TH.Indonesia. Pati - Setelah musim penghujan tak henti-hentinya menguyur kabupaten pati dengan curah hujan yang lebat, Selasa tgl (03/03/20).


Mengakibatkan berbagai musibah seperti banjir tanah longsor di berbagai kawasan titik rawan bencana.

Tidak hanya luapan sungai  yang tak mampu menampung debet air hujan diberbagai tempat atau tanah longsor di kawasan perbukitan.

Dampak dari curah hujan juga mengakibatkan terjadinya kobangan - kobangan air karena tekstur tanahnya atau kuwalitasnya yang asal jadi.

Seprti halnya rusaknya jalan kabupaten di desa tanjung anom kecamatan Gabus kabupaten Pati dapat kita lihat gambar di atas secara detail pelaksanaan pembangunan aspal jalan kabupaten terlihat berlobang, tidak sedap di pandang apalagi dilalui oleh para penguna jalan harus hati - hati karna kondisi jalannya banyak yang berlobang.

Yang menjadi pertayaan hanya sebatas inikah kuwalitas maupun kuwantitas pelaksanaan kinerja para penerima proyek" merealisasikan pembangunan yang mengunakan angaran negara dari uang rakyat tidak mampu memberikan kuwalitas  pekerjaan yang baik
karrna pelaksanaanya belum lama sudah hancur di terpa tetesan air hujan bukan muatan berat.

Bagaimana kinerja para petugas pengawasan dari DPUPR ada kok seperti di atas gambar hasil kontroling nya apakah sudah sesuai  spesifikasi indek perencanaan atau tidak namun buktinya sudah serah terima pencairannya.

Inilah potret kinerja baik pelaksana maupun pengawasanya sudah biasakah ini terjadi atau pembiaran atau memang tekstur tanah nya yang labil.

Dinas pekerjaan umum kabupaten Pati harus lebih lagi meningkatkan kinerja pengawasan di lapangan agar tecipta sebuah kinerja sesuai perencanaan RAB. ($.ucipto)

Pembangunan Aspal Jalan Kabupaten di Desa Tanjung Anom Perlu Pembenahan

TH.Indonesia. Pati - Setelah musim penghujan tak henti-hentinya menguyur kabupaten pati dengan curah hujan yang lebat, Selasa tgl (03/03/20).


Mengakibatkan berbagai musibah seperti banjir tanah longsor di berbagai kawasan titik rawan bencana.

Tidak hanya luapan sungai  yang tak mampu menampung debet air hujan diberbagai tempat atau tanah longsor di kawasan perbukitan.

Dampak dari curah hujan juga mengakibatkan terjadinya kobangan - kobangan air karena tekstur tanahnya atau kuwalitasnya yang asal jadi.

Seprti halnya rusaknya jalan kabupaten di desa tanjung anom kecamatan Gabus kabupaten Pati dapat kita lihat gambar di atas secara detail pelaksanaan pembangunan aspal jalan kabupaten terlihat berlobang, tidak sedap di pandang apalagi dilalui oleh para penguna jalan harus hati - hati karna kondisi jalannya banyak yang berlobang.

Yang menjadi pertayaan hanya sebatas inikah kuwalitas maupun kuwantitas pelaksanaan kinerja para penerima proyek" merealisasikan pembangunan yang mengunakan angaran negara dari uang rakyat tidak mampu memberikan kuwalitas  pekerjaan yang baik
karrna pelaksanaanya belum lama sudah hancur di terpa tetesan air hujan bukan muatan berat.

Bagaimana kinerja para petugas pengawasan dari DPUPR ada kok seperti di atas gambar hasil kontroling nya apakah sudah sesuai  spesifikasi indek perencanaan atau tidak namun buktinya sudah serah terima pencairannya.

Inilah potret kinerja baik pelaksana maupun pengawasanya sudah biasakah ini terjadi atau pembiaran atau memang tekstur tanah nya yang labil.

Dinas pekerjaan umum kabupaten Pati harus lebih lagi meningkatkan kinerja pengawasan di lapangan agar tecipta sebuah kinerja sesuai perencanaan RAB. ($.ucipto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar