dan berguna bagi anggota yang tergabung Satgas penanggulangan Covid-19 di Barito Selatan.

"Sehingga tidak terjadi kesalahan dan hal yang tidak diinginkan dalam penanganan pasien Covid-19 dimana yang bertugas juga terlindungi dari virus Covid-19," tutupnya. (Effendi)

Peduli Warganya, Babinsa Koramil Jenamas Dampingi Petugas Kesehatan Lakukan Rapid Test

TH.Indonesia. Pati - Guna mencegah adanya potongan bantuan Covid-19 oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab, Bupati Pati Haryanto berencana untuk mentransfer bantuan tersebut, langsung ke rekening penerima, Jum'at tgl (08/05/20).


Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di DPRD Kabupaten Pati, beberapa waktu yang lalu.

Dalam Rakor yang juga diikuti oleh Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan Sekda Suharyono itu, Bupati juga menyatakan bahwa yang akan diterima warga pada bulan Mei ini ialah bantuan untuk Bulan April dan Mei sekaligus.

"Dua bulan sekaligus kita transfer langsung ke rekening biar tak ada anggapan terjadi pemotongan", lanjutnya.

Diakui Haryanto, beberapa waktu yang lalu sempat muncul berita bahwa Bupati dan pejabat di bawahnya melakukan manipulasi terhadap bantuan Covid-19.

"Seolah ada skenario dari kami terkait penerimaan bantuan.

Padahal faktanya waktu itu Pemkab kirim usulan bantuan ke provinsi sebanyak 35 ribu penerima bantuan, kemudian disetujui 4 ribu, kemudian diseleksi lagi oleh Pemprov menjadi hanya tinggal dua ribu penerima", jelasnya.

Kemudian terkait bantuan-bantuan dari donatur Haryanto mengaku telah menyiapkan para pejabat beserta stafnya untuk mengawal bantuan donatur itu hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

"Tujuannya ya agar bisa tepat sasaran", pungkasnya
(Amin)

Pastikan Tak Ada Potongan, Bantuan Covid-19 Bakal Langsung Ditransfer ke Rekening Penerima

TH.Indonesia. Pati - Pemahaman masyarakat soal rapid test Covid-19 atau tes dengan sampel darah untuk mengetahui virus dalam tubuh, tampaknya harus diluruskan, jumat tgl (08/05/20).


Sebab, masih banyak masyarakat yang telanjur memberikan stigma negatif terhadap hasil rapid test, terlebih, bagi mereka yang hasil rapid test-nya positif.

Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati saat diwawancarai Tim Liputan Prokompim Setda Pati, melalui telepon selulernya hari ini.

Jika masyarakat tidak diberikan edukasi, Pemkab khawatir akan ada gelombang penolakan dari warga jika ada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang hasil rapid test-nya positif dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Menghindari kontak dengan yang rapid testnya positif memang wajib hukumnya tapi jangan sampai ada penolakan karantina mandiri manakala hal itu terjadi.

Seperti para tenaga medis kan rutin kami rapid, nah saat misalnya nanti ada yang rapid testnya positif tapi tanpa gejala, berarti kan bisa isolasi mandiri", terang Haryanto.

Mereka yang hasil rapid test-nya positif, menurut Bupati, belum tentu reaktif atau positif Covid-19.

"Bisa jadi itu karena virus yang lain", jelasnya. Bupati mengaku sangat prihatin dengan masih adanya masyarakat di daerah lain yang memberikan stigma negatif terhadap hasil rapid test.

"Jangan sampai ini juga terjadi di Pati", tegasnya.

Seharusnya, kata dia, masyarakat memberikan dukungan semangat
terhadap mereka yang hasil rapid test-nya positif untuk dirawat di rumah sakit maupun untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Kalau penolakannya karena faktor ketakutan itu jelas tidak benar, karena hasil rapid test positif belum tentu itu positif Covid-19.

Makanya, kita sarankan untuk melakukan isolasi mandiri dirumah. Bukan malah ditolak. Ini pemahaman salah," jelasnya.

Semestinya, lanjut dia, keluarga maupun tetangga memberikan dukungan secara moril maupun materil terhadap mereka yang hendak melakukan isolasi mandiri.

Dengan begitu, mereka memiliki semangat untuk melakukan isolasi secara mandiri.

"Rapid tes ini tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosis, rapid tes tersebut bertujuan untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh.

Sementara itu, antibodi dalam tubuh baru terbentuk 6 sampai 7 hari", imbuhnya.
Jadi, jika infeksi Covid-19 pada tubuh seseorang belum 6 atau 7 hari, maka hasilnya akan negatif dan perlu diulang.

Selanjutnya jika hasilnya negatif dan tanpa keluhan, orang tersebut tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Sebaliknya, imbuh Bupati, jika hasil tesnya negatif namun kemudian mengalami gejala, maka ia akan disarankan untuk mengakses pelayanan kesehatan dan mendapatkan perlakukan sesuai kondisi.  

"Nah jika hasil rapid tes Covid-19 positif maka ini adalah petunjuk awal. Ini menuntun petugas untuk melakukan pemeriksaan metode swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) dan menjadi dasar menegakan diagnosis atau konfirmasi kasus COVID-19", jelasnya.

Diagnosis, lanjutnya, hanya bisa ditegakkan dengan menggunakan metode  PCR.  "Kita perlu mengirim spesimen ke lab yang ditunjuk.

Dengan demikian terbitnya hasil rapid tes positif tidak mengubah serta merta status seseorang dari OTG  menjadi konfirm positif Covid-19", jelasnya.

Jadi, imbuh Haryanto, rapid tes mendeteksi anti bodi. "Beda dengan swab. Kalau swab test yang dideteksi adalah virusnya", terang Haryanto.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa metode rapid tes dikombinasikan dengan PCR dilakukan dalam rangka kewaspadaan dini sebagai petunjuk penatalaksanaan selanjutnya. 

"Seperti halnya kasus warga Kebonsawahan Juwana yang rumahnya dekat Pasar Juwana itu kemarin kan hasil rapid test-nya positif, lalu dirawat di RSUD Soetrasno Rembang.

Namun setelah beberapa lama dirawat di sana, hasil swab test-nya keluar ternyata negatif Covid-19", jelasnya.

"Jadi ternyata yang Kebonsawahan itu bukan karena Corona, tapi yang bersangkutan mengidap penyakit anemia kronis.

Tapi alhamdulillah karena kini sudah pulih dan swab test-nya negatif, yang bersangkutan diperbolehkan pulang", jelas Bupati.

Saat diwawancarai Tim Liputan Prokompim Setda, Haryanto juga menyempatkan untuk menyampaikan perkembangan terkini data Covid-19.

"Data per 7 Mei pukul 19.00 WIB, menunjukkan bahwa tak ada banyak perubahan dibanding tadi pagi. PDP-nya saja yang berubah, sore ini PDP yang dirawat di rumah sakit ada 5 orang", terang Bupati.

Data lainnya masih sama yakni, PDP yang positif dan dirawat ada 3 orang. "Lalu OTG yang isolasi mandiri ada 21", ujarnya.

Sementara itu lanjut Bupati, untuk ODP yang masih dalam masa inkubasi ada 85 orang.

"Adapun data potensi pemudik yang masuk ke kami sebanyak 20.091 orang", pungkasnya. (Ah.bub)

Bupati Haryanto : Rapid Test Positif, Belum Tentu Positif Covid-19

TH.Indonesia. Pati - Dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sempat dirawat lantaran positif Corona, hari ini dinyatakan sembuh, Kamis tgl (07/05/20).


"Yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang itu satu pasien di RSUD Wongsonegoro Ketileng Semarang dan satunya lagi yang dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus", ujar Bupati Pati Haryanto selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati dalam keterangan tertulisnya kepada media.

"Meski hasil swabnya kini sudah dinyatakan negatif, keduanya tetap disarankan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing, setelah sebelumnya mereka dirawat dan diisolasi di rumah sakit.

Karantina rumah tersebut bukan untuk mencegah penularan tapi dalam rangka pemulihan fisik masing-masing biar imunnya semakin kuat dan susah tertular lagi dari yang lain", jelas Bupati.

Sehingga, lanjut Bupati, sejak awal pandemi hingga hari ini, di Kabupaten Pati sudah ada 4 orang yang berhasil sembuh dari Covid-19.

Dua orang yang sembuh lebih awal yakni dokter Widi dan pasien asal Kudukeras Juwana.

Lebih lanjut Bupati juga memaparkan bahwa hingga 7 Mei pukul 11.00 WIB, PDP yang dirawat di rumah sakit dan masih menunggu lab, ada sejumlah 9 orang.

Kemudian ODP yang masih dalam masa inkubasi sebanyak 85 orang, dan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 21 orang.

Adapun jumlah warga yang dilaporkan akan pulang kampung sebanyak 20.091.

"Dan dari sejak awal pandemi hingga hari ini jumlah PDP baik yang positif maupun negatif Covid-19, yang meninggal sebanyak 6 orang", pungkasnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Dua PDP Positif Corona Pati Dinyatakan Sembuh

TH.Indonesia. Pati - Dalam upaya mendukung Pemerintah untuk memutus dan mencegah penularan Covid-19 ( Corona Virus ) di masyarakat, Group Media Sosial Jenis Facebook yang bernama Wong Pati Kidul di bawah naungan Yayasan Wong Pati Kidul sesuai dengan Akta Notaris Nomor 2, Tanggal 20 Juni 2018, Menkumham Nomor AHU - 0008258.AH. 01.04.Tahun 2018, dalam hal ini ikut tergerak dan turun kejalan dengan menggandeng beberapa lintas komunitas media cetak dan online serta beberapa kelompok organisasi masyarakat lainnya pada hari ini sore sekitar pukul 16.00 - 18.00 WIB di seputar pertigaan pasar Kayen atau lebih tepatnya berada di depan Mapolsek Kayen, Rabu tgl (06/05/20).


Hadir dalam kegiatan bakti sosial tersebut  di antaranya adalah, semua Pengurus dan Admin Grup Medsos Wong Pati Kidul, Pengurus Yayasan Wong Pati Kidul, Para Relawan dan Member WPK, anggota Polsek Kayen, Direktur PT. Media Karya Group beserta Media Online yang berada di bawah naunganya, Ketua Sekber IPJT (Insan Pers Jawa Tengah) beserta jajaran, seta beberapa unsur lembaga, Ormas dan Tokoh Masyarakat yang berada di kawasan Pati Kidul (Pati Selatan).

Pada kesempatan tersebut, Pengurus Group Media Sosial Jenis Facebook Wong Pati Kidul usai menggelar kegiatan tersebut, kepada awak media dirinya mengatakan bahwa , di tengah pandemi Covid-19 ini, kami semua menyatakan mendukung sepenuhnya atas upaya pemerintah dalam memutus dan mencegah penularan Covid-19 (Corona Virus) khususunya yang berada di wilayah kabupaten Pati, dan seluruh Indonesia pada umumnya ;

"Alhamdulillah di bulan yang penuh berkah ini, yaitu dibulan suci Ramadhan kami (admin WPK) masih bisa berbagi dengan sesama, yaitu dengan membagikan sekitar 2000 Masker dan 1000 takjil kepada masyarakat yang melintas di seputar Jalan Pati-Purwodadi atau lebih tepatnya berada di pertigaan depan Mapolsek Kayen ", tutur Tugiyono mewakili para admin dalam kegiatan bakti sosial sore itu.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Pati Kidul yang turut serta mendukung kegiatan dan memberikan suport para Admin sore itu, dirinya mengatakan bahwa ;

" Saya sangat mendukung kegiatan positif ini, meskipun tidak seberapa jumlahnya namun setidaknya dapat bermanfaat bagi orang banyak, apalagi di tengah pandemi Covid-19, tentunya masyarakat sangat membutuhkan masker, setidaknya bisa untuk ganti bagi yang sudah punya dirumah ketika dicuci dan bagi yang belum punya masker tentunya hal ini sangat bermanfaat ", kata Ali Badrudin salah satu tokoh masyarakat Pati Kidul.

Lebih lanjut Ali Badrudin juga mengatakan bahwa, Pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir bila di mulai dari kesadaran masyarakat, yaitu dengan saling menjaga kebersihan dilingkungan sekitar, rajin berolahraga untuk meningkatkan imun tubuh, serta menerapkan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan untuk tidak berekerumun dan jaga jarak (physical distancing) ;

" Rajin cuci tangan, serta wajib menggunakan masker jika keluar rumah, hindari kontak fisik (bersentuhan dengan orang lain), serta tetap jaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi diluar rumah," imbuhnya.

Senada dengan itu, ketua Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) DPC kabupaten Pati, Mr. Tugiyono yang turut dalam kegiatan bhakti sosial sore itu pihaknya juga menambahkan, mari bersama-sama untuk tidak saling menyalahkan pihak manapun, di tengah pandemi Covid-19 ini lebih baik kita saling mendukung dalam hal penanganan virus corona ini ;

"Kami juga berharap kepada masyarakat agar tetap dirumah saja, jangan keluar rumah jika tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak, serta wajib menggunakan masker jika keluar rumah," kata ketua IPJT Pati Mr. Tugiyono.

Bagi warga masyarakat, lanjutnya, " Yang masih berada di perantauan untuk menunda mudik tahun ini, hal itu untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19, hingga keadaan kembali pulih seperti sedia kala," tandasnya. (Amin)

Sinergitas WPK dan IPJT Kab. Pati, Bagikan 2000 Masker dan 1000 Takjil di Depan Mapolsek Kayen

TH.Indonesia. Pati - Menyikapi saran dewan terkait penunjukan juru bicara Covid-19 kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto hari ini memaparkan alasannya di hadapan para anggota DPRD kabupaten Pati, Selasa tgl (05/05/20).


"Sudah menjadi keputusan dan kesepakatan kami bahwa Jubirnya ada tiga yaitu Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda.
Dan itu tak menyalahi protap", jelasnya dalam Rapat Koordinasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di DPRD kabupaten Pati.

Dalam Rakor yang juga diikuti oleh Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan Sekda Suharyono itu, Bupati Haryanto menjelaskan bahwa Jubir dituntut untuk tidak hanya membaca teks atau narasi yang disiapkan tapi juga harus paham permasalahan teknis di lapangan.

"Karena itu yang biasanya jadi pertanyaan masyarakat dan juga media", ujarnya.
Jika jubirnya Bupati, Wabup, dan Sekda, Haryanto meyakini komunikasi yang terbangun akan lebih baik.

"Misalnya saja waktu kemarin ada PDP yang meninggal, hasil test-nya belum keluar, itu kan sebagian tetangga dan warga ada yang sempat menolak pemakaman.

Nah di sini lah kami bisa memanfaatkan kedekatan kami dengan Camat dan Kades setempat.

Saya minta untuk mengkomunikasikan ke warga bahkan juga saya juga yang minta dicarikan tukang gali kuburnya, sampai akhirnya jenazah dapat dimakamkan", imbuhnya.

Selain itu, lanjut Haryanto, pihaknya juga kerap meminta Kades dan Camat untuk melakukan negosiasi dan komunikasi ke keluarga pasien yang menolak dirapid tes.

"Selain itu kebanyakan keluhan dan masalah di akar rumput, seringnya langsung dilaporkan ke saya", imbuhnya.

Kemudian terkait susahnya akses ke Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Pati juga disanggah oleh Bupati.

"Semua saya layani. Wartawan saja, mau pagi, siang, sore, maupun malam kalau tanya tetap saya jawab.

Kalau kurang lengkap juga covid19 patikab.go.id bisa diakses kapanpun.

Jika bingung membacanya juga bisa langsung tanya ke saya", tutur Haryanto.

Meski demikian Bupati mengaku bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetaplah tak sempurna.

"Tapi yang jelas saya yakin penanganan yang kita lakukan tak kalah dari daerah lain. Kita sudah berusaha optimal untuk itu," pungkasnya. (Effendi)

Bupati Haryanto Tanggapi Usulan Penunjukan Jubir Covid-19

TH.Indonesia. Pati - Disaat matahari baru terbit dipagi hari, warga dihebohkan dengan asap yang membumbung tinggi dan terlihat api sudah berkobar melalap pabrik yang tengah baru produksi di pagi hari, Jumat tgl (01/05/20).


Jumat pagi dijalanan yang masih lengang, hanya hilir mudik truk tebu yang antri masuk daftar antrian penggilingan dikejutkan dengan suara percikan api pada pukul 06.25 WIB telah terjadi kebakaran hebat pada bagian boiler dan ampas giling milik PT. LPI PG Pakis baru desa Pakis kec. Tayu kabupaten Pati.

Kronologi kejadian sekitar pukul 06.25 WIB api yang keluar dari percikan bagian boiler menyambar ampas giling yang mudah terbakar dan membesar sehingga mengenai bagian konfiyer yang terbuat dari bahan karet yang mudah terbakar dan juga bagian atap yang terbuat dari bahan seng, sehingga api tidak mudah untuk dipadamkan oleh para karyawan.

Lautan api di dalam pabrik yang sudah melalap sebagian ruang produksi, berhasil dijinakkan oleh para pemadam kebakaran pada pukul 08.00 WIB.

Dikarenakan jarak tempuh yang cukup jauh dengan menggunakan 6 unit mobil pemadam kebakaran yang terdiri dari 3 unit mobil pemadam kebakaran Pemda kab. Pati 1 unit milik PT. LPI PG Pakis Baru serta 2 unit mobil Damkar milik PT. Garuda Food yang harus berjibaku untuk memadamkan api yang sudah menjalar dan menghanguskan sebagian ruang produksi tersebut.

Kerugian secara materiil yaitu bagian konfiyer yang terbuat dari karet rusak terbakar.

Akibat kejadian kebakaran ini operasional proses giling PT. LPI PG Pakis Baru terganggu, diperkirakan proses perbaikan menunggu hingga selama dua minggu kedepannya. (Effendi)

Pabrik Gula PT. PG Pakis Baru Dilalap Dijago Merah

TH.Indonesia. Penajam - Dampak dari penyebaran wabah Covid-19 sangat terasa bagi warga masyarakat di kabupaten Penajam Paser Utara, dan sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya, pemerintah Kabupaten melalui TIM GUGUS TUGAS COVID-19 bekerja sama dengan TNI-POLRI dirikan dapur umum.


Kegiatan dapur umum tersebut di mulai pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita  mulai dari membersihkan ikan, memotong sayur dan mencuci beras serta membuat bumbu yang melibatkan personil Kodim 0913/PPU dan Polres PPU bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 yang bertempat di Halaman Polsek Penajam KM 1 Kelurahan Penajam Kecamatan Penajam Kabupaten Penjam Paser Utara (PPU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis tgl (30/04/20).

Kapolres PPU AKBP M. Dharma Nugraha mengatakan, pihaknya turut prihatin karena wabah Covid-19 ini menyebabkan masyarakat kurang mampu terdampak secara ekonomi, sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Pendistribusian nasi bungkus untuk bagi warga kurang mampu ini merupakan wujud tanggungjawab social Polres PPU dan Kodim 0913/PPU kepada warga kurang mampu dan meringankan beban mereka karena terdampak Virus Corona,” jelas Kapolres.

Sementara itu di tempat terpisah Dandim 0913/PPU Letkol Mahmud mengatakan, Pendistribusian nasi bungkus kepada masyarakat Kabupaten PPU yang terdampak Pandemi Covid-19 tersebut, dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI-Polri terhadap masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.

“Saya berharap,pada saat pendistribusian nantinya jangan sampai salah sasaran, berikan kepada warga yang benar-benar kurang mampu dan dengan adanya bantuan ini, dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu ditengah menghadapi Pandemi Covid-19 khususnya di wilayah PPU dengan harapan dapat membantu mengatasi kesulitan ekonominya,” tegas Dandim 0913/PPU.

Pada kesempatan ini menu yang di masak oleh TNI-Polri dan Tim Gugus Tugas Covid-19 ialah, Nasi putih dengan sayur tumis kacang kecap manis dan lauk ikan goreng serta buah nanas sebagai pelengkap di tambah minuman gelas, dengan jumlah 250 bungkus dan nantinya akan di berikan kepada warga kurang mampu melalui pengantaran oleh petugas TNI dan Polri langsung ke rumah-rumah untuk berbuka puasa. (Effendi)

Keseruan Para Tentara dan Polisi Kab. PPU di Dapur Umum Saat Bulan Ramadhan