TH.Indonesia. Pati - Rabu tgl (04/10/17), ketika tim media yang di pimpin oleh Wawan Setiawan mengklarifikasi terkait pembangunan Balaidesa yang sempat mandek, Kades Sumantri mengatakan, " pembangunan Balaidesa tersebut memang sengaja kami tunda terlebih dahulu karena masih ada pembangunan yang lebih menjadi prioritas di desa ini, bahwa adanya perubahan dalam pengucuran Dana Desa ADD yang ada di desa Pantirejo kecamatan Gabus terbagi dalam 3 tahap, tahap pertama pada tahun 2015, tahap kedua pada tahun 2016 dan tahap ke tiga pada thn 2017.

Kades Sumantri ~ Desa Pantirejo 

Adapun karena perubahan pengucuran ADD yang mana Alokasi Dana Desa (ADD) di utamakan untuk siltap maka pembangunan tersebut kami tunda karena terbatasnya anggaran dari sisa siltap tersebut, sehingga bangunan tersebut hanya baru berupa pondasi, akan tetapi untuk di tahun 2018 insyaallah pembangunan balai desa tersebut akan segera terealisasi pada tahun depan.

Rencana ini juga sesuai permintaan dari Muktar selaku kepala Dispermades kabupaten Pati, jadi dalam hal ini Sumantri selaku kades desa Pantirejo kecamatan Gabus kabupaten Pati, mengharapkan supaya warga Pantirejo tidak mudah terprofokasi adanya informasi berita yang kurang pas dalam hal pemberitaan tentang pembangunan balai desa tersebut.

Mengingat pembangunan di desa Pantirejo yang belum merata maka Dana Desa hanya di prioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan, dalam wawancara kami via telpon dengan Muktar Selaku kepala Dispermades kabupaten Pati, beliau mengatakan " saya tidak berani memberi rekomendasi untuk melanjutkan pembangunan Balaidesa tersebut mas, karena pembangunan Balaidesa tersebut pernah di laporkan warga dan saat ini masih tahap penyelidikan, sehingga pembangunan balai desa tersebut terpaksa di hentikan dan sambil menunggu keputusan dari pihak kepolisian, dan untuk anggaran DD tahun ini saya perintahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang masih belum terealisasi, " jelasnya mengakhiri perbincangan.

Program pembangunan sesuai dengan rapat desa tetap akan diteruskan pada tahun 2018 awal,  sehingga warga maupun masyarakat yang memerlukan sarana dan prasarana forum musyawarah desa bisa menggunakan Balaidesanya sendiri. Ini juga atas saran dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama terkait balaidesa agar suasana desa bisa lebih kondusif dan tidak membuat gaduh suasana menjelang pilbub ataupun pilpres nantinya. ($.wawan)

Pembangunan Balaidesa Pantirejo Akan Dilanjutkan Tahun Depan

TH.Indonesia. Pati - Rabu tgl (04/10/17), ketika tim media yang di pimpin oleh Wawan Setiawan mengklarifikasi terkait pembangunan Balaidesa yang sempat mandek, Kades Sumantri mengatakan, " pembangunan Balaidesa tersebut memang sengaja kami tunda terlebih dahulu karena masih ada pembangunan yang lebih menjadi prioritas di desa ini, bahwa adanya perubahan dalam pengucuran Dana Desa ADD yang ada di desa Pantirejo kecamatan Gabus terbagi dalam 3 tahap, tahap pertama pada tahun 2015, tahap kedua pada tahun 2016 dan tahap ke tiga pada thn 2017.

Kades Sumantri ~ Desa Pantirejo 

Adapun karena perubahan pengucuran ADD yang mana Alokasi Dana Desa (ADD) di utamakan untuk siltap maka pembangunan tersebut kami tunda karena terbatasnya anggaran dari sisa siltap tersebut, sehingga bangunan tersebut hanya baru berupa pondasi, akan tetapi untuk di tahun 2018 insyaallah pembangunan balai desa tersebut akan segera terealisasi pada tahun depan.

Rencana ini juga sesuai permintaan dari Muktar selaku kepala Dispermades kabupaten Pati, jadi dalam hal ini Sumantri selaku kades desa Pantirejo kecamatan Gabus kabupaten Pati, mengharapkan supaya warga Pantirejo tidak mudah terprofokasi adanya informasi berita yang kurang pas dalam hal pemberitaan tentang pembangunan balai desa tersebut.

Mengingat pembangunan di desa Pantirejo yang belum merata maka Dana Desa hanya di prioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan, dalam wawancara kami via telpon dengan Muktar Selaku kepala Dispermades kabupaten Pati, beliau mengatakan " saya tidak berani memberi rekomendasi untuk melanjutkan pembangunan Balaidesa tersebut mas, karena pembangunan Balaidesa tersebut pernah di laporkan warga dan saat ini masih tahap penyelidikan, sehingga pembangunan balai desa tersebut terpaksa di hentikan dan sambil menunggu keputusan dari pihak kepolisian, dan untuk anggaran DD tahun ini saya perintahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang masih belum terealisasi, " jelasnya mengakhiri perbincangan.

Program pembangunan sesuai dengan rapat desa tetap akan diteruskan pada tahun 2018 awal,  sehingga warga maupun masyarakat yang memerlukan sarana dan prasarana forum musyawarah desa bisa menggunakan Balaidesanya sendiri. Ini juga atas saran dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama terkait balaidesa agar suasana desa bisa lebih kondusif dan tidak membuat gaduh suasana menjelang pilbub ataupun pilpres nantinya. ($.wawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar