TH.Indonesia. Pati - Kamis tgl (19/10/17), Babinsa Koramil 01 Pati Jajaran Kodim 0718 Pati Serma Mustofa melaksanakan kegiatan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik bersama masyarakat Desa sarirejo yang sudah dimulai pada pertengahan tahun 2016 yang  mendapat  proyek pengelolaan 3 R dari pemerintah pusat, sumber dana  adalah APBN  tahun 2016 lewat kantor cipta karya provinsi Jateng.

Proses pembuatan sampah organik 

Bantuan itu berupa sarana bangunan dan prasarana mesin cacah, ayak dan mendapatkan 2 unit dan  kendaraan tosa roda 3.

Adapun tujuan dibangunnya program ini adalah salah satunya membantu pemda dalam mengatasi permasalahan sampah di perkotaan, khususnya di desa Sarirejo perlu diketahui setelah program selesai pengelolaan diserahkan kepada KSM atau Kelompok Swadaya Masyarakat, sebagai ketuanya adalah Sersan Mayor Mustofa Babinsa koramil 01 Pati Kota.

Program ini adalah berbasis masyarakat atau memerlukan peran serta masyarakat untuk iuran membayar sampah untuk urat nadi program ini jadi dari KSM menyiapkan tempat sampah di masing masing rumah untuk diambil oleh petugas setiap hari, penjelasan dari Serma Mustopa jadi warga tinggal bayar iuran untuk operasional KSM.

KSM menyiapkan dua tempat sampah untuk masing- masing warga untuk memilah sampah organik dan anorganik, sampah organik dikelola jadi pupuk organik dan anorganik bisa didaur ulang atau jadi rosok untuk nambah penghasilan petugas.

Bahan yang disiapkan yaitu sampah organik, cairan EM4, been bak beton, blung besar 200 liter, gembor
garuk besi dan papan tebal 20 cm. 

Sedangkan cara meramunya adalah spah dicacah kemudian dimasukkan ke been setebal 20 cm, disiram cairan bakteri EM4 dengan rata setiap tiga hari sekali dibalik supaya tidak panas, setelah berumur dua minggu dan berbau wangi (masir) siap dijual atau dipakai untuk pupuk.

Dengan metode fermentasi mengubah sampah menjadi kompos organik 

Tanggapan dari Mardi warga masyarakat desa sarirejo menyambut baik adanya program kegiatan pengolahan sampah menjadi pupuk organik oleh  kelompok KSM. Manfaat dari kegiatan ini masyarakat tidak perlu membuang sampah karena bisa bermanfaat sebagai pupuk organik juga secara ekonomis lebih memiliki nilai jual," imbuhnya. ($.pungky)

Babinsa Koramil 01 Pati Wujudkan Sampah Menjadi Nilai Ekonomis

TH.Indonesia. Pati - Kamis tgl (19/10/17), Babinsa Koramil 01 Pati Jajaran Kodim 0718 Pati Serma Mustofa melaksanakan kegiatan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik bersama masyarakat Desa sarirejo yang sudah dimulai pada pertengahan tahun 2016 yang  mendapat  proyek pengelolaan 3 R dari pemerintah pusat, sumber dana  adalah APBN  tahun 2016 lewat kantor cipta karya provinsi Jateng.

Proses pembuatan sampah organik 

Bantuan itu berupa sarana bangunan dan prasarana mesin cacah, ayak dan mendapatkan 2 unit dan  kendaraan tosa roda 3.

Adapun tujuan dibangunnya program ini adalah salah satunya membantu pemda dalam mengatasi permasalahan sampah di perkotaan, khususnya di desa Sarirejo perlu diketahui setelah program selesai pengelolaan diserahkan kepada KSM atau Kelompok Swadaya Masyarakat, sebagai ketuanya adalah Sersan Mayor Mustofa Babinsa koramil 01 Pati Kota.

Program ini adalah berbasis masyarakat atau memerlukan peran serta masyarakat untuk iuran membayar sampah untuk urat nadi program ini jadi dari KSM menyiapkan tempat sampah di masing masing rumah untuk diambil oleh petugas setiap hari, penjelasan dari Serma Mustopa jadi warga tinggal bayar iuran untuk operasional KSM.

KSM menyiapkan dua tempat sampah untuk masing- masing warga untuk memilah sampah organik dan anorganik, sampah organik dikelola jadi pupuk organik dan anorganik bisa didaur ulang atau jadi rosok untuk nambah penghasilan petugas.

Bahan yang disiapkan yaitu sampah organik, cairan EM4, been bak beton, blung besar 200 liter, gembor
garuk besi dan papan tebal 20 cm. 

Sedangkan cara meramunya adalah spah dicacah kemudian dimasukkan ke been setebal 20 cm, disiram cairan bakteri EM4 dengan rata setiap tiga hari sekali dibalik supaya tidak panas, setelah berumur dua minggu dan berbau wangi (masir) siap dijual atau dipakai untuk pupuk.

Dengan metode fermentasi mengubah sampah menjadi kompos organik 

Tanggapan dari Mardi warga masyarakat desa sarirejo menyambut baik adanya program kegiatan pengolahan sampah menjadi pupuk organik oleh  kelompok KSM. Manfaat dari kegiatan ini masyarakat tidak perlu membuang sampah karena bisa bermanfaat sebagai pupuk organik juga secara ekonomis lebih memiliki nilai jual," imbuhnya. ($.pungky)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar