Bentuk Mental Yang Tangguh, Kodim Pati Terima Bintal Rohani Ideologi dan Kejuangan Dari Bintaldam IV Diponegoro

TH.Indonesia. Pati - Anggota Kodim 0718 Pati, Persit KCK CAB XXXIX Kodim Pati dan Satdisjan  menerima Ceramah pembinaan mental (Bintal) Rohani, ideologi dan kejuangan dari tim Bintal IV Diponegoro  dalam program Triwulan - III  Staf Personalia Kodim Pati  TA. 2020 bertempat di aula makodim 0718 Pati, Senin tgl (10/08/20).

Mayor Syafii Maarif berikan motivasi giat pembinaan mental & rohani.

Dalam sambutannya Dandim Pati yang diwakili Kapten Inf Mujimo Danramil 05 Jakenan mengatakan anggota Kodim Pati siap menerima ceramah pembinaan Bintal Dam IV Diponegoro, semoga kegiatan Bintal ini dapat memberikan manfaat pencerahan wawasan serta dapat menambah ketakwaan dan keimanan prajurit Kodim Pati,” jelasnya.

Mayor Caj Syafii Maarif Bintal Dam IV Diponegoro menyampaikan" tentang Pancasila baik isi pancasila, kandungannya dan sejarah lahirnya pancasila, serta arti penting Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan pandangan hidup.

Terkait hal tersebut, lanjutnya, harus disadari saat ini pengaruh globalisasi dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga diperlukan filter untuk menyaringnya.

“Gejolak perbedaan yang terjadi di banyak wilayah Indonesia saat ini, merupakan upaya globalisasi dunia luar untuk menghancurkan Indonesia, oleh sebab itu kita harus bisa memfilter mana yang baik dan mana yang tidak baik, agar persatuan tetap terjaga dengan baik,” ajaknya.

Masih dalam rangkaian, Mayor Inf Syarif Hidayat S.Ag Msi menyampaikan tentang ketagwaan dan keimanan dan sebagai manusia harus menjalankan perintah allah dan menjauhi larangan allah.

Dalam kita menjalankan ibadah kita harus ridho dan belajar berbuat iklas bertakwa kita wujudkan dengan syukur dan sabar.

Sebagai anak, kita harus berbakti kepada orang tua, jangan sampai kita jadi anak berani sama orang tua, dan kita juga harus menghormati pemimpin.

Lebih lanjut, menghimbau kepada setiap istri prajurit agar selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk suami, sehingga suaminya lebih bersemangat dan tidak melakukan pelanggaran.

“Dalam hal ini peran ibu-ibu Persit juga penting, dalam mendukung dan memotivasi suaminya, supaya suaminya berdinas dengan semangat dan enggan berbuat pelanggaran,” tegasnya. (Amin)