Safin : Anak SMK Harus Bisa Bangun Jaringan

Bupati Haryanto Buka Baksos Operasi Bibir Sumbing

TH.Indonesia. Pati - Rapat Koordinasi Update Data Stunting Kabupaten Pati tahun 2019 dilaksanakan di ruang pragola Setda Pati, Sabtu tgl (13/10/19).

Para peserta stunting yang diikuti oleh para ASN terkait.

Dalam rangka menentukan langkah langkah strategik untuk pencegahan stunting di Kabupaten Pati, peserta rakor terdiri dari kepala Bappeda, Disdikbud, Disdukcapil, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, DPUTR, Bagian Kesra Setda Pati dan 29 kepala Puskesmas Kabupaten Pati.

Dalam rangka langkah percepatan dan stunting, di Kabupaten Pati telah dilakukan beberapa aksi seperti analisis situasi, aksi rencana kegiatan masing masing OPD, rembug stunting, penyusunan regulasi Perbup tentang peran serta desa terhadap penurunan stunting, dan juga langkah pembinaan kader pemberdayaan masyarakat.

Dalam rakor ini Bupati Haryanto mengungkapkan, telah mendapat laporan dari Bappeda, juga ikut memantau sendiri serta menerima data dari pusat.

Melihat dari grafik yang dipaparkan, Bupati mengaku kaget dengan hasilnya karena Pati berada di urutan kedua terhadap stunting, sedangkan Surakarta di urutan pertama.

"Lha kok bisa, padahal Pati SDA dan SDM sudah mumpuni. SDA Pati memiliki potensi perikanan banyak baik tambak maupun laut, tapi mengapa kekurangan gizi.

Sedangkan untuk SDM Pati tak sedikit memiliki orang orang pintar atau berprestasi," terangnya.

Dengan adanya hal tersebut Bupati mengharapkan untuk pendataan stunting di lapangan benar benar riil bukan karangan.

"Kita coba rekoso sitik tapi data itu akurat, dari pada awangan atau karangan, kalau memang tidak masuk stunting jangan dimasukkan didata stunting", tegasnya.

Setelah ada rapat koordinasi di Jakarta, Bupati pun ikut menandatangani MoU dalam rangka mendukung menuntaskan dan mengurangi stunting.

Sehingga mulai dari provinsi dan kabupaten dan juga sampai ke bawah atau desa harus bersama sama mensukseskan program ini.

"Oleh karena itu dana desa dapat dipakai untuk pengurangan stunting, tidak hanya untuk jalan atau talud atau pun lainnya," ujar Bupati.

Stunting bersifat konvergensi dan komprehensif, untuk itu Bupati menekankan pada OPD terkait agar segera melakukan langkah langkah strategi yang dapat mengurangi atau menekan stunting di kabupaten Pati ini," tutupnya. ($.ucipto)

Update Data Stunting, Bupati Haryanto Tegaskan Pilih Rekoso Sitik Daripada Hanya Karangan

TH.Indonesia. Pati - Bupati Pati Haryanto, hari ini menghadiri Pencanangan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Desa Ngarus, Kecamatan Pati, (12/10/19).

Ngarus menjadi desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, kepala Disnakertrans, perwakilan Kejaksaan, Camat Pati, Polsek, Danramil Pati, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pati, dan Muspika Pati.

Dalam sambutannya, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa launching kali ini bukanlah yang pertama.

"Tahun lalu saya juga meresmikan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Desa Tambaharjo, sehingga bukan kali ini saja tapi ada beberapa desa yang sudah", imbuhnya.

Menurut Haryanto, masyarakat umumnya muncul kesadaran untuk mendaftar jika ada musibah.

"Jangan sampai saat terkena musibah kita baru ngurusi", imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik kepala Disnaker untuk bisa lebih baik dalam menajamkan peraturan yang melindungi pekerja.

"Sumber dananya kalau dari dana desa tidak boleh tapi kalau diambilkan dari dana ADD boleh", tuturnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa perusahaan yang mempekerjakan karyawan, punya kewajiban untuk bisa mendaftar jaminan ketenagakerjaan.

"Mudah-mudahan ini sedikit banyak membantu warga Pati dan kalau perlu desanya kalau sudah siap semuanya kita adakan di Kecamatan", harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngarus Sri Dewi Ratna Palupi mengucapkan terima kasih pada BPJS Ketenagakerjaan karena Desa ngarus telah ditetapkan menjadi Desa sadar Ketenagakerjaan.

"Tentunya saya berharap masyarakat juga antusias menyambut program ini", imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pati Anton Dhaneswara berharap agar Desa Ngarus ini bisa memberikan virus yang positif bagi desa-desa di sekitar Kabupaten Pati untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja khususnya dalam rangka menanggulangi resiko-resiko keselamatan kerja.

"Dan program ini merupakan program perlindungan kepada masyarakat di Indonesia khususnya kabupaten Pati, jadi jaminan ketenagakerjaan tersebut ada 4 yaitu jaminan kecelakaan, kematian, hari tua dan pensiun", imbuhnya. ($.amin)

Bupati Haryanto Canangkan Ngarus Sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

TH.Indonesia. Pati - Dalam rangka mensinergikan informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan yang berintegritas, ULP PT PLN Pati menggelar acara Multi Stakeholder Forum yang bertemakan 'Sinergi Terangi Negeri' di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (10/10). 

Sinergi terangi negeri bersama PLN.

Bupati Pati Haryanto pun menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Multi Stakeholder Forum 2019 di Kabupaten Pati yang bertujuan mensinergikan informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan tersebut.

"Apalagi PLN kini menjadi kebutuhan dasar karena semuanya sudah menggunakan energi PLN, dan semua aktivitas pakai listrik", imbuhnya.

Ia pun berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, PLN dapat menerima masukan guna meningkatkan pelayanan.

Bupati pun menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pati untuk membayar listrik maksimal tanggal 20.

"Tetapi namanya rakyat ya ada yang patuh dan ada yang tidak, mudah-mudahan dengan multi stakeholder yang ada ini nanti bisa tahu persoalan-persoalan yang ada di lapangan", lanjutnya.

Ia pun berpesan agar keluhan-keluhan yang ada dapat di catat guna pembenahan.

"Biar besok di kemudian hari jika ada forum sejenis kita sudah bisa menunjukkan perbaikan dan peningkatan, yang penting terus lakukan inovasi guna meningkatkan pelayanan ke masyarakat", harapnya.

Dan bagi masyarakat yang nunggak karena lupa atau dalam kondisi pailit, Haryanto berharap kondisi tersebut dapat dikomunikasikan dengan kepala desa masing-masing.

"Maka marilah kita dukung bersama-sama agar PLN menjadi BUMN yang solid dan bisa memberikan pemanfaatan kepada masyarakat luas", ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala ULP PT PLN Pati Andy Iman Satria berharap agar Multi Stakeholder Forum di Kabupaten Pati tersebut dapat terus berlanjut sebagai ajang silaturahim PLN dengan para stakeholder.

"Sehingga sepulang dari sini kami dapat memberikan koreksi atau masukkan sesuai dengan tema Sinergi Menerangi Negeri", terang Andy.

Ia pun melaporkan bahwa sinergi Kabupaten Pati sudah 100% artinya jaminan listrik sudah mencapai desa yang terluar Pati.

"Tinggal PR kita adalah bagaimana setiap pelanggan di desa mempunyai listrik sendiri dan tidak nyalur kepada tetangga", pungkasnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Dukung PLN Sinergikan Info Pelayanan dan Pembangunan Ketenagalistrikan

TH.Indonesia. Singapura - Indonesia dan Singapura kembali berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara, sejumlah kesepakatan berhasil dicapai saat Annual Leaders Meeting antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong di The Istana, Singapura, pada Rabu tgl 09 Oktober 2019.

Kerjasama bilateral  antar dua negara tercatat dalam nota kesepakatan.

Presiden Jokowi, dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, menyampaikan sejumlah kesepakatan yang berhasil dicapai kedua negara. 

Pertama, Indonesia menyambut baik kesepakatan kedua negara mengenai Framework for Negotiation of FIR Realignment, yang ditandatangani 12 September 2019 lalu.

Terkait hal tersebut, tim teknis kedua negara telah memulai pertemuan pada 7 Oktober dan diharapkan dapat segera membuahkan hasil konkret.

Kedua, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia dan Singapura sepakat untuk memperpanjang kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara, yakni pengelolaan likuiditas valas secara bilateral (bilateral liquidity management arrangement).

Kerja sama ini mencerminkan komitmen yang kuat dari kedua pemimpin untuk meningkatkan stabilitas dan pengembangan ekonomi di kawasan. 

Perpanjangan kerja sama ini akan dilakukan pada November 2019 mendatang.

Sementara yang ketiga, Presiden Jokowi menyambut baik perkembangan dan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam Leaders' Retreat tahun lalu. 

Perkembangan tersebut antara lain perkembangan pengembangan kawasan industri Kendal yang menjadi ikon kerja sama kedua negara.

"Kami menyambut baik tindak lanjut kesepakatan Leaders' Retreat tahun lalu, antara lain bertambahnya tenants di Kendal Industrial Park, berkembangnya Nongsa Digital Park, dan dukungan Singapore Economic Development Board bagi pembukaan operasi perusahaan Pegatron di Batam," kata Presiden.

Mengenai infrastruktur, Presiden juga menawarkan kepada Singapura berbagai peluang kerja sama pendanaan sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia.

"Indonesia menawarkan berbagai peluang kerja sama pendanaan proyek-proyek infrastruktur, di antaranya proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo," ucapnya.

Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional.

Bentuk kerja sama tersebut antara lain operasionalisasi politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur serta inisiatif RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

Di samping itu, keduanya juga sepakat untuk mendorong penyelesaian proses ratifikasi perjanjian investasi bilateral (bilateral investment treaty) serta peningkatan kerja sama di bidang perdagangan elektronik, teknologi finansial, layanan data, pengembangan techno park, serta regional innovation hub.

"Terima kasih Perdana Menteri Lee, mari kita bekerja sama untuk kemakmuran dua negara dan masyarakat kita," tandas Presiden. (Ah.mahbub)

Indonesia dan Singapura Sepakat Perkuat Kerjasama Ekonomi

TH.Indonesia. Pati - Budidaya kelapa kopyor yang paling cocok jika berada di wilayah Pati bagian utara, mulai dari Kecamatan Margoyoso, Tayu serta Dukuhseti.

Klopo kopyor menjadi komoditas unggulan Pati utara.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto yang didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat menghadiri acara petik kelapa kopyor, penyerahan bibit kelapa serta penyerahan perangkap hama yang bertempat di Kebun Paradiso Ngagel, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Selasa (08/10/19).

"Kita di Kabupaten Pati itu dianugerahi SDM maupun SDA yang luar biasa. Terlebih di wilayah utara ekonomi masyarakatnya memang berbeda - beda menyesuaikan dengan usahanya masing - masing", ujar Bupati dalan sambutannya.

Bupati menegaskan, yang terpenting, kelapa kopyor asal Kabupaten Pati sudah tersertifikasi. Layaknya juga seperti jeruk pamelo, dengan demikian, kelapa kopyor pun tidak bisa diakui oleh daerah lain.

"Apapun yang ada dan kita punya, harus dapat dikelola dengan baik", harapnya.

Terkait pencegahan oleh hama kwang wung, Bupati mengimbau agar jangan sampai membuat lubangan di sekitar tanaman kelapa yang ada. Sebab, hama kwang wung biasa bertelur di tempat seperti itu.

Tak hanya itu, ia pun mendorong masyarakat yang memiliki usaha di bidang pertanian maupun perkebunan, agar tidak tanggung - tanggung dalam berwirausaha. Ia mendukung masyarakat berusaha secara maksimal, seperti halnya dalam pengembangan kelapa kopyor ini.

"Kalau bisa kelapa kopyor ini kita mengangkatnya tidak sekadar seremonial saja, namun seluruh potensi yang ada", sarannya.

Bupati mengatakan bahwa, tujuan Pemerintah Kabupaten membina masyarakat pelaku usaha, agar ekonominya dapat meningkat. 

Sebab, apabila tidak ditangani serius, hasilnya tidak maksimal, namun kalau serius, hasilnya pun akan meningkat.

"Saya selalu menyambut baik usaha yang berasal dari rakyat. Kami hanya membantu memfasilitasi saja bagaimana agar usaha masyarakat tersebut meningkat", tegasnya.

Tak hanya Bupati Haryanto dalam hal ini Wakil Bupati Saiful Arifin juga memberikan motivasi bagi petani kelapa kopyor.

"Usaha pertanian seperti ini sangat bagus dan mendukung, untuk nilai penghasil atau omzet juga cukup besar", ujarnya.

Wakil Bupati mengajak para petani di Kabupaten Pati tidak hanya menanam ketela, jagung saja. Melainkan ada variasi seperti kelapa kopyor ini.

"Jangan salah, dengan kelapa kopyor seperti ini dapat menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah bila mana dikelola dengan baik. 

Apalagi bila mengembangkan kelapa kopyor jejaring atau dalam satu pohon kopyor semua, dapat menghasilkan pendapatan hingga miliaran," tandasnya.

Dalam acara tersebut, juga dilanjutkan dengan penyerahan bibit kelapa kepada sejumlah kelompok tani beserta penyerahan perangkap hama. Kemudian, Bupati Pati, Wakil Bupati Pati dan Forkopimda memetik kelapa kopyor. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Dorong Masyarakat Pati Utara Tekuni Budidaya Kelapa Kopyor

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo bersama rombongan terbatas bertolak menuju Singapura dalam rangka kunjungan kerja pada Selasa siang, 8 Oktober 2019.

Presiden Joko Widodo pererat hubungan antar negara khususnya dikawasan asia tenggara.

Dalam kunjungan kali ini, Kepala Negara diagendakan untuk menghadiri Annual Leaders Meeting dengan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong untuk menindaklanjuti perkembangan kerja sama yang dilakukan kedua negara pada sore hari nanti.

Setidaknya terdapat sejumlah hal utama yang akan dibahas oleh kedua pihak dalam pertemuan itu.

Di antaranya ialah tindak lanjut Leader’s Retreat tahun 2018 termasuk pembahasan seputar Kendal Industrial Park dan Nongsa Digital Park.

Kendal Industrial Park merupakan kawasan industri terbesar di Jawa Tengah yang menjadi proyek kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Singapura.

Saat peresmian awal di tahun 2016 lalu, Presiden Jokowi menyebut bahwa bentuk kerja sama tersebut merupakan ikon baru bagi perwujudan kerja sama kedua negara.

Sementara Nongsa Digital Park merupakan kawasan yang terletak di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital. 

Kawasan yang diresmikan pada 2018 lalu tersebut menjadi jembatan digital antara Indonesia dengan Singapura.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan membicarakan soal penguatan kerja sama pembangunan dan pendanaan infrastruktur serta kerja sama pembangunan sumber daya manusia, khususnya pendidikan vokasi, dengan PM Lee.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang telah berada di Singapura untuk mempersiapkan kehadiran Presiden Jokowi dan pertemuan tersebut, sebelumnya mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Singapura dalam beberapa tahun ini semakin menguat.

Kedua negara juga berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik tersebut.

"Oleh karena itu opsi kita adalah hanya satu, memelihara hubungan ini sehingga menjadi sebuah hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua negara dan rakyat dari dua negara," ujarnya.

Untuk diketahui, Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandar Udara Internasional Changi, Singapura, sekira pukul 12.20 WIB dan tiba di Singapura pada pukul 14.52 waktu setempat.

Mendampingi Presiden dalam keberangkatan tersebut di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong.

Selain itu, turut serta Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, dan Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustina. (ROI)

Bertolak ke Singapura, Presiden Joko Widodo Akan Bertemu Dengan PM Lee Hsien Loong

TH.Indonesia. Pati - Jelang batas akhir revitalisasi Alun - alun Pati, Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa revitalisasi selesai dan tuntas sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan.

Alun alun kebanggaan warga kota Pati siap dibuka untuk umum.

Hal tersebut ia sampaikan saat acara penyerahan dan kajian fiskal regional Jawa Tengah sekaligus penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama antara Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Pati, di ruang Pragolo Setda Pati, Senin tgl (07/10/19).

"Revitalisasi Alun - alun ini memang sudah mau selesai. Namun belum kita buka dulu, sebab menunggu dahulu hingga rumput yang telah ditanam tumbuh maksimal" ujarnya.

Selain itu, lanjut Bupati, hal itu dilakukan mengingat bahwa meskipun rumput selesai ditanam, namun lantaran saat ini masih dalam musim kemarau, jadi masih dilakukan perawatan terhadap rumput tersebut.

"Sebab Alun - alun yang sudah dibangun ini kan milik kepentingan publik, jadi yang sudah dibangun dengan biaya yang besar dapat dinikmati serta dimanfaatkan secara maksimal", imbuhnya.

Bupati menegaskan bahwa tanggal 8 Oktober 2019 besok, revitalisasi dipastikan tuntas. 

Sebab menjelang batas akhir revitalisasi, Bupati sering melakukan cek lokasi.

Selain itu, ia pun sempat memiliki kekhawatiran apabila revitalisasi ini tidak selesai pada waktunya.

"Kalau telat kan ada konsekuensinya, yaitu telat sehari 9 juta, jadi tidak sembarangan dalam pengerjaannya. 

Maka dari itu, rekanan benar - benar kita pacu", tegasnya.

Bupati menyebut, dipacu yang dimaksud bukan berarti mengerjakan asal cepat dan selesai, namun benar - benar harus teliti dan sebaik mungkin.

Pihaknya menegaskan, telah beberapa kali membandingkan dengan pembangunan Alun - alun di daerah lain.

"Revitalisasi ini pembangunannya bagus, bisa dilihat sendiri", ucapnya.

Terkait pengamanan aset maupun rumput Alun - alun, ia menyebut akan ada bantuan dari Satpol PP Kabupaten Pati untuk menjaga dan patroli.

"Tak hanya Satpol PP, namun juga tanggung jawab bersama, sebab, Alun - alun ini kan milik publik, milik rakyat, bukan milik saya dan pak wakil secara pribadi, namun untuk masyarakat bersama keluarga semua", pungkasnya. ($.ucipto)

Revitalisasi Tuntas, Bupati Haryanto Ungkap Kapan Alun Alun Dibuka Untuk Umum

TH.Indonesia. Rembang - Iklim hangat perpolitikan di Indonesia terus mengalir, setelah Pilpres dan Pileg, suasana hangat hembusan angin persaingan kembali menerpa masyarakat, dengan mendekati pillihan kepala desa atau petinggi, Minggu tgl (06/10/19).

Kapten Inf Andik Setyawan Danramil 08 Sluke Rembang.

Suasana hangat kian panas juga dirasa di sebagian wilayah kabupaten Rembang, sebagian desa di kabupaten Rembang telah siap - siap untuk melaksanakan pesta demokrasi lagi yaitu pemilihan Kepala Desa atau Petinggi sebutan Kepala Desa di wilayah Rembang secara langsung.

Seperti didesa lain, di Desa Sluke kecamatan Sluke Rembang begitu juga suasananya.

Adapun yang ikut melaksanakan Pilkades serentak di kecamata Sluke kabupaten Rembang adalah Desa Labuhan Kidul, Sendang Mulyo, Bendo, Blimbing, Manggar, Jatisari, Rakitan, Langgar, Sanetan, Pangkanlan, Trahan, Jurang Jero dan Desa Leran.

Setelah tahap pendaftaran balon petinggi (kepala desa) yang sudah dilaksanakan di masing-masing desa, maka tinggal tahap pencoblosan yang akan dilaksanakan pada tanggal 06 November 2019, terdaftar ada ratusan balon yang sudah mengajukan dirinya maju ke pemilihan petinggi atau Kades periode 2019 - 2025.

Dari masyarakat Sluke sendiri ketika kami mencoba bertanya tentang dukungannya kepada siapa, hasilnya luar biasa minimal 90% mereka mendukung pelaksanaan Pilkades agar ada sosok figur pemimpin yang baik untuk menjadi Petinggi atau Kades, mereka berharap banyak agar calon para pemimpin di tingkat pemerintahan desa ini mampu membawa perubahan yang nyata, baik dari segi pembangunan maupun ekonomi.

Pihak Koramil 08 Sluke yang mempunyai wilayah teritorial yang membawahi langsung ke 14 desa siap mengawal proses pesta demokrasi tersebut.

Danramil 08 Sluke Kapten Inf Andik Setyawan saat diwawancarai oleh awak media targethukumindonesia menyampaikan bahwa untuk wilayah kecamatan Sluke yang mengikuti pelaksanaan Pilkades adalah 13 desa, untuk kegiatan pengamanan masing-masing Babinsa dan anggota sudah memantau dari awal pelaksanaan Pilkades serentak dari tahap mulai pendaftaran, visi misi, tes kesehatan dan semuanya agar dapat berjalan dengan aman dan kondusif sampai pelaksanaan kegiatan Pilkades serentak di seluruh wilayah kabupaten Rembang," tutup Danramil Kapten Inf Andik Setyawan. (Asmuni)

Koramil 08 Sluke Siap Kawal Pelaksanaan Pesta Demokrasi Pilkades Serentak

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Pati Saiful Arifin bersama sekitar 77 komunitas yang ada di Kabupaten Pati, Jumat malam berkumpul di kedai Emperan Toko (Perko), kota Pati, (05/10/19).

Andry Sudianto Prasetyo SE owner dan penyelenggara acara lintas komunitas Pati.

Komunitas yang hadir dalam acara bernuansa santai tersebut berasal dari komunitas mobil, motor, santri, karang taruna, komunitas sosial, sepeda, keris dan masih banyak lagi.

"Dengan banyaknya komunitas seperti ini semoga selalu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi Kabupaten Pati. Selain itu, dengan banyaknya hobi di tiap komunitas, semoga dapat saling memberi saran maupun masukan satu sama lain", ujar Saiful Arifin saat menyampaikan sambutannya.

Ia pun menuturkan, membentuk sebuah komunitas bukanlah untuk menjadi yang terbaik dan terhebat. 

Namun adanya perbedaan di masing-masing komunitas, menurut Safin, berguna untuk saling memberi ide dan bisa saling melengkapi.

"Harus selalu memberikan manfaat. Walaupun kita sedang senang, happy-happy, saya berpesan, wajib hukumnya komunitas yang ada di Kabupaten Pati ini, menolak dan menjauhi narkoba", imbaunya.

Saiful Arifin menambahkan bahwa mulai dari Pemkab, kepolisian, TNI dan unsur terkait selalu berupaya menjaga Kabupaten Pati ini agar tetap aman, nyaman dan kondusif, serta selalu menjaga komunikasi non formal seperti acara lintas komunitas seperti ini.

"Apabila ada permasalahan, bisa di musyawarahkan dan didiskusikan melalui wadah seperti ini. Yang terpenting kita semua harus selalu berkontribusi dalam kebaikan untuk Kabupaten Pati", ujarnya.

Bang Andry selaku ketua Panitia bahwa acara lintas komunitas ini sudah terselenggara tiga tahun, jadi kegiatan malam ini adalah untuk ngumpulke balung pisah dan mempererat rasa persaudaraan seluruh komunitas yang ada di kabupaten Pati.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Kapolres Pati dan Danramil Pati tersebut, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama kerukunan  lintas komunitas oleh perwakilan dari tiap komunitas yang hadir. ($.ucipto)

Berbagai Lintas Komunitas Pati Didorong Untuk Memberi Manfaat Bagi Masyarakat Kab. Pati

TH.Indonesia. Pati - Bertempatkan di aula kantor BKPP Kabupaten Pati, tujuh kepala sekolah dikukuhkan langsung oleh Bupati Pati Haryanto, Rabu pagi. Dari tujuh kepala sekolah tersebut, tiga orang berdasarkan promosi jabatan sedangkan empat lainnya karena mutasi.

Dilingkungan Dinas Pendidikan tujuh kepala sekolah dilantik oleh Bupati Pati.

Usai melantik dua kepala SD dan lima kepala SMP ini, Bupati mengatakan bagi kepala sekolah yang mendapat tugas di sekolah yang jauh dari kota, tidak usah khawatir dan berharap agar segera dipindah di kota. 

Sebab, hal tersebut pasti akan dilalui dengan sendirinya.

"Kalau kita sudah berniat mengabdi, yang dikerjakan dan dipentingkan itu ialah pengabdiannya terlebih dahulu. Jangan mengutamakan kepentingan yang lain," tegasnya.

Haryanto juga menegaskan, sebagai kepala sekolah tidak usah berharap ingin dipindahkan dari satu sekolah ke sekolah lainnya. 

Sebab, yang namanya sebuah sistem, pasti akan berjalan dengan sendirinya. Ia menyebut bahwa pihaknya tidak akan pernah memberikan kepercayaan tidak pada tempatnya.

"Tugas tambahan ini hendaknya diperhatikan dan dikerjakan sebaik - baiknya, mengapa tugas tambahan? Sebab selain menjadi kepala sekolah, juga sebagai guru," terangnya.

Haryanto berharap, baik kepada kepala sekolah yang baru dikukuhkan maupun para guru agar selalu fokus pada pendidikan. 

Sebab dunia pendidikan saat ini juga tak lepas dari sorotan, terlebih, sebagian orang ada yang belum bisa membedakan mana yang pungutan liar mana yang swadaya.

"Jelas kalau swadaya itu kan dirembug dahulu. Berbeda dengan pungutan liar yang tidak dirembug dahulu, memaksa serta penggunaannya tidak jelas. Kalau tidak mampu, ya malah dibebaskan, bukan dipaksa," tutupnya. ($.ucipto)

Bupati Haryanto Kukuhkan Tujuh Kepala Sekolah

TH.Indonesia. Pati - Desa Gadingrejo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati berhasil menjadi nominasi Lomba Lingkungan Bersih Sehat (LBS) tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2019.

Desa Gadingrejo berhasil meraih nominasi lomba lingkungan bersih sehat.

Tim penilai dari Provinsi Jateng datang ke Kabupaten Pati pada Rabu siang dan diterima langsung oleh Sekda Pati Suharyono beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati Musus Indarnani Haryanto.

Sekda Pati Suharyono saat sambutannya  mengatakan bahwa lomba bersih sehat ini sangat berhubungan langsung dengan kebersihan sanitasi dan juga sampah. Secara umum untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Pati sudah baik.

Dihadapan tim penilai Suharyono pun menginformasikan bahwa Kabupaten Pati telah meraih Adipura selama 12 kali berturut turut dan tahun 2016 mendapatkan Adipura kencana.

"Dan yang akan dinilai adalah desa Gading Rejo Kecamatan Juwana yang tidak jauh dari Pati.  Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Pati mengucapkan terimakasih atas kedatangan ibu dan bapak dewan juri lomba ini dan kami harapkan Pati bisa juara," terangnya.

Sementara itu Ibu Musus Haryanto selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati memaparkan kondisi Kabupaten Pati kepada tim juri dari Provinsi Jawa Tengah. Istri Bupati Pati ini juga berharap Kabupaten Pati bisa menjadi juara.

"Karena kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk berbenah dan berusaha memperbaiki kekurangan yang ada," harapnya.

Sementara itu Elly Sugandini dari Pokja IV PKK Provinsi Jateng selaku ketua tim penilai lomba bersih dan sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah saat sambutannya mengucapkan selamat kepada desa Gadingrejo yang berhasil menjadi nominasi di tingkat provinsi. 

"Kami sudah menerima laporan profil kegiatan pelaksanaan sudah kami terima dan sudah dilaksanakan verifikasi administrasi. 

Oleh karena itu kami datang ke sini untuk melihat langsung kondisi di lapangan apakah sesuai dengan yang dilaporkan," jelasnya.

Tim yang hadir dalam penilaian ini diantaranya Wenang Triatmo dari Dinas Kesehatan, Istiningrum dari DP3AP2KB dan Mila Rusanti dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Setelah melakukan sambutan dan paparan, Ketua TP PKK dan tim juri kemudian menuju Desa Gadingrejo untuk melakukan tinjauan lapangan dan penilaian langsung. ($.ucipto)

Gadingrejo Juwana Wakili Kabupaten Pati di Lomba LBS Tingkat Provinsi

Pemkab Pati Terima Penghargaan Dari Kementrian LHK

TH.Indonesia. Pati - Acara Sedekah Bumi atau Merti Dusun memang sudah menjadi tradisi di terutama di desa Trangkil Pati, beragam siswa siswi yang ada di sekolah menuju lokasi untuk memperingati acara sedekah bumi dan karnaval bersama sejak dari pagi pukul 12.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, Minggu tgl (29/09/19).

Karnaval desa atau Merti Dusun desa Trangkil dalam menjaga eksistensi kabudayan jawi.

Start dari Plasman PG Trangkil menuju arah SD 01 sampai ke lorong 08 Balaidesa Desa Trangkil menuju ke arah pasar mengelilingi desa dan kembali acara ini di ikuti empat dukuh yang terdiri dari Kepala Desa, perangkatnya, masyarakat dan warga desa begitu antusias mengikuti acara Merti Dusun atau sedekah bumi yang selalu ramai dikunjungi oleh warga setempat dan sekitarnya.

Berbagai hiburan maupun karnaval yang diikuti berbagai peserta dari TIM senam, drum band dari MA Salafiyah Kajen Margoyoso hadir dan di iringi seni tradisional aksara jawa, seni silat PSHT untuk mengiring acara karnaval yang mengelilingi desa.

Desa Trangkil merupakan desa yang terletak di kecamatan Trangkil kab Pati, desa Trangkil merupakan desa yang rata rata masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan perantau.

Dalam mensyukuri nikmat kepada Allah SWT selain mengadakan bancakan syukuran, juga mengadakan tontonan karnaval, pengajian dan acara lainnya untuk memeriahkan sedekah bumi di desa Trangkil juga di ikuti drum band dari MA Salafiyah Kajen, PSHT dari kelompok remaja,  Sanggar Tari yang dipimpin oleh Yuyun, Pewayangan Nakula Sadewa, Kimono Japan, tong tek ibu ibu juga perwakilan dari setiap RT.

Kepala desa Trangkil setelah acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan sedekah bumi atau merti desa ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rejeki selama ini dan juga merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan sampai ke anak cucu.

Kepala Desa Suremi juga menyampaikan diadakannya acara sedekah bumi ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan kebanggaan terhadap desa yang dimiliki dan kepala Desa berharap dengan di adakan acara sedekah bumi ini sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT kedepannya supaya di berikan kehidupan yang lebih baik lagi, tambah maju khususnya warga desa Trangkil di berikan kesehatan keselamatan tidak ada halangan suatu apa pun dimanapun berada baik yang ada di perantauan.

Kepala Desa Suremi juga mengatakan banyak terima kasih kepada seluruh warga desa, panitia atas partisipasi dan terselenggaranya semua pihak dalam mengikuti acara sedekah bumi ini.

Salah satu panitia mengatakan bahwa mari kita satukan tekad untuk tetap guyup rukun menjaga tali silaturahmi yang telah ada, tetap semangat dan bersatu untuk desa Trangkil tercinta dan Indonesia maju, setelah kita melewati pesta demokrasi hilangkan perpecahan di antara kita demi Indonesia Maju.

Kegiatan tersebut berlangsung kondusif yang dikawal dari satuan pengamanan baik dari Koramil Trangkil maupun Polsek Trangkil yang diwakili anggota beserta jajarannya, pilar kebersamaan inilah yang selalu terus dijaga dan diuri uri keluhuran kabudayan jawa sebagai tradisi dari para leluhur. (ROI)

Karnaval Desa Trangkil Sebagai Tradisi Keluhuran Budaya Jawi

TH.Indonesia. Pati - Bertempat di ruang Penjawi Setda Kabupaten Pati dilaksanakan Sosialisasi Perpres 95 tahun 2018, tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Pembukaan Bimbingan Teknis E-layang untuk OPD Se-Kabupaten Pati, (30/09/19).

SPBE sebagai sistem berbasis elektronik.

Bupati Pati Haryanto yang hadir secara langsung dan memberikan sambutan mengatakan, bahwa tahapan-tahapan dalam memperlakukan Perpres nomor 95 tahun 2018 baru dilaksanakan sekarang. Ia mengungkapkan pemberlakuan SPBE ini membutuhkan waktu, regulasi serta anggaran, sehingga sistem ini tidak bisa dilaksanakan dengan tiba-tiba.

"Oleh karena itu yang utama, dalam melaksanakan hal ini kita harus anggarkan terlebih dahulu. Kita integrasikan, agar di setelah sosialisasi dapat dilaksanakan di seluruh OPD yang ada. Kita tidak bolak-balik menata pelaksanaan SPBE", ujar Bupati.

Haryanto menambahkan, jajarannya harus siap menghadapi perkembangan jaman. Meskipun dengan tertatih-tatih, menurutnya hal ini harus tetap dilaksanakan. 

Dengan penerapan sistem ini, diharapkan Pemkab Pati tidak ketinggalan zaman ataupun tertinggal dibandingkan daerah lain.
"Mau tidak mau, suka atau tidak suka sulit ataupun susah, kita harus menelan pil pahit karena kita ingin sembuh ya ditelan", cetusnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, adanya sosialisasi ini sebagai pengenalan dan selanjutnya akan ada bimtek yang ditangani oleh Dinas Komunikasi dan Informatika.

"Oleh karena itu hal ini merupakan tuntutan zaman yang sudah saya pesankan kepada BKPP, untuk anggaran peningkatan SDM agar ditingkatkan dan diperbanyak," tegasnya.

Haryanto pun mengungkapkan, target utama penerapan sistem ini mencapai 623 daerah. Sedangkan Kabupaten Pati saat ini ada di peringkat ke 616. 

Oleh karena itu ia mengajak seluruh jajaran ASN untuk konsisten dan harus menyiapkan betul khususnya personil yang menangani pelayanan.

"Kita harus konsentrasi dan fokus dalam apa yang menjadi tugas kita. Saya harapkan sosialisasi ini berdampak dan bermanfaat dalam kemajuan teknologi dan penerapan Perpres nomor 95 tahun 2018 yaitu sistem pemerintahan berbasis elektronik atau e-layang sehingga nanti bisa diterapkan di Kabupaten Pati," tandasnya.

Selaku Ketua Penyelenggara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Indriyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa lahirnya Perpres 95 tahun 2018 tentang SPBE merupakan suatu wujud tata kelola pemerintahan ke arah lebih baik serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Penerapan SPBE di Pati sudah mulai beberapa waktu lalu termasuk sosialisasi e-layang secara teknis. 

Selama sebulan dimulai hari ini pembukaan bimtek dan sosialisasi Perpres, kita akan all out ke seluruh SPBE. 

Hal ini sejalan dengan pelaksanaan SPBE sebagai amanat perpres nomor 95 tahun 2018" jelasnya.

Selain itu, Indriyanto menyebutkan ada tiga hal tujuan sosialiasi yang sangat penting dalam kebijakan tata kelola dan layanan aplikasi yaitu untuk menyatukan pemahaman dan penyelerasan langkah strategis di SPBE. 

Kemudian sebagai upaya terhadap percepetan implementasi perpres, sertq sebagai upaya perbaikan terhadap implementasi SPBE di Kabupaten Pati menuju evaluasi SPBE ditahun 2019.

"Diharapkan penerapan selanjutnya bisa berjalan sesuai harapan meski ada beberapa dinamika", tutupnya.

Acara dihadiri oleh narasumber dari Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Ahmad Fauzan Nurahman, dan dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Sekda Suharyono, perwakilan Kepala OPD dan para Camat se-Kabupaten Pati. ($.ucipto)

Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Bupati Haryanto Imbau ASN Bisa Ikuti Perkembangan Zaman

TH.Indonesia. Bogor - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan duka atas jatuhnya korban jiwa dalam kejadian di Wamena baru-baru ini. Presiden meminta masyarakat, khususnya yang berada di Wamena, untuk dapat saling menahan diri pascakejadian yang menyebabkan 33 orang meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo turut berduka atas meninggalnya korban di Wamena.

"Saya ingin mengucapkan duka yang mendalam, belasungkawa yang mendalam, atas meninggalnya korban yang ada di Wamena," ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 30 September 2019.

Atas kejadian tersebut, Kepala Negara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi terhadap isu-isu tertentu yang sengaja disebarluaskan di media sosial.

"Seluruh masyarakat tetap tenang, menahan diri, dan menghindarkan dari semua provokasi-provokasi dan fitnah-fitnah yang kita lihat di media sosial begitu sangat banyaknya isu-isu yang dikembangkan," tuturnya.

Presiden menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah disebabkan oleh karena adanya gesekan antaretnis. Menurut laporan yang ia terima, kejadian tersebut memang sengaja dibuat oleh kelompok kriminal bersenjata yang melakukan tindakan yang meresahkan di tengah masyarakat.

"Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas, dari gunung, turun ke bawah dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga," ucapnya.

"Tapi yang ingin perlu saya sampaikan bahwa aparat keamanan telah bekerja keras untuk melindungi semua warga. Jadi jangan ada yang menggeser-geser ini menjadi kayak sebuah konflik etnis. Bukan!" kata Presiden.

Presiden sendiri telah memerintahkan Menkopolhukam beserta TNI dan Polri untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku dari kelompok kriminal bersenjata tersebut. Saat ini, kepolisian telah berhasil mengamankan beberapa tersangka.

"Kepala Suku Lembah Baliem di Wamena juga telah mengajak, mengimbau, untuk seluruh warga untuk tidak mengungsi keluar Wamena. 

Ini saya kira sebuah imbauan baik dan juga polisi telah menangkap beberapa tersangka yang melakukan pembunuhan dan pembakaran yang ada di Wamena," ujar Presiden. (ROI)

Presiden Joko Widodo Sampaikan Dukacita Yang Mendalam Untuk Wamena, Imbau Warga Tak Terpancing Provokasi

Bupati Haryanto : Keris Selain Sebagai Pusaka Juga Jatidiri Suatu Bangsa

TH.Indonesia. Pati - Perusahaan PT Delta Gro Mulia Sejati Indonesia yang memproduksi obat - obatan tanaman untuk pertanian sering mengajak agen-agennya untuk berwisata sebagai wujud antara perusahaan dan agen adanya kerjasama yang baik dalam memasarkan produk-produk Delta Gro dan sebagai bonusnya maka seluruh agen-agen Delta Gro di ajak berwisata dan kali ini sudah yang ketiga kalinya Delta Gro mengajak semua agennya untuk berwisata bersama Biro Perjalanan Wisata Nirwana Tours, (30/09/19).

PT. Delta GRO bersama para agen menjalin rasa kekeluargaan dan kekompakan.

Dan wisata kali ini dengan tujuan bonbin Mangkang dan Pantai Cahaya Kendal rombongan terdiri dari 17 Bis dengan jumlah peserta 850 orang yang di tangani oleh Biro Perjalanan Nirwana Tours dari Winong Pati.

Setelah acara doa bersama tujuh belas bis berangkat menuju tujuan yang pertama yaitu menuju bonbin Mangkang perjalanan lumayan lancar meskipun di daerah Kaligawe sempat terjebak macet karena memang pada saat itu pas hari kerja dan waktunya berangkat bagi anak anak sekolah para pekerja.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam bis mulai memasuki kawasan wisata bonbin Mangkang setelah tiba di lokasi bonbin Mangkang maka para peserta wisata jalan - jalan menikmati pemandangan satwa-satwa yang ada di bonbin mangkang lumayan lengkap.

Juga koleksinya ada aneka jenis kera, harimau, singa, beruang, aneka jenis burung seperti merak, kasuari, jalak, aneka unggas dan juga gajah yang bisa di tunggangi, aneka permainan anak-anak juga ada seperti becak air, istana badut, kereta mini, mandi bola dan sebagainya.

Sedangkan untuk sarana outbond juga lumayan lengkap arena outbondnya terbilang murah disana kita bisa main jungkat - jungkit, ayunan, meniti Jembatan tali, berayun di monkey bar dan flying fox untuk flying fox sendiri ada dua macam khusus untuk anak-anak di area outbond dan khusus dewasa.

Dan yang mau menyeberangi danau wah lumayan menegangkan juga setelah puas di bonbin mangkang perjalanan di lanjutkan menuju pantai cahaya di kendal lokasi pertama yang dituju adalah mereka ingin segera nyebur ke kolam renang sebagian bahkan sudah benar-benar tidak sabar mereka nyemplung ke laut dan bermain pasir di bibir pantai tak peduli pakaian menjadi basah dan belepotan pasir namanya juga anak - anak saya saja senang bermain pasir di pantai untuk merintang waktu di lakukan foto-foto bersama.

Di arena kolam renang ada fasilitas kolam anak-anak, kolam dewasa dan kolam apung setelah menemani  anak-anak sebentar di kolam anak kami menuju ke kolam apung ingin tahu rasanya bisa mengapung dengan sendirinya beberapa teman kesulitan untuk mengapungkan badan mereka takut tenggelam karena tidak bisa berenang padahal itu tidak menjadi masalah yang di butuhkan agar tubuh bisa mengapung adalah perasaan rilek, lepas maka kita akan mengapung dengan sendirinya ingat mengapungnya tidak boleh lama-lama cukup sepuluh menit lalu kita di anjurkan untuk bilas kalau tidak bilas bagi yang berkulit sensitive bisa menyebabkan gatal karena air dalam kolam apung ini luar biasa asin.

Puas di kolam apung selanjutnya para peserta wisata berkeliling di kebun binatang mini ada aneka jenis kalkun, ikan, linsang ular, kukang dan beruang tapi sepertinya beruang kelaparan dia hendak meminta makanan anak-anak yang ada di dekatnya.

Usai dari kebun binatang mini para peserta wisata di giring ke panggung hiburan untuk menonton hiburan musik dangdut untuk menghibur para peserta wisata yang capek keliling-keliling menikmati semua wahana yang ada di lokasi wisata pantai cahaya suasana semakin seru dan ramai sebab para peserta wisata ada yang ikut bernyanyi untuk  ikut meramaikan acara hiburan tersebut dan untuk lebih seru lagi ada pembagian hadiah undian doorprise untuk semua peserta wisata setelah semua puas di hibur dan semua doorprise habis di bagikan maka semua peserta wisata waktunya untuk pulang dan Alhamdulilah semua rombongan peserta wisata Delta Gro selamat sampai rumah masing-masing," pungkas Sukwanto ketua rombongan wisata Delta Gro.

Pilar kebersamaan inilah yang mendasari semangat kekeluargaan antara para petani yang selalu konsisten memakai produk dari PT. Delta GRO, kompak dalam memanjakan para konsumen menjadikan Delta GRO dalam menjaga kwalitas produk selama ini. (EKO)

PT. Delta GRO Membangun Negeri, Satu Untuk Semua Bersama Tour Nirwana

TH.Indonesia. Pati - Hadir dalam acara Festival Kopi 2019 yang bertempat di Plaza Pragolo Pati, Minggu siang Bupati Pati Haryanto menyebut bahwa event semacam ini digelar semata - mata untuk mengenalkan produk daerah.

Kopi rakyat menjadi produk unggulan UMKM Pati.

"Kita mempromosikan produk lokal serta wisata yang mana sudah kita buat Peraturan Bupatinya maupun regulasi yang mendukung. 

Agar produk - produk asli warga Pati ini dikenal masyarakat lebih luas", ujarnya saat memberi sambutan.

Haryanto mengatakan, yang namanya merintis usaha memang bertahap. Tak selamanya Pemkab terus - menerus menuntun para pelaku usaha maupun pedagang. Sebab, kewajiban Pemkab ialah memfasilitasi, (29/09/19).

"Tujuan merintis usaha di Pati ini ialah, agar para pelaku UKM maupun pengusaha terfasilitasi,  dan dapat semakin mengembangkan usaha dengan baik. 

Kita sediakan media, kita buatkan regulasi, kita adakan pertemuan. Itu tujuannya adalah agar masyarakat semakin mengenal.

"Branding kopi di Pati sudah ada 200 an. Kalau saya boleh jujur dibanding kopi produk internasional seperti di mall, itu lebih enak kopi dari kita. 

Namun, memang produk kita kalah branding dengan produk bermerek lainnya. Sebab yang namanya branding memang butuh waktu. Semua harus dapat melihat pangsa pasar. 

Zaman dulu, kopi identik dinikmati oleh orang tua. Namun sekarang, mulai dari anak - anak, remaja dan dewasa pun minum kopi", paparnya.

Bupati kembali menyebutkan bahwa memasarkan kopi di zaman sekarang, lebih mudah sebab pangsa pasarnya semakin meluas. Berbeda dengan zaman dahulu yang pasarnya tak seluas sekarang.

"Potensi kopi di Pati ini luar biasa. Jadi nanti saya berharap bahwa semua pelaku usaha kopi serta komunitas, dapat menyatu guna mengangkat kopi Pati. Jangan ada prasangka hal tersebut sebagai sebuah persaingan", pungkasnya.

Usai sambutan, Bupati Pati ditemani Wakil Bupati Pati, Sekda, Forkopimda dan jajaran OPD mengelilingi stand kopi dari sejumlah wilayah di Pati yang berpartisipasi dalam event Festival Kopi 2019. ($.ucipto)

Festival Kopi Angkat Potensi UKM Lewat Berbagai Cita Rasa

TH.Indonesia. Jepara - Bangun Semangat Gotong Royong Guna Memajukan Desa Lebih Independen. Tema ini diambil dalam acara sarasehan santai dengan FORMADES  Desa Ngabul, Sabtu tgl (28/09/19).

Formades Jepara berdikari, mandiri, bersatu, bersama membangun negeri.

FORMADES Desa Ngabul menggelar acara sarasehan santai ditempat wisata Kampung Bali, acara dimulai pada pukul 20.00 s/d 24.00 Wib, dihadiri oleh Ketua Umum H. Heni Purwadi, SH, beserta jajarannya, anggota Formades, Pengusaha, dan Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Pemuda Desa ngabul.

Dalam kesempatan acara tersebut Ketua Umum H. Heni Purwadi, SH
mengungkapkan bahwa  Formades lahir agar terwujudnya Masyarakat yang kuat, damai sehingga Desa menjadi sejahtera.
Kompleksitas permasalahan yang ăϑα̲ di Desa sekarang ini membuat
Formades harus fokus pada penguatan karakteristik Desa yang tepat dan berusaha menginventarisasi semua masalah dan kebutuhan pokok di masing - masing Desa secara  sungguh - sungguh, terukur, terarah dan terus berkesinambungan serta berusaha memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di Desa. 

Semangat gotong royong dan tolong menolong, akan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki, sehingga menjadukan Desa yang potensial, Insya Alloh Masyarakat yang kuat, damai dan sejahtera akan segera dapat diwujudkan.

Gunawan, sebagai Ketua Formades Desa Ngabul dalam sambutannya  berharap agar desa ngabul bisa menjadi poros utama atau satelit dari Kabupaten Jepara, sebab maju dan berkembangnya suatu Negara berawal dari wilayah yang terkecil yaitu Desa, Masyarakat Desa yang cerdas, mandiri dan bersatu, akan memudahkan pengembangan wilayah pedesaan, agar hidup masyarakat kita mampu meraih kesejahteraan dan kebahagiaan.

Setelah mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Ketua, tiba giliran tanya jawab seputar permasalahan hukum, visi dan misi Formades, dilanjutkan doa bersama, dengan harapan Formades bisa maju, bermanfaat dan berkembang. ($.aries)

Formades Jepara Ciptakan Semangat Gotong Royong Untuk Masyarakat Desa Maju Dan Berkembang

Presiden Joko Widodo Instruksikan Penanganan Segera Korban Gempa Ambon

TH.Indonesia. Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima masukan-masukan yang berkaitan dengan persoalan revisi Undang-Undang mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pertemuan dengan para cendikiawan di Istana Negara.

Masukan tersebut disampaikan kepada Presiden saat bertemu dengan puluhan cendekiawan dan budayawan di Istana Merdeka, pada Kamis, 26 September 2019.

Salah satu masukan yang banyak disuarakan dalam pertemuan tersebut ialah mengenai urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terhadap revisi UU KPK.

"Banyak sekali masukan-masukan yang diberikan, utamanya memang masukan itu berupa penerbitan Perppu," ujar Presiden dalam pernyataan pers setelah pertemuan.

Kepala Negara mengatakan bahwa dirinya akan menampung dan mempertimbangkan usulan tersebut sambil melihat opsi-opsi lain yang dapat ditempuh.

"Tentu saja ini akan kita segera hitung, kita kalkulasi, dan nanti setelah kita putuskan akan juga kami sampaikan kepada para senior dan guru-guru saya yang hadir pada sore hari ini," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Mahfud MD, yang turut serta dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengambil inisiatif untuk menyatakan sikap menunda pengesahan beberapa rancangan undang-undang.

Menurutnya, sejumlah rancangan undang-undang tersebut dirasakan sangat penting bagi kemaslahatan ke depan.

Terkait dengan revisi UU KPK, Mahfud menyampaikan bahwa Presiden bersama dengan cendekiawan dan budayawan yang hadir sempat membicarakan sejumlah opsi yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Di antaranya ialah legislative review dan judicial review.

"Lalu ada opsi lain yang tadi cukup kuat disuarakan yaitu lebih bagus mengeluarkan Perppu agar itu ditunda dulu sampai ada suasana yang baik untuk membicarakan isinya, substansinya.

Karena ini kewenangan Presiden, kami semua hampir sepakat menyampaikan usul itu," imbuhnya.

Untuk diketahui, selain membahas soal revisi UU KPK, Presiden Joko Widodo juga membicarakan soal dinamika yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kedua pihak saling bertukar pikiran mengenai persoalan kebakaran hutan dan lahan beserta penanganannya, RUU KUHP, hingga demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Goenawan Mohamad, Quraish Shihab, Butet Kartaradjasa, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra, Franz Magnis Suseno, Bivitri Susanti, Feri Amsari, Erry Riana Hadjapamekas, dan Emil Salim. (ROI)

Presiden Joko Widodo Pertimbangkan Semua Opsi Penyelesaian Terkait UU KPK

TH.Indonesia. Pati - Penyelenggaraan kerja sama daerah kini didorong untuk mendongkrak potensi lokal, Rabu tgl (25/09/19).

Pontensi lokal sebagai bentuk kerjasama daerah.

Hal itu dikemukakan oleh Asisten Pemerintahan Sekda Pati, Sudiyono saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Kerjasama Daerah,hari ini, di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.

"Acara yang dilaksanakan ini memang kami anggap penting, untuk kita ketahui dan kita pahami bersama - sama terkait dengan kerja sama daerah. 

Harapannya dengan pelaksanaan kerja sama daerah ini, daerah dapat lebih berkembang, tumbuh dan meningkat kesejahteraannya", ujarnya.

Tentu dengan kesempatan dan kewenangan ini, lanjut Sudiyono, daerah bisa meng-explore segala potensinya untuk bisa dikembangkan. Dan salah satu upaya yang bisa dikerjakan daerah ialah melakukan kerjasama.

"Yang paling penting dalam kerjasama ini ialah, bagaimana dapat mengangkat potensi daerah ini, menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah hingga mampu meningkatkan pendapatan daerah", tegasnya.

Sosialisasi pelaksanaan kerjasama daerah ini, lanjut Sudiyono, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap peraturan, mekanisme maupun tata cara, penyusunan dokumen kerja sama, potensi serta hal - hal yang berkaitan dengan kerjasama daerah.

"Sedangkan untuk tujuannya ialah memberikan panduan kepada OPD, terkait pelaksanaan dan potensi kerjasama daerah", imbuhnya.

Sudiyono berharap, usai pelaksanaan sosialisasi ini, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik - baiknya.

Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan OPD, camat, serta perwakilan dari bagian-bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, dengan total 90 peserta.

Sedangkan narasumber kegiatan ini  berasal dari Biro Kerjasama Pemprov Jateng dan LPPM Unissula Semarang. ($.amin)

Kerja Sama Daerah Didorong Untuk Dongkrak Potensi Lokal

TH.Indonesia. Pati - Meski baru dilantik dan diambil sumpahnya hari ini, menurut Bupati Pati Haryanto, para pimpinan DPRD Pati bukanlah wajah-wajah baru.

Wajah wajah baru anggota dewan kabupaten Pati.

Namun demikian, ia mengajak pimpinan dewan untuk me-refresh pemahaman terkait tugas dan fungsinya agar sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Pati dan pimpinan dewan beserta seluruh anggotanya semakin meningkat.

Hal itu dikemukakan Bupati dalam pidatonya saat menghadiri Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Pati Masa Jabatan 2019/2024, Rabu (25/9), di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pati.

"Sinergitas ini diperlukan dalam mengawal lahirnya peraturan daerah, produk-produk hukum lain, maupun dalam proses pengesahan APBD. Demikian juga dalam fungsi pengawasan yang ada pada dewan. 

Hendaknya juga dapat dipergunakan secara arif dan bijaksana agar tercipta keharmonisan hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD", jelas Bupati.

Bila eksekutif dan legislatif hubungannya baik, lanjut Haryanto, yang akan merasakan juga masyarakat secara umum.

Menurut Haryanto, bagaimanapun juga DPRD memiliki tanggung jawab yang sama dengan kepala daerah, yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.

Haryanto menyebut, sumpah dan janji yang terucap oleh pimpinan DPRD diharapkan menjadi komitmen yang dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas-tugas kedewanan.

"Hal ini penting, mengingat bahwa masyarakat menunggu realisasi janji-janji politik pada waktu kampanye", lanjut Bupati.

Di ruang rapat paripurna DPRD Pati, Ketua Pengadilan Negeri Pati Suwarno mengambil sumpah  empat anggota dewan yang hari ini dikukuhkan sebagai ketua dan wakil ketua DPRD Pati.

Mereka ialah Ali Badrudin (Ketua), Joni Kurnianto (Wakil Ketua 1), Hardi (Wakil Ketua 2), dan Muhammadun (Wakil Ketua 3).

Bupati Pati Haryanto atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Pati pun menyampaikan ucapan selamat kepada ketua maupun para wakil ketua yang telah dikukuhkan.

"Sempat kita dipimpin oleh pimpinan sementara dalam kurun waktu satu bulan. 

Namun, alhamdulillah pada pagi sampai siang ini, pimpinan DPRD periode 2019-2024 telah disumpah dan dilantik oleh ketua pengadilan negeri Pati. 

Semoga pimpinan dewan yang baru amanah dan membawa berkah untuk kita semua," ucap Haryanto.

Haryanto berharap, setelah pelantikan ini, pimpinan dewan beserta alat kelengkapan dewan dapat langsung menyelesaikan tugas-tugasnya.

Menurutnya, banyak tugas-tugas yang menanti. Di antaranya adalah pembahasan APBD tahun 2020, evaluasi SOTK, dan pembahasan Raperda tentang revisi RTRW.

"Selain itu juga pembahasan Raperda-Raperda lain yang sudah terprogram pada tahun 2019. 

Kami juga berharap agar semua program kerja pimpinan DPRD maupun anggota DPRD pada periode 2019-2024 nantinya juga selaras dengan rencana kerja pemerintah daerah yang telah tersusun dengan baik," tuturnya.

Ia berharap pelantikan ini jangan hanya dimaknai sebagai bentuk seremonial belaka melainkan merupakan janji yang tulus dan jujur atas tantangan ke depan dalam melaksanakan tugas-tugas pimpinan dewan dan seluruh anggotanya. ($.ucipto)

Ali Badrudin Kembali Dilantik Sebagai Ketua DPRD Pati

TH.Indonesia. Semarang - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang, (25/09/19).

Aksi damai ribuan mahasiswa BEM semarang, menolak revisi undang undang KPK.

Aksi demo dilakukan untuk menolak Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Revisi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan sejumlah persoalan lainnya. 

Aksi demo yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu awalnya berlangsung damai, namun situasi mulai memanas saat mahasiswa meminta Gubernur Jawa Tengah turun menemui massa.

Sejumlah pimpinam DPRD Jateng awalnya turun dan ingin berdialog dengan massa, namun kedatangan mereka ditolak oleh mahasiswa.

Mahasiswa pun mencoba merangsek dan memaksa masuk, hingga menyebabkan pintu gerbang gedung DPRD Jateng roboh.

Ratusan personil kepolisian yang mengamankan aksi itu telah bersiap menghalau massa, namun situasi tetap kondusif setelah semua pihak menahan diri.

Massa terus berteriak dan mendesak untuk bertemu dengan Gubernur. Demi mengamankan situasi, Ganjar pun akhirnya datang untuk menemui para mahasiswa.

Kedatangan Ganjar disambut tepuk tangan para peserta demo. Ia pun tidak segan untuk merangsek ke kerumunan mahasiswa dan menuju mobil orasi milik mahasiswa.

Dengan tenang, Ganjar meminta agar mahasiswa tetap menjaga kondisifitas dan tidak merusak fasilitas.

"Sejak beberapa hari ini saya mengikuti aksi ini, beberapa teman aktivis juga meminta izin untuk menggelar aksi.

Saya persilahkan, bahkan sebenarnya saya sudah menyiapkan tempat sejak kemarin untuk menerima kawan-kawan yang akan menyampaikan tuntutan," ucap Ganjar berbicara di atas podium orasi mahasiswa.

Seharusnya lanjut dia, para mahasiswa dapat menggelar aksi demo dengan tertib dan menyampaikan tuntutan dengan dialog yang baik.

Tidak perlu lanjut dia, mahasiswa melakukan aksi yang merugikan, bahkan sampai merusak pagar dan taman.

"Pagar dan taman ini adalah uang dari kalian juga, seharusnya tidak perlu dirusak karena saya harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaikinya.

Bagaimana kalau besok, saya undang kawan-kawan semua untuk bersih-bersih dan memperbaiki taman yang dirusak itu, setuju tidak," tanya Ganjar dan dijawab dengan kompak oleh mahasiswa 'setuju'.

Ganjar pun menegaskan akan menampung semua aspirasi serta tuntutan dari para mahasiswa. Ia akan menyampaikan aspirasi itu sampai ke tingkat pusat.

"Cukup banyak pesan yang disampaikan, nanti akan kami sampaikan ke pusat, tadi mereka minta disampaikan ke DPR dan Presiden, tentu akan saya lakukan," ucapnya.

Ganjar pun mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu. Meski sedikit memanas dan membuat pagar roboh, namun bagi dirinya hal itu masih merupakan hal yang wajar.

"Ya itu resiko, kalau massa banyak memang sulit mengontrol dan kerap menimbulkan situasi memanas.

Ya tidak apa-apa, nanti kami perbaiki, saya dulu juga pernah jadi mahasiswa yang sering demo seperti mereka," tutupnya.

Sementara itu, para peserta aksi meminta Ganjar menandatangani beberapa tuntutan yang mereka bacakan. 

Tuntutan itu seperti membatalkan RKUHP, menolak revisi UU KPK, mendesak DPR segera mengesahkan RUU kekerasan seksual dan sejumlah tuntutan lainnya.

Ganjar pun membubuhkan tandatangan di atas kertas tuntutan mahasiswa itu. Setelah itu, ia turun dari podium dan meminta mahasiswa untuk melanjutkan aksi demonstrasi dengan tertib. ($.ucipto)

Aksi Damai BEM Se- Jawa Tengah Menolak Revisi Undang Undang KPK

TH.Indonesia. Pati - Evaluasi Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Pati menjadi dilema tersendiri jelang pembentukan kabinet baru, (25/09/19).

Rapat STOK diruang pragola pati.

Hal ini disampaikan Bupati Pati Haryanto saat kemarin memberikan pengarahan dalam rapat Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di ruang Pragolo Setda Pati.

Evaluasi SOTK, lanjut Haryanto memang perlu, namun, hal tersebut menjadi sebuah dilema manakala akan ada pelantikan kepala negara.

Sebab, pada periode kedua, Bupati memprediksi menteri tidak mesti sama, bisa ganti. Dan setelah itu harus menyesuaikan kembali.

"Itu pasti. Dan kebijakan - kebijakan yang nantinya diterapkan, seringkali akan berdampak di bawah, kalau saya itu, apalah sebuah nama nomenklatur.

Kalau saya yang penting kinerjanya bagus, jabatannya tidak hilang, kesejahteraan tetap ada", ujarnya.

Pandangan Bupati tersebut mengemuka ketika membahas tentang sejumlah instansi yang rencananya akan berubah type, yaitu yang tadinya type B, dengan adanya Permendagri menjadi type A.

Seperti misalnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Dinas Sosial dan KB serta Kesbangpol.

Namun, Bupati menegaskan, apabila evaluasi SOTK tidak dilakukan, akan terbentur oleh regulasi, padahal menurut Haryanto, regulasi dibiayai oleh APBD.

Apabila terjadi kesalahan, lanjutnya, maka akan timbul permasalahan.

"Seperti Dinas Sosial dan KB, yaitu mengampu tupoksi KB serta Perlindungan Perempuan dan Anak. Dan Kesbangpol, itu bentuknya harus Badan. Sedangkan Badan itu harus esselon II", jelasnya.

Terkait adanya penambahan beban kerja, usai dilakukan peningkatan type, Bupati meyakini bahwa nantinya pasti ada penambahan bidang. Sebab, terdapat bidang yang sebelumnya bergabung, sekarang berdiri sendiri.

"Kalau di Dinas sosial, itu dulu sudah mengampu, namun tidak ada nomenklaturnya. Sehingga dengan regulasi yang ada saat ini, diberi kesempatan lagi untuk mengampu", imbuhnya.

Untuk Kesbangpol, Bupati menegaskan justru akan menjadi lebih maksimal. Sebab, akan ada kepala dinas, ada sekretaris serta kepala bidang. 

"Yang sekarang hanya kepala kantor dan kasubag TU serta kepala seksi (Kasi)", pungkasnya. ($.ucipto)

Dilema Evaluasi SOTK Jelang Pembentukan Kabinet Baru