TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama dengan Wakil Bupati Pati, Sekda, serta Forkopimda berkesempatan menyambut kedatangan para pemudik yang merantau di Jakarta dan pulang ke Pati pada Sabtu malam, rombongan instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Pati serta Dinas Kesehatan ikut dalam penjemputan di Terminal Kembang Joyo Pati, (02/06/19).

Bupati Haryanto sambut pemudik dari Jakarta.

Program dari Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan Jasa Raharja ini telah dicanangkan dalam 3 tahun terakhir. 

Tujuannya adalah untuk memfasilitasi para perantau di Jakarta yang ingin mudik jelang lebaran.

Usai menyambut para pemudik, Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa dalam memfasilitasi para pemudik Pemkab Pati selalu berusaha meningkatkan pelayanan, seperti penambahan armada mulai dari 4 bus, kemudian 6 bus, dan saat ini sebanyak 8 armada bus.

"Apabila langsung menyediakan banyak bus belum bisa. Besok kita upayakan agar dapat bertambah menjadi 10 bus, tentunya tiap tahun kita tingkatkan sebab saya tahu bahwa warga Pati yang ingin mudik memang banyak," ungkapnya.

8 armada bus pemudik yang dinanti tiba di lokasi Terminal Kembang Joyo Pati pukul 22.50 WIB. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres Pati, Dandim 0718 Pati turut menghampiri pemudik yang turun dari bus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi selama perjalanan pulang.

"Tidak semua yang mudik itu sukses. Oleh karena itu kita fasilitasi 8 armada bus dengan kondisi yang prima. 

Semua itu demi kenyamanan hingga selamat sampai ke kampung halaman, kalau harga tiket mahal dan dalam perjalanan pulang kurang nyaman kasihan, makanya kita fasilitasi," jelas Haryanto.

Terkait mekanisme yang digunakan, Haryanto mengungkapkan bahwa program ini dibantu oleh para komunitas maupun mahasiswa yang ada di Jakarta. 

Mereka berusaha mendata dan menginformasikan pada para perantau terkait program ini.

"Dibandingkan dengan daerah lain, kita termasuk Pemkab yang paling mandiri serta paling banyak dalam penjemputan ini. 

Selain itu saya juga berpesan agar penghasilan yang di dapatkan para perantau untuk digunakan silaturahmi maupun yang bermanfaat, jangan digunakan untuk hura - hura," tandasnya. ($.ucipto)

Sukseskan Program Mudik Bareng, Bupati Haryanto Upayakan Tambahan Armada di Tahun Depan

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto bersama dengan Wakil Bupati Pati, Sekda, serta Forkopimda berkesempatan menyambut kedatangan para pemudik yang merantau di Jakarta dan pulang ke Pati pada Sabtu malam, rombongan instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Pati serta Dinas Kesehatan ikut dalam penjemputan di Terminal Kembang Joyo Pati, (02/06/19).

Bupati Haryanto sambut pemudik dari Jakarta.

Program dari Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan Jasa Raharja ini telah dicanangkan dalam 3 tahun terakhir. 

Tujuannya adalah untuk memfasilitasi para perantau di Jakarta yang ingin mudik jelang lebaran.

Usai menyambut para pemudik, Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa dalam memfasilitasi para pemudik Pemkab Pati selalu berusaha meningkatkan pelayanan, seperti penambahan armada mulai dari 4 bus, kemudian 6 bus, dan saat ini sebanyak 8 armada bus.

"Apabila langsung menyediakan banyak bus belum bisa. Besok kita upayakan agar dapat bertambah menjadi 10 bus, tentunya tiap tahun kita tingkatkan sebab saya tahu bahwa warga Pati yang ingin mudik memang banyak," ungkapnya.

8 armada bus pemudik yang dinanti tiba di lokasi Terminal Kembang Joyo Pati pukul 22.50 WIB. Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres Pati, Dandim 0718 Pati turut menghampiri pemudik yang turun dari bus. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi selama perjalanan pulang.

"Tidak semua yang mudik itu sukses. Oleh karena itu kita fasilitasi 8 armada bus dengan kondisi yang prima. 

Semua itu demi kenyamanan hingga selamat sampai ke kampung halaman, kalau harga tiket mahal dan dalam perjalanan pulang kurang nyaman kasihan, makanya kita fasilitasi," jelas Haryanto.

Terkait mekanisme yang digunakan, Haryanto mengungkapkan bahwa program ini dibantu oleh para komunitas maupun mahasiswa yang ada di Jakarta. 

Mereka berusaha mendata dan menginformasikan pada para perantau terkait program ini.

"Dibandingkan dengan daerah lain, kita termasuk Pemkab yang paling mandiri serta paling banyak dalam penjemputan ini. 

Selain itu saya juga berpesan agar penghasilan yang di dapatkan para perantau untuk digunakan silaturahmi maupun yang bermanfaat, jangan digunakan untuk hura - hura," tandasnya. ($.ucipto)