Penutupan TMMD Sengkuyung III di Jumbulwunut Gunungwungkal Pati

TH.Indonesia. Pati - Bertempat dihalaman balaidesa Jumbulwunut kecamatan Gunungwungkal kabupaten Pati, telah dilaksanakan kegiatan upacara penutupan TMMD sengkuyung tahap III tahun 2017 dengan tema " Percepatan pembangunan meningkatkan kemandirian Pangan dan kesejahteraan masyarakat " yang di ikuti sekitar 400 orang, kamis tgl (26/10/17).

Dandim 0718 Pati Menghadiri Penutupan TMMD Sengkuyung III 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain diwakili langsung oleh Dandim 0718 Pati Letkol Inf ANDRY AMIJAYA KUSUMA, S.Sos. MH, Kapolres Pati AKBP Maulana Handam SIK, Wakil Bupati Pati Saiful arifin, Perwakilan PPAD
-SKPD terkait Muspika Kec Gunungwungkal, Danramil jajaran Kodim 0718 Pati, Kapolsek jajaran Polres Pati dan Ka UPT se-kec. Gunungwungkal.

Sambutan Kasad yang di bacakan Irup Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos M.H mengatakan bahwa beberapa waktu yang lalu, TNI baru saja memperingati Hari Ulang Tahunnya yang ke-72 dan bila kita melihat momentum perayaan HUT tersebut, tergambar dengan cukup jelas kedekatan antara TNI dengan rakyat Indonesia.

Selanjutnya, pada kesempatan yang baik ini TNI juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat bahwa sesuai hasil survey pada bulan Oktober 2017 ini, Litbang Kompas bahwa TNI menempati posisi tertinggi sebagai institusi yang dipercaya oleh rakyat. Pada hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan publik kepada TNI mencapai 94%.

Tingginya kepercayaan rakyat terhadap TNI mengindikasikan bahwa kedekatan dan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin baik. Bagi TNI, khususnya TNI AD, hal ini adalah modal utama dalam pembangunan inti kekuatan pertahanan Negara yang bersifat semesta.

Slogan Bersama Rakyat TNI Kuat, yang ditetapkan sebagai tema HUT TNI yang baru lalu, bukanlah semata-mata kalimat yang dibuat supaya manis didengar, tetapi karena TNI sangat menyadari dahsyatnya kekuatan kebersamaan dalam mempertahankan kedaulatan dan mengawal eksistensi NKRI.

Hal ini sejalan dengan tema yang diangkat yaitu “Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tema ini sangat selaras dengan Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, yang salah satunya adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berbagai persoalan yang sedang terjadi baik maraknya paham radikalisme, sikap intoleran, ancaman terorisme, penyalahgunaan narkoba, berkembangnya sikap hedonisme dan konsumerisme, adu domba, memecah belah, memperuncing perbedaan dan upaya memunculkan ideologi selain Pancasila, seolah-olah merupakan virus penyakit yang sedang menggerogoti kekebalan tubuh atau imunitas Bangsa Indonesia yang tergambarkan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Nilai-nilai luhur Bangsa seperti menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban dan pantang menyerah, kebersamaan dan gotong royong serta nasionalisme yang menjadi kekuatan perjuangan dalam merebut kemerdekaan, seolah-olah semakin ditinggalkan.

Hal tersebut bila tidak segera diatasi akan berpotensi melumpuhkan, bahkan menghancurkan Bangsa Indonesia sebagaimana yang terjadi pada kerajaan-kerajaan besar nusantara masa lalu, yang sekarang hanya tercatat dalam sejarah.
Dalam kegiatan ini ijinkan saya juga menyampaikan pesan dan harapan dengan telah selesainya TMMD ke 100 ini, sebagai berikut. 

Pertama, pertahankan semangat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI-Rakyat dengan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi serta melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekeliling kita.

Kedua, tingkatkan semangat gotong royong yang merupakan salah satu dari nila luhur Bangsa Indonesia sebagai upaya menjaga imunitas Bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, pelihara dengan baik hasil pembangunan program TMMD ke-100 baik fisik maupun non fisik, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dalam kurun waktu yang lama.
Keempat, laksanakan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD
ke-100 sebagai bahan perbaikan pada TMMD mendatang.

Kelima, kepada para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi, pengabdian dan kerja keras yang telah kalian tunjukkan selama pelaksanaan kegiatan ini sehingga dapat selesai dengan baik, aman dan lancar. Segera kembali ke induk pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan.

Rangkaian kegiatan Penutupan TMMD Sengkuyung tahap III  Th.2017, adalah pemotongan pita secara simbolis peresmian Tugu, bhakti sosial sembako bagi penyandang cacat, eks trauma dan masyarakat tidak mampu, pengobatan Gratis.

Seluruh jajaran Kodim 0718 Pati hadir dalam penutupan TMMD Sengkuyung III 

Sasaran TMMD Kegiatan fisik SAS  pokok betonisasi jalan desa UK. 900 x 2,5 x 0,12m, pelebaran jalan desa  100 x 1 x 3m, rehab rumah tidak layak huni 3 unit, jambanisasi 20 unit dan Pembuatan Tugu Monumen TMMD III. Semoga kegiatan TMMD III di Jambul wunut mampu memberikan sebuah manfaat kepada masyarakat kabupaten Pati khususnya warga desa Jumbulwunut dan sekitarnya. ($.pungky)