TH.Indonesia. Pati - Kirab budaya Imlek tahun ini tak hanya meriah oleh kehadiran masyarakat Tionghoa, namun warga Pati dari berbagai latar belakang agama dan budaya ikut guyub menyaksikan semaraknya kirab tersebut pada sabtu sore kemarin.


"Meriahnya kirab budaya bukan hanya diikuti kaum Tionghoa, melainkan juga berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk kalangan pesantren. Ini menunjukkan keguyuban dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Pati", terang Bupati Pati Haryanto saat bersama Wabup Saiful Arifin (Safin) dan Forkompimda, melepas keberangkatan peserta kirab, siang tadi, di Jembatan Kalidoro.

Kirab budaya ini, lanjut Haryanto, juga patut disyukuri karena masyarakat bisa bersama-sama menyemarakkan Tahun Baru Imlek, (26/01/20).

“Ini merupakan wujud kerukunan, saling menjaga, bersatu padu. Mewakili Forkopimda, saya berharap kebersamaan ini terus dirawat agar kondusifitas tetap terjaga,” paparnya.

Senada dengan Bupati, Koordinator Gusdurian Pati Kiai Heppy Irianto yang juga menjadi panitia perayaan Tahun Baru Imlek menjelaskan bahwa antusiasme warga dari berbagai latar belakang tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial - budaya masyarakat Pati dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Kirab Imlek 2020 di kabupaten Pati kali ini diikuti 22 kontingen yang terdiri atas pemain barongsai, marching band, dan reog ponorogo.

Ada pula kelompok karnaval yang mengenakan kostum karakter-karakter dalam serial televisi Kera Sakti, di antaranya Sun Gokong, Pat Kai, Wujing, dan Biksu Tong.

Masyarakat mulai anak-anak hingga dewasa tampak antusias berfoto bersama karakter-karakter ini.

Rombongan kirab start dari Jembatan Kalidoro pukul 13.30 WIB kemudian berjalan kaki menyusuri Jalan Pemuda, Alun-alun Pati, Jalan Jenderal Sudiman, Jalan Kyai Saleh, Jalan Kartini, Jalan Dr Wahidin, Jalan Tondonegoro, Jalan Ahmad Dahlan, dan berakhir di Kelenteng Hok Tik Bio Pati.

Di samping kirab aneka kesenian, pada kirab budaya kali ini ada pula arak-arakan patung dewa.

Ketua Umum Kelenteng Kabupaten Pati Eddy Siswanto menyebut, tujuan diaraknya patung dewa ini ialah mendoakan kesejahteraan masyarakat Pati.

“Karena akhir-akhir ini di Pati sedang banyak bencana, tanggul jebol dan banjir, mudah - mudahan tuhan yang mahakuasa memberi keselamatan pada masyarakat Pati dan Indonesia pada umumnya,” harap dia.

Bupati pun mengapresiasi berbagai kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan dalam rangka merayakan Imlek.

"Mulai dari Pasar Imlek, santunan anak yatim, pembagian dua ton kue keranjang, hingga kirab hari ini yang merupakan bentuk rasa kepedulian dan wujud syukur kaum Tionghoa yang merayakan Imlek,” pungkas Haryanto. (Ah.bub)

Warga Pati Guyup Sambut Kirab Budaya Imlek

TH.Indonesia. Pati - Kirab budaya Imlek tahun ini tak hanya meriah oleh kehadiran masyarakat Tionghoa, namun warga Pati dari berbagai latar belakang agama dan budaya ikut guyub menyaksikan semaraknya kirab tersebut pada sabtu sore kemarin.


"Meriahnya kirab budaya bukan hanya diikuti kaum Tionghoa, melainkan juga berbagai elemen masyarakat lainnya, termasuk kalangan pesantren. Ini menunjukkan keguyuban dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Pati", terang Bupati Pati Haryanto saat bersama Wabup Saiful Arifin (Safin) dan Forkompimda, melepas keberangkatan peserta kirab, siang tadi, di Jembatan Kalidoro.

Kirab budaya ini, lanjut Haryanto, juga patut disyukuri karena masyarakat bisa bersama-sama menyemarakkan Tahun Baru Imlek, (26/01/20).

“Ini merupakan wujud kerukunan, saling menjaga, bersatu padu. Mewakili Forkopimda, saya berharap kebersamaan ini terus dirawat agar kondusifitas tetap terjaga,” paparnya.

Senada dengan Bupati, Koordinator Gusdurian Pati Kiai Heppy Irianto yang juga menjadi panitia perayaan Tahun Baru Imlek menjelaskan bahwa antusiasme warga dari berbagai latar belakang tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial - budaya masyarakat Pati dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Kirab Imlek 2020 di kabupaten Pati kali ini diikuti 22 kontingen yang terdiri atas pemain barongsai, marching band, dan reog ponorogo.

Ada pula kelompok karnaval yang mengenakan kostum karakter-karakter dalam serial televisi Kera Sakti, di antaranya Sun Gokong, Pat Kai, Wujing, dan Biksu Tong.

Masyarakat mulai anak-anak hingga dewasa tampak antusias berfoto bersama karakter-karakter ini.

Rombongan kirab start dari Jembatan Kalidoro pukul 13.30 WIB kemudian berjalan kaki menyusuri Jalan Pemuda, Alun-alun Pati, Jalan Jenderal Sudiman, Jalan Kyai Saleh, Jalan Kartini, Jalan Dr Wahidin, Jalan Tondonegoro, Jalan Ahmad Dahlan, dan berakhir di Kelenteng Hok Tik Bio Pati.

Di samping kirab aneka kesenian, pada kirab budaya kali ini ada pula arak-arakan patung dewa.

Ketua Umum Kelenteng Kabupaten Pati Eddy Siswanto menyebut, tujuan diaraknya patung dewa ini ialah mendoakan kesejahteraan masyarakat Pati.

“Karena akhir-akhir ini di Pati sedang banyak bencana, tanggul jebol dan banjir, mudah - mudahan tuhan yang mahakuasa memberi keselamatan pada masyarakat Pati dan Indonesia pada umumnya,” harap dia.

Bupati pun mengapresiasi berbagai kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan dalam rangka merayakan Imlek.

"Mulai dari Pasar Imlek, santunan anak yatim, pembagian dua ton kue keranjang, hingga kirab hari ini yang merupakan bentuk rasa kepedulian dan wujud syukur kaum Tionghoa yang merayakan Imlek,” pungkas Haryanto. (Ah.bub)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar