TH.Indonesia. Pati - Selasa tgl (12/09/17) Fenomena penolakan pendirian pabrik semen semakin santer di lakukan oleh masyarakat di lereng pegunungan kendeng hal itu dilakukan karena banyak pertimbangan yang mana akan terjadi kerusakan lingkungan yang masif, salah satu tokoh JMPPK (Jaringan masyarakat peduli pegunungan kendeng) yaitu Mr. Suharno dari desa Jimbaran kayen kabupaten Pati ketika diwawancarai Media Targethukumindonesia.com via online.

Mr. Suharno~aktivis JM-PPK 

Mr. Suharno mengatakan bahwa untuk pabrik semen, saya tetap menolak!!! selama ini kita menghirup udara segar dari sekitar pegunungan kendeng, kita mendapat air bersih gratis dari sumber pegunungan kendeng. Apakah pabrik semen jika jadi di bangun ada jaminan air dan udara masih asri? seperti sekarang yang kita dapatkan? tidak! lihat di Gresik dan di Tuban seperti apa alam dan kehidupan masyarakat yang terdampak langsung.

Jangan teriakan opini yang menyesatkan seperti iming iming lapangan pekerjaan yang melimpah dan janji manis coba pikir apakah mesin sebesar dan secanggih itu akan memperkerjakan masyarakat bawah dari ring satu semua yang jumlahnya ribuan? omong kosong, lagi pula merekrut tenaga kerja harus ada ijazah minimal setara lulusan STM dan Sarjana dan harus umur yang masih produktif, lantas sisanya yang bapak bapak ibu ibu yang aslinya petani mau di kemanakan. 

Jika sudah begini apa pihak pabrik semen akan memperhatikan kita? tangeh lamun.
Lantas kesejahteraan yang selalu di gembar gemborkan pabrik semen itu seperti apa? wong hidup kita hari ini sudah sejahtera, agar sejahtera itu yang  menentukan bukan dari pabrik semen ataupun pemkab Pati tapi dari kita sendiri masyarakat atau warga yang rajin bekerja dan ukuran sejahtera itu dari dalam hati dan selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT. 

Jika ada orang mengatakan gunung kendeng tandus monggo di lihat sendiri di saat musim tanam, jika ada media memberitakan warga Pati kidul tidak makmur silahkan di lihat sendiri seperti apa kehidupannya dan sosialnya. Kami meminta pemkab Pati hentikan rencana pendirian pabrik semen di wilayah tambakromo dan kayen yang jelas akan lebih banyak mendatangkan mudorotnya dari pada manfaatnya.

Karena yang di untungkan hanya segelintir orang saja, tapi dampaknya masyarakat banyak yang menanggung, semoga Pati tetap Bumi Mina Tani bukan Bumi Mina Semen. Salam kendeng lestari.
#tolakpabriksemen #kendenglestari.

Menanggapi statmen Benjos yang mengatakan bahwa masyarakat Pati selatan banyak pengangguran, perlu saya jelaskan bahwa, apakah jika di kampung warganya masih banyak, yang di kampung itu menandakan orangnya banyak terus nganggur..??

Pati selatan kurang Makmur ?? mohon Bonjes datang ke Pati selatan dan survei sendiri, berapa hari mau menginap di rumahku makan gratis minum gratis dan tidak seperti yang di sangkakan oleh mas Bojes.

Saya pribadi berharap sama mas Bonjes untuk duduk bersama berdiskusi panjang lebar, tentang kearifan lokal gunung kendeng dan sebagainya agar pemahaman budaya sumber SDM yang ada di wilayah pegunungan tersebut bisa lebih tahu detailnya seperti apa kondisi sekarang ini. Yang jelas sekarang ini banyak sedulur sedulur yang dari Pati utara timur dan barat sudah menunjukan kepedulianya tentang gunung kendeng dan menolak rencana pabrik semen di Pati Selatan khususnya Sukolilo. (Pungki Subagyo)

Mr. Suharno Tekad Dan Dedikasi Menolak Pendirian Pabrik Semen

TH.Indonesia. Pati - Selasa tgl (12/09/17) Fenomena penolakan pendirian pabrik semen semakin santer di lakukan oleh masyarakat di lereng pegunungan kendeng hal itu dilakukan karena banyak pertimbangan yang mana akan terjadi kerusakan lingkungan yang masif, salah satu tokoh JMPPK (Jaringan masyarakat peduli pegunungan kendeng) yaitu Mr. Suharno dari desa Jimbaran kayen kabupaten Pati ketika diwawancarai Media Targethukumindonesia.com via online.

Mr. Suharno~aktivis JM-PPK 

Mr. Suharno mengatakan bahwa untuk pabrik semen, saya tetap menolak!!! selama ini kita menghirup udara segar dari sekitar pegunungan kendeng, kita mendapat air bersih gratis dari sumber pegunungan kendeng. Apakah pabrik semen jika jadi di bangun ada jaminan air dan udara masih asri? seperti sekarang yang kita dapatkan? tidak! lihat di Gresik dan di Tuban seperti apa alam dan kehidupan masyarakat yang terdampak langsung.

Jangan teriakan opini yang menyesatkan seperti iming iming lapangan pekerjaan yang melimpah dan janji manis coba pikir apakah mesin sebesar dan secanggih itu akan memperkerjakan masyarakat bawah dari ring satu semua yang jumlahnya ribuan? omong kosong, lagi pula merekrut tenaga kerja harus ada ijazah minimal setara lulusan STM dan Sarjana dan harus umur yang masih produktif, lantas sisanya yang bapak bapak ibu ibu yang aslinya petani mau di kemanakan. 

Jika sudah begini apa pihak pabrik semen akan memperhatikan kita? tangeh lamun.
Lantas kesejahteraan yang selalu di gembar gemborkan pabrik semen itu seperti apa? wong hidup kita hari ini sudah sejahtera, agar sejahtera itu yang  menentukan bukan dari pabrik semen ataupun pemkab Pati tapi dari kita sendiri masyarakat atau warga yang rajin bekerja dan ukuran sejahtera itu dari dalam hati dan selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT. 

Jika ada orang mengatakan gunung kendeng tandus monggo di lihat sendiri di saat musim tanam, jika ada media memberitakan warga Pati kidul tidak makmur silahkan di lihat sendiri seperti apa kehidupannya dan sosialnya. Kami meminta pemkab Pati hentikan rencana pendirian pabrik semen di wilayah tambakromo dan kayen yang jelas akan lebih banyak mendatangkan mudorotnya dari pada manfaatnya.

Karena yang di untungkan hanya segelintir orang saja, tapi dampaknya masyarakat banyak yang menanggung, semoga Pati tetap Bumi Mina Tani bukan Bumi Mina Semen. Salam kendeng lestari.
#tolakpabriksemen #kendenglestari.

Menanggapi statmen Benjos yang mengatakan bahwa masyarakat Pati selatan banyak pengangguran, perlu saya jelaskan bahwa, apakah jika di kampung warganya masih banyak, yang di kampung itu menandakan orangnya banyak terus nganggur..??

Pati selatan kurang Makmur ?? mohon Bonjes datang ke Pati selatan dan survei sendiri, berapa hari mau menginap di rumahku makan gratis minum gratis dan tidak seperti yang di sangkakan oleh mas Bojes.

Saya pribadi berharap sama mas Bonjes untuk duduk bersama berdiskusi panjang lebar, tentang kearifan lokal gunung kendeng dan sebagainya agar pemahaman budaya sumber SDM yang ada di wilayah pegunungan tersebut bisa lebih tahu detailnya seperti apa kondisi sekarang ini. Yang jelas sekarang ini banyak sedulur sedulur yang dari Pati utara timur dan barat sudah menunjukan kepedulianya tentang gunung kendeng dan menolak rencana pabrik semen di Pati Selatan khususnya Sukolilo. (Pungki Subagyo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar