TH.Indonesia. Manokwari - Untuk meminimalisir pelanggaran Prajurit, khususnya desersi di lingkungan Kodam XVIII Kasuari, Satuan Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVIII Kasuari menggelar Video Conference (Vicon) atau Konferensi Video dengan satuan jajaran Kodam XVIII Kasuari, yang dipimpin langsung oleh Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) XVIII Kasuari Kolonel Cpm Priatmoko, S.H., S.I.P. senin kemarin di ruang Rapat Pomdam XVIII Kasuari, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Selasa tgl (07/04/20).


Satuan jajaran Kodam XVIII Kasuari yang mengikuti Vicon tersebut adalah Danyonif 761/KA, Danyonif RK 762/VYS, Danyonif 764/IB, Dandenpom XVIII/1 Sorong dan Dandenzipur 13/PPA.

Dalam Vicon tersebut Danpomdam menyampaikan bahwa untuk berkoordinasi khususnya terkait pelanggaran yang dilakukan Prajurit, maka Komandan Satuan (Dansat) bisa melakukannya melalui WhatsApps (WA) Danpomdam, Dandenpom, dan Dansatpom di wilayah masing-masing.

“Mungkin kalau kurang puas, bisa langsung ke saya dan akan saya terima. Silahkan kalau ada yang mau di koordinasikan mengenai perkara yang terjadi di satuannya, agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Saya harap hal ini dapat dipedomani dan dilaksanakan,” ungkap Kolonel Priatmoko.

Dikatakannya, desersi dan semua perkara pidana harus ditindaklanjuti secara hukum.
"Kalau kita sudah tindak lanjuti secara hukum, maka sudah jelas prajurit tersebut akan mendapatkan kepastian hukum.

Kedepannya, seandainya  prajurit itu sudah berbuat baik, maka sudah selesai catatan hukumnya karena sudah keluar kekuatan hukum tetapnya, sehingga tidak diungkit-ungkit lagi permasalahannya pada tiga tahun yang lalu.

Apabila belum ditindaklanjuti secara hukum, maka permasalahannya masih terus diungkit-ungkit karena belum berkekuatan hukum tetap,” kata Dandenpom.

Tentang pedoman pencarian dan penangkapan, kemudian rangkaian selanjutnya untuk perkara desersi atau THTI (Tidak Hadir Tanpa Izin), adalah dengan melimpahkan perkara tersebut ke Polisi Militer.

“Jadi jangan beranggapan dengan membuat surat kepada Pangdam u.p. Asintel Kasdam XVIII Kasuari itu berarti sudah selesai. Belum selesai, karena dari Asintel tidak melimpahkan perkaranya ke kita (Pom), maka dari Dansat harus membuat surat kepada Danpomdam XVIII Kasuari,” ujarnya.

“Terkait dengan masalah desersi, THTI dan perkara pidana lainnya, saya tekankan kepada para Dansat, Danyon, dan Dandenzipur, kalau ada kejadian di satuannya agar segera dilaporkan,” pesan Kolonel Priyatmoko. ($.ulis)

Pomdam Gelar Vicon Dengan Satuan Jajaran Kodam Kasuari

TH.Indonesia. Manokwari - Untuk meminimalisir pelanggaran Prajurit, khususnya desersi di lingkungan Kodam XVIII Kasuari, Satuan Polisi Militer Kodam (Pomdam) XVIII Kasuari menggelar Video Conference (Vicon) atau Konferensi Video dengan satuan jajaran Kodam XVIII Kasuari, yang dipimpin langsung oleh Komandan Polisi Militer Kodam (Danpomdam) XVIII Kasuari Kolonel Cpm Priatmoko, S.H., S.I.P. senin kemarin di ruang Rapat Pomdam XVIII Kasuari, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Selasa tgl (07/04/20).


Satuan jajaran Kodam XVIII Kasuari yang mengikuti Vicon tersebut adalah Danyonif 761/KA, Danyonif RK 762/VYS, Danyonif 764/IB, Dandenpom XVIII/1 Sorong dan Dandenzipur 13/PPA.

Dalam Vicon tersebut Danpomdam menyampaikan bahwa untuk berkoordinasi khususnya terkait pelanggaran yang dilakukan Prajurit, maka Komandan Satuan (Dansat) bisa melakukannya melalui WhatsApps (WA) Danpomdam, Dandenpom, dan Dansatpom di wilayah masing-masing.

“Mungkin kalau kurang puas, bisa langsung ke saya dan akan saya terima. Silahkan kalau ada yang mau di koordinasikan mengenai perkara yang terjadi di satuannya, agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Saya harap hal ini dapat dipedomani dan dilaksanakan,” ungkap Kolonel Priatmoko.

Dikatakannya, desersi dan semua perkara pidana harus ditindaklanjuti secara hukum.
"Kalau kita sudah tindak lanjuti secara hukum, maka sudah jelas prajurit tersebut akan mendapatkan kepastian hukum.

Kedepannya, seandainya  prajurit itu sudah berbuat baik, maka sudah selesai catatan hukumnya karena sudah keluar kekuatan hukum tetapnya, sehingga tidak diungkit-ungkit lagi permasalahannya pada tiga tahun yang lalu.

Apabila belum ditindaklanjuti secara hukum, maka permasalahannya masih terus diungkit-ungkit karena belum berkekuatan hukum tetap,” kata Dandenpom.

Tentang pedoman pencarian dan penangkapan, kemudian rangkaian selanjutnya untuk perkara desersi atau THTI (Tidak Hadir Tanpa Izin), adalah dengan melimpahkan perkara tersebut ke Polisi Militer.

“Jadi jangan beranggapan dengan membuat surat kepada Pangdam u.p. Asintel Kasdam XVIII Kasuari itu berarti sudah selesai. Belum selesai, karena dari Asintel tidak melimpahkan perkaranya ke kita (Pom), maka dari Dansat harus membuat surat kepada Danpomdam XVIII Kasuari,” ujarnya.

“Terkait dengan masalah desersi, THTI dan perkara pidana lainnya, saya tekankan kepada para Dansat, Danyon, dan Dandenzipur, kalau ada kejadian di satuannya agar segera dilaporkan,” pesan Kolonel Priyatmoko. ($.ulis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar