TH.Indonesia. PATI - Jum’at tgl (23/02/18), Sebuah mandat dan amanah dari sepuh Negara, untuk menciptakan Perdamaian Dunia mulai di awali dari Kota Pati tercinta ini. Hadir dalam perjalanan spiritual yang panjang dengan segala macam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mr. Joko Wibisono, Wahyu Hadi Putro, Intan, Eko Hariyanto & Feby Maharani di Makam Trowulan  penyempurnaan mandat Reclassering. 

Amanat yang di emban begitu berat, penuh ujian, terpaan dan kesabaran, Sang amanah ketua DPP LMR RI Komwil Jawa Tengah Mr. Joko Wibisono dan Wahyu Hadi Putro, SH alumnus UGM jurusan Hukum lulusan tahun 2014 penerima mandat dan amanat dari Badan Reclassering Dunia dari Den Haag Belanda.

Putra kelahiran Pati, yang akrab disapa mas Wahyu ini bertugas sebagai sekretaris LMR RI Komwil Jateng dalam hal ini akan menceritakan arti makna Reclassering yang seutuhnya mengangkat budaya dan seni Dunia.

Reclassering artinya pembenahan budaya dan seni untuk mengangkat moral dunia dalam hal ini melalui Feby Maharani sebagai Duta Budaya dan Seni bisa mengangkat citra kabupaten Pati Bumi Mina Tani ke tingkat Nasional maupun Internasional dalam bidang seni dan budaya melalui sebuah music sebagai bahasa Perdamaian Dunia.

Kedua melalui sebuah tesis dari Mr. Wahyu Hadi Putro SH dari kegelisahan beliau tentang keprihatinan moral Bangsa dan moral Budaya itu sendiri di kirim ke Pemerintah Pusat sebagai bukti nyata yang ada, adapun tanggapan setelah mengangkat citra Reclassering dipadukan dengan Budaya dan seni dari perpaduan budaya dan Seni itu terjadilah tiga simpul yaitu simpul pertama Perdamaian Dunia, kedua Moralitas Dunia dan yang ketiga Pembenahan Ekonomi Masyarakat.

Akhirnya bekerja sama dan bersinergi dengan instansi yang terkait, dan dari berbagai pihak memberikan dukungan sepenuhnya untuk misi Perdamaian Dunia melalui Budaya dan Seni ini.

Khususnya untuk kota Pati Bumi Mina Tani bersama Reclassering saya pemuda Pati memegang teguh amanat ini, mengangkat moralitas yang di dorong oleh Budaya dan Seni sebagaimana moral ini kembali baik seperti adat istiadat orang timur yang penuh Budaya dan Sopan Santun dan sebagai putera Bangsa khususnya Indonesia dan terlebih nanti bisa menyeluruh ke seluruh dunia menjadi pembenahan moral yang lebih baik.

Inilah kebangkitan Nusantara sebagai titik awal menuju mercusuar Dunia, dari rasa keterpurukan, keprihatinan moralitas Bangsa bersama Reclassering rasa kepedulian itu kami akseskan kepada seluruh pemuda Indonesia yang peduli terhadap moralitas Negara dan Bangsa, bangkitlah wahai para pemuda Indonesia bersatulah menjadi pionir Perdamaian Dunia.

Akhirnya dari tiga perpaduan itu antara Feby Maharani, coplax music dan Reclassering dipadukan menjadi satu di akseskan sampai beberapa album perdamaian Dunia, dan inilah hasil Budaya dan Seni ini kami kirimkan ke markas besar PBB yang ada di Den Haag dan Swiss semua itu adanya hubungan erat antara Budaya dan Seni maupun Reclassering itu sendiri.

Adalah milik Bangsa Indonesia tetapi rakyat Indonesia sendiri tidak tahu apa artinya Reclassering, hingga pencetus Reclassering adalah Bung Karno bahkan di luar negeri Reclassering sudah sangat maju sekali seperti di Den Haag, Swiss, Perancis dan Jerman semua sudah memakai konsep Reclassering itu sendiri, dari Den Haag sendiri mau mengembalikan amanah Reclassering ke rakyat Indonesia  dengan catatan rakyat Indonesia sendiri sudah bisa menata moral seluruh elemen Bangsanya.

Kebangkitan Nusantara sudah di depan mata, mari berbenah dan bersatu padu wahai seluruh jiwa raga rakyat Indonesia, siapkan mental kalian jadilah Bangsa Indonesia yang memiliki semangat kemerdekaan itu sendiri, amanat penderitaan rakyat (AMPERA) harus berdiri tegak berdikari di kakinya sendiri.

Melalui wadah Reclassering saat ini karena pada dasarnya semua rakyat Indonesia mempunyai rasa tenggang rasa, semangat gotong royong yang masih di uri-uri hingga hari ini, walaupun semakin hari semangat itu semakin menipis.

Dengan melalui Budaya dan Seni inilah kami akan terus berjuang  hingga titik darah penghabisan, dengan membawa misi perdamaian dunia keseluruhan penjuru Dunia.

Bersama sama musisi-musisi handal Jawa Tengah dan Jawa Timur, kami akan menciptakan perdamaian umat manusia melalui Budaya dan Seni yang sudah kami kemas selama tour musik baik di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu sendiri.

Pengemban amanah Panji Panji Nusantara di Brawijaya Kertarajasa Jayawardhana. 

Feby Maharani sebagai Duta Budaya dan Seni akan menampilkan Revolusi Industri Musik bersama musisi-musisi ternama lainnya yang saat ini sudah berjalan, dan dengan acara tour event ini sampai besok hari sabtu bertempat di Stadion Joyokusumo itu sebenarnya adalah mengangkat Budaya dan Seni untuk Reclassering karena dari semua aspek itu semua akan menuju kemuara masyarakat Indonesia melalui Budaya dan Seni itu sendiri.

Kota Pati Bumi Mina Tani yang telah menjadi pijakan para musisi-musisi handal di tanah air, dengan berbagai macam panggung hiburannya terutama di bidang Budaya dan Seni untuk memajukan moralitas bangsa dan melakukan pembenahan ataupun disini melakukan tujuan dari Reclassering itu sendiri lewat Budaya dan Seni dan paling utama adalah Perdamaian Persatuan Dunia. (EKO)

Reclassering Melalui Budaya Dan Seni Membawa Misi Perdamaian Dunia

TH.Indonesia. PATI - Jum’at tgl (23/02/18), Sebuah mandat dan amanah dari sepuh Negara, untuk menciptakan Perdamaian Dunia mulai di awali dari Kota Pati tercinta ini. Hadir dalam perjalanan spiritual yang panjang dengan segala macam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mr. Joko Wibisono, Wahyu Hadi Putro, Intan, Eko Hariyanto & Feby Maharani di Makam Trowulan  penyempurnaan mandat Reclassering. 

Amanat yang di emban begitu berat, penuh ujian, terpaan dan kesabaran, Sang amanah ketua DPP LMR RI Komwil Jawa Tengah Mr. Joko Wibisono dan Wahyu Hadi Putro, SH alumnus UGM jurusan Hukum lulusan tahun 2014 penerima mandat dan amanat dari Badan Reclassering Dunia dari Den Haag Belanda.

Putra kelahiran Pati, yang akrab disapa mas Wahyu ini bertugas sebagai sekretaris LMR RI Komwil Jateng dalam hal ini akan menceritakan arti makna Reclassering yang seutuhnya mengangkat budaya dan seni Dunia.

Reclassering artinya pembenahan budaya dan seni untuk mengangkat moral dunia dalam hal ini melalui Feby Maharani sebagai Duta Budaya dan Seni bisa mengangkat citra kabupaten Pati Bumi Mina Tani ke tingkat Nasional maupun Internasional dalam bidang seni dan budaya melalui sebuah music sebagai bahasa Perdamaian Dunia.

Kedua melalui sebuah tesis dari Mr. Wahyu Hadi Putro SH dari kegelisahan beliau tentang keprihatinan moral Bangsa dan moral Budaya itu sendiri di kirim ke Pemerintah Pusat sebagai bukti nyata yang ada, adapun tanggapan setelah mengangkat citra Reclassering dipadukan dengan Budaya dan seni dari perpaduan budaya dan Seni itu terjadilah tiga simpul yaitu simpul pertama Perdamaian Dunia, kedua Moralitas Dunia dan yang ketiga Pembenahan Ekonomi Masyarakat.

Akhirnya bekerja sama dan bersinergi dengan instansi yang terkait, dan dari berbagai pihak memberikan dukungan sepenuhnya untuk misi Perdamaian Dunia melalui Budaya dan Seni ini.

Khususnya untuk kota Pati Bumi Mina Tani bersama Reclassering saya pemuda Pati memegang teguh amanat ini, mengangkat moralitas yang di dorong oleh Budaya dan Seni sebagaimana moral ini kembali baik seperti adat istiadat orang timur yang penuh Budaya dan Sopan Santun dan sebagai putera Bangsa khususnya Indonesia dan terlebih nanti bisa menyeluruh ke seluruh dunia menjadi pembenahan moral yang lebih baik.

Inilah kebangkitan Nusantara sebagai titik awal menuju mercusuar Dunia, dari rasa keterpurukan, keprihatinan moralitas Bangsa bersama Reclassering rasa kepedulian itu kami akseskan kepada seluruh pemuda Indonesia yang peduli terhadap moralitas Negara dan Bangsa, bangkitlah wahai para pemuda Indonesia bersatulah menjadi pionir Perdamaian Dunia.

Akhirnya dari tiga perpaduan itu antara Feby Maharani, coplax music dan Reclassering dipadukan menjadi satu di akseskan sampai beberapa album perdamaian Dunia, dan inilah hasil Budaya dan Seni ini kami kirimkan ke markas besar PBB yang ada di Den Haag dan Swiss semua itu adanya hubungan erat antara Budaya dan Seni maupun Reclassering itu sendiri.

Adalah milik Bangsa Indonesia tetapi rakyat Indonesia sendiri tidak tahu apa artinya Reclassering, hingga pencetus Reclassering adalah Bung Karno bahkan di luar negeri Reclassering sudah sangat maju sekali seperti di Den Haag, Swiss, Perancis dan Jerman semua sudah memakai konsep Reclassering itu sendiri, dari Den Haag sendiri mau mengembalikan amanah Reclassering ke rakyat Indonesia  dengan catatan rakyat Indonesia sendiri sudah bisa menata moral seluruh elemen Bangsanya.

Kebangkitan Nusantara sudah di depan mata, mari berbenah dan bersatu padu wahai seluruh jiwa raga rakyat Indonesia, siapkan mental kalian jadilah Bangsa Indonesia yang memiliki semangat kemerdekaan itu sendiri, amanat penderitaan rakyat (AMPERA) harus berdiri tegak berdikari di kakinya sendiri.

Melalui wadah Reclassering saat ini karena pada dasarnya semua rakyat Indonesia mempunyai rasa tenggang rasa, semangat gotong royong yang masih di uri-uri hingga hari ini, walaupun semakin hari semangat itu semakin menipis.

Dengan melalui Budaya dan Seni inilah kami akan terus berjuang  hingga titik darah penghabisan, dengan membawa misi perdamaian dunia keseluruhan penjuru Dunia.

Bersama sama musisi-musisi handal Jawa Tengah dan Jawa Timur, kami akan menciptakan perdamaian umat manusia melalui Budaya dan Seni yang sudah kami kemas selama tour musik baik di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu sendiri.

Pengemban amanah Panji Panji Nusantara di Brawijaya Kertarajasa Jayawardhana. 

Feby Maharani sebagai Duta Budaya dan Seni akan menampilkan Revolusi Industri Musik bersama musisi-musisi ternama lainnya yang saat ini sudah berjalan, dan dengan acara tour event ini sampai besok hari sabtu bertempat di Stadion Joyokusumo itu sebenarnya adalah mengangkat Budaya dan Seni untuk Reclassering karena dari semua aspek itu semua akan menuju kemuara masyarakat Indonesia melalui Budaya dan Seni itu sendiri.

Kota Pati Bumi Mina Tani yang telah menjadi pijakan para musisi-musisi handal di tanah air, dengan berbagai macam panggung hiburannya terutama di bidang Budaya dan Seni untuk memajukan moralitas bangsa dan melakukan pembenahan ataupun disini melakukan tujuan dari Reclassering itu sendiri lewat Budaya dan Seni dan paling utama adalah Perdamaian Persatuan Dunia. (EKO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar