TH.Indonesia. - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya kemarin mengakibatkan tanggul sungai desa Koripandriyo kecamatan Gabus Pati jebol karena tidak mampu menampung derasnya arus serta debet air yang mengalir disepanjang sungai desa Koripandriyo.


Jebolnya sungai yang melalui desa Koripandriyo ini mengakibatkan teredamnya tanaman padi milik warga kelompok tani “Klampis” desa  setempat yang baru berumur 1,5 bulan seluas kurang lebih lima hektar sehingga banyak tanaman yang mati dan rusak karena terjangan air yang berasal dari sungai tersebut.

Tidak hanya jebol selebar lima meter, namun kondisi tanggul sekitarnya juga sudah mengalami retak-retak karena tidak kuat menahan banyaknya air yang mengalir di sungai Koripandriyo sehingga kondisi tersebut mengkhawatirkan warga yang memiliki sawah sekitar aliran sungai.

Kekawatiran warga tersebut sangat beralasan karena tidak menutup kemungkinan peristiwa serupa dapat terjadi sewaktu-waktu apabila hujan turun terus-menerus terjadi karena sesuai dengan ramalan cuaca dari BMKG yang menyatakan tanggal 5 sampai dengan tanggal 10 januari 2020 intensitas hujan tergolong tinggi diwilayah Sumatra dan Jawa.

Untuk mengatasi serta mengantisipasi hal tersebut, pagi ini dilaksanakan kerja bakti untuk menutup tanggul yang jebol dengan menggunakan karung yang diisi dengan tanah ditata menutup celah selebar lima meter yang jebol dan dengan memperkuat timbunan tersebut dengan menggunakan patok-patok yang terbuat dari batang bambu yang dipotong-potong sebagai pasak untuk menahan timbunan serta untuk memperkuat tanggul yang sudah mulai retak.

Sebanyak sekitar 50 orang berasal dari anggota TNI Koramil 19 Gabus, personel Polsek Gabus bersama warga desa Koripandriyo Kecamatan Gabus berjibaku mengangkat tanah menambal tanggul yang jebol pagi tadi, Sabtu tgl (04/01/20).

Gerakan cepat serta tanggap dan koordinasi yang mantab dari Muspika Kecamatan Gabus sehingga kegiatan kerja bakti dapat terlaksana dengan baik yang melibatkan semua unsur mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, pemerintahan desa dan warga desa koripandriyo untuk mengatasi semua kesulitan yang dialami warga yang ditimbulkan dari bencana alam.

Tampak terjun langsung ke lapangan, Camat Gabus Tikno, S.STP., MM bersama Kades Koripandriyo Isharyanto, Wakapolsek Gabus Iptu Sudadi serta Danramil 19 Gabus yang diwakili oleh Bati Tuud Peltu Muslim juga turut bersama anggota dan masyarakat menyelesaikan penambalan tanggul yang selesai pada sekitar pukul 10.25 WIB. 

Semoga apa yang telah dilakukan warga dan masyarakat bersama Koramil juga Polsek Gabus beserta jajarannya mampu meringankan beban para petani dalam menanggulangi tanggul sungai yang jebol yang terdampak pada petani padi saat ini. 

Apalagi desa Koripandriyo merupakan wilayah yang selalu terdampak banjir hampir setiap tahunnya, antisipasi yang tepat guna harus terus ditingkatkan baik penanaman program 1000 pohon, reboisasi pada lahan lahan tidur akan menjadi solusi yang tepat agar tidak terjadi luapan air yang tidak diantisipasi oleh para aparatur desa Koripandriyo sendiri. (Amin/Rukiman)

Soliditas TNI, Koramil Gabus Bersama Warga Bahu Membahu Menutup Tanggul Yang Jebol

TH.Indonesia. - Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya kemarin mengakibatkan tanggul sungai desa Koripandriyo kecamatan Gabus Pati jebol karena tidak mampu menampung derasnya arus serta debet air yang mengalir disepanjang sungai desa Koripandriyo.


Jebolnya sungai yang melalui desa Koripandriyo ini mengakibatkan teredamnya tanaman padi milik warga kelompok tani “Klampis” desa  setempat yang baru berumur 1,5 bulan seluas kurang lebih lima hektar sehingga banyak tanaman yang mati dan rusak karena terjangan air yang berasal dari sungai tersebut.

Tidak hanya jebol selebar lima meter, namun kondisi tanggul sekitarnya juga sudah mengalami retak-retak karena tidak kuat menahan banyaknya air yang mengalir di sungai Koripandriyo sehingga kondisi tersebut mengkhawatirkan warga yang memiliki sawah sekitar aliran sungai.

Kekawatiran warga tersebut sangat beralasan karena tidak menutup kemungkinan peristiwa serupa dapat terjadi sewaktu-waktu apabila hujan turun terus-menerus terjadi karena sesuai dengan ramalan cuaca dari BMKG yang menyatakan tanggal 5 sampai dengan tanggal 10 januari 2020 intensitas hujan tergolong tinggi diwilayah Sumatra dan Jawa.

Untuk mengatasi serta mengantisipasi hal tersebut, pagi ini dilaksanakan kerja bakti untuk menutup tanggul yang jebol dengan menggunakan karung yang diisi dengan tanah ditata menutup celah selebar lima meter yang jebol dan dengan memperkuat timbunan tersebut dengan menggunakan patok-patok yang terbuat dari batang bambu yang dipotong-potong sebagai pasak untuk menahan timbunan serta untuk memperkuat tanggul yang sudah mulai retak.

Sebanyak sekitar 50 orang berasal dari anggota TNI Koramil 19 Gabus, personel Polsek Gabus bersama warga desa Koripandriyo Kecamatan Gabus berjibaku mengangkat tanah menambal tanggul yang jebol pagi tadi, Sabtu tgl (04/01/20).

Gerakan cepat serta tanggap dan koordinasi yang mantab dari Muspika Kecamatan Gabus sehingga kegiatan kerja bakti dapat terlaksana dengan baik yang melibatkan semua unsur mulai dari TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, pemerintahan desa dan warga desa koripandriyo untuk mengatasi semua kesulitan yang dialami warga yang ditimbulkan dari bencana alam.

Tampak terjun langsung ke lapangan, Camat Gabus Tikno, S.STP., MM bersama Kades Koripandriyo Isharyanto, Wakapolsek Gabus Iptu Sudadi serta Danramil 19 Gabus yang diwakili oleh Bati Tuud Peltu Muslim juga turut bersama anggota dan masyarakat menyelesaikan penambalan tanggul yang selesai pada sekitar pukul 10.25 WIB. 

Semoga apa yang telah dilakukan warga dan masyarakat bersama Koramil juga Polsek Gabus beserta jajarannya mampu meringankan beban para petani dalam menanggulangi tanggul sungai yang jebol yang terdampak pada petani padi saat ini. 

Apalagi desa Koripandriyo merupakan wilayah yang selalu terdampak banjir hampir setiap tahunnya, antisipasi yang tepat guna harus terus ditingkatkan baik penanaman program 1000 pohon, reboisasi pada lahan lahan tidur akan menjadi solusi yang tepat agar tidak terjadi luapan air yang tidak diantisipasi oleh para aparatur desa Koripandriyo sendiri. (Amin/Rukiman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar