TH.Indonesia. Pati - Salah seorang anak penderita difabel ganda Priyanto (13) warga Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati kurang mendapat perhatian dari Pemerintah, ia mengalami difabel ganda sejak lahir, yaitu retardasi mental dan daksa.

Penderita Disabilitas Priyanto (13).

Berdasarkan informasi warga sekitar, keluarga Priyanto merupakan keluarga tidak mampu dan sejak dari kecil ia dirawat oleh kakeknya.

Ironisnya lagi Sampai saat ini belum ada campur tangan dari Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas terkait untuk memberikan hak-hak difabel yang sesuai dengan UU No 8 Tahun 2016.

Kepada awak media Suratno ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati menyanyangkan akan hal tersebut, menurutnya Pemkab Pati dan dinas terkait harus menanggapi dengan cepat akan masalah ini.

"Saya sudah menyampaikan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Dinas Sosial, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan," Ujar Suratno Minggu tgl (11/02/18).

Ia juga menjelaskan jika selama ini hanya ada bantuan dari salah satu partai politik untuk Priyanto berupa sebuah kursi roda. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kakeknya bekerja sebagai buruh, karena ibu kandungnya tidak mau merawat dan ayahnya telah meninggalkan Priyanto sejak kecil.

Harapan saya agar dinas-dinas terkait, segera memfasilitasi dan memberikan hak jaminan hidup kepada Priyanto, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja," Lanjut Suratno.

Suratno juga berharap agar dinas-dinas terkait jangan hanya menjanjikan saja tetapi juga ada realisasi dalam bentuk nyata. 

Respon positif untuk membantu Priyanto justru datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati yang mau memberikan bantuan sembako untuk keluarga Priyanto." tutup Suratno. 

Menurut kakek Priyanto, tiga tahun lalu ibu Priyanto pernah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), dan hanya mendapat satu kali.

Saya berharap Pemkab Pati dan Dinas-Dinas terkait memenuhi hak-hak Priyanto agar bisa lebih baik dari sekarang ini," tandas kakek Priyanto. ($.tugi)

Anak Penderita Disabilitas Dari Keluarga Tak Mampu Belum Terpenuhi Haknya Oleh Pemerintah

TH.Indonesia. Pati - Salah seorang anak penderita difabel ganda Priyanto (13) warga Desa Tlogorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati kurang mendapat perhatian dari Pemerintah, ia mengalami difabel ganda sejak lahir, yaitu retardasi mental dan daksa.

Penderita Disabilitas Priyanto (13).

Berdasarkan informasi warga sekitar, keluarga Priyanto merupakan keluarga tidak mampu dan sejak dari kecil ia dirawat oleh kakeknya.

Ironisnya lagi Sampai saat ini belum ada campur tangan dari Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas terkait untuk memberikan hak-hak difabel yang sesuai dengan UU No 8 Tahun 2016.

Kepada awak media Suratno ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati menyanyangkan akan hal tersebut, menurutnya Pemkab Pati dan dinas terkait harus menanggapi dengan cepat akan masalah ini.

"Saya sudah menyampaikan kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Dinas Sosial, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan," Ujar Suratno Minggu tgl (11/02/18).

Ia juga menjelaskan jika selama ini hanya ada bantuan dari salah satu partai politik untuk Priyanto berupa sebuah kursi roda. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kakeknya bekerja sebagai buruh, karena ibu kandungnya tidak mau merawat dan ayahnya telah meninggalkan Priyanto sejak kecil.

Harapan saya agar dinas-dinas terkait, segera memfasilitasi dan memberikan hak jaminan hidup kepada Priyanto, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja," Lanjut Suratno.

Suratno juga berharap agar dinas-dinas terkait jangan hanya menjanjikan saja tetapi juga ada realisasi dalam bentuk nyata. 

Respon positif untuk membantu Priyanto justru datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati yang mau memberikan bantuan sembako untuk keluarga Priyanto." tutup Suratno. 

Menurut kakek Priyanto, tiga tahun lalu ibu Priyanto pernah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), dan hanya mendapat satu kali.

Saya berharap Pemkab Pati dan Dinas-Dinas terkait memenuhi hak-hak Priyanto agar bisa lebih baik dari sekarang ini," tandas kakek Priyanto. ($.tugi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar