TH.Indonesia. Madiun - Dalam rangka mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan, khususnya guna menjamin ketersediaan daging sapi, Korem 081/DSJ mendirikan Diklat Penggemukan Sapi di Asrama Bosbow, Jl. Diponegoro No. 39 kota Madiun, Jawa Timur, Senin tgl (03/02/20).


Selain itu, Diklat Penggemukan Sapi tersebut, juga sebagai upaya dan kepedulian Korem 081/DSJ untuk membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat dengan berbagai bekal pengetahuan tentang budidaya penggemukan sapi yang diberikan.

Sebagai langkah awal, Diklat penggemukan sapi gelombang 1 telah dilaksanakan pada beberapa hari yang lalu, mulai tanggal 27 Januari s.d. 31 Januari 2020 dan diikuti sebanyak 18 orang, yang kebanyakan merupakan para Babinsa di jajaran Korem 081/DSJ.

Diklat yang dilaksanakan selama 5 hari itu, selain memberikan bekal pengetahuan tentang budidaya penggemukan sapi, juga menghadirkan berbagai narasumber untuk memberikan pembekalan kepada para peserta Diklat, di antaranya dari Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, BRI dan BNI.

Dengan adanya Diklat penggemukan sapi semacam itu, diharapkan ke depan akan semakin banyak orang yang mau terjun dalam budidaya penggemukan sapi, sehingga dapat menjamin ketersediaan daging sapi nasional dan tidak perlu lagi mengimport dari luar.

Karena khususnya untuk daging sapi, pada setiap menghadapi Hari Raya seperti Idul Fitri, masih kerap dilakukannya import daging sapi untuk mencukupi tingginya kebutuhan atau permintaan yang semakin melonjak. ($.ulis)

Diklat Penggemukan Sapi, Upaya Korem 081/DJS Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

TH.Indonesia. Madiun - Dalam rangka mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan, khususnya guna menjamin ketersediaan daging sapi, Korem 081/DSJ mendirikan Diklat Penggemukan Sapi di Asrama Bosbow, Jl. Diponegoro No. 39 kota Madiun, Jawa Timur, Senin tgl (03/02/20).


Selain itu, Diklat Penggemukan Sapi tersebut, juga sebagai upaya dan kepedulian Korem 081/DSJ untuk membantu meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat dengan berbagai bekal pengetahuan tentang budidaya penggemukan sapi yang diberikan.

Sebagai langkah awal, Diklat penggemukan sapi gelombang 1 telah dilaksanakan pada beberapa hari yang lalu, mulai tanggal 27 Januari s.d. 31 Januari 2020 dan diikuti sebanyak 18 orang, yang kebanyakan merupakan para Babinsa di jajaran Korem 081/DSJ.

Diklat yang dilaksanakan selama 5 hari itu, selain memberikan bekal pengetahuan tentang budidaya penggemukan sapi, juga menghadirkan berbagai narasumber untuk memberikan pembekalan kepada para peserta Diklat, di antaranya dari Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, BRI dan BNI.

Dengan adanya Diklat penggemukan sapi semacam itu, diharapkan ke depan akan semakin banyak orang yang mau terjun dalam budidaya penggemukan sapi, sehingga dapat menjamin ketersediaan daging sapi nasional dan tidak perlu lagi mengimport dari luar.

Karena khususnya untuk daging sapi, pada setiap menghadapi Hari Raya seperti Idul Fitri, masih kerap dilakukannya import daging sapi untuk mencukupi tingginya kebutuhan atau permintaan yang semakin melonjak. ($.ulis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar