TH.Indonesia. Pati - Setelah melaksanakan perjalanan tour di beberapa kota di Indonesia kali ini team Nusantara Management melaksanakan tugas negara menjalankan misi perdamaian dunia lewat seni dan budaya dengan Feby Maharani (Feby KDI) sebagai Duta atau Icon Seni dan Budaya berkunjung ke luar negeri yaitu di negara Jepang yang terkenal dengan sebutan negeri sakura (matahari terbit) yang banyak tumbuh bunga sakura yang bermekaran di negeri tersebut.

Febby Maharani Duta Seni dan Budaya saat berkunjung ke Negara Jepang.

Team Nusantara Management sangat bangga karena bisa berkunjung di negara Jepang sebuah Negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa baik di bidang sains maupun ilmu pengetahuan, juga keunikan dan budaya tradisi yang sangat kuat untuk membangun kekuatan mental, disiplin waktu yang sangat tinggi yang akhirnya menempatkan Negara Jepang sebagai salah satu Negara maju di Asia.

Ini merupakan agenda tour perjalanan yang luar biasa yang dapat di temui oleh team Nusantara Management dengan mekanisme  yang berbeda tapi wujud saling menghormati antar sesama terjalin dengan baik akan keluhuran budaya samurai (jiwa seorang samurai) inilah yang terpatri di negara Jepang ini akan menjadikan pelajaran yang baik untuk melakukan tugas mulia ke depan sebagai wujud Seni dan Budaya sebagai pemersatu visi misi dari Gong perdamaian dunia.

Tidak berlebihan memang di negara Jepang team Nusantara Management hanya ingin mencari suatu kebenaran sebagai mana jati diri sebuah bangsa adalah sebagai bentuk penentuan nasib Bangsa untuk ke depannya yaitu untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Team Nusantara Management tidak berharap banyak kami hanya menuntut hak yaitu hak sebagai umat manusia untuk di kembalikan ke fungsionalnya untuk di berikan jaminannya, untuk di berikan keadilannya sosial dan dimana keadilan itu adalah milik semua manusia, milik semua umat manusia yang ada di dunia sebagai jaminan keadilan, kesejahteraan, komitmen, loyalitas itu adalah karena landasan kemakmuran itu sendiri.

Kemakmuran adalah suatu landasan dimana untuk membangun suatu ideologi sedangkan ideologi itu punya hak punya tujuan hidup membangun suatu karakter manusia yang punya martabat dan punya moralitas tinggi lewat keluhuran sebuah budaya  dan seni.

Dengan kemakmuran diharapkan  manusia bisa memilih hanya satu kekuatan yang di miliki oleh manusia yaitu Akhlak, Moralitas dan sebuah komitmen yang harus dipegang erat dalam sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pada hari ini di negara Jepang Tokyo juga sebagai saksi semoga apapun yang kami lakukan semoga apapun yang kami berikan sebagai mana makhluk hamba Allah hamba Tuhan bisa bermanfaat untuk setiap umat manusia di dunia dari perjalanan kerajaan Majapahit, Mataram, Kutai Kertanegara, Pajajaran bahwa Nusantara pernah menghiasi tatanan 700 tahun sebuah masa paling indah akan kejayaan atau masa keemasan.

Dan menjadi saksi bahwa Jepang pernah menjadi saksi sejarah perjalanannya Bangsa Indonesia sehingga Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, semoga perjalanan ini menjadi berkah dalam saksi perjalanan nyata di Jepang di negeri sakura salam hormat salam sejahtera atas nama Bangsa Indonesia dan mewakili rakyat Indonesia dari Joko Wibisono Pimpinan Nusantara Management.

Bahwa Nusantara dengan kode tatanan 700 tahun akan kembali menjadi mercusuar nya Dunia, sesuai dengan jongko Joyoboyo ataupun Nayagenggong dan Sabdapalon nagih janji dengan tanda tanda alam sudah terbukti hadir satu persatu terakhir adalah meletusnya anak gunung Krakatau sebagai tanda turunnya Satria Piningit yang akan membawa masa Kejayaan Nusantara kembali. (EKO)

Febby Maharani With Family Berkunjung ke Negara Matahari Terbit

TH.Indonesia. Pati - Kabupaten Pati menjadi tuan rumah dalam event besar yakni Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Karesidenan Pati. Event ini dilaksanakan di Pendopo Pati yang sebelumnya diawali dengan gelar apel Satlinmas di Alun - alun Pati, Selasa tgl (26/03/19).

Pemkab Pati tuan rumah Musrenbang Wil Eks Karisidenan Pati.

Event ini akan diikuti oleh wilayah - wilayah yang masuk dalam Eks Karesidenan Pati yaitu Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Suharyono ketika dikonfirmasi, Selasa (26/3) mengatakan bahwa terdapat poin - poin maupun pokok - pokok usulan yang akan disampaikan ketika Musrenbangwil berlangsung. Setidaknya ada 10 prioritas yang akan diusulkan Kabupaten Pati.

"Ada 10 prioritas yang akan diusulkan, yakni peningkatan jalan Karangmangu dan Bajomulyo yang menuju TPI. 

Kemudian yang kedua peningkatan jalan dari Agro Wisata Jolong ke Pohgading. Yang ketiga adalah peningkatan jaringan Fiber Optik guna menunjang Smart City", paparnya.

Adapun usulan yang lain, lanjut Suharyono, perbaikan halaman TPI Juwana yang disebabkan oleh kendaraan besar yang sering masuk. 

Kemudian peningkatan jalan dari Tambakromo menuju batas Kabupaten Grobogan, yakni Maitan. Juga dari Beketel sampai Maitan.

"Selain itu, juga peningkatan jalan dari Kecamatan Tayu ke Kecamatan Dukuhseti. 

Selain itu, kita juga mengusulkan terkait sektoral, yaitu bentuk bantuan yang diberikan ke kabupaten dahulu, namun langsung dari provinsi maupun pusat", imbuhnya.

Suharyono kembali menerangkan, usulan sektoral yang dimaksud yaitu normalisasi sungai Juwana, re - aktivasi kereta api mulai dari Semarang hingga Lasem, kemudian peningkatan jalan mulai dari Kudus hingga Rembang menjadi 4 lajur.

"Sedangkan untuk usulan ke provinsi, yaitu mulai dari SMP 4 Pati hingga jalan lingkar Sokokulon, Margorejo, itu kan masih 2 lajur, kita usulkan agar bisa menjadi 4 lajur dengan median ada di tengah", urainya.

Kemudian yang terakhir, pihaknya menambahkan bahwa jalan dari Pati ke Sukolilo batas Kabupaten Grobogan, Pati hingga Tayu batas Jepara, dan Juwana, Pucakwangi hingga Todanan batas Blora, dilakukan peningkatan jalan. ($.Zaenuri)

H- 1 Musrenbangwil, Sekda Ungkap 10 Usulan Prioritas Pemkab Pati

TH.Indonesia. Martapura, OKU Timur- Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia alias Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait melakukan Kunjungan Kerja bersama Rombongan ke Polres OKU Timur, Selasa tanggal 26 Maret 2019.

Kapolres OKU Timur mendapatkan penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak.

Tidak hanya memberikan Sosialisasi terkait Perlindungan Anak namun sekaligus menyerahkan Seremonial Penghargaan kepada Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK., Polres OKU Timur, Ketua Bhayangkari Cabang OKU Timur, Indah Lastiany, SH , Kasatreskrim Polres OKU Timur, AKP M. Ikang Ade Putra, SIK serta Unit PPA Polres OKU Timur yang diterima oleh Kanit PPA, Nisca Puspita Hia, S.Tr.K.

Menurut Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, pemberian Penghargaan ini bukan tanpa Alasan, Kapolres OKU Timur dinilai cepat Tanggap dalam penanganan Kasus Anak. 

"Tidaklah berlebihan jika Komnas Anak memberikan Penghargaan ini, Kapolres OKU Timur dalam penilaian kami sangat cepat tanggap dan responsip dalam menangani Kasus Anak, sehingga tidak hanya Kapolres yang kami apresiasi namun Polres, Kasatreskrim hingga Unit PPAnya kami berikan Penghargaan, sedangkan Ketua Bhayangkari Cabang OKU Timur sangat dikenal Peduli dengan Anak Berkebutuhan Khusus", tandas Arist Merdeka Sirait dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Alumni AKPOL 2000 ini juga diganjar Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID), atas Rekor Pengungkapan Kasus Menonjol Terbanyak di Wilayah Lintasan Sumatera. 

Senior Manager LEPRID, Zandre Badak Menyerahkan langsung Penghargaan tersebut mewakili ketua LEPRID Bpk Lukas Pangka S.H Kepada Kapolres OKU Timur dan Ketua Bhayangkari OKU Timur sebagai Pendukung Rekor.

"Pengungkapan Kasus menonjol dilakukan AKBP Erlin Tangjaya sejak bertugas di Polda Aceh, Polda Sumsel hingga menjadi Kapolres OKU Timur dan setiap kasus yang ditangani Pak Erlin selalu Viral dan menjadi perbincangan Publik", ujar Zandre Badak dalam penjelasannya saat menyampaikan sambutanya.

Menurur Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya hampir Zero kejadian dan berharap membasmi pelaku Curas sampai tuntas. 

"Saya ingin Kabupaten OKU Timur harus bersih dari Kejahatan yang menakutkan masyarakat dgn istilah Grandong dan begal ataupun perampokan yg mana pelaku terkadang tidak segan-segan membunuh korbannya. 

Anggota Reskrim kami benar-benar  kerja ekstra memberantas kss Curas yg kita kenal dgn istilah pelaku 365 kuhp, Ini harus Clear dan jika masih ada kita akan clearkan sampe tuntas", tandas AKBP Erlin Tangjaya, SH, SIK.

Berikut Prestasi AKBP Erlin Tangjaya, Kapolres OKU Timur :

Pengungkapan Kasus Perampokan dan Kelompok Bersenjata dan berhasil menyita sebyk 36 pucuk senjata laras panjang maupun laras pendek serta pelontar Granat, di aceh.

Pengungkapan Kasus Pembunuhan Calon Pengantin 2016 Viral tsk an Asworo
Pengungkapan perampokan dan pembunuhan Driver Online sebanyak 3 Kali.

Pengungkapan Kasus Pembegalan di Lintas Tengah Sumatera.

Mendapatkan Pin Perak dari Kapolri atas Keberhasilan pengungkapam Kasus begal yang dinilai cepat dan menonjol dijalur lintas tengah sumatera selatan. ($.Zaenuri)

Berantas Begas dan Kasus Menonjol, Kapolres OKU Timur Raih Dua Penghargaan Sekaligus

TH.Indonesia. Pati - Kala senja mulai berarak dilangit cakrawala TPA Sukoharjo, kampus kehidupan mulai mengeliat menampakkan jati dirinya berbenah, satu persatu menampilkan keindahan dengan aneka spot selfi yang mulai dibangun sang Begawan sesepuh FWP Begawan Alman Eko Darmo.

Para pengunjung yang datang menikmati senja di kampus kehidupan TPA Sukoharjo Pati.

Tak bisa dipungkiri keindahan alam yang ada di TPA hamparan hijau pohon pohon yang mulai tumbuh bermekaran menambah pesona alam terkembang kampus kehidupan yang sekarang elok bagai seorang gadis cantik yang menawan yang menawarkan secangkir kopi dipagi hari.

Sang maestro Mr. Wawan dan Mrs. Ratna Septi Angraeni yang membuat lanskap denah yang ada makin semarak dengan aneka jembatan gantung, rumah pohon juga aneka tanaman obat obatan ataupun outbond menjadi pilihan yang menarik bagi para pengunjung untuk menikmati aneka spot di TPA Sukoharjo Pati yang menjadi sekretariat FWP (forum wartawan pati), Rabu tgl (13/03/19).

Apalagi di atas bukit mulai dibangun saung - saung yang nantinya menjadi menu menarik siap saji dengan berbagai aneka olahan masakan khas ikan nila, gurame, lele dan aneka masakan dengan bumbu-bumbu asli rempah rempah peninggalan resep dari para ahli di bidangnya terutama masakan dengan sambal terasi khas kota Pati.

Nampak dari sudut sudut TPA yang mulai berhias mulai menunjukkan pesona yang luar biasa, walaupun satu sisi tenaga yang ada hanya sang Begawan dan sang Maestro dibantu oleh Ratna & Sukro yang berjibaku agar kedepannya nilai nilai historikal yang ada menjadi pembelajaran atau proses belajar back to nature atau belajar kembali ke alam.

Sebuah proses edukasi yang sangat penting bagi anak-anak generasi millineal akan pengenalan kepada alam dengan berbagai habitat tumbuh tumbuhan (obat obatan) maupun tanaman buah-buahan yang sudah mulai tumbuh bermekaran sesuai dengan manfaat yang ada dan fungsinya masing-masing.

Anugerah yang luar biasa bagi kampus kehidupan TPA Sukoharjo akan menjadi barometer dari sisi ekonomi maupun wisata alam menjadi pilihan yang tepat guna akan sebuah proses pendidikan alam terkembang sekarang ini.

Walau berat dalam sebuah perjalanan saat ini tanpa adanya proses kristalisasi keringat hambar terasa, buah dari pada proses itu sendiri akan dinikmati oleh anak cucu kita nantinya dengan segala jerih payah selama ini.

Semoga TPA Sukoharjo menjadi bukti yang nyata akan kiprah sang Begawan menjadi kunci sukses kedepannya dengan harapan TPA menjadi alternatif tempat wahana bermain maupun edukasi kampus kehidupan yang nyata. ($.Amien)

Spot Selfi di Kampus Kehidupan TPA Sukoharjo Menjadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Pengunjung

TH.Indonesia. Grobogan - Perayaan tradisi Boyong Grobog dalam rangkaian hari jadi Grobogan ke 293 di kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan berlangsung meriah, masyarakat Kabupaten Grobogan,  menyaksikan prosesi Kirab Boyong Grobog, tradisi ini menceritakan proses perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan, Minggu (03/03/19). 

Napak tilas sejarah Grobog Boyong sebagai identitas keluhuran Budaya.

Kirab tersebut dihadiri oleh Bupati Grobogan, Sekda, FKPD, DPRD, seluruh jajaran Muspika Kecamatan Grobogan, dan kepala desa se-Kabupaten Grobogan dengan  mengenakan pakaian beskap jawa. 

Dalam acara  boyong grobog dipimpin langsung oleh Bupati Grobogan   yang dikuti oleh belasan kelompok seni reog, barongan, drum band dan puluhan peserta dengan kostum prajurit kerajaan.

Prosesi budaya ini menjadi hari ulang tahun kabupaten Grobogan ke 293, yang jatuh pada tanggal 3 Maret, yang digelar di sepanjang jalan Pangeran Puger, Kecamatan dan Kabupaten Grobogan, sehingga menarik perhatian masyarakat sekitar.  

Ribuan warga tumpah ruah memadati tepi   Jalan Raya Purwodadi-Pati. Prosesi kirab Boyong Grobog dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten yang letaknya di Purwodadi.  

Dalam acara tersebut, dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. 

Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan dari Kecamatan Grobogan ke Purwodadi. 

Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit zaman kerajaan.

Pada prosesi ini diceritakan  muasal  sejarah Kabupaten Grobogan pada masa Sunan Kalijaga. Grobog (kotak) yang berisi dengan senjata pusaka kerajaan dipindahkan dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi. 

Bersamaan dengan itu, ibu kota Kabupaten Grobogan pindah dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi saat ini.

Ketua panitia Boyong Grobog  saat dimintai keterangan mengatakan,” kirab ini bertujuan untuk menceritakan kembali asal mula perpindahan pusat pemerintahan yang terletak di Kecamatan Grobogan dipindah ke Kecamatan Purwodadi. 

Tradisi ini juga untuk menghargai jasa para pahlawan dan upaya melestarikan budaya daerah,”ujarnya kepada media.

”Kegiatan ini sebagai bentuk wujud uri-uri budaya daerah dan memberikan semangat gotong royong dari warga masyarakat,” ungkapnya.

Diceritakan pula, “bahwa grobog adalah asal mula terbentuknya kabupaten Grobogan. 

Dimana saat zaman kerajaan Majapahit yaitu tepatnya ada pasukan kerajaan yang diutus untuk mengirim senjata pusaka kerajaan dan dimasukan dalam kotak atau grobog. 

Rombongan tersebut kemudian bertemu dengan perampok dan mereka lari meninggalkan grobog.

Selanjutnya oleh Sunan Kalijaga, para perampok tersebut berhasil dikalahkan dan merebut kembali grobog. 

Kemudian tempat tertinggalnya grobog itu dinamakan Grobog atau Grobogan. 

Sementara itu, pada awal terbentuknya Kabupaten Grobogan hanya meliputi beberapa wilayah saja yaitu Sela, Teras, Karas, Wirosari, Santenan, Grobogan, dan beberapa daerah di Sukowati bagian Utara Bengawan Solo dengan adipati/ Bupati pertama adalah Pangeran Puger. 

Namun lambat laun, wilayah Kabupaten Grobogan kemudian ditetapkan menjadi seperti sekarang ini dengan jumlah 19 kecamatan.

”Pertama kali Grobogan dipimpin oleh Adipati Pangeran Puger, dari data yang ada Kabupaten Grobogan dengan ibu kota Grobogan pindah ke kota Purwodadi terjadi pada Tahun 1864,” terang dia.

Selain menceritakan perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan, kirab boyong grobog juga diikuti rombongan petani yang membawa 10 gunungan hasil pertanian dari masing-masing desa di Kecamatan Grobogan. 

Gunungan tersebut mengandung filosofi agar hasil pertanian masyarakat semakin melimpah dengan diadakannya sesembahan gunungan hasil pertanian, kemudian gunungan itu, diperebutkan oleh warga sekitar.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, acara ini merupakan peringatan hari jadi ke-293 Kabupaten Grobogan.  

"Saya mengucapkan selamat ulang tahun Grobogan ke 293, semoga lebih baik, bisa sejahtera secara utuh dan menyeluruh, mari kita bersama membangun Kabupaten Grobogan yang lebih bagus," kata bupati saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Menurutnya, Boyong Grobog bermakna pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan ke wilayah Purwodadi, sebelumnya berada di Kelurahan Grobogan. 

"Makna Boyong Grobog pada sejarahnya, bahwa letak pemerintahan dulu di Kecamatan Grobogan, tepatnya di Kelurahan Grobogan, kini di Kelurahan Purwodadi," jelasnya.

Masih Bupati Grobogan  menceritakan,”boyong grobog adalah satu sejarah yang harus kita uri-uri. 

Dimana agar anak cucu kita nantinya bisa tahu tentang sejarah perpindahan pemerintahan Kabupaten Grobogan, yaitu dari Grobogan dipindah ke Purwodadi.
”Ini adalah kegiatan ke empat yang harus di uri-uri oleh warga masyarakat dalam rangka kegiatan Boyong Grobog. 

Mudah-mudah bisa kita tingkatkan agar nilai histori Kabupaten Grobogan tidak akan luntur,” kata Bupati.

Menurutnya, kegiatan Boyong Grobog sendiri perlu dilestarikan sebagai aset budaya daerah. 

Seperti daerah lain, seperti di Pati ada tradisi Meron, Solo ada Sekaten. Pihaknya mengatakan, “sebelumnya tradisi Boyong Grobog adalah inisiatif masyarakat. 

Kemudian setelah berjalan tiga tahun, kegiatan tersebut ditangani oleh panitia Kabupaten.

”Kedepan akan kita jadikan kegiatan ini sebagai rutin tahunan, dengan lebih menata lagi dan evaluasi agar lebih baik lagi untuk menarik wisatawan dari luar,” pungkasnya. ($.hodiqin)

Sri Sumarni ; Perayaan Tradisi Grobog Boyong Sebagai Pelestarian Budaya

TH.Indonesia. Pati - Misteri SMAN 02 Pati menyimpan banyak misteri yang tersembunyi, sejak berdiri pada dekade awal tahun 1970 SMAN 02 Pati menjadi favorit pilihan rujukan anak anak SMP yang ingin melanjutkan ke sekolah tingkat atas atau SMU, Jum'at tgl (01/03/19).

Hawa mistis yang menyelimuti area sekolah di SMAN 02 Pati.

Hingga kini para murid murid lulusan SMAN 02 Pati telah banyak mengisi formasi tata pemerintahan di kabupaten Pati, baik sebagai pegawai negeri, guru maupun wirausaha, jaksa, politikus dan lain sebagainya.

Banyak fenomena dalam kehidupan di dalam sekolahan tersebut yang hingga kini masih tersimpan dan tertutup rapat baik dikalangan para pelajar maupun para pengajar yang ada sekarang ini.

Tidak banyak yang tahu bahwa hampir setiap tahun para siswa atau siswi yang yang menuntut ilmu disitu meninggal dunia dikarenakan sawab keganasan dari Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri penguasa kerajaan gaib yang ada di area dalam gedung sekolahan tersebut terutama gedung "Sasana Langen Suka" aula tempat olahraga atau pertemuan.

Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri adalah seorang ratu ghoib yang mempunyai banyak pasukan kerajaan yang mendiami area khusus sekolah SMAN 02 Pati.

Hal inilah yang hampir tidak pernah terungkap oleh orang awam bahwa tumbal yang berupa nyawa seorang siswa atau siswi terus kehilangan nyawanya tanpa ampun sebagai tumbal kerajaan ghaib tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap acara baik caraka malam yang diadakan oleh Pramuka pasti ada bakar dupa disepanjang acara, pernah ada kejadian siswa siswi kesurupan masal pada waktu itu.

Dan hampir dipastikan kenapa yang menjadi korban di kelas XII IPA 1 dan XII IPS III hingga mayoritas siswa yang meninggal hingga kini.

Apakah kelas tersebut telah menjadi syarat tumbal dari sang Ratu ghoib atau ada kelas yang lainnya yang belum terungkap selama ini.

Pasar ghoib atau pasar setan yang terletak dilapangan basket, setiap menjelang sore hari setelah maghrib selalu ada aktifitas yang selalu ramai dengan segala macam hiruk pikuk para penghuninya, baik pasar malam maupun hiburan Gending Jawa dengan aroma mistis yang ada.

Dan satu hal ada yang unik di depan laboratorium kimia, ada sosok patung Ganesha yang selalu menatap tajam kebarat menarik untuk dicermati bahwa disitu ada hal masih menyimpan misteri besar selama ini.

Pada waktu itu seorang pelajar siswi bernama Novita (samaran) hampir menjadi korban keganasan sang Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri, sempat koma hampir satu bulan di rumah sakit Mardi Rahayu Kudus pada waktu itu masih kepala sekolah Drs. Sutowo dan wakil kepala sekolah Budi Sulistyo almarhum.

Kondisi pada waktu itu sang siswi sempat dibawa ke kerajaan ghoib dan disandera sukma'nya hingga berminggu-minggu koma tak berdaya tak sadarkan diri dirumah sakit, yang akhirnya sempat terjadi perlawanan dengan sang Ratu oleh satu sosok (misterius) yang menolong korban hingga berhari hari saling serang laga yang melelahkan hampir memporak-porandakan kerajaan tersebut, selesai pertarungan yang hebat dan akhirnya selamatlah sang siswi (Novita) terlepas dari maut.

Korban korban yang mulai berjatuhan setiap tahunnya menjadi tumbal keangkeran sekolah SMAN 02 Pati Sang Ratu telah memilih calon calon korban (tumbal) yang akan datang, yang satu gugur kan bertumbangan silih berganti menjemput ajalnya.

Dilihat dari sudut ilmu metafisika sangat menarik untuk dicermati apakah ada hubungan hubungan secara non fisik selama ini, bau anyir darah, mayat hidup bahkan bau menyengat berupa kembang kuburan kadang sebagai pengantar saat pelajaran dimulai.

Tabir hitam yang menyelimuti area sekolah menjadi fenomena selama ini, suara gemericik kereta kencana sang ratu dengan pakaian khas kerajaan dan ribuan pasukan (prajurit) yang mengiringi selalu mengintai maut para pelajar yang ada dalam cengkeraman sang ratu.

Tidak bisa dipungkiri para pemangku jabatan baik kepala sekolah maupun staf pengajar telah melakukan tugasnya dengan baik, namun apakah ada solusi yang tepat guna yang telah dilakukan selama ini dengan cara ruwatan (doa bersama) secara menyeluruh agar tidak jatuh korban kembali.

Mengapa fenomena ini berlangsung secara terus menerus jangan sampai dunia pendidikan khususnya di SMAN 02 Pati kembali berduka kehilangan nyawa putra putri terbaiknya, sebagai harapan masa depan keluarganya ataupun sebagai penerus (tulang punggung) kehidupan berbangsa dan bernegara ini. (bersambung)

Misteri SMAN 02 Pati, Hawa Mistis Sang Ratu Dewi Ayu Safitri Menebar Maut

TH.Indonesia. Pati - Adalah Nusantara Management setelah mengadakan tour di beberapa kota di Indonesia kali ini Nusantara Management mengadakan tour di kota Pati berlokasi di desa Tambaharjo dukuh Beran Kabupaten Pati untuk tour kali ini Nusantara Management menampilkan group Campursari Dayaningrat dari Desa Tambaharjo Kabupaten Pati pimpinan Mr. Joko Wibisono, (02/02/19).

Febby KDI salah satu talenta muda dan berbakat dalam live show acara amal & santunan.

Untuk acara tour nusantara management ini di adakan untuk menjalin tali silaturahmi dan mempererat rasa persaudaraan antar umat menyatukan segala apapun pandangan persepsi karena Nusantara Management adalah bagian dari suatu misi yang tertuju untuk melaksanakan tugas fungsional adalah untuk misi perdamaian dunia lewat akar budaya dan seni yang telah ada sejak jaman peninggalan para leluhur Nusantara sebagai kearifan lokal.

Budaya adalah alat yang dimana menyampaikan dalam bentuk semua unsur untuk menjadi satu ke Bhinneka Tunggal Ika dalam fragmen semua unsur yang ada dalam bingkai persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Seni adalah suatu pergerakan perwujudan untuk di buktikan sebagai rasa tanggung jawab sebagai pecinta seni terkhusus dari campursari, dangdut dan segala apapun musik dari semua elemen yang ada di wilayah seluruh Indonesia khususnya di wilayah Jawa Tengah yang ada di Kabupaten Pati.

Oleh karena itu sebagai sesepuh Mr. Joko Wibisono dari Nusantara Management menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar supaya mencintai seni/budaya dan memberikan yang terbaik dengan suguhan seni dan budaya akan membentuk moralitas bangsa akan menjadi lebih baik terutama di kalangan generasi penerus Bangsa untuk lebih memahami arti Pancasila sesungguhnya juga preambule pembukaan UUD 1945.

Dan tujuan utama diadakan pertunjukan show ini dari Nusantara Management adalah memang dari beberapa event yang sudah dilakukan bersama New Coplax Music dan Nusantara Management ending dari semua ini adalah memberikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mana sudah diberikan Rahmat dan Hidayahnya oleh karena itu dari Nusantara Management memberikan sedikit rejeki untuk beberapa santunan yang diberikan kepada anak yatim piatu dan orang tua jompo atau lanjut usia sebagaimana sesuai visi misi untuk selalu menaburkan bunga kasih sayang kepada sesama.

Untuk acara kali ini Nusantara Management menghadirkan group Campursari Dayaningrat dari Desa Tambaharjo Kecamatan Pati Kabupaten Pati dengan Mc. Denny dan di dukung oleh artis-artis dari Jateng dan Jatim di antaranya ada Rena KDI, Bambang Permadi (Bam's) dan Febby KDI adalah Icon budaya yang nanti akan dibawa ke Go Internasional," Ujar Mr. Joko Wibisono penasehat dari Nusantara Management.

Kedepannya Nusantara Management memberikan andil yang besar untuk menyalurkan bakat dan talenta muda agar kekuatan ini tidak mudah rapuh dan hilang begitu saja dalam menjaga pelestarian budaya/seni yang ada di seluruh Nusantara agar tidak diakui oleh pihak asing ataupun Negara tetangga. (EKO)

Road Show Nusantara Management Dalam Bingkai Misi Perdamaian Dunia