TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto mengajak kepada semua pedagang pasar rakyat agar selalu berupaya untuk melakukan pembenahan, Kamis tgl (12/03/20).


Hal tersebut ia sampaikan, hari ini, di ruang Pragolo Setda Pati, saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Pati nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Pedagang Pasar.

"Apabila tidak melakukan pembenahan, maka semakin lama semakin tertinggal. Sebab zaman sekarang sudah marak penjual online maupun toko modern", ujarnya.

Haryanto juga menghimbau agar segala sesuatunya jangan senantiasa mengandalkan pemerintah kabupaten saja.

Maka, selain tersedianya tempat berjualan yang baik, ia juga berharap ada kreativitas dari pedagang agar sistem berjualan tidak hanya seperti pada umumnya melainkan juga bisa merambah pasar online.

"Intinya seperti itu, tak ajak maju bareng - bareng. Karena ini merupakan ekonomi kerakyatan, apabila kita tidak dapat merespon kebutuhan masyarakat, ya kita nanti ketinggalan", ucapnya.

Bupati pun menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap semua pasar yang ada di kabupaten Pati tak terkecuali pasar yang telah mendapat predikat SNI yaitu Pasar Puri Baru dan Pasar Tayu.

"Jadi memang setiap tahun kita anggarkan untuk pembenahan pasar. Pendapatan kita kan lumayan, jadi dari pendapatan itu kita kembalikan untuk pembenahan pasar", tegasnya.

Dalam kesempatan itu, rupanya  ada pedagang yang mengeluhkan fasilitas Wi - Fi, menurutnya, hal ini dapat menjadi salah satu kendala bagi pedagang pasar yang akan melakukan jualan online.

"Ini kita respon, saya akan perintahkan kepala Disdagperin agar segera membenahi fasilitas Wi - Fi di pasar untuk para pedagang", terang Haryanto.

Sementara itu, menambahkan apa yang disampaikan Bupati, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) menekankan perlunya pembenahan strategi penjualan bagi para pedagang, khususnya terkait peningkatan pelayanan kepada pembeli.

"Mari para pedagang, meskipun kita berjualannya seperti pada umumnya, namun pelayanan kepada pembeli ialah yang nomer satu", ujar Wabup.

Saiful Arifin juga mengajak para pedagang, agar termotivasi untuk menjadi pedagang yang naik kelas.

"Dan yang paling utama, apabila kita mau berbisnis secara berkesinambungan, salah satunya ialah melalui usaha makanan", imbuhnya. ($.ucipto)

Bupati - Wabub Ajak Pedagang Pasar Berbenah

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto mengajak kepada semua pedagang pasar rakyat agar selalu berupaya untuk melakukan pembenahan, Kamis tgl (12/03/20).


Hal tersebut ia sampaikan, hari ini, di ruang Pragolo Setda Pati, saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Pati nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Pedagang Pasar.

"Apabila tidak melakukan pembenahan, maka semakin lama semakin tertinggal. Sebab zaman sekarang sudah marak penjual online maupun toko modern", ujarnya.

Haryanto juga menghimbau agar segala sesuatunya jangan senantiasa mengandalkan pemerintah kabupaten saja.

Maka, selain tersedianya tempat berjualan yang baik, ia juga berharap ada kreativitas dari pedagang agar sistem berjualan tidak hanya seperti pada umumnya melainkan juga bisa merambah pasar online.

"Intinya seperti itu, tak ajak maju bareng - bareng. Karena ini merupakan ekonomi kerakyatan, apabila kita tidak dapat merespon kebutuhan masyarakat, ya kita nanti ketinggalan", ucapnya.

Bupati pun menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap semua pasar yang ada di kabupaten Pati tak terkecuali pasar yang telah mendapat predikat SNI yaitu Pasar Puri Baru dan Pasar Tayu.

"Jadi memang setiap tahun kita anggarkan untuk pembenahan pasar. Pendapatan kita kan lumayan, jadi dari pendapatan itu kita kembalikan untuk pembenahan pasar", tegasnya.

Dalam kesempatan itu, rupanya  ada pedagang yang mengeluhkan fasilitas Wi - Fi, menurutnya, hal ini dapat menjadi salah satu kendala bagi pedagang pasar yang akan melakukan jualan online.

"Ini kita respon, saya akan perintahkan kepala Disdagperin agar segera membenahi fasilitas Wi - Fi di pasar untuk para pedagang", terang Haryanto.

Sementara itu, menambahkan apa yang disampaikan Bupati, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) menekankan perlunya pembenahan strategi penjualan bagi para pedagang, khususnya terkait peningkatan pelayanan kepada pembeli.

"Mari para pedagang, meskipun kita berjualannya seperti pada umumnya, namun pelayanan kepada pembeli ialah yang nomer satu", ujar Wabup.

Saiful Arifin juga mengajak para pedagang, agar termotivasi untuk menjadi pedagang yang naik kelas.

"Dan yang paling utama, apabila kita mau berbisnis secara berkesinambungan, salah satunya ialah melalui usaha makanan", imbuhnya. ($.ucipto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar