DPUTR Pati Sebut Sedimentasi dan Sampah Hulu Picu Sungai Simo Meluap Hingga ke Jalan Pantura Pati - Juwana

Dok/Sendimentasi dan sampah yang menumpuk yang luapan air sungai Simo.

THI. Pati - Sungai Simo kembali meluap dan menyebabkan air melimpas hingga ke Jalan Pantura Pati–Juwana. Kondisi ini dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah Muria serta tumpukan sampah yang tersangkut di jembatan-jembatan rendah, kamis tgl (05/03/26).

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo, menjelaskan bahwa sedimentasi dan kiriman sampah dari wilayah hulu masih menjadi persoalan utama, meskipun normalisasi sungai sebelumnya telah dilakukan.

“Iya, mungkin bisa dikatakan gitu juga karena banyak sedimen. Padahal tahun kemarin juga sudah dinormalisasi dari mulai Sinom-Gempolsari ke barat itu ternyata juga sudah banyak sampah sehingga dangkal lagi,” ujarnya.

Ia menyebut pembersihan eceng gondok di sepanjang Sungai Simo sebelumnya telah dilakukan selama sekitar satu minggu. Saat ditinjau oleh Plt Bupati Pati, kondisi sungai bahkan sempat dinyatakan bersih.

Namun hujan deras di wilayah hulu kembali membawa sampah ke aliran sungai hingga memperparah kondisi di sejumlah titik jembatan.

“Kemarin itu minggu kemarin ditinjau Pak PLT Bupati itu sudah bersih. Nah karena ini hujan, laporan kira-kira dua jam yang lalu itu sampah turun semua lagi dari atas, dari hulu menuju hilir, terus gak tahu dari mana lagi itu sampah kembali lagi, dan memperparah kan jembatan yang rendah itu membuat sampah mandek di situ sehingga air meluap ke jalan raya, Jalan Pantura itu,” jelasnya.

Menurutnya, Sungai Simo memang menjadi titik rawan karena menjadi tempat berkumpulnya aliran air dari sejumlah sungai sebelum masuk ke Sungai Juwana. Saat debit Sungai Juwana masih tinggi, aliran air dari anak-anak sungai tidak dapat mengalir lancar.

“Iya, karena larinya dari curah hujan di Muria, lewat Sungai Kersulo, sungai-sungai di sana, terus semua berkumpul di Sungai Simo sebelum masuk ke Sungai Juwana Baru. Sungai Juwana masih tinggi sehingga air juga tidak bisa mengalir langsung,” ungkapnya.

Saat ini, DPUTR menyebut kondisi beberapa sungai lain seperti Kali Sani masih dalam kondisi terkendali meskipun debit air mulai meningkat. Pihaknya tetap bersiaga sambil berharap curah hujan dalam beberapa waktu ke depan tidak terlalu tinggi. (RED)

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال