TH.Indonesia. Pati - Jejak perjuangan dan perjalanan Ki Ageng Darmoyono di kadipaten Pati masih terasa hingga saat ini, makam beliau hampir setiap malam Jum'at selalu ramai dikunjungi oleh para pelaku spiritual juga warga sekitar yang masih sering ziarah untuk menerapkan ajaran beliau, Jum'at tgl (11/05/18).

Jejak Makam Keramat Ki Ageng Darmoyono. (Dok/Bam's) 

Adalah beliau keturunan bangsawan dari Majapahit yang mengembara untuk melakukan si'ar agama Islam waktu itu, Ki Ageng Dharmoyono (Ki Gede Miyono) adalah putra dari Pasangan Empu Supo (Supo Madu Rangin) dengan Dewi Sari (Sarifah) Adik Kandung Raden Sahid (Sunan Kalijaga), Raden Sahid (Sunan Kalijaga) dan Dewi Sari (Sarifah) adalah putra dari R. Ahmad Sahur Bupati Wilotikto Tuban, sedangkan ayahanda Ki Ageng Darmoyono adalah Putra dari Empu Supondriyo (Dharmokusumo) bin Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Ki Ageng Darmoyono mengembara dengan meninggalkan kemewahan, pengembaraan Ki Ageng Darmoyono untuk Dakwah mensyiarkan Agama Allah yaitu Agama Islam, Ki Ageng Darmoyono meninggalkan kabupaten tuban jawa timur, datang ke sebuah desa Tohyaning salah satu desa di kabupaten Pati Jawa tengah, desa Tohyaning pada saat itu penduduknya memeluk agama hindu.

Sebelum kedatangan Ki Ageng Dharmoyono, desa Tohyaning merupakan sebuah tempat yang diyakini masyarakat sebagai pusat penyebaran agama hindu, sekaligus pusat pemerintahan sebuah kerajaan yang ada hubungannya dengan cerita rakyat babad tanah jawa.

Ki Ageng Darmoyono datang di desa Tohyaning (Telaga air jernih) yang sering disebut desa Miyono pada abad ke 14 Masehi, Ki Ageng Darmoyono datang ke desa Miyono dengan tujuan dakwah menyebarkan agama Islam dengan cara kejawen (Tatanan orang Jawa).

Dan atas pertolongan Allah SWT dengan disertai usaha yang gigih, Ki Ageng Darmoyono berhasil menyebarkan agama yang dianutnya yaitu agama Islam sehingga Ki Ageng Darmoyono dijuluki sebagai Ki Anut (penduduk Miyono anut), Ki Ageng Darmoyono terkenal dengan sesebutan Mbah Anut (sesepuh yang di anut/di ikuti) Ki Ageng Darmoyono juga terkenal Ki Miyono/Ki Yono (Kyai Sakti yang mukim di Miyono).

Dalam perjuangannya beliau menyebarkan agama Islam di desa Miyono Kayen Pati Ki Ageng Darmoyono dengan dibantu Ketiga saudaranya yakni Ki Ageng Darmoyoso Breganjing (Mbah Hyang Darmoyoso Surgi Breganjing / Empu Breganjing Cengkalsewu) yang di makamkan di desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo Pati yang juga pada saat itu gigih siar Islam yang diteruskan oleh keturunannya hingga sekarang ini.

Begitu banyaknya para wali - wali Allah yang bertebaran di kadipaten Pati, dalam merangkul masyarakat setempat yang saat itu masih banyak yang buta tentang agama dan masih banyak menganut animisme, perjuangan inilah yang menjadi bukti bahwa Pati adalah salah satu barometer jejak keilmuan Islami hingga sekarang ini, hingga saking banyaknya haul para wali Allah di bumi pesantenan sekarang ini. (Bam'bs)

Jejak Makam Keramat Ki Ageng Darmoyono di Kayen Pati

TH.Indonesia. Pati - Jejak perjuangan dan perjalanan Ki Ageng Darmoyono di kadipaten Pati masih terasa hingga saat ini, makam beliau hampir setiap malam Jum'at selalu ramai dikunjungi oleh para pelaku spiritual juga warga sekitar yang masih sering ziarah untuk menerapkan ajaran beliau, Jum'at tgl (11/05/18).

Jejak Makam Keramat Ki Ageng Darmoyono. (Dok/Bam's) 

Adalah beliau keturunan bangsawan dari Majapahit yang mengembara untuk melakukan si'ar agama Islam waktu itu, Ki Ageng Dharmoyono (Ki Gede Miyono) adalah putra dari Pasangan Empu Supo (Supo Madu Rangin) dengan Dewi Sari (Sarifah) Adik Kandung Raden Sahid (Sunan Kalijaga), Raden Sahid (Sunan Kalijaga) dan Dewi Sari (Sarifah) adalah putra dari R. Ahmad Sahur Bupati Wilotikto Tuban, sedangkan ayahanda Ki Ageng Darmoyono adalah Putra dari Empu Supondriyo (Dharmokusumo) bin Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Ki Ageng Darmoyono mengembara dengan meninggalkan kemewahan, pengembaraan Ki Ageng Darmoyono untuk Dakwah mensyiarkan Agama Allah yaitu Agama Islam, Ki Ageng Darmoyono meninggalkan kabupaten tuban jawa timur, datang ke sebuah desa Tohyaning salah satu desa di kabupaten Pati Jawa tengah, desa Tohyaning pada saat itu penduduknya memeluk agama hindu.

Sebelum kedatangan Ki Ageng Dharmoyono, desa Tohyaning merupakan sebuah tempat yang diyakini masyarakat sebagai pusat penyebaran agama hindu, sekaligus pusat pemerintahan sebuah kerajaan yang ada hubungannya dengan cerita rakyat babad tanah jawa.

Ki Ageng Darmoyono datang di desa Tohyaning (Telaga air jernih) yang sering disebut desa Miyono pada abad ke 14 Masehi, Ki Ageng Darmoyono datang ke desa Miyono dengan tujuan dakwah menyebarkan agama Islam dengan cara kejawen (Tatanan orang Jawa).

Dan atas pertolongan Allah SWT dengan disertai usaha yang gigih, Ki Ageng Darmoyono berhasil menyebarkan agama yang dianutnya yaitu agama Islam sehingga Ki Ageng Darmoyono dijuluki sebagai Ki Anut (penduduk Miyono anut), Ki Ageng Darmoyono terkenal dengan sesebutan Mbah Anut (sesepuh yang di anut/di ikuti) Ki Ageng Darmoyono juga terkenal Ki Miyono/Ki Yono (Kyai Sakti yang mukim di Miyono).

Dalam perjuangannya beliau menyebarkan agama Islam di desa Miyono Kayen Pati Ki Ageng Darmoyono dengan dibantu Ketiga saudaranya yakni Ki Ageng Darmoyoso Breganjing (Mbah Hyang Darmoyoso Surgi Breganjing / Empu Breganjing Cengkalsewu) yang di makamkan di desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo Pati yang juga pada saat itu gigih siar Islam yang diteruskan oleh keturunannya hingga sekarang ini.

Begitu banyaknya para wali - wali Allah yang bertebaran di kadipaten Pati, dalam merangkul masyarakat setempat yang saat itu masih banyak yang buta tentang agama dan masih banyak menganut animisme, perjuangan inilah yang menjadi bukti bahwa Pati adalah salah satu barometer jejak keilmuan Islami hingga sekarang ini, hingga saking banyaknya haul para wali Allah di bumi pesantenan sekarang ini. (Bam'bs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar