Sabtu, 20 April 2019

Dandim 0718 Pati Siagakan Anggota Jajarannya Pasca Pemilu dan Peringatan Paskah

TH.Indonesia. Pati - Kodim 0718 Pati siagakan anggotanya untuk mengantisipasi kegiatan pasca pemilu dan rangkaian kegiatan Paskah di wilayah Pati, Sabtu tgl (20/04/19).

Dandim Pati siagakan pasukannya dan jajaran anggotanya.

Komandan Kodim 0718 Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, mengapresiasi kinerja Danramil dan Babinsa dalam ikut mensukseskan tahapan Pemilu 2019 hingga hari pencoblosan.

Dandim juga memompa semangat jajarannya dalam rangka pengamanan pasca pemungutan suara.

Hal disampaikan dalam kegiatan apel siaga di Makodim 0718 Pati.

"Terima kasih kepada seluruh Danramil dan Babinsa sehingga Pemilu dan rangkaian kegiatan Hari Paskah bagi umat Nasrani di Kabupaten Pati berlangsung aman dan kondusif, " ujar Arief.

Menurutnya, apel pasukan digelar untuk mengecek kesiapan anggota dalam rangka pengamanan pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

Kegiatan yang dilakukan, di antaranya monitoring perkembangan situasi wilayah dengan melaksanakan patroli gabungan bersama Polri, Satpol PP, serta bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

"Pasca pencoblosan dan kegiatan Hari Paskah bagi umat Nasrani harus tetap dijaga keamanannya," tegas Dandim Pati.

Demikian harapan setelah pesta demokrasi kembali kepada fitrah semula, tidak ada kekuasaan yang mutlak karena kekuasaan yang hakiki adalah milik Allah semata dan kekuasaan yang abadi ada di tangan rakyat.

Berjalan sesuai koridor yang ada semoga NKRI menjadi taman Iman dan lautan kasih sayang dan kedamaian di seluruh Nusantara. (S.zaenuri)

Jumat, 19 April 2019

Terjadi Longsor di Galian C, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Batu Padas

TH.Indonesia. Pati - Seorang pekerja serabutan, Rebo (55) warga Desa Gadudero Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati meninggal akibat tertimpa batu padas, Jum'at tgl (19/04/19).

Batu tebing yang runtuh di galian C yang menimpa para pekerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kejadian mengenaskan tersebut terjadi kemaren siang Kamis, (18/04/19) sekitar pkl 10.00 WIB.

Di lokasi penambangan galian batu gunung Kendeng turut Desa Gadudero Kecamatan Sukolilo milik pengelola saudara Fatekur warga Desa Gadudero RT 02 RW 01 Sukolilo Pati.

Secara terpisah Kapolsek Sukolilo AKP Supriyono membenarkan kejadian yang terjadi di wilayahnya. 

Kanit Intelkam dan Kanit sabhara serta piket SPK membawa tim medis dari Puskesmas Sukolilo dan mendatangi TKP.

"Korban meninggal di tempat kejadian karena terkena benda keras yaitu tanah padas yang runtuh dari ketinggian 3 meter dari permukaan tanah dan menimpa kepala korban hingga korban jatuh dan mengenai kakinya," terang Kapolsek.

Sementara saat tim NM minta keterangan kepada petugas di lapangan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Windarto sedang melakukan identifikasi jenasah dan membenarkan telah terjadi longsor bongkahan batu di lokasi penambangan milik Fatekur, satu orang meninggal dunia dan satu lainya mengalami patah tulang kaki,” ungkapnya.

“Iya benar dua orang tersebut  bekerja pada bos depo Fatekur   warga RT 02 RW 01 Desa Gadudero Sukolilo Korban satu meninggal    bernama Rebo berumur (55), sedangkan korban lainya patah tulang bernama joko umur (38)  dukuh Misik Sukolilo.

Korban yang masih hidup di bawa ke Puskesmas Sukolilo setelah mendapat perawatan korban di larikan ke rumah sakit Yakum Purwodadi untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Menurut keterangan yang dihimpun dari warga setempat mengatakan, “bahwa pada sekira pukul 08.00 WIB kedua korban mulai bekerja di lokasi penambangan batu padas di galian gunung kendeng, saat itu posisi batu dalam kondisi menggantung dan dilakukan penambangan. 

Kondisi batu yang menggantung    tersebut dengan kubikasi yang sangat besar tiba-tiba runtuh meluncur dengan cepat dan menimpa kepala korban yang mengakibatkan korban terjatuh dalam posisi terlentang," ungkapnya. 

Masih keterangan yang sama,   korban yang meninggal tertimpa  bongkahan batu dengan luka kepala bagian belakang serta tulang iga belakang patah dan luka di beberapa bagian kaki dan tangan.

Sementara Joko yang masih hidup tertimpa batu di bagian kaki kanan bagian bawah sehingga mengalami patah kaki.

Menurut saksi lainya dari warga setempat  menceritakan, “saat longsor terjdi kedua korban berada di selep penggilingan batu. Saat itu korban sedang mengumpulkan batu padas yang mau di giling.

Pada saat bongkahan batu meluncur dengan beban yang besar langsung menimpa  mengenai kaki kananya   dan seketika itu korban meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Setelah dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian, korban meninggal siang ini langsung di lakukan pemakaman umum desa Gadudero.

Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga korban telah menerimakan dan tidak akan menuntut kepada siapapun (pemilik tambang/galian) dan kejadian tersebut dianggap sebagai musibah. ($.diman)
  

Rabu, 17 April 2019

Pantau Pelaksanaan Pemilu, Bupati Haryanto Datangi Lima TPS Ini

Targethukumonline. Pati - Usai menggunakan hak pilihnya bersama istri dan kedua putrinya di TPS 14 Desa Raci Kecamatan Batangan, Bupati Pati Haryanto memantau penyelenggaraan pemungutan suara di beberapa TPS di wilayah Pati bagian utara, Rabu tgl (17/04/19).

Bupati Haryanto lakukan pemantauan fi beberapa TPS.

Pemantauan Didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Desk Pemilu Kabupaten Pati, terdapat lima TPS di empat Kecamatan yang berbeda.

Lima TPS tersebut yakni TPS 10 Desa Tambaharjo Kecamatan Pati, TPS 2 Desa Ketanen Kecamatan Trangkil, TPS 24 Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso, TPS 6 Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti, dan TPS 12 Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti.

"Pagi sampai siang ini kami memonitor wilayah Pati utara. Hasil pantauan kami, di masing-masing TPS pemungutan suara terselenggara dengan baik. Ketika saya datangi rata-rata tingkat masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya di atas 50 persen. Bahkan ada yang 70 persen. 

Dan ketika saya berkunjung, waktu pemungutan suara belum habis," ucap Bupati.

Secara umum, Haryanto menilai penyelenggaraan Pemilu di Pati tidak ada problem.

"Mudah-mudahan sampai akhir nanti, penyelenggaraan Pemilu di Pati tidak ada persoalan. Kalau misal ada kekurangan surat suara, bisa diatasi KPU," harapnya.

Bila dibandingkan saat pemungutan suara riil dan simulasi, Haryanto mengungkapkan bahwa pemungutan suara riil pada hari H lebih lancar.

"Tidak kita bayangkan, ternyata pelaksanaan pada hari H lebih mudah dari simulasi. Pada waktu simulasi, saya butuh waktu 5 menit untuk menuntaskan pencoblosan. Tadi saya hitung hanya 3 menit sudah selesai," ujarnya semringah. (ROI/humas)

Pastikan Kesiapan Pemilu, Bupati Pati Semalam Lakukan Ini

Targethukumonline. Pati - Tepat pada pukul 19.00 WIB hingga menjelang tengah malam, Bupati Pati Haryanto beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Desk Pemilu Kabupaten Pati melakukan kunjungan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa tgl (16/04/19).

Bupati Haryanto lakukan beberapa kunjungan ke TPS.

Kunjungan itu juga diikuti oleh Ketua KPU Pati Imbang Setiawan, perwakilan Bawaslu, dan tim pemantau dari Direktorat  Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jateng.

Dalam kegiatan itu, terdapat empat TPS di empat kecamatan berbeda yang dikunjungi.

Empat TPS tersebut ialah TPS 5 Desa Gabus Kecamatan Gabus, TPS 4 Desa Karangmulyo Kecamatan Tambakromo, TPS 15 Desa Jatiroto Kecamatan Kayen, dan TPS 6 Desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo.

"Tujuan kunjungan ini ialah memantau kesiapan pelaksanaan Pemilu besok pagi," ujar Bupati Haryanto.

Bupati Haryanto juga mengatakan, dari empat TPS yang dikunjungi, secara umum TPS-TPS ini tergolong siap untuk menyelenggarakan pemungutan suara secara lancar.

Namun, lanjutnya, ada beberapa masukan perbaikan yang pihaknya berikan pada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Seperti di TPS 15 Desa Jatiroto, misalnya. Ketua KPPS di TPS tersebut, Drahman, mendapat beberapa arahan terkait penataan bilik suara.

"Tadi ada arahan untuk melepas kertas nomor yang tertempel di bilik suara. Karena biliknya sebetulnya tidak perlu diberi penanda nomor. 

Kertas nomor itu sebetulnya bekas Pemilu yang lalu," ungkap Drahman.

Selain itu, lanjut Drahman, ia juga mendapat arahan dari Bupati Haryanto beserta Desk Pemilu Kabupaten Pati untuk memasang tirai di belakang bilik suara.

"Sesuai arahan, jarak antarbilik juga diperlebar. Sebab sebelumnya terlalu dekat," ujarnya.

Sebagaimana di TPS 15 Jatiroto, TPS 6 Cengkalsewu juga mendapat arahan terkait penataan tempat.

"Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap Kecamatan sebaiknya memastikan penataan tempat di masing-masing TPS. 

Ditata lebih baik agar masyarakat yang menggunakan hak pilih merasa nyaman," imbau Bupati Haryanto.

Meski ada sedikit usulan yang ia berikan di TPS yang ia kunjungi, Haryanto menilai, secara umum seluruh KPPS yang ada di Pati telah siap menyelenggarakan Pemilu.

"Sudah dipastikan, seluruh logistik Pemilu telah sampai ke masing-masing TPS. Yang terpenting, kita imbau masyarakat agar menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing," tandasnya. ($.zaenuri)

Selasa, 16 April 2019

Safin Terus Dorong Penerimaan Pendapatan Daerah Secara Online

TH.Indonesia. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), hari ini menghadiri rapat Evaluasi Pendapatan Asli  Daerah Triwulan I Tahun 2019 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati, Selasa tgl (16/04/19).

Online menjadi salah satu program pelayanan Pemkab Pati.

Dalam sambutan arahannya Safin menegaskan bahwa pendapatan daerah ini merupakan modal dasar bagi pelaksanaan pemerintahan sekaligus sebagai suatu kriteria penilaian bagi kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi.

"Karena itu, kami mengajak Saudara-Saudara sekalian untuk mencermati target dan realisasi pendapatan daerah pada triwulan pertama", ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi pada OPD dan kecamatan yang telah memenuhi target. 

"Dan bagi yang belum mencapai target, saya harapkan untuk dapat mengevaluasi kinerjanya. Karena kami senantiasa mengapresiasi setiap upaya untuk meningkatkan pelayanan khususnya yang terkait dengan pelaksanaan retribusi daerah secara online", jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus mendorong agar semua proses pengelolaan pendapatan daerah dapat terlaksana secara transparan, efektif, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Kita tentu masih ingat bahwasanya di Jawa Tengah, Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah yang menjadi percontohan dalam hal transaksi nontunai", lanjut Safin.

Wabup juga meyakini bahwa banyak manfaat yang diperoleh lewat penerapan transaksi non tunai, salah satunya dapat meningkatkan transparansi transaksi yang bertujuan mencegah kejahatan dan kebocoran anggaran.

"Saya berharap masyarakat Kabupaten Pati juga tak alergi dengan penggunaan teknologi informasi dalam pembayaran retribusi daerah. 

Apalagi jika nantinya kita udah memberlakukan transaksi online di semua lini", harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemkab juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi dan menyiapkan masyarakat agar siap dengan pemanfaatan teknologi tersebut.

"Jangan hanya meluncurkan program online tapi sosialisasinya diabaikan", imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, menurut Safin, tantangan terbesar Pemkab adalah merubah budaya masyarakat.

"Memang tak mudah mengalihkan kebiasaan mayarakat yang terbiasa melakukan pembayaran secara konvensional menjadi online, tapi kita harus tetap memulainya", tegas Wabup.

Ia juga yakin, target pendapatan daerah tahun 2019 Rp. 2.730.979.188.000,- yang telah terealisasi Rp. 607.823.563.979,-  atau mencapai 22,26% pada triwulan I ini bisa lebih ditingkatkan dengan melakukan sejumlah inovasi dan perbaikan dalam pelayanan.

"Demikian halnya dengan dengan capaian Pendapatan Asli Daerah yang pada triwulan I ini berada di angka 23,70%, tentunya akan dapat ditingkatkan dengan melakukan sejumlah terobosan", lanjutnya.

Berkenaan dengan hal itu, Wabup meminta kepada unit  kerja yang terkait dengan berbagai jenis penerimaan baik berasal dari pajak daerah maupun retribusi daerah untuk berupaya dan berinovasi agar penerimaanya dapat terealisasi sesuai dengan yang ditargetkan.

"Bagi yang targetnya belum mencapai 25 % hingga triwulan I ini, hal itu harus menjadi perhatian pimpinan dan tenaga teknis pengelola pendapatan daerah.

Kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam mengoptimalkan penerimaan harus dianalisis sebaik baik mungkin, sehingga kinerja kita bisa lebih baik pada triwulan berikutnya", pinta Safin.

Ke depan pihaknya berharap agar dalam menentukan target pendapatan daerah, senantiasa didasari data potensi  yang  akurat, terukur dan diperkirakan dapat direalisasikan.

"Untuk itu, saya berharap semua kepala OPD Kabupaten Pati dapat memberikan dukungan penuh dalam meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah. 

Dan yang lebih penting lagi, mari kita tingkatkan partisipasi  dan kesadaran seluruh komponen, pengusaha, wajib pajak maupun wajib retribusi. 

Ayo kita semangati lagi tentang  pentingnya pajak dan retribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat", pungkasnya. ($.zaenuri)

Sabtu, 13 April 2019

Prada Khoirul Umam Asal Demak Lulusan Terbaik Secata Gombong

TH.Indonesia. Gombong - Sebanyak 359 Calon Prajurit Tamtama TNI AD secara resmi dilantik menjadi Prajurit Dua oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., pada Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II TA. 2018 yang berlangsung di lapangan Chandradimuka Secata Rindam IV Diponegoro, Gombong, Sabtu (13/04/19).

Khoirul Umam anak petani dari Demak lulus terbaik Secata Gombong.

Tampil sebagai lulusan terbaik Prada Khoirul Umam yang merupakan putra petani asal Demak. Sebagai lulusan terbaik, dirinya berhak atas piagam dan medali yang diberikan oleh Pangdam IV/Diponegoro. 

Sedangkan peringkat ke II diraih Febbyan Yogie P. anak pedagang dari Sukoharjo dan peringkat ke III diraih Muhammad Daffa I. dari Sleman yang orang tuanya berprofesi wiraswata.

Dari sini membuktikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama tanpa dibedakan status maupun suatu golongan. Mereka yang terpilih dan berlatih sungguh-sungguh akan mendapatkan posisi yang terhormat.

Pada kesempatan ini, Pangdam IV Diponegoro menyampaikan, bahwa dengan selesainya pendidikan ini bukan berarti perjuangan sudah selesai, tetapi justru perjalanan karier sebagai prajurit TNI baru dimulai.

Dijelaskan, para Prajurit Dua yang baru saja dilantik sudah diberikan pembekalan materi tentang dasar keprajuritan.  

Itulah bekal awal dalam pengabdian untuk menanamkan rasa bangga terhadap korps TNI AD, agar mampu melaksanakan tugas dengan baik di satuan masing-masing.

"Kalian harus menampilkan sikap dan perilaku yang mencerminkan pribadi seorang prajurit sejati, prajurit yang disiplin, loyal, militan, profesional, mencintai dan dicintai rakyat" tegas Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Tak hanya itu, para prajurit juga harus menanamkan jiwa pengabdian yang senantiasa dilandasi oleh Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI.
Menurut orang nomor satu di Kodam IV, berbagai ilmu dan pelatihan yang telah diajarkan selama pendidikan pertama ini merupakan tahap dasar, yang artinya kalian masih perlu menerima pembekalan yang bersifat lanjutan. 

Maka, setelah pendidikan ini kalian akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai dengan kecabangan masing-masing.

Sebelum mengikuti pendidikan kejuruan, para prajurit akan mendapatkan cuti pendidikan. 

Untuk itu jaga kehormatan,  keselamatan dan keamanan diri dengan baik. Hindari tindakan yang dapat merusak citra dan nama baik TNI AD selama cuti, ungkap Pangdam.  

Pangdam juga mengingatkan hal yang tidak kalah penting, yaitu  saat ini sedang berlangsung pesta demokrasi Pilleg dan Pilpres 2019. Untuk itu para prajurit yang baru saja dilantik harus menjaga netralitas selama cuti.

"Jangan coba-coba terlibat dalam kegiatan politik praktis sekecil apapun", tegas Mayjen TNI Mochamad Effendi.

Selanjutnya untuk mempersiapkan pendidikan selanjutnya, Pangdam berpesan agar para prajurit jangan lengah, tetap mempersiapkan fisik dan mental serta kesehatan masing-masing.

"Kembangkan ilmu yang kalian peroleh agar kelak dapat menjadi prajurit yang profesional dan handal dalam menghadapi tuntutan tugas di masa mendatang", jelas Pangdam.

Upacara Penutupan Dikmata TNI AD Gelombang II TA. 2018 ini dihadiri Para pejabat jajaran Kodam IV Diponegoro, Bupati beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kebumen, dan Ketua beserta segenap Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IV Diponegoro. (ROI)

Rabu, 10 April 2019

Gema Isro' Mi'raj Berkumandang di Mapolres Pati, Wujud dari Pemilu Damai

TH.Indonesia. Pati - Polres Pati menggelar acara Tablig Akbar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, dalam rangka “ Mewujudkan Pemilu Tahun 2019 yang aman, damai, dan sejuk di wilayah Kabupaten Pati.

Gema Isro' Mi'raj berkumandang di Mapolres Pati wujud Pemilu Damai.

Pengajian dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Polres Pati tersebut menghadirkan pembicara Dosen UIN Ustadz Fachrur Rozi,M.Ag dari Semarang. Selasa (09/04/19).

Hadir pada acara tersebut antara lain, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariyanto, S.I.K., Wakapolres Pati, Ketua Cabang Bhayangkari Pati beserta pengurus, Pejabat utama Polres Pati, Kapolsek jajaran Polres Pati, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek jajaran, Para Kasi dan Perwira staf Polres Pati, Pengurus Cabang Bhayangkari Pati, anggota Polsek jajaran masing-masing 5 personel dan seluruh anggota Mapolres Pati, Forkompinda, pengadilan negeri dan agama, MUI Pati, serta tamu undangan lainya. 

Dalam sambutannya, Kapolres Pati mengatakan, “mengungkapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.” 

Peringatan isra’Mi’raj adalah  acara rutin yang digelar untuk memperingati hari isro’ mi’roj yang merupakan momen kita bersama untuk merefres akan ketaladan Nabi Muhammad SAW, mari kita sama sama mengambil hikmah dan keteladanan serta Kepemimpinan  beliau," katanya”.

“Dengan hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW kita tingkatkan ibadah dalam membentuk karakter kepribadian insan bhayangkara guna mewujudkan  Pemilu yang aman damai, dan sejuk yang kondusif tahun 2019”. 

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi mengambil tema,”dengan tertanamnya nilai-nilai ibadah shalat kita tingkatkan prestasi dan inovasi dalam pengabdian terbaik menuju Polri yang Promoter siap mengamankan Pemilu 2019 guna keberlangsungan Pembangunan Nasional.

"Melalui tabligh akbar ini, mari kita  napak tilas perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Dengan tausiyah melalui Ustadz Fachrur Rozi nantinya bisa mendorong pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah kabupaten Pati dan secara umum di Indonesia agar berlangsung aman-damai," ujar Kapolres Pati. 

Sehubungan jelang pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, kami dari jajaran kepolisian akan siap mengawal sehingga pemilu menjadi aman. Dan jangan sampai pemilu yang akan datang terjadi perpecahan diantara kita.

“Tabligh Akbar dan kegiatan peringatan Isra Mi’raj yang kami selenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan ibadah secara bersama-sama.

Disamping itu melalui kegiatan ini juga kami harapkan menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi kami sekeluarga besar Polres Pati dengan segenap komponen baik itu instansi Pemerintah, Lembaga masyarakat dan masyarakat di Kabupaten Pati,” imbuh Kapolres.

“Besar harapan kami bahwa giat Tabligh Akbar dan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi suatu kegiatan yang dapat kita laksanakan secara rutin sebagai siraman rohani. 

Bagi kita khususnya untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan berbagai perbedaan yang terkadang menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap hubungan antar sesama manusia.

Untuk itu, diharapkan dengan adanya tabligh akbar ini mampu menyatukan kita untuk hidup bersama dalam suasana adem ayem, seperti kita ketahui dalam waktu dekat ini tepatnya besok hari Rabu tanggal 17 April 2019 kita akan melaksanakan pemilihan Presiden dan Legislatif secara serentak baik di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Kapolres  juga menegaskan bahwa Polri bersama TNI siap mengawal pesta demokrasi agar berjalan lancar. "Sehingga tidak ada yang bisa menghalangi untuk menggunakan haknya dalam menentukan pilihan pada Pemilu yang akan di gelar 17 April mendatang," tegasnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya Ustadz Fachrur Rozi menyampaikan,” bahwa perintah salat yang diterima Rasulullah dalam peristiwa isra Miraj memiliki pengaruh positif terhadap penyelenggaraan Pemilu dan kehidupan bernegara secara umum.

Ia menjelaskan, nilai yang terkandung dalam salat berjamaah dapat dijadikan pedoman dalam menyikapi Pemilu.
Menurutnya, dalam salat berjamaah, setiap orang dapat menghargai perbedaan yang ada dalam tata-cara salat. 

Sebagaimana dalam hidup, termasuk dalam Pemilu, kita harus menghargai perbedaan," jelas akademisi UIN Walisongo Semarang tersebut.

Dalam salat berjamaah, lanjutnya, meski ada beberapa perbedaan tersebut, masing-masing orang menempati posisi saf yang berbeda, seluruhnya bergerak beriringan untuk meraih ridha Allah.

"Sebagaimana salat berjamaah yang 'beda posisi tapi satu visi', kehidupan bernegara juga harus demikian.   

Menghargai perbedaan demi bersama-sama memajukan Indonesia," terangnya.
Ustadz Fachrur menambahkan, "boleh bersenggolan" yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu sebaiknya tidak menimbulkan pertengkaran.

Hal ini dapt diartikan "dalam salat berjamaah, kepala kesenggol, pantat atau kaki di depannya ketika ruku dan sujud mungkin saja terjadi.

Tapi hal ini tidak menjadi masalah, jamaah salat tetap baca tasbih dan tetap mengakhiri salat dengan salam. Umumnya disambung pula dengan saling berjabat tangan. Pemilu juga harus begitu.

Tetap damai meski ada senggolan, sebab niatnya ialah berjamaah untuk memajukan IndonesiaSiapa pun pemimpin yang terpilih dalam Pemilu nanti, Ustadz Fachrur mengimbau masyarakat agar menerimanya dengan penuh keridloan," jelasnya.

Dalam himbaunya, dalam menghadapi suatu masalah, memberi informasi, dan saran  harus menghargai perbedaan. Indahnya hidup bersama ibarat sholat berjamaah, sehingga bisa menghargai perbedaan.

Boleh beda posisi tapi harus saling menghormati dan saling memahami. Terkait pileg walaupun beda pandangan, diharapkan  hasilnya untuk kemajuan indonesia

Dalam tausiyahnya, KH Fachrur Rozi meminta agar semua pihak menjaga situasi yang aman dan kondusif menjelang Pilpres dan Pileg.

“Hindari mencaci maki dan fitnah di Medsos terhadap sesama dan mari kita saling menjaga silaturahmi yang baik dengan sesama.

Bersama Polri dan TNI kita kuat, kita semua berdoa semoga Pilpres dan Pileg yang akan datang dapat berjalan dengan sukses dan tidak ada gangguan dan hambatan,” pungkasnya. ($.zaenuri)

Related Post

.