TH.Indonesia. Pati - Rapat Koordinasi Update Data Stunting Kabupaten Pati tahun 2019 dilaksanakan di ruang pragola Setda Pati, Sabtu tgl (13/10/19).

Para peserta stunting yang diikuti oleh para ASN terkait.

Dalam rangka menentukan langkah langkah strategik untuk pencegahan stunting di Kabupaten Pati, peserta rakor terdiri dari kepala Bappeda, Disdikbud, Disdukcapil, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, DPUTR, Bagian Kesra Setda Pati dan 29 kepala Puskesmas Kabupaten Pati.

Dalam rangka langkah percepatan dan stunting, di Kabupaten Pati telah dilakukan beberapa aksi seperti analisis situasi, aksi rencana kegiatan masing masing OPD, rembug stunting, penyusunan regulasi Perbup tentang peran serta desa terhadap penurunan stunting, dan juga langkah pembinaan kader pemberdayaan masyarakat.

Dalam rakor ini Bupati Haryanto mengungkapkan, telah mendapat laporan dari Bappeda, juga ikut memantau sendiri serta menerima data dari pusat.

Melihat dari grafik yang dipaparkan, Bupati mengaku kaget dengan hasilnya karena Pati berada di urutan kedua terhadap stunting, sedangkan Surakarta di urutan pertama.

"Lha kok bisa, padahal Pati SDA dan SDM sudah mumpuni. SDA Pati memiliki potensi perikanan banyak baik tambak maupun laut, tapi mengapa kekurangan gizi.

Sedangkan untuk SDM Pati tak sedikit memiliki orang orang pintar atau berprestasi," terangnya.

Dengan adanya hal tersebut Bupati mengharapkan untuk pendataan stunting di lapangan benar benar riil bukan karangan.

"Kita coba rekoso sitik tapi data itu akurat, dari pada awangan atau karangan, kalau memang tidak masuk stunting jangan dimasukkan didata stunting", tegasnya.

Setelah ada rapat koordinasi di Jakarta, Bupati pun ikut menandatangani MoU dalam rangka mendukung menuntaskan dan mengurangi stunting.

Sehingga mulai dari provinsi dan kabupaten dan juga sampai ke bawah atau desa harus bersama sama mensukseskan program ini.

"Oleh karena itu dana desa dapat dipakai untuk pengurangan stunting, tidak hanya untuk jalan atau talud atau pun lainnya," ujar Bupati.

Stunting bersifat konvergensi dan komprehensif, untuk itu Bupati menekankan pada OPD terkait agar segera melakukan langkah langkah strategi yang dapat mengurangi atau menekan stunting di kabupaten Pati ini," tutupnya. ($.ucipto)

Update Data Stunting, Bupati Haryanto Tegaskan Pilih Rekoso Sitik Daripada Hanya Karangan

TH.Indonesia. Pati - Rapat Koordinasi Update Data Stunting Kabupaten Pati tahun 2019 dilaksanakan di ruang pragola Setda Pati, Sabtu tgl (13/10/19).

Para peserta stunting yang diikuti oleh para ASN terkait.

Dalam rangka menentukan langkah langkah strategik untuk pencegahan stunting di Kabupaten Pati, peserta rakor terdiri dari kepala Bappeda, Disdikbud, Disdukcapil, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, DPUTR, Bagian Kesra Setda Pati dan 29 kepala Puskesmas Kabupaten Pati.

Dalam rangka langkah percepatan dan stunting, di Kabupaten Pati telah dilakukan beberapa aksi seperti analisis situasi, aksi rencana kegiatan masing masing OPD, rembug stunting, penyusunan regulasi Perbup tentang peran serta desa terhadap penurunan stunting, dan juga langkah pembinaan kader pemberdayaan masyarakat.

Dalam rakor ini Bupati Haryanto mengungkapkan, telah mendapat laporan dari Bappeda, juga ikut memantau sendiri serta menerima data dari pusat.

Melihat dari grafik yang dipaparkan, Bupati mengaku kaget dengan hasilnya karena Pati berada di urutan kedua terhadap stunting, sedangkan Surakarta di urutan pertama.

"Lha kok bisa, padahal Pati SDA dan SDM sudah mumpuni. SDA Pati memiliki potensi perikanan banyak baik tambak maupun laut, tapi mengapa kekurangan gizi.

Sedangkan untuk SDM Pati tak sedikit memiliki orang orang pintar atau berprestasi," terangnya.

Dengan adanya hal tersebut Bupati mengharapkan untuk pendataan stunting di lapangan benar benar riil bukan karangan.

"Kita coba rekoso sitik tapi data itu akurat, dari pada awangan atau karangan, kalau memang tidak masuk stunting jangan dimasukkan didata stunting", tegasnya.

Setelah ada rapat koordinasi di Jakarta, Bupati pun ikut menandatangani MoU dalam rangka mendukung menuntaskan dan mengurangi stunting.

Sehingga mulai dari provinsi dan kabupaten dan juga sampai ke bawah atau desa harus bersama sama mensukseskan program ini.

"Oleh karena itu dana desa dapat dipakai untuk pengurangan stunting, tidak hanya untuk jalan atau talud atau pun lainnya," ujar Bupati.

Stunting bersifat konvergensi dan komprehensif, untuk itu Bupati menekankan pada OPD terkait agar segera melakukan langkah langkah strategi yang dapat mengurangi atau menekan stunting di kabupaten Pati ini," tutupnya. ($.ucipto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar