TH.Indonesia. Pati - Bertempatkan di Ruang Penjawai Setda Pati, Pemkab Pati melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam dan bencana kebakaran, (03/01/19).


Penyerahan bantuan diberikan langsung oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin kepada penerima bantuan sebanyak 17 korban bencana alam dan bencana kebakaran.

Dalam menyerahkan bantuan Wabup Saiful Arifin berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban bencana.

"Pastinya ini hanya sedikit meringankan, karena nominalnya tidak seberapa. Namun, ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab untuk membantu yang terkena musibah," jelasnya.

"Tidak ada seorang pun yang mengharapkan datangnya musibah. Namun, ia meyakini, bahwa musibah juga bisa menjadikan seseorang lebih kuat" tegas Safin.

Wabup pun menghimbau, dimana dan paling penting tetap semangat berbenah dengan berpikir positif. 

"Mari melanjutkan hidup, yang petani teruskan bertani, yang peternak teruskan beternak, dan seterusnya. Kita tidak bisa hanya meratapi nasib, kita mesti berusaha," ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Safin juga mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan demi menghindari bencana. Terlebih, Pati memiliki risiko bencana alam yang cukup tinggi.

"Pati kalau kemarau banyak yang kekeringan. Kemarin sampai November belum hujan, Desember akhir baru mulai hujan. Hujan pun kadang disertai angin kencang sehingga menimbulkan musibah. 

Di samping menyadari bahwa ini merupakan takdir, saya harap kita tetap berusaha," ungkapnya.

Selain itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Subawi mengatakan, pada penyerahan bantuan tahap keempat 2019 ini, terdapat total 17 penerima dengan total nilai bantuan Rp 110,5 juta.

Dimana ketujuh belas penerima ini dibagi dalam dua kelompok. Pertama, rumah rusak atau roboh akibat bencana alam. Dalam kategori ini, terdapat dua rumah semi permanen dengan keterangan roboh, masing-masing menerima Rp 7,5 juta.

Kemudian, terdapat tujuh rumah permanen rusak berat, masing-masing mendapat Rp 4 juta. 

Lalu, terdapat satu rumah permanen roboh, bantuan yang diberikan ialah Rp 10 juta. Sehingga, Total bantuan yang diserahkan dalam kategori ini ialah Rp 53 juta.

Kategori kedua ialah rumah rusak/hangus akibat kebakaran, jumlahnya 7 rumah. 

Terdiri atas dua rumah permanen hangus, yang masing-masing mendapat bantuan Rp 10 juta, dan lima rumah semi permanen hangus yang masing-masing menerima Rp 7,5 juta. Sehingga, total bantuan dalam kategori ini ialah Rp 57,5 juta.

Sepanjang 2019, Pemkab Pati melalui Dinsos telah menyalurkan bantuan senilai Rp 386,5 juta untuk membantu perbaikan 59 rumah milik para korban bencana alam dan kebakaran. 

Untuk nominal bantuan yang diberikan bervariasi, tergantung dari tingkat kerusakan rumah masing-masing korban bencana. (Ah.bub)

Pati Rentan Tentang Bencana, Safin Ingatkan Warga Lebih Waspada

TH.Indonesia. Pati - Bertempatkan di Ruang Penjawai Setda Pati, Pemkab Pati melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam dan bencana kebakaran, (03/01/19).


Penyerahan bantuan diberikan langsung oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin kepada penerima bantuan sebanyak 17 korban bencana alam dan bencana kebakaran.

Dalam menyerahkan bantuan Wabup Saiful Arifin berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban bencana.

"Pastinya ini hanya sedikit meringankan, karena nominalnya tidak seberapa. Namun, ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab untuk membantu yang terkena musibah," jelasnya.

"Tidak ada seorang pun yang mengharapkan datangnya musibah. Namun, ia meyakini, bahwa musibah juga bisa menjadikan seseorang lebih kuat" tegas Safin.

Wabup pun menghimbau, dimana dan paling penting tetap semangat berbenah dengan berpikir positif. 

"Mari melanjutkan hidup, yang petani teruskan bertani, yang peternak teruskan beternak, dan seterusnya. Kita tidak bisa hanya meratapi nasib, kita mesti berusaha," ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Safin juga mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin meningkatkan kewaspadaan demi menghindari bencana. Terlebih, Pati memiliki risiko bencana alam yang cukup tinggi.

"Pati kalau kemarau banyak yang kekeringan. Kemarin sampai November belum hujan, Desember akhir baru mulai hujan. Hujan pun kadang disertai angin kencang sehingga menimbulkan musibah. 

Di samping menyadari bahwa ini merupakan takdir, saya harap kita tetap berusaha," ungkapnya.

Selain itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Subawi mengatakan, pada penyerahan bantuan tahap keempat 2019 ini, terdapat total 17 penerima dengan total nilai bantuan Rp 110,5 juta.

Dimana ketujuh belas penerima ini dibagi dalam dua kelompok. Pertama, rumah rusak atau roboh akibat bencana alam. Dalam kategori ini, terdapat dua rumah semi permanen dengan keterangan roboh, masing-masing menerima Rp 7,5 juta.

Kemudian, terdapat tujuh rumah permanen rusak berat, masing-masing mendapat Rp 4 juta. 

Lalu, terdapat satu rumah permanen roboh, bantuan yang diberikan ialah Rp 10 juta. Sehingga, Total bantuan yang diserahkan dalam kategori ini ialah Rp 53 juta.

Kategori kedua ialah rumah rusak/hangus akibat kebakaran, jumlahnya 7 rumah. 

Terdiri atas dua rumah permanen hangus, yang masing-masing mendapat bantuan Rp 10 juta, dan lima rumah semi permanen hangus yang masing-masing menerima Rp 7,5 juta. Sehingga, total bantuan dalam kategori ini ialah Rp 57,5 juta.

Sepanjang 2019, Pemkab Pati melalui Dinsos telah menyalurkan bantuan senilai Rp 386,5 juta untuk membantu perbaikan 59 rumah milik para korban bencana alam dan kebakaran. 

Untuk nominal bantuan yang diberikan bervariasi, tergantung dari tingkat kerusakan rumah masing-masing korban bencana. (Ah.bub)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar