Targethukumindonesia. Pati - Pengaspalan di desa Keboan Kecamatan Winong Kabupaten Pati yang baru di kerjakan belum ada satu bulan sudah mengalami kerusakan dan banyak yang sudah Retak. 

Pengaspalan di desa Keboan Winong Pati 

Hal itu ketik tim media Target Hukum Indonesia, melakukan investigasi bersama dengan anggota BPKP NKRI Pusat Mr. Tugi eriyono pada 22 juli 2017 kemarin, menurut keterangan MR. Tugi bahwa pengerjaan aspal tersebut tidak sesuai dan terkesan asal-asalan sehingga kualitasnya di bawah standar, beliau juga mengatakan " pengerjaan di desa Keboan RT 06 RW01 yang bersumber dari Dana Noto Projo sebesar Rp 50jt ini di duga asal-asalan pak, di situ juga tidak adanya papan informasi yang bisa menjelaskan kepada masyarakat, ini jelas-jelas ada indikasi penyimpangan sehingga aspal yang baru dikerjakan belom ada satu bulan sudah mengalami keretakan.

Mohon untuk pihak Dispermades untuk melakukan pengawasan secara maksimal sehingga pengerjaan proyek di seluruh Kabupaten Pati bisa maksimal sehingga proyek yang di kerjakan tahun ini bisa bertahan hingga 5thn yang akan datang, karena kalau di kerjakan asal asalan maka bangunan tersebut tidak sampai satu pasti sudah rusak dan jelas akan di bangun lagi sehingga hanya menghabiskan uang negara.

Untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Pati mengucurkan dana Noto projo Sekitar kurang lebih Rp 20Milyar lebih untuk 405 desa dan kelurahan yang ada di 21 kecamatan di seluruh kabupaten Pati Sehingga dana tersebut agar betul-betul di awasi secara maksimal biar tidak terjadi penyelewengan yang masif karena tujuan pembangunan infrastruktur adalah untuk meningkatkan sarana prasarana yang merata agar kemajuan ekonomi bisa di rasakan masyarakat di seluruh kabupaten Pati.
Aspal yang Retak dijalan poros desa Keboan 

Sangat miris dana yang seharusnya untuk meningkatkan kualitas jalan demi infrastruktur yang memadai yang seharusnya bisa memberdayakan perekonomian warga setempat,  namun sangat di sayangkan hal (praktek) seperti ini masih terus dijalankan, semoga pemerintah bisa saling bersinergi saling mengawasi adanya pembangunan yang sedang di giat giatkan oleh kabinet pembangunan Presiden Joko Widodo saat ini. (TIM /THI)

Pengaspalan di Desa Keboan Kec. Winong Belum Genap 2Bulan Sudah Retak Retak

Targethukumindonesia. Pati - Pengaspalan di desa Keboan Kecamatan Winong Kabupaten Pati yang baru di kerjakan belum ada satu bulan sudah mengalami kerusakan dan banyak yang sudah Retak. 

Pengaspalan di desa Keboan Winong Pati 

Hal itu ketik tim media Target Hukum Indonesia, melakukan investigasi bersama dengan anggota BPKP NKRI Pusat Mr. Tugi eriyono pada 22 juli 2017 kemarin, menurut keterangan MR. Tugi bahwa pengerjaan aspal tersebut tidak sesuai dan terkesan asal-asalan sehingga kualitasnya di bawah standar, beliau juga mengatakan " pengerjaan di desa Keboan RT 06 RW01 yang bersumber dari Dana Noto Projo sebesar Rp 50jt ini di duga asal-asalan pak, di situ juga tidak adanya papan informasi yang bisa menjelaskan kepada masyarakat, ini jelas-jelas ada indikasi penyimpangan sehingga aspal yang baru dikerjakan belom ada satu bulan sudah mengalami keretakan.

Mohon untuk pihak Dispermades untuk melakukan pengawasan secara maksimal sehingga pengerjaan proyek di seluruh Kabupaten Pati bisa maksimal sehingga proyek yang di kerjakan tahun ini bisa bertahan hingga 5thn yang akan datang, karena kalau di kerjakan asal asalan maka bangunan tersebut tidak sampai satu pasti sudah rusak dan jelas akan di bangun lagi sehingga hanya menghabiskan uang negara.

Untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Pati mengucurkan dana Noto projo Sekitar kurang lebih Rp 20Milyar lebih untuk 405 desa dan kelurahan yang ada di 21 kecamatan di seluruh kabupaten Pati Sehingga dana tersebut agar betul-betul di awasi secara maksimal biar tidak terjadi penyelewengan yang masif karena tujuan pembangunan infrastruktur adalah untuk meningkatkan sarana prasarana yang merata agar kemajuan ekonomi bisa di rasakan masyarakat di seluruh kabupaten Pati.
Aspal yang Retak dijalan poros desa Keboan 

Sangat miris dana yang seharusnya untuk meningkatkan kualitas jalan demi infrastruktur yang memadai yang seharusnya bisa memberdayakan perekonomian warga setempat,  namun sangat di sayangkan hal (praktek) seperti ini masih terus dijalankan, semoga pemerintah bisa saling bersinergi saling mengawasi adanya pembangunan yang sedang di giat giatkan oleh kabinet pembangunan Presiden Joko Widodo saat ini. (TIM /THI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar