TH.Indonesia. Manokwari - Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bersama Kapolda Papua Barat terlibat menyukseskan Gerakan Penyemprotan Disinfektan untuk minimalisir tingkat penyebaran Covid-19 yang semakin mewabah di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat, (01/04/20).


Mengawali dimulainya Gerakan Penyemprotan Disinfektan tersebut, ditandai dengan apel yang dipimpin Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, selasa kemarin di lapangan Borasi, Manokwari, Papua Barat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kodam XVIII.Kasuari, dan Polda Papua Barat telah berkomitmen untuk terus mendukung pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19), khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat.

Kapendam XVIII Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P. dalam siaran persnya mengatakan, sejak kasus positif Corona di Indonesia dikonfirmasi oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020, Kodam XVIII Kasuari telah melakukan serangkaian langkah preventif terhadap penyebaran virus Corona tersebut.

"Untuk Kodam XVIII Kasuari sendiri, kegiatan yang sudah dilaksanakan hingga saat ini  antara lain, melakukan pengecekan suhu tubuh, baik kepada setiap personel (Prajurit dan PNS) Kodam XVIII Kasuari maupun masyarakat yang akan memasuki Markas Kodam XVIII Kasuari," kata Kapendam dalam rilisnya.

Tidak hanya itu, di tiap-tiap ruangan kantor disediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di berbagai titik dan penyemprotan disinfektan di luar maupun dalam ruangan kantor, perumahan dan fasilitas umum di Makodam.

Selain itu telah dilakukan sosialisasi dan edukasi melalui pemutaran video tentang hidup sehat dan pengetahuan mengenai virus Corona, bahkan juga menerapkan pembatasan waktu keluar dan masuk kesatrian bagi personel yang tinggal di kompleks Makodam.

Selanjutnya, Kodam telah menerapkan social & physical distancing, jaga jarak 1 - 2 m antar orang dalam setiap kegiatannya baik di dalam maupun di luar ruangan.
"Kodam juga melakukan woro-woro atau himbauan pencegahan penyebaran Covid-19 berkeliling kompleks Makodam dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi pengeras suara," ujar Andi Gus.

"Masih banyak kegiatan lain yang dilakukan Kodam XVIII Kasuari atas perintah Pangdam dalam rangka menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19)," sambungnya. ($.darto)

Minimalisir Tingkat Penyebaran Covid-19 di Papua Barat, Pangdam XVIII Kasuari Ikuti Gerakan Penyemprotan Disinfektan

TH.Indonesia. Manokwari - Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau bersama Kapolda Papua Barat terlibat menyukseskan Gerakan Penyemprotan Disinfektan untuk minimalisir tingkat penyebaran Covid-19 yang semakin mewabah di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat, (01/04/20).


Mengawali dimulainya Gerakan Penyemprotan Disinfektan tersebut, ditandai dengan apel yang dipimpin Gubernur Provinsi Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, selasa kemarin di lapangan Borasi, Manokwari, Papua Barat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kodam XVIII.Kasuari, dan Polda Papua Barat telah berkomitmen untuk terus mendukung pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19), khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat.

Kapendam XVIII Kasuari Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P. dalam siaran persnya mengatakan, sejak kasus positif Corona di Indonesia dikonfirmasi oleh Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020, Kodam XVIII Kasuari telah melakukan serangkaian langkah preventif terhadap penyebaran virus Corona tersebut.

"Untuk Kodam XVIII Kasuari sendiri, kegiatan yang sudah dilaksanakan hingga saat ini  antara lain, melakukan pengecekan suhu tubuh, baik kepada setiap personel (Prajurit dan PNS) Kodam XVIII Kasuari maupun masyarakat yang akan memasuki Markas Kodam XVIII Kasuari," kata Kapendam dalam rilisnya.

Tidak hanya itu, di tiap-tiap ruangan kantor disediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di berbagai titik dan penyemprotan disinfektan di luar maupun dalam ruangan kantor, perumahan dan fasilitas umum di Makodam.

Selain itu telah dilakukan sosialisasi dan edukasi melalui pemutaran video tentang hidup sehat dan pengetahuan mengenai virus Corona, bahkan juga menerapkan pembatasan waktu keluar dan masuk kesatrian bagi personel yang tinggal di kompleks Makodam.

Selanjutnya, Kodam telah menerapkan social & physical distancing, jaga jarak 1 - 2 m antar orang dalam setiap kegiatannya baik di dalam maupun di luar ruangan.
"Kodam juga melakukan woro-woro atau himbauan pencegahan penyebaran Covid-19 berkeliling kompleks Makodam dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi pengeras suara," ujar Andi Gus.

"Masih banyak kegiatan lain yang dilakukan Kodam XVIII Kasuari atas perintah Pangdam dalam rangka menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19)," sambungnya. ($.darto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar