TH.Indonesia. Jakarta -  Zyvanna Aurora Desqirana (9 tahun) yang sudah beberapa kali menjuarai turnamen silat usia dini, memiliki cita-cita menjadi seorang prajurit Kopassus.


Hal tersebut diungkapkan Peltu Edy Ferdian (44 tahun) yang merupakan bapak kandung Zyvanna Aurora Desqirana, pada kamis tgl (06/02/20).

Disampaikan Edy Ferdian yang saat ini berdinas di Kodim 0501/Jakarta pusat sebagai Babinsa 1 Petamburan Koramil Tanah Abang melalui sambungan telepon, bahwa cita - cita anaknya menjadi prajurit Kopassus tersebut karena Aurora (panggilan akrab Zyvanna Aurora Desqirana) selalu ingin menjadi yang terbaik.

“Ingin seperti Bapak menjadi prajurit TNI AD tetapi menggunakan baret merah,” kata Edy saat menanyakan cita - cita Aurora.

“Untuk menjadi prajurit TNI AD apalagi Kopassus, Aurora harus memiliki prestasi terbaik di sekolah, disiplin tinggi dalam segala hal dan memiliki fisik yang sehat dan prima,” jelas Edy kepada Aurora.

Lebih lanjut disampaikan Edy, walaupun baru  kurang lebih setahun menggeluti cabang pencak silat, Aurora sudah mengukir prestasi membanggakan di tahun 2019, antara lain juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Jakarta Championship 11, juara 1 tunggal putri University of Muhammadiyah Jakarta National Open Tournament, juara 2 tunggal putri usia dini Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Prestasi se- Bogor Raya, juara 1 tunggal putri Merpati Open, serta juara 3 tunggal putri dan juara 2 tanding putri usia dini Jakarta Selatan Open Championship (JSOC).

“Aurora baru lebih kurang setahun menggeluti pencak silat, sebelumnya Aurora menggeluti Karate,” kata Edy.

“Saat itu (tahun 2018), saya dan Aurora sedang menonton televisi pertandingan Puspa Arumsari yang memenangkan medali emas pencak silat Asian Games, semenjak itu Aurora ingin beralih ke pencak silat,” kenang Edy.

“Melihat keseriusan Aurora, akhirnya saya daftarkan ke perguruan pencak silat PSHT di dekat komplek perumahan, dan Alhamdulillah sampai saat ini Aurora memiliki prestasi di pencak silat,” lanjutnya.

“Karena awal ketertarikan dan prestasi di pencak silat itulah, sampai - sampai anak kami ini sering dipanggil Arum dara kecil panggilan dari atlet pencak silat Puspa Arumsari,” tambahnya.

Di karate pun, Aurora yang tercatat sebagai siswa kelas 3 SDN 03 Pesanggrahan juga memiliki prestasi yang membanggakan antara lain juara 1 Kata Pra Usia Dini IYOS Festival 2016, Juara 3 Komite Pra Usia Dini, Silent Knight Open 2017, juara 3 Kejurprov Inkai DKI 2018, juara 1 Kata Pra Usia Dini Sekbil Cup 2017, juara 3 Senkaido Cup 2018, juara 1 IYOS  Festival Mei 2018 dan juara 1 IYOS Festival 1 Desember 2018.

“Sebagai orang tua, saya dan istri (Yanti Sedianti) mendukung penuh keinginan anak kami, semoga dengan prestasi ini mampu mengantarkannya mencapai segala cita - cita,” harap Edy. (Ah.bub)

Aurora Sang Juara Silat, Ingin Menjadi Kopassus

TH.Indonesia. Jakarta -  Zyvanna Aurora Desqirana (9 tahun) yang sudah beberapa kali menjuarai turnamen silat usia dini, memiliki cita-cita menjadi seorang prajurit Kopassus.


Hal tersebut diungkapkan Peltu Edy Ferdian (44 tahun) yang merupakan bapak kandung Zyvanna Aurora Desqirana, pada kamis tgl (06/02/20).

Disampaikan Edy Ferdian yang saat ini berdinas di Kodim 0501/Jakarta pusat sebagai Babinsa 1 Petamburan Koramil Tanah Abang melalui sambungan telepon, bahwa cita - cita anaknya menjadi prajurit Kopassus tersebut karena Aurora (panggilan akrab Zyvanna Aurora Desqirana) selalu ingin menjadi yang terbaik.

“Ingin seperti Bapak menjadi prajurit TNI AD tetapi menggunakan baret merah,” kata Edy saat menanyakan cita - cita Aurora.

“Untuk menjadi prajurit TNI AD apalagi Kopassus, Aurora harus memiliki prestasi terbaik di sekolah, disiplin tinggi dalam segala hal dan memiliki fisik yang sehat dan prima,” jelas Edy kepada Aurora.

Lebih lanjut disampaikan Edy, walaupun baru  kurang lebih setahun menggeluti cabang pencak silat, Aurora sudah mengukir prestasi membanggakan di tahun 2019, antara lain juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Jakarta Championship 11, juara 1 tunggal putri University of Muhammadiyah Jakarta National Open Tournament, juara 2 tunggal putri usia dini Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Prestasi se- Bogor Raya, juara 1 tunggal putri Merpati Open, serta juara 3 tunggal putri dan juara 2 tanding putri usia dini Jakarta Selatan Open Championship (JSOC).

“Aurora baru lebih kurang setahun menggeluti pencak silat, sebelumnya Aurora menggeluti Karate,” kata Edy.

“Saat itu (tahun 2018), saya dan Aurora sedang menonton televisi pertandingan Puspa Arumsari yang memenangkan medali emas pencak silat Asian Games, semenjak itu Aurora ingin beralih ke pencak silat,” kenang Edy.

“Melihat keseriusan Aurora, akhirnya saya daftarkan ke perguruan pencak silat PSHT di dekat komplek perumahan, dan Alhamdulillah sampai saat ini Aurora memiliki prestasi di pencak silat,” lanjutnya.

“Karena awal ketertarikan dan prestasi di pencak silat itulah, sampai - sampai anak kami ini sering dipanggil Arum dara kecil panggilan dari atlet pencak silat Puspa Arumsari,” tambahnya.

Di karate pun, Aurora yang tercatat sebagai siswa kelas 3 SDN 03 Pesanggrahan juga memiliki prestasi yang membanggakan antara lain juara 1 Kata Pra Usia Dini IYOS Festival 2016, Juara 3 Komite Pra Usia Dini, Silent Knight Open 2017, juara 3 Kejurprov Inkai DKI 2018, juara 1 Kata Pra Usia Dini Sekbil Cup 2017, juara 3 Senkaido Cup 2018, juara 1 IYOS  Festival Mei 2018 dan juara 1 IYOS Festival 1 Desember 2018.

“Sebagai orang tua, saya dan istri (Yanti Sedianti) mendukung penuh keinginan anak kami, semoga dengan prestasi ini mampu mengantarkannya mencapai segala cita - cita,” harap Edy. (Ah.bub)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar