TH.Indonesia. Pati - Samin adalah salah satu suku yang berdiam di Pulau Jawa, tepatnya di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, sabtu tgl (29/12/18).

Masyarakat samin mbacik agama adam sebagai warisan kearifan lokal leluhur Nusantara.

Pemukiman suku Samin ini berada di sekitar pegunungan kendeng yang memanjang dari Pati di Jawa Tengah, hingga Tuban di Jawa Timur.

Selain di sebut Samin atau orang Samin, ada beberapa sebutan lain yang digunakan untuk merujuk pada para penganut Saminisme ini, seperti wong Samin atau Sedulur Sikep.

Ada banyak hal yang cukup unik mengenai suku Samin ini, salah satunya bahasa yang mereka gunakan sehari-hari, walau menggunakan bahasa Jawa, tapi dialek serta sistem bahasa mereka berbeda dengan yang ada di masyarakat Jawa pada umumnya demikian pula dengan tata cara berpakaian mereka.

Mereka sering terlihat memakai pakaian serba hitam, apalagi kaum Samin konservatif, yang tidak pernah memakai peci, celana jeans apalagi kaos oblong. 

Tapi yang paling unik adalah mengenai pandangan hidupnya, masyarakat Sikep sangat menjunjung tinggi kejujuran, welas asih, persaudaraan dan mencintai lingkungan hidup serta alam semesta.

Dalam komunitas sedulur Sikep, terutama bagi mereka yang konservatif, tidak ditemukan satu anggota komunitas pun yang berprofesi sebagai pedagang. 

Misalnya ada, itu bagian dari pendatang lain yang yang ingin hidup dengan komunitas samin dengan tujuan ingin mengais rejeki dengan cara berdagang.

Menurut pandangan mereka, perdagangan adalah pintu masuk bagi ketidak jujuran, keserakahan dan hedonisme dalam perdagangan, yang dikenal dengan istilah laba atau keuntungan, laba inilah yang nantinya menjadi tujuan bahkan sering orang menghalalkan segala cara untuk meraihnya.

Tetapi hal itu tidak berlaku bagi orang Samin, laba adalah cerminan ketidak jujuran. Suatu hal yang sangat diharamkan dalam ajaran Saminisme. 

Menyuplik sejarah yang di rilis oleh awak media melalui informan kaum Samin/Sikep Gunretno mejelaskankan,” Samin tidak dapat dipisahkan dari sepak terjang Raden Kohar, tokoh politik dan intelektual yang hidup pada masa penjajahan Belanda di abad 18 tersebut adalah tokoh kunci dalam penyebaran ajaran Saminisme.

Pria yang terkenal karena keberpihakannya kepada wong cilik yang dengan berani melawan kolonialisme Belanda, berkelana dari satu kota ke kota lain untuk mengajarkan sebuah metode baru dalam melakukan perlawanan.

Raden Kohar sendiri sebenarnya masih keturunan bangsawan, beliau lahir pada tahun 1859 di Ploso, Kedhiren, Randublatung, Blora, Jawa Tengah.

Beliau adalah putra dari Raden Surawijaya, atau yang oleh masyarakat sedulur Sikep kemudian disebut dengan nama Samin Sepuh.

Raden Kohar sendiri masih memiliki hubungan darah dengan Kyai Keti (seorang tokoh kenamaan yang cukup tersohor dari daerah Rajegwesi, Bojonegoro, Jawa Timur) dan Pangeran Kusumaning ayu, penguasa daerah Sumoroto (sebuah daerah kuno yang kini masuk Kabupaten Tulungagung),” beber Gunretno kepada awak media.

“Pada zaman dahulu, “seorang panganut Saminisme dapat diketahui dengan jelas hanya melihat pakaiannya.

Orang-orang Samin, terutama Samin pada era awal, tidak pernah memakai peci, sebagai gantinya mereka mengenakan udeng, semacam ikat kepala yang terbuat dari kain dan bermotif batik berwarna hitam.

Udeng ini (orang Samin menyebutnya iket) adalah salah satu identitas khas yang dimiliki orang Samin,” ungkapnya. 

Selain memakai  iket, bagi  kaum lelaki Samin, juga memakai pakaian serba hitam, baik baju maupun celananya.

Bajunya sendiri berupa baju lengan panjang tanpa kerah. Sedang celananya adalah celana pendek selutut (komprang), sedang untuk wanita, pakaian adatnya adalah kebaya lengan panjang berkain (gaun) sebatas di bawah tempurung lutut atau di atas mata kaki,” tuturnya.

Ajaran pokok orang Samin adalah kejujuran, hal ini terlihat dari cara berpakaian mereka yang sederhana dan bersahaja.

Selain itu kejujuran itu juga tampak dari bahasa yang digunakan sehari-hari. Pada dasarnya orang Samin menggunakan bahasa Jawa kawi yang bercampur dengan Jawa ngoko,” paparnya dengan memakai bahasa jawa lugas.

Walau begitu bukan berarti orang Samin adalah kaum yang tidak mengerti sopan santun, mereka sebenarnya justru sangat halus, sopan dan ramah. Bagi mereka, cara menghargai orang lain dapat ditunjukkan melalui perbuatan, bukan bahasa.

Bagaimnana orang samin menghargai tamunya...? Jika bertamu ke rumah sedulur  Sikep, biasanya orang luar akan langsung tercengang melihat bagaimana mereka sangat menghargai tamunya.

Orang Sikep akan mengeluarkan semua makanan yang dipunyai untuk dihidangkan. Mereka juga tidak akan berbohong tentang apapun,” terangnya dengan menunjukkan suguhan yang dihidangkan kepada orang luar yang sedang bertamu.

Agama yang dianut kaum Samin....? Bagi golongan tua kaum Samin, hingga kini agama yang mereka anut adalah agama yang sama yang dianut oleh orang Samin awal, yaitu agama Adam, agama Adam sendiri dikembangkan oleh pendiri gerakan Samin, yakni Kyai Samin, sebagai agama kaum Samin.

Dalam agama Adam, nilai-nilai moralitas seperti kejujuran, welas asih, tangggung Jawab, dan menyayangi alam sangat ditekankan. 

Selayaknya agama yang lain, agama Adam juga memiliki kitab sucinya sendiri, yakni Kitab Jamus Kalimasada, kitab ini kebanyakan berisi berbagai ajaran dan falsafah hidup yang tertulis dalam bentuk syair atau guritan.

Dengan kitab itulah, orang  Samin senantiasa menjaga semangatnya untuk terus patuh pada tradisi Saminisme yang menjunjung tinggi kejujuran. 

Ada beberapa orang yang mengatakan agama Adam ala orang Sikep ini merupakan kombinasi atau sinkretisme dari ajaran Hindu Jawa yang dianut oleh orang kejawen/kebatinan Jawa) dan ajaran Buddha dan Islam. 

Mereka juga menyebut agama Adam sebagai sebuah aliran kepercayaan yang segolongan dengan aliran animisme dan dinamisme.

Jelas orang Samin tidak bisa menerima itu semua, bagi mereka, agama adalah agama Adam, walaupun kini banyak juga generasi orang Samin yang mulai menganut islam atau buddha.

Agama Adam sendiri mengajarkan untuk tidak membenci penganut agama lain, Itu mengapa orang Sikep tidak pernah bermusuhan dengan penganut agama lain, walau pemerintah dan pihak-pihak tertentu terus memaksakan beberapa agama resmi negara pada orang Samin. 

Masyarakat Sedulur Sikep walau dapat dikatakan sebagai sebuah suku yang unik dengan jumlah yang relatif kecil, namun Sedulur Sikep memiliki banyak keistimewaan yang jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

Masyarakat sampai saat ini masih kental dengan pengetahuan bahwa Orang Samin tidak beda dengan masyarakat yang terbelakang, teisolir dan anti kemajuan. 

Masyarakat suku Samin (Sedulur Sikep) mengalami mobilitas sosial vertical dan horizontal, mobilitas sosial vertikal naik  terjadi pada saat seseorang dari sedulur Sikep mampu melaksanakan dengan baik 4 pokok ajaran sedulur Sikep yang diterapkan dalam agama Adam yang mereka anut, antara lain tidak boleh bohong, tidak boleh mencuri, tidak boleh iri, tidak boleh bertengkar. 

Sehingga orang yang mampu melaksanakan ke empat pokok ajaran itu akan lebih dihormati dan dituakan di dalam lingkungan Sikep walaupun sebelumnya bukan termasuk orang yang dihormati, dalam hal ini maka stratifikasi seseorang tersebut akan naik dan mencerminkan terjadinya mobilitas sosial naik. ($.diman)

Sedulur Sikep Samin, Ajaran Kapitayan Agama Leluhur Nusantara

TH.Indonesia. Pati - Aksi solidaritas bela Muslim Uighur di Xinjiang China yang tergabung dalam Aliansi Muslim Kudus (AMK). Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), KAMMI Komisariat Kudus, FKAM, MRI ACT, IMM, Syam Organizer, PII, ODOI Kudus, BMH, Formi UMK, Salimah Kudus.

Aliansi muslim Kudus mengutuk keras aksi kekerasan muslim Uighur.

Aksi solidaritas untuk bela Muslim Uighur di Xinjiang China, digelar Aliansi Muslim Kudus yang dipusatkan di Alun-Alun simpang tujuh Kabupaten Kudus. 

Aksi damai Peduli Muslim Uighur ini yang diikuti sekitar 300 pemuda dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Muslim Kudus (AMK), Jum’at (28/12/18).

Kegiatan aksi ini sebagai reaksi atas kekejaman yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap warga muslim Uighur di Xinjiang Cina. 

Peserta aksi ini mengutuk kekejaman terhadap warga muslim Uighur dan menolak pelarangan kebebasan beragama bagi warga  muslim Uighur di Cina.

Dalam orasinya seperti yang digelar pada Spanduk bertuliskan "Hentikan Penindasan & Berikan Kebebasan Beragama untuk Muslim Uyghur di Xinjiang China" nampak dibentangkan oleh mereka.

Melalui pengeras suara, beberapa orator menyampaikan orasinya salah satu diantaranya yang disampaikan oleh Kader Aliansi Isalm Kudus," kami mengutuk keras dan mengecam Pemerintah China atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap muslim Uighur," ucapnya dengan lantang.

Di lansir dari media yang banyak melaporkan dan organisasi dunia bahwa pemerintah Cina mengintimidasi warga muslim Uighur, melarang sholat, puasa, dan membaca Al-qur’an.

Bahkan warga muslim Uighur dilarang untuk menunjukan tanda-tanda keislamanya seperti memelihara jenggot untuk pria dan mengenakan hijab bagi wanita.

Tindakan pemerintah Cina ini mendapat reaksi keras dari muslim di seluruh dunia termasuk di Kudus dan sekitarnya.

Berbagai kalangan masyarakat bergabung dalam aliansi yang di beri nama “Muslim Kudus yang beranggotakan berbagai organisasi antara lain ; Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), KAMMI Komisariat Kudus, FKAM, MRI ACT, IMM, Syam Organizer, PII, ODOI Kudus, BMH, Formi UMK, Salimah Kudus.

Dalam aksi diakhiri dengan doa dan pernyataan sikap yang  mana melihat kepedihan dan penderitaan saudara muslim Uighur di Xinjiang Cina yang mengalami persekusi, penindasan sistematis bahkan menjurus kepada praktek genosida, sebagaimana banyak diberitakan media Nasional maupun internasional. 

Maka berpijak pada firman Allah SWT,” sesungguhnya orang beriman dimanapun berada itu adalah saudara (QS Al-Hujurat (49):10.

Maka Aliansi Muslim Kudus menyampaikan sikap sebagai berikut ;

Mengecam keras penindasan sistematis terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina karena bertentangan dengan,” Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB).

Mendesak Pemerintah Cina untuk menghentikan perbuatan keji yang tidak berperikemanusiaan ini, agar tidak menyulut kemarahan umat dan dunia islam secara lebih besar dan luas.

Menuntut Pemerintan Cina untuk menjamin dan melindungi Hak Muslim Uighur untuk bebas dalam beribadah dan menjalankan ajaran agamanya serta membuka akses kepada dunia luar untuk dapat memantau dan membantu secara langsung penderitaan mereka.

Mendesak Pemerintah RI yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar didunia agar mengambil sikap tegas dan langkah konkrit untuk menghentikan tragedi kemanusiaan melalui ASEAN, PBB, dan lembaga-lembaga Internasional lainya.apalagi pemertinyah Cina memounyai kepentingan besar secara ekonomi di negeri ini.

Meminta negara-negara islam anggota Organisasi kerjasama islam (OKI) untuk berperan aktif menyelesaikan penderitaan Muslim Uighur.

Mendukung semua usulan yang mendesak PBBmengirim tim monitor untuk menginvestigasi dan menindaklanjuti laporan Lembaga Advokasi HAM Human Rights Watch tentang tindakan diskriminatif dan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur.

Aksi solidaritas untuk Muslim Uighur tersebut dilaksanakan sekitar dua jam, berjalan aman, tertib dan lancar.  Berharap kepada seluruh umat islam untuk memanjatkan do’a dan melaksanakan Qunut Nazilah, semoga Allah SWT menolong Muslim Uighur dan mengangkat kesulitan mereka. ($.diman)

Bela Muslim Uighur Aliansi Muslim Kudus Nyatakan Sikap

TH.Indonedia. Pati - Bupati Pati Haryanto, menyerahkan bantuan kepada 143 penyandang disabilitas pada acara penyerahan Bantuan Sosial (Bansos) Difabel Pencairan Tahap II dan Santunan Kematian di Ruang Penjawi Setda Pati.

Penyerahan bantuan kepada difabel langsung diberikan oleh Bupati Haryanto.


Bantuan ini diharapkan bisa membantu para disabilitas untuk lebih mandiri dan bisa mendapat penghasilan layaknya masyarakat normal.

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa penyerahan bantuan kepada penyandang disabilitas ini adalah lanjutan program yang telah dilakukan beberapa waktu lalu untuk tahap pertama.

"Bantuan yang diberikan kepada disabilitas yang memiliki usaha, diberikan agar mereka memiliki tambahan modal untuk mengembangkan usahanya", tutur Haryanto.

Untuk penerima bantuan disabilitas pada tahap I ini, lanjutnya, ada yang punya usaha pijat, servis elektronik, servis komputer, ternak dan lainnya.

"Penerima bantuan sosial Pemerintah Daerah untuk disabilitas datanya diambil berdasarkan kelompok disabilitas yang ada di Kabupaten Pati", imbuhnya.

Data yang diusulkan nantinya akan diperiksa terlebih dahulu terkait kebenarannya. "Kalau memang sudah sesuai akan dimasukkan sebagai penerima manfaat bantuan sosial untuk disabilitas", jelas Bupati.

Sedangkan untuk santunan kematian periode IV 2018 ini pihaknya sangat bersyukur lantaran anggaran yang dialokasikan tidak terserap semua. "Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Pati memiliki taraf kesehatan yang semakin meningkat", ungkapnya.

Untuk santunan kematian tahap IV diberikan kepada 188 penerima manfaat. 

Jumlah total penerima santunan kematian pada 2018 yang dilakukan dari tahap I sampai IV adalah 820 orang dengan total bantuan Rp 820 juta. Hal ini cenderung lebih rendah dari yang direncanakan yakni untuk seribu orang dengan anggaran Rp 1 milyar. "Artinya ada 18 % anggaran yang tak terserap", ujar Haryanto.

Meski demikian Bupati berharap agar anggaran ini ke depan tidak berkurang.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Subawi dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa untuk Bansos pencairan tahap I diberikan kepada 115 penyandang disabilitas sedangkan untuk Bansos pencairan tahap II 2018 diberikan kepada 143 penyandang disabilitas.

Jumlah bantuan yang diberikan pada periode II untuk masing-masing penerima manfaat adalah Rp 3 juta dengan total bantuan Rp 429 juta.

Jadi jumlah total penerima bansos 2018 sebanyak 258 orang, dimana masing-masing penerima mendapatkan Rp 3 juta. Total anggaran untuk membantu penyandang disabilitas ada 774 juta.

Proses pencairan dana sudah menggunakan sistem virtual account atas nama pemerima yang dibuat oleh Dinsos Pati yang bisa dicairkan di seluruh kantor kas maupun pembantu Bank Jateng Cabang Pati. ($.ucipto)

Bupati Haryanto ; Bantuan Rp 774 Juta Bagi Penyandang Difabel Agar Lebih Mandiri Dalam Berwirausaha

TH.Indonesia. Pati - Kadang kerinduan yang mendalam seperti mutiara cinta yang terpendam di dasar lautan, sebuah mutiara yang indah warnanya dapat melalui proses yang sangat panjang yang tersimpan dalam karang di tengah samudra hingga menjelma menjadi sebuah mutiara, Jumat tgl (28/12/18).

Intan Salsabila sang idola baru dikota Sidoarjo Jawa Timur.


Seperti Intan yang akan terlihat lebih indah jika sudah di asah hingga nampak sinarnya, demikian pula seorang Intan Salsabila yang mulai menekuni dunia tarik suara sejak kelas 4 sekolah dasar alumni lulusan dari MTS AL - HIKMAH Kalidawir Tanggulangin Sidoarjo Jawa Timur, sudah terasah dan teruji sejak dari kecil hingga saat ini menjelma menjadi seorang artis yang cukup punya nama besar.

Intan Salsabila kini sibuk melanjutkan sekolah di SMK PGRI 03 Sekardangan Sidoarjo Jawa Timur kelas X Jurusan Multimedia untuk lebih mendalami ilmu IT yang ada saat ini, karena masih pelajar kesibukannya fokus sama belajar, karir dan bernyanyi.

Dan beberapa saat tahun yang lalu pernah ikut beberapa lomba nyanyi di kabupaten Sidoarjo mendapatkan juara satu sebanyak tiga kali dan mendapat Juara dua sebanyak Dua kali dan pernah juga ikut Liga Dangdut masuk 50 besar.

Beberapa kali mengikuti berbagai lomba yang pernah di ikuti Intan Salsabila yaitu juara lomba karaoke tingkat kabupaten Sidoarjo mendapatkan juara satu sebanyak tiga kali dan mendapatkan juara dua sebanyak dua kali tahun 2016 hingga sampai tahun 2017.

Dan pernah mengikuti Liga Dangdut Indosiar tahun 2016 tapi tidak sampai ke Jakarta waktu itu ikut audisi Liga Dangdut di Surabaya," kata dara cantik anak nomer dua dari dua bersaudara pasangan suami istri Bapak Nyoto Adilesmono dan Ibu Luluk Arlina yang sekarang sering di ajak manggung oleh beberapa orkes di antaranya yaitu Orkes Rolinda, Orkes Vanila, Orkes Abita dan orkes MGS.

Mulai bergabung bersama orkes-orkes tersebut sejak kelas satu SMP sekitar tahun 2016 dan sudah pernah mengeluarkan album sendiri tapi sementara ini baru beredar di cafe-cafe di Jakarta judul lagunya Janjiku dan Kepalsuan yang sudah di lauching tahun 2016.

Namun sekarang masih fokus mengejar karir dan sekolah untuk harapannya di dunia tarik suara yaitu ingin lebih baik dan lebih baik juga ingin lebih bisa berkarya lagi dan bisa sukses sekaligus bisa membahagiakan orang tua tapi tujuan utama nanti kalau sudah sukses mau memberangkatkan kedua orang tua ke tanah suci," ujar dara cantik kelahiran kota Sidoarjo 15 Maret 2003 yang sekarang bertempat tinggal di Surabaya Sidoarjo Tanggulangin Kalidawir RT 08 RW 03 Jalan Kalijati.

Bukan tidak mungkin perjuangan yang begitu panjang dan berat penuh dengan berbagai tempaan telah membuatnya menjadi seorang biduan yang diperhitungkan, kecil kecil cabe rawit namun memiliki segudang pengalaman dan prestasi khususnya di kab. Sidoarjo Jawa Timur.

Apa yang terjadi pada karirnya saat ini tidak terlepas dari doa orang tua terutama seorang ibunda tercinta yang telah merawat dan membesarkannya, yang rela mengantarnya setiap kali live show di manapun berada tanpa kenal lelah," terangnya.

Seperti senja di sore hari yang nampak begitu indah warnanya, warna sunrise langit yang penuh dengan warna pelangi begitulah keagungan Tuhan bahwa semuanya telah menjadi bagian dari proses pembelajaran dan kehidupan yang di dunia.

Besar harapan Intan Salsabila akan tetap menjadi intan yang penuh dengan rasa kebanggaan bisa menjadi bagian musisi, seniman seni seorang penyanyi yang sukses seperti sang idolanya bunda Rita Sugiarto, seorang legendaris yang selalu memberikan support dan bimbingannya kepada para penyanyi muda baik di akademi, liga dangdut dan sebagainya," ujar Intan Salsabila penuh doa dan harapan menjadi seorang yang sukses. (EKO)

Intan Salsabila Kerinduan Yang Mendalam di Kota Sidoarjo

TH.Indonesia. Pati - Sebagai bentuk sumbangsihnya kepada lingkungan serta sarana pengamalan kode etik pramuka yaitu dasa darma yang ke dua "cinta alam dan kasih sayang sesama manusia" anggota sako pramuka penegak forum wartawan pati (SFWP) mengadakan penanaman pohon serempak yang di rangkai dengan perkemahan jumat, sabtu dan minggu (perjusami) yang dilaksanakan di desa Baturejo kecamatan Sukolilo Pati, pada tanggal 21 sampai dengan 23 Desember 2018.

Giat dipenghujung tahun 2018 penanaman pohon bersama Sako FWP.

Kegiatan penanaman yang dilakukan sepanjang jalan Sukolilo-Wotan dan Sukolilo-Kudus itu dihadiri puluhan anggota pramuka yang tergabung dalam satuan komunitas (sako) forum wartawan pati yang terdiri dari pangkalan MA Mazroatul Ulum, SMK Farming Pati, MA Khoiriyah Sitiluhur serta MA Sulatan Agung Sukolilo sebagai tuan rumah.

Selain dari unsur pramuka kegiatan penanaman di penghujung tahun 2018 ini didukung penuh oleh forum wartawan pati, kodim 0718 pati, polres pati, serta pkl simpang lima Pati.

Menurut Iskak selaku staf kasi pemerintahan desa Baturejo, pihaknya sangat mendukung dengan adanya program penanaman ini. Hal tersebut diharapkan dapat sedikit memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin lama semakin rusak. Seperti halnya yang terjadi di pegunungan kendeng, akibat kerusakan lingkungan baru-baru ini telah terjadi banjir bandang di sukolilo yang banyak merugikan masyarakat.

Masih sambung iskak kedepanya dia berharap agar kegiatan ini lebih terkordinir dan lebih banyak lagi jumlah pohon yang ditanam, sehingga lebih banyak lahan yang bisa ditanami.

Sedangkan jumlah bibit pohon yang ditanam pada kegiatan tersebut sekitar 1.000 pohon yang terdiri dari trembesi, alpukat, jambu biji, sengon, palem dan pete. (Andik)

Pengamalan Nyata Dasa Dharma No 2 Oleh Anggota Pramuka Forum Wartawan Pati

TH.Indonesia. Pati - Hampir tiga tahun berjalannya pemerintah desa Semirejo yang penuh dengan fenomenal karena sepak terjang beliau dalam memimpin masyarakat setempat, penuh warna seperti warna pelangi dan hujan di siang hari, Minggu tgl (23/12/18).

Menjadi bukti kepercayaan masyarakat sebagai awal landasan dalam Negoro mowo toto Deso mowo coro".

Tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin dengan aneka karakter yang ada, kadang penuh intrik mengikuti eskalasi politik kadang panas kadang dingin, namun H. Triyono dengan penuh kesabaran sebagai orang tua atau seorang bapak mampu ngemong semua pihak dengan segala keluhuran budi sebagai seorang Kepala desa.

Yang cukup fenomenal adalah pembangunan Balai desa yang megah tanpa membebani biaya dari masyarakat setempat, bahkan Balai desa ini terbesar dan termegah dengan ornamen khas Wilwatikta panji panji kebesaran kerajaan Majapahit, yang berarti bangkitnya keluhuran Nusantara.

H. Triyono menjadi pilihan masyarakat kecamatan Gembong sebagai Kepala Desa terbaik sepanjang pemerintahaan di desa Semirejo Gembong kabupaten Pati.

Seorang yang rendah hati tegas, berwibawa, bersih, jujur, kerja nyata dan pembangunan yang adil merata walaupun masih banyak kekurangan disana sini, namun dengan semangat kegotongroyongan mampu membawa perubahan yang signifikan, semoga beliau diberikan kesehatan dan umur yang panjang.

Pemimpin adalah komponen yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak tidak ada pemimpin, maka kehidupan tidak akan teratur dan orang akan semaunya saja dalam bertindak.

Dalam islam pemimpin dan perannya sangat diperhatikan, bahkan doa terbaik sudah selayaknya ditujukan kepada pemimpin, tidak sedikit negeri yang makmur dan sejahtera karena diberikan anugrah pemimpin yang baik serta memiliki agama yang kuat.

Balaidesa Semirejo yang 80% hampir finishing terlihat megah nampak pohon beringin kembar dan ornamen bunga wijayakusuma & kuluk Kanigoro juga keris rambut pinutung.


Seorang Ulama Fudhail bin ‘Iyadh berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها إلا في الإمام قيل له: وكيف ذلك يا أبا علي؟ قال: متى ما صيرتها في نفسي لم تجزني ومتى صيرتها في الإمام فصلاح الإمام صلاح العباد والبلاد

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, maka akan aku tujukan doa tersebut kepada pemimpin.”

Ada yang bertanya pada Fudhail, “Mengapa bisa demikian?” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”

Doa pertama ;

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

(Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’)
“Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

Doa kedua ;

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

(Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa).

“Yaa Allah -dikarenakan dosa-dosa kami- janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”

Doa ketiga ;

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin.

Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak.

Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.” ($.rahman)

H. Triyono Kepala Desa Terbaik di Penghujung Tahun 2018 di Kab. Pati

TH.Indonesia. Pati - Aktivitas  penambang liar di kawasan Pegunungan Kendeng, Pati Jawa Tengah, semakin menggila setelah di berhentikanya pendirian pabrik semen, Sabtu tgl (22/12/18).

Kegiatan yang dilakukan oleh para penambang liar cukup merusak lingkungan dan habitat dan ekosistem yang ada, bencana yang tidak bisa di pungkiri adalah tanah longsor dan banjir bandang.

Para penambang dikatakan mengabaikan kerusakan lingkungan tanpa memberikan dampak kebaikan bagi daerahnya sendiri.

Berdasarkan hasil pemantauan awak media, kerusakan kawasan Pegunungan Kendeng di Kabupaten Pati, sepanjang Kecamatan Tambakromo, Kayen, dan Sukolilo setelah penghentian sementara pembangunan pabrik semen semakin menjadi-jadi.

Aktivitas penambangan liar dilakukan dengan mengeruk material gunung tanpa memperdulikan dampak lingkungan yang muncul.

Puluhan alat berat hampir setiap hari terlihat terus mengeruk material gunung tanpa mengantongi izin.

Dengan menggunakan ratusan dump truck, penambang membawa material, seperti batu kapur, melintasi jalan untuk di jual, semakin memprihatinkan saja penambangan liar batu padas di pegunungan kendeng.

Dalam pantauan awak media yang mana terjadi di wilayah kecamtan Sukolilo, tepatnya di desa Gadudero dan desa Kedumulyo kecamatan Sukolilo kabupaten Pati Jawa Tengah, sekitar  tahun 60an penambang batu padas itu hanya memakai alat manual seadanya.

Misalya gancau linggis dan cangkul dan material tersebut hanya untuk bangunan bagi warga yang tidak mampu.

Ironisnya,  kini penambangan liar tidak hanya di lakukan oleh warga sudra (miskin), akan tetapi penambang bisa di lakukan dari kalangan pejabat desa sampai pada mantan pejabat desa juga pengusaha mempuyai kiat batu padas ada nilai ekonomisnya, sehingga orang orang tersebut mengusahakan alat atau prasarana penambangan.

Terbukti banyak warga di  kecamantan Sukolilo dan sekitarnya yang membutuhkan batu dan padas (batu yang diselep) sebagai pengganti pasir untuk membangun rumah.

Karena harga pasir semakin mahal dan kualitas dari padas sendiri cukup bagus, sehingga banyak investor yang melirik untuk di jadikan pabrik semen.

Di sisi lain penambang batu padas   tidak memikirkan dampak yang terjadi di lingkungan dan habitat di pegunungan kendeng.

Dari tahun ke tahun penambang ilegal semakin canggih cara mengeksploitasi pegunungan kendeng.

Terbukti penambamg tidak cuma membawa linggis gancau saja, tetapi sudah meningkat menggunakan obat (mesiu) dinamit untuk meledakan batu.

Dan juga sudah memakai alat berat (exavator) untuk menambang, dari kecanggihan alat yang di pakai penambang berdampak besar pula pada kerusakan lingkungan.

Terbukti dalam kurun lima tahun terakhir hampir tiap musim penghujan terjadi banjir bandang dari pegunungan yang melanda pemukiman penduduk setempat.

Semua akibat dari dampak eksploitasi pegunungan kendeng yang tidak bertanggung jawab, perusakan ekosistem ini memicu risiko bencana ekologis banjir dan kekeringan bagi kawasan tersebut.

Terdapat 79 mata air di wilayah Sukolilo Pati dengan debit relatif konstan dan menjadi sumber air bagi 8000 kepala keluarga dan lebih dari 4000 hektar sawah di Sukolilo.

Terakhir telah terjadi peristiwa gunung kendeng longsor Senin (17/12) pukul 21.00 WIB, di area penambangan desa Gadudero Kecamatan Sukolilo. 

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material, sehingga untuk sementara tidak  ada aktivitas penambang pegunungan kendeng.

Terlepas dari merusak lingkungan atau dampak yang di timbulkan dari penambangan padas di pegunungan kendeng, juga termasuk mata pencaharian warga desa Gadudero dan warga desa lainya di wilayah Pati Selatan.

Hanya saja sayangnya dari sekian banyak penambang batu padas di wilayah Sukolilo selain di desa Gadudero banyak juga desa lain yang memakai alat berat (exavator).

Hal ini diungkapkan oleh pekerja tambang liar di Sukolilo, saat di konfirmasi menyebutkan,” selama ini pengerukan lahan cukup aman dan tidak ada penghentian. “Hanya sesekali terhenti jika ada operasi, baik yang dilakukan kepolisian maupun dinas terkait.

Namun, kemudian bergerak lagi hingga puluhan truk keluar masuk membawa material untuk dijual, baik sebagai bahan 
bangunan maupun tanah urukan,” katanya.

Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, tentunya pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun diminta tegas menertibkan aktivitas itu untuk menghindari kerusakan lebih parah.

Warga berharap banyak kepada dinas terkait untuk menertibkan penambang liar supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih "MASIF".

Merujuk dalam Undang-Undang No.4 Tahun 2009 diatur tentang penambangan dan batubara. Bagi yang melakukan usaha penambangan tanpa ijin usaha pertambangan bisa diancam pidana. ($.diman)

Penambang Liar Pegunungan Kendeng Semakin Merajalela, Sejak Diberhentikannya Pabrik Semen

TH.Indonesia. Rembang - Warga Desa Woro Kecamatan Kragan selama dua hari ini, 19-20 Desember 2018  menggelar event " Moro Woro". Kegiatan tersebut mengekspose semua potensi Desa tersebut mulai potensi perkebunan hingga wisata alamnya, Jumat tgl (21/12/18).

Woro menuju potensi wisata alam desa yang asri.

Semua hasil bumi perkebunan seperti, nanas, duku dan durian  dibuat semacam gunungan kemudian diarak.

Selain itu, warga juga menggelar aksi jelajah wisata, menyusuri perbukitan dan daerah aliran sungai yang menyuguhkan panorama keindahan alam.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam kesempatan itu  mengatakan dalam pengelolaan potensi daerah, salah satu kendalanya yakni bagaimana cara mempromosikan potensi.

Untuk itu, Ia kaum pemuda Desa Woro giat mempromosikan potensi desa termasuk mengelolanya.

“Melalui adik - adik remaja ini saya minta giat mempromosikan desa masing - masing. Apa yang dilakukan di Woro merupakan salah satu cara mengenalkan potensi desa.

Sekaligus dapat memberikan pencerahan kepada publik. Harapan saya, Woro dapat menjadi desa yang mandiri," ujarnya.

Camat Kragan, Prapto Rahardjo mengungkapkan Desa Woro merupakan desa termiskin di Kecamatan Kragan. Event  “MoroWoro” dapat sebagai pintu keluar dari kemiskinan. 

Dengan " Moro Woro "diharapkan nantinya masyarakat luas semakin mengenal dan tertarik berkunjung ke Desa Woro, sehingga dampak positifnya akan muncul simpul- simpul ekonomi baru.

“Kami berharap event seperti ini dapat berlangsung setiap tahun, sehingga potensi perkebunan, alam maupun potensi ekonomi lainnya dapat terangkat.

Di sini ada bukit nganten, kemudian air terjun, monggo Pemerintah Desa Woro untuk memfasilitasi, agar kedepan Woro menjadi desa mandiri dan maju," kata Prapto.

Kegiatan yang terpusat di lapangan desa setempat, diramaikan bazar usaha mikro kecil menengah (UMKM), seni pencak dor, lomba bisnis remaja, penanaman pohon, kemudian lomba vlog stop pernikahan anak dan lomba vlog wisata Moro Woro, dan yang banyak dikunjungi salah satunya adalah stand penjual buah duku Woro. ($.rahman)

Event Moro Woro Sarana Promosikan Potensi Desa Woro Sebagai Potensi Wisata Alam Desa

TH.Indonesia. Pati - Kecantikan natural yang selalu dibarengi dengan senyuman manis terbias jelas dalam wajah ayu Revita gadis mungil dalam balutan hijab pada siang itu saat menyanyikan lagu Antara Teman dan Kasih, Rabu tgl (19/12/18).

Revita Ayu bersama dengan para musisi muda kota Pati.

Dengan suara merdu khas dengan cengkok yang mendayu dayu mampu menggetarkan qolbu bagi yang mendengarnya, masih tetap lugu dan polos dengan gaya jadulnya alhasil hanya goyang tipis tipis saja.

Tak ada goyang ngebor apalagi goyang ngecor juga tidak ada goyang itik hanya lenggak lenggok sesuai alunan musik dangdut dan hentakan kendang yang mengiringi, begitulah sosok Revita Ayu.

Mungkin tak banyak yang mengenalnya hingga saat ini, sosok yang jauh dari perkotaan bahkan tinggal di gunung wungkal dengan musisi-musisi lokal asli dari dukuh Mbelik, ada yang dari njepat Tayu, Pakis dan sekitarnya dengan di iringi elektone seadanya mampu melahirkan musisi-musisi handal di blantika musik tanah air khususnya genre musik dangdut saat ini.

Dangdut dalam dasawarsa terakhir ini masih menjadi pemuncak klasemen sementara bagi pecinta musik dangdut, sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaan yang dimana setiap ada hajatan, baik pernikahan, sunatan, atau hajatan lainnya tidak ketinggalan selalu ada suguhan menarik yakni hiburan musik dangdut, baik grup musik dangdut yang sudah berkibar nasional maupun yang lokal selalu hadir memberikan warna tersendiri khususnya di kadipaten Pati Jawa Tengah.

Revita Ayu yang sudah menjadi yatim sejak kecil ini, saat ditinggal sang ayah yang harus menghadap sang khalik karena kecelakaan kerja harus menjadi sosok panutan keluarga, berat karena ditinggal sang ayah tercinta.

Sang bunda Siti Khodijah yang harus banting tulang menghidupi putri putrinya, bertahan dan survive dalam mengahadapi bahtera kehidupan ini, hanya cukup mengenang sosok sang suami tercinta.

Tidak bisa dipungkiri kuasa Tuhan begitu luar biasa, mempunyai putri putri yang cantik jelita dengan bakat yang luar biasa pula, merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

Sosok Revita Ayu yang hampir satu tahun lebih mengisi Chanel YouTube yoen tian maupun BW bondol dengan tembang tembang larisnya khususnya lagu clasik dangdut dalam setiap sesi latihan di waktu senggang sekolah, selalu berlatih dan berlatih dengan para musisi walaupun kelas lokal namun tidak kalah dengan para musisi nasional, seperti palapa, monata dan lainnya.

Mas Eko yang selalu mendukung para musisi musisi muda khususnya di kadipaten Pati yang sarat dengan bakat bakat yang luar biasa, selalu menampilkan ulasan yang menarik di media MCI group, khususnya Biznetlink yang hampir satu tahun lebih memberikan suguhan totalitas dalam mengulas fakta para musisi yang ada di kota Pati dan sekitarnya.

Hal inilah dangdut merupakan musik asli melayu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan berkibar di TV - TV nasional, terutama Indosiar dan MNC-TV yang selalu mendukung talenta talenta muda dengan mengadakan audisi di setiap tahunnya.

Inilah harapan yang indah dan mimpi yang sempurna bagi anak-anak muda saat ini yang mempunyai bakat bakat terpendam khususnya di bidang musik dangdut, menjadi seorang penyanyi dangdut nasional.

Jayalah selalu music dangdut yang kini sudah hampir menyebar ke seluruh penjuru pelosok tanah air, baik dari Sabang hingga sampai Merauke, raihlah prestasimu dengan hasil karya karyamu terbaikmu.

Dan satu lagi seorang Revita Ayu gadis mungil nan cantik manis ini selalu mempunyai harapan yang tinggi meraih kesuksesan tentunya, walaupun jalan masih panjang dan terjal namun harapan dan doa selalu ada untuk meraih cita-cita. (Eko)

Revita Ayu Gadis Jelita, Antara Teman Dan Kasih

TH.Indonesia. Jepara - Sekapur Sirih : Cintai dan Nikmatilah Setiap Perubahan, Karena Perubahan adalah Kunci menuju kenikmatan.

Refleksi diri dalam perjalanan menuju harapan di tahun baru 2019.

Jika engkau kehilangan harta, maka engkau telah kehilangan sesuatu yang berharga., Sabtu tgl (15/12/18).

Jika engkau kehilangan kehormatan, maka sungguh engkau telah kehilangan sesuatu yang tidak dapat dibeli.

Namun jika engkau kehilangan cita-cita, maka sungguh engkau telah kehilangan segalanya. (Gandhi).

Jika Kita menginginkan perubahan yang sejati, maka hal paling penting yang harus Kita miliki untuk mewujudkan keinginan Kita adalah cita-cita, semua tujuan maupun  keinginan tidak akan tercapai tanpa adanya cita-cita.

Namun, kita juga harus meletakan sesuatu yang lebih jauh daripada cita-cita, yaitu keyakinan, bahwa apa yang akan terjadi pada esok hari lebih baik daripada apa yang kita dapatkan saat sekarang ini.

Memang benar pendapat yang menyatakan bahwa : " Lidah menjadi penghubung antara akal dan hati kita ". Seringkali apa yang dikatakan oleh lidah menjadi tolak ukur mengenai apa yang tersimpan pada akal dan hati Kita.

Jika lidah Kita tergerak untuk mengatakan perkataan yang baik tentang masa depan, maka Kita adalah orang  yang dapat mewujudkan cita-cita.

Tidak hanya sebatas mewujudkan cita-cita, bahkan Kita juga akan membuka pintu cakrawala baru kehidupan kita, hingga semuanya menjadi milik Kita.

“Jika sebutir telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan didalam telur akan berakhir, tetapi jika sebutir telur dipecahkan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir”.

Hal-hal besar selalu di mulai dari dalam, maka karena itulah Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak merubah apa-apa yang ada di dalam diri dan hatinya terlebih dahulu.

Dan, seandainya kita sudah merasa sukses meski hanya versinya Kita sendiri, apakah kesuksesan kita atau seseorang akan menjamin perubahan dalam perilakunya ? (Amati dan Tanyakan Nurani Kita)

Cara yang paling mudah untuk berubah adalah :

1. Harus mau membuka diri ( membuka hati dan pikiran) terhadap perubahan yang ada di sekeliling kita.

Contoh : kemajuan di bidang IPTEK, (Ilmu pengetahuan dan teknologi), metode, sistem, dan atau cara-cara baru yang berkaitan dengan hobbi, pekerjaan atau usaha kita.

2. Berusaha maksimal dan sedini mungkin atau secepatnya untuk mengetahui, mempelajari, mengerti, dan memahami situasi serta kondisi perubahan yang akan maupun yang sedang terjadi.

3. Imajinasikan dan selalu kembangkan imajinasi kita pada satu kegiatan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, disamping kegiatan-kegiatan rutin atau rutinitas yang kita lakukan sepanjang hari.

4. Berusaha untuk mewujudkan imajinasi kita tersebut sampai terlihat, tergambar dan terbentuk satu rencana tindakan yang nyata dan harus dapat kita lakukan saat ini juga.

5. Setelah terlihat bentuk dan rencana tindakan tersebut, segera laksanakan segera mungkin rencana tindakan tersebut yang tidak atau belum pernah kita lakukan sebelumnya selama ini.

Apapun posisi kita, profesi kita, siapapun kita, dan bagaimanapun diri kita sekarang ini, kalau hanya diam dan tidak mau berubah, maka kita akan tersingkir.

Apakah seseorang yang telah sukses akan mampu menjadi seorang pemimpin.

(Silahkan Jawab dalam hati dan lihatlah dan amati di sekeliling kita sebagai sumber pengalaman atau Pelajaran).

"Orang Sukses Belum tentu Mampu Jadi Pemimpin, Sedangkan Pemimpin belum tentu mampu Menjadi Sukses".

#BERUBAH ATAU KALAH,
#BERUBAH ATAU TERSINGKIR,
#BERUBAH ATAU TENGGELAM,
#BERUBAH ATAU PUNAH.

BERUBAHLAH sekarang juga dan jadilah yang terbaik, minimal untuk diri sendiri sehingga bisa bermanfaat untuk orang lain.

Sepenggal Pandangan H. Heni Purwadi, SH. Alias : Sultan Hannan.

Refleksi Menyambut Tahun Baru 2019, Kunci Menuju Perubahan

TH.Indonesia. Kudus - Perjalanan seorang sufi besar yang melakukan siar agama Islam di dukuh Ceglik desa Japan kecamatan Dawe kabupaten Kudus awal dekade tahun 60 hingga awal tahun 80 menjadi kebangkitan umat Islam di lereng gunung Muria sebelah timur, Kamis tgl (13/12/18).

Santri dan menantu Kyai Ma'ruf di ndalem kyai Junaidi desa Japan.

Adalah Kyai Ma'ruf seorang ulama besar pada saat itu dengan karomah yang dimilikinya mampu memberikan kontribusi pada penyebaran agama Islam saat itu.

Hingga berduyun-duyun murid murid dari seluruh penjuru tanah air berdatangan untuk menuntut ilmu agama, hingga dari Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur baik di Banyuwangi, Jember,  Surabaya, Jombang,  Blitar maupun Madura dan masyarakat setempat yang mengabdi kepada beliau selama ini.

Beliau mengajarkan berbagai tarekat, yang paling disempurnakan adalah kholidiah qodiriah tentang hakikat kehidupan atau mati sak sejoroning urip, atau matikan dirimu sebelum mati.

Dimana kehidupan ini yang nyata adalah mematikan segala hawa nafsu duniawi yang ada di sifat manusia, agar lebih tawadhu dalam manembah kepada Allah SWT.

Ajaran yang Beliau sampaikan ini kepada murid muridnya untuk lebih ikhlas dalam beribadah dan menjalani bahtera kehidupan ini.

Beliau meninggal pada bulan Jumadil Akhir tepat pada haul ke 17 thn tepatnya pada hari Kamis Paing tanggal 13 Desember 2003.

Beliau mempunyai putra putri lima orang yang sekarang ajaran beliau diteruskan putranya Kyai Sodiq bin Ma'ruf sebagai Mursyid dengan ribuan murid murid yang hadir dalam haul kali ini.

Jejak besar dalam dakwah Beliau juga diteruskan oleh murid muridnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, Kyai Ma'ruf sebagai ulama sangat berjasa dalam si'ar agama Islam di tanah air khususnya di daerah lereng gunung Muria. ($.roy)

Jejak Makam Keramat Kyai Ma'ruf di Desa Japan Kudus

TH.Indonesia. Pati - Satu lagi talenta muda musisi penyanyi dangdut kota Pati, Revita Ayu Contesa dara cantik nan manis yang selalu memberikan suguhan totalitas dalam setiap performanya, mulai menekuni dunia tarik suara sejak kelas 3 sekolah dasar menyanyi dari panggung ke panggung dari umur 10 tahun alumni lulusan dari SMP Negeri 02 Gunung Wungkal dan sekarang melanjutkan ke sekolah di SMK Kesuma Margoyoso Kelas X jurusan teknik komputer dan jaringan, Rabu tgl (12/12/18).

Revita Ayu the rising star diva dangdut kota Pati.

Dan waktu sekolah dasar pernah mengikuti lomba macapat dan lomba menyanyi mendapatkan juara 2 tingkat kabupaten Pati tahun 2014.

Sewaktu SMP juga pernah ikut lomba menyanyi solo tapi karena banyaknya kompetisi antar penyanyi solo dan kurangnya bimbingan maka hanya mendapatkan juara harapan 1 tingkat kabupaten Pati tahun 2015," terang dara cantik Revita anak nomer dua dari pasangan suami istri almarhum bapak Joko Cahyono dan ibu Siti Khodijah, juga bersama sang kakak Monica Ayu Puspita yang sering perform bersama orkes dangdut Kubota dan orkes orkes lain yang mengajak manggung.

Masih dalam kesendiriannya gadis cantik penyuka warna ungu ini  masih ingin berkarir di dunia tarik suara tentunya dengan menampilkan karya karya terbaik  kalau bisa masuk dapur rekaman, saat di tanya kriteria cowok idaman hanya tersipu malu yang penting yang sholeh, bisa menjaga dirinya juga bisa mengerti dirinya, sopan, sama sayang terhadap keluarganya, masih dengan tutur kata yang sopan dan lembut hatinya.

Dan untuk harapannya di dunia tarik suara semoga lebih maju dan berkembang lagi menjadi diri sendiri dan ingin tetap eksis di blantika musik Indonesia," ujar dara cantik kelahiran Pati 25 April 2003 yang mengidolakan mak'e Soimah artis ibukota asli kelahiran kota Pati.

Revita mempunyai kegemaran atau hobby menyanyi, menari juga membacakan novel romantis selain itu juga gemar traveling khususnya di wisata alam, untuk kuliner sendiri penyuka bakso juga gemar masakan yang pedas.

Dara manis ini cukup punya penggemar atau fans dengan nama RCL (Revita Contesa Lovers) yang sudah tersebar di beberapa kota yaitu Pati, kudus, demak, rembang, semarang dan kota-kota lainnya yang sekarang bertempat tinggal di desa Gunung Wungkal dukuh Mbelik Wetan RT 06 RW 01 Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati.

Hanya do'a dan harapan yang besar yang selalu terukir dalam rangkaian kata do'a disetiap sepertiga malam, namun manusia hanya bisa berikhtiar dan berusaha untuk yang terbaik, tidak lepas dari do'a seorang ibu tercinta yang penuh kesabaran dan kasih sayang dalam membesarkan putri putrinya untuk dapat lebih sukses kedepannya, tidak bisa dipungkiri karena sorga ada di telapak kaki seorang ibu, keikhlasanmu sungguh nyata, semoga engkau diberikan umur panjang ibu (amin)," ujar Revita. (EKO)

Revita Ayu Contesa Dara Cantik Yang Selalu Rendah Hati

TH.Indonesia. Puisi - Ketika cinta dipertanyakan, ketika cinta dicari, mengapakah mata hatiku buta mengapa sulit melihat.

Sederhana itulah dirimu direnta usia senjamu.

Sedang cinta ada didepan mata, selalu mengiringiku, menemaniku, menggenggamku, memelukku.

Cinta itu ada pada air susu yang kuhisap kala aku sebagai makhluk bayi. Cinta itu ada pada gendongam tangan yang kuat saat aku menangis dan tertidur pun tertawa.

Cinta itu ada pada gandengan tangan dan pelukannya. Cinta itu ada pada kopi dan pisang yang hangat setiap pagi.

Dalam kegagalan ada senyuman dan aliran kata sejuk, dalam keputusan salahku ada beribu nasehat mengalir deras dari mu ibu.

Saat aku mengecewakanmu, tak pernah kau pergi dariku, engkau membawaku dalam hati, pikiran serta Do'amu.
    
Semua itu ada padamu Ibu Engkaulah cinta dalam diriku.

Dari sebentang hati yang aku tapaki
mestinya dini jalan berujung tak lagi
berpaling meniti seutas cinta sang Dewi Asmara, pun kuasaku tak juga pernah bisa meyakini, menyelingkuhi waktu seorang diri...

Malu merayumu dalam sedu sedan manja
namun tak juga, kunjung hatimu terketuk mengurai rahasia, tak tahu ataukah pura pura tak merasa...?

Pernah kuberkata ; bahwa hati terlalu malu tuk mengaku cinta, padahal telah lama jatuh, dalam diam yang bergelar.

Dulu, waktu kusapa tanpa tanya ? kau cuma bergumam. Kemarin, waktu kusembahkan senyuman manis, kau lantas berpaling... entahlah apa yang kau fikirkan tentang ku...

Aku berjalan tanpa rindu yang mendendam, terseok membayang luka dalam diam, mereka-reka harap, tak menghiba.

Hanya do'a yang kuserahkan kepada Mu.

Mengais-ngais mimpi, tak terbangun, lalu kini kupandang potretmu yang semu, kutatap penuh rinduku padamu.

  • Cuma itu sayang, tak jua kembalikan sosokmu padaku. ($.cipto)

Kurajut Cinta Memupuk Asa, Sunyi Dalam Kesendirianku

TH.Indonesia. Pati - Miris orang tua yang tega membuang bayinya sendiri tanpa perikemanusiaan dan sungguh dimana hati nurani orang tua kandung si jabang bayi.

Sangat tidak berperikemanusiaan orang tua kandung yang membuang bayinya sendiri.

Setelah warga di gegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi laki-laki yang masih melekat tali pusarnya mengapung di pintu air BKKA V Saluran Primer Klambu Kanan Irigasi Jratun seluna turut dukuh Gadu, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin tgl (10/12/ 18), sekira pukul 09.00 WIB.

Bayi laki-laki yang masih melekat tali pusarnya, menjadi tontonan warga, sehingga ingin membuktikan siapa bayi yang mengapung dalam sungai tersebut.

Sesosok bayi yang ditemukan tersangkut di pintu air saluran irigasi Jeratunseluna di Desa Prawoto dalam  kondisi sudah tidak bernafas.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Sukolilo IPTU Supriyono mengungkapkan,” kejadian ini pertama kali diketahui oleh Agus Santiko warga Dukuh Papasan RT 02 RW 04 Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati.

Pada saat itu Agus  datang ke pintu air BKKA V Saluran Primer Klambu Kanan Irigasi Jratunseluna di Dukuh Gadu, Desa Prawoto,” ujarnya.

Kedatangannya, “adalah untuk melakukan perawatan rutin dan melakukan pembersihan sampah karena kondisi irigasi desa penuh.

Pada saat dia turun ke bawah pintu air mendapati sesosok mayat bayi terapung di bawah pintu air dan temuan tersebut diberitahukan kepada Ahmad dan Danang kemudian dilaporkan ke Pemdes Prawoto dan Polsek Sukolilo,” ungkap Supriyono kepada media.

Setelah menemukan mayat bayi tersebut, Agus kemudian memberitahukan kepada warga sekitar dan melaporkan ke pemerintah desa setempat.

“Pihak pemdes kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukolilo,” imbuhnya.

Setelah menerima laporan warga tentang penemuan mayat bayi tersebut, kami langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan. 

Selanjutnya Bhabinkamtibmas, Piket Reskrim bersama Ka SPK, Kanit Reskrim, dipimpin Waka Polsek Sukolilo mendatangi TKP. Bersama dengan tim medis dari Puskesmas Sukolilo 2, pihak kepolisian kemudian mengevakuasi mayat tersebut dan melakukan olah TKP,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Wahid Abdurahman dari Puskemas Sukolilo 2 diperoleh kesimpulan, “mayat tersebut adalah bayi laki-laki dengan berat sekitar 2,7 kilo gram.

Sementara panjang bayi adalah 45 sentimeter, diperkirakan bayi tersebut dalam usia cukup bulan, tali pusar bayi juga belum terpotong,” pungkasnya.

Saat dimintai keterangan dr Wahid Abdurahman mengatakan“ kondisi mayat sudah kaku dan terdapat lebam pada tubuh mayat.

Diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal lebih dari 24 jam, selain itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,” terangnya.

Adapun penyebab kematian bayi diduga karena gagal napas atau tenggelam di saluran irigasi tersebut.

Pihak Polsek Sukolilo saat melakukan penelusuran, pada minggu ini tidak ditemukan adanya warga Desa Prawoto yang melahirkan.

Setelah dibawa ke Puskesmas Sukolilo 2, jenazah bayi laki-laki tersebut langsung dikafani selanjutnya oleh Pemdes Prawoto dimakamkan di pemakaman umum Desa Prawoto. ($.rudy)

Bayi Tak Berdosa Dibuang Orang Tuanya di Saluran Irigasi Desa Prawoto Sukolilo Pati

TH.Indonesia. Pati - Para calon kepala desa yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak hari ini, mendapatkan pengarahan dari Forkopimda Kabupaten Pati, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Senin tgl (10/12/18).

Bukti Pilkades serentak menjadi demokrasi yang jujur dan transparan.

Secara keselurahan ada 149 calon kepala desa yang berasal dari 61 desa di Kabupaten Pati yang akan menyelenggarakan Pilkades.

Pengarahan diberikan merupakan menjaga kelancaran, keamanan, kesuksesan pilkades serentak gelombang II yang sebentar lagi akan dilaksanakan pada 15 Desember 2018.

Dalam pengarahan tersebut Bupati Pati Haryanto menjelaskan, pengarahan ini tak hanya dilakukan untuk mencapai kesuksesan terselenggaranya pilkades serentak, akan tetapi juga untuk pemahaman regulasi yang ada dengan seragam dan satu bahasa agar tidak dipahami setengah- setengah, yang akhirnya menghasilkan makna yang berbeda -beda pula," cetusnya.

Terkait regulasi Bupati Haryanto menjelaskan Pemkab Pati berharap pilkades ini tetap aman, sehingga diatur bila untuk perhitungan perkotak juga boleh atau dihitung 2 atau 3 tempat perdapil pun boleh.

"Hanya saja seluruh Forkopimda mempertimbangkan agar pilkades tidak sampai larut malam, dimana keadaan larut malam dapat menjadi indikasi kerawanan," jelas Haryanto.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, bagi para calon kepala desa yang belum menyampaikan visi misi agar segera disampaikan, baik dihadapan panitia, serta masyarakat, oleh sebab visi misi merupakan janji yang harus dilakukan.

Dalam pengarahan ini Bupati mengungkapkan para calon kepala desa dan tim sukses memiliki peran penting dan harus bisa menciptakan suasana kondusif, menetralkan, dalam pelaksanaan pilkades 2018.

"Jangan sampai membuat suasana yang adem ayem kondusif menjadi memanas, justru bila ada suasana memanas calon kades dan tim suksesnya wajib mendinginkan suasana," tegasnya.

Bupati pun mengingatkan pada panitia pilkades, bahwa kartu undangan pemungutan suara bisa diberikan paling lambat H-1, "walaupun sebenarnya H-3 juga boleh," imbuhnya.

Selaku kepala daerah Bupati Haryanto menghimbau kepada masyarakat, agar menggunakan hak pilihnya, sesuai dengan hati nuraninya memilih pemimpin untuk 6 tahun kedepan.

"Siapapun yang terpilih ya itulah yang menjadi kepala desa harus diakui dan jangan sampai pilkades ini dicederai karena sesuatu yang akhirnya menyesal kemudian," tegas Bupati.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Sekda Pati Sudiyono mengungkapkan penganggaran dan fasilitasi pencairan bantuan keuangan pilkades untuk 61 desa sudah ditransfer ke rekening kas desa, dengan jumlah total Rp 3.485.565.000.
Sudiyono mengingatkan untuk panitia pengawas kecamatan agar memonitor dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana tersebut.

"Serta kepada penerima dana yaitu pemerintah desa dan panitia pilkades, membuat surat pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan monitoring persiapan dan pelaksanaan pilkades," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, Asisten Pemerintahan Setda Pati Sudiyono, dan Kajari Pati. ($.rudy)

Diberi Pengarahan Oleh Bupati, Calon Kades Diminta Taati Regulasi Aturan Yang Ada

TH.Indonesia. Pati - Kegiatan Launching dan Bedah Buku diselenggarakan oleh Dinas Arpusda (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan) Kabupaten Pati bersama Penerbit Al Qalam Media Lestari pada hari Minggu (09/12/18).

Launching & bedah buku dibuka oleh Agus Maryanto sekretaris Arpusda Pati.

Buku yang dibedah dalam acara tersebut adalah “Angin Fajar yang Menyampaikan Pesan” karya Melly Lestari dan “Tulus Awal Kisah” karya Putri Mayang Budiarti.

Acara ini dihadiri oleh 70 orang yang terdiri dari peserta dan panitia.
Acara bedah buku ini dibuka oleh Bapak Agus Maryanto selaku Sekretaris Dinas Arpusda.

Bapak Agus menuturkan bahwa minat baca masyarakat Kabupaten Pati masih rendah sehingga diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Pati.

Salah satunya adalah dengan acara bedah buku yang diadakan oleh pegiat literasi Pati.

Beliau berpesan bahwa acara serupa harus digelar secara rutin di Dinas Arpusda Pati agar masyarakat Pati semakin melek literasi.

Novel “Angin Fajar yang Menyampaikan Pesan” dibedah oleh Aan Nurwilujeng (Anggota FLP Pati). Sedangkan novel “Tulus Awal Kisah” dibedah oleh Misbahuzzaini (owner Cahaya Hati Publishing).

Kedua kurator novel tersebut memaparkan tentang kelebihan dan kekurangan novel.

Hal itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi kedua penulis untuk senantiasa memperbaiki karyanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa penulis ternama dari Kabupaten Pati.

Penulis-penulis tersebut menuturkan karir kepenulisannya agar dapat memicu semangat penulis-penulis muda untuk berkarya.

Di akhir acara, ada pembagian doorprize berupa mug cantik dan novel terbitan Penerbit Al Qalam Media Lestari.

Sebagai peserta, saya berharap hal ini akan menjadi awal kebangkitan literasi Pati.

Rinz salah satu peserta dari Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Pati, berharap kedepannya, acara-acara serupa harus semakin sering diadakan agar masyatakat Pati melek literasi, kabupaten Pati siap menjadi kota yang berbudaya literasi. (Rinz/Rahman)

Launching dan Bedah Buku di Dinas Arpusda Pati Berlangsung Sangat Menarik Buat Para Novelis

TH.Indonesia. Pati - Ketua Indonesia Off Road-Federation (IOF) Wilayah Jawa Tengah Arya melakukan pengukuhan kepada pengurus cabang IOF cabang Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Arya Yogya melantik kepengurusan IOF cabang Pati.

Pelantikan dan pengukuhan dengan nomor SK 022/SKEP/IOF Pengda Jateng/X/20188 tentang pengukuhan pengurus cabang perkumpulan indonesia OFF-ROAD Federation (IOF) Kabupaten Pati dengan masa bhakti 2018-2023 dilaksanakan di bumi perkemahan desa regaloh Kecamatan Tlogowungu Pati, Minggu (09/12/18).

Juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan seluruh pengurus IOF cabang Pati, ratusan peserta off road dan x-trail dari beberapa kabupaten kota di wilayah Jawa Tengah.

Arya Yogya dalam paparannya mengatakan, Untuk melakukan pembentukan pengurus IOF cabang Pati bukanlah hal yang mudah, namun itu perlu adanya komitmen bersama untuk selalu kompak dan bersatu agar bisa sama-sama berjalan dalam satu tujuan.

"Kami harapkan dengan terbentuknya IOF cabang Kabupaten Pati, para pengurus dan peserta bisa selalu kompak dan berjalan bersama, karena sebagai pengurus bukanlah hal yang ringan, sehingga harus lebih ditekankan ke masing-masing personal agar tidak saling meremehkan satu dengan yang lain, dan selalu ada kebersamaan," pinta Arya.

Sementara Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam kesempatan itu juga mengaku bangga dengan adanya IOF cabang Pati yang sudah dikukuhkan.

Setelah terbentuknya pengurus, para personil diharapkan bisa saling melengkapi dan bisa memberikan konstribusi di masing-masing organisasi agar melahirkan kekompakan dan selalu bersinergi dengan Pemkab supaya bisa saling membantu," kami bangga sudah diundang, dan saya harapkan dengan terbentuknya IOF ini, bisa saling melengkapi dan bisa memberikan kontribusi," pesan wakil Bupati.

Selain itu, kata Dia, ada beberapa daerah khususnya di kabupaten Pati saat ini ada yang dilanda musibah, sehingga diharapkan dengan adanya peran IOF bisa saling menolong untuk masyarakat yang terkena musibah.

"Saya berharap semua bisa saling memberikan suport demi untuk mensejahterakan Pati agar lebih baik," harapnya.

Dari amatan media, pihak panitia juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim, bahkan kegiatan off-road juga dibuka langsung oleh wakil Bupati Pati dan disaksikan pengurus IOF Jateng dan Cabang Kabupaten Pati. ($.wis)

Arya Yogya Resmi Melantik Pengurus IOF Cabang Pati

TH.Indonesia. Jepara - Sehubungan dengan adanya permasalahan warga terkait permasalahan  pembangunan Gardu Induk PLN di Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, yang dipaksakan, Maka Warga masyarakat Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, sebanyak 30 orang nekad melakukan audiensi dengan Kapolres Jepara, Rabu tgl (05/12/18), audiensi dimulai pukul 09.00 s/d selesai, di Aula Polres Jepara.

Ketua LMPI H. Heni Purwadi SH.

Koordinator warga Jamaludin Malik dan Zubaedah, menyatakan ; " Bahwa warga masyarakat menolak dengan tegas adanya  pembangunan Gardu Induk PLN di Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, karena di Desa Tunggul Pandean, sudah ada jaringan Listrik yang cukup memadai, dan telah memenuhi kebutuhan masyarskat," ungkapnya.

Pelaksanaan audiensi oleh warga tanggul pandean di Polres Jepara di temui oleh Wakapolres Jepara, Kompol Dr. Pranandya Subiyakto, S.H., M.Hum, dan beliau menyatakan ; " Pihaknya akan mendengarkan aspirasi warga, dan selanjutnya akan menyampaikan semua keluhan warga tersebut kepada Kapolres jepara, serta akan menampung semua aspirasi warga, kemudian melakukan koordinasi dengan Bupati, Polsek dan Kepala Desa setempat, dan akan berusaha mempertemukan warga dengan petinggi beserta jajarannya," paparnya.

Saat di hubungi awak media THI, H. Heni Purwadi, SH alias Sultan Hannan, Sebagai Ketua LMPI Jepara, mengungkapkan ; " Bahwa segala bentuk kebijakan publik haruslah berpihak pada kepentingan masyarakat dan berdasar pada musyawarah mufakat serta mengedepankan rasa keadilan sosial, bukan hanya berdasar pada alasan yang dipaksakan atau berdasar pada kebijakan yang mengatas namakan rakyat, Maka pembangunan Gardu Induk PLN di Tunggul pandean sudah selayaknya harus ditangguhkan sementara karena belum jelas peruntuksnnya,  bahkan yang lebih penting lagi di Desa Tunggul Pandean, Nalumsari sudah ada jaringan Listrik yang memadai," paparnya. (Tim/THI)

Lepas Audiensi Dari Polres Jepara, "Terkait PLN" Warga Tunggul Pandean Akan Bersiap Mengadu ke Dewan

TH.Indonesia. Jepara - Sehubungan dengan adanya permasalahan warga terkait permasalahan pembangunan Gardu Induk PLN di Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

Derita warga desa tunggul pandean bersiap mengadu ke Dewan.

Warga Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, sebanyak 30 orang melakukan audiensi dengan Kapolres Jepara pada hari Rabu tgl (05/12/18), mulai pukul 09.00 WIB s/d selesai.

Koordinator warga Jamaludin Malik dan Zubaedah, menyatakan warga masyarakat menolak dengan tegas adanya  pembangunan Gardu Induk PLN di Desa Tunggul Pandean Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara," ungkapnya.

Audiensi warga di Polres Jepara di temui oleh Wakapolres Jepara, Kompol Dr. Pranandya Subiyakto, S.H., M.Hum, dan beliau menyatakan akan mendengarkan aspirasi warga, selanjutnya akan menyampaikan semua keluhan warga tersebut kepada Kapolres jepara, bahkan akan menampung semua aspirasi warga dan melakukan koordinasi dengan Bupati, Polsek dan Kepala Desa setempat, selajutnya akan mempertemukan warga dengan petinggi beserta jajarannya," paparnya.

Warga mendatangi Polres Jepara pada tanggal 5 desember 2018, dengan 15 warga perwakilan desa Tunggul Pandean Nalum Sari Jepara mendatangi Polres Jepara.

Perwakilan warga yaitu Jamaludin Malik sebagai koordinator lapangan menyampaikan penolakan akan didirikannya gardu induk PLN di desa Tunggul Pandean RT 06 RW 02, yang sebelumnya tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu dengan warga.

Adapun alasan penolakan warga meliputi :

1. Dekat dengan pemukiman warga.
2. Takut terkena setrum.
3. Tanpa ada sosialisasi terlebih dulu              dengan warga.
4. Rencana pendirian gardu induk ada di bengkok kepala desa.

Pada audiensi tersebut warga di terima dengan baik oleh Bapak Waka Polres Jepara.

Adapun nama warga yang mengikuti audensi adalah Jamaludin malik, Eko rio, Suliyono, Sujak, Sulton, Sapon, Abu, Sunardi, Kusno, Mail, Mashadi, Erna, Zubaida.

Selain menolak gardu induk PLN
warga meminta agar Desa ada keterbukaan informasi publik tentang Dana Desa dari 2015 sampai 2018. ($.tim)

Derita Warga Tunggul Pandean Siap Mengadu ke Dewan

TH.Indonesia. Pati - Perubahan iklim politik semakin memberi keindahan yang nyata seperti gejolak alam semesta yang memberikan warna tersendiri, terkadang berupa hujan ditengah musim kemarau atau saat musim tanam yang memberikan harapan palsu kepada petani namun tak kunjung hujan tiba, Minggu tgl (09/12/18).

Mengabdi demi Nusa dan Bangsa merajut Bhinneka Tunggal Ika.

Begitulah warna politik yang semakin panas, tidak jarang kubu yang satu saling hantam baku opini publik sehingga menambah suasana bertambah panas, inilah dunia politik Indonesia.

Masyarakat pun semakin cerdas untuk memberikan pilihan, tidak bisa di pungkiri sebagian masyarakat pun larut dalam suasana iklim perpolitikan nasional, saling memberikan dukungan salah satu calon atau kandidat lainnya.

Saatnya para petani bercocok tanam sambil menunggu hujan tiba, sambil berkarya untuk maju bersama menanti saat proses tanam tiba.

Berat untuk menunggu masa yang akan tiba dimana rakyat dapat memilih sesuai seleranya, menjadikan pilihan yang tepat untuk memberikan pilihan yang ada, wakil rakyat untuk membawa sebuah aspirasi untuk dijadikan landasan perubahan iklim yang lebih baik selama lima tahun kedepannya.

Memilih sesuai hati nurani, kebangkitan perubahan iklim politik tidak menyurutkan para kader untuk terus berjuang dan berkarya, tidak salah lagi untuk memilih untuk memberikan daya upaya pikiran dan kerja nyata, wujud menjadi wakil rakyat yang lebih baik.

Saatnya yang muda yang berkarya membawa aspirasi masyarakat bawah dalam semangat mengibarkan panji-panji kebenaran, bukan janji-janji palsu selama ini.

Rakyat tidak butuh janji-janji palsu, masyarakat sudah cerdas untuk memberikan suaranya memilih wakil yang dapat membawa inspirasi dan aspirasi yang tepat guna, bukan memilih kucing dalam karung yang hanya memikirkan perutnya sendiri selama ini.

Pilihan yang akan membawa perubahan arah iklim politik yang lebih baik, mendinginkan suasana bukan menjadi kompor yang akhirnya dapat meledak dan membumi hanguskan alam marwah saat ini.

Majulah negeriku Indonesia untuk menuju harapan yang lebih baik dalam membangun nilai nilai kebangsaan yang lebih baik, saatnya rakyat memberikan sumbangsih dalam menentukan pilihan agar rakyat hidup aman, makmur dan sejahtera.

Yang muda yang berkarya bukan janji melainkan bukti sebuah karya yang nyata. Saatnya tunas bangsa tunas tunas muda mulai bersinar di era globalisasi era generasi milineal sekarang ini. Jadilah pemimpin yang cerdas untuk Bangsa dan Negara Indonesia. (Eko)

Saatnya Tunas Muda Bangsa Mengabdi Demi Bangsa dan Negara

TH.Indonesia. Pati - Problem kehidupan petani Indonesia saat ini sangat banyak. Selain masalah tenaga kerja yang makin mahal, pupuk mahal dan sering langka dipasaran, penyakit tanaman juga makin banyak dan sulit dikendalikan juga masalah harga jual yang tdk seimbang dengan biaya produksi dan petani merugi, Minggu tgl (09/12/18).

Parmusi hadir membawa solusi bagi petani.

Akhirnya petani Jawa Tengah yang umumnya beragama Islam hidupnya tidak sejahtera secara lahir dan harus kerja keras mencukupi kebutuhan dan eksesnya batiniah (aqidah) menjadi kurang kuat.

Kesimpulan itu disampaikan oleh Anding Sukiman yang merupakan ketua Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia Jawa Tengah di salah satu rumah makan kota Pati kemarin.

Memperhatikan kondisi tersebut di atas Anding Sukiman yang juga penggiat pertanian organik ini berharap kehadiran Parmusi di Kabupaten Pati bisa menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Pati dan pihak-pihak penggiat pertanian di Pati khususnya para Petani di kabupaten Pati.

"Saya minta ijin kepada Pemerintah Kabupten Pati agar Persaudaraan Muslimin (Parmusi) bisa berdiri di Pati dan bersama memajukan sektor dakwah dan ekonomi di Kabupaten Bumi Mina Tani ini" tandasanya di hadapan para aktivis dan pengelola Radio yang hadir.

Menurut Anding Sukiman, Parmusi Jawa Tengah yang dimpinnya, adalah organisasi Massa yang resmi, dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Aktivis pertanian yang juga Ketua Pengurus Wilayah Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) Jawa Tengah berharap gerakan Ormas yang dipimpinya bisa masuk ke pelosok penjuru tanah air dengan menitik beratkan pada dakwah dan ekonomi, sehingga mampu meningkatkan iman dan taqwa serta ekonomi dikalangan masyarakat khususnya petani meningkat.

Dengan peningkatan taraf hidup umat muslim diharapkan semakin kokoh nilai iman dan takwanya, sehingga tidak mudah tergoyahkan.

Menurut Anding Sukiman, pada tahun 2045 penduduk dunia diperkirakan akan menjapai 11 milyar jiwa dan mereka membutuhkan makan.

Yang menjadi masalah kebutuhan pangan dunia pada saat itu tergantung pada  Indonesia, Kongo, dan Brazil. Mengapa karena ketiga negara tersebut merupakan negara agraris.

Negara Indonesia akan menjadi tumpuhan / sumber pangan bangsa-bangsa di dunian, karena itu Anding Sukiman mengajak kader-kader Parmusi Kabupaten Pati untuk bersama bergerak menata diri dengan dakwah dan meningkatkan pengetahuan dibidang pertanian. 

Tantangan di sektor pertanian memang sangat berat, karena harga produk pertanian pangan dikendalikan penuh oleh pemerintah, sementara tenaga kerja, sarana produksi berupa bibit, pupuk, alsintan dll mengalami kenaikan terus menerus, akibatnya nilai tukar pertanian makin berkurang, padahal petani juga jarang mendapatkan bimbingan teknis pertanian.

Berawal dari keprihatinan kepada para petani yang mengalami kurangnya bimbingan teknis dari pihak terkait menjadikan Anding Sukiman asal Kabupaten Wonogiri ini tergerak untuk terjun langsung membimbing petani-petani melalui sentuhan sistem pertanian organik.

Hal tersebut didasarkan pada semangkin langkanya pupuk kimia di pasaran dan beban subsidi yang mencapai triliunan rupiah per tahunya, serta dampak buruk dari penggunaan pupuk kimia sejak adanya revolusi hijau sejak tahun 1976 hingga sekarang.

Salah satu dari dampak penggunaan pupuk kimia adalah semakin jenuhnya tanah dan menjadi hilangnya bakteri-bakteri sahabat petani yang dapat menyuburkan tanah sambung Anding Sukiman.

Melalui hadirnya Parmusi di Pati Anding Sukiman berharap dapat mempererat hubungan sesama muslim dan bangkit bersama melalui pengembangan dakwah dan memperkuat ekonomi masyarakat Muslim dalam bidang pertanian dengan sistem bionik.

Dalam waktu dekat masih sambung Anding Sukiman, pihaknya akan memperkenalkan sisten tanam padi menggunakan metode Salibu (Salin Ibu).

Dengan sitem ini petani hanya perlu melakukan satu kali penanaman untuk dipanen hingga 3 kali.

Sistem Salibu sudah banyak di uji coba ke beberapa wilayah se Jawa Tengah diantaranya di kabupaten Purwokerto.

Penggunaan pola tanam sistem Salibu petani dapat menghemat biaya tanam hingga lima juta rupiah per masa tanam per hektar. 

Sehingga dalam waktu satu tahun petani dapat menghemat biaya operasional hingga lima belas juta rupiah.

Selain itu sistem Salibu dapat mempersingkat masa tabam yang sebelumnya sekitar 105 hari dapat disingkat menjadi 75 hari.

Pupuk organik cair (POC) Megarhizo merupakan salah satu produk Anding Sukiman yang akan diperkenalkan kepada para petani di kabupaten Pati.

Pupuk dengan sejuta manfaat tersebut diharapkan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi petani.

Dalam memperkenalkan Megarhizo pihaknya dalam waktu dekan akan bekerjasama dengan radio-radio yang ada di kabupaten Pati melalui program dialog interaktif yang berisi tentang keluhan petani dan jawabanya menggunakan POC tersebut.

Menutup acara wawancara bersama tim media Anding Sukiman menyampaikan harapan dengan hadirnya Parmusi di Pati ini supaya dapat lebih mempererat persaudaraan umat muslim dan memajukan pertanian khususya produk-produk unggulan kabulaten Pati seperti Pamelo Bageng dan Kelapa Kopyor.

Untuk itu pihaknya memohon iji  kepada pemerintah setempat agar dapat bekerjasama membangun pertanian dan yang paling penting adalah Parmusi meruupakan sahabat petani tanpa adanya muatan politik. (Andik)

Parmusi Hadir di Kota Pati Membawa Solusi Bagi Para Petani