Kamis, 13 Desember 2018

Jejak Makam Keramat Kyai Ma'ruf di Desa Japan Kudus

TH.Indonesia. Kudus - Perjalanan seorang sufi besar yang melakukan siar agama Islam di dukuh Ceglik desa Japan kecamatan Dawe kabupaten Kudus awal dekade tahun 60 hingga awal tahun 80 menjadi kebangkitan umat Islam di lereng gunung Muria sebelah timur, Kamis tgl (13/12/18).

Santri dan menantu Kyai Ma'ruf di ndalem kyai Junaidi desa Japan.

Adalah Kyai Ma'ruf seorang ulama besar pada saat itu dengan karomah yang dimilikinya mampu memberikan kontribusi pada penyebaran agama Islam saat itu.

Hingga berduyun-duyun murid murid dari seluruh penjuru tanah air berdatangan untuk menuntut ilmu agama, hingga dari Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur baik di Banyuwangi, Jember,  Surabaya, Jombang,  Blitar maupun Madura dan masyarakat setempat yang mengabdi kepada beliau selama ini.

Beliau mengajarkan berbagai tarekat, yang paling disempurnakan adalah kholidiah qodiriah tentang hakikat kehidupan atau mati sak sejoroning urip, atau matikan dirimu sebelum mati.

Dimana kehidupan ini yang nyata adalah mematikan segala hawa nafsu duniawi yang ada di sifat manusia, agar lebih tawadhu dalam manembah kepada Allah SWT.

Ajaran yang Beliau sampaikan ini kepada murid muridnya untuk lebih ikhlas dalam beribadah dan menjalani bahtera kehidupan ini.

Beliau meninggal pada bulan Jumadil Akhir tepat pada haul ke 17 thn tepatnya pada hari Kamis Paing tanggal 13 Desember 2003.

Beliau mempunyai putra putri lima orang yang sekarang ajaran beliau diteruskan putranya Kyai Sodiq bin Ma'ruf sebagai Mursyid dengan ribuan murid murid yang hadir dalam haul kali ini.

Jejak besar dalam dakwah Beliau juga diteruskan oleh murid muridnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, Kyai Ma'ruf sebagai ulama sangat berjasa dalam si'ar agama Islam di tanah air khususnya di daerah lereng gunung Muria. ($.roy)

Selasa, 11 Desember 2018

Revita Ayu Contesa Dara Cantik Yang Selalu Rendah Hati

TH.Indonesia. Pati - Satu lagi talenta muda musisi penyanyi dangdut kota Pati, Revita Ayu Contesa dara cantik nan manis yang selalu memberikan suguhan totalitas dalam setiap performanya, mulai menekuni dunia tarik suara sejak kelas 3 sekolah dasar menyanyi dari panggung ke panggung dari umur 10 tahun alumni lulusan dari SMP Negeri 02 Gunung Wungkal dan sekarang melanjutkan ke sekolah di SMK Kesuma Margoyoso Kelas X jurusan teknik komputer dan jaringan, Rabu tgl (12/12/18).

Revita Ayu the rising star diva dangdut kota Pati.

Dan waktu sekolah dasar pernah mengikuti lomba macapat dan lomba menyanyi mendapatkan juara 2 tingkat kabupaten Pati tahun 2014.

Sewaktu SMP juga pernah ikut lomba menyanyi solo tapi karena banyaknya kompetisi antar penyanyi solo dan kurangnya bimbingan maka hanya mendapatkan juara harapan 1 tingkat kabupaten Pati tahun 2015," terang dara cantik Revita anak nomer dua dari pasangan suami istri almarhum bapak Joko Cahyono dan ibu Siti Khodijah, juga bersama sang kakak Monica Ayu Puspita yang sering perform bersama orkes dangdut Kubota dan orkes orkes lain yang mengajak manggung.

Masih dalam kesendiriannya gadis cantik penyuka warna ungu ini  masih ingin berkarir di dunia tarik suara tentunya dengan menampilkan karya karya terbaik  kalau bisa masuk dapur rekaman, saat di tanya kriteria cowok idaman hanya tersipu malu yang penting yang sholeh, bisa menjaga dirinya juga bisa mengerti dirinya, sopan, sama sayang terhadap keluarganya, masih dengan tutur kata yang sopan dan lembut hatinya.

Dan untuk harapannya di dunia tarik suara semoga lebih maju dan berkembang lagi menjadi diri sendiri dan ingin tetap eksis di blantika musik Indonesia," ujar dara cantik kelahiran Pati 25 April 2003 yang mengidolakan mak'e Soimah artis ibukota asli kelahiran kota Pati.

Revita mempunyai kegemaran atau hobby menyanyi, menari juga membacakan novel romantis selain itu juga gemar traveling khususnya di wisata alam, untuk kuliner sendiri penyuka bakso juga gemar masakan yang pedas.

Dara manis ini cukup punya penggemar atau fans dengan nama RCL (Revita Contesa Lovers) yang sudah tersebar di beberapa kota yaitu Pati, kudus, demak, rembang, semarang dan kota-kota lainnya yang sekarang bertempat tinggal di desa Gunung Wungkal dukuh Mbelik Wetan RT 06 RW 01 Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati.

Hanya do'a dan harapan yang besar yang selalu terukir dalam rangkaian kata do'a disetiap sepertiga malam, namun manusia hanya bisa berikhtiar dan berusaha untuk yang terbaik, tidak lepas dari do'a seorang ibu tercinta yang penuh kesabaran dan kasih sayang dalam membesarkan putri putrinya untuk dapat lebih sukses kedepannya, tidak bisa dipungkiri karena sorga ada di telapak kaki seorang ibu, keikhlasanmu sungguh nyata, semoga engkau diberikan umur panjang ibu (amin)," ujar Revita. (EKO)

Senin, 10 Desember 2018

Kurajut Cinta Memupuk Asa, Sunyi Dalam Kesendirianku

TH.Indonesia. Puisi - Ketika cinta dipertanyakan, ketika cinta dicari, mengapakah mata hatiku buta mengapa sulit melihat.

Sederhana itulah dirimu direnta usia senjamu.

Sedang cinta ada didepan mata, selalu mengiringiku, menemaniku, menggenggamku, memelukku.

Cinta itu ada pada air susu yang kuhisap kala aku sebagai makhluk bayi. Cinta itu ada pada gendongam tangan yang kuat saat aku menangis dan tertidur pun tertawa.

Cinta itu ada pada gandengan tangan dan pelukannya. Cinta itu ada pada kopi dan pisang yang hangat setiap pagi.

Dalam kegagalan ada senyuman dan aliran kata sejuk, dalam keputusan salahku ada beribu nasehat mengalir deras dari mu ibu.

Saat aku mengecewakanmu, tak pernah kau pergi dariku, engkau membawaku dalam hati, pikiran serta Do'amu.
    
Semua itu ada padamu Ibu Engkaulah cinta dalam diriku.

Dari sebentang hati yang aku tapaki
mestinya dini jalan berujung tak lagi
berpaling meniti seutas cinta sang Dewi Asmara, pun kuasaku tak juga pernah bisa meyakini, menyelingkuhi waktu seorang diri...

Malu merayumu dalam sedu sedan manja
namun tak juga, kunjung hatimu terketuk mengurai rahasia, tak tahu ataukah pura pura tak merasa...?

Pernah kuberkata ; bahwa hati terlalu malu tuk mengaku cinta, padahal telah lama jatuh, dalam diam yang bergelar.

Dulu, waktu kusapa tanpa tanya ? kau cuma bergumam. Kemarin, waktu kusembahkan senyuman manis, kau lantas berpaling... entahlah apa yang kau fikirkan tentang ku...

Aku berjalan tanpa rindu yang mendendam, terseok membayang luka dalam diam, mereka-reka harap, tak menghiba.

Hanya do'a yang kuserahkan kepada Mu.

Mengais-ngais mimpi, tak terbangun, lalu kini kupandang potretmu yang semu, kutatap penuh rinduku padamu.

  • Cuma itu sayang, tak jua kembalikan sosokmu padaku. ($.cipto)

Bayi Tak Berdosa Dibuang Orang Tuanya di Saluran Irigasi Desa Prawoto Sukolilo Pati

TH.Indonesia. Pati - Miris orang tua yang tega membuang bayinya sendiri tanpa perikemanusiaan dan sungguh dimana hati nurani orang tua kandung si jabang bayi.

Sangat tidak berperikemanusiaan orang tua kandung yang membuang bayinya sendiri.

Setelah warga di gegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi laki-laki yang masih melekat tali pusarnya mengapung di pintu air BKKA V Saluran Primer Klambu Kanan Irigasi Jratun seluna turut dukuh Gadu, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin tgl (10/12/ 18), sekira pukul 09.00 WIB.

Bayi laki-laki yang masih melekat tali pusarnya, menjadi tontonan warga, sehingga ingin membuktikan siapa bayi yang mengapung dalam sungai tersebut.

Sesosok bayi yang ditemukan tersangkut di pintu air saluran irigasi Jeratunseluna di Desa Prawoto dalam  kondisi sudah tidak bernafas.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Sukolilo IPTU Supriyono mengungkapkan,” kejadian ini pertama kali diketahui oleh Agus Santiko warga Dukuh Papasan RT 02 RW 04 Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Pati.

Pada saat itu Agus  datang ke pintu air BKKA V Saluran Primer Klambu Kanan Irigasi Jratunseluna di Dukuh Gadu, Desa Prawoto,” ujarnya.

Kedatangannya, “adalah untuk melakukan perawatan rutin dan melakukan pembersihan sampah karena kondisi irigasi desa penuh.

Pada saat dia turun ke bawah pintu air mendapati sesosok mayat bayi terapung di bawah pintu air dan temuan tersebut diberitahukan kepada Ahmad dan Danang kemudian dilaporkan ke Pemdes Prawoto dan Polsek Sukolilo,” ungkap Supriyono kepada media.

Setelah menemukan mayat bayi tersebut, Agus kemudian memberitahukan kepada warga sekitar dan melaporkan ke pemerintah desa setempat.

“Pihak pemdes kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukolilo,” imbuhnya.

Setelah menerima laporan warga tentang penemuan mayat bayi tersebut, kami langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan. 

Selanjutnya Bhabinkamtibmas, Piket Reskrim bersama Ka SPK, Kanit Reskrim, dipimpin Waka Polsek Sukolilo mendatangi TKP. Bersama dengan tim medis dari Puskesmas Sukolilo 2, pihak kepolisian kemudian mengevakuasi mayat tersebut dan melakukan olah TKP,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Wahid Abdurahman dari Puskemas Sukolilo 2 diperoleh kesimpulan, “mayat tersebut adalah bayi laki-laki dengan berat sekitar 2,7 kilo gram.

Sementara panjang bayi adalah 45 sentimeter, diperkirakan bayi tersebut dalam usia cukup bulan, tali pusar bayi juga belum terpotong,” pungkasnya.

Saat dimintai keterangan dr Wahid Abdurahman mengatakan“ kondisi mayat sudah kaku dan terdapat lebam pada tubuh mayat.

Diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal lebih dari 24 jam, selain itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan,” terangnya.

Adapun penyebab kematian bayi diduga karena gagal napas atau tenggelam di saluran irigasi tersebut.

Pihak Polsek Sukolilo saat melakukan penelusuran, pada minggu ini tidak ditemukan adanya warga Desa Prawoto yang melahirkan.

Setelah dibawa ke Puskesmas Sukolilo 2, jenazah bayi laki-laki tersebut langsung dikafani selanjutnya oleh Pemdes Prawoto dimakamkan di pemakaman umum Desa Prawoto. ($.rudy)

Diberi Pengarahan Oleh Bupati, Calon Kades Diminta Taati Regulasi Aturan Yang Ada

TH.Indonesia. Pati - Para calon kepala desa yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak hari ini, mendapatkan pengarahan dari Forkopimda Kabupaten Pati, yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Senin tgl (10/12/18).

Bukti Pilkades serentak menjadi demokrasi yang jujur dan transparan.

Secara keselurahan ada 149 calon kepala desa yang berasal dari 61 desa di Kabupaten Pati yang akan menyelenggarakan Pilkades.

Pengarahan diberikan merupakan menjaga kelancaran, keamanan, kesuksesan pilkades serentak gelombang II yang sebentar lagi akan dilaksanakan pada 15 Desember 2018.

Dalam pengarahan tersebut Bupati Pati Haryanto menjelaskan, pengarahan ini tak hanya dilakukan untuk mencapai kesuksesan terselenggaranya pilkades serentak, akan tetapi juga untuk pemahaman regulasi yang ada dengan seragam dan satu bahasa agar tidak dipahami setengah- setengah, yang akhirnya menghasilkan makna yang berbeda -beda pula," cetusnya.

Terkait regulasi Bupati Haryanto menjelaskan Pemkab Pati berharap pilkades ini tetap aman, sehingga diatur bila untuk perhitungan perkotak juga boleh atau dihitung 2 atau 3 tempat perdapil pun boleh.

"Hanya saja seluruh Forkopimda mempertimbangkan agar pilkades tidak sampai larut malam, dimana keadaan larut malam dapat menjadi indikasi kerawanan," jelas Haryanto.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, bagi para calon kepala desa yang belum menyampaikan visi misi agar segera disampaikan, baik dihadapan panitia, serta masyarakat, oleh sebab visi misi merupakan janji yang harus dilakukan.

Dalam pengarahan ini Bupati mengungkapkan para calon kepala desa dan tim sukses memiliki peran penting dan harus bisa menciptakan suasana kondusif, menetralkan, dalam pelaksanaan pilkades 2018.

"Jangan sampai membuat suasana yang adem ayem kondusif menjadi memanas, justru bila ada suasana memanas calon kades dan tim suksesnya wajib mendinginkan suasana," tegasnya.

Bupati pun mengingatkan pada panitia pilkades, bahwa kartu undangan pemungutan suara bisa diberikan paling lambat H-1, "walaupun sebenarnya H-3 juga boleh," imbuhnya.

Selaku kepala daerah Bupati Haryanto menghimbau kepada masyarakat, agar menggunakan hak pilihnya, sesuai dengan hati nuraninya memilih pemimpin untuk 6 tahun kedepan.

"Siapapun yang terpilih ya itulah yang menjadi kepala desa harus diakui dan jangan sampai pilkades ini dicederai karena sesuatu yang akhirnya menyesal kemudian," tegas Bupati.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Sekda Pati Sudiyono mengungkapkan penganggaran dan fasilitasi pencairan bantuan keuangan pilkades untuk 61 desa sudah ditransfer ke rekening kas desa, dengan jumlah total Rp 3.485.565.000.
Sudiyono mengingatkan untuk panitia pengawas kecamatan agar memonitor dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana tersebut.

"Serta kepada penerima dana yaitu pemerintah desa dan panitia pilkades, membuat surat pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan monitoring persiapan dan pelaksanaan pilkades," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto, Asisten Pemerintahan Setda Pati Sudiyono, dan Kajari Pati. ($.rudy)

Minggu, 09 Desember 2018

Launching dan Bedah Buku di Dinas Arpusda Pati Berlangsung Sangat Menarik Buat Para Novelis

TH.Indonesia. Pati - Kegiatan Launching dan Bedah Buku diselenggarakan oleh Dinas Arpusda (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan) Kabupaten Pati bersama Penerbit Al Qalam Media Lestari pada hari Minggu (09/12/18).

Launching & bedah buku dibuka oleh Agus Maryanto sekretaris Arpusda Pati.

Buku yang dibedah dalam acara tersebut adalah “Angin Fajar yang Menyampaikan Pesan” karya Melly Lestari dan “Tulus Awal Kisah” karya Putri Mayang Budiarti.

Acara ini dihadiri oleh 70 orang yang terdiri dari peserta dan panitia.
Acara bedah buku ini dibuka oleh Bapak Agus Maryanto selaku Sekretaris Dinas Arpusda.

Bapak Agus menuturkan bahwa minat baca masyarakat Kabupaten Pati masih rendah sehingga diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Pati.

Salah satunya adalah dengan acara bedah buku yang diadakan oleh pegiat literasi Pati.

Beliau berpesan bahwa acara serupa harus digelar secara rutin di Dinas Arpusda Pati agar masyarakat Pati semakin melek literasi.

Novel “Angin Fajar yang Menyampaikan Pesan” dibedah oleh Aan Nurwilujeng (Anggota FLP Pati). Sedangkan novel “Tulus Awal Kisah” dibedah oleh Misbahuzzaini (owner Cahaya Hati Publishing).

Kedua kurator novel tersebut memaparkan tentang kelebihan dan kekurangan novel.

Hal itu bisa menjadi bahan evaluasi bagi kedua penulis untuk senantiasa memperbaiki karyanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa penulis ternama dari Kabupaten Pati.

Penulis-penulis tersebut menuturkan karir kepenulisannya agar dapat memicu semangat penulis-penulis muda untuk berkarya.

Di akhir acara, ada pembagian doorprize berupa mug cantik dan novel terbitan Penerbit Al Qalam Media Lestari.

Sebagai peserta, saya berharap hal ini akan menjadi awal kebangkitan literasi Pati.

Rinz salah satu peserta dari Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Pati, berharap kedepannya, acara-acara serupa harus semakin sering diadakan agar masyatakat Pati melek literasi, kabupaten Pati siap menjadi kota yang berbudaya literasi. (Rinz/Rahman)

Arya Yogya Resmi Melantik Pengurus IOF Cabang Pati

TH.Indonesia. Pati - Ketua Indonesia Off Road-Federation (IOF) Wilayah Jawa Tengah Arya melakukan pengukuhan kepada pengurus cabang IOF cabang Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Arya Yogya melantik kepengurusan IOF cabang Pati.

Pelantikan dan pengukuhan dengan nomor SK 022/SKEP/IOF Pengda Jateng/X/20188 tentang pengukuhan pengurus cabang perkumpulan indonesia OFF-ROAD Federation (IOF) Kabupaten Pati dengan masa bhakti 2018-2023 dilaksanakan di bumi perkemahan desa regaloh Kecamatan Tlogowungu Pati, Minggu (09/12/18).

Juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan seluruh pengurus IOF cabang Pati, ratusan peserta off road dan x-trail dari beberapa kabupaten kota di wilayah Jawa Tengah.

Arya Yogya dalam paparannya mengatakan, Untuk melakukan pembentukan pengurus IOF cabang Pati bukanlah hal yang mudah, namun itu perlu adanya komitmen bersama untuk selalu kompak dan bersatu agar bisa sama-sama berjalan dalam satu tujuan.

"Kami harapkan dengan terbentuknya IOF cabang Kabupaten Pati, para pengurus dan peserta bisa selalu kompak dan berjalan bersama, karena sebagai pengurus bukanlah hal yang ringan, sehingga harus lebih ditekankan ke masing-masing personal agar tidak saling meremehkan satu dengan yang lain, dan selalu ada kebersamaan," pinta Arya.

Sementara Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dalam kesempatan itu juga mengaku bangga dengan adanya IOF cabang Pati yang sudah dikukuhkan.

Setelah terbentuknya pengurus, para personil diharapkan bisa saling melengkapi dan bisa memberikan konstribusi di masing-masing organisasi agar melahirkan kekompakan dan selalu bersinergi dengan Pemkab supaya bisa saling membantu," kami bangga sudah diundang, dan saya harapkan dengan terbentuknya IOF ini, bisa saling melengkapi dan bisa memberikan kontribusi," pesan wakil Bupati.

Selain itu, kata Dia, ada beberapa daerah khususnya di kabupaten Pati saat ini ada yang dilanda musibah, sehingga diharapkan dengan adanya peran IOF bisa saling menolong untuk masyarakat yang terkena musibah.

"Saya berharap semua bisa saling memberikan suport demi untuk mensejahterakan Pati agar lebih baik," harapnya.

Dari amatan media, pihak panitia juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim, bahkan kegiatan off-road juga dibuka langsung oleh wakil Bupati Pati dan disaksikan pengurus IOF Jateng dan Cabang Kabupaten Pati. ($.wis)

Related Post

.