TH.Indonesia. Jayapura - Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia dimana kepemilikan tanah sudah banyak dikuasai oleh pribadi, warga Papua masih kuat menjaga hak ulayat atas tanah adat yang mereka miliki.


Semua yang berada dalam wilayah tanah adat menjadi milik bersama masyarakat adat, Selasa tgl (10/03/20).

Tidak mudah bagi orang dari luar kampung untuk mengambil sumber daya alam tanpa seijin kepala suku.

Namun dengan dipilihnya Kampung Kibay menjadi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke - 107 oleh Kodim 1701 Jayapura, warga kampung justru sangat antusias untuk mensukseskan pengerjaan pembangunan gereja dan rumah yang akan menjadi sasaran fisik program tersebut.

Bahkan warga ikut menyumbang batu dan pasir dari sungai/kali yang berada dalam wilayah adat kampungnya.

"Kami sangat senang dengan kehadiran bapak-bapak tentara untuk membangun kampung kami.

Makanya, kami juga ingin membantu bapak - bapak dengan menyumbang batu dan pasir yang ada di Kali Asin ini dengan suka rela", ungkap Yulius, salah seorang warga Kibay.

Pengambilan batu dan pasir dari Kali Asin pun dilakukan dengan cara bergotong royong dengan personel TNI dari Kodim 1701 Jayapura yang terlibat dalam kegiatan TMMD.

"Saat ini kita mulai melakukan pengumpulan material bahan bangunan yang nanti kita gunakan pada kegiatan TMMD yang secara resmi akan dibuka pada tanggal 16 Maret nanti.

Kami tentunya sangat berterimakasih kepada seluruh warga Kampung Kibay yang ikut menyumbang batu dan pasir untuk keperluan TMMD", ujar Dandim Jayapura, Kol. Inf. Jerry Simatupang, saat ditemui di Makoramil Keerom.

Kapten Inf Robet, Pasi Intel Kodim 1701 Jayapura, yang ikut bersama Dandim juga menyatakan bahwa dengan adanya sumbangan batu dan pasir yang diambil dari Kali Asin sangat membantu mengurangi resiko keamanan yang dihadapi personel TMMD.

Kita tidak perlu jauh - jauh mengangkut bahan material dari luar kampung.

Tentunya ini dapat mengurangi resiko keamanan, sebab beberapa waktu lalu kendaraan dinas kita mendapat gangguan tembakan dari kelompok separatis setelah selesai mengangkut bahan bangunan dari Jayapura untuk keperluan TMMD", jelasnya. (Amin)

Sumbang Batu dan Pasir, Warga Kampung Kibay Ingin Sukseskan TMMD ke 107

TH.Indonesia. Jayapura - Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia dimana kepemilikan tanah sudah banyak dikuasai oleh pribadi, warga Papua masih kuat menjaga hak ulayat atas tanah adat yang mereka miliki.


Semua yang berada dalam wilayah tanah adat menjadi milik bersama masyarakat adat, Selasa tgl (10/03/20).

Tidak mudah bagi orang dari luar kampung untuk mengambil sumber daya alam tanpa seijin kepala suku.

Namun dengan dipilihnya Kampung Kibay menjadi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke - 107 oleh Kodim 1701 Jayapura, warga kampung justru sangat antusias untuk mensukseskan pengerjaan pembangunan gereja dan rumah yang akan menjadi sasaran fisik program tersebut.

Bahkan warga ikut menyumbang batu dan pasir dari sungai/kali yang berada dalam wilayah adat kampungnya.

"Kami sangat senang dengan kehadiran bapak-bapak tentara untuk membangun kampung kami.

Makanya, kami juga ingin membantu bapak - bapak dengan menyumbang batu dan pasir yang ada di Kali Asin ini dengan suka rela", ungkap Yulius, salah seorang warga Kibay.

Pengambilan batu dan pasir dari Kali Asin pun dilakukan dengan cara bergotong royong dengan personel TNI dari Kodim 1701 Jayapura yang terlibat dalam kegiatan TMMD.

"Saat ini kita mulai melakukan pengumpulan material bahan bangunan yang nanti kita gunakan pada kegiatan TMMD yang secara resmi akan dibuka pada tanggal 16 Maret nanti.

Kami tentunya sangat berterimakasih kepada seluruh warga Kampung Kibay yang ikut menyumbang batu dan pasir untuk keperluan TMMD", ujar Dandim Jayapura, Kol. Inf. Jerry Simatupang, saat ditemui di Makoramil Keerom.

Kapten Inf Robet, Pasi Intel Kodim 1701 Jayapura, yang ikut bersama Dandim juga menyatakan bahwa dengan adanya sumbangan batu dan pasir yang diambil dari Kali Asin sangat membantu mengurangi resiko keamanan yang dihadapi personel TMMD.

Kita tidak perlu jauh - jauh mengangkut bahan material dari luar kampung.

Tentunya ini dapat mengurangi resiko keamanan, sebab beberapa waktu lalu kendaraan dinas kita mendapat gangguan tembakan dari kelompok separatis setelah selesai mengangkut bahan bangunan dari Jayapura untuk keperluan TMMD", jelasnya. (Amin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar