TH.Indonesia. Pati - Berjalannya sebuah bisnis yang lagi marak selain bisnis online adalah aplikasi ojek yang berbasis online juga, seperti Grab yang sudah menjadi kebutuhan para konsumen yang selama ini lebih mudah cara pesannya juga lebih murah harganya. 

Prafasya Ainun Fafa~anggota ojek online
di Kudus 

Kebanyakan para pemesan mulai dari orang kantoran, karyawan juga anak sekolah karena aplikasi ini tinggal instal dari play store bisa langsung di pakai.

Kehadiran Grab sebagai salah satu ojek online dikudus akhir akhir ini cukup menarik perhatian para pemakai atau pelanggan. Apalagi kalau drivernya cukup cukup supel dan familyar, inilah yang memberi inspiratif pemuda satu ini mahasiswa Stain fakultas ekonomi semester tiga yaitu Prafasya Ainun Alfa 18thn, selain kuliah demi mengejar mimpi dan cita citanya fafa begitu panggilan sehari harinya juga memanfaatkan layanan ini menjadi anggota ojek Grab.

Hal itu ketika tim media Targethukumindonesia mewawancarai fafa di depan alfamart alun-alun simpang 5 Pati,  sabtu tgl (07/10/17) dalam sehari beliau rata-rata mendapatkan 5 sampai 8 penumpang, untuk tarif di bawah jarak tempuh 2,5 km bisa di kenai biaya Rp 5.000 dan untuk jarak tempuh di atas 5 km bisa di kenai Rp 6.000 atau lebih tergantung jarak tempuh dari pemesanan lewat aplikasi Grab tersebut.

Fafa juga mengatakan setelah saya bergabung dengan Grab, keuangan saya sangat terbantu mas, bahkan bisa untuk biaya kuliah dan tidak membebani orang tua, " ujarnya. 

Remaja kelahiran Langgar Dalem kecamatan Kudus kota itu sangat bersemangat sekali, semenjak bergabung dengan Grab  tiga bulan lalu fafa tidak lagi menggantungkan hidup kepada orang tuanya bahkan bisa membantu keuangan keluarga.

Yang paling penting adalah tujuan utama belajar sampai menjadi sarjana kelak, kalaupun ada penghasilan sedikit bisa ditabung atau sekedar untuk beli buku atau jajan bersama teman teman kampus lainnya. 

Ora let labora yaitu prinsip kamus hidup yang coba saya diterapkan belajar dan berdoa agar kedepannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan pekerjaan ini yang penting bagi saya halal tidak mencuri atau berbuat merugikan orang lain, karena kedepan kita tidak tahu bagaimana nasib kita kelak, berbuat baik kepada sesama walaupun profesi kita berbeda akan sangat membantu kita dalam hal kebajikan.

Pemuda sebagai generasi penerus Bangsa menjadi harapan dalam mengisi arti kemerdekaan saat ini. Walaupun pahit manis kehidupan namun dengan semangat dan senyuman disetiap pagi akan membawa berkah bagi siapapun yang berani berjuang dan berkorban demi sebuah masa depan yang gemilang, berusaha selagi mampu," pungkasnya. (THI/drmto)

Inspiratif Sekali Mahasiswa Stain Kudus Nyambi Jadi Anggota Ojek Online Grab

TH.Indonesia. Pati - Berjalannya sebuah bisnis yang lagi marak selain bisnis online adalah aplikasi ojek yang berbasis online juga, seperti Grab yang sudah menjadi kebutuhan para konsumen yang selama ini lebih mudah cara pesannya juga lebih murah harganya. 

Prafasya Ainun Fafa~anggota ojek online
di Kudus 

Kebanyakan para pemesan mulai dari orang kantoran, karyawan juga anak sekolah karena aplikasi ini tinggal instal dari play store bisa langsung di pakai.

Kehadiran Grab sebagai salah satu ojek online dikudus akhir akhir ini cukup menarik perhatian para pemakai atau pelanggan. Apalagi kalau drivernya cukup cukup supel dan familyar, inilah yang memberi inspiratif pemuda satu ini mahasiswa Stain fakultas ekonomi semester tiga yaitu Prafasya Ainun Alfa 18thn, selain kuliah demi mengejar mimpi dan cita citanya fafa begitu panggilan sehari harinya juga memanfaatkan layanan ini menjadi anggota ojek Grab.

Hal itu ketika tim media Targethukumindonesia mewawancarai fafa di depan alfamart alun-alun simpang 5 Pati,  sabtu tgl (07/10/17) dalam sehari beliau rata-rata mendapatkan 5 sampai 8 penumpang, untuk tarif di bawah jarak tempuh 2,5 km bisa di kenai biaya Rp 5.000 dan untuk jarak tempuh di atas 5 km bisa di kenai Rp 6.000 atau lebih tergantung jarak tempuh dari pemesanan lewat aplikasi Grab tersebut.

Fafa juga mengatakan setelah saya bergabung dengan Grab, keuangan saya sangat terbantu mas, bahkan bisa untuk biaya kuliah dan tidak membebani orang tua, " ujarnya. 

Remaja kelahiran Langgar Dalem kecamatan Kudus kota itu sangat bersemangat sekali, semenjak bergabung dengan Grab  tiga bulan lalu fafa tidak lagi menggantungkan hidup kepada orang tuanya bahkan bisa membantu keuangan keluarga.

Yang paling penting adalah tujuan utama belajar sampai menjadi sarjana kelak, kalaupun ada penghasilan sedikit bisa ditabung atau sekedar untuk beli buku atau jajan bersama teman teman kampus lainnya. 

Ora let labora yaitu prinsip kamus hidup yang coba saya diterapkan belajar dan berdoa agar kedepannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan pekerjaan ini yang penting bagi saya halal tidak mencuri atau berbuat merugikan orang lain, karena kedepan kita tidak tahu bagaimana nasib kita kelak, berbuat baik kepada sesama walaupun profesi kita berbeda akan sangat membantu kita dalam hal kebajikan.

Pemuda sebagai generasi penerus Bangsa menjadi harapan dalam mengisi arti kemerdekaan saat ini. Walaupun pahit manis kehidupan namun dengan semangat dan senyuman disetiap pagi akan membawa berkah bagi siapapun yang berani berjuang dan berkorban demi sebuah masa depan yang gemilang, berusaha selagi mampu," pungkasnya. (THI/drmto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar