TH.Indonesia. Jakarta - Penanaman karakter bela negara dalam jiwa generasi penerus, agar mampu menghasilkan generasi muda masa depan yang unggul, berkualitas dan produktif, Staf Umum Teritorial Angkatan Darat (Sterad) menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan keluarga besar TNI (KBT), (21/02/20).


Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya ketika membuka acara Komsos dengan tema Aksi Nyata Bela Negara Keluarga Besar TNI (KBT) di era kekinian, bertempat di aula maditziad, Jakarta Timur, kamis sore.

Diungkapkan Aster Kasad bahwa kegiatan komunikasi sosial dengan KBT ini diharapkan akan semakin menambah jalinan silaturahmi dan soliditas Keluarga Besar TNI, untuk bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya berkontribusi dan berkiprah membangun bangsa.

“Keluarga Besar TNI, FKPPI, HIPAKAD dan PPM, dengan segala profesi, potensi dan jenis keahliannya untuk bersama - sama ormas kepemudaan lainnya membangun bangsa dan melindungi serta berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi ancaman bangsa akhir - akhir ini, khususnya radikalisme dan separatisme, maka karakter bela negara menjadi penting.

"Kekuatan karakter inilah yang saat ini menjadi salah satu harapan bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman terhadap nilai - nilai kebangsaan yang semakin kompleks dan sulit diprediksi," sambungnya.

"Melalui penanaman karakter bela negara dalam jiwa kaum muda, diharapkan mampu menghasilkan generasi muda masa depan yang unggul, berkualitas dan produktif, dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan kompetitif,” imbuh Bakti Agus Fadjari.

Dalam kegiatan Komunikasi Sosial tersebut, juga menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat (Kadisbintalad), Brigjen TNI Asep Syaripudin, yang menyampaikan materi tentang mewujudkan kader FKPPI, PPM dan HIPAKAD, yang bermental tangguh dalam mempertahankan Ideologi Pancasila melalui Bela Negara untuk menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, menyampaikan materi tentang Aksi Nyata Bela Negara Keluarga Besar TNI (KBT) di era kekinian antara lain dalam bentuk membantu pemerintah mewujudkan SDM yang unggul, tidak mudah terprovokasi berita hoax, membantu pendidikan karakter dan menyiapkan generasi penerus yang siap menyongsong dunia serba digital.

Di tempat yang sama, Direktur Bela Negara Kemhan RI, yang diwakili Kasubdit Lingkup Pemukiman Direktorat Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Arh Luhkito Hadi Iswanto, S.T., M.Si., (Han) menyampaikan materi tentang Bela Negara sebagai penangkal radikalisme dan separatisme dalam lingkungan keluarga Besar TNI.

Keikutsertaan warga negara dalam usaha bela negara meliputi pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI dan pengabdian sesuai dengan profesi.

Kegiatan Komsos yang diikuti Keluarga Besar FKPPI, Generasi Muda FKPPI, HIPAKAD dan PPM juga dihadiri oleh Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.Ip., para pejabat teritorial dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Danrem dan Dandim jajaran Kodam Jaya/Jayakarta. (Amin)

TNI AD Tanamkan Karakter Bela Negara Dalam Jiwa Generasi Muda

TH.Indonesia. Jakarta - Penanaman karakter bela negara dalam jiwa generasi penerus, agar mampu menghasilkan generasi muda masa depan yang unggul, berkualitas dan produktif, Staf Umum Teritorial Angkatan Darat (Sterad) menggelar kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dengan keluarga besar TNI (KBT), (21/02/20).


Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya ketika membuka acara Komsos dengan tema Aksi Nyata Bela Negara Keluarga Besar TNI (KBT) di era kekinian, bertempat di aula maditziad, Jakarta Timur, kamis sore.

Diungkapkan Aster Kasad bahwa kegiatan komunikasi sosial dengan KBT ini diharapkan akan semakin menambah jalinan silaturahmi dan soliditas Keluarga Besar TNI, untuk bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya berkontribusi dan berkiprah membangun bangsa.

“Keluarga Besar TNI, FKPPI, HIPAKAD dan PPM, dengan segala profesi, potensi dan jenis keahliannya untuk bersama - sama ormas kepemudaan lainnya membangun bangsa dan melindungi serta berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam menghadapi ancaman bangsa akhir - akhir ini, khususnya radikalisme dan separatisme, maka karakter bela negara menjadi penting.

"Kekuatan karakter inilah yang saat ini menjadi salah satu harapan bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dan ancaman terhadap nilai - nilai kebangsaan yang semakin kompleks dan sulit diprediksi," sambungnya.

"Melalui penanaman karakter bela negara dalam jiwa kaum muda, diharapkan mampu menghasilkan generasi muda masa depan yang unggul, berkualitas dan produktif, dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan kompetitif,” imbuh Bakti Agus Fadjari.

Dalam kegiatan Komunikasi Sosial tersebut, juga menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat (Kadisbintalad), Brigjen TNI Asep Syaripudin, yang menyampaikan materi tentang mewujudkan kader FKPPI, PPM dan HIPAKAD, yang bermental tangguh dalam mempertahankan Ideologi Pancasila melalui Bela Negara untuk menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, menyampaikan materi tentang Aksi Nyata Bela Negara Keluarga Besar TNI (KBT) di era kekinian antara lain dalam bentuk membantu pemerintah mewujudkan SDM yang unggul, tidak mudah terprovokasi berita hoax, membantu pendidikan karakter dan menyiapkan generasi penerus yang siap menyongsong dunia serba digital.

Di tempat yang sama, Direktur Bela Negara Kemhan RI, yang diwakili Kasubdit Lingkup Pemukiman Direktorat Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Arh Luhkito Hadi Iswanto, S.T., M.Si., (Han) menyampaikan materi tentang Bela Negara sebagai penangkal radikalisme dan separatisme dalam lingkungan keluarga Besar TNI.

Keikutsertaan warga negara dalam usaha bela negara meliputi pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit TNI dan pengabdian sesuai dengan profesi.

Kegiatan Komsos yang diikuti Keluarga Besar FKPPI, Generasi Muda FKPPI, HIPAKAD dan PPM juga dihadiri oleh Waaster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.Ip., para pejabat teritorial dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta Danrem dan Dandim jajaran Kodam Jaya/Jayakarta. (Amin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar