TH.Indonesia. PATI - Pada hari Sabtu tanggal 23 September 2017 pukul 07.00 WIB dilaksanakan karya bhakti membuat aliran air di sungai Silugonggo desa Sodudo kecamatan Gabus yang diikuti oleh anggota koramil Pati Kota, koramil Gabus, koramil Margorejo dan perwakilan warga yang dilewati aliran sungai Silugonggo dengan dipimpin oleh Kapten Inf Sriyanto yang diikuti kurang lebih 500 warga desa atau masyarakat petani.

Dandim 0718 Pati turun langsung dilapangan guna mengantisipasi kekeringan masa tanam di wilayah kab. Pati 

Yang hadir dalam kegiatan tersebut langsung di hadiri oleh Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos, Danramil Margorejo, perangkat dan warga desa Jimbaran, PPL kec. Margorejo, PPL kec. Gabus dan PPL kec. Pati Kota dan perwakilan dari PU pengairan.

Warga yang mengikuti karya bhakti di desa Widoro kandang pati kota, desa Nggaras pati kota, desa Banjarsari Kec. Gabus, desa Mbiteng Kec. Gabus, desa Babalan Kec. Gabus, desa Kosekan kec. Gabus, desa Sodudo kec. Gabus, desa Jambean kidul kec. Margorejo, desa Jimbaran kecamatan Margorejo, adapun permasalahan yang timbul secara periodik selama musim kemarau panjang ini adalah terbatasnya air atau aliran sungai yang telah mengering.

Masyarakat yang tidak mendapat aliran air mensinyalir adanya penutupan dipintu air 9 desa Wegil kecamatan Sukolilo, pintu air 12 desa Balaedi, pintu air 15 desa Baturejo kecamatan Sukolilo kabupaten Pati.
Warga mengeluhkan limbah dari PT Dua Kelinci yang menyebabkan pendangkalan sungai yang mengakibatkan air tidak dapat mengalir ke bawah.

Pendangkalan sungai mengakibatkan saluran air tidak dapat mengalir dengan sempurna sampai ke bawah sehingga mengakibatkan kekeringan dilahan masyarakat dan apabila dalam waktu dekat air tidak mengalir maka dapat mengakibatkan gagal panen diwilayah kecamtan Gabus kurang lebih 800 Ha lahan petani.

Dari keluhan warga tersebut maka Dandim 0718 Pati memerintahkan Kapten Inf Sriyanto dan perwakilan warga untuk mengecek pintu air dan akan dilakukan pengerukan dengan Bego dari Dinas Pengairan kabupaten Pati untuk memperlancar aliran sungai silugonggo.

Kegiatan selesai pada pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, apabila ada perkembangan lbh lanjut akan dilaporkan. Alat berat bego telah tiba di lokasi desa Jimbaran, sekarang sudah di sasaran sungai yang akan di keruk, demikian kegiatan kewilayahan Koramil 12 Margorejo.

Alat berat (bego) guna mengatasi pendangkalan di aliran sungai silugonggo 

Adapun warga sangat menantikan datangnya musim hujan untuk mengatasi kekeringan ini, namun permasalahan utama adalah pembagian air yang kontinyu agar masa tanam padi tidak mengalami puso. Harapannya para petani tidak gagal panen untuk masa tanam padi kali ini karena adanya faktor non teknis berupa musim kemarau dan musim penghujan yang tidak menentu. ($.Pungky)

Dandim 0718 Pati Terjun Langsung Guna Mengatasi Kekeringan Masa Tanam di Wilayah Kabupaten Pati

TH.Indonesia. PATI - Pada hari Sabtu tanggal 23 September 2017 pukul 07.00 WIB dilaksanakan karya bhakti membuat aliran air di sungai Silugonggo desa Sodudo kecamatan Gabus yang diikuti oleh anggota koramil Pati Kota, koramil Gabus, koramil Margorejo dan perwakilan warga yang dilewati aliran sungai Silugonggo dengan dipimpin oleh Kapten Inf Sriyanto yang diikuti kurang lebih 500 warga desa atau masyarakat petani.

Dandim 0718 Pati turun langsung dilapangan guna mengantisipasi kekeringan masa tanam di wilayah kab. Pati 

Yang hadir dalam kegiatan tersebut langsung di hadiri oleh Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusumah S.Sos, Danramil Margorejo, perangkat dan warga desa Jimbaran, PPL kec. Margorejo, PPL kec. Gabus dan PPL kec. Pati Kota dan perwakilan dari PU pengairan.

Warga yang mengikuti karya bhakti di desa Widoro kandang pati kota, desa Nggaras pati kota, desa Banjarsari Kec. Gabus, desa Mbiteng Kec. Gabus, desa Babalan Kec. Gabus, desa Kosekan kec. Gabus, desa Sodudo kec. Gabus, desa Jambean kidul kec. Margorejo, desa Jimbaran kecamatan Margorejo, adapun permasalahan yang timbul secara periodik selama musim kemarau panjang ini adalah terbatasnya air atau aliran sungai yang telah mengering.

Masyarakat yang tidak mendapat aliran air mensinyalir adanya penutupan dipintu air 9 desa Wegil kecamatan Sukolilo, pintu air 12 desa Balaedi, pintu air 15 desa Baturejo kecamatan Sukolilo kabupaten Pati.
Warga mengeluhkan limbah dari PT Dua Kelinci yang menyebabkan pendangkalan sungai yang mengakibatkan air tidak dapat mengalir ke bawah.

Pendangkalan sungai mengakibatkan saluran air tidak dapat mengalir dengan sempurna sampai ke bawah sehingga mengakibatkan kekeringan dilahan masyarakat dan apabila dalam waktu dekat air tidak mengalir maka dapat mengakibatkan gagal panen diwilayah kecamtan Gabus kurang lebih 800 Ha lahan petani.

Dari keluhan warga tersebut maka Dandim 0718 Pati memerintahkan Kapten Inf Sriyanto dan perwakilan warga untuk mengecek pintu air dan akan dilakukan pengerukan dengan Bego dari Dinas Pengairan kabupaten Pati untuk memperlancar aliran sungai silugonggo.

Kegiatan selesai pada pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, apabila ada perkembangan lbh lanjut akan dilaporkan. Alat berat bego telah tiba di lokasi desa Jimbaran, sekarang sudah di sasaran sungai yang akan di keruk, demikian kegiatan kewilayahan Koramil 12 Margorejo.

Alat berat (bego) guna mengatasi pendangkalan di aliran sungai silugonggo 

Adapun warga sangat menantikan datangnya musim hujan untuk mengatasi kekeringan ini, namun permasalahan utama adalah pembagian air yang kontinyu agar masa tanam padi tidak mengalami puso. Harapannya para petani tidak gagal panen untuk masa tanam padi kali ini karena adanya faktor non teknis berupa musim kemarau dan musim penghujan yang tidak menentu. ($.Pungky)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar