TH.Indonesia. Pati - Sekitar pukul 14.00 WIB tadi, satu demi satu pagar berupa galvalum yang menutupi alun - alun Pati mulai dibuka, Kamis tgl (28/11/19).

Sesaat setelah dibuka pagar pembatas dalam latihan gladi bersih.

Menurut Sekda Pati Suharyono, hal itu dilakukan lantaran Jumat pagi, alun - alun akan digunakan untuk Upacara Peringatan Hari Korps Pegawai Negeri (Korpri).

Setelah itu, pada Sabtu pagi akan ada acara seremonial pembukaan alun - alun yang ditandai dengan pemecahan rekor muri minum kopi organik sebanyak 15 ribu cup.

Namun, lanjut Sekda, meskipun pagarnya hari ini dibuka, masyarakat diimbau untuk menahan diri agar tidak menginjak area rumput terlebih dulu.

“Kami sudah koordinasi dengan Satpol untuk menjaga rumput alun - alun agar jangan diinjak-injak dulu karena pertumbuhannya belum sempurna. 

Karena itu, kami pelihara dulu sampai sempurna,” ucap Sekretaris Daerah kabupaten Pati.

Sekda menambahkan, alun - alun Pati yang telah rampung direnovasi ini juga akan dibuka untuk umum berbarengan dengan momentum HUT Korpri, Jumat besok.

“Acara seremonial pembukaan alun - alun yang tanggal 30 November, itu juga masih dalam rangka HUT Korpri, yang diikuti dengan pemecahan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia),” ujarnya.

Ia menyebut, pemecahan rekor Muri itu ialah kegiatan minum kopi organik yang dilakukan 15 ribu orang secara bersama - sama.

“Masing - masing peserta yang minum kopi tersebut juga akan membawa ekobrik (ecobrick) yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan pos jaga di TPA maupun di kecamatan Juwana Pati,” pungkasnya. (Amin)

Pagar Dibuka, Warga Bisa Saksikan Latihan Kolosal Peringatan Hari Korpri

Pati Raih Juara Dua Indeks Daya Saing Daerah Se - Jateng Kategori SDM

TH.Indonesia. Pati - Penyerahan sertifikat PTSL tahun 2019 terus dilakukan. Kali ini penyerahan berlangsung di Balai Desa Karangwotan, kecamatan Pucakwangi yang dihadiri Bupati Pati, Kepala BPN Pati, Camat Pucakwangi, dan Kepala Desa Karangwotan.

Warga sangat antusias menerima sertifikat.

Bupati Pati Haryanto menegaskan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019 harus tuntas dibagikan sebelum gelaran Pilkades serentak 21 Desember 2019 mendatang.

Menurutnya, hal ini demi menghindari adanya anggapan yang mengaitkan pembagian sertifikat dengan kepentingan politik tertentu.

"Nanti kalau tidak diserahkan sebelum pesta demokrasi (Pilkades) bisa jadi kembang lambe (buah bibir)," ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut, terdapat 917 sertifikat yang dibagikan pada masyarakat setempat.

Menurut Haryanto oleh pihak yang kurang bertanggung jawab, penyerahan sertifikat PTSL akan dikaitkan dengan kepentingan kades yang akan berlaga kembali dalam ajang pesta demokrasi enam tahunan.

"Pembagian ini tidak ada hubungannya dengan politik. Jangan dihubung-hubungkan. Memang ini tugasnya kepala desa untuk melayani warganya," tegas Bupati.

Sementara itu Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati Yoyok Hadi Mulyo Anwar juga menegaskan, program PTSL ini murni untuk membantu masyarakat.

Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan sertifikat yang merupakan bukti otentik kepemilikan tanah.

Ia mengimbau masyarakat agar menjaga sertifikat tanah dengan baik. Ia juga mempersilakan apabila ada di antara masyarakat yang hendak menggadaikannya untuk modal usaha.

"Kalau tidak disekolahkan, simpanlah baik-baik, sebab mengurus sertifikat hilang itu sulit dan berbiaya mahal," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Yoyok juga mengimbau masyarakat untuk mencermati kembali data-data dalam sertifikat.

"Kalau ada data kurang sesuai dalam sertifikat baik nama, tanggal lahir, atau lainnya, silakan kembalikan ke kantor BPN untuk direvisi," pungkas Yoyok. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Jangan Kaitkan PTSL Dengan Pilkades

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto memimpin Apel Siaga Bencana tahun 2019 di Alun-alun Juwana, Rabu siang, apel siaga bencana tahun 2019 ini merupakan suatu forum kegiatan antar lembaga pemerintah non pemerintah dan masyarakat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, rabu tgl (27/11/19).

Bencana alam menjadi tanggungjawab kita semua.

Bupati mengungkapkan kabupaten Pati memiliki indeks risiko bencana alam yang cukup tinggi terutama banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan, kebakaran dan abrasi pantai.

Melalui kegiatan ini, Bupati menjadikannya sebagai sarana untuk mengkoordinasikan dan meningkatkan kapasitas daerah sarana prasarana dan logistik termasuk sumber dana dari berbagai unsur agar mampu bersinergi dalam penanggulangan bencana.

"Diharapkan apel siaga bencana ini dapat menjadi manifestasi kesiapan pemerintah daerah, TNI, Polri maupun berbagai komponen masyarakat dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi bencana," ujar Bupati.

Bupati meminta seluruh elemen masyarakat menyadari bahwa bencana alam memang tidak dapat ditolak tetapi yang lebih penting adalah bagaimana upaya bersama untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana tersebut atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana.

Lebih lanjut Haryanto mengatakan deretan pihak - pihak terkait dapat memberikan berbagai informasi kepada warga khususnya masyarakat yang berada di daerah rawan bencana sehingga masyarakat akan memahami apa apa yang harus dilakukan apabila sewaktu - waktu terjadi bencana.

"Untuk itu perlu kita tegaskan bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah daerah, TNI, Polri, maupun instansi terkait semata namun kita semua harus menyadari bahwa penanggulangan bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama selaku masyarakat Kabupaten Pati," tandas Bupati. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Penanggulangan Bencana Jadi Tanggungjawab Bersama

TH.Indonesia. Grobogan - Kegiatan karya bakti mandiri (KBM) TNI tahap Xll kodim 0717 Purwodadi yang berada di desa mangin kec. Karangrayung resmi di tutup adanya KBM menjadi prioritas utama Pemkab dalam pembangunan untuk membangun Desa, Rabu tgl (27/11/19).

KBM menjadi alternatif pembangunan pemerataan di desa.

Kepala desa Mangin Suryanto menyampaikan bahwa kegiatan KBM ini adalah bentuk tanggung jawab kami selaku kepala desa agar desa Mangin tidak ketinggalan dengan desa desa lain dalam hal pembangunan dalam kegiatan KBM yang dilakukan adalah pembuatan jalan blok dengan volume 400m×2,5m×1,5cm
1 buah mushola, 1 buah poskamling
10 jambanisasi, serta dalam acara penutupan ini kita adakan cek kesehatan gratis pemberian beras pemberian KIA, serta pasar murah dari bhayangkari.

Untuk kegiatan KBM ini kita menggunakan sumber dana dari dana desa Tahun 2019, saya atas nama kepala desa mangin berterimakasih kepada Pemerintah daerah kabupaten Grobogan, pemerintah propinsi jawa tengah serta pemerintah pusat dan juga dari Kodim 0717 Purwodadi.

Selain itu dalam sambutannya  Dandim 0717 Letkol Inf Asman Mokoginta, merasa bangga dan senang terhadap warga desa mangin, serta dari berbagai kalangan juga Pemerintah Desa yang ikut membantu dan mendukung pelaksanaan KBM TNI dengan tidak mengenal lelah serta bahu membahu dengan anggota TNI kami berpesan agar warga masyarakat Mangin bisa merawat apa yang sudah sama sama kita kerjakan dalam kegiatan ini, selain itu Dandim juga berpesan pada generasi muda agar menjauhi pergaulan bebas serta menjauhi apa yang namanya narkoba acara hari ini dari warga juga sangat antusias mengikuti acara tersebut hadir pula FKPD kabupaten Grobogan serta jajaran muspika kecamatan Karangrayung.

Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni SH. MM dalam sambutannya yang di wakilkan asisten dua Ahmad widodo menyampaikan bahwa pembangunan adalah tugas bersama yaitu antara pemerintah dan masyarakat pengerahan sumber daya pembangunan lebih efektif dan efesien percepatan pembangunan pedesaan akan lebih mudah dilakukan jika ada komitmen yang kuat untuk mengambil peran secara proposional dan profesional agar tercapainya kesejahtraan masyarakat lahir dan batin.

Masih dalam sambutan Bupati Grobogan usaha percepatan pembangunan pedesaan menjadi komitmen Pemerintah kabupaten Grobogan bersama kodim 0717 Purwodadi yang sudah masuk dalam undang undang nomer 34 Tahun 2004 Tentang TNI. (Heru gunawan /suwarno)

Letkol Inf Asaman Mokoginta : KBM Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Perekonomian Masyarakat

TH.Indonesia. Korsel - ASEAN dan Korea memiliki dasar yang kuat untuk dapat digunakan dalam memajukan kerja sama konektivitas, antara lain melalui ASEAN Outlook on Indo - Pacific dan kebijakan baru Korea Selatan “New Southern Policy”.

Sinergi ASEAN Outlook - New Southern Policy Korea terus diperkuat.

Untuk itu sinergi antara ASEAN Outlook dan kebijakan New Southern Policy Korea harus diperkuat.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit yang dilaksanakan di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO) pada Selasa, 26 November 2019.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa konektivitas seperti infrastruktur disebut sebagai hard-connectivity.

Di bidang hard-connectivity ini Indonesia mengundang Korea Selatan untuk berpatisipasi dalam “Indo-Pacific Connectivity and Infrastructure Forum” di Jakarta tahun 2020.

“Saya yakin hasil dari Indo-Pacific Connectivity and Infrastructure Forum ini akan memperkuat kemitraan kita di bidang hard connectivity,” kata Presiden Jokowi.

Selain hard - connectivity, Presiden Jokowi mengingatkan ada satu hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan, yaitu soft connectivity, terutama yang terkait dengan konektivitas antar manusia.

Berbicara mengenai kerja sama soft connectivity, Presiden menyebutkan ada tiga hal yang harus diperkuat, yakni hubungan antar masyarakat itu sendiri, hubungan antar pelajar atau mahasiswa, dan kolaborasi para pengusaha.

“Mari kita terus bekerja sama baik di bidang hard connectivity maupun soft connectivity,” ucap Presiden Jokowi. (ROI)

Presiden Joko Widodo Dorong Kerjasama Hard dan Soft Connectivity ASEAN - KOREA

TH.Indonesia. Dumai - Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI M.S Fadhilah berangkatkan Satgas Yonif 133 Yudha Sakti dalam rangka satgas pengamanan perbatasan (Pamtas) RI - Malaysia di wilayah kalimantan barat tahun 2019 bertempat di pelabuhan Pelindo I Dumai pada senin pagi tgl (25/11/19).

Mayjend TNI M.S Fadhilah menyerahkan bendera  kebesaran Yonif 133 Yudha Sakti.

Dalam amanatnya Pangdam I/BB menyampaikan penugasan ke daerah operasi, apapun bentuknya, bagi setiap prajurit merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan, dan hal ini menjadi suatu bukti nyata, bahwa TNI sebagai komponen inti pertahanan senantiasa bertanggung jawab sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia, wajar bila hari ini kalian menampakkan wajah penuh optimis menyongsong tugas ini, sebagai Bhayangkari negara kebanggaan Kodam I Bukit Barisan,” ungkap Pangdam.

Untuk itu, Mayjen TNI M.S Fadhilah berharap Satgas Pamtas Yonif 133/YS mampu menunjukkan prestasi yang gemilang disertai penampilan sikap dan perilaku yang positif, sehingga kehadiran kalian akan diterima dan mendapat pengakuan dimanapun kalian berada dan bertugas mengawal, menjaga dan mengamankan keutuhan NKRI.

Pembekalan yang telah diperoleh melalui latihan pratugas tentunya akan menjadi modal dasar dalam pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga diharapkan kehadiran kalian di daerah penugasan dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan kondisi yang kondusif di wilayah perbatasan RI - Malaysia, penciptaan kondisi keamanan tersebut sangat diperlukan, sehingga segala permasalahan yang berpotensi menjadi konflik dapat dihindari sedini mungkin.

Selanjutnya, dalam melaksanakan tugas sebagai satuan pengamanan daerah perbatasan, kalian harus mampu melaksanakan deteksi dini dan cegah dini terhadap kemungkinan timbulnya gangguan keamanan di daerah tanggung jawabmu, sekaligus mampu mengatasi gangguan serta memberikan bantuan secara cepat dan benar.

untuk itu, laksanakan tugas pengamanan ini dengan memadukan operasi teritorial dan operasi intelijen serta operasi tempur secara serasi, sesuai kemampuan yang kalian miliki serta perkembangan situasi di lapangan. 

Semangat dalam tugas bersatu dalam menjaga NKRI.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut Pangdam I/BB, Danrem 031/WB, Danrem 032 WBR, Para Asisten Kasdam I/BB, Kapendam I/BB, Para PJU Korem 031/WB, Dandim 0321 Rohil, Dandim 0320 Dumai, Walikota Dumai diwakili Asisten II Bid. Perekonomian, ketua DPRD Kota Dumai, Kapolres Dumai, ketua Pengadilan Agama, GM PT Pelindo I Dumai, GM PT. Pertamina RU II Dumai, GM PT. Wilmar Group. (ROI)

Pangdam I Bukit Barisan Berangkatkan Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif 133 Yudha Sakti ke Kalbar

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di Lapangan Alugoro dilaksanakan upacara dalam rangka Hari Guru Nasional dan HUT ke - 74 PGRI. 

HUT Hari Guru Nasional menjadi refleksi jatidiri Bangsa.

Upacara ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, Kepala OPD serta para pendidik dan pelajar dari berbagai sekolah di kabupaten Pati, Senin tgl (25/11/19).

Bertindak sebagai inspektur dalam upacara tersebut, Bupati Pati Haryanto membacakan amanat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang viral di berbagai media sosial.

Dalam pidato oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan bahwa guru di Indonesia memiliki tugas mulia sekaligus yang tersulit.

Yaitu, para guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberikan aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Di akhir amanat, ada poin - poin penting yang harapannya dapat diterapkan oleh para guru yaitu, ajaklah kelas untuk berdiskusi jangan mendengar, berikan kesempatan pada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri serta tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apapun perubahan kecil itu apabila jika setiap guru melakukannya secara serentak, kepala besar bernama Indonesia pasti akan bergerak.

Usai upacara, Bupati menyebutkan kunci utama keberhasilan pendidikan bukan pada kurikulum.

Melainkan semangat mendidik serta kemauan dan kemampuan berinovasi dari para guru.

"Para guru jangan merasa terbebani apabila terjadi perubahan kurikulum," ucapnya.

Ia mengajak semua pemangku pendidikan agar tetap mengikuti apabila dari pusat ada perubahan kurikulum maupun regulasi lainnya di bidang pendidikan.

"Yang terpenting regulasi yang ada tidak menyusahkan para pendidik maupun para siswa," pungkas Bupati. (ROI)

Upacara Hari Guru Nasional, Bupati Haryanto Sebutkan Kunci Keberhasilan Dalam Pendidikan

TH.Indonesia. Korsel - Pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan besar di Indonesia.

Fokus pemerintah kedepan adalah sumber daya manusia, riset & inovasi.

Setelah berfokus pada pembangunan infrastruktur pada lima tahun ke belakang, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya.

Saat bertemu dengan para ilmuwan dan peneliti dari Indonesia yang berada di Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa pemerintah juga mulai menata soal riset dan inovasi.

Diharapkan, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.

"Kita tidak ingin pikiran kita itu semuanya kita kerjakan, dan enggak ada hasilnya semuanya.

Jadi pemerintah sekarang ini ingin bekerjanya fokus, gampang dikontrol, dicek, diawasi, sehingga tidak semuanya.
Memang ini kita baru menata untuk riset dan inovasi," kata Presiden Jokowi di Hotel Lotte, Busan, Senin tgl (25/11/19).

Selain itu, di ibu kota baru nantinya Presiden ingin agar dirancang sebuah cluster besar untuk riset dan inovasi, di samping cluster pemerintahan dan cluster pendidikan yang memuat universitas-universitas kelas dunia.

"Saya enggak tahu nanti perisetnya ada berapa puluh ribu, tapi saya ingin gede banget karena memang sudah kita siapkan lahan di ibu kota yang baru dan kita ingin kalau sudah masuk ke sana artinya memang harus dibelokkan.

Yang dulu anggarannya banyak ke infrastruktur akan mulai digeser masuk ke riset dan inovasi," jelasnya.

Berkaitan dengan riset dan inovasi, Presiden menjelaskan bahwa Indonesia mulai bertransformasi.

Dalam bidang energi misalnya, penggunaan B20 yang sebentar lagi menjadi B30 telah berhasil mengurangi impor bahan bakar.

Selain itu, Presiden juga ingin agar Indonesia tidak lagi mengekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah.

"Saya kira negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari yang dulunya diekspor barang mentah, menjadi barang - barang jadi atau setengah jadi. Itu strategi bisnis negara jadi ada added value, ada nilai tambah yang bermanfaat bagi rakyat. Dan kita harus optimis bahwa itu bisa kita kerjakan dengan baik," katanya.

Pertemuan dengan para peneliti dan ilmuwan muda ini, kata Kepala Negara, mendorong semangat untuk meyakini bahwa apa yang diprediksi sejumlah lembaga internasional akan terwujud, yakni Indonesia emas 2045.

Pada saat itu, Indonesia disebut akan menjadi empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD23.000 - 29.000 per tahun.

"Kalau sekarang UMK kita baru Rp 2-3 juta, nantinya sudah berada pada Rp 27 juta per bulan.

Lompatan yang sangat besar sekali dan itu akan terjadi kalau step-step besar, pekerjaan - pekerjaan besar di negara kita ini kita lalui dengan tahapan - tahapan yang benar, tanpa terganggu oleh misalnya turbulensi politik, jangan sampai.

Kalau stabilitas politik dan keamanan itu ada seperti ini terus, insyaallah hitung-hitungan itu tidak akan meleset," ujarnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi. (ROI)

Presiden Joko Widodo : Pemerintah Mulai Menata Soal Riset dan Inovasi

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto meyakini, tidak ada masalah dalam kehidupan umat beragama di Pati, masyarakat dengan berbagai aliran kepercayaan yang dianutnya dapat hidup damai berdampingan.

Pati sangat toleran dengan umat beragama, sebagai wujud keanekaragaman.

Hal ini, menurutnya, antara lain terbukti dengan keberadaan desa-desa berjuluk Desa Pancasila, Desa Kerukunan, dan Desa Toleransi di Kabupaten Pati.

Hal ini diungkapkan Haryanto ketika menghadiri Mujahadah Rubu'ussanah Sholawat Wahidiyah di Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (24/11/19).

Mujahadah ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebagai kepala daerah, lanjut Haryanto, dirinya juga senantiasa menaungi seluruh masyarakat, apa pun agama dan kepercayaan yang dianutnya.

"Satu contoh, saya tidak pernah melarang Pendopo Kabupaten Pati ditempati untuk kegiatan keagamaan, selagi tidak bersamaan dengan kegiatan lainnya, saya selalu mempersilakan. Sebab, saya sebagai orang tua harus menaungi kehidupan beragama di Pati secara keseluruhan," ungkapnya.

Setiap malam Jumat, lanjutnya, jika tidak kebetulan ada kegiatan lain, di Pendopo Kabupaten Pati juga selalu ada kegiatan Mujahadah Sholawat Wahidiyah. Haryanto mengatakan, ia mendukung kegiatan ini.
"Saya senang karena rutin, lagipula teman-teman tidak pernah membebani saya. Saya juga berterima kasih karena selalu ikut didoakan," ujar Haryanto.

Baginya, mujahadah yang rutin dilaksanakan tersebut bukan hanya untuk kepentingan pengamal Wahidiyah, melainkan juga demi mendoakan keselamatan bangsa dan seluruh masyarakat.

"Niat yang mulia, niat yang baik ini, patut kita uri - uri dan kita kembangkan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga mengatakan bahwa dirinya telah lama mengenal Romo KH Abdul Latif Madjid yang merupakan Pengasuh Perjuangan Wahidiyah.

"Kita doakan beliau selaku yang dituakan dan membesarkan Jamaah Wahidiyah di seluruh Indonesia. Kita doakan semoga beliau sehat, diberi kekuatan, diberi keberkahan, dan selalu dilindungi oleh Allah," ungkapnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Tidak Ada Masalah Dalam Kehidupan Beragama di Pati

Calon Jama'ah Haji 2020 Lebih Gasik Ikuti Manasik

TH.Indonesia. Jakarta - Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia mengatakan bahwa Anak Indonesia saat ini berada dalam lingkaran Darurat Narkoba.

Ketua Komnas Perlindungan Anak bersama Wakapolri Komjen Arie Dono.

Untuk  itu, menjadi penting semua elemen negara dan bangsa harus bersatu padu dan bersama-sama memberantas Narkoba dan psikotropika, dan memutus mata rantai darurat narkoba, karena dampak dan permasalahan Narkoba dan Psikotropika  tidak lagi mengenal batas negara dan telah menjadi masalah Internasional bahkan menjadi salah satu pemicu "triger" meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak, kondisi ini disampaikan Arist Merdeka Sirait kepada sejumlah media guna merespon merajalelanya peredaran narkoba dan psikotropika yang menjadikan salah satu triger meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia.

Lebih lanjut Arist Merdeka Sirait putra Siantar (siantarmen-red) dalam keterangan pers yang disampaikan di kantornya di bilangan Pasar Rebo Jakarta Timur Rabu tanggal 20 November 2019 menyataan bahwa penyalahgunaan narkoba dewasa ini telah mengemuka dan merupakan masalah sosial yang kompleks dengan melibatkan dan memanfaatkan anak-anak baik anak sebagai kurir, pendistribusi dan  pengedar serta dipaksa menjadi pemakai juga rusaknya berbagai aspek kehidupan yang luas seperti masalah ekonomi, pendidikan, dan perawatan kesehatan, agama dan politik.

Mengingat bahaya  narkoba  dan psikotropika dapat mengancam kelangsungan hidup generasi bangsa dengan merusak mental dan jiwa  anak-anak sebagai generasi penerus keluarga dan negara, maka masyarakat dunia berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya untuk melawan dan mencegah  peredaran serta penyalahgunaannya narkoba, namun sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan lanjut Arist Merdeka Sirait.

Dengan demikian lanjut Arist upaya pencegahan dan penanggulangannya memerlukan tindakan secara masif, terencana dengan baik serta berkelanjutan sebagai tanggung jawab bersama masyarakat (commond issue community).

"Perlu dibangun kesadaran masyarakat  bahwa pergerakan sindikat narkoba di Indonesia berkembang sangat pesat bermula dari Indonesia sebagai tempat transit lalu lintas narkoba internasional, kemudian berkembang menjadi lokasi atau destinasi perdagangan narkoba internasional bahkan ironidnya saat ini Indonesia telah menjadi tempat produksi Narkoba.

Oleh karena itu, tutur Arist Merdeka Sirait,   untuk menyelamatkan anak-anak menjadi korban bahaya narkoba, semua komponen bangsa tanpa batas perlu didorong untuk menyusun  langkah-langkah strategis, terukur, terintegrasi dan berkelanjutan dalam memutus mata rantai darurat narkoba di Indonesia dengan melibatkan peran serta masyarakat.

"Anak-anak kita sebagai dambaan keluarga dan generasi penerus bangsa, wajib hukumnya kita jaga, kita selamatkan dan kita lindungi anak kita".

Dengan demikian KOMNAS Perlindunga Anak mengajak masyarakat untuk tidak menghambat serta halang-halangi Polisi dalam menjalankan tugasnya memberantas dan melawan peredaran narkoba".

Sebab fakta menunjukkan bahwa jutaan usia anak di Indonesia saat ini berada pada lingkaran darurat narkoba narkoba dan telah menjadi korban bahaya narkoba.

Tidak sedikit anak anak saat ini hidup dan bertumbuh ditengah-tengah kehidupan keluarga yang menjadi pengedar dan pemakai narkoba, akibatnya banyak anak terpapar dan menjadi Anak Dengan Naroba (ADN).

Tidaklah adil bagi anak,  jika anak justru dieksploitasi  dan dimanfaatkan serta menjadi korban peredaran narkoba, tambah Arist.

Oleh sebab itu Komnas Perlindungan Anak mengajak semua komponen bangsa dan tembus batas profesi, alim ulama,  tokoh  lintas agama, anggota dewan, organisasi kepemudaan, Mahasiswa, Jurnalis,  organisasi perempuan, organisasi sosial kemasyarakatan, aktivis dan pegiat HAM serta pegiat perlindungan anak serta aparatus penegak hukum untuk melawan secara total Narkoba (total drug against), demikian desak Arist. (ROI)

Arist Merdeka Sirait : Anak Indonesia Dalam Lingkaran Darurat Bahaya Narkoba

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari 14 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara sahabat baik yang berkedudukan di dalam (designate resident) maupun luar Indonesia (designate non resident) pada Rabu, 20 November 2019.

Presiden Joko Widodo terima duta besar negara negara sahabat.

Penyerahan surat kepercayaan tersebut digelar di ruang kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, sekira pukul 09.45 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 duta besar di antaranya berkedudukan di Indonesia (Jakarta), sementara 4 duta besar lainnya berkedudukan di luar Indonesia.

Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya penugasan resmi dari para duta besar tersebut di Indonesia.

Adapun para duta besar negara sahabat yang diterima Presiden Joko Widodo kali ini dan berkedudukan di Indonesia ialah ;

1. Gustavo Arturo Torres, Duta Besar LBBP Republik Argentina untuk Republik Indonesia.

2. Sophia Nyamudeza, Duta Besar LBBP Republik Zimbabwe untuk Republik Indonesia.

3. Mohammad Khosh Heikal Azad, Duta Besar LBBP Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia.

4. Lambertus Christiaan Grijns, Duta Besar LBBP Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia.

5. Vincent Piket, Duta Besar LBBP Uni Eropa untuk Republik Indonesia.

6. Olivier Chambard, Duta Besar LBBP Republik Prancis untuk Republik Indonesia.

7. Jalal Sabir Mirzayev, Duta Besar LBBP Republik Azerbaijan untuk Republik Indonesia.

8. Apostolos Baltas, Duta Besar LBBP Republik Yunani untuk Republik Indonesia.

9. Phomma Sidsena, Duta Besar LBBP Republik Demokratik Rakyat Laos untuk Republik Indonesia.

10. Cameron MacKay, Duta Besar LBBP Kanada untuk Republik Indonesia.

Adapun para duta besar negara sahabat yang berkedudukan di luar Indonesia adalah sebagai berikut yaitu ;

1. Ernest Mbaimba Ndomahina, Duta Besar LBBP Republik Sierra Leone, berkedudukan di Beijing, RRT.

2. Udaya Raj Pandey, Duta Besar LBBP Republik Demokratik Federal Nepal, berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia.

3. Leko Ado, Duta Besar LBBP Republik Niger, berkedudukan di New Delhi, India.

4. Darko Pajovic, Duta Besar LBBP Montenegro, berkedudukan di Beijing, RRT.

Penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat tersebut dimulai dengan seremonial upacara penyambutan di halaman depan Istana Merdeka.

Satu per satu lagu kebangsaan negara sahabat diperdengarkan secara bergantian.

Selanjutnya, secara bertahap para duta besar menuju ruang tunggu Istana Merdeka untuk mengisi buku tamu sebelum menuju ruang kredensial dan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo.

Acara dilanjutkan dengan veranda talk antara Presiden Jokowi dan para duta besar tersebut.

Veranda talk yang dilakukan bersama dengan duta besar negara sahabat tersebut menandakan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjalin persahabatan antara kedua negara.

Dalam acara penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara sahabat kali ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (ROI)

Presiden Joko Widodo Terima Surat Kepercayaan 14 Duta Besar Negara Sahabat

TH.Indonesia. Pati - Pemerintah Kabupaten Pati mengumumkan daftar pelamar yang lolos dalam seleksi administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Sebanyak 21 pelamar dinyatakan lulus seleksi tahap awal.

Sebanyak 21 pelamar dinyatakan lulus verifikasi administrasi oleh panitia seleksi. Ada empat jabatan yang akan diisi melalui seleksi ini, yaitu posisi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Pati selaku Ketua Panitia Seleksi Suharyono, sesuai berita acara hasil penilaian kelengkapan persyaratan administrasi seleksi terbuka pengisian JPT, 21 peserta melamar pada posisi berikut Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM (6 orang), Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan (4 orang), Kepala Dinkop UMKM (5 orang) dan Kepala Pelaksana BPBD (6 orang).

Suharyono pun menjelaskan, tahapan selanjutnya yang harus ditempuh para peserta seleksi, yaitu menjalani uji kompetensi yang akan digelar pada 20 - 21 November 2019 di Gedung FISIP Undip Semarang.

"Bekerjasama dengan FISIP Undip, para peserta seleksi jabatan ini akan menjalani rangkaian uji kompetensi disana," imbuhnya.

Suharyono menjelaskan akan ada tiga jenis tes yang harus dijalani peserta, yaitu Tes Psikometrika, Tes Wawancara, dan LGD (Leaderless Group Discussion).

"Psikometrika ini digunakan untuk melihat karakteristik, bakat serta kemampuan kognitif peserta seleksi apakah sesuai dengan posisi yang akan diberikan kepadanya," terang ketua Pansel.

Nama - nama peserta yang lolos seleksi administrasi ini, dapat dilihat dengan mengunjungi website badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan kabupaten Pati atau dengan melihat di papan pengumuman Sekretariat Panitia Seleksi yang ada di kantor BKPP Pati. ($.ucipto)

Lolos Seleksi Administrasi, 21 Pelamar Akan Ikuti Uji Kompetensi Seleksi JPT

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto hari ini menyerahkan santunan kematian non tunai tahap III tahun 2019, di ruang Penjawi Setda Pati.

Sebanyak 173 juta diterima ahli waris pada tahap III.

Bupati Pati Haryanto dalam santunan tersebut mengucap syukur dapat kembali melaksanakan penyerahan santunan kematian, Selasa tgl (19/11/19).

Baginya, bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk sedikit meringankan duka cita dari keluarga penerima.

"Yang namanya kematian itu kan tidak ada yang tahu kapan datangnya. Oleh karena itu, bagi keluarga maupun ahli waris yang ditinggalkan, jangan sedih berlarut - larut", ungkapnya.

Meskipun nilainya tidak seberapa, yakni satu juta rupiah, namun Haryanto menegaskan bahwa anggaran santunan ini, memang merupakan hak yang diperuntukkan untuk meringankan beban.

Santunan seperti ini, terang Bupati, telah berjalan selama 6 tahun di dalam masa pemerintahannya.

"Memang nilainya tidak seberapa, namun bagi yang membutuhkan pasti sangat bermanfaat", imbuhnya.

Bupati menyebut, tali asih ini merupakan bentuk empati dari pemerintah kabupaten.
Selain itu, Haryanto juga menghimbau kepada para pendamping dari desa, untuk tidak meminta "jatah" kepada penerima santunan.

"Kalau perangkat desa mengantarkan ya jangan sampai mengurangi hak dari penerima, kalau perlu malah ditambah, benar itu, jangan sampai terjadi.

Selain itu, mengurus santunan kematian seperti ini lebih mudah, gampang dan tidak ada potongan", imbuhnya.

Sementara itu, kepala dinas sosial kabupaten Pati yang diwakili oleh kepala bidang rehabilitasi dan jaminan sosial Dinsos kabupaten Pati, Erekson mengatakan, bahwa penyerahan bantuan di tahun ini telah terlaksana sebanyak tiga tahap.

"Tahap pertama sebesar Rp 289 juta untuk 289 ahli waris, tahap kedua sebesar Rp 239 juta untuk 239 ahli waris dan hari ini sebanyak 173 ahli waris mendapat santunan sebesar Rp 173 juta", ujarnya.

Bantuan yang selama ini diserahkan kepada para penerima manfaat tersebut sebesar satu juta rupiah yang kemudian diserahkan secara non tunai melakui akun virtual bank. ($.ucipto)

Bupati Haryanto : Santunan Kematian Tidak Ada Potongan

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo pada Senin pagi pada pukul 09.30 WIB menerima Pimpinan Komando Kewilayahan TNI Angkatan Laut di Istana Merdeka Jakarta.

Sebaiknya para aparatur negara memegang konsensus kebangsaan.

Sementara pada pukul 10.30 WIB, giliran Pimpinan Komando Kewilayahan TNI Angkatan Udara yang diterima oleh Kepala Negara, Senin tgl (18/11/19).

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dalam keterangannya mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan kelanjutan pertemuan serupa pada Kamis, 14 November 2019 lalu.

Pada pertemuan hari Kamis, Kepala Negara menerima Panglima Kodam (Pangdam) seluruh Indonesia dilanjutkan dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) seluruh Indonesia.

"Yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara adalah agar Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian memegang teguh konsensus kebangsaan," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, selepas pertemuan.

Konsensus kebangsaan tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan agar TNI dari seluruh matra menjaga agenda besar pembangunan yang dikerjakan oleh pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

"Yang pertama adalah peningkatan sumber daya manusia, yang kedua menyelesaikan pembangunan infrastruktur, yang ketiga adalah penyederhanaan birokrasi, yang keempat juga penyederhanaan regulasi, dan yang kelima transformasi ekonomi," tutur Fadjroel.

Adapun dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI Hadi Tjahjanto serta para Kepala Staf seluruh matra menyampaikan terima kasih atas dukungan Presiden Joko Widodo untuk memajukan dan memodernisasi TNI.

"Terutama dalam penyediaan alat-alat yang terkait untuk keperluan militer, sosial, maupun keperluan pasukan. 

Sekaligus juga berterima kasih untuk semua kemajuan yang diberikan untuk perkembangan pada personel TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, maupun Kepolisian," sambungnya.

Untuk diketahui, mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. (ROI)

Presiden Ingatkan TNI - POLRI Jaga Agenda Besar Pembangunan Nasional

TH.Indonesia. Kabanjahe - Jika benar AT (51) seorang guru SD Negeri Sumbul, di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara terbukti bersalah dan meyakin telah melakukan kejahatan seksual terhahap 9 orang muridnya.

Hukum harus ditegakkan dan hukum setimpal bagi pelaku kejahatan seksual.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum KOMNAS Perlindungan anak meminta Kapolres Tanah Karo untukntidak ragu - ragu menjerat terduga pelaku dengan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pengganti Undang-undang (PERPU) Nomor : 01 Tahun 2016 tentang perubahan  kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman  pidana pokok minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, Senin tgl (18/11/19).

Namun demi keadilan dan kepastian hukum, jika pelaku sungguh tidak terbukti secara hukum melakukan tindakan pidana kejahatan seksual yang dituduhkan maka terduga pelaku harus dibebaskan, oleh karenanya perlu pemeriksaan dengan intensip dan bukti-bukti ysng menguatkan," tambah Arist.

"Mengingat kejahatan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa, saya percaya bahwa penyidik Unit PPA Polres Tanah Karo, dalam waktu 15 hari kerja sudah dapat menyerahlan berkas perkara dugaan kejahatan seksual terhadap 9 siswa SND Sumbul ke Jaksa Penuntut Umu (JPU) Kejaksaan Negeri Tanah Karo.

Arist Merdeka Sirait menambahkan atas kejadian memalukan ini, dan bersesuaian dengan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor : 01 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak (GN-AKSA) sudah saatnyalah Bupati Tanah Karo bersama perangkatya berkenan mencanangkan Gerakan Sekolah Ramah Anak dan lingkungan sekolah steril dari kekerasan khususnya kekerasan seksual.

Dengan demikian, untuk memutus mata kekerasan terhadap anak baik dilingkungan rumah dan lingkungan sekolah sangat diperlukan keterlibatan masyatakat untuk membangun Aksi Gerakan Perlindungan Anak berbasis sekolah dan  kampung.

Sikap tegas dan tanpa kompromi ini menyikapi disangkahnya seorang oknum guru SD  AT (51) cabuli 9 muridnya di salah satu Sekolah Dasar di Sumbul,  Kecamatan Kabanjahe, kabupaten Karo,  Sumatera Utara melakukan kejahatan seksual terhadap muridnya.

Akibatnya AT (51) diringkus petugas dari Polres Tanah Karo dari kediamannya di jalan Jamin Ginting Dusun 10 Desa Sumber Mufakat, kecamatan Kabanjahe,  Kabupaten Tanah Karo, Sabtu 16 November 2019 pukul 11.00 WIB.

Pegawai negeri sipil ini diamankan karena  diduga mencabuli 9 muridnya kelas 1 SD saat berada dalam ruang kelas.

Hal itu terungkap usai salah seorang siswa mengaku takut untuk pergi ke sekolah kepada orang tuanya dan setelah ditanya ternyata siswa tersebut sering dicabuli oleh gurunya sendiri.

Tak terima akan hal itu, orang tua korban yang mendengar pengakuan anaknya itu langsung saja mendatangi sekolah untuk menanyakan peristiwa itu dan bertemu dengan salah seorang guru dan kemudian guru tersebut menanyakan kepada murid-murid di kelas 1 SD.

Dan alangkah terkejutnya ternyata sebanyak 9 orang murid perempuan mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual kemudian orang tua dan guru melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanah Karo. 

Menurut orang tua salah satu korban JT mengatakan, kalau anaknya mengaku takut  ke sekolah dan bertemu pelaku.
Tidak biasanya kalau kesekolah anak saya minta diantar terus minta dijemput vjuga, ketika saya tanya rupanya gurunya sering mencabuli," kata orangtua salah seorang korban.

Kemudian melaporkan kejadiaan itu  ke pihak sekolah dan kemudian membuat laporan ke Polres Tanah Karo.

Saat ditanya oleh salah seorang guru terhadap para pelajar ternyata masih ada lagi yang dilecehkan guru tersebut.

Atad laporan orangtua korban kemudian pelaku diamankan dari kediamannya dan langsung dibawa ke Polres Tanah Karo.

Mendapatkan laporan tersebut petugas Unit PPA Polres Tanah Karo kemudian langsung mengarahkan korban ke Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Kabanjahe untuk mendapatkan visum.

Sementara petugas langsung mengamankan pelaku dari rumahnya dan langsung dikirim ke Polres Tanah Karo untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Humas Polres Tanah Karo Aiptu Jhoni Sitepu mengatakan kalau pelaku guru SD cabuli 9 muridnya tersebut merupakan wali kelas korban. 

Pelaku saat ini  sudah diamankan di unit PPA Polres Tanah Karo merupakan wali kelas. 

Peristiwa dugaan kejahatan seksual tersebut dilakukan di dalam ruang kelas  lanjutnya Humas, dan saya ini untuk ke seluruh korban sudah mendapat visum dan telah memeriksa para saksi. (ROI)

Oknum Guru SD Pelaku Kejahatan Seksual Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

TH.Indonesia. Pati - Ratusan atlet sepatu roda mengikuti Kejuaraan Sepatu Roda Se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu tgl (16/11/19).

Kejurnas Sepatu Roda di ikuti 189 atlet tingkat Jateng - DIY.

Tak kurang dari 189 atlet sepatu roda memperebutkan Piala Bupati Pati pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Pati ini. Kebanyakan peserta ialah anak-anak usia sekolah dasar.

Dalam kata sambutannya ketika membuka kompetisi, Bupati Pati Haryanto mengapreasiasi para peserta yang menunjukkan semangat tinggi di tengah cuaca Pati yang panas terik.

Ia mengatakan, kejuaraan sepatu roda ini merupakan bagian dari program pembinaan olahraga di Pati. Pada 2019 ini, sebutnya, di Pati diselenggarkaan kompetisi pada hampir semua cabang olahraga.

"Di antaranya, yang dilaksanakan baru-baru ini ialah tenis meja, catur, karate, tenis lapangan, dan kali ini sepatu roda.
Sekalipun diselenggarakan kabupaten, pesertanya ada yang tingkat Jateng, ada juga yang tingkat nasional," ucap Haryanto.

Bagi Haryanto, kejuaraan sepatu roda ini dapat memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mengembangkan diri. Selain itu juga memberi motivasi pada para calon atlet.

"Yang belum tertarik barangkali suatu ketika tertarik dan jadi atlet," ujarnya.

Kepada para pelatih dan penyelenggara, Haryanto berpesan, karena kejuaraan sepatu roda ini mayoritas pesertanya adalah anak-anak, aspek pembinaan betul-betul harus ditekankan.

Namun demikian, ia mengingatkan, karena olahraga ini juga berisiko, pelatih harus berhati-hati untuk sebisa mungkin menghindarkan anak-anak dari cedera.

Kepada para peserta, ia mengatakan, sepatu roda merupakan perpaduan antara hobi dan olahraga profesional.

"Maka, selain ajang menyalurkan bakat-minat sekaligus rekreasi, saya harap melalui sepatu roda kita dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan olahraga nasional," ungkapnya.

Haryanto mengatakan, digelarnya kejuaraan ini juga dalam rangka mempersiapkan dan menunjukkan bahwa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2022 bisa diselenggarakan di Pati Raya.

"Kita mengajukan, Porprov 2022 bisa diselenggarakan di Pati raya. Kita juga ingin maju. Kita tunjukkan bahwa Pati Raya bisa menyelenggarakan dengan baik, sekaligus kita persiapkan venue yang akan kita ajukan," ucapnya.

Sementara, Ketua penyelenggara, Gembong, mengatakan bahwa event ini merupakan kejuaraan perdana yang diselenggarakan Perserosi Pati.

Kejuaraan ini diikuti peserta dari 13 klub di Jateng dan DIY. Selain itu ada juga peserta dari pelajar yang belum tergabung dalam klub.

Total 189 atlet dibagi dalam tiga kelompok, yakni pemula, standar, dan speed.

Ajang ini juga diramaikan enam atlet pra-PON Jateng 2020 dan seorang atlet dari Toyo University Japan, Kohei Koyama.
Sebelum kompetisi dimulai, mereka melakukan demo/peragaan olahraga sepatu roda.

Ditanyai tentang kesannya terhadap olahraga sepatu roda di Pati, Kohei Koyama mengatakan, ia senang melihat banyak anak-anak kecil menikmati olahraga sepatu roda.

"Saya jadi senang melihat kompetisi ini. Karena meski di sini cuaca jauh lebih panas dari di Jepang, anak-anak kecil sangat bersemangat dan menikmati inline skating," ucapnya. ($.ucipto)

Ratusan Atlet Jateng DIY Ikuti Kejuaraan Sepatu Roda Piala Bupati Pati

TH.Indonesia. Pati - Kunjungan Kepala BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo bersama rombongan di kecamatan Kayen kabupaten Pati Jawa Tengah pagi tadi dengan menggunakan Helly milik Penerbad dengan Nomer Lambung Ha 518 pada pukul 08.30 WIB mendarat dilapangan sepak bola kecamatan Kayen, Jumat tgl (15/11/19).

Peran Kepala BNPB sangat vital bagi penanggulan bencana alam saat ini.

Dalam kunjungannya ke wilayah kabupaten pati, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo didampingi oleh Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin, Deputi BPBD Jateng, Kepada Divisi Perhutani Prov. Jateng, Kepala BPBD Jateng, Para Staf Ahli Penelitian Lingkungan BNPB.

Kedatangan rombongan disambut oleh Bupati Pati H. Haryanto SE. MM. M.Si, Dandim 0718 Pati Letkol Arm. Arief Dharmawan. S.sos, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin, SE, Kepala BPBD kab. Pati Plt. Hadi Santoso, Muspika Kec. Kayen, Sukolilo dan Tambakromo, anggota Kodim 0718 Pati dan Polres Pati, Para anggota BPBD Kab. Pati, para Kades se kecamatan Kayen, para tokoh agama dan tokoh masyarakat kecamatan Kayen Pati.

Agenda kunjungan Kepala BNPB bersama rombongan di wilayah kabupaten Pati ini adalah silahturahmi serta acara tatap muka, dialog dilanjutkan tanya jawab dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Aula Kecamatan Kayen terkait permasalahan di pegunungan Kendeng.

Dalam sambutan Bupati Pati H. Haryanto SE. MM. M.Si menyampaikan selamat datang bahwa pada hari ini mendapatkan tamu kehormatan pada kunjungan perdana kepala BNPB.

Haryanto memaparkan bahwa  Kabupaten Pati dulunya adalah eks Karesidenan membawahi empat Kabupaten di antaranya adalah  Pati, Kudus, Jepara dan Rembang.

"Kabupaten Pati dengan jumlah 406 desa dan 21 Kecamatan, Pegunungan kendeng berada di tiga kecamatan meliputi Kayen, Sukolilo dan Tambakrowo," ucap Haryanto.

"Bahwa untuk wilayah tertentu seringkali apabila musim hujan masyarakat mengistilahkan dalam bahasa jawa "Ora iso ndodok" (tidak bisa jongkok) karena kebanjiran dan apabila musim kemarau  "ora iso cewok (tidak bisa cebok) karena tidak ada air,"

"Alhamdulillah ada kerjasama dengan masyarakat Kabupaten Pati dengan instansi terkait dalam menangani bencana kekeringan, dari kebutuhan air bersih yang melalui BPBD tersalurkan 1000 lebih tangki sehingga keluhan masyarakat bisa tertampung dan tersaring dan kendalanya hanya tehnis aja," ujarnya.

"Bencana seperti ini dialami bukan tahun ini saja, namun setiap tahun di kabupaten Pati mengalami kekeringan.

Bupati juga menyampaikan bahwa terkait bencana alam di pegunungan kendeng merupakan dampak reboisasi yang tidak berhasil, pendangkalan sungai dan kurang sadarnya masyarakat terhadap lingkungan dan lainnya mengakibatkan hujan lebat akhirnya mengakibatkan banjir bandang.

Dalam penjelasannya Bupati menceritakan pada waktu diundang oleh Presiden dan mendapatkan bantuan normalisasi sebesar 1 milyar dan tahun 2020 mendapat dana 100 milyar, dan kedepan rencana mau ada kegiatan pabrik semen dimana masih ada pro dan kontra untuk amdal dalam proses sampai sekarang juga tidak kunjung selesai.
"Dalam hal ini kita juga mencari solusi ke semua pihak dan bersama - sama mencari solusi yang terbaik," pungkasnya.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan," Terimakasi telah memberikan tempat di kabupaten Pati, kemarin kita bertemu dengan Gubernur Jateng, dan kami telah menghadap kepala divisi Perhutani pusat terkait kebencanaan di kabupaten Pati di sekitar gunung kendeng," tegasnya.

"Kalau kita bicara tentang ancaman, kita berada diwilayah sangat membahayakan dimana banyak gunung berapi dan lempang indo pasifik,"ucap Doni.

"Di indonesia ada patahan kendeng itu mengalami kerusakan di wilayah hulunya, kami tertarik makanya kita kesini untuk mengetahui bagaimana itu gunung kendeng, kita harus bersama sama mencari solusi mengatasi bencana yang ada di kabupaten Pati, kalau kita tidak melibatkan masyarakat dalam program lingkungan nyaris keberhasilanya kecil," lanjutnya.

"Untuk mengembalikan fungsi hutan sangat sulit karena berurusan dengan perut, harus ada konsep kerjasama program apa yang ada di Perhutani dengan satu tujuan kawasan konservasi berfungsi kembali," terang Letjen TNI Doni Monardo.

Setelah kegiatan di aula kecamatan Kayen rampung, pukul 10.27 WIB sampai 10.45 WIB rombongan Kepala BNPB meninjau tempat persemaian bibit Perhutani kawasan Gunung Kendeng di desa Sumbersari kecamatan Kayen dan pukul 10.55 WIB rombongan meninggalkan lokasi menuju Helipad di lapangan kecamatan Kayen untuk melanjutkan agenda kunjungan di Kota Solo Jateng.

Harapan yang sangat besar bahwa gunung kendeng menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, mata air yang mengalir mampu memberikan denyut nadi kehidupan dalam kehidupan sehari - hari, hal mana harus diperhatikan demi masa depan anak cucu kita kelak nantinya, jangan sampai menjadi bencana banjir bandang dan seterusnya diakibatkan gunung yang gundul karena tidak terawat dengan baik juga dari tangan tangan serakah yang menghancurkan alam ini. (ROI)

Letjend TNI Doni Monardo : Kars Pegunungan Kendeng Harus Diselamatkan Demi Masa Depan Anak Cucu Nantinya

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada kementerian dan lembaga serta daerah pada Kamis, 14 November 2019, di Istana Negara.

Belanja anggaran harus dapat  memicu pertumbuhan ekonomi.

Setelah penyerahan tersebut, Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk bersegera merealisasikan belanja negara yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi baik di pusat maupun daerah.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa belanja negara tersebut harus benar-benar mendatangkan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan rakyat. 

Sebab, pola lama biasa ditemuinya acap kali hanya memprioritaskan pada realisasi atau pemenuhan belanja anggaran semata.

"Karena yang dulu itu bangga kalau realisasinya 99 persen atau 100 persen. 

Tapi rakyat merasakan atau tidak dari belanja-belanja itu?" ujarnya saat memberikan pengarahan.

Maka itu, Presiden menekankan bahwa saat ini yang juga tak kalah pentingnya adalah memastikan bahwa anggaran dibelanjakan untuk barang berkualitas baik dan dikucurkan untuk program yang juga berjalan dengan kualitas yang baik sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Jangan hanya sent yang diurus, tapi (juga memastikan) delivered Artinya apa? Menteri, kepala-kepala lembaga, gubernur, dan wali kota pastikan bahwa bukan hanya realisasi belanjanya yang habis, tapi dapat barangnya, dan rakyat dapat manfaatnya, itu yang paling penting," tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkepentingan untuk terus meningkatkan kontribusi penerimaan perpajakan. 

Namun, peningkatan penerimaan tersebut hendaknya juga diikuti dengan peningkatan belanja negara yang lebih berkualitas.

"Berkali-kali saya sampaikan, memang kita penting collect more, tapi spend better juga harus itu. Fokus dan harus lebih baik," tandasnya. (ROI)

Presiden Joko Widodo : Belanja Anggaran Harus Disertai Dengan Peningkatan Realisasi Anggaran Yang Berkualitas

TH.Indonesia. Bogor - Presiden Joko Widodo sekali lagi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menegakkan dan memberikan kepastian hukum sebagaimana mestinya.

Aparat yang bermain dengan hukum akan saya sikat sendiri.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh sampai membuat takut pihak - pihak yang justru ingin mengeluarkan kebijakan dan berinovasi demi kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu tgl (13/11/19).

"Saya ingatkan (kepada para penegak hukum), jangan menggigit orang yang benar. Kalau yang salah silakan digigit, tapi, yang benar jangan sampai digigit dan jangan pura-pura salah gigit," ujarnya.

Ia juga menegaskan, kebijakan - kebijakan serta inovasi yang dilakukan para pemangku kepentingan untuk kemajuan dan mendukung agenda strategis bangsa harus didukung dan tidak dicari-cari kesalahannya apabila memang tidak ada niatan melanggar hukum.

"Jangan pernah juga menggigit pejabat atau pelaku-pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan negara ini.

Tugas saudara-saudara adalah menggigit siapapun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda-agenda besar strategis bangsa kita," ucapnya.

Meski demikian, dalam prosesnya, Presiden meminta penegak hukum untuk mengawal dan mengingatkan para pengambil keputusan sejak awal pelaksanaan pekerjaan.

Kepala Negara tak menginginkan bahwa kesalahan yang telah diketahui pada awal pelaksanaan kemudian didiamkan dan baru diusut saat pengerjaan telah selesai.

Menurutnya, banyak proses penegakan hukum yang terjadi dengan pola serupa itu. Presiden mengatakan bahwa pola pikir tersebut mesti segera dibenahi.

"Jelas-jelas itu sudah keliru sejak awal, diingatkan dong, jangan ditunggu sampai terus dikerjakan. Setelah rampung baru ditebas. Enggak bisa seperti ini, harus kita akhiri seperti ini," ujar Presiden.

Presiden juga mengungkapkan, ia banyak menerima laporan mengenai oknum penegak hukum yang bermain-main dengan jabatannya dengan memeras birokrat yang berinovasi dan mengeluarkan kebijakan untuk kemajuan bangsa.

Ia langsung memerintahkan Kapolri, Jaksa Agung, dan pihak terkait lainnya untuk langsung mencopot para penegak hukum dengan mental seperti itu.

"Saya juga tidak akan memberikan toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya hanya menakut-nakuti dan mengganggu inovasi, yang kerjaannya justru memeras birokrat dan pejabat," tuturnya.

Selain itu, Presiden meminta TNI dan Polri dan para penegak hukum untuk menjaga kewibawaan. Ia meminta agar kewibawaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung agenda besar bangsa Indonesia.

"Cipta lapangan kerja itu agenda besar bangsa kita. Meningkatkan ekspor dan menurunkan impor juga agenda besar bangsa kita.

Jangan pernah ada yang bermain-main di area ini. Saya sudah wanti-wanti, kalau di area ini masih ada yang bermain - main, akan saya gigit (sikat) sendiri," tandasnya. (ROI)

Presiden Joko Widodo : Tidak Ada Toleransi Bagi Oknum Aparat Yang Halangi Kebijakan dan Inovasi

TH.Indonesia. Jakarta - Program Kartu Prakerja yang dalam beberapa waktu mendatang akan diluncurkan oleh pemerintah memiliki dua tujuan utama penyelenggaraan, yakni mempersiapkan angkatan kerja baru yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri serta meningkatkan keterampilan angkatan kerja yang sudah ada agar lebih produktif dan berdaya saing.

Kartu kerja dipersiapkan untuk meningkatkan daya saing dengan pekerja asing.

Pembahasan soal persiapan program tersebut dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersama jajaran terkait dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 12 November 2019.

Kepada jajarannya, Presiden mengatakan bahwa sebagian besar tenaga kerja kita masih didominasi oleh lulusan SMP dan di bawahnya.

Padahal, dunia usaha dan industri saat ini memerlukan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang tinggi.
Oleh karenanya, diperlukan pembenahan pada sistem pendidikan dan pelatihan bagi para tenaga kerja tersebut agar dapat diserap dunia usaha dengan lebih baik.

"Supaya menjadi catatan kita semua, 58 persen tenaga kerja kita itu lulusan SMP ke bawah.

Karena itu reformasi harus dimulai dari hulunya, yaitu pembenahan pada sistem pendidikan dan pelatihan vokasi," ucapnya.

Melalui Kartu Prakerja yang sedang disiapkan, pemerintah akan menyalurkan bantuan dana pelatihan yang dapat memberikan akses yang lebih luas bagi peningkatan keterampilan dan keahlian.

Nantinya, para pemegang kartu Prakerja dapat memilih jenis pelatihan yang diminati melalui platform digital yang tentunya telah dirancang agar sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Pemilik Kartu Prakerja bisa memilih langsung pelatihan atau kursus yang diminati melalui platform digital yang kita siapkan.

Mereka boleh memilih pelatihan yang diminati mulai dari misalnya barista kopi, animasi, desain grafis, bahasa Inggris, komputer, teknisi, juga programming," ujar Presiden.

Presiden meminta agar penyelenggaraan pelatihan tersebut tak hanya dilakukan oleh kementerian maupun lembaga saja.

BUMN dan swasta dimintanya untuk dapat dilibatkan dalam skala yang lebih luas untuk dapat menjangkau para tenaga kerja yang ada.

"Kita harapkan ini dikerjakan secara masif lewat penyedia jasa swasta, ini yang diprioritaskan.

Kemudian yang kedua BUMN juga ikut campur di sini karena BUMN itu memiliki tempat-tempat pelatihan yang sangat representatif," tuturnya.

Lebih jauh, Kepala Negara juga menegaskan, program pelatihan tersebut tidak hanya menyasar pada para lulusan baru atau angkatan kerja baru, melainkan juga harus menjangkau para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Dengan pelatihan baru atau peningkatan kemampuan tersebut, diharapkan para tenaga kerja tersebut akan dapat terserap kembali oleh dunia kerja.

"Selain para pencari kerja, korban PHK juga perlu diberikan (akses) yang ingin meningkatkan keterampilannya melalui program reskilling atau upskilling," tandasnya. (ROI)

Pemerintah Siapkan Kartu Prakerja Untuk Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengenalkan "Safin Pati Football Academy (SPFA)", pada Sabtu sore.

The Academy Football siap mencetak pemain Nasional.

Safin yang juga Ketua Umum Persipa Pati, bekerjasama dengan pelatih sepak bola profesional Rudy Eka Priyambada mendirikan akademi sepak bola yang terletak di desa Mojoagung kecamatan Trangkil kabupaten Pati.

Akademi sepak bola dengan fasilitas prima ini menerima siswa tingkat SMP dan SMA dengan sistem asrama.

Selain itu ada pula SSB (Sekolah Sepak Bola) Non-Asrama untuk siswa mulai U-6 hingga U-17.

Safin menjelaskan ide awalnya mendirikan akademi adalah untuk menggerakkan desa-desa agar menyediakan fasilitas sepak bola yang baik bagi masyarakat.

Ia menyebut dari 401 desa dan 5 kelurahan yang ada di Pati hampir seluruhnya memiliki lapangan sepak bola.

Dengan membangun akademi sepak bola di Desa Mojoagung ia berharap desa-desa lain akan mengikuti, minimal membangun lapangan berkualitas baik.

Menurutnya dengan adanya fasilitas lapangan yang baik anak - anak muda pasti tergerak untuk bermain sepak bola.

"Mengenai bagaimana membangunnya, tinggal pintar-pintarnya pihak desa. Pakai dana desa bisa, menggandeng pihak swasta juga bisa, yang penting desa tidak dirugikan," jelasnya.

Saiful Arifin menjelaskan, pembangunan akademi sepak bola dengan fasilitas prima ini dimaksudkan untuk melakukan pembangunan sepak bola dari desa sejak usia dini.

Selain itu juga dalam rangka mendukung Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan nasional.

"Kami ingin meng-euforia-kan sepak bola, dimulai dari desa-desa. Karena ini Inpres sudah dijalankan, saya berharap nanti yang meresmikan akademi ini presiden atau setidaknya menteri olahraga, tapi itu nanti setelah seluruh fasilitas sudah jadi, perkiraan pertengahan 2020," ucap Safin dalam acara Fun Game & Open House SPFA di Lapangan Mojoagung.

Safin menyebut, fasilitas yang ada di SPFA antara lain ialah tiga lapangan sebagai training ground serta asrama/mes.
"Saat ini kita sudah memiliki mes berkapasitas 40 orang, kemudian lapangan yang sudah jadi ada dua.

Saat ini sedang kami bangun satu lapangan lagi dan mes berkapasitas antara 300 sampai 350 orang, kalau sudah jadi semua, nanti kita buka pendaftaran besar - besaran," ucapnya.

Dalam SPFA disamping mendapat pelatihan sepak bola secara intensif, dengan sistem homeschooling, para siswa juga mendapat pelajaran akademik, keagamaan, pelajaran Al-Qur'an bagi siswa muslim, dan bahasa asing.

Namun, tujuan utamanya tetaplah melahirkan atlet-atlet sepak bola berkualitas.

"Dalam hal ini, kita bukan hanya mendidik anak untuk bermain bola saja melainkan juga menyalurkan.

Kami bekerjasama dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), ASIOP (Akademi Sepak Bola Intinusa Olah Prima), bahkan juga klub-klub bola luar negeri.

Nanti kalau ada pemain kita yang bagus, bisa bermain di sana. Sebaliknya, dari sana juga bisa kita bawa ke sini," terang Safin.

Meski secara khusus diharapkan dapat membentuk bibit-bibit pesepakbola unggul asal Pati, akademi ini diperuntukkan bagi seluruh anak muda Indonesia yang hobi bermain bola. Ia menyebut, sejauh ini sudah ada pendaftar dari Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Safin bercita-cita, SPFA akan menjadi akademi sepak bola terbaik se-Indonesia. Ia berharap, dari akademi ini akan lahir pemain-pemain timnas, baik junior maupun senior.

Sementara itu Rudy Eka Priyambada yang dipercaya sebagai Direktur Akademi SPFA menegaskan dirinya optimis akan lahir pemain-pemain andal dari akademi ini.

"Kita harus mempunyai mimpi tinggi, agar impian menjadi akademi terbaik di Indonesia bisa tercapai.

Namun tidak ada yang instan, semua harus melalui proses, akademi jalan, SSB jalan, kompetisi jalan, baru kita boleh berharap," ucap pelatih berlisensi AFC Pro ini. ($.ucipto)

Dari Safin Pati Football Academy, Berharap Akan Lahirkan Pemain Timnas

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin menghadiri acara final turnamen bola voli Camat Cup 2019, di desa Puluhan Tengah Kecamatan Jakenan.

Turnamen bola voli antar desa akan digelar setiap tahunnya.

"Saya sangat apresiasi kegiatan turnament bola voli seperti ini", terang Safin.

Hal itu disampaikan Wabup pada saat menutup kejuaraan bola voli Camat Cup kecamatan Jakenan Pati.

"Mari kita mulai olahraga dari bawah dulu yakni dari desa, yang nantinya dapat berlanjut ke tingkat selanjutnya", ujar Safin.

Ia juga mengingatkan bahwa yang paling utama bukan menang kalahnya, tetapi wujud sportivitasnya dalam bertanding.

"Kalau desa - desa memiliki lapangan bola voli seperti ini akan sangat baik sekali. Oleh karena itu kita harus dukung bapak-bapak kepala desa, supaya bisa memfasilitasi kawan-kawan muda seperti ini untuk melakukan kegiatan - kegiatan positif", tutur Wabup.

Tak hanya itu, Saiful Arifin pun mengajak para pemuda untuk bersama - sama menguatkan olahraga di Kabupaten Pati.

Menurutnya, dari olahraga inilah sportivitas itu terbangun serta dari olahraga pula kerja keras terbangun.

"Mari kepada seluruh kawan-kawan muda yang berada di kecamatan Jakenan dan juga di seluruh Kabupaten Pati, ayo berpikir positif dengan olahraga.

Mari kita jadikan olahraga sebagai kekuatan untuk desa dan untuk bangsa yang kita cintai ini", harapnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pemenang. "Dan jangan berkecil hati kepada desa-desa lain yang telah ikut berpartisipasi.

Jangan kecil hati, mari tahun depan kita latihan bersama lagi", harapnya.

Turnament bola voli Camat Cup 2019 kecamatan Jakenan kali ini diikuti oleh 15 club voly atau desa.

Untuk juara 1 dimenangkan oleh tim Bintang Mas, asal Desa Bungasrejo, sedangkan juara kedua dimenangkan oleh tim Hasan Putra, asal Desa Tambahmulyo.
Sementara itu, untuk juara ke-3 dimenangkan oleh tim Permata, asal Desa Tondomulyo. ($.ucipto)

Final Turnamen Bola Voli Piala Camat Cup Dihadiri Wabup

Targethukumonline. Batanghari - Sekda Kabupaten Batanghari H. Bakhtiar SP, hadiri sekaligus buka secara resmi Seminar Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Batanghari, Senin pagi.

Peran media online terhadap pembangunan daerah.

Seminar dengan tema Peran Media Online Terhadap Pembangunan Daerah dalam Rangka HUT Ke 71 Kabupaten Batanghari, dihadiri berbagai elemen.

Dalam sambutan, Sekda mengatakan peran media online sangatlah penting bagi semua instansi pemerintah dan  masyarakat luas.

Dalam menjalankan roda pemerintah insan PERS punya peran untuk mempublikasikan setiap kegiatan - kegiatan pemerintahan khususnya Kabupaten Batanghari.

"Bukan pemerintah tapi masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasi melalui insan pers dan juga sebaliknya masyarakat bisa mendapat informasi secara cepat, akurat dan terpercaya," katanya.

Bakhtiar juga berpesan kepada insan pers, agar dalam menyampaikan informasi kepada publik tidak menyimpang dari koridor yang telah di tentukan, agar para pembaca benar benar mendapatkan informasi yang akurat.

"Intinya jangan menyebar berita hoak, sampaikan melalui karya tulis insan pers apa yang sudah menjadi aspirasi masyarakat ataupun pemberitahuan pemerintah terhadap masyarakat luas," sambung sekda.

"Selamat dan sukses untuk IWO Kabupaten Batanghari atas kegiatan yang telah dilakukan dan ini merupakan gebrakan pertama yang telah dilakukan insan pers," katanya.

Semoga kedepannya nanti IWO bisa membuat terobosan baru dan bersinergi dengan Pemda Batanghari dalam melaksanakan pembangunan daerah.

Acara tersebut dihadiri Oleh para kepala OPD, LSM, OKP seperti Pemuda Pancasila dan Laskar Merah Putih.

Perwakilan Mahasiswa dari HMI, BEM STIE Graha Karya serta undangan lainnya.
Ketua IWO Batanghari, Supan Sopian mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak pada acara ini.

Ia berharap, peranan media dalam pembangunan dan sinergi para pewarta di IWO, PWI dan AJI dapat terus terjaga.

Acara yang berlangsung di Ruang Pola Besar Kantor Bupati Batanghari berlangsung semarak, terlebih dalam sesi diskusi.

Narasumber dari Ketua IWO Provinsi Jambi, Nurul Fahmi, Sekretaris AJI Jambi, Heri dan Ketua PWI Provinsi, Ridwan Agus bergantian menjawab pertanyaan yang dipandu Rustam, kepala Bappeda Batanghari.

Neneng Sawitri, dari HMI menanyakan peranan PERS dalam literasi dan edukasi pada masyarakat.

Ketua IWO Provinsi menjawab, secara tidak langsung PERS sebenarnya mengedukasi dan literasi.

Fahmi merujuk pula pada kolom opini pada media cetak dan kini di media online atau daring.

"Dalam pekerjaannya, wartawan dan media secara tidak langsung mengedukasi masyarakat," katanya.

Fahmi juga menjawab pertanyaan dari tokoh adat, Rasid soal karakter wartawan, Rasid berharap jurnalis dapat memiliki etika dan beradat.

"Soal sandal jepit, sebenarnya tidak etis untuk wartawan liputan terlebih pada acara formal, tidak bisa dipungkiri, ada oknum yang begitu.

Namun sebagian, wartawan memiliki karakter, etika dan beradat, kami mengucapkan terima kasih atas masukannya," katanya.

Ketua PWI Provinsi Jambi, Ridwan Agus mengapresiasi kegiatan ini, bilangnya, ini menunjukkan adanya sinergitas pemerintah dan wartawan.

"Bagus. Ada sinergitas, saya terima kasih pada Bupati, telah menyediakan fasilitas, tempat untuk seminar ini, tetapi, untuk ke depan lagi, untuk lebih ditingkatkan," katanya. (ROI)

Seminar IWO di HUT ke 71 Kabupaten Batanghari