TH.Indonesia. Pati - Rabu tgl (14/03/18), berasal dari hobi warga desa Kropak kecamatan Winong kabupaten Pati ini mampu mengekspresikan hobi nya untuk menjadikan suatu usaha sambilan yang bernilai ekonomis tinggi, berawal dari gemar memelihara burung kicau dan beberapa jenis burung lainya pria asal Kropak ini mampu mengembangkan salah satu budidaya burung yang cukup familiar di era jaman sekarang yaitu jenis burung Lovebird.

Sapto Winarno pemuda asal desa Kropak Winong sukses Budidaya burung Lovebird. 

Di desa Kropak sendiri banyak sekali pengembangan burung jenis tersebut bahkan untuk saat ini lebih kurang ada 150  kandang penangkaran yang di kembangkan di sana, masing masing kandang yang berukuran 3 sampai 5 meter persegi berada di halaman rumah  warga, masing masing mereka  memelihara indukan dari berbagai jenis dan macamnya (Burung Lovebird) dan masing masing warga memiliki kurang lebih 50 sampai 70 pasang indukan yang sudah produksi.

Pada umumnya Masyarakat di sana memilih membudidayakan jenis burung Lovebird dengan alasan karena selain dapat menyalurkan hobinya sebagai pecinta burung juga dapat menghasilkan uang tambahan selain itu untuk perawatannya juga di nilai sangat mudah dan tidak terlalu rumit seperti hewan atau burung lainnya.

Saat awak media targethukumindonesia wawancara dengan salah seorang warga di RT 07 RW  02  yang bernama Sapto Winarno atau yang akrab di sapa di desa dengan sebutanan namanya Mbiyo yang saat ini  mengembangkan budidaya burung Lovebird mengatakan   ;

Berawal dari hobi mulai dari tahun 2006 saya mengembangkan jenis  burung  Lovebird ini saat itu kami  pertama kali hanya memiliki dua pasang indukan yaitu hanya jenis kepala emas dan pastel biru, " tuturnya.

Namun saat ini kami sudah mengembangkan jenis lain yaitu mulai dari kepala emas, pastel biru, albino dan biru mangsi sekarang indukan kami sudah ada 70 pasang dari berbagai jenis, sementara hasil dari produksi (anakan) kami jual saat berumur dua sampai tiga bulan dengan harga bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, " mbuhnya.  (THI/Tugi)

Berawal Dari Hobi Dan Pecinta Burung Lovebird Mampu Menjadikan Nilai Ekonomis Tinggi

TH.Indonesia. Pati - Rabu tgl (14/03/18), berasal dari hobi warga desa Kropak kecamatan Winong kabupaten Pati ini mampu mengekspresikan hobi nya untuk menjadikan suatu usaha sambilan yang bernilai ekonomis tinggi, berawal dari gemar memelihara burung kicau dan beberapa jenis burung lainya pria asal Kropak ini mampu mengembangkan salah satu budidaya burung yang cukup familiar di era jaman sekarang yaitu jenis burung Lovebird.

Sapto Winarno pemuda asal desa Kropak Winong sukses Budidaya burung Lovebird. 

Di desa Kropak sendiri banyak sekali pengembangan burung jenis tersebut bahkan untuk saat ini lebih kurang ada 150  kandang penangkaran yang di kembangkan di sana, masing masing kandang yang berukuran 3 sampai 5 meter persegi berada di halaman rumah  warga, masing masing mereka  memelihara indukan dari berbagai jenis dan macamnya (Burung Lovebird) dan masing masing warga memiliki kurang lebih 50 sampai 70 pasang indukan yang sudah produksi.

Pada umumnya Masyarakat di sana memilih membudidayakan jenis burung Lovebird dengan alasan karena selain dapat menyalurkan hobinya sebagai pecinta burung juga dapat menghasilkan uang tambahan selain itu untuk perawatannya juga di nilai sangat mudah dan tidak terlalu rumit seperti hewan atau burung lainnya.

Saat awak media targethukumindonesia wawancara dengan salah seorang warga di RT 07 RW  02  yang bernama Sapto Winarno atau yang akrab di sapa di desa dengan sebutanan namanya Mbiyo yang saat ini  mengembangkan budidaya burung Lovebird mengatakan   ;

Berawal dari hobi mulai dari tahun 2006 saya mengembangkan jenis  burung  Lovebird ini saat itu kami  pertama kali hanya memiliki dua pasang indukan yaitu hanya jenis kepala emas dan pastel biru, " tuturnya.

Namun saat ini kami sudah mengembangkan jenis lain yaitu mulai dari kepala emas, pastel biru, albino dan biru mangsi sekarang indukan kami sudah ada 70 pasang dari berbagai jenis, sementara hasil dari produksi (anakan) kami jual saat berumur dua sampai tiga bulan dengan harga bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, " mbuhnya.  (THI/Tugi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar