TH.Indonesia. Pati - Perubahan iklim politik semakin memberi keindahan yang nyata seperti gejolak alam semesta yang memberikan warna tersendiri, terkadang berupa hujan ditengah musim kemarau atau saat musim tanam yang memberikan harapan palsu kepada petani namun tak kunjung hujan tiba, Selasa tgl (08/12/19).

Ojo leren dadi wong apik, semangat membangun negeri.

Begitulah warna politik yang semakin panas, tidak jarang kubu yang satu saling hantam baku opini publik sehingga menambah suasana bertambah panas, inilah dunia politik Indonesia.
Masyarakat pun semakin cerdas untuk memberikan pilihan, tidak bisa di pungkiri sebagian masyarakat pun larut dalam suasana iklim perpolitikan nasional, saling memberikan dukungan salah satu calon atau kandidat lainnya.

Saatnya para petani bercocok tanam sambil menunggu hujan tiba, sambil berkarya untuk maju bersama menanti saat proses tanam tiba.

Berat untuk menunggu masa yang akan tiba dimana rakyat dapat memilih sesuai seleranya, menjadikan pilihan yang tepat untuk memberikan pilihan yang ada, wakil rakyat untuk membawa sebuah aspirasi untuk dijadikan landasan perubahan iklim yang lebih baik selama lima tahun kedepannya.

Memilih sesuai hati nurani, kebangkitan perubahan iklim politik tidak menyurutkan para kader untuk terus berjuang dan berkarya, tidak salah lagi untuk memilih untuk memberikan daya upaya pikiran dan kerja nyata, wujud menjadi wakil rakyat yang lebih baik.

Saatnya yang muda yang berkarya membawa aspirasi masyarakat bawah dalam semangat mengibarkan panji-panji kebenaran, bukan janji-janji palsu selama ini.

Rakyat tidak butuh janji-janji palsu, masyarakat sudah cerdas untuk memberikan suaranya memilih wakil yang dapat membawa inspirasi dan aspirasi yang tepat guna, bukan memilih kucing dalam karung yang hanya memikirkan perutnya sendiri selama ini.

Pilihan yang akan membawa perubahan arah iklim politik yang lebih baik, mendinginkan suasana bukan menjadi kompor yang akhirnya dapat meledak dan membumi hanguskan alam marwah saat ini.

Majulah negeriku Indonesia untuk menuju harapan yang lebih baik dalam membangun nilai nilai kebangsaan yang lebih baik, saatnya rakyat memberikan sumbangsih dalam menentukan pilihan agar rakyat hidup aman, makmur dan sejahtera.

Yang muda yang berkarya bukan janji melainkan bukti sebuah karya yang nyata. 

Saatnya tunas bangsa tunas tunas muda mulai bersinar di era globalisasi era generasi milineal sekarang ini. Jadilah pemimpin yang cerdas untuk Bangsa dan Negara Indonesia.

Sedangkan saat dikonfirmasi mengenai visi misi mas Ali Mistafiddin sebagai Caleg PBB no. 2 menyampaikan akan melakukan perubahan pembangunan yang mengacu pada usaha yang berbasis UMKM untuk mencapai kesejahteraan ekonomi ditingkat mikro dan menengah agar lebih bersaing di tingkat regional dan nasional. ($.cipto)

Semangat Membangun Negeri, Ojo Leren Dadi Wong Apik

TH.Indonesia. Pati - Perubahan iklim politik semakin memberi keindahan yang nyata seperti gejolak alam semesta yang memberikan warna tersendiri, terkadang berupa hujan ditengah musim kemarau atau saat musim tanam yang memberikan harapan palsu kepada petani namun tak kunjung hujan tiba, Selasa tgl (08/12/19).

Ojo leren dadi wong apik, semangat membangun negeri.

Begitulah warna politik yang semakin panas, tidak jarang kubu yang satu saling hantam baku opini publik sehingga menambah suasana bertambah panas, inilah dunia politik Indonesia.
Masyarakat pun semakin cerdas untuk memberikan pilihan, tidak bisa di pungkiri sebagian masyarakat pun larut dalam suasana iklim perpolitikan nasional, saling memberikan dukungan salah satu calon atau kandidat lainnya.

Saatnya para petani bercocok tanam sambil menunggu hujan tiba, sambil berkarya untuk maju bersama menanti saat proses tanam tiba.

Berat untuk menunggu masa yang akan tiba dimana rakyat dapat memilih sesuai seleranya, menjadikan pilihan yang tepat untuk memberikan pilihan yang ada, wakil rakyat untuk membawa sebuah aspirasi untuk dijadikan landasan perubahan iklim yang lebih baik selama lima tahun kedepannya.

Memilih sesuai hati nurani, kebangkitan perubahan iklim politik tidak menyurutkan para kader untuk terus berjuang dan berkarya, tidak salah lagi untuk memilih untuk memberikan daya upaya pikiran dan kerja nyata, wujud menjadi wakil rakyat yang lebih baik.

Saatnya yang muda yang berkarya membawa aspirasi masyarakat bawah dalam semangat mengibarkan panji-panji kebenaran, bukan janji-janji palsu selama ini.

Rakyat tidak butuh janji-janji palsu, masyarakat sudah cerdas untuk memberikan suaranya memilih wakil yang dapat membawa inspirasi dan aspirasi yang tepat guna, bukan memilih kucing dalam karung yang hanya memikirkan perutnya sendiri selama ini.

Pilihan yang akan membawa perubahan arah iklim politik yang lebih baik, mendinginkan suasana bukan menjadi kompor yang akhirnya dapat meledak dan membumi hanguskan alam marwah saat ini.

Majulah negeriku Indonesia untuk menuju harapan yang lebih baik dalam membangun nilai nilai kebangsaan yang lebih baik, saatnya rakyat memberikan sumbangsih dalam menentukan pilihan agar rakyat hidup aman, makmur dan sejahtera.

Yang muda yang berkarya bukan janji melainkan bukti sebuah karya yang nyata. 

Saatnya tunas bangsa tunas tunas muda mulai bersinar di era globalisasi era generasi milineal sekarang ini. Jadilah pemimpin yang cerdas untuk Bangsa dan Negara Indonesia.

Sedangkan saat dikonfirmasi mengenai visi misi mas Ali Mistafiddin sebagai Caleg PBB no. 2 menyampaikan akan melakukan perubahan pembangunan yang mengacu pada usaha yang berbasis UMKM untuk mencapai kesejahteraan ekonomi ditingkat mikro dan menengah agar lebih bersaing di tingkat regional dan nasional. ($.cipto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar